cover
Contact Name
fikom uniga
Contact Email
fikom@uniga.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
fikom@uniga.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian
Published by Universitas Garut
ISSN : 24610836     EISSN : 2580538X     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal komunikasi Universitas Garut diterbitkan bermaksud untuk mengembangkan potensi khususnya bagi dosen ilmu komunikasi Universitas Garut dengan tujuan untuk memperoleh informasi yang disajikan dalam bentuk tulisan jurnal online. Informasi ini, merupakan kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari para pembaca, paraktisi, mahasiswa dan para peneliti. Komunikasi merupakan sebuah disiplin ilmu yang mengadopsi dari berbagai disiplin ilmu seperti sosiologi, antropologi,dan psikologi.
Arjuna Subject : -
Articles 243 Documents
Presensi jurnalistik media TV bagi milenial di era 4.0 Haryanti, Ulvi; Saragih, M. Yoserizal
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 11 No 1 (2025): April 2025 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jk.v11i1.42327

Abstract

AbstractThis study discusses the dynamics of changes in media consumption behavior by the millennial generation in Medan City, with a special focus on how they access and interpret the existence of television media amidst the advancement of the digital era 4.0. In this context, the millennial generation is known as an age group that grew and developed amidst the rapid advancement of digital technology and massive internet penetration. They are a generation that is not only familiar with, but also highly dependent on digital devices in their daily lives. This tendency directly influences their patterns in accessing information, consuming entertainment, interacting socially, and forming views, attitudes, and opinions on various issues. The main problem in this study is how the millennial generation responds to the presence of television media amidst the dominance of digital platforms, and how television media strives to maintain its relevance in the eyes of an increasingly selective young audience. The purpose of this study is to explore the preferences, perceptions, and subjective experiences of the millennial generation towards media consumption, and to understand how television media is positioned in the media landscape that is now dominated by internet-based platforms. This study uses a qualitative descriptive method, with data collection techniques through participatory observation and in-depth interviews with a number of millennials in Medan City. The results of the study show that most millennials tend to choose digital media such as YouTube, Netflix, and social media because of the desire for time, freedom to choose content, and aspects of interactivity. However, television media still has its own place, especially for content that is informative, formal, and has high credibility such as news or documentaries.Keywords: Digital Era 4.0; digital transformation; journalism; millennials; social media; TV media. AbstrakPenelitian ini membahas dinamika perubahan perilaku konsumsi media oleh generasi milenial di Kota Medan, dengan fokus khusus pada cara mereka mengakses dan memaknai keberadaan media televisi di tengah kemajuan era digital 4.0. Dalam konteks ini, generasi milenial dikenal sebagai kelompok usia yang tumbuh dan berkembang di tengah pesatnya kemajuan teknologi digital dan penetrasi internet yang masif. Mereka merupakan generasi yang tidak hanya akrab, tetapi juga sangat tergantung pada perangkat digital dalam kehidupan sehari-hari. Kecenderungan ini secara langsung memengaruhi pola mereka dalam mengakses informasi, mengonsumsi hiburan, berinteraksi sosial, serta membentuk pandangan, sikap, dan opini terhadap berbagai isu. Masalah utama dalam penelitian ini adalah bagaimana generasi milenial merespons kehadiran media televisi di tengah dominasi platform digital, serta bagaimana media televisi berupaya untuk mempertahankan relevansinya di mata audiens muda yang semakin selektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi preferensi, persepsi, dan pengalaman subjektif generasi milenial terhadap konsumsi media, serta untuk memahami bagaimana media televisi diposisikan dalam lanskap media yang kini didominasi oleh platform berbasis internet. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam terhadap sejumlah milenial di Kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas milenial cenderung memilih media digital seperti YouTube, Netflix, dan media sosial karena alasan fleksibilitas waktu, kebebasan memilih konten, serta aspek interaktivitas. Namun demikian, media televisi masih memiliki tempat tersendiri, terutama untuk konten-konten yang bersifat informatif, formal, dan memiliki kredibilitas tinggi seperti berita atau dokumenter.Kata-kata kunci: Era digital 4.0; jurnalistik; media TV; media sosial; milenial; transformasi digital
Analisis framing pemberitaan media: dinamika pengesahan RUU PPRT menggunakan model Robert M. Entman Novita Kristiyani, Dian
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 11 No 2 (2025): Oktober 2025 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jk.v11i2.41955

Abstract

Abstract The year 2024 will be the twentieth year of the blurry portrait of the ratification of the PPRT Bill (Domestic Worker Protection Bill). The increase in the number of cases of violence, reaching 3,308 from 2018 to 2024, is a sign that the ratification of the PPRT Bill is one of the propulsions and gives an impetus to the increase in cases of violence against domestic workers. This research explores how media news is being framed regarding the sharpening of the PPRT Bill. This study uses Robert M. Entman's framing analysis and focuses on problem definition, cause identification, moral assessment, and solution recommendations. A constructivist qualitative approach was chosen to analyze how the four media formed an understanding of the news of the PPRT Bill. This study's observation and analysis units are five news reports from the press: News, VOA Indonesia, Tempo, and Kompas. The result is that framing the four media consistently emphasized the importance of ratifying the PPRT Bill. Politicians, legislatures, and the House of Representatives are seen as having a great responsibility to complete the passage of this bill and protect domestic workers as a vulnerable group. In addition, there is an urgent need for the enforcement of the PPRT Bill to be seen as a crucial step to improve employment conditions and provide legal protection for domestic workers. Encouragement and participation from civil society, the public, and activists are essential factors in driving political change related to this issue. The media also has a crucial role in providing information and pressure for the ratification of the PPRT Bill Keywords: PPRT draft bill, media framing, Robert M. Entman model.   Abstrak Tahun 2024 menjadi tahun ke-duapuluh potret buram pengesahan RUU PPRT (Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga). Meningkatnya jumlah angka kasus kekerasan mencapai 3.308 dari tahun 2018 hingga tahun 2024 menjadi petanda bahwa pengesahan RUU PPRT menjadi salah satu problematika dan memberi dorongan meningkatnya kasus kekerasan terhadap PRT. Penelitan ini bertujuan untuk mengeskplorasi bagaimana Framing pemberitaan media mengenai pengasahan RUU PPRT. Penelitian ini menggunakan analisis framing Robert M. Entman dan berfokus pada pendefinisian masalah, identifikasi penyebab, penilaian moral, dan rekomendasi penyelesaian. Pendekatan kualitatif konstruktivis dipilih untuk menganalisis bagaimana keempat media membentuk pemahaman mengenai pemberitaan RUU PPRT. Unit amatan dan analisis dalam penelitian ini adalah lima pemberitaan dari media News, VOA Indonesia, Tempo dan Kompas. Hasil yang didapatkan adalah Framing keempat media secara  konsisten menekankan pentingnya pengesahan RUU PPRT. Politisi, legislatif, dan DPR dipandang memiliki tanggung jawab besar untuk menyelesaikan pengesahan RUU ini dan melindungi PRT sebagai kelompok yang rentan. Selain itu ada kebutuhan mendesak bahwa penegsahan RUU PPRT dilihat sebagai langkah krusial untuk memperbaiki kondisi ketenagakerjaan dan memberikan perlindungan hukum bagi PRT. Dorongan dan partisipasi dari masyarakat sipil, publik dan aktivis menjadi faktor penting dalam menggerakkan perubahan politik terkait isu ini. Media juga memiliki peran yang cukup krusial dalam pemberian informasi dan tekanan pengesahan RUU PPRT. Kata-kata kunci: PPRT draft bill, media framing, Robert M. Entman model.
Kualitas pelayanan institusi pendidikan tinggi dan pengaruhnya terhadap loyalitas mahasiswa Yatnosaputro, Rosanti Utami Dewi Suyatman; Hadiati; Firmansyah; Irawan, Gina Pradina
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 11 No 2 (2025): Oktober 2025 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jk.v11i2.42143

Abstract

Abstract Student loyalty is an important asset that needs to be owned and developed by higher education institutions, including the Faculty of Communication and Information, Garut University. Student loyalty has a very large contribution to the dynamics and development of the institution that houses it. This study aims to describe student loyalty which is reflected in the form of a positive attitude towards the Faculty of Communication and Information, Garut University as an educational service provider institution. This study also aims to identify aspects of service that influence student loyalty. The study was conducted using a quantitative approach with a survey method on active students of the Faculty of Communication and Information, Garut University, especially students in semester IV, semester VI and semester VIII with purposive random sampling with a total of 227 respondents. The data collection tool was a questionnaire with answer option scores adapting the Likert scale model. In this study, simple linear regression analysis was applied to examine the effect of service satisfaction on student loyalty. The results of the study showed a significant positive effect between the two variables. This is supported by the results of a simple linear regression analysis which shows that the effect of service satisfaction on student loyalty is 46.8% while the simple linear regression equation is Y ̅ = 20.028 + 1.430X. The service aspect that has the most positive influence on student loyalty is the quality of the learning experience that is considered satisfactory to students. Meanwhile, the aspect that is considered less influential is the learning facilities that are considered unsatisfactory. Keywords: Loyalty; student; institution; service; education.   Abstrak Loyalitas mahasiswa adalah asset penting yang perlu dimiliki dan dikembangkan oleh lembaga pendidikan tinggi, termasuk Fakultas Komunikasi dan Informasi Universitas Garut. Loyalitas mahasiswa memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap dinamika dan perkembangan institusi yang menaunginya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan loyalitas mahasiswa yang tercermin dalam bentuk sikap positif terhadap Fakultas Ilmu Komunikasi dan Informasi Universitas Garut sebagai lembaga penyedia layanan pendidikan, Penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi aspek-aspek pelayanan yang mempengaruhi loyalitas mahasiswa. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap mahasiswa aktif Fakultas Komunikasi dan Informasi Universitas Garut, khususnya mahasiswa semester IV, semester VI dan semester VIII dengan pengambilan sampel secara purposive random sampling dengan total 227 responden. Alat pengumpulan data berupa angket dengan skor opsi jawaban mengadaptasi model skala Likert. Dalam penelitian ini, analisis regresi linear sederhana diterapkan untuk mengkaji pengaruh  kepuasan layanan terhadap loyalitas mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif yang signifikan antara kedua variabel tersebut. Hal ini didukung oleh hasil analisis regresi linear sederhana yang menunjukkan bahwa pengaruh kepuasan layanan terhadap loyalitas mahasiswa adalah sebesar 46,8 % sedangkan persamaan regresi linier sederhananya adalah . Adapun aspek pelayanan yang paling berpengaruh positif terhadap loyalitas mahasiswa adalah kualitas pengalaman belajar yang dinilai memuaskan mahasiswa. Sedangkan aspek yang dinilai kurang berpengaruh adalah fasilitas belajar yang dinilai belum memuaskan. Kata-kata kunci: Loyalitas; mahasiswa; institusi; pelayanan; pendidikan.
Strategi kampanye War on Drug BNN Kabupaten Garut melalui insan media Fanaqi, Chotijah; Mustika Pratiwi, Resty; Husnusyifa, Annisa
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 11 No 2 (2025): Oktober 2025 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jk.v11i2.42402

Abstract

Abstract This study comprehensively examines the campaign efforts of the National Narcotics Agency (BNN) of Garut Regency in combating drug abuse through a multi-strategy approach encompassing Soft Power, Hard Power, and Smart Power. This study seeks to understand the effectiveness, challenges, and opportunities of the BNN's campaign strategy This study uses a descriptive qualitative methodology with data collection techniques through in-depth interviews with three informants selected based on purposive sampling, and observations of BNN Garut's campaign activities, particularly social media management and media capacity building workshops conducted by BNN Garut Regency. The results show that the strategy in the campaign through media capacity building has been successful in increasing public awareness. This is because the main challenges in BNN campaigns have been related to broader community outreach, uneven program implementation, and low collaboration across sectors and media. The role of media, both conventional and digital, has proven vital in disseminating educational messages and mobilizing the community. However, the findings of this study also indicate the need for increased active involvement and strategic synergy to make campaign messages more effective and sustainable. An innovative approach that integrates technology, community empowerment, and cross-sector collaboration is key to long-term success in realizing a Shining Indonesia. This study recommends the need for continuous capacity building for media personnel and journalists, the development of interactive digital platforms, and the optimization of collaboration between the government, the community, and the media to expand the reach and deepen the impact of the anti-drug campaign in Garut and the surrounding area. Keywords: Garut national narcotics agency; media personnel; campaign strategy; war on drugs.   Abstrak Penelitian ini mengkaji secara komprehensif upaya kampanye Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Garut dalam memerangi penyalahgunaan narkoba melalui pendekatan multi-strategi yang meliputi Soft Power, Hard Power, dan Smart Power. Penelitian ini berusaha memahami efektivitas, tantangan, dan peluang strategi kampanye BNN tersebut. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap tiga informan yang dipilih berdasarkan purposive sampling, dan pengamatan terhadap kegiatan kampanye BNN Garut, khususnya pengelolaan media sosial dan workshop penguatan kapasitas insan media yang dilakukan oleh BNN Kabupaten Garut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dalam kampanye malalui penguatan kapasitas media menunjukkan keberhasilan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Hal ini dikarenakan selama ini tantangan utama dalam kampanye BNN adalah terkait dengan penjangkauan masyarakat yang lebih luas, ketidakseragaman pelaksanaan program, serta rendahnya kolaborasi lintas sektor dan media. Peran media, baik konvensional maupun digital, terbukti vital dalam menyebarluaskan pesan edukatif dan memobilisasi masyarakat. Namun temuan dari hasil peelitian ini juga menunjukkan bahwa perlu adanya peningkatan keterlibatan aktif dan sinergi strategis agar pesan kampanye lebih efektif dan berkelanjutan. Pendekatan inovatif yang mengintegrasikan teknologi, pemberdayaan masyarakat, dan kerjasama lintas sektor menjadi kunci keberhasilan jangka panjang dalam mewujudkan Indonesia Bersinar. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan kapasitas insan media atau jurnalis yang berkelanjutan, pengembangan platform digital yang interaktif, serta optimalisasi kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan media untuk memperluas jangkauan dan memperdalam dampak kampanye anti-narkoba di Garut dan sekitarnya. Kata-kata Kunci: BNN Garut; insan media; strategi kampanye; war on drug.
Analisis motivasi ketertarikan generasi z dalam mendengarkan podcast pada platform musik spotify Bratadiredja, Mohammad Firmansyah; Sambadi, Hisam; Amanda Permana, Novia Trias; Khoerunisa, Rifasya Azahra
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 11 No 2 (2025): Oktober 2025 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jk.v11i2.42444

Abstract

Abstract This study aims to analyze the motivations behind Generation Z's interest in listening to podcasts on the Spotify music platform. As digital natives deeply connected with technology, Generation Z has developed unique patterns in consuming digital content. The research employs a descriptive method with a qualitative approach, utilizing the Uses and Gratification Theory developed by Katz and Gurevitch. Data was collected through in-depth interviews with ten Generation Z respondents who actively use Spotify for podcast consumption. The findings reveal that Generation Z's primary motivations for listening to podcasts include information-seeking, entertainment, and emotional connection. This demographic tends to prefer content that is relevant, flexible, and entertaining, while particularly valuing the personalized and interactive experiences offered by Spotify. They show a greater inclination toward podcasts that provide new insights, entertainment value, and opportunities to connect with hosts or topics of interest. This research contributes to a deeper understanding of Generation Z's motivations for using Spotify as a podcast platform and the factors influencing their preferences. The findings can serve as valuable references for digital platform developers and content creators to comprehend better the consumption behaviors and needs of this young audience. By understanding these motivations, stakeholders can create more targeted and engaging content that enhances user engagement and satisfaction on digital platforms. Keywords:  Podcast; generation z; spotify; motivation; uses and gratifications theor.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi ketertarikan Generasi Z dalam mendengarkan podcast di platform musik Spotify. Generasi Z merupakan generasi yang sangat terhubung dengan teknologi dan memiliki cara unik dalam mengonsumsi konten digital. Metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif diterapkan dalam penelitian ini, menggunakan teori Uses and Gratification yang dikembangkan oleh Katz dan Gurevitch. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan sepuluh responden Generasi Z yang aktif menggunakan Spotify untuk mendengarkan podcast. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi utama Generasi Z dalam mendengarkan podcast meliputi kebutuhan akan informasi, hiburan, dan koneksi emosional. Generasi Z cenderung mencari konten yang relevan, fleksibel, dan menghibur, serta menghargai pengalaman yang personal dan interaktif yang ditawarkan oleh Spotify. Mereka lebih memilih podcast yang dapat memberikan wawasan baru, menghibur, dan memungkinkan mereka untuk terhubung dengan pembicara atau tema yang mereka minati. Kontribusi penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang motif Generasi Z dalam menggunakan Spotify sebagai platform podcast, serta faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi mereka. Temuan ini dapat menjadi acuan bagi pengembang platform digital dan pembuat konten untuk lebih memahami kebutuhan dan perilaku konsumtif Generasi Z. Dengan memahami motivasi ini, diharapkan dapat tercipta konten yang lebih sesuai dan menarik bagi audiens muda, sehingga meningkatkan keterlibatan dan kepuasan pengguna di platform tersebut. Kata-kata kunci: Podcast; generasi z; spotify; motivasi; teori uses and gratifications.  
Pengelolaan Akun Instagram @diskominfobdg sebagai Media Penyuluhan Informasi Fadilla, Rashina Zahra; Hadiyanto; Firdaus, Diky
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 11 No 2 (2025): Oktober 2025 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jk.v11i2.42472

Abstract

Abstract The Department of Communication and Informatics of Bandung City  is one of the Regional Government Organizations that utilizes Instagram as a platform for public information dissemination, serving as a form of public service. The characteristics of Instagram, which allow for rapid information dissemination, make it a strategic medium for carrying out information outreach activities. This study aims to analyze how the administrators manage the Instagram account @diskominfobdg as a medium for information outreach to the citizens of Bandung. A descriptive qualitative method was employed, utilizing data collection techniques such as interviews, literature review, active participatory observation, and documentation. This research applies Regina Luttrell’s Circular Model of Some for Social Communication, which divides social media management into four stages: share, optimize, manage, and engage. The findings reveal that the administrators manage the @diskominfobdg Instagram account through these four stages: (1) Share, Disseminating relevant and engaging educational content, emphasizing participation, connection, and trust-building; (2) Optimize, Enhancing visual elements and copywriting by focusing on real-time topics derived from media monitoring of trending public issues; (3) Manage, Overseeing interactions through media monitoring and FAIR evaluations, ensuring timely responses; (4) Engage, Facilitating two-way communication by involving the community and institutions. This strategy reflects the commitment of the Bandung City Department of Communication and Informatics to fostering adaptive, responsive, and participatory public communication. Keywords: Information dissemination; social media management; Instagram.   Abstrak Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung merupakan salah satu Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) yang memiliki akun Instagram dan menggunakannya sebagai penyuluhan informasi sebagai salah satu bentuk pelayanan publik. Karakteristik media sosial Instagram yang dapat menyebarkan informasi secara cepat, menjadi salah satu alasan kegiatan penyuluhan informasi dilakukan di akun Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cara admin mengelola akun Instagram @diskominfobdg sebagai media penyuluhan informasi kepada masyarakat Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan Teknik pengumpulan data wawancara, studi pustaka, observasi partisipatif aktif, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori The Circular Model Of Some For Social Communication dari Regina Luttrel yang membagi tahapan pengelolaan media sosial menjadi 4 yaitu, share, optimize, manage, dan engage. Hasil penelitian menemukan bahwa admin akun Instagram @diskominfobdg melakukan pengelolaan akun Instagram sebagai media penyuluhan informasi melalui empat tahapan yaitu: 1) tahap membagikan (share), membagikan konten edukatif yang relevan dan menarik dengan menekankan aspek participate, aspek connect, dan aspek built trust; 2) tahap mengoptimalkan (optimize), mengoptimalkan visual dan copywriting dengan topik yang bersifat real-time dari hasil pengawasan media terkait isu yang sedang hangat dimasyarakat; 3) tahap mengelola (manage), mengelola interaksi dengan media monitoring dan evaluasi FAIR serta memastikan respon cepat; 4) tahap melibatkan (engage), melibatkan masyarakat dan instansi dalam komunikasi dua arah. Strategi ini mencerminkan komitmen Diskominfo Kota Bandung dalam membangun komunikasi publik yang adaptif, responsif, dan partisipatif. Kata-kata kunci: Penyuluhan informasi; pengelolaan media sosial; instagram.
Adaptasi lintas budaya mahasiswa di asrama mahasiswa nusantara (AMN) Surabaya: tinjauan teori Kim 2001 Permatasari, Putri; febriyanti, syafrida Nurrachmi
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 11 No 2 (2025): Oktober 2025 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jk.v11i2.42593

Abstract

Abstract This research is motivated by the Nusantara Student Dormitory (AMN) scholarship program initiated by President Joko Widodo in 2022, which aims to foster intercultural interaction among students from 38 provinces across Indonesia. The diverse environment within the dormitory creates a potential for conflict, requiring AMN students to adapt to the variety of ethnicities, cultures, and backgrounds present in the community in order to sustain their two-year stay. This study aims to analyze and describe the process of intercultural adaptation experienced by AMN students during their time in the dormitory. This study uses a qualitative descriptive approach, this study involved ten informants consisting of alumni, active residents, and AMN student mentors who come from diverse cultural backgrounds. Data were collected through in-depth interviews as the primary source and document studies as secondary data. The analysis employs Kim’s (2001) Cross-Cultural Adaptation Theory to explore the dynamics of the adaptation process. The findings reveal that the intercultural adaptation process experienced by AMN students is both dynamic and complex. It begins with experiences of culture shock during intercultural communication—both verbal and nonverbal—followed by a phase of adjustment through continued cultural interaction, ultimately leading to changes in the students themselves. The adaptation process is not always smooth, as it often encounters barriers and resistance. Nevertheless, intercultural adaptation leads to a series of changes in AMN students, affecting their cognitive, affective, and behavioral aspects. The study also identifies a gap between the theoretical framework and the participants’ experiences: while Kim’s theory views adaptation as a long-term psychosocial process, the informants tended to interpret adaptation as the achievement of personal comfort or stability. Key Words: Intercultural communication; cross-cultural adaptation; asrama mahasiswa nusantara (AMN). Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh program beasiswa pendidikan Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) yang diinisiasi oleh presiden Joko Widodo pada tahun 2022. Program ini bertujuan untuk mendorong interaksi lintas budaya di kalangan mahasiswa, dengan penerima beasiswa berasal dari 38 provinsi di Indonesia. Keberagaman ini berpotensi menimbulkan konflik, sehingga menuntut mahasiswa untuk beradaptasi dengan perbedaan suku, etnis dan budaya selama dua tahun tinggal di asrama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan proses adaptasi lintas budaya mahasiswa AMN selama tinggal di asrama. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini melibatkan sepuluh informan yang terdiri atas alumni, penghuni aktif, dan mentor mahasiswa AMN yang berasal dari latar belakang budaya yang beragam. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam sebagai sumber primer, serta studi dokumentasi sebagai data sekunder. Analisis penelitian menggunakan teori Cross-cultural adaptation oleh Kim (2001) untuk menelaaht dinamika proses adaptasi lintas budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses adaptasi lintas budaya yang dialami mahasiswa AMN berjalan dinamis dan kompleks. Proses ini dimulai dari pengalaman gegar budaya dalam komunikasi antar budaya, baik secara verbal maupun non verbal, dilanjutkan dengan penyesuaian melalui komunikasi antar budaya, hingga perubahan yang terjadi pada diri mahasiswa. Proses adaptasi tidak selalu berjalan mulus dan kerap menghadapi hambatan serta penolakan. Namun demikian, adaptasi lintas budaya membawa perubahan signifikan pada aspek kognitif, afektif dan perilaku mahasiswa. Penelitian ini juga menemukan adanya kesenjangan dengan teori, dimana  informan memaknai adaptasi sebagai titik kenyamanan pribadi, bukan sebagai proses psikososial yang berlangsung jangka panjang sebagaimana yang di jelaskan dalam teori Kim. .  Kata-kata kunci: Komunikasi antar budaya; adaptasi lintas budaya; asrama mahasiswa nusantara (AMN).
Penerimaan gen z tentang feminine dan masculine energy pada tikTok @feminiyou sebagai strategi hubungan PDKT Rainanda, Savira; Saifudin, Windri
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 11 No 2 (2025): Oktober 2025 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract In the digital era, social media platforms such as TikTok significantly shape young people’s perceptions of gender and interpersonal relationships. A prominent narrative is the concept of feminine and masculine energy, often presented as a guide for attraction and relational dynamics. Accounts like @feminiyou encourage women to highlight their feminine traits to balance men’s masculine energy. While appealing, this narrative may reinforce traditional gender stereotypes, restrict self-expression, and create performative pressures in relationships. This study employs a qualitative descriptive approach using Stuart Hall’s reception analysis, categorizing audiences as dominant-hegemonic, negotiated, or oppositional. Findings reveal that most Generation Z respondents adopt a negotiated position, accepting some aspects of the message while adapting it to personal values, cultural norms, experiences, and relational contexts. Feminine and masculine energy are often applied as image-management strategies in early-stage relationships (front stage), but their use becomes flexible or is rejected in more intimate stages (back stage) if it conflicts with authenticity. These results suggest that Generation Z actively and adaptively interprets gender expectations, maintaining relationships that are healthy, equitable, and meaningful. Keywords: Feminine energy; masculine energy; gender role; generation Z; TikTok.   Abstrak Di era digital, media sosial seperti TikTok memiliki pengaruh signifikan dalam membentuk pemahaman generasi muda mengenai gender dan hubungan interpersonal. Salah satu narasi yang populer adalah konsep feminine dan masculine energy, yang sering dianggap sebagai panduan dalam membangun daya tarik dan dinamika hubungan romantis. Misalnya, akun TikTok @feminiyou mendorong perempuan untuk menonjolkan sisi feminin sebagai upaya menciptakan keseimbangan dengan masculine energy laki-laki. Meskipun narasi ini tampak menarik, penerapannya berpotensi memperkuat stereotip peran gender tradisional, membatasi ekspresi diri, dan memunculkan tekanan performatif dalam relasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerimaan Generasi Z terhadap narasi tersebut melalui pendekatan deskriptif kualitatif, menggunakan metode analisis resepsi Stuart Hall yang membagi audiens menjadi tiga kategori: dominant-hegemonic, negotiated, dan oppositional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas informan berada pada posisi negotiated, yakni menerima sebagian pesan tetapi menyesuaikannya dengan nilai pribadi, budaya, pengalaman, dan dinamika hubungan. Konsep feminine dan masculine energy sering dimaknai sebagai strategi pencitraan pada tahap awal hubungan (front stage) dan dijadikan panduan untuk membangun hubungan ideal. Namun, saat relasi berkembang ke tahap lebih intim (back stage), penerapannya menjadi lebih fleksibel atau bahkan ditolak apabila bertentangan dengan otentisitas diri. Dengan demikian, Generasi Z tidak bersikap pasif terhadap pengaruh media, tetapi secara aktif dan adaptif menafsirkan ulang ekspektasi gender demi menjaga relasi yang sehat, setara, dan bermakna. Kata-kata kunci: Feminine energy; masculine energy; peran gender; generasi Z; TikTok.
Analisis manajemen impresi ci mehong dalam membangun presentasi diri pada akun tiktok @pikbakinghouse Dinda Febri Putri Thaher; Arviani, Heidy
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 11 No 2 (2025): Oktober 2025 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jk.v11i2.42670

Abstract

Abstract TikTok, with its short-form video format and For You Page system, enables the massive dissemination of content. This phenomenon opens up opportunities for digital marketing, while also presenting the challenge of capturing audience attention amid intense competition. Therefore, the construction of digital identity becomes highly important, especially for those who utilize TikTok as a marketing medium. Success in this regard can create an impression that distinguishes one from competitors. This study examines a businesswoman, Ci Mehong, who successfully creates a distinctive impression in her content through a blunt communication style and an authentic, even controversial persona. This builds a unique appeal that has led to her popularity. The aim of this research is to uncover the self-presentation constructed by Ci Mehong through the content uploaded on her business TikTok account, @pikbakinghouse. Using a descriptive qualitative approach, a constructivist paradigm, and a case study method, this analysis is based on the impression management theory by Erving Goffman and the self-presentation strategies by Edward Jones and Pittman, which consist of five typologies: ingratiation, intimidation, self-promotion, exemplification, and supplication. The object of this research is Ci Mehong’s communication style, appearance, and demeanor. Data were collected through documentation to obtain content transcripts and video excerpts. The researcher also conducted a literature review on relevant theories. The research findings show that Ci Mehong predominantly applies two main strategies: intimidation and exemplification. Nevertheless, the ingratiation strategy is also consistently found, although it does not constitute the dominant character presented. This study affirms that building a strong and distinctive impression through self-presentation is key to achieving marketing success on a dynamic platform like TikTok. Keywords:  Impression management; self-presentation; tiktok; ci mehong.   Abstrak TikTok dengan format video berdurasi pendek dan sistem For You Page memungkinkan penyebaran konten secara masif. Fenomena ini membuka peluang pemasaran digital, juga tantangan untuk menarik perhatian audiens di tengah persaingan konten yang ketat. Sehingga konstruksi identitas digital menjadi sangat penting, terutama bagi pihak yang memanfaatkan TikTok sebagai media pemasaran. Keberhasilan hal ini dapat membentuk kesan yang membedakan diri dari pesaingnya. Penelitian ini untuk mengkaji seorang pelaku usaha, Ci Mehong, yang berhasil membentuk kesan yang membedakan kontennya dari pesaing dengan gaya komunikasi yang frontal dan persona yang otentik bahkan kontroversial. Hal ini membangun keunikan yang membawanya pada popularitas. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap presentasi diri yang dibangun Ci Mehong melalui konten yang diunggah dalam akun  TikTok bisnisnya yaitu @pikbakinghouse. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, paradigma konstruktivis, serta metode studi kasus, analisis penelitian ini didasarkan pada teori manajemen impresi oleh Erving Goffman dan strategi presentasi diri dari Edward Jones dan Pittman, yang terdiri dari lima tipologi: ingratiation, intimidation, self-promotion, exemplification, dan supplication. Objek penelitian ini adalah gaya komunikasi, penampilan, dan pembawaan diri Ci Mehong. Data dikumpulkan melalui dokumentasi untuk memperoleh transkrip dan cuplikan video konten. Peneliti juga melakukan studi pustaka mengenai teori relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ci Mehong secara dominan menerapkan dua strategi utama yaitu intimidation dan exemplification. Meskipun demikian, strategi ingratiation juga turut ditemukan secara konsisten. Namun, tidak menjadi karakter utama yang ditonjolkan. Penelitian ini menegaskan bahwa membangun kesan yang kuat dan khas melalui presentasi diri merupakan kunci meraih keberhasilan pemasaran di platform TikTok yang dinamis. Kata-kata kunci:  Manajemen impresi; presentasi diri; tiktok; ci mehong.
Resepsi generasi Z Surabaya terhadap konsep kompleksitas emosi dalam film inside out 2 Aulia Elizabeth Dewi Maharani; Syarifah Alamiyah, Syifa
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 11 No 2 (2025): Oktober 2025 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract As a popular communication medium, film holds great potential in delivering educational messages to the public, including those related to emotional literacy. Inside Out 2 portrays the dynamics of emotional complexity experienced by adolescent characters and has generated various responses from audiences, particularly Generation Z. The aim of this study is to examine how Generation Z in Surabaya receives and interprets the concept of emotional complexity presented in the film. This study explores how Generation Z in Surabaya receives the concept of emotional complexity as presented in Inside Out 2, using Stuart Hall’s reception analysis. A qualitative method was employed, with data collected through in-depth interviews involving eight informants from diverse social, educational, and age backgrounds. The findings reveal that informants fall into three reception positions: dominant-hegemonic, negotiated, and oppositional. Most informants fully accepted the film’s message, stating it helped them better understand emotions and fostered self-acceptance. Some informants negotiated the film’s message based on cultural values and personal experiences, such as the emphasis on emotional toughness within Surabaya’s local culture or being raised in an authoritarian parenting style. Meanwhile, others rejected the film’s message, perceiving it solely as light entertainment without deeper meaning. Reception of the film was influenced by emotional literacy, personal experience, culture, and access to media and psychological education. Overall, Inside Out 2 was viewed by most informants not only as entertainment, but also as an educational medium that enhances awareness of the importance of understanding and managing emotions in a healthy way. Keywords: Emotional complexity; reception analysis; generation z; inside out 2.   Abstrak Film sebagai media komunikasi populer memiliki potensi besar dalam menyampaikan pesan edukatif kepada masyarakat, termasuk dalam hal literasi emosi. Film Inside Out 2 menampilkan dinamika kompleksitas emosi yang dirasakan tokoh remaja, dan menuai berbagai tanggapan dari audiens, khususnya Generasi Z. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Generasi Z Surabaya menerima dan memaknai konsep kompleksitas emosi yang ditampilkan dalam film tersebut. Penelitian ini membahas mengenai penerimaan Generasi Z Surabaya terhadap konsep kompleksitas emosi dalam film Inside Out 2 dengan menggunakan analisis resepsi dari Stuart Hall. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dan data dikumpulkan melalui in-depth interview kepada delapan informan dengan latar belakang sosial, usia, dan pendidikan yang beragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan berada dalam tiga posisi penerimaan yakni dominant-hegemonic position, negotiated position, dan oppositional position. Mayoritas informan menerima sepenuhnya pesan film karena merasa terbantu dalam memahami emosi dan menerima diri (self-acceptance). Sementara itu, sebagian informan menegosiasikan pesan film dengan latar belakang budaya dan pengalaman pribadi, seperti nilai ketangguhan yang kuat di lingkungan Surabaya atau pola asuh yang otoriter. Adapun informan lainnya menolak pesan film karena hanya melihat film ini sebagai hiburan semata tanpa makna reflektif. Penerimaan terhadap film ini dipengaruhi oleh faktor literasi emosi, pengalaman, budaya, serta akses terhadap media dan pendidikan. Film Inside Out 2 dinilai sebagian besar informan bukan hanya sebagai hiburan, namun media edukatif yang mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya memahami dan mengelola emosi secara sehat. Kata-kata kunci: Kompleksitas emosi; analisis resepsi; generasi z; inside out 2

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 2 (2025): Oktober 2025 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia Vol 11 No 1 (2025): April 2025 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 10 No 2 (2024): Oktober 2024 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia Vol 10, No 1 (2024): April 2024 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 10 No 1 (2024): April 2024 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia Vol 9 No 2 (2023): Oktober 2023 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 9, No 1 (2023): April 2023 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 8, No 2 (2022): Oktober 2022 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia Vol 8, No 1 (2022): April 2022 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 7, No 2 (2021): Oktober 2021 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia Vol 7, No 1 (2021): April 2021 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 6, No 2 (2020): Oktober 2020 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia Vol 6, No 1 (2020): April 2020 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 5, No 2 (2019): Oktober 2019 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia Vol 5, No 1 (2019): April 2019 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Komunikasi Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 4, No 2 (2018): Oktober 2018 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia Vol 4, No 1 (2018): April 2018 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 3, No 2 (2017): Oktober 2017 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia Vol 3, No 1 (2017): April 2017 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 2, No 2 (2016): Oktober 2016 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia Vol 2, No 1 (2016): April 2016 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 1, No 2 (2015): Oktober 2015 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia Vol 1, No 1 (2015): April 2015 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian More Issue