cover
Contact Name
fikom uniga
Contact Email
fikom@uniga.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
fikom@uniga.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian
Published by Universitas Garut
ISSN : 24610836     EISSN : 2580538X     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal komunikasi Universitas Garut diterbitkan bermaksud untuk mengembangkan potensi khususnya bagi dosen ilmu komunikasi Universitas Garut dengan tujuan untuk memperoleh informasi yang disajikan dalam bentuk tulisan jurnal online. Informasi ini, merupakan kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari para pembaca, paraktisi, mahasiswa dan para peneliti. Komunikasi merupakan sebuah disiplin ilmu yang mengadopsi dari berbagai disiplin ilmu seperti sosiologi, antropologi,dan psikologi.
Arjuna Subject : -
Articles 270 Documents
Pengaruh kualitas konten instagram @shoesandcare terhadap minat beli followersnya Prayogi, Anggit Estu; Saputro, Edy Purwo
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 12 No 1 (2026): April 2026 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jk.v12i1.43552

Abstract

Abstract The background of this research is the decreasing interest in consumer purchases, so that in practice not all content produced is able to generate the expected response. This research aims to examine the extent to which the quality of Instagram content from @shoesandcare influences the purchase intention of its followers. This research uses a quantitative approach with an explanatory survey design to explain the relationship between content quality and purchase intention. The respondents in this research consisted of 97 students from the Communication Science Study Program at Universitas Muhammadiyah Surakarta who follow the Instagram account @shoesandcare. The respondents were selected using a purposive sampling technique based on specific criteria relevant to the objectives of the research. The research instrument used was a questionnaire with a Likert scale designed to measure respondents’ perceptions of Instagram content quality as well as their level of purchase intention. The measurement of the purchase intention variable in this research refers to the AIDA framework, which consists of attention, interest, desire, and action. The collected data were analyzed using simple linear regression to determine the influence of content quality on the purchase intention of followers. The results of the analysis indicate that there is a positive and significant influence between Instagram content quality and the purchase intention of @shoesandcare followers, with a significance value (p < 0.05). Furthermore, the coefficient of determination (R²) of 0.301 indicates that content quality explains 30.1% of the variation in consumers’ purchase intention, while the remaining 69.9% is influenced by other factors outside the research model. These findings suggest that the consistency and relevance of Instagram content management contribute to increasing followers’ tendency to make purchasing decisions. Keywords: Content quality; instagram; purchase intention; social media; AIDA.   Abstrak Latar belakang penelitian ini adalah berkurangnya minat beli konsumen, sehingga pada praktiknya tidak semua konten yang diproduksi mampu menghasilkan respon yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauhmana kualitas konten Instagram @shoesandcare memengaruhi minat beli para pengikutnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei eksplanatif untuk menjelaskan hubungan antara variabel kualitas konten dan minat beli. Responden dalam penelitian ini berjumlah 97 orang yang merupakan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta dan mengikuti akun Instagram @shoesandcare. Pemilihan responden dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan mempertimbangkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner dengan skala Likert yang dirancang untuk mengukur persepsi responden terhadap kualitas konten Instagram serta tingkat minat beli konsumen. Pengukuran variabel minat beli dalam penelitian ini mengacu pada kerangka AIDA yang terdiri dari attention, interest, desire, dan action. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode regresi linear sederhana untuk mengetahui pengaruh kualitas konten terhadap minat beli followers. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kualitas konten Instagram dan minat beli pengikut akun @shoesandcare dengan nilai signifikansi (p < 0,05). Selain itu, nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,301 menunjukkan bahwa kualitas konten mampu menjelaskan sebesar 30,1% variasi minat beli konsumen, sedangkan sisanya sebesar 69,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa konsistensi serta relevansi pengelolaan konten Instagram berkontribusi dalam meningkatkan kecenderungan followers untuk melakukan pembelian. Kata-kata kunci: Kualitas konten; instagram; minat beli; media sosial; AIDA.
Manajemen krisis PT Pertamina dalam kasus bensin oplosan pada konten @pertamina di Instagram Juniastra, Aldino Fajar; Rachmawati, Farikha
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 12 No 1 (2026): April 2026 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jk.v12i1.43553

Abstract

Abstract The alleged fuel adulteration case involving PT Pertamina (Persero) in 2025 developed into a reputational crisis that significantly affected public trust, particularly within social media spaces. The massive negative media coverage and the dominance of public sentiment on Instagram required the company to implement appropriate and responsive crisis management strategies. This study aims to analyze how PT Pertamina managed the fuel adulteration case through content published on its official Instagram account, @pertamina. The research employs a qualitative approach using qualitative content analysis to examine crisis communication messages disseminated during the crisis period from February 28 to May 28, 2025.”. The analytical framework is based on Situational Crisis Communication Theory (SCCT) to identify the crisis response. The findings indicate that PT Pertamina utilized Instagram as its primary crisis communication channel by emphasizing apology strategies, clarification efforts, and image and reputation recovery initiatives. The study concludes that Pertamina’s crisis management pattern began with apologia, followed by diminish strategies, and concluded with bolstering, with bolstering emerging as the dominant strategy throughout the crisis period. This research is expected to contribute academically to the study of crisis management in state-owned enterprises and serve as a practical evaluation for companies in formulating social media–based crisis communication strategies. Keyword: Pertamina; crisis; crisis management; fuel adulteration; Instagram. Abstrak Kasus dugaan pengoplosan bensin yang melibatkan PT Pertamina (Persero) pada tahun 2025 berkembang menjadi krisis reputasi yang berdampak signifikan terhadap kepercayaan publik, khususnya di ruang media sosial. Pemberitaan negatif yang masif serta munculnya sentimen publik yang dominan di Instagram menuntut perusahaan untuk menerapkan strategi manajemen krisis yang tepat dan responsif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana manajemen krisis PT Pertamina dalam menangani kasus bensin oplosan melalui unggahan konten pada akun Instagram resmi @pertamina. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi kualitatif terhadap konten komunikasi krisis yang dipublikasikan selama periode krisis 28 Februari – 28 Mei 2025. Kerangka analisis dalam penelitian ini mengacu pada Situational Crisis Communication Theory (SCCT) guna mengidentifikasi strategi respons krisis yang dilakukan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Pertamina memanfaatkan Instagram sebagai kanal utama komunikasi krisis dengan menekankan strategi permintaan maaf, klarifikasi, serta upaya perbaikan citra dan reputasinya di masyarakat. Kesimpulan penelitian ini adalah pola yang dilakukan Pertamina adalah dengan menggunakan apology, diminish, dan diakhiri dengan bolstering, Pertamina menggunakan strategi dominasi bolstering yang banyak digunakan dalam masa periode krisis. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademis dalam kajian manajemen krisis korporasi BUMN serta menjadi bahan evaluasi praktis bagi perusahaan dalam menyusun strategi komunikasi krisis berbasis media sosial. Kata-kata kunci: Pertamina; krisis; manajemen krisis; bensin oplosan; instagram.
Analisis respon netizen terhadap program makan bergizi gratis di youtube tempo.co Laupa, Nurfadila; Iskandar, Iskandar; Sumai, Sumarni; Asmar, Afidatul; Wahyuddin, Wahyuddin
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 12 No 1 (2026): April 2026 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jk.v12i1.43567

Abstract

Abstract  This study analyzes the narratives and responses of netizens to the controversial social program "Free Lunch Program," discussed in the Bocor Alus Politik podcast on Tempo.co's YouTube channel. This phenomenon relates to public reactions that emerge on social media platforms in response to government policies. The objective of this research is to analyze netizen reactions to the controversial social program, "Free Lunch Program," discussed in the Bocor Alus Politik podcast on Tempo.co's YouTube channel. The phenomenon under study pertains to the public opinion that develops on social media as a response to government policies, with a focus on sentiment analysis, toxicity, and the topics discussed by netizens. The data for this study were collected from 51,000 comments on a video that has been viewed over 1 million times, which were analyzed using sentiment and toxicity analysis algorithms, as well as semantic clustering methods to assess discussion patterns. The results show that the majority of comments are neutral, with a dominant negative sentiment related to dissatisfaction with government policies. Toxicity analysis reveals relatively low but significant toxic interactions in some comments related to criticisms of the policy. Semantic topic clustering shows that netizens focused on issues such as government budgets, social inequality, and the potential abuse of the program. These findings provide new insights into how social programs are interpreted in digital discourse, reflecting dissatisfaction with government policies. The significance of these findings enriches political communication theory by adding an understanding of the dynamics of netizen interactions on social media regarding public policies. This study makes a significant contribution to understanding the emerging patterns of political communication in cyberspace and their impact on public opinion. Keywords:  Communalytic.org; free lunch program; podcast; tempo.co; YouTube.   Abstrak  Penelitian ini menganalisis narasi dan respons netizen terhadap program sosial kontroversial "Program Makan Siang Gratis" yang dibahas dalam podcast Bocor Alus Politik di YouTube Tempo.co. Fenomena ini berkaitan dengan tanggapan masyarakat yang muncul di platform media sosial terhadap kebijakan pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis reaksi netizen terhadap program sosial yang kontroversial, yakni “Program Makan Siang Gratis” yang dibahas dalam podcast Bocor Alus Politik di YouTube Tempo.co. Fenomena yang dikaji berkaitan dengan opini publik yang berkembang di media sosial sebagai respons terhadap kebijakan pemerintah, dengan fokus pada analisis sentimen, toksisitas, dan topik yang dibahas oleh netizen. Data penelitian dikumpulkan dari 51.000 komentar pada video yang telah ditonton lebih dari 1 juta kali, yang dianalisis menggunakan algoritma analisis sentimen dan toksisitas, serta metode klastering semantik untuk menilai pola diskusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas komentar bersifat netral dengan dominasi sentimen negatif terkait ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah. Analisis toksisitas mengungkapkan adanya interaksi toksik yang relatif rendah, namun cukup signifikan dalam beberapa komentar terkait kritik terhadap kebijakan. Klastering topik semantik menunjukkan bahwa netizen terfokus pada isuisu seperti anggaran pemerintah, ketimpangan sosial, dan potensi penyalahgunaan program. Temuan ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana program sosial diinterpretasikan dalam diskursus digital, mencerminkan ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah. Signifikansi temuan ini memperkaya teori komunikasi politik dengan menambah pemahaman mengenai dinamika interaksi netizen di media sosial terkait kebijakan publik. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami pola komunikasi politik yang berkembang di dunia maya dan pengaruhnya terhadap opini publik. Kata-kata kunci: Communalytic.org; program makan siang gratis; podcast; tempo.co; YouTube.
Pelestarian budaya Jawa dan identitas melalui konten TikTok Mikopedia.id Wijayanti, Jelita Astri; Hapsari, Swita Amallia
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 12 No 1 (2026): April 2026 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jk.v12i1.43571

Abstract

Abstract The development of digital technology and social media has significantly changed patterns of public communication, but it also poses challenges to the sustainability of local cultures, including regional languages. Javanese, as one of the largest regional languages in Indonesia, has begun to experience a decline in use, particularly among younger generations who tend to use Indonesian or mixed languages in digital spaces. This situation raises concerns about the sustainability of Javanese cultural identity amid the currents of globalization. On the other hand, social media platforms such as TikTok also provide new opportunities to introduce and preserve local culture through creative content that is easily accessed by the wider community. This study aims to examine how the preservation of the Javanese language and cultural identity is represented through the content of the TikTok account Mikopedia.id. This research applies the STEPPS theory proposed by Jonah Berger, which includes Social Currency, Triggers, Emotion, Public, Practical Value, and Stories. The research method used is descriptive qualitative, with data collection techniques conducted through observation of TikTok content from Mikopedia.id and interviews with the content creator as the main informant. The results show that the Mikopedia.id account consistently uses the Javanese language in its content as an effort to preserve culture. Through the presentation of everyday life content, humor, and the use of Javanese speech levels, the content is able to attract audience attention while reintroducing Javanese cultural values to younger generations in the digital era, and demonstrates the potential of social media as a new space for maintaining the sustainability of local language and cultural identity. Keywords: Cultural identity; javanese language; preservation; STEPPS theory; tiktok.   Abstrak Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah membawa perubahan dalam pola komunikasi masyarakat, namun di sisi lain juga menimbulkan tantangan terhadap keberlangsungan budaya lokal, termasuk bahasa daerah. Bahasa Jawa sebagai salah satu bahasa daerah terbesar di Indonesia mulai mengalami penurunan penggunaan, terutama di kalangan generasi muda yang lebih sering menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa campuran dalam ruang digital. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan identitas budaya Jawa di tengah arus globalisasi. Di sisi lain, media sosial seperti TikTok juga membuka peluang baru dalam memperkenalkan serta melestarikan budaya lokal melalui konten kreatif yang mudah diakses oleh masyarakat luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelestarian bahasa dan identitas budaya Jawa ditampilkan melalui konten pada akun TikTok Mikopedia.id. Penelitian ini menggunakan teori STEPPS yang dikemukakan oleh Jonah Berger yang meliputi Social Currency, Triggers, Emotion, Public, Practical Value, dan Stories. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi terhadap konten TikTok Mikopedia.id serta wawancara dengan konten kreator sebagai informan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun Mikopedia.id secara konsisten menggunakan bahasa Jawa dalam kontennya sebagai bentuk upaya pelestarian budaya. Melalui penyajian konten kehidupan sehari-hari, humor, serta penggunaan tingkat tutur bahasa Jawa, konten tersebut mampu menarik perhatian audiens sekaligus memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya Jawa kepada generasi muda di era digital, serta menunjukkan potensi media sosial sebagai ruang baru dalam menjaga keberlangsungan bahasa dan identitas budaya lokal. Kata-kata kunci: Bahasa Jawa; identitas budaya; pelestarian; STEPPS; tiktok.
Pengaruh konten review pada aplikasi tiktok terhadap minat beli produk somethinc di kalangan followers Haliza, Happy Naja; Chasana, Rona Rizkhy Bunga
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 12 No 1 (2026): April 2026 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jk.v12i1.43572

Abstract

Abstract   In today's digital era, TikTok social media serves not only as an entertainment platform, but also as a source of information that influences consumer behavior, particularly in the skincare product category. Review content created by users based on their firsthand experience with a product is considered more trustworthy than other sources of information, as it is perceived to be more honest and authentic. This study aims to analyze the influence of TikTok review content on purchasing interest in skincare products, using a quantitative approach with a survey method of 100 respondents selected using a random sampling technique from followers of the @somethincofficial account on TikTok. Data collection was carried out through a questionnaire with a Likert scale of 1–4 to measure the variables of TikTok review content (X) and purchasing interest (Y). The data were then analyzed using the SPSS program version 25 through a simple linear regression test, t-test, and coefficient of determination. The results showed a regression coefficient value of 0.275 with a significance value of 0.000 <0.05 and a calculated t-value of 9.748 > 1.984, so the alternative hypothesis is accepted, which means that the more review content with positive values will further increase the purchasing interest of potential consumers. The final test, the coefficient of determination, showed an R-square of 49.2%. This indicates that TikTok review content has a positive influence on skincare product purchase interest, demonstrating that informative and credible review content on TikTok can increase consumer interest in purchasing Somethinc skincare products. Nevertheless, the magnitude of this influence also indicates that review content is not the sole factor shaping consumer purchase intention toward skincare products Keywords:  Review content; TikTok, purchase intention, somethinc, S-O-R theory.   Abstrak  Di era digital saat ini, TikTok bukan hanya situs media sosial untuk hiburan, melainkan turut menjadi referensi data yang memberikan dampak signifikan terhadap perilaku konsumsi masyarakat, khususnya dalam kategori produk perawatan kulit. Konten review yang dibuat oleh pengguna berdasarkan pengalaman langsung menggunakan produk dinilai lebih dipercaya dibandingkan sumber informasi lainnya, karena dianggap lebih jujur dan autentik. Dengan menggunakan metode survei yang dipilih secara random dari pengikut akun @somethincofficial di TikTok, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konten review di TikTok terhadap keinginan untuk membeli produk skincare. Untuk mengukur variabel konten review TikTok (X) dan minat beli (Y), pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert 1–4. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan program SPSS versi 25 dengan menggunakan uji regresi linear sederhana, uji t, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien regresi sebesar 0,275, dengan nilai signifikansi 0,000<0,05, dan nilai t hitung 9,748>1,984 sehingga hipotesis alternatif diterima, yang berarti semakin banyak konten review dengan nilai positif akan semakin meningkatkan minat beli calon konsumen. Pada uji terakhir yaitu koefisien determinasi menunjukkan hasil R square sebesar 49,2%. Hal ini menunjukkan konten review TikTok memiliki pengaruh positif terhadap minat beli produk skincare, memperlihatkan bahwa konten review yang informatif dan kredibel di TikTok dapat meningkatkan minat konsumen untuk membeli produk skincare Somethinc. Meskipun begitu, besaran pengaruh tersebut juga menunjukkan bahwa konten review bukan merupakan satu-satunya faktor yang membentuk minat beli konsumen terhadap produk skincare. Kata-kata kunci: Konten review; tiktok; minat beli; Somethinc; teori S-O-R.
Membaca pesan transendental melalui komunikasi ritual wiaha manu Manafe, Yermia Djefri; Wutun, Monika; Aslam, Muhammad
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 12 No 1 (2026): April 2026 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jk.v12i1.43585

Abstract

Abstract This study explores and analyzes communication practices within the Wiaha Manu ritual of the indigenous Kodi community in Southwest Sumba Regency. This sacred ritual bridges the interaction between humans and their ancestors (Marapu) through a unique medium: chicken intestines. Using a qualitative approach and the ethnography of communication method, the study examines the ritual's communicative structure through Dell Hymes's SPEAKING model framework. Data were collected through participatory field observation, in-depth interviews with Ratos (traditional leaders), and analysis of documents related to Sumbanese cosmology. Findings reveal the Wiaha Manu ritual to be a complex transcendental communication system in which the Rato plays a central role as a symbolic mediator with sole interpretive authority. Analysis using the SPEAKING model reveals that the effectiveness of this ritual communication depends heavily on the strict sequence of actions, the solemn sacred tone and the use of the chicken's body as a 'biological text', which is translated into social instructions. Conceptually, this ritual transcends the spiritual dimension, serving as a strategic means of constructing collective meaning, strengthening social cohesion through customary consensus and preserving the cultural identity of the Kodi community in the face of changing times. This study concludes that the Wiaha Manu ritual is a form of communication that perpetuates traditional values while legitimising social power structures within indigenous Sumbanese society. Keywords: communication; ethnography; wiaha manu; kodi society; transcendental communication; speaking model. Abstrak Penelitian ini mengeksplorasi dan menganalisis praktik-praktik komunikasi dalam ritual Wiaha Manu di kalangan masyarakat adat Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya. Ritual ini merupakan peristiwa komunikasi sakral yang menjembatani interaksi antara manusia dengan leluhur (Marapu) melalui media unik berupa usus ayam. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode etnografi komunikasi, penelitian ini membedah struktur komunikatif ritual tersebut secara komprehensif melalui kerangka model SPEAKING karya Dell Hymes. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi partisipatif di lapangan, wawancara mendalam dengan para Rato (pemimpin tradisional), serta analisis dokumen terkait kosmologi masyarakat Sumba. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ritual Wiaha Manu bermanifestasi sebagai sebuah sistem komunikasi transendental yang kompleks, di mana Rato memegang peran sentral sebagai mediator simbolis yang memiliki otoritas interpretatif tunggal. Analisis melalui model SPEAKING mengungkapkan bahwa efektivitas dan keberhasilan komunikasi ritual ini sangat bergantung pada rigiditas urutan tindakan yang ketat (act sequence), nada suci yang khidmat dan megah (key), serta penggunaan organ fisik ayam sebagai “teks biologis” (instrumentalities) yang kemudian diterjemahkan menjadi instruksi sosial yang mengikat. Secara konseptual, ritual ini berfungsi melampaui dimensi spiritual; ia berperan sebagai sarana strategis untuk mengonstruksi makna kolektif, memperkuat kohesi sosial melalui konsensus adat, dan melestarikan identitas budaya komunitas Kodi di tengah arus perubahan zaman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Wiaha Manu adalah institusi komunikasi yang mereproduksi nilai-nilai tradisional sekaligus melegitimasi struktur kekuasaan sosial dalam masyarakat adat Sumba. Kata-kata kunci: Etnografi komunikasi; wiaha manu; masyarakat kodi; komunikasi transendental; model speaking.
Representasi kecantikan pada musik video Mantra Jennie: studi semiotika Barthesian Piliang, Angelia Ulfimudana; Andreas, Rino
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 12 No 1 (2026): April 2026 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jk.v12i1.43597

Abstract

Abstract This research is driven by the complex and multi-dimensional nature of beauty, which is frequently confirmed to rigid, patriarchal physical standards, particularly within the K-pop industry’s “Korean Beauty Standard.” Media, specifically music videos, serve as pivotal instruments in disseminating these values, yet they also function as arenas for deconstructing stereotypes. Jennie’s Mantra was selected as the study object because it represent a shift in the meaning of beauty, moving from mere visual aesthetics to a form of self-empowerment and inner strength aligned with global feminist movements. The objective of study is analyze the representation of beauty in the Mantra music video through Roland Barthes’ perspective to understand how beauty is constructed within the context of contemporary popular culture. The methodology employed is qualitative, utilizing Roland Barthes’ semiotic approach to dissect signs through three layers of meaning denotation, connotation, and myth. data were collected through in dept observation of the lyrics and visual elements within the music video. The findings reveal that beauty in Mantra is not singular but is constructed into four primary categories. Empowering beauty, emphasizing control and strength, Inclusive beauty, celebrating ethnic diversity, prestige beauty, linking beauty to social status and global success, and beauty as a medium for freedom of expression. In conclusion, the study assert that Jennie successfully shifts the myth of beauty from a passive object judged by society into an autonomous, empowered subject. This representation demonstrates that beauty now function as a means of articulating female identity and agency within a highly competitive entertainment industry Keyword: Beauty representation; semiotics; Roland Barthes, music video, popular culture.   Abstrak Studi ini muncul dari masalah standar kecantikan yang kerap terpaku pada bentuk fisik kaku dan berbau patriarki, terutama pada dunia K-Pop yang begitu melekat dengan Korean Beauty Standard. media seperti video musik punya andil besar dalam menyebarkan nilai-nilai tersebut, tetapi sekaligus dapat menjadi ruang untuk membongkar stereotip-stereotip tersebut. Lagu Mantra milik Jennie menjadi fokus studi karena lagu ini menandai perubahan arti kecantikan dari sekadar tampilan luar menuju pemberdayaan diri dan kekuatan inner yang selaras dengan gelombang feminisme global. Penelitian ini bertujuan untuk mengurai representasi kecantikan di musik video Mantra melalui kacamata Roland Barthes, sehingga bagaimana konsep kecantikan direkonstruksi di tengah budaya populer dapat dipahami. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan semiotika milik Barthes, yang mengupas tanda-tanda lewat tiga tingkatan makna denotasi, konotasi, dan mitos. datanya diambil dari pengamatan teliti terhadap lirik lagu dan visual-visual di video musiknya. Hasil studi ini mengungkapkan bahwa kecantikan dalam Mantra tidak bersifat tunggal, tetapi terbagi menjadi 4 kategori. Empowering beauty menyoroti kendali dan kekuatan pribadi, Inclusive beauty menyoroti keberagaman ras dan etnis, prestige beauty yang menghubungkan cantik dengan status sosial serta kesuksesan global, dan kecantikan sebagai kebebasan dan ekspresi diri. Jennie mengubah mitos kecantikan dari pasif yang dinilai menjadi subjek mandiri yang berkuasa. Hal tersebut menjadi bukti kalau kecantikan sekarang menjadi alat untuk mengungkapkan identitas dan kekuatan perempuan di industri hiburan. Kata-kata Kunci: Representasi kecantikan; semiotika; Roland Barthes; musik video; budaya populer.
Analisis framing pemberitaan ijazah palsu Jokowi di CNN Indonesia dan Republika (periode April-Mei 2025) Subarkah, Ahmad Arya; Arviani, Heidy
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 12 No 1 (2026): April 2026 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jk.v12i1.43605

Abstract

Abstract This study was driven by the widespread coverage of the alleged fake diploma issue involving Jokowi in online media during the period of April–May 2025. During this period, there were two important moments, namely the filing of the first civil lawsuit at the Solo District Court and the announcement of the forensic test results by Bareskrim Polri. As mainstream media, CNN Indonesia and Republika have different ideological orientations and editorial styles, which affect how both construct and narrate the alleged fake diploma issue involving Joko Widodo to the public. CNN Indonesia is generally known for emphasizing unbiased presentation of data, concise language, and a thematic narrative style, whereas Republika places greater emphasis on moral dimensions and social conflict in its reporting. The purpose of this study is to analyze the differences in framing of the alleged fake diploma coverage of Jokowi in the two media outlets. This study uses a descriptive qualitative approach with Robert M. Entman’s framing analysis model. The unit of analysis consists of eight news articles, four from CNN Indonesia and four from Republika, selected through digital archive searches on the websites of the two media outlets using the keyword “Jokowi fake diploma.” The findings show that CNN Indonesia tends to frame the issue in a procedural and verificative manner by highlighting institutional authority, legal certainty, and the results of the official investigation as a way to close the controversy. Meanwhile, Republika places greater emphasis on actor conflict, demands for public transparency, and the moral and political dimensions of the Jokowi diploma issue. This study is expected to contribute academically to the development of online media framing studies, as well as serve as a reference for journalism practitioners in presenting news in a more balanced, objective, and high-quality manner. Keywords: Framing; Robert M. Entman; Jokowi’s Fake Diploma; CNN Indonesia; republika.   Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya pemberitaan mengenai dugaan ijazah palsu Jokowi di media daring pada periode April–Mei 2025. Terdapat dua momen penting pada periode tersebut, yaitu pengajuan gugatan perdata pertama di Pengadilan Negeri Solo serta pengumuman hasil uji forensik oleh Bareskrim Polri. Sebagai media arus utama, CNN Indonesia dan Republika memiliki orientasi ideologis serta gaya editorial yang berbeda, sehingga memengaruhi cara keduanya mengonstruksi dan menarasikan isu dugaan ijazah palsu Joko Widodo kepada khalayak. CNN Indonesia cenderung dikenal mengedepankan penyajian data tanpa bias, bahasa yang padat, dan gaya narasi yang tematik, sedangkan Republika lebih menonjolkan dimensi moral serta konflik sosial dalam pemberitaannya. Tujuan kajian ini untuk menganalisis perbedaan framing pemberitaan dugaan ijazah palsu Jokowi pada kedua media tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis framing model Robert M. Entman. Unit analisis terdiri dari delapan berita, masing-masing empat berita dari CNN Indonesia dan Republika, yang dipilih melalui penelusuran arsip digital pada website kedua media dengan kata kunci “ijazah palsu Jokowi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CNN Indonesia cenderung membingkai isu secara prosedural dan verifikatif dengan menonjolkan otoritas institusional, kepastian hukum, dan hasil penyelidikan resmi sebagai penutup polemik. Sementara itu, Republika lebih menonjolkan konflik aktor, tuntutan transparansi publik, serta dimensi moral dan politis dari isu ijazah Jokowi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi akademik dalam pengembangan kajian framing media daring, serta menjadi referensi bagi para pelaku industri jurnalistik dalam menyajikan berita secara lebih berimbang, objektif, dan berkualitas. Kata-kata kunci: Framing; Robert M. Entman; Ijazah Palsu Jokowi; CNN Indonesia; republika.
Pengaruh konten akun tiktok whitelab terhadap minat beli skincare bagi mahasiswa Fakultas Komunikasi dan Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta Rahayu, Wulan Devita; Santoso, Budi
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 12 No 1 (2026): April 2026 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jk.v12i1.43667

Abstract

Abstract The rapid growth of social media, particularly video-based platforms like TikTok, has transformed the way consumers, especially younger generations, obtain information and make purchasing decisions. These platforms are utilized by various brands, including Whitelab, to deliver engaging and informative promotional content aimed at shaping perceptions and boosting consumer purchase interest. The objective of this study is to analyze the impact of Whitelab’s TikTok content on purchase interest in skincare products among students in the Faculty of Communication and Informatics (FKI) at Muhammadiyah University of Surakarta. The research method employed in this study is a quantitative approach. The study population consists of 2024 FKI students at Muhammadiyah University of Surakarta who actively use the TikTok app. The research sample consisted of 150 FKI UMS students from the class of 2024 who follow the Whitelab TikTok account. Data collection was conducted via an online questionnaire consisting of two sections: one to measure the level of exposure to Whitelab’s TikTok content and the other to measure interest in purchasing skincare products. The research instrument utilized a Likert scale. Data analysis was performed using SPSS software with simple linear regression and t-tests. The results of this study indicate that Whitelab’s TikTok content has a positive and significant impact on the purchase intent of skincare products among 2024 FKI UMS students. Engaging, informative, and relevant content has been proven to shape positive perceptions, build trust, and drive the desire to purchase, particularly among students as active social media users. This demonstrates that social media, particularly TikTok, plays a crucial role as a digital marketing tool in influencing the behavior of the younger generation. Thus, effective TikTok content can serve as a marketing communication strategy capable of increasing consumer purchase intent, especially among students as active social media users. Keywords: Content; purchasing interest; TikTok; whitelab.   Abstrak Perkembangan pesat media sosial, khususnya platform berbasis video seperti TikTok, telah mengubah cara konsumen, terutama generasi muda, dalam memperoleh informasi dan mengambil keputusan pembelian. Platform ini dimanfaatkan oleh berbagai merek, termasuk Whitelab, untuk menyampaikan konten promosi yang menarik dan informatif guna membangun persepsi serta meningkatkan minat beli konsumen. Tujuan penelitian ini ialah menganalisis pengaruh konten TikTok Whitelab terhadap minat beli produk skincare di kalangan mahasiswa Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kuantitatif. Populasi penelitian mencakup mahasiswa FKI Universitas Muhammadiyah Surakarta angkatan 2024 yang aktif menggunakan aplikasi TikTok. Sampel penelitian berjumlah 150 mahasiswa FKI UMS angkatan 2024 yang mengikuti akun TikTok Whitelab. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner online yang terdiri atas dua bagian, yaitu untuk mengukur tingkat paparan terhadap konten TikTok Whitelab dan minat beli produk skincare. Instrumen penelitian menggunakan skala Likert. Analisis data dilakukan menggunakan program SPSS dengan metode regresi linier sederhana dan uji t. Hasil penelitian ini ialah konten TikTok Whitelab memiliki dampak positif dan signifikan pada minat beli produk skincare pada mahasiswa FKI UMS Angkatan 2024. Konten yang menarik, informatif, dan relevan terbukti mampu membentuk persepsi positif, menumbuhkan kepercayaan, serta mendorong keinginan untuk membeli, terutama pada mahasiswa sebagai pengguna aktif media sosial. Hal ini menunjukkan bahwa media sosial, khususnya TikTok, memiliki peran penting sebagai sarana pemasaran digital dalam memengaruhi perilaku konsumen generasi muda. Dengan demikian, konten TikTok yang efektif dapat menjadi strategi komunikasi pemasaran yang mampu meningkatkan minat beli konsumen, terutama di kalangan mahasiswa sebagai pengguna aktif media sosial. Kata-kata kunci: Konten; minat beli; Tiktok; whitelab.
Analisis fenomena tanggung jawab dalam keluarga pada film 1 kakak 7 ponakan menggunakan teori semiotika John Fiske Devani Citra Haruna; Budi Santoso
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 12 No 1 (2026): April 2026 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The complexity of family responsibilities in the modern era has increased due to social, economic, and cultural changes. Individuals are expected not only to meet economic needs but also to provide emotional support to family members, resulting in increasingly complex role burdens. This phenomenon is also represented in the media, particularly in films, through symbols and narratives that reflect the social reality of society. The film *1 Kakak 7 Ponakan* serves as an example illustrating these dynamics through a character who bears dual responsibilities within the family. This study aims to analyze the phenomenon of family responsibilities in the film *1 Kakak 7 Ponakan* using John Fiske’s Semiotic Theory. The research method is qualitative, specifically  descriptive-analytical. The study focuses on the film 1 Kakak 7 Ponakan, employing purposive sampling to select relevant scenes. Data collection was conducted through documentation by repeatedly watching the film, followed by analysis using John Fiske’s semiotics across three levels: reality, representation, and ideology. The results of this study indicate that Fiske’s three levels of semiotics (reality, representation, ideology) can be systematically operationalized to uncover the meaning of family responsibility that is not explicitly stated. This study demonstrates that the ideological level not only functions as a reflection of dominant values but can also contain implicit criticism of unequal social structures and gender relations. This enriches the theoretical discourse by showing that Fiske’s semiotics is not value-neutral but can be used as a tool for cultural criticism. Keywords: Film; representation; John Fiske’s Semiotics; family responsibility. Abstrak Kompleksitas tanggung jawab keluarga di era modern semakin meningkat akibat perubahan sosial, ekonomi, dan budaya. Individu dituntut tidak hanya memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi jugamemberikan dukungan emosional bagi anggota keluarga, sehingga memunculkan beban peran yang semakin kompleks. Fenomena ini turut direpresentasikan dalam media, khususnya film, melalui simbol dan narasi yang mencerminkan realitas sosial masyarakat. Film 1 Kakak 7 Ponakan menjadi salah satu contoh yang menggambarkan dinamika tersebut melalui tokoh yang memikul tanggung jawab ganda dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena tanggung jawab keluarga dalam Film 1 Kakak 7 Ponakan menggunakan Teori Semiotika John Fiske. Metode penelitian ini ialah kualitatif dengan jenis deskriptif analitis. Penelitian berfokus pada Film 1 Kakak  7 Ponakan dengan teknik purposive sampling dalam memilih adegan yang relevan. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dengan menonton film secara berulang, kemudian dianalisis menggunakan semiotika John Fiske melalui tiga level, yaitu realitas, representasi, dan ideologi. Hasil penelitian ini ialah bahwa ketiga level semiotika Fiske (realitas, representasi, ideologi) dapat dioperasionalisasikan secara sistematis untuk mengungkap makna tanggung jawab keluarga yang tidak tampak secara eksplisit. Penelitian ini membuktikan bahwa level ideologi tidak hanya berfungsi sebagai cerminan nilai dominan, tetapi juga dapat memuat kritik implisit terhadap struktur sosial dan relasi gender yang timpang. Hal ini memperkaya diskursus teoretis bahwa semiotika Fiske tidak bersifat netral secara nilai, melainkan dapat digunakan sebagai alat kritik budaya. Kata-kata kunci: Film; representasi; semiotika John Fiske; tanggung jawab keluarga.

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 1 (2026): April 2026 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 11 No 2 (2025): Oktober 2025 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia Vol 11 No 1 (2025): April 2025 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 10 No 2 (2024): Oktober 2024 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia Vol 10, No 1 (2024): April 2024 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 10 No 1 (2024): April 2024 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia Vol 9 No 2 (2023): Oktober 2023 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 9, No 1 (2023): April 2023 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 8, No 2 (2022): Oktober 2022 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia Vol 8, No 1 (2022): April 2022 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 7, No 2 (2021): Oktober 2021 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia Vol 7, No 1 (2021): April 2021 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 6, No 2 (2020): Oktober 2020 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia Vol 6, No 1 (2020): April 2020 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 5, No 2 (2019): Oktober 2019 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia Vol 5, No 1 (2019): April 2019 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Komunikasi Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 4, No 2 (2018): Oktober 2018 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia Vol 4, No 1 (2018): April 2018 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 3, No 2 (2017): Oktober 2017 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia Vol 3, No 1 (2017): April 2017 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 2, No 2 (2016): Oktober 2016 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia Vol 2, No 1 (2016): April 2016 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 1, No 2 (2015): Oktober 2015 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia Vol 1, No 1 (2015): April 2015 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian More Issue