cover
Contact Name
Hadrian Erlanda
Contact Email
hadrian2011@live.com
Phone
-
Journal Mail Official
hadrian2011@live.com
Editorial Address
-
Location
Kota bukittinggi,
Sumatera barat
INDONESIA
Human Care Journal
ISSN : 26855798     EISSN : 2528665X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Human Care akan menerbitkan artikel tentang, keperawatan, kesehatan masyarakat, kebidanan, fisioterapy, farmacologi dan analis kesehatan, ilmu kedokteran jurnal ini akan terbit 3 kali dalam satu tahun pada bulan Februari, Juni dan Oktober, jurnal Human Care diterbitkan oleh Stikes Fort De Kock bekerja sama dengan organisasi profesi kesehatan dan organisasi peneliti kesehatan Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 475 Documents
DETERMINAN HEALTH BELIEF MODEL: PERSEPSI KERENTANAN DAN PERSEPSI KESERIUSAN TERHADAP PERILAKU IBU DALAM MEMBERIKAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI USIA 0 -12 BULAN LENGKAP DI KOTA PARIAMAN TAHUN 2020 desi irawati
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 3 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i3.1171

Abstract

Program imunisasi merupakan salah satu upaya pencegahan penyakit, Pemberian IDL pada bayi dipengaruhi pengetahuan, sikap pekerjaan, umur dan pendidikan ibu. Pembentukkan perilaku ibu dapat dijelaskan dengan pendekatan teori health belief model (efikasi diri, persepsi ancaman, persepsi hambatan, persepsi kerentanan,persepsi manfaat, dan keseriusan)Penelitian dengan metode kombinasi (mixed methods), dengan Sequential Explanatory Design (urutan pembuktian). Pengumpulan data kuantitatif dengan kuesioner, dan kualitatif dengan metode wawancara mendalam (indepth interview)  dan dilakukan dari bulan Januari – Februari 2021 pada 39 ibu bayi dan 12 informan pada 5 puskesmas di Kota PariamanHasil penelitian hubungan  (pengetahuan  p= 0.180, sikap  p = 0.180, umur  p = 0.337, pendidikan p = 0.265, pekerjaan p = 0.230).   variable health belief model (efikasi diri p = 0.001, persepsi manfaat p = 0.001, persepsi hambatan p = 0.001persepsi ancaman p = 0.001, persepsi kerentanan p = 0.015 dan persepsi keseriusan p = 0.001) diharapkan ada pendekatan dan promosi untuk memotivasi ibu untuk pencapaian imunisasi dasar lengkap pada bayiDisarankan kepada dinas kesehatan melalui puskesmas agar melakukan upaya promotif dan preventif dengan menyediakan sarana informasi yang mudah diakses masyarakat seperti leaflet dan poster tentang pentingnya imunisasi pada bayi untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kekebalan tubuh   Kata kunci : Determinan, Health Belief Model,Perilaku , Imunisasi Dasar LengkapDaftar Bacaan :63  (2001-20019) 
EFEKTIFITAS EKSTRAK BUAH APEL MERAH (MALLUS DOMESTICA) TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL MENCIT (MUS MUSCULUS) Loly Novita Winas
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 3 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i3.1698

Abstract

Perkembangan zaman yang semakin canggih menyebabkan banyaknya penyakit yang muncul akibat ketidakseimbangan pola makan dan pola hidup. Salah satu penyakit yang muncul akibat perubahan gaya hidup seperti pola makan yang tidak seimbang yaitu hiperkolesterolemia. Penumpukan kolesterol merupakan salah satu faktor resiko penyakit kardiovaskular. Tujuan Penelitian ini mengetahui efektifitas ekstrak apel merah dan hijau terhadap penurunan kadar kolesterol total mencit dengan Jenis penelitian True Experimental Design dengan rancangan Posttest Only Control Design. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisa univariate dan bivariate dengan menggunakan Uji T-Test One Way Anova. Sampel pada penelitian ini sebanyak 32 ekor mencit mus musculus dengan 8 kelompok. Hasil penelitian didapatkan rata-rata kolesterol mencit pada kelompok yang diberikan apel merah yaitu 194,96 mg/dl dengan sd = 12,56. Sedangkan rata –rata kolesterol mencit pada kelompok yang diberikan apel hijau yaitu 189,52 mg/dl dengan sd = 14,90 mg/dl. Hasil uji statistik diperoleh p-value = 0,344 > 0,05 (Ho diterima), artinya tidak ada perbedaan kadar kolesterol mencit pada kelompok yang diberikan ekstrak apel merah dan apel hijau. Namun dilihat dari nilai mean bahwasanya apel hijau lebih efektif menurunkan kadar kolesterol yaitu 189,52 mg/dl dibandingkan dengan ekstrak apel merah dengan perbedaan selisih rata-rata kedua variabel yaitu 5,44 mg/dl.Kesimpulan pemberian ekstrak apel hijau lebih efektif untuk penurunan kadar kolestrol. Disarankan kepada penderita hiperkolesterolemia dan masyarakat untuk mengkonsumsi apel hijau agar kadar kolesterol darah tidak melebihi angka normal dan terhindar dari hiperkolesterolemia.    Kata Kunci : Apel Merah, Apel Hijau, Mencit Mus Musculus, Kolesterol
ANALISIS PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR MELALUI KEGIATAN CERDIK DI KOTA BUKITTINGGI TAHUN 2020 Nadia Amelia Fitri
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 3 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i3.967

Abstract

Penyakit tidak menular menjadi masalah kesehatan masyarakat yang menimbulkan kesakitan, kecacatan, dan kematian yang tinggi, serta menimbulkan beban pembiayaan kesehatan sehingga perlu dilakukan penyelenggaraan penanggulangan. Didapatkan data 71% penyebab kematian di dunia adalah penyakit tidak menular (PTM). Untuk Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan mengajak masyarakat untuk dapat menuju masa muda sehat dan hari tua nikmat tanpa Penyakit Tidak Menular (PTM) dengan perilaku “CERDIK” meliputi,C : cek kesehatan secara berkala E : enyahkan asap rokok R : rutin olahraga D : diet seimbang I : istirahat yang cukup K : kelola stres.Tujuan penelitian ini adalah untuk analisis pengendalian penyakit tidak menular melalui kegiatan CERDIK di 2 Puskesmas Kota Bukittinggi tahun 2020.Penelitian inimenggunakan kualitatif menggunakan pendekatan fenomenologidi lakukan pada bulan Maret-Juli 2020, informan  pada penelitian ini sebanyak 15 orang di 2 Puskesmas Kota Bukittinggi tahun 2020.Hasil kualitatif, input(Kebijakan, dana, sdm, sarana dan prasarana) belum sesuai pedoman, proses (sosialisasi, edukasi, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi sebagian besar sudah berjalan dengan baik,  output( cakupan kegiatan, ketepatan sasaran, watu dan distribusi) sudah sesuai.Kesimpulan Penelitian ini dari input, proses , output yang  belum sesuai yaitu input, proses sudah terlaksana, output sudah sesuai. Diharapkan dinas kesehatan dan puskesmas dapat bekerja sama membentuk suatu kebiajakan baru terhadap program CERDIK ini. Referensi :13(2007-2020)
HUBUNGAN PENGETAHUAN, KEBIASAAN MEROKOK DAN RIWAYAT KONTAK SERUMAH DENGAN KEJADIAN TB PARU Yulia Nita; Hary Budiman; Endang Sari
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 3 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i3.2060

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman mycobacterium tuberculosis. Jumlah pasien tuberkulosis paru di Indonesia [WU1] merupakan nomor tiga terbanyak setelah India dan Cina. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Tb paru di Kelurahan Lubuk Buaya.Penelitan ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu systematic random Sampling yaitu suatu teknik pengambilan sampel dengan interval tertentu dari kerangka sampel yang telah ditentukan. sampel dipilih secara kebetulan yang memenuhi kriteria inklusi yang berada di Kelurahan Lubuk Buaya Kota Padang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 96 responden. Penelitian ini dilakukan pada November 2019 – Juni 2020. Data dianalisis secara bivariat menggunakan uji statistik Chi- Square dengan tingkat kemaknaan 95% α= 0,05.  Berdasarkan hasil statistik didapatkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan merokok (p= 0,023) dan riwayat kontak serumah (p= 0,004) dengan kejadian Tb paru, sedangkan pada variabel pengetahuan tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan (p= 0,678) dengan kejadian Tb paruKata Kunci : Pengetahuan, Kebiasaan Merokok, Riwayat Kontak Serumah[WU2]  [WU1]Di wilayah penelitian? [WU2]Kata kunci biasanya diturunkan dari judul ‘ Tuberkolosis, Kejadian Tuberkolosis
PENGARUH PENGETAHUAN, EKONOMI DAN IKLIM TERHADAP KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI ASIA TENGGARA TAHUN 2022 (STUDI META ANALISIS) fauzan akbar; Efriza Efriza; Billy Harnaldo Putra
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 3 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i3.2315

Abstract

Latar Belakang : Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan pada masyarakat di Negara tropis maupun Negara sub-tropis. Asia Tenggara dan Pasifik Barat. 70% menjadi Beban Global yang terkena dampak yang parah adalah Negara di Asia. Penelitian ini bertujuan melihat determinan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Asia Tenggara, prinsip berbasis bukti (Evidance Based) sangat penting dalam menentukan kebijakan kesehatan.Metode : Metode penelitian Meta-analisis dengan analisis fixed effect model dan random effect model untuk menganalisis beberapa penelitian dengan menggunakan pendekatan sistematis dan teknik statistik untuk mengidentifikasi, menilai dan menggabungkan hasil penelitian ilmiah relevan dengan penelitian observasional determinan kejadian DBD di Asia Tenggara untuk mencapai kesimpulan yang lebih kuat. Hasil : Hasil pencarian artikel studi melalui database PubMed, Springer Link, Google Schoolar dan PLOS Neglected Tropical Diseases diperoleh 26 artikel studi penelitian yang relevan, 17 desain Cross-sectional, 6 desain Case Control dan 3 desain Cohort. Hasil dari telaah sistematis artikel studi ditemukan Pengetahuan OR 6.52 (CI 0.14-12.89), Ekonomi OR 1.66 (CI 0.85-1.38), dan Iklim OR 1.18 (CI 0.13-2.23). Kesimpulan : Kesimpulan penelitian khususnya bagi stakeholder kesehatan perlunya peningkatan promosi kesehatan terhadap pengetahuan masyarakat tentang pencegahan DBD terutama pada masyarakat yang berusia produktif baik usia sekolah maupun yang bekerja dengan mobilitas tinggi.Kata kunci        : Demam Berdarah Dengue (DBD), Pengetahuan, Ekonomi, iklim Meta-analisisDaftar Bacaan  : 36 (2015-2022)
TERAPI BERMAIN PUZZLE BERPENGARUH TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK DOWN SYNDROME DI SLB KOTA BUKITTINGGI Rindu Febriyeni Utami
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 3 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i3.2097

Abstract

Down syndrome merupakan suatu kondisi keterbelakangan perkembangan fisik dan mental anak yang diakibatkan adanya abnormalitas perkembangan kromosom yang ditandai dengan adanya kromosom tambahan pada kromosom 21. Pada dasarnya anak Down Syndrome usia sekolah mengalami keterlambatan motorik halus, kemampuan motorik halus dapat dikembangkan melalui aktivitas bermain yang berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil serta koordinasi antara mata dan tangan, diantaranya permainan puzzle. Metode Penelitian adalah Quasi Eksperimen dengan pendekatan one group pretest and posttest design. Alat ukur untuk motorik halus menggunakan KPSP (Koesioner Pra Skrining Perkembangan). Penelitian ini dilakukan selama 5 hari berturut-turut dengan durasi 30 menit dalam satu kali pertemuan. Sampel dalam  penelitian  ini  adalah  10  anak  penderita  down  syndrome  dari  umur  6-11  tahun.  teknik pengambilan sampel berupa purposive sampling, yaitu sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan oleh peneliti. Dari hasil penelitian diperoleh rata-rata tingkat motorik halus sebelum pemberian terapi berman puzzle adalah 6. Diperoleh rata-rata tingkat motorik halus sesudah pemberian terapi berman puzzle adalah 14,60. Hasil uji statistik menunjukkan adanya pengaruh pemberian terapi bermain puzzle terhadap perkembangan motorik halus anak down synrome dengan p = 0,005 < (α) ( 0,05 ). Dapat disimpulkan bahwa pemberian terapi bermain puzzle efektif terhadap perkembangan motorik halus anak down syndrome. 
STIGMA MASYARAKAT TERHADAP VAKSINASI COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BASO KABUPATEN AGAM TAHUN 2021 Rahmat Syukri; Del Fatma Wati; Athiyya Gusman
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 3 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i3.2292

Abstract

Vaccination realization for the Baso community in Agam Regency is still low. Based on data from the West Sumatra Health Office until September 2021, Agam Regency occupies the last position in vaccination achievements among 19 regencies and cities of West Sumatra. Wrong stigma and lack of information are the cause of the lack of public compliance in participating in the Covid-19 vaccination program. Stigma as a phenomenon that can affect the individual as a whole. The purpose of this study was to explore how the stigma of the community in the working area of the Baso Public Health Center towards the Covid-19 vaccination facilitated by the government. This is a qualitative study using the deep interview method and a phenomenological study approach. Purposive sampling was used to select participants. The number of participants is 9 people from Baso. Data analysis using Collaizi approach. The study's finding revealed two themes: the rejection of the Covid-19 vaccination due to the crisis of public confidence in the side effects of the vaccine and the acceptance of the Covid-19 vaccination by the public were based on compulsion. It is hoped that with this research, the services provided by local health centers will be even better, especially in providing education or health education to the public regarding the Covid-19 vaccination.
PREVALENSI PENYAKIT TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LASI KAB AGAM TAHUN 2022 Athosra Athosra; Maisyarah Maisyarah; Eka Budi Satria; Adriani Suwito
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 3 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i3.2308

Abstract

Tuberculosis is one of the global health problems that is a control commitment in the SDGs program with a sufficient number of incidents every year. In the working area of the Lasi Health Center where in 2020 there were 14 cases of tuberculosis and in 2022 it increased to 16 cases and 86 suspected cases of tuberculosis. This study aims to describe efforts to prevent tuberculosis in the working area of the Lasi Health Center in 2022.This research is quantitative with a descriptive approach. The population in the working area of the Lasi Health Center is 6,830 people. Sampling using a proportional sampling technique with a sample size of 99 people. Data collection used a questionnaire and data analysis including univariate analysis. The results showed socio-cultural (69.7%), physical environment of the house (74.7%) The conclusion is that the physical environment of the house is at risk for TB incidents and there are still many people who do not take TB prevention efforts. It is hoped that TB officers at the Lasi Health Center will carry out TB prevention in the community
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN PERSALINAN DENGAN KEPUASAN IBU BERSALIN DI RUMAH SAKIT ISLAM IBNU SINA BUKITTINGGI Media Fitri; Yellyta Ulsafitri; Yessi Ardiani
HUMAN CARE JOURNAL Vol 8, No 1 (2023): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v8i1.2311

Abstract

The quality of normal delivery care is delivery care services that are clean and safe at every stage of labor and can meet or exceed what is expected. The quality of normal delivery care is delivery care services that are clean and safe at every stage of labor and can meet or exceed what is expected of consumers for the services that have been provided. The quality and accessibility of health service facilities can be seen from the Maternal Mortality Rate (MMR). MMR in Indonesia in 2015 has indeed decreased, namely 359 (2012) to 305 (2015) per 100,000 live births and the number of maternal deaths in Indonesia in 2019 is 4,221 cases. This research aims to see the description of patient satisfaction with delivery room services at RSI Bukittinggi, so that the elements that are maintained and repaired by the Ibnu Sina Hospital Bukittinggi can be identified and can further improve the quality of its services.
ANALISIS SITUASI MASALAH PENYAKIT TIDAK MENULAR DI KOTA BUKITTINGGI Meilisa Meilisa; Ratna Djuwita; Eka Budi Satria
HUMAN CARE JOURNAL Vol 8, No 1 (2023): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v8i1.2196

Abstract

Masalah penyakit tidak menular selalu mengalami peningkatan. Data profil Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi tahun 2020 menunjukkan bahwa penyakit tidak menular termasuk dalam 10 penyakit terbanyak yaitu Hipertensi (22,55%), Diabetes Melitus (10,02%) dan Gastritis (6,14%). Tujuan analisis situasi ini untuk menentukan prioritas masalah penyakit tidak menular di Kota Bukittinggi. Desain studi adalah deskriptif observasional dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Analisis dilakukan pada bulan November 2021 s/d Januari 2022. Penentuan prioritas masalah menggunakan metode PAHO adapted Hanlon dengan kriteria penilaian berdasarkan besar masalah (A); keseriusan masalah (B) yang terdiri dari urgensi (B1), tingkat keparahan (B2), kerugian ekonomi (B3), dampak negatif (B4); efektivitas intervensi (C); ketidakadilan (E) dan faktor institusi (F). Masalah penyakit tidak menular prioritas adalah hipertensi (skor 35,28), diabetes melitus (skor 28,14) dan obesitas (skor 19,33). Upaya pencegahan dan pengendalian nya harus dilakukan secara paripurna melalui advokasi, kemitraan, jejaring dan peningkatan kapasitas dengan sektor lainnya.