cover
Contact Name
suhartini
Contact Email
tiensahmad1@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
direktorat@poltekkesbanten.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan)
ISSN : 23561718     EISSN : 26852195     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ini menggambarkan Media informasi kesehatan scopenya meliputi; keperawatan, kebidanan, analis kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 248 Documents
HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WARUNGGUNUNG TAHUN 2018 Daini Zulmi
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 6 No 1 (2019): Mei
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.003 KB) | DOI: 10.36743/medikes.v6i1.161

Abstract

Gizi pada masa balita merupakan hal yang perlu diperhatikan lebih serius karena jika balita memiliki status gizi yang kurang atau bahkan buruk maka akan terjadi berbagai keterlambatan dan kerusakan yang tidak dapat dipulihkan (irreversibel). Berdasarkan Pemantauan Status Gizi Puskesmas Warunggunung tahun 2016-2017 mengalami peningkatan dibeberapa kategori: gizi buruk (2,93%) menjadi (2,38%), gizi kurang (10,09) menjadi (11,09%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan gizi balita 12-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Warunggunung tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik, dengan pendekatan case control. Populasi pada penelitian ini adalah 379 balita jumlah sample 60 balita dengan rasio 1:2. Hasil analisis univariat bahwa balita yang mengalami gizi kurang dan buruk dijadikan sebagai sampel kasus sebanyak 20 (33,33%) balita dan yang mengalami gizi baik dijadikan kelompok kontrol sebanyak 40 (66,67%) balita, hampir setengahnya (38,33%) balita tidak diberikan ASI eksklusif. Hasil analisis bivariat terdapat hubungan yang bermana antara riwayat pemberian ASI eksklusif dengan status gizi balita (p-value= 0,00) OR = 8,04. Tenaga kesehatan diharapkan agar lebih meningkatkan pelayanan dalam memberikan KIE (konseling, informasi dan edukasi) tentang ASI eksklusif, meyakinkan setiap ibu untuk bisa menyusui secara eksklusif sejak masa kehamilan hingga menyusui untuk memberikan ASI eksklusif dan diteruskan sampai 2 tahun yang menjadi tahap awal balita memiliki status gizi yang baik.
PENGARUH TERAPI BERMAIN PUZZLE TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP DAN KETERAMPILAN MENCUCI TANGAN PADA ANAK DI SD TAMAN SUKARIA I KOTA TANGERANG Ema Hikmah
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 6 No 1 (2019): Mei
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.613 KB) | DOI: 10.36743/medikes.v6i1.162

Abstract

Cuci tangan sangat efektif dalam mencegah penularan penyakit, sehingga pengenalan cuci tangan sejak dini sangat penting agar anak tercegah dari terjangkitnya penyakit. Banyak alat dan cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat anak melalui pendidikan kesehatan, salah satunya yaitu dengan terapi bermain puzzle Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi bermain puzzle terhadap pengetahuan, sikap dan keterampilan cuci tangan pada siswa kelas 1 di SDN Taman Sukaria 1 Kota Tangerang. Tempat penelitian di SDN taman Sukaria 1 Kota Tangerang periode Juni sampai Nopember 2018. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuasi-eksperimen. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 59 siswa dengan rincian 29 orang kelompok control dan 30 orang kelompok intervensi. Desain kuasi-eksperimen dalam penelitian menggunakan tipe onegroup design dengan pre dan post test. Analisi bivariat yang digunakan adalah t-test independent. Hasil penelitian Ada perbedaan signifikan terapi bermain puzzle dapat meningkatkan pengetahauan, sikap dan keterampilan mencuci tangan pada siswa SD Kls 1 di SDN Taman Sukaria 1 Kota Tangerang pada kelompok intervens (p value=0,000 α=0,05). Hasil yang signifikan pada penelitian ini menunjukan bahwa hal ini bermakna apabila terapi bermain puzzle dilakukan maka siswa dapat meningkat pengetahuan, sikap dan keterampilannya dalam mencuci tangan. Disasankan pada guru dan orangtua agar menciptakan suasana yang menyenangkan pada saat belajar salah satunya dengan menggunakan terapi bermain puzzzle
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DENGETAHUAN KADER TENTANG DETEKSI DINI RISIKO TINGGI KEHAMILAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIKULUR TAHUN 2018 Suhartini Suhartini; Ahmad Ahmad
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 6 No 1 (2019): Mei
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.675 KB) | DOI: 10.36743/medikes.v6i1.167

Abstract

SDGs, mentargetkan menurunkan Angka Kematian Ibu hingga dibawah 70 per 100.000 KH dan menurunkan Angka Kematian Neonatal menjadi 12 per 1000 KH..Data dari Dinas kesehatan Kabupaten Lebak diketahui bahwa jumlah kematian ibu tahun 2015 berjumlah 43 orang dan tahun 2016 38 orang dan tahun 2017 s/d Okober berjumlah 30 orang. Data Puskesmas Cikulur menunjukan terjadi peningkatan jumlah kematian ibu sejak tahun 2015 tidak ada kematian 2016 ada 1 (satu) kematian dan pada tahun 2017 dilaporkan sebanyak 2 (dua) kasus kematian Ibu. Dari data belum diketahui pengetahuan kader tentang deteksi dini risiko tinggi kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pegetahuan kader tentang deteksi dini risiko tinggi kehamilan di Puskesmas kecamatan cikulur kabupaten lebak Metodelogi penelitian ini menggnakan desain “croos sectional” populasi penelitian adalah Kader kesehatan di kecamatan cikulur dan jumlah sampel sebanyak 120 orang kader kesehatan di wilayah kerja puskesmas Cikulur. Tehnik pengambilan sampel dihitung dengan menggunakan rumus perhitungan sampel, didapatkan sampel 120 orang di 34 posyandu. Masing-masing posyandu didata 3-4 orang kader. Penelitian dilaksanakan sejak bulan Mei sampai dengan November 2018 Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Masih ditemukan (28,3%) Kader yang memiliki pengetahuan kurang tentang deteksi dini resiko tinggi kehamilan, (75,8%) Kader pendidikan terakhir ≤ SLTP., (70,8%) Kader belum pernah mengikuti pelatihan terkait Deteksi Risiko Tinggi kehamilan., Masih terdapat (15,8%) Kader yang lama menjadi kader nya ≤ 1 Tahun. Sebagian besar (84,2%) Kader menyatakan tidak memiliki pedoman deteksi dini resiko tinggi kehamilan, Hasil analis lanjut diketahui bahwa, Pengetahuan kader kurang tentang deteksi dini resiko tinggi kehamilan proporsinya lebih tinggi pada kelompok pendidikan kader ≤ SLTP (31,9%) , belum pernah mengikuti pelatihan kader (21,2%). kelompok <1 tahun menjadi kader (42,1%), kelompok tersedianya pedoman (42,1 %), dan Kader memperoleh sumber informasi informal (33,3%),namun hasil analisis lanjut dari beberapa variabel dinyatakan tidak menunjukkan hubungan yang antara pendidikan, pelatihan, lama menjadi kader, ketersediaan pedoman dan sumber informasi dengan pengetahuan tentang deteksi dini risiko tinggi kehamilan P.value > dari 0.05. Mengingat masih ditemukan kader yang berpengetahuan kurang dan belum terlatih, serta tidak memiliki petoman untu melakukan deteksi risiko tinggi kehamilan, maka disarankan kepada puskesmas untuk meningkatkan pelatihan, menyediakan pedoman, serta membuat brosur,leaflet, dan buku saku deteksi dini risiko tinggi kehamilan, mengembangkan model surveilans KIA berkoordinasi dengan dinas kesehatan maupun dosen pada kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat berikutnya
HUBUNGAN PERAN PERAWAT DALAM RESPONSE TIME DENGAN TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN DI IGD RUMAH SAKIT UMUM KABUPATEN TANGERANG Kusniawati Kusniawati; Ricka Ardila Susanti
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 6 No 2 (2019): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v6i2.163

Abstract

Instalasi Gawat Darurat sebagai unit pertama intra rumah sakit yang diakses oleh pasien atau keluarga untuk mendapatkan pertolongan awal yang cepat,tepat dan holistik terutama pada kasus kegawatdaruratan. Kondisi ini membutuhkan prioritas penanganan pasien yang datang ke IGD sesuai waktu tanggap (response time). Penanganan tersebut dilakukan petugas sesuai peranannya masing–masing. Adapun peran perawat yang dapat dilakukan meliputi caregiver, client advocate, counsellor, educator, collaborator, coordinator dan counsultan. Kejadian gawat darurat biasanya berlangsung secara tiba–tiba sehingga sulit memprediksi waktu terjadinya, hal tersebut membuat pemerintah menuntut setiap rumah sakit untuk memenuhi kebutuhan sebagai strategi utama yang berorientasi pada kepuasan pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan peran perawat dalam response time dengan tingkat kepuasan pelanggan di IGD Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang. Desain penelitian menggunakan metode studi analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian merupakan perawat yang berperan dalam response time dan pasien maupun keluarga. Analisis dalam penelitian ini menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara peran perawat dalam response time dengan kepuasan pelanggan yakni nilai p value 0,001 (< α 0,05). Hal tersebut menegaskan peran perawat sangat penting dalam menentukan kepuasan pelanggan. Diharapkan perawat dapat meningkatkan peranannya selama response time dalam memberikan pelayanan prima.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN IMUNISASI TERHADAP KECEMASAN ANAK PRA IMUNISASI DI KOTA TANGERANG TAHUN 2018 endang suartini; Dwi Aprilina Andriani
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 6 No 2 (2019): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v6i2.170

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah Ketakutan dan kecemasan pada anak terhadap imunisasi akan menimbulkan reaksi-reaksi pada saat dilakukan imunisasi. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi kecemasan pada anak dengan memberikan informasi atau pendidikan kesehatan terkait imunisasi kepada anak. Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan imunisasi terhadap kecemasan anak pra imunisasi Desain penelitian menggunakan quasi experiment dengan pendekatan Pretest-Posttest Control Group Design. Pada penelitian ini terdapat dua kelompok, yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontroL pada bulan Agustus dan September. Sampel penelitian ini adalah siswa SD di Taman Sukarya 1 dan 2 data dikumpulkan menggunakan lembar kuesioner, data diolah dan dianalisis dengan Univariat dan Bivariat dengan uji mann-whitney. Hasil penelitian menunjukan tidak ada pengaruh pendidikan kesehatan imunisasi terhadap kecemasan anak pra imunisasi (p = 0,116).
PROMOSI MEDIA FILM BERBAHASA BENGKULU BERPENGARUH TERHADAP PENGETAHUAN DAN MOTIVASI WANITA DALAM DETEKSI DINI KANKER SERVIKS MELALUI IVA TES Lusi Andriani; Sri Yanniarti; Desi Widiyanti; Elvi Destariyani
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 6 No 2 (2019): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v6i2.172

Abstract

The incidence of Cervical cancer about 16/ 100,000 women, 70% of deaths occur in poor and developing countries. It is estimated that approximately 528,000 new cases of cervical cancer and caused 266,000 people to die. The purpose of this study to determine the impact of local language movies on knowledge and motivation Women in the implementation of early detection of cervical cancer by the IVA test. This study uses a quantitative method with a design quasi-experimental pre and post-test with control group design, data were collected using a questionnaire. Samples were 60 women in the Kampung Melayu district area consists of 30 people as the intervention group and 30 in the comparison group. The data analysis used univariate, the bivariate test of T-dependent and T-test Independent, multivariate use MANCOVA. Results showed knowledge before and after intervention increased from 10.73 into 12.80 with p-value(0.000) and Motivation scores increase of 56.57 into 60.40 with p-value (0.002). There are significant differences between the intervention group and the comparison group with p-value(0.002) for the knowledge and p (0.000) for motivation. There was a significant effect of the variable Independent Movie towards Knowledge and Motivation women with pValue 0.00, covariate variable does not affect the knowledge and motivation with p-Value greater than α =0.05. Need to campaign on an ongoing basis to be able to motivate women in carrying out the examination IVA and the media that is used needs to be varied so that women interested and more easily understand the message.
PENGARUH SENAM DIABETES TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI WILAYAH PUSKESMAS PERIUK JAYA KOTA TANGERANG Wasludin Wasludin; Lindawati Lindawati
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 6 No 2 (2019): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v6i2.176

Abstract

Menurut Santoso dalam Suryanto (2009), pengelolalan diabetes melitus ada 4 macam yaitu edukasi, perencanaan makanan, olahraga, dan obat-obatan DM. Olahraga teratur untuk program pengobatan DM, terutama DM tipe II manfaatnya akan lebih efektif bila jenis olahraga yang dilakukan mayoritas menggunakan otot-otot besar tubuh, dengan gerakan-gerakan ritmis (berirama) dan berkesinambungan (kontinyu) dalam waktu yang lama, (Suryanto,2009). Berdasarkan studi pendahuluan, diwilayah kerja Puskesmas Periuk Jaya Kota Tangerang belum dilakukan tindakan secara non farmakologis khususnya olah raga (senam diabetes) dan belum ada penelitian tentang itu, sehingga penulis tertarik untuk melakukan penelitian berjudul “Pengaruh Senam Diabetes terhadap kadar gula darah pada pasien Diabetes Melitus type 2 di Puskesmas Periuk Jaya Kota Tangerang Tahun 2018”. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui pengaruh Senam Diabetes dalam mempertahankan kadar gula darah pada pasien Diabetes Melitus type 2, dengan desain penelitian quasi eksperimental dengan pendekatan rancangan eksperimental ulang (pre test-post test group design), yaitu pada subjek dilakukan test/pengukuran sebelum dan sesudah perlakukan. Hasil penelitian, diperoeh ada perbedaan yang signifikan rata-rata guladarah sewaktu antara sebelum dan setelah intervensi baik yang intervensi dengan senam diabet maupun intervensi dengan bukan senam diabet. Karena homogenitas karakteristik responden tidak terpenuhi, maka disarankan kepada peneliti lain agar melakukan penelitian dengan menggunakan metode dan teknik sampling yang lebih baik untuk mendapatkan hasil yang lebik baik lagi.
PENGARUH INTERVENSI PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN METODE PEER GROUP TERHADAP KONSEP DIRI REMAJA DI MAN 1 KOTA TERNATE Sri Linda Linda
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 6 No 2 (2019): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v6i2.178

Abstract

Remaja merupakan masa transisi yang menghubungkan antara periode anak menuju periode dewasa, sehingga memerlukan perhatian dan perlindungan yang khusus. Selama pubertas, remaja rentan mengalami permasalahan yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi dan seksual. Permasalahan yang terjadi bisa berkaitan dengan cara remaja menjaga diri agar tetap sehat secara reproduksi ataupun juga dalam menjaga perilaku agar tidak melakukan aktivitas yang beresiko. Pada masa remaja terdapat beberapa perkembangan, salah satunya adalah perkembangan konsep diri. Pada usia remaja dengan tingkat pendidikan SMA termasuk dalam tahapan remaja akhir (late adolescence) yang memiliki ciri-ciri lebih dekat dengan teman sebaya. Penanganan yang dilakukan untuk mencegah masalah kesehatan reproduksi remaja adalah melalui empat pendekatan yaitu institusi, keluarga, kelompok sebaya (peer group), dan tempat kerja. Kuatnya pengaruh kelompok sebaya (peer group) dikarenakan remaja lebih banyak berada diluar rumah bersama dengan teman sebaya sebagai kelompok, maka dapatlah dimengerti bahwa pengaruh teman sebaya pada sikap, pembicaraan, minat, penampilan, dan perilaku lebih besar dari pada pengaruh keluarga. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh intervensi pendidikan kesehatan reproduksi dengan metode peer group terhadap konsep diri remaja. Penelitian ini merupakan eksperimen semu (Quasy Experimental) menggunakan pola rancangan satu kelompok dengan pengukuran pre test dan post test (one group pretest posttest design). Ditemukan perbedaan yang bermakna secara statistik dengan rerata skor konsep diri pada kelompok pre test dan post test dengan p-value 0.001.
PENGARUH IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KAWASAN TANPA ROKOK TERHADAP PERILAKU MEROKOK SISWA SLTA DI RANGKASBITUNG TAHUN 2019 Suhartini Suhartini; Ahmad Ahmad
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 6 No 2 (2019): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v6i2.180

Abstract

Merokok merupakan salah satu perilaku yang merugikan kesehatan, baik bagi dirinya maupun orang lain yang ada disekitar orang yang sedang merokok. Hasil Riset Kesehatan Dasar 2018 menyebutkan prevalensi perokok usia 15 – 18 tahun masih sebesar 9,1 %, lebih tinggi dari target RPJM sebesar 5,4 %, serta meningkat dari hasil riset kesehatan dasar tahun 2013 yang hanya sebesar 7,2%, Sekolah sebagai salah satu tempat strategis dalam membentuk perilaku para siswanya untuk tidak merokok,. Salah satu penciptaan kondisi lingkungan yang memungkinkan siswa untuk tidak merokok tersebut adalah dengan diberlakukannya lingkungan sekolah sebagai Kawasan tanpa asap Rokok (KTR). Penelitian ini bertujuan diketahuinya pengaruh implementasi kebijakan Kawasan Tanpa Rokok terhadap perilaku merokok siswa SLTA di Rangkasbitung tahun 2019 Penelitian dilaksanakan di dua Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah Kota Rangkasbitung Kabupaten Lebak, yakni SMA Negeri III Rangkasbitung dan SMA Negeri I Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak. Desain penelitian yang digunakan adalah crosessctonal study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa laki-laki kelas XI di dua SMAN di Rangkasbitung yang berjumlah 164 orang, sedangkan sampel penelitian sebanyak 114 siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa Perilaku merokok siswa di sekolah yang belum memiliki kebijakan Kawasan Tanpa Rokok proporsinya lebih tinggi (57,9 %) dibanding siswa di sekolah yang memiliki kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (36,1 %). Perilaku merokok proporsinya hampir sama terjadi pada siswa yang memiliki pengetahuan kurang dengan siswa yang memiliki pengetahuan yang baik tentang rokok, Tidak ada hubungan antara pengetahuan siswa dengan perilaku merokok siswa.. Perilaku merokok proporsinya lebih tinggi terjadi pada siswa yang memiliki sikap positip tentang rokok (90,9%) dibanding siswa yang memiliki sikap negative (33,7%)., Ada hubungan antara keberadaan kebijakan KTR di sekolah dengan perilaku merokok dengan nilai OR= 19,677 yang berarti bahwa sikap yang memiliki sikap positif tentang rokok memiliki peluang 19,677 kali untuk merokok dibanding siswa yang memiliki sikap negative tentang rokok. Perlunya siswa lebih memahami tentang bahaya rokok bagi kesehatan, melalui berbagai sumber belajar baik buku, media online, tenaga kesehatan maupun guru sehingga pengetahuan tentang bahaya rokok bagi kesehatan akan lebih utuh dan lengkap
UJI AKTIVITAS ANTI JAMUR EKSTRAK INFUSA DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) TERHADAP Candida albicans Risa Wahyuningsih; Kartinah Wiryosoendjoyo
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 6 No 2 (2019): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v6i2.181

Abstract

Kandidiasis banyak menyerang masyarakat di daerah tropis seperti Indonesia, hal ini disebabkan Indonesia memiliki curah hujan yang tinggi dan kelembapan yang tinggi sehingga pertumbuhan jamur menjadi sangat baik. Kandidiasis adalah suatu penyakit jamur, yang bersifat akut atau sub akut disebabkan oleh Candida albicans. Candida albicans merupakan salah satu jamur patogen penyebab keputihan. Sejak jaman dahulu masyarakat Indonesia telah mengenal dan menggunakan tanaman berkhasiat obat sebagai penanggulangan masalah kesehatan. Sirsak (Annona muricata L.) merupakan salah satu tanaman obat tradisional yang mengandung senyawa kimia yaitu tanin, fitosterol, kalsium oksalat dan alkaloid murisine yang dapat digunakan sebagai anti jamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas infusa daun sirsak dalam menghambat atau membunuh pertumbuhan jamur Candida albicans. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikologi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin. Penelitian bersifat experimental dengan desain post-test only. Ekstraksi daun sirsak menggunakan metode infusa. Metode yang digunakan adalah metode dilusi. Aktivitas anti jamur diamati dengan melihat kejernihan dan kekeruhan pada 50%; 25%; 12,5%; 6,25%; 3,13%; 1,56%; 0,79%; 0,40%; 0,20% dan 0,10%. Medium yang digunakan adalah medium SGA (Sabouraud Glucose Agar) yang ditambahkan Antibiotik Khloramfenikol 75 ppm dan medium SGC (Sabouraud Glucose Cair). Infusa daun sirsak mempunyai aktivitas menghambat dan membunuh pertumbuhan jamur Candida albicans. Infusa daun sirsak menunjukkan KHM dan KBM pada konsentrasi 12,5%.