cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
heme@unbrah.ac.id
Editorial Address
Gedung Dekanat Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Jalan Raya By Pass Km 15 Aie Pacah Padang – Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Health and Medical Journal
ISSN : 26852772     EISSN : 2685404X     DOI : https://doi.org/10.33854/heme
Core Subject : Health, Science,
Health & Medical Journal with registered number pISSN: 2685-2772 and eISSN: 2685-404X is a peer-review journal published by Medical Faculty of Universitas Baiturrahmah. The frequency of publishing is two issues in a year. The topics covered include the fields of Allergy and Immunology, Anesthesiology, Cancer and stem cells, Cardiovascular, Cell and Molecular Biology, Children's Health, Dermato-venereology, Geriatrics, Histopathology, Internal Medicine, Neuro-psychiatric treatment, Ophthalmology, Otorhinolaryngology, Physical medicine and rehabilitation, Physio-pharmacology, Pulmonology, Radiology, Surgery includes orthopedics and urology, Obstetrics and Gynecology, Science of nutrition, Clinical Pathology, Anatomy Pathology, Parasitology, Microbiology, Public Health and Medical Education. Submissions are welcome from other clinically relevant areas. However, the Journal emphasizes publishing high-quality and novel research.
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
Onychomycosis with Green Nail Discoloration in an Immunocompromised Patient: A Case Report Mulianto, Nurrachmat; Oktaviani, Trya
Health and Medical Journal Vol 7, No 3 (2025): HEME September 2025
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v7i3.1816

Abstract

Candida onychomycosis is an infection of the nails of the hands or feet caused by Candida sp. Green nail discoloration (GND) is a greenish discoloration of the nail due to bacterial infection, fungal infection or polymicrobial infection. Candida species fungi are fungal pathogens reported to be associated with GND. A 22-year-old female complained of greenish-yellow colored right thumb nail since 3 months ago. The patient has a history of systemic lupus erythematosus (SLE) since 1 year ago. Dermatological status examination of the digiti I manus dexter region showed onychodystrophy, subungual hyperkeratosis and greenish yellow discoloration of the nail plate. Based on the results of history, physical examination and supporting examination, the patient was diagnosed onychomycosis with GND. The diagnosis of onychomycosis can be established by history taking, physical examination and supporting examination in the form of dermoscopy, microscopic nail scraping with 20% KOH, fungal culture and nail biopsy with Periodic Acid-Schiff's (PAS) histochemical painting. Green nail discoloration is one of the clinical manifestations in cases of onychomycosis. Candida sp. is reported as one of the fungal pathogens associated with GND. Management of onychomycosis requires a long time and aims to eliminate fungal pathogens and improve nail condition.
Pengaruh Gangguan Pendengaran Terhadap Konsentrasi Belajar Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Angkatan 2022 Abwah, Ratih Nurfatihasari; Rahmah, Marlyanti Nur; Pratama, Ahmad Ardhani; Arifuddin, Andi Tenri Sanna; Aisyah, Windy Nurul
Health and Medical Journal Vol 7, No 3 (2025): HEME September 2025
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v7i3.1856

Abstract

Latar Belakang: Gangguan pendengaran merupakan masalah kesehatan global yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Mahasiswa kedokteran sebagai kelompok dengan beban akademik tinggi rentan mengalami gangguan konsentrasi apabila terdapat gangguan pada fungsi pendengaran. Tujuan: Mengetahui pengaruh gangguan pendengaran terhadap konsentrasi belajar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia angkatan 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel sebanyak 96 mahasiswa dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh melalui pemeriksaan garpu tala (tes Rinne, Weber, Schwabach) dan kuesioner Student Learning Concentration Questionnaire (SLCQ-I). Data dianalisis dengan uji Chi Square (p < 0,05). Hasil: Sebagian besar mahasiswa dengan pendengaran normal memiliki konsentrasi tinggi (94,7%). Sementara itu, mahasiswa dengan gangguan pendengaran, baik konduktif maupun sensorineural, menunjukkan tingkat konsentrasi yang lebih rendah. Hasil uji Chi Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara gangguan pendengaran dan konsentrasi belajar (p = 0,001). Kesimpulan: Gangguan pendengaran berpengaruh signifikan terhadap konsentrasi belajar mahasiswa. Diperlukan perhatian dan intervensi pendidikan yang inklusif serta dukungan kesehatan untuk mengoptimalkan potensi akademik mahasiswa dengan gangguan pendengaran.
Nephroureterectomy for Pediatric Giant Wilms Tumor Marwanto, Pigur Agus; Ibrahim, Ibnu Sina
Health and Medical Journal Vol 7, No 3 (2025): HEME September 2025
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v7i3.1820

Abstract

Introduction: Wilms' tumor most often occurs in children, with an average age of about 3 to 4 years. About 75% of cases occur in young children aged less than 5 years. These tumors usually develop in one kidney. In the United States, surgery is the first treatment for most Wilms tumors, followed by chemotherapy. According to the International Society of Pediatric Oncology, neoadjuvant chemotherapy is performed first, followed by surgery. Case Presentation: Two Years and six months child was referred to our hospital with giant abdominal mass with difficulty to determine its origin due to its large size. On examination, it was found that the abdomen was distended with a mass palpable in all of quadrant of abdomen. A contrast enhanced abdominal CT showed a solid lumpy mass in the left kidney with a size of 22.36 x 19.66 x 17.12 cm. The renal mass crossed the midline and filled most of the abdominal cavity. The contra lateral kidney shows normal function. Discussion: The most patient come with presenting complaint was abdominal mass (50%), and 35% of the patients presented with an abdominal lump. Western studies reported 74% of patients presenting with an abdominal mass. A study by Guruprasad et al reported that 90% of their patients presented with abdominal mass. Conclusion: Combination of Neoadjuvant chemotherapy and Surgery is important in the management of Wilms Tumor. Radical Nephrectomy and Ureterectomy can be performed safely if performed by an experienced surgeon 
Perbandingan Penggunaan Media Audiovisual dan Media Asli Hidup dalam Praktikum Fisiologi "Uji Keseimbangan Kursi Baranny" di Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Nurfitriani, Nurfitriani; Dhuha, Alief; Amellia, Ade Yuli
Health and Medical Journal Vol 7, No 3 (2025): HEME September 2025
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v7i3.1730

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini membandingkan media pembelajaran audiovisual dengan media asli hidup pada praktikum fisiologi "Uji Keseimbangan Kursi Baranny". Metode konvensional membuat mahasiswa cenderung pasif, sehingga inovasi media pembelajaran diperlukan untuk meningkatkan efektivitas belajar.Tujuan: Menentukan perbedaan hasil pembelajaran menggunakan media audiovisual dan kombinasi audiovisual+media asli hidup.Metode: Penelitian ini menggunakan metode Quasi-Eksperimen Post-Test Only Group dengan total sampling mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah angkatan 2023 (193 orang). Data dianalisis menggunakan SPSS v.25 uji Chi- Square. Hasil: Rerata post-test menunjukkan bahwa kelompok audiovisual+media asli hidup memiliki tingkat kelulusan 79,2% dibanding kelompok audiovisual saja (62,3%). Perbedaan signifikan ditemukan dengan nilai sig 0,009 (p<0,05).Kesimpulan: Penggunaan media audiovisual+media asli hidup lebih efektif dibandingkan audiovisual saja dalam praktikum fisiologi.
Aspek Imunologi pada Diagnosis dan Tatalaksana Graves’ Disease Aprilia, Dinda; Decroli, Eva; Kam, Alexander; Rahayuningsih, Sri Puji
Health and Medical Journal Vol 7, No 3 (2025): HEME September 2025
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v7i3.1722

Abstract

Graves’ Disease (GD) adalah penyebab hipertiroidisme paling umum yang mengenai kelenjar tiroid. Penyakit ini merupakan salah satu bagian dari Autoimmune Thyroid Disease (AITD) yang bersifat spesifik organ (tiroid), yang ditandai dengan adanya autoantibodi yang menstimulasi Thyroid Stimulating Hormone Receptor (TSHR) pada kelenjar tiroid yang akan menyebabkan hiperplasia tiroid atau struma serta peningkatan produksi dan sekresi hormon tiroid. Graves’ disease merupakan interaksi yang kompleks antara mekanisme imunologi dan disfungsi tiroid. Penyakit ini berdampak negatif pada kualitas hidup dan dapat menimbulkan risiko psikosis, takiaritmia, dan gagal jantung. Sifat autoimunitas GD menyebabkan penyakit ini dapat kambuh kembali, sehingga pengelolaannya memerlukan waktu yang lebih lama, sama seperti pada penyakit autoimun lainnya. Pada penyakit ini, target pengobatan terbaru yaitu dengan memerhatikan mekanisme imunopatogenesis dasar terjadinya penyakit. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang aspek imunologis GD, dapat memfasilitasi pengembangan terapi yang lebih baik, yaitu terapi yang berfokus pada modulasi respons imun yang menjadi fokus utama dalam upaya untuk mengendalikan aktivitas penyakit dan mencegah komplikasi jangka panjang.
Karakteristik Hasil Pemeriksaan Laboratorium Pada Pasien Demam Berdarah Dengue di RS Ibnu Sina Makassar Tahun 2023 Iriani, Sastrawati Indah; Wahyu, Sri; Gayatri, Sri Wahyuni; Kartika, Irna Diyana; Nur, Muh. Jabal
Health and Medical Journal Vol 7, No 3 (2025): HEME September 2025
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v7i3.1835

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius, terutama di wilayah tropis seperti Indonesia. Meskipun diagnosis dan manajemen demam berdarah dengue telah berkembang, masih terdapat keterbatasan data mengenai karakteristik hasil pemeriksaan laboratorium pada pasien demam berdarah dengue di RS Ibnu Sina Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan menganalisis profil hematologi dan serologi pasien demam berdarah dengue. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui dan mendeskripsikan karakteristik hasil pemeriksaan laboratorium pada pasien demam berdarah dengue di RS Ibnu Sina Makassar tahun 2023, termasuk distribusi usia, jenis kelamin, derajat penyakit, serta kadar trombosit, leukosit, hematokrit, dan hasil serologi IgM/IgG. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif cross sectional dengan pendekatan retrospektif. Data sekunder diperoleh dari rekam medik 50 pasien demam berdarah dengue yang dirawat di RS Ibnu Sina Makassar pada tahun 2023. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan distribusi frekuensi dan karakteristik variabel yang diteliti. Hasil: Mayoritas pasien demam berdarah dengue berusia 19-44 tahun, dengan total 37 orang, dan lebih banyak di antaranya adalah laki-laki, yaitu 26 orang. Kadar trombosit mengalami penurunan, dengan rerata <150.000/µL pada 45 pasien. Sebagian besar pasien memiliki kadar leukosit dalam rentang normal (4.000-11.000/µL), yakni sebanyak 40 orang, dan hematokrit juga berada dalam rentang normal pada 35 pasien. Hasil serologi menunjukkan bahwa 36 pasien mengalami infeksi primer (IgM+ IgG-). Dari segi derajat keparahan, mayoritas kasus berada pada Grade II, dengan 27 pasien, dan tidak ditemukan kasus demam berdarah dengue pada Grade III atau IV, menandakan dominasi derajat keparahan yang lebih rendah. Kesimpulan: Penelitian ini mengungkapkan bahwa mayoritas pasien demam berdarah dengue di RS Ibnu Sina Makassar mengalami infeksi primer dengan derajat keparahan rendah.
Manajemen Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 pada Puasa Ramadan Aprilia, Dinda; Decroli, Eva; Kam, Alexander; Ulvyana, Vyora
Health and Medical Journal Vol 7, No 3 (2025): HEME September 2025
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v7i3.1723

Abstract

Jumlah penyandang diabetes melitus (DM) tipe 2 di kalangan muslim global diperkirakan mencapai 148 juta, dengan sekitar 116 juta di antaranya melaksanakan ibadah puasa Ramadan. Sebanyak 45% populasi muslim dunia berada di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar. Kondisi ini menimbulkan tantangan klinis karena banyak penyandang DM tipe 2 tetap berpuasa meskipun berisiko mengalami komplikasi akibat perubahan pola makan dan pengobatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi keamanan dan efektivitas manajemen diabetes tipe 2 selama puasa Ramadan serta menyusun rekomendasi berbasis bukti bagi penyandang diabetes. Penelitian ini merupakan tinjauan literatur sistematis terhadap studi-studi yang membahas manajemen DM tipe 2 selama Ramadan, dengan pencarian artikel dari database PubMed, Scopus, dan Google Scholar menggunakan kata kunci “diabetes tipe 2”, dan “puasa ramadhan”. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa dengan perencanaan yang baik, termasuk edukasi pra-Ramadan, penyesuaian terapi farmakologis, dan pemantauan glukosa yang adekuat, sebagian besar penyandang DM tipe 2 dapat menjalankan puasa dengan aman. Namun, komplikasi seperti hipoglikemia, hiperglikemia, ketoasidosis diabetikum (KAD), dan dehidrasi tetap menjadi risiko utama bagi mereka yang berpuasa tanpa panduan medis. Terdapat kebutuhan mendesak akan pedoman praktis dan individualisasi manajemen DM tipe 2 selama Ramadan untuk meminimalkan risiko komplikasi dan meningkatkan keamanan beribadah bagi penyandang diabetes.
Hubungan Kecemasan Terhadap Sindrom Dispepsia pada Mahasiswa Tingkat Akhir Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang Maribeth, Annisa Lidra; Khomeini, Khomeini; Indah, Dewi
Health and Medical Journal Vol 7, No 3 (2025): HEME September 2025
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v7i3.1606

Abstract

Latar belakang: Mahasiswa tingkat akhir dikatakan sudah memasuki fase quarter life crisis dan mengalami peningkatan kecemasan pada fase ini. Kecemasan dapat berimbas pada fungsi tubuh, berupa beberapa gejala fisik dan kognitif, seperti mempengaruhi fungsi saluran pencernaan melalui mekanisme brain – gut – axis yang memungkinkan gangguan psikologis dapat mempengaruhi aktivitas motorik, sensorik, dan sekretori pada traktus gastrointestinal dan menyebabkan timbulnya gejala-gejala pada sindrom dispepsia. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara kecemasan dan sindrom dispepsia pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross sectional menggunakan data primer dengan jumlah sampel 81 responden. Analisa data univariat disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan analisa bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian ini mahasiswa yang memiliki Kecemasan normal sebanyak 37 orang (45,7%), 20 orang (24,7%) kategori kecemasan ringan, 15 orang (18,5%)  kategori kecemasan sedang, 9 orang (11,1%) kategori kecemasan berat. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan signifikan kecemasan terhadap kejadian sindrom dispepsia dengan nilai p yaitu 0,018 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kecemasan dan sindrom dispepsia pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang
Beyond the Scales: Histopathologic Insights into Pityriasis Lichenoides Chronica Nur Laili, Utiya; Murasmita, Alamanda
Health and Medical Journal Vol 7, No 3 (2025): HEME September 2025
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v7i3.1728

Abstract

Introduction: Pityriasis lichenoides is an inflammatory skin condition characterized by papular, squamous or necrotic lesions. Currently, studies that accurately correlate clinical subtypes with histologic features are rare. The aim of this study is to describe the clinical and histopathologic features of chronic pityriasis lichenoides especially in adults. Case: A 30-year-old male with complaints of reddish papules and nodules on the body and both hands since 10 years ago. The patient initially complained of reddish papules and nodules on the chest then increasingly spread to the whole body, back and both hands. The papules and nodules were slightly painful and did not itch. On histopathological examination, the epidermal layer showed hyperkeratosis, acanthosis, spongiosis and basal cell vacuolization, while the dermis layer showed perivascular infiltrate dominated by lymphocytes with eosinophil cells obtained 1 cell and a little melanin dropping. Discussion: The histopathologic impression supports the diagnosis of chronic pityriasis lichenoides. The histopathologic picture of the patient showed vacuolar interface dermatitis with parakeratosis, exocytosis, erythrocyte extravasation, necrotic keratinocytes, spongiosis and perivascular lymphocytic infiltration. This case report shows the characteristic histopathologic features of lichenoid (interface) dermatitis and lymphocytic vasculitis which are typical histopathologic markers in patients with chronic pityriasis lichenoides. Conclussion: Pityriasis lichenoides is essentially a lymphocytic vasculitis with associated inflammatory cell infiltration showing exocytosis into the epidermis with blurring of the dermoepidermal interface
Gambaran Korban Kekerasan Fisik pada Anak di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan Tahun 2022-2023 Marbun, Doaris Ingrid; Hutasoit, Henry Thomson Jamiler; Pasaribu, Juang Aprianto
Health and Medical Journal Vol 7, No 3 (2025): HEME September 2025
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v7i3.1700

Abstract

Pendahuluan: Kekerasan terhadap anak adalah masalah global signifikan yang mempengaruhi jutaan anak setiap tahunnya, menyebabkan kerugian fisik dan emosional. Di Indonesia, tingkat kekerasan terhadap anak masih sangat tinggi dengan berbagai bentuk kekerasan seperti perlakuan fisik, emosional, dan seksual yang sering dilaporkan. Tujuan Penelitian: Untuk mengeksplorasi karakteristik korban kekerasan anak di RSUD Dokter Pirngadi Medan selama tahun 2022-2023, serta memeriksa prevalensi, jenis cedera, dan tingkat keparahan trauma yang dialami oleh korban kekerasan fisik. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non-eksperimental dengan pendekatan kuantitatif, menganalisis catatan medis dan laporan forensik dari rumah sakit, berfokus pada anak-anak yang dirujuk untuk penilaian kekerasan fisik, dan mengecualikan kasus kekerasan emosional, seksual, dan pengabaian. Data dikumpulkan dengan memeriksa laporan forensik yang merinci jenis cedera dan lokasi-lokasinya pada tubuh korban. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas korban adalah remaja laki-laki (76,2%), dengan trauma tumpul sebagai jenis cedera yang paling umum (88,4%). Sebagian besar cedera dikategorikan sebagai minor (90,7%), dengan memar dan goresan sebagai jenis luka yang paling sering ditemui, dan kepala sebagai lokasi cedera yang paling sering terjadi (44,8%). Temuan ini menunjukkan prevalensi tinggi kekerasan fisik di antara remaja laki-laki, dengan trauma tumpul yang sering menyebabkan cedera minor terutama di kepala. Kesimpulan: Penelitian ini menyoroti kebutuhan mendesak untuk intervensi yang ditargetkan guna mengatasi tingginya kejadian kekerasan fisik terhadap anak, khususnya pada remaja laki-laki. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengeksplorasi faktor-faktor sosio-kultural yang berkontribusi pada pola cedera serta memperkuat strategi pencegahan.