cover
Contact Name
fikom uniga
Contact Email
fikom@uniga.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
fikom@uniga.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian
Published by Universitas Garut
ISSN : 24610836     EISSN : 2580538X     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal komunikasi Universitas Garut diterbitkan bermaksud untuk mengembangkan potensi khususnya bagi dosen ilmu komunikasi Universitas Garut dengan tujuan untuk memperoleh informasi yang disajikan dalam bentuk tulisan jurnal online. Informasi ini, merupakan kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari para pembaca, paraktisi, mahasiswa dan para peneliti. Komunikasi merupakan sebuah disiplin ilmu yang mengadopsi dari berbagai disiplin ilmu seperti sosiologi, antropologi,dan psikologi.
Arjuna Subject : -
Articles 243 Documents
Pengaruh celebrity worship penggemar k-pop terhadap hubungan romantis pengemarnya Ayesha Gadiz Riandy; Ratih Pandu Mustikasari , Ratih
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 11 No 2 (2025): Oktober 2025 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jk.v11i2.42687

Abstract

Abstract This research deeply investigates the influence of celebrity worship on the dynamics of romantic relationships among K-Pop fans active on the Instagram platform. The phenomenon of celebrity worship, defined as excessive emotional involvement with celebrities, is analyzed through three key dimensions: entertainment social-value, reflecting attraction to celebrities as a source of entertainment and social interaction; intense-personal feelings, measuring the depth of emotional bonds and personal identification; and borderline pathological tendencies, identifying obsessive or irrational behaviors. Utilizing a quantitative approach and survey method, this study involved 97 respondents selected through purposive sampling, ensuring representation of K-Pop fans currently in romantic relationships. Data were collected via questionnaires integrating the Celebrity Attitude Scale (CAS) to measure celebrity worship and a romantic relationship scale developed based on attachment styletheory, specifically the anxious attachment and avoidant attachment dimensions. The results of simple linear regression analysis consistently demonstrate that celebrity worship has a positive and significant effect on romantic relationships (p < 0.05), with a regression coefficient value of 0.193. This finding implicitly indicates that the higher an individual's emotional involvement with a celebrity, the greater the potential impact on the quality and dynamics of their romantic relationship, particularly in terms of emotional closeness and affective expression. Furthermore, the analysis also reveals a clear correlation between the level of celebrity worshipand tendencies toward anxious attachment and avoidant attachment styles. This suggests that individuals with a high need for emotional validation or a tendency to maintain distance in real relationships may be more susceptible to celebrity worshipas a form of emotional compensation. This research confirms that celebrity worshipis not merely a passive form of entertainment but a complex psychological phenomenon that can substantially affect interpersonal interactions and satisfaction in romantic relationships, highlighting the importance of self-awareness and emotional management in the digital age. Keywords: Celebrity worship; romantic relationships; attachment style; K-Pop fans; social media.   Abstrak Penelitian ini menguji pengaruh celebrity worship terhadap dinamika hubungan romantis pada penggemar K-Pop yang aktif di platform Instagram. Fenomena celebrity worship, bagian dari keterlibatan emosional berlebihan terhadap selebriti, dianalisis melalui tiga dimensi kunci: entertainment social-value, yang mencerminkan ketertarikan pada selebriti sebagai sumber hiburan dan interaksi sosial; intense-personal feelings, yang mengukur kedalaman ikatan emosional dan identifikasi pribadi; serta borderline pathological tendencies, yang mengidentifikasi perilaku obsesif atau tidak rasional. Tujuan penelitian ini untuk mengukur seberapa besar pengaruh celebrity worship penggemar k-pop terhadap hubungan romantis pengemarnya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dan metode survei, studi ini melibatkan 97 responden yang dipilih secara purposive sampling, memastikan representasi penggemar K-Pop yang sedang menjalin hubungan romantis. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengintegrasikan skala Celebrity Attitude Scale (CAS) untuk mengukur celebrity worship dan skala hubungan romantis yang dikembangkan berdasarkan teori attachment style, khususnya dimensi anxious attachment dan avoidant attachment. Hasil analisis regresi linear sederhana secara konsisten menunjukkan bahwa celebrity worship memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap hubungan romantis (p < 0.05), dengan nilai koefisien regresi sebesar 0.193. Temuan ini mengindikasikan semakin tinggi tingkat keterlibatan emosional seseorang terhadap selebriti, semakin besar pula potensi dampaknya terhadap kualitas dan dinamika hubungan romantis mereka, terutama dalam aspek kelekatan emosional dan ekspresi afeksi. Lebih lanjut, analisis juga mengungkapkan adanya korelasi yang jelas antara tingkat celebrity worship dengan kecenderungan pada gaya keterikatan anxious attachment dan avoidant attachment. Hal ini menunjukkan bahwa individu dengan kebutuhan validasi emosional yang tinggi atau kecenderungan untuk menjaga jarak dalam hubungan nyata mungkin lebih rentan terhadap celebrity worship sebagai bentuk kompensasi emosional. Penelitian ini menegaskan bahwa celebrity worship bukan sekadar bentuk hiburan pasif, melainkan sebuah fenomena psikologis kompleks yang dapat memengaruhi secara substansial interaksi interpersonal dan kepuasan dalam hubungan romantis, menyoroti pentingnya kesadaran diri dan pengelolaan emosi dalam era digital. Kata-kata kunci: celebrity worship; hubungan romantis; attachment style; penggemar K-Pop; media sosial.
Analisis wacana kritis dekonstruksi peran gender pada drama the tale of lady ok Mutiara Adilah Putrifia; Syifa Syarifah Alamiyah2, Syifa
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 11 No 2 (2025): Oktober 2025 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jk.v11i2.42690

Abstract

Abstract South Korea still presents a patriarchal social system, mainly due to the strong influence of Confucianism since the Joseon Dynasty. The patriarchal system in society is often represented through media, including Korean dramas that feature gender stereotypes towards female characters. However, the drama The Tale of Lady Ok chosen by the authors presents a different narrative through its main character, Ok Tae Young, a woman from the slave class who challenges traditional gender norms and stereotypes. This character is not only represented as an empowered woman, but also as a figure who is able to reverse her social position in a patriarchal society structure. This research aims to find out how the drama deconstructs gender roles through the main character Ok Tae Young. The researcher used a qualitative approach with the critical discourse analysis method of Teun A. van Dijk model which includes three main dimensions, the dimensions of text, social cognition, and social context. The results of the research through the analysis of these three dimensions show that the drama actively deconstructs gender roles through the main character who has a strategic position in the public space and the realm of power. The narrative carried by the main character shows resistance to traditional gender construction and the ability to penetrate the patriarchal social system through her leadership capacity, empathy, and legal strategies. The dramas not only showcase resistance to gender inequality, but also offer an alternative discourse that women have the potential to be agents of change. Keyword: Critical discourse analysis; deconstruction; gender; korean drama; ok tae young.   Abstrak Korea Selatan hingga kini masih menunjukkan sistem sosial yang patriarkis, terutama karena pengaruh kuat paham Konfusionisme sejak Era Dinasti Joseon. Sistem patriarkis dalam kehidupan bermasyarakat tersebut kerap direpresentasikan melalui media, termasuk drama Korea yang menampilkan stereotip gender terhadap tokoh perempuan. Namun, drama The Tale of Lady Ok yang dipilih oleh peneliti menghadirkan narasi berbeda melalui tokoh utamanya, yakni Ok Tae Young, seorang perempuan dari kelas budak yang menantang norma serta stereotip gender tradisional. Tokoh ini tidak hanya direpresentasikan sebagai perempuan yang berdaya, tetapi juga sebagai figur yang mampu membalikkan posisi sosialnya dalam struktur masyarakat patriarkis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana drama tersebut mendekonstruksi peran gender melalui tokoh utama Ok Tae Young. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana kritis model Teun A. van Dijk yang mencakup tiga dimensi utama, yaitu dimensi teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Hasil penelitian melalui analisis ketiga dimensi tersebut menunjukkan bahwa drama secara aktif mendekonstruksi peran gender melalui tokoh utama yang memiliki posisi strategis dalam ruang publik dan ranah kekuasaan. Narasi yang dibawa tokoh utama memperlihatkan perlawanan terhadap konstruksi gender tradisional serta kemampuan menembus sistem sosial patriarkis melalui kapasitas kepemimpinan, empati, dan strategi hukum yang dimilikinya. Drama ini tidak hanya menampilkan perlawanan terhadap ketimpangan gender, tetapi juga menawarkan wacana alternatif bahwa perempuan memiliki potensi untuk menjadi agen perubahan. Kata-kata kunci: Analisis wacana kritis; dekonstruksi; gender; drama korea; ok tae young.
Optimalisasi strategi komunikasi Gen 103.1 FM dalam penguatan brand awareness di era digital Renhart Christian Damaz; Claretta, Dyva
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 11 No 2 (2025): Oktober 2025 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jk.v11i2.42697

Abstract

Abstract The development of digital technology has posed major challenges for conventional media such as radio, particularly in maintaining their existence and brand awareness. Gen 103.1 FM Surabaya, as one of the leading contemporary hits radio stations, has faced a decline in local broadcasting activities due to the impact of the pandemic and corporate efficiency measures. This has affected listener engagement and weakened the brand's presence in the audience's mind. This study aims to analyze the communication strategies implemented by Gen FM Surabaya to enhance brand awareness, especially amidst limited broadcasting programs. The research uses a descriptive qualitative method with data collected through in-depth interviews, documentation, and literature study. The data were analyzed in three stages: data reduction, narrative presentation, and conclusion drawing with verification. This approach aims to provide an in-depth overview of Gen FM’s communication strategies. The findings show that Gen 103.1 FM Surabaya has successfully strengthened its brand awareness through consistent, local, and relevant communication strategies. The “Nyore” program became part of listeners’ emotional routines, reinforcing their connection with the brand. A local approach using Surabaya’s language and cultural references helped build deeper emotional ties. Active presence on digital platforms such as Instagram, TikTok, and WhatsApp effectively reached younger audiences. Regular research ensures content relevance, making Gen FM an essential part of modern lifestyles. Keywords:  Communication strategy; strategic management; radio; gen 103.1 fm surabaya; brand awareness.   Abstrak Perkembangan teknologi digital membuat media konvensional seperti radio menghadapi tantangan besar, terutama dalam mempertahankan eksistensi dan brand awareness. Gen 103.1 FM Surabaya sebagai salah satu radio contemporary hits menghadapi penurunan aktivitas siaran lokal akibat dampak pandemi dan efisiensi perusahaan. Hal ini berdampak pada interaksi dengan pendengar dan kekuatan brand di benak audiens. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang dilakukan Gen FM Surabaya dalam upaya meningkatkan brand awareness, terutama di tengah keterbatasan jumlah program siaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi pustaka. Data dianalisis melalui tiga tahap: reduksi data, penyajian data dalam bentuk naratif, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Pendekatan ini bertujuan menggambarkan strategi komunikasi Gen 103.1 FM Surabaya dalam meningkatkan brand awareness secara mendalam, berdasarkan informasi dari informan, dokumen relevan, dan referensi ilmiah yang mendukung fokus penelitian. Hasil penelitian ini menemukan bahwa Gen 103.1 FM Surabaya berhasil meningkatkan brand awareness yang kuat melalui strategi komunikasi yang konsisten, lokal, dan relevan. Program “Nyore” menjadi rutinitas emosional pendengar, memperkuat kedekatan mereka dengan brand. Pendekatan kelokalan melalui bahasa dan budaya khas Surabaya menciptakan koneksi emosional yang mendalam. Kehadiran aktif di platform digital seperti Instagram, TikTok, dan WhatsApp dirasa mampu menjangkau generasi muda secara efektif. Riset rutin memastikan setiap konten sesuai kebutuhan audiens, menjadikan Gen FM bagian penting dari gaya hidup. Kata-kata kunci: Strategi komunikasi; manajemen strategis; radio; gen 103.1 fm surabaya; brand awareness.  
Skincare dalam kacamata laki-laki: analisis resepsi pesan maskulinitas pada akun @glowupwithfalih Elang Apriliansyah Putra Nusantara; Mustika Chairil, Augustin
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 11 No 2 (2025): Oktober 2025 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jk.v11i2.42706

Abstract

Abstract The increasing awareness among men about the importance of self-care has contributed to a shift in perspectives on masculinity, particularly among Generation Z. The TikTok platform plays a significant role in spreading a more inclusive narrative of masculinity, such as the TikTok account @glowupwithfalih, which popularizes educational skincare content for men. This study aims to explore how Generation Z men receive and interpret the messages of masculinity conveyed in this content, using Stuart Hall's reception analysis. The research method used is descriptive qualitative with a constructivist paradigm, as well as in-depth interviews with eight Generation Z male informants who actively consume skincare content on TikTok. The results show that all informants are in a position of negotiated acceptance; they agree with some of the messages about the importance of self-care, but still adjust them to the traditional masculinity values they believe in. Some informants consider skincare to be part of self-responsibility and health, while others feel that the practice must be done within limits so as not to deviate from prevailing gender norms. These findings indicate a hybridization between traditional and modern masculinity, where social media becomes a space for negotiating complex gender identities. This study concludes that masculinity in the perspective and acceptance of Generation Z is dynamic, open to the blending of values, but still upholds the socio-cultural norms embedded in the social structure. Keywords: Masculinity; reception; skincare; tiktok; generation z.   Abstrak Meningkatnya kesadaran laki-laki mengenai pentingnya perawatan diri, turut mendorong perubahan cara pandang terhadap maskulinitas, terutama di kalangan generasi Z. Platform TikTok berperan penting dalam menyebarkan narasi maskulinitas yang lebih inklusif, seperti akun TikTok @glowupwithfalih yang mempopulerkan konten edukasi skincare untuk laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana laki-laki generasi Z menerima dan memaknai pesan maskulinitas yang disampaikan dalam konten tersebut, menggunakan analisis resepsi Stuart Hall. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan paradigma konstruktivis, serta wawancara mendalam terhadap delapan informan laki-laki generasi Z yang aktif mengonsumsi konten skincare di TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh informan berada dalam posisi penerimaan negosiasi, mereka menyetujui sebagian pesan mengenai pentingnya perawatan diri, namun tetap menyesuaikan dengan nilai-nilai maskulinitas tradisional yang mereka yakini. Beberapa informan menganggap skincare sebagai bagian dari tanggung jawab diri dan kesehatan, sementara lainnya merasa bahwa praktik tersebut harus dilakukan dengan batasan agar tidak menyimpang dari norma gender yang berlaku. Temuan ini mengindikasikan bahwa terjadi hibridisasi antara maskulinitas tradisional dan modern, di mana media sosial menjadi ruang negosiasi identitas gender yang begitu kompleks. Penelitian ini menyimpulkan bahwa maskulinitas dalam pandangan dan penerimaan generasi Z bersifat dinamis, terbuka terhadap pembauran nilai, namun tetap memegang norma sosial-budaya yang melekat dalam struktur sosial. Kata-kata kunci: Maskulinitas; resepsi; skincare; tiktok; generasi z.
Konstruksi identitas virtual perempuan dalam interaksi romantis di game dating simulator love and deepspace Talya Nanda Faiza Adisty; Febrianita, Roziana
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 11 No 2 (2025): Oktober 2025 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jk.v11i2.42707

Abstract

Abstract Dating simulator games, such as Love and Deepspace, not only offer entertainment, but also become a space for players to explore and build their virtual identities. In this context, women as players have a unique experience in forming their self-concept through the romantic interactions offered by the game. The purpose of this study is to analyze how the virtual identity of women in the game Love and Deepspace. This study uses a qualitative approach with a descriptive type. This research was conducted in Surabaya by conducting interviews. Data collection techniques used in-depth interviews, documentation, and observation. Data will be analyzed using thematic analysis. The data analysis technique follows the steps proposed by Miles and Huberman which include three main components: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that the construction of women's virtual identities in romantic interactions in the dating simulator game Love and Deepspace can be concluded that this game functions as a significant platform for women to build and express their virtual identities. Through character customization and interactions with non-player characters (NPCs), players have the opportunity to explore aspects of themselves that may not be expressed in the real world. The game also creates a hyperreality experience, so it is important for players to be aware that while in-game experiences can be emotionally satisfying, they must still consider the context and dynamics of real-world relationships. Keywords: Women; online games; virtual identity; love and deepspace.   Abstrak Game dating simulator, seperti Love and Deepspace, tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi pemain untuk mengeksplorasi dan membangun identitas virtual mereka. Dalam konteks ini, perempuan sebagai pemain memiliki pengalaman yang unik dalam membentuk konsep diri mereka melalui interaksi romantis yang ditawarkan oleh game tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana identitas virtual perempuan dalam game Love and Deepspace. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Surabaya dengan melakukan wawancara. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam (in-depth interview), dokumentasi, dan observasi. Data akan dianalisis menggunakan analisis tematik. Teknik analisis datanya mengikuti langkah- langkah yang diusulkan oleh Miles dan Huberman yang mencakup tiga komponen utama: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konstruksi identitas virtual perempuan dalam interaksi romantis di dalam game dating simulator Love and Deepspace dapat disimpulkan bahwa game ini berfungsi sebagai platform yang signifikan bagi perempuan untuk membangun dan mengekspresikan identitas virtual mereka. Melalui kustomisasi karakter dan interaksi dengan karakter non- pemain (NPC), pemain memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai aspek dari diri mereka yang mungkin tidak dapat diekspresikan di dunia nyata, Game ini juga menciptakan pengalaman hiperreality, maka penting bagi pemain untuk menyadari bahwa meskipun pengalaman dalam game dapat memberikan kepuasan emosional, mereka tetap harus mempertimbangkan konteks dan dinamika hubungan di dunia nyata. Kata-kata kunci: Perempuan; game online; identitas virtual; love and deepspace.
Tren “marriage is scary” di tiktok: Analisis resepsi perempuan generasi Z Nuraleina Putri Asyari; Suksmawati, Herlina
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 11 No 2 (2025): Oktober 2025 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jk.v11i2.42714

Abstract

Abstract A phenomenon that is currently emerging from negative narratives about marriage circulating on social media, particularly TikTok. Such as cases of infidelity, domestic violence, and emotional pressure. The purpose of this study is to understand and describe how Gen Z women interpret and respond to this trend. In this study, Stuart Hall's reception theory (encoding-decoding) is used to analyze how content creators and Gen Z female viewers decode the message “Marriage is Scary.” The research method used is descriptive qualitative, with data collection through in-depth interviews with six Gen Z women aged between twenty-three and twenty-six who are active on TikTok and reside in Jakarta and Surabaya. The research shows that four informants are in a position of negotiation, accepting the narrative message as an important lesson in preparing financially and psychologically and becoming more critical in choosing a partner. Gen Z women view this trend as validation of their concerns and motivation to prevent potential issues in marriage. Two informants were in a position of opposition, rejecting the frightening narrative due to strong religious beliefs or personal experiences that support a positive perception of marriage. The influence of this trend prompts Gen Z women to reconsider traditional norms, demand equality, and commit to building healthy relationships. Keywords: Reception; gen Z women; marriage is scary; tiktok; marriage.    Abstrak  Fenomena yang sedang marak muncul dari narasi negatif tentang pernikahan yang beredar di sosial media, khususnya TikTok. Seperti kasus perselingkuhan, KDRT, dan tekanan emosional. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan mendeskripsikan bagaimana perempuan Gen Z memaknai dan menanggapi tren ini. Dalam penelitian ini, teori resepsi Stuart Hall (encoding-decoding), digunakan untuk menganalisis bagaimana pembuat konten dan penonton perempuan Gen Z mendekodekan pesan “Marriage is Scary”. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan enam informan perempuan Gen Z yang berusia antara dua puluh tiga dan dua puluh enam yang aktif di TikTok, berdomisili Jakarta dan Surabaya. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat informan yang berada pada posisi negosiasi, menerima pesan narasi sebagai pelajaran penting dalam mempersiapkan diri secara finansial dan psikologis serta menjadi lebih kritis untuk memilih pasangan. Perempuan Gen Z menilai tren ini sebagai validasi terhadap kekhawatiran dan dorongan dalam mencengah masalah yang mungkin muncul dalam pernikahan. Dua informan berada dalam posisi oposisi, menolak narasi menakutkan karena keyakian agama yang kuat atau pengalaman pribadi yang mendukung persepsi positif mengenai pernikahan. Pengaruh tren ini memicu perempuan Gen Z untuk mempertimbangkan kembali norma tradisional, menuntut kesetaraan, dan berkomitmen dalam membangun hubungan yang sehat. Kata-kata kunci: Resepsi; perempuan gen Z; marriage is scary; tiktok; pernikahan.  
Peran personal branding Vina Muliana dalam popularitas di tiktok Diah Arum Titah Pujangkara; Zuhri, Saifuddin
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 11 No 2 (2025): Oktober 2025 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jk.v11i2.42715

Abstract

Abstract This study aims to analyze the personal branding carried out by Vina Andhiani Muliana through her TikTok account @vmuliana during the period of January to June 2025. This research uses a descriptive quantitative approach with a content analysis method based on Hubert K. Rampersad’s Authentic Personal Branding framework. To ensure data validity, Krippendorff's method was applied to determine inter-coder reliability. The data was collected from 54 posts on the @vmuliana account over a six-month period, which were then analyzed based on the presence of personal branding elements such as authenticity, integrity, relevance, visibility, and message consistency. Based on thematic analysis, the TikTok account @vmuliana consistently builds a strong and relevant personal brand that aligns with the needs of the younger generation, particularly in the areas of career and personal development. Five main themes career education, self-development, personal branding, social interaction, and the use of digital media indicate that this account functions not only as an informational platform but also as a space for dialogue, motivation, and digital literacy. The content is educational, inspirational, and participatory, covering current issues such as job seeking, self-confidence, and the use of modern technologies like Artificial Intelligence, while also fostering emotional and social connection with its audience through a responsive approach. Keywords: Personal branding; tiktok; educational content; content analysis.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis personal branding yang dilakukan oleh Vina Andhiani Muliana melalui akun TikTok-nya @vmuliana dalam periode Januari hingga Juni 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode analisis isi berdasarkan kerangka teori Authentic Personal Branding dari Hubert K. Rampersad. Untuk menjamin validitas data, digunakan metode Krippendorff dalam menentukan reliabilitas antar-coder. Data dikumpulkan dari 54 unggahan di akun @vmuliana selama enam bulan, yang kemudian dianalisis berdasarkan kemunculan unsur-unsur personal branding seperti keautentikan, integritas, relevansi, visibilitas, dan konsistensi pesan. Berdasarkan analisis tematik, akun TikTok @vmuliana secara konsisten membangun personal branding yang kuat dan relevan dengan kebutuhan generasi muda, khususnya di bidang karier dan pengembangan diri. Lima tema utama—edukasi karier, pengembangan diri, branding pribadi, interaksi sosial, dan pemanfaatan media digital—menunjukkan bahwa akun ini tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi ruang dialog, motivasi, dan literasi digital. Kontennya bersifat edukatif, inspiratif, serta partisipatif, mencakup isu aktual seperti pencarian kerja, kepercayaan diri, dan teknologi AI, sekaligus membangun kedekatan emosional dengan audiens melalui pendekatan yang responsif. Kata-kata kunci: Personal branding; tiktok; konten edukasi; analisis isi.
Analisis resepsi penonton pada kepercayaan kekuatan supranatural dalam film kisah tanah Jawa Pocong gundul Nabila Fasyah Arifah; Indriastuti, Yudiana
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 11 No 2 (2025): Oktober 2025 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jk.v11i2.42730

Abstract

Abstract Indonesian horror films often represent society’s belief in supernatural powers as part of a living cultural heritage. One of the films that is particularly relevant to explore is Kisah Tanah Jawa: Pocong Gundul, which presents the theme of retrocognition and various mystical elements such as black magic, occult rituals, and sacred heirlooms. This study aims to analyze audience reception of the supernatural powers depicted in the film. Using a qualitative approach, this research applies Stuart Hall’s reception analysis theory, which categorizes audience interpretations into three positions: dominant-hegemonic, negotiated, and oppositional. Data were collected through in-depth interviews with five informants of diverse socio-cultural and religious backgrounds. The findings reveal that the audience’s interpretations are strongly influenced by personal spiritual experiences, educational background, and individual belief systems. Most informants accepted and believed in the supernatural aspects of the film in line with their own convictions (dominant position), while others took a more critical stance or rejected the mystical content entirely (negotiated and oppositional positions). This study contributes to a deeper understanding of how audiences interpret cultural representations in popular media and provides insight into the ongoing dialogue between traditional values and rational-modern worldviews in contemporary society. Keywords: Audience reception; supernatural powers; retrocognition; horror film; Javanese culture.   Abstrak Film horor Indonesia kerap merepresentasikan kepercayaan masyarakat terhadap kekuatan supranatural sebagai bagian dari warisan budaya yang masih hidup hingga kini. Salah satu film yang menarik untuk dikaji adalah Kisah Tanah Jawa: Pocong Gundul, yang mengangkat tema retrokognisi dan berbagai elemen mistik seperti santet, ritual ghaib, hingga penggunaan benda keramat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana resepsi penonton terhadap kekuatan supranatural yang ditampilkan dalam film tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode analisis resepsi dari Stuart Hall, yang membagi pemaknaan penonton ke dalam tiga posisi: dominan-hegemonik, negosiasi, dan oposisi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan lima informan yang memiliki latar belakang sosial dan pandangan keagamaan yang berbeda-beda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaknaan terhadap kekuatan supranatural sangat dipengaruhi oleh pengalaman spiritual pribadi, tingkat pendidikan, serta sistem kepercayaan yang dianut oleh masing-masing informan. Sebagian besar informan menerima dan meyakini keberadaan kekuatan supranatural dalam film sesuai dengan keyakinan mereka (posisi dominan), sementara lainnya bersikap kritis atau bahkan menolak sepenuhnya unsur mistik tersebut (posisi negosiasi dan oposisi). Penelitian ini berkontribusi dalam memahami cara kerja tafsir audiens terhadap representasi budaya dalam media populer, serta membuka ruang dialog antara nilai-nilai tradisional dan pandangan rasional-modern dalam masyarakat kontemporer. Kata-kata kunci: Resepsi penonton; kekuatan supranatural; retrokognisi; film horor; budaya Jawa.
Humor dalam Horor: Analisis genre pada film hello ghost dan Kang Mak from Pee Mak Helenita Margareth br Tarigan; Tutiasri, Ririn Puspita
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 11 No 2 (2025): Oktober 2025 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jk.v11i2.42731

Abstract

Abstract The focus of this research is not only to examine how horror and comedy elements are combined but also how the adaptation process reflects local values familiar to Indonesian audiences. This study aims to analyze the construction of the horror-comedy genre in the films Hello Ghost (2023) and Kang Mak from Pee Mak (2024), which are adaptations of foreign films but successfully adjusted to the Indonesian cultural context. The study applies a descriptive qualitative approach using the Repertoire of Elements method, which covers narrative structure, characterization, setting, iconography, and visual-audio style. In addition, Rick Altman’s genre theory is employed to understand the interaction between text, institutions, and audiences in shaping meaning. The findings reveal that both films present a balanced blend of horror and comedy, though each emphasizes different cultural aspects. Hello Ghost offers emotional horror through personal iconography representing trauma, loss, and the healing process of the protagonist. In contrast, Kang Mak from Pee Mak highlights comical horror derived from local beliefs and symbols such as shamanic rituals, traditional stilt houses, and mystical objects. Comedy in both films is expressed through humorous characterizations, slapstick scenes, dark comedy, and situations of miscommunication that enliven the narrative while reducing tension. In terms of visual and audio style, both films make use of lighting, camera work, and musical scoring to balance frightening moments with humorous relief. This study concludes that the horror-comedy genre in the Indonesian context functions not only as entertainment but also as a medium of reflection on cultural values, family ties, and social trauma. The success of these adaptations demonstrates the dynamic nature of genre, which can be reshaped according to local tastes without losing its global narrative essence. Keywords: Horror comed; Indonesian film; film genre; hello ghost; Kang Mak from Pee Mak.   Abstrak Fokus penelitian ini tidak hanya mengkaji bagaimana elemen horor dan komedi digabungkan, tetapi juga bagaimana proses adaptasi tersebut merefleksikan nilai-nilai lokal yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi genre horor komedi dalam film Hello Ghost (2023) dan Kang Mak from Pee Mak (2024) yang merupakan bentuk adaptasi film luar negeri namun berhasil disesuaikan dengan konteks budaya Indonesia. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis Repertoire of Elements yang mencakup unsur naratif, karakterisasi, setting, ikonografi, serta gaya visual dan audio. Selain itu, penelitian memanfaatkan teori genre Rick Altman untuk memahami hubungan antara teks, institusi, dan audiens dalam pembentukan makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua film menampilkan paduan horor dan komedi yang seimbang dengan pendekatan kultural yang berbeda. Hello Ghost menghadirkan horor emosional melalui ikonografi personal yang mewakili trauma, kehilangan, serta proses penyembuhan karakter utama. Sementara itu, Kang Mak from Pee Mak menonjolkan horor komikal yang bersumber dari simbol budaya dan kepercayaan lokal, seperti ritual dukun, rumah panggung, hingga benda mistis. Unsur komedi hadir melalui karakterisasi humoris, adegan slapstick, dark comedy, dan situasi miskomunikasi yang menghidupkan narasi serta mengurangi ketegangan. Dari segi gaya visual dan audio, kedua film memanfaatkan pencahayaan, pengambilan gambar, dan musik untuk menyeimbangkan suasana menakutkan dengan momen humor. Penelitian ini menyimpulkan bahwa genre horor komedi dalam konteks Indonesia berfungsi bukan hanya sebagai hiburan, melainkan juga sebagai media refleksi nilai budaya, kekeluargaan, dan trauma sosial. Keberhasilan adaptasi membuktikan bahwa genre bersifat dinamis dan mampu menyesuaikan diri dengan selera lokal tanpa kehilangan nilai naratif global. Kata-kata kunci: Horor komedi; film Indonesia; genre film; hello ghost; Kang Mak from Pee Mak.
Instagram sebagai media strategis WEPOSE Indonesia dalam memperkuat keterlibatan komunitas Bella Avianda Putri; Pandu Mustikasari, Ratih
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 11 No 2 (2025): Oktober 2025 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jk.v11i2.42894

Abstract

Abstract This study aims to analyze the social media strategies implemented by the Instagram account @wepose.indonesia in enhancing community engagement. The objective of this research is to identify how content strategies, the use of interactive features, and regular evaluations can support the growth of audience engagement both in digital spaces and through direct social activities. WEPOSE Indonesia is a non-profit community actively engaged in empowering marginalized children in Surabaya, utilizing Instagram as the primary medium to disseminate information, foster interaction, and mobilize public participation. This study employs a descriptive qualitative approach with data collected through in-depth interviews and digital documentation, analyzed using Miles and Huberman’s model. The findings indicate that WEPOSE’s success in building engagement derives from structured content strategies, the use of interactive Instagram features such as Reels, Stories, Live, and Direct Messages, as well as routine evaluation through the Insight feature. These strategies reflect the application of the SOME (Share, Optimize, Manage, Engage) model, which supports participatory, responsive, and relevant two-way communication. Challenges such as limited human resources and team consistency are addressed through collaborative work systems and internal capacity strengthening. Audience participation extends beyond digital interactions, being manifested in the form of contributions as field volunteers. With an adaptive and human-centered approach, WEPOSE’s social media strategy successfully creates an inclusive digital space and serves as an effective model for other non-profit communities in fostering sustainable public engagement.. Keywords: Scial media strategy; community engagement; instagram; non-profit organization; digital communication.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi media sosial yang diterapkan oleh akun Instagram @wepose.indonesia dalam meningkatkan keterlibatan komunitas (community engagement). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi konten, penggunaan fitur interaktif, serta evaluasi rutin dapat mendukung peningkatan keterlibatan audiens, baik di ranah digital maupun aktivitas sosial secara langsung. WEPOSE Indonesia merupakan komunitas nirlaba yang aktif dalam pemberdayaan anak-anak marginal di Surabaya, dengan memanfaatkan Instagram sebagai media utama untuk menyebarkan informasi, membangun interaksi, dan menggerakkan partisipasi publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan dokumentasi digital, serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan WEPOSE dalam membangun engagement berasal dari strategi konten yang terstruktur, penggunaan fitur interaktif Instagram seperti Reels, Story, Live, dan DM, serta penerapan evaluasi rutin melalui fitur Insight. Strategi ini mencerminkan penerapan model SOME (Share, Optimize, Manage, Engage) yang mendukung komunikasi dua arah yang partisipatif, responsif, dan relevan. Tantangan seperti keterbatasan sumber daya manusia dan konsistensi tim diatasi melalui sistem kerja kolaboratif dan penguatan kapasitas internal. Partisipasi audiens tidak hanya terbatas di ruang digital, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk kontribusi sebagai relawan lapangan. Dengan pendekatan yang adaptif dan humanis, strategi media sosial WEPOSE berhasil menciptakan ruang digital yang inklusif dan menjadi model efektif bagi komunitas nirlaba lainnya dalam membangun keterlibatan publik secara berkelanjutan. Kata-kata kunci: Strategi media sosial; community engagement; instagram; organisasi nirlaba; komunikasi digital.

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 2 (2025): Oktober 2025 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia Vol 11 No 1 (2025): April 2025 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 10 No 2 (2024): Oktober 2024 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia Vol 10, No 1 (2024): April 2024 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 10 No 1 (2024): April 2024 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 9 No 2 (2023): Oktober 2023 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia Vol 9, No 1 (2023): April 2023 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 8, No 2 (2022): Oktober 2022 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia Vol 8, No 1 (2022): April 2022 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 7, No 2 (2021): Oktober 2021 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia Vol 7, No 1 (2021): April 2021 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 6, No 2 (2020): Oktober 2020 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia Vol 6, No 1 (2020): April 2020 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 5, No 2 (2019): Oktober 2019 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia Vol 5, No 1 (2019): April 2019 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Komunikasi Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 4, No 2 (2018): Oktober 2018 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia Vol 4, No 1 (2018): April 2018 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 3, No 2 (2017): Oktober 2017 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia Vol 3, No 1 (2017): April 2017 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 2, No 2 (2016): Oktober 2016 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia Vol 2, No 1 (2016): April 2016 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 1, No 2 (2015): Oktober 2015 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia Vol 1, No 1 (2015): April 2015 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian More Issue