cover
Contact Name
Nelly Budiharti
Contact Email
iijti@scholar.itn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
iijti@scholar.itn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri
ISSN : 20878869     EISSN : 26153866     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Terbit dua kali dalam setahun pada bulan Maret dan September. Berisi gagasan, konseptual, kajian teori, aplikasi teori dan kajian buku Teknik Industri. Makalah yang masuk ditelaah oleh mitra bestari yang kompeten di bidang teknik dan manajemen industri.
Arjuna Subject : -
Articles 383 Documents
OPTIMALISASI JUMLAH TENAGA MUAT BARANG DENGAN MODEL ANTRIAN DI PT. MANDIRI PASURUAN Mujiono Mujiono; Agus Subagio
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 2 No 2 (2012): inovatif Vol. 2 No. 2
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa system antrian pemuatan barang dan menentukan jumlah tenagamuat yang optimal dalam system antrian pemuatan barang di PT. Mandiri. Apakah perlu penambahan tenagamuat untuk mengurangi antrian pemuatan atau pengurangan tenaga muat untuk mengurangi biaya operasional.Data diambil langsung observasi di PT Mandiri dan hasilnya di checklist. Sedangkan data yang diperlukanadalah data kedatangan mobil, waktu muat barang,biaya fasilitas dan pendapatan pemuatan. Pemecahan masalahmenggunakan pedekatan metode antrian Multi Channel Single Phase dengan disiplin antrian First Come FirstService Notasi model antrian (M/M/S) : (GD//) atau Populasi tak terbatas dengan pelayanan majemuk.Berdasarkan perhitungan dengan jumlah muatan antara 80.000 sampai dengan 90.000 carton perharidengan menggunakan program Arena 5.0 diperoleh hasil penelitian dengan tenaga muat yang optimal adalahjumlah 4 server ( 8 orang tenaga muat ) dengan  0,7044 s L artinya terdapat 70,44 %, rata-rata jumlah mobilmuat dalam system.  0,1758 artinya tingkat kegunaan fasilitas pemuatan sebesar 17,58 %.danTC  Rp.56,263, per jam artinya total biaya Rp. 56.263,- per jam
PENINGKATAN KUALITAS LIMBAH SERUTAN KAYU DENGAN METODE SCOURING SEBAGAI PRODUK NON WOVEN Iftitah Ruwana; Nova Indiani; Fitria Wahyuningsih; Jauharatul Chusnia
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 2 No 2 (2012): inovatif Vol. 2 No. 2
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kayu merupakan bahan yang banyak digunakan untuk keperluan sehari-hari karena mempunyai sifat dan karakteristikyang unik. Serat serutan kayu merupakan hasil dari limbah kayu yang tidak terpakai, limbah ini berasal dari industri meubel yang kemudian dimanfaatkan menjadi suatu produk dengan menggunakan metode tertentu yaitu metode scouring. Kayu merupakan hasil hutan yang mudah diproses untuk dijadikan barang sesuai dengan kemajuan teknologi dan kayu memiliki sifat yang tidak dapat ditiru oleh bahan lain.Untuk memanfaatkan limbah serat kayu tersebut maka perlu adanya suatu proses atau metode yang digunakan. Dalam hal ini dengan metode scouring yang dianggap paling tepat dalam memproses serat kayu tersebut dengan menggunakan beberapa sebagai zat pemasaknya. Tujuan dilakukannya metode ini karena untuk menghilangkan kotoran yang ada pada serat kayu dan agar proses penyempurnaan selanjutnya dapat berjalan dengan baik serta zat-zat lain yang akan diberikan dapat terserap dengan baik dan memperbaiki kenampakan serat.Limbah serat kayu tersebut akan dimanfaatkan menjadi suatu produk tekstil non woven yang dapat dijadikan berbagai macam produk. Non woven dibuat tanpa adanya anyaman dan jeratan, serat-serat tersebut langsung dibuat menjadi sebuah lembaran-lembaran. Jadi serat-serat tidak djadikan benang terlebih dahulu melainkan kain tersebut dihasilkan dari serat-serat yang diikat saling kunci atau kedua-duanya dengan cara pengepresan.
PEMBUATAN KECAP MANIS DARI LIMBAH IKAN TONGKOL ( Euthynnus Affinis ) Siswi Astuti; Maria Mustikaningrum; Marissa Haryati
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 2 No 2 (2012): inovatif Vol. 2 No. 2
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan kecap manis dari limbah ikan tongkol (Euthynnus Affinis). Penelitian ini meliputi penentuan jenis larutan perendam yang cocok diantara tiga larutan perendam yaitu larutan asam jawa, larutan jahe dan larutan jeruk nipis dan penentuan konsentrasi yang optimum enzim papain yang digunakan. Proses pembuatan kecap ini menggunakan cara hidrolisis enzimatis dengan pH netral sehingga konsentrasi larutan perendam ditetapkan sebesar 7 gram asam jawa, 7gram jahe dan 7 gram jeruk nipis yang masing-masing dilarutkan dalam 50 mL aquadest dan penggunaan enzim papain sebesar 0,6, 0,8%, 1%, 1,2%1,4% terhadap berat ikan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas kecap manis terbaik dihasilkan dengan larutan perendam asam jawa dengan konsentrasi enzim papain sebesar 0,6%. Kecap manis dari limbah ikan tongkol ini memiliki kadar protein sebesar 17,5688%, asam amino 9,0948%, pH 6, NaCl 5,8924%, logam Pb 0,01ppm, Cu 4,5105ppm, Zn 13,1652ppm, Hg negative, As negative, angka lempeng total 1,35x102, E. Coli negative, Salmonella negative, kapang negative, S,Aerous negative, total gula 20,4432%, viscositas 17,7cps.
DESAIN STASIUN KERJA PROSES PELUNAKKAN DAN PEMBENGKOKKAN ROTAN UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DI UD. RUKUN ROTAN-BALEARJOSARI MALANG Sanny Andjar Sari
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 2 No 2 (2012): inovatif Vol. 2 No. 2
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses Pelunakkan Rotan ini merupakan sangat penting karena berhubungan dengan proses pembengkokkan rotan dimana proses ini sangat mempengaruhi kualitas dan bentuk yang dikehendaki pada produk mebel rotan. Kondisi rotan yang keras akan mengakibatkan proses pembengkokan menjadi sulit dan hasil yang didapat menjadi tidak sesuai. Sedangkan proses pelunakkan rotan sendiri membutuhkan waktu yang sangat lama kurang lebih selama 1,5 jam untuk setiap proses pelunakkan rotan dan memerlukan energi yang banyak .Metode Penelitian yang dipergunakan dengan mengumpulkan data waktu proses pelunakkan dan pembengkokkan rotan, aktifitas operator pada saat bekerja, posisi kerja operator, data antropometri, kemudian dianalisa data waktu dan antropometri untuk nantinya dipergunakan sebagai pedoaman dalam mendesain suatu stasiun kerja pada proses pelunakkan dan pembengkokkan rotan tersebut .Hasil penelitian menunjukkan bahwa Produktifitas kerja operator mengalami peningkatan dikarenakan adanya perubahan pada sistem stasiun kerja pelunakkan dan pembengkokkan rotan. Produktifitas meningkat dilihat dari meningkatnya waktu standart sebesar 38,36 menit untuk proses pelunakkan dan 17.4 detik / pembengkokan (1 rotan) untuk proses pembengkokan. Sedangkan peningkatan Ouput standart (Os) untuk proses pelunakkan mengalami peningkatan sebesar 86.07 % dan untuk proses membengkokan rotan mengalami peningkatan sebesar 14.14 %.
ANALISIS KUALITAS LAYANAN TERHADAP SISWA SMA NEGERI I LAWANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE SERQUAL (SERVICE QUALITY) DAN QFD (QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT) Addy Utomo; Sony Haryanto
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 2 No 1 (2012): inovatif Vol. 2 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini pada dasarnya adalah ingin mengukur seberapa besar kesenjangan yang terjadi antara kepuasan siswa dalam hal layanan yang telah diberikan oleh SMA NEGERI I Lawang (SMANELA) dengan layanan yang mereka harapkan, Untuk mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa atas pelayanan yang diberikan oleh SMANELA, serta ingin memberikan usulan action plan untuk peningkatan kualitas layanan di Sekolah.Dari hasil analisis dengan mengunakan metode SERVQUAL, terdapat tiga dimensi yang terjadi sebuah gap/kesenjangan negatif diseluruh dimensi dan hal ini harus diperhatikan oleh pihak sekolah karena merupakan harapan dari para siswa. Kepuasan terhadap pelayanan yang diberikan oleh sekolah adalah berdasarkan hasil analisis serqual secara keseluruhan kualitas pelayanan yang diberikan oleh SMANELA adalah baik, di mana hal ini ditunjukkan dengan nilai kualitas yang mendekati 1 yaitu Q = 0,956 (Q  1). Kesenjangan yang terjadi antara kepuasan siswa mengenai layanan yang telah diberikan oleh sekolah dengan layanan yang mereka harapkan adalah masih tinggi harapan siswa dari pada kenyataan yang diberikan oleh SMANELA. Di sini terdapat kesenjangan dari seluruh dimensi yang terbesar dari kelima dimensi tersebut adalah pada dimensi tangible, yang memiliki gap sebesar 0,425. Peningkatkan kualitas pelayanan di SMANELA dengan metode Quality Function Deployment (QFD) adalah berdasarkan masing-masing variabel perlu ditingkatkan.
APLIKASI ERGONOMI PADA DESAIN KOMPOR GAS PORTABLE Dayal Gustopo; Sanny Andjar Sari
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 2 No 1 (2012): inovatif Vol. 2 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan penelitian secara langsung dimana masih banyak orang yang menggunakan kompor dengan bahan bakar minyak tanah yang keberadaanya semakin menipis. Selain itu juga kompor gas yang digunakan sekarang ini sistem pembakarannya kurang efisien karena banyak bahan bakar yang habis terpakai dan desain yang kurang ergonomis, sehingga dibutuhkan alternatif kompor yang menggunakan bahan bakar gas LPG.Metode yang digunakan dalam penelitian ini melalui tahapan pengumpulan data antropometri dan data observasi waktu kerja yang sudah diuji keseragaman data dan kecukupan datanya kemudian dilakukan pengolahan data dengan cara perhitungan persentile ( 5% ). Antropometri yang dipergunakan pada kompor gas portable yang ergonomis adalah tinggi siku berdiri, jangkauan tangan ke depan, dan genggaman tangan. Selain itu analisa yang digunakan pada kompor gas portable adalah analisa aktifitas, analisa kebutuhan, analisa teknik, analisa bahan, dan analisa estetika.Dari data diatas maka akan didapat dimensi alat yang sesuai dengan ukuran tubuh operator. Sehingga dalam perancangan alat baru menghasilkan waktu baku = 18.26 menit/memasak sate dan output standar = 0.05 memasak 20 sate/menit. Sedangkan pada alat lama menghasilkan waktu baku = 23.42 menit/memasak sate dan output standar = 0.04 memasak 20 sate/menit. Jadi prosentase kenaikan output standar mencapai 25%.
OPTIMALISASI PENINGKATAN PRODUKSI INDUSTRI KECIL TAPE DENGAN MENETAPKAN ARAH PENGEMBANGAN INDUSTRI TEPAT GUNA Maria Christina Endarwati
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 2 No 1 (2012): inovatif Vol. 2 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri kecil tape terdapat di Desa Bendowulung, Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar. Industri tape sudah ada lebih dari 50 tahun dengan tingkat pertumbuhan 2% tahun. Seluruh unit usah tape (47 unit) mengambil bahan baku dari tempat yang sama yaitu Desa Karangrejo. Sehingga dikhawatirkan ketersediaan bahan baku di masa mendatang tidak dapat terpenuhi. Selain itu modal yang dimiliki produsen tape terbatas sehingga industri ini sulit berkembang. SDM atau tenaga kerja masih berasal dari lingkungan sekitar. Pada beberapa unit usaha volume produksi nampaknya dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, usia, lama usaha dan kepemilikan tenga kerja dari luar anggota keluarga. Seluruh produsen tape (47 unit) mempunyai keterampilan terbatas sehingga hasil produksi sama yaitu hanya tape singkong dan petani ketela pohon juga memiliki keterampilan yang terbatas pula. Teknologi yang digunakan pada pertanian ketela dan industri kecil tape adalah tradisional. Tujuan dari penelitian ini adalah pengembangan industri kecil tape dengan cara meningkatkan volume produksi tape tanpa menambah jumlah unit usaha yang sudah ada, melalui pengembangan bahan baku, modal, tenaga kerja, skill dan teknologi yang sudah ada saat ini. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Metode yang digunakan terdiri dari analisa deskriptif kuantitatif, analisa chi-squer, dan analisa statistik atau matematika sederhana. Kegiatan penelitian dilakukan pada Desa Bendowulung sebagai lokasi industri kecil tape dan pada Desa Karangrejo sebagai lokasi bahan baku. Jumlah subjek penelitian sebanyak 80 orang, terdiri dari 47 produsen tape, 20 petani ketela pohon, 10 pedagang ketela pohon, Kepala Desa Bendowulung, Kepala Desa Karangrejo dan satu Pejabat dari Kecamatan Sanankulon. Kegiatan survey lapangan dilakukan dengan menggunakan instrumen penelitian berupa desain survey, lembar wawancara dan lembar kuesioner. Hasil dari penelitian ini adalah luas perkebunan ketela pohon menjadi 288 ha dan jumlah petani 284 orang. Sumber bantuan modal dari Bank BRI, total jumlah tenaga kerja menjadi 183 orang, diadakan pelatihan keterampilan kepada produsen tape, mengoptimalkan teknologi yang sudah ada. Pengembangan semua hal tersebut dilakukan untuk mendukung kenaikan volume produksi sebesar 90% per unit usaha tape.
PERANCANGAN TUNGKU PEMBAKARAN UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH MEDIS Sanny Andjar Sari; Sri Indriani
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 2 No 1 (2012): inovatif Vol. 2 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat ini masalah yang sering dialami oleh orang – orang yang bekerja di bidang kedokteran adalah dalam hal meminimalisasi adanya penularan virus atau bakteri yang dihasilkan dari limbah medis, salah satunya dengan melakukan pembakaran jarum suntik, dimana pada saat ini pengoperasian alat dilakukan hanya 2 minggu sekali dengan volume jarum suntik sebanyak kurang lebih 1 m3. Alat pembakaran tersebut hanya dimiliki oleh instansi kedokteran yang berskala besar. Hal itu membuat instansi – instansi kedokteran berskala kecil seperti puskesmas atau klinik kedokteran mengalami masalah dengan penanganan limbah medis ini.Oleh sebab itu diperlukan suatu alat rancangan yang dapat digunakan pada di instansi kedokteran berskala kecil dengan menggunakan prinsip – prinsip ergonomi yang meliputi perhitungan waktu proses pembakaran, menentukan dan menghitung antropometri, analisis torsi tahap akhir menghitung waktu standart dan out put standart setelah tungku dirancang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan suhu pembakaran lebih dari 10000 C dapat diperoleh hasil pembakaran lebih maksimal yaitu sisa jarum suntik yang telah bersih dari virus dan bakteri medis, selain itu posisi kerja operator terjadi perbaikan posisi tubuh yaitu dari 65 Lb / ft menjadi 27 Lb / ft sehingga dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi operator.
ANALISA PENGARUH JUMLAH SUB NOZZLE DAN RPM TERHADAP KUALITAS KAIN E – 208 TC PADA MESIN AIR JET LOOM TYPE JALS-T 600 Kiswandono Kiswandono
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 2 No 1 (2012): inovatif Vol. 2 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pabrik tekstil merupakan salah satu industri yang sangat vital di Indonesia untuk kebutuhan sandang, belum memenuhi kualitas produk yang diinginkan. Meskipun kondisi proses produksi bagian – bagian dari mesin yang bisa meningkatkan kualitas kain, salah satunya yaitu jumlah sub nozzle dan Rpm yang dapat meningkatkan kualitas kain. Tujuan penelitian untuk menganalisa pengaruh jumlah sub nozzle dan Rpm terhadap kualitas kain yang ditimbulkan. Dalam penelitian menggunakan metode eksperimental dengan diuji melalui analisa statistik : uji dua varian, uji dua harga rata – rata, analisa faktorial dan korelasi berganda. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan, bahwa jumlah sub nozzle dan Rpm berpengaruh terhadap kualitas kain di mana kualitas kain terbaik diperoleh dengan jumlah sub nozzle 24 psc dengan Rpm 670 ppm dengan rata – rata cacat 10 point per 21 yard kain, sehingga memperoleh grade AA.
PENGARUH KEMAMPUAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN (STUDI PADA KARYAWAN PTS. X MALANG) Edy Soetanto
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 2 No 1 (2012): inovatif Vol. 2 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada tinjauan teoritis dan empiris, bahwa kinerja karyawan dipengaruhi oleh dua variabel yaitu kemampuan dan motivasi kerja. Pengujian yang dilakukan meliputi pengaruh langsung antara variabel kemampuan terhadap kinerja, pengaruh variabel motivasi kerja terhadap kinerja, serta pengaruh kemampuan dan motivasi kerja secara bersama-sama terhadap kinerja karyawan.Lokasi penelitian dilakukan di PTS. X Malang. Penelitian ini dilakukan dengan cara metode penyebaran kuesioner dan wawancara terhadap sampel yang terdiri dari karyawan tetap sebanyak 55 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan Likert Summarated Rating, sebagai alat uji analisis penelitian. Uji statistik yang digunakan adalah statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Uji tersebut meliputi uji validitas dan reliabilitas instrumen, uji asumsi klasik dan uji regresi berganda. Dari uji validitas dan reliabilitas dihasilkan kuesioner valid dan reliabel. Uji asumsi klasik model semua terpenuhi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh kemampuan kerja terhadap kinerja karyawan dengan nilai () 0.463, pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja dengan nilai () 0.357, pengaruh kemampuan dan motivasi kerja secara simultan terhadap kinerja karyawan dengan nilai () 0.552. Adapun hasil uji statistik berdasarkan uji F hitung sebesar 31.982 dengan signifikansi 0.00. Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa ada pengaruh yang signifikan antara kemampuan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan. Kemampuan dan motivasi kerja merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dan sudah selayaknya suatu organisasi baik manufaktur maupun jasa memperhatikan dua hal tersebut untuk dapat meningkatkan kinerja para karyawannya.

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 1 (2025): Inovatif Vol. 15 No. 1 Vol 14 No 2 (2024): Inovatif Vol. 14 No. 2 Vol 14 No 1 (2024): Inovatif Vol. 14 No. 1 Vol 13 No 2 (2023): Inovatif Vol. 13 No. 2 Vol 13 No 1 (2023): Inovatif Vol. 13 No. 1 Vol 12 No 2 (2022): Inovatif Vol. 12 No. 2 Vol 12 No 1 (2022): Inovatif Vol. 12 No. 1 Vol 11 No 2 (2021): Inovatif Vol. 11 No. 2 Vol 11 No 1 (2021): Inovatif Vol. 11 No. 1 Vol 10 No 2 (2020): Inovatif Vol. 10 No. 2 Vol 10 No 1 (2020): Inovatif Vol. 10 No. 1 Vol 9 No 2 (2019): Inovatif Vol. 9 No. 2 Vol 9 No 1 (2019): Inovatif Vol. 9 No. 1 Vol 9 No 1 (2019): Jurnal Inovatif Industri Vol 8 No 2 (2018): Inovatif Vol. 8 No. 2 Vol 8 No 1 (2018): Inovatif Vol. 8 No. 1 Vol 8 No 2 (2018): INDUSTRI INOVATIF - JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 8 No 1 (2018): INDUSTRI INOVATIF - JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 7 No 2 (2017): Inovatif Vol. 7 No. 2 Vol 7 No 1 (2017): inovatif Vol. 7 No. 1 Vol 7 No 2 (2017): INDUSTRI INOVATIF - JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 7 No 1 (2017): INDUSTRI INOVATIF - JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 6 No 2 (2016): inovatif Vol. 6 No. 2 Vol 6 No 1 (2016): Inovatif Vol. 6 No. 1 Vol 6 No 2 (2016): Jurnal Industri INOVATIF Vol 6 No 1 (2016): Jurnal Industri INOVATIF Vol 5 No 2 (2015): inovatif Vol. 5 No. 2 Vol 5 No 1 (2015): inovatif Vol. 5 No. 1 Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Industri INOVATIF Vol 5 No 1 (2015): Jurnal Industri INOVATIF Vol 4 No 2 (2014): inovatif Vol. 4 No. 2 Vol 4 No 1 (2014): inovatif Vol. 4 No. 1 Vol 4 No 2 (2014): Jurnal Industri INOVATIF Vol 4 No 1 (2014): Jurnal Industri INOVATIF Vol 3 No 2 (2013): inovatif Vol. 3 No. 2 Vol 3 No 1 (2013): inovatif Vol. 3 No. 1 Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Industri INOVATIF Vol 3 No 1 (2013): Jurnal Industri INOVATIF Vol 2 No 2 (2012): inovatif Vol. 2 No. 2 Vol 2 No 1 (2012): inovatif Vol. 2 No. 1 Vol 1 No 2 (2011): inovatif Vol. 1 No. 2 Vol 1 No 1 (2011): inovatif Vol. 1 No. 1 More Issue