cover
Contact Name
Hadrian Erlanda
Contact Email
hadrian2011@live.com
Phone
-
Journal Mail Official
hadrian2011@live.com
Editorial Address
-
Location
Kota bukittinggi,
Sumatera barat
INDONESIA
Human Care Journal
ISSN : 26855798     EISSN : 2528665X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Human Care akan menerbitkan artikel tentang, keperawatan, kesehatan masyarakat, kebidanan, fisioterapy, farmacologi dan analis kesehatan, ilmu kedokteran jurnal ini akan terbit 3 kali dalam satu tahun pada bulan Februari, Juni dan Oktober, jurnal Human Care diterbitkan oleh Stikes Fort De Kock bekerja sama dengan organisasi profesi kesehatan dan organisasi peneliti kesehatan Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 475 Documents
FAKTOR YANG MENYEBABKAN KETERLAMBATAN MULAI OPERASI PERTAMA PASIEN ELEKTIF: LITERATUR REVIEW muhammad zulfadli syahrul; Muthia Sukma
HUMAN CARE JOURNAL Vol 8, No 1 (2023): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v8i1.2334

Abstract

AbstractDue to the high cost of operating room, hospitals should optimized operating room (OR) efficiency. One parameter that has been used to predict OR efficiency is First Case On-Time Start (FCOTS). Delayed of FCOTS causes disruption to patient flow, waste of resources, reduces hospital performance and patient satisfaction. Objective: To determined associated factors of delayed of FCOTS in elective surgery Methods: Article searches were carried out through the PubMed and ScienceDirect databases using keywords (delay) AND (first case on time start) AND (elective surgery OR surgical OR case) AND (Factor associated OR reason OR cause). 265 articles were found, but only 13 articles and 2 book fit the review. Result: There are multiples factors in delayed of surgery. This literature review demonstrates health care provider related factor (e.g lack of discipline of the surgeon and anesthesiologist), hospital-related causes (e.g. unavailable operation room, inappropriate scheduling policy, and lack of beds), followed by work-up related causes (e.g. medically unfit and changes in the treatment plan), and patient-related causes (e.g. financial problem and patient refusal).Conclusion: Delayed FCOTS of elective surgery are influenced by three essential factors: health care provider related factors, hospital system related factors, and patient related factors.Keywords: delay, elective surgery, start time Abstrak Akibat tingginya biaya pengelolaan kamar operasi, rumah sakit dituntut mengoptimalkan efisiensi kamar operasi. Salah satu parameter yang digunakan untuk memprediksi efisiensi kamar operasi adalah waktu mulai operasi elektif pasien pertama. Keterlambatan ini  menyebabkan penumpukan pasien bedah elektif, pemborosan sumber daya, serta mengurangi kinerja rumah sakit dan kepuasan pasien. Tujuan: Mengetahui faktor penyebab keterlambatan dimulainya operasi pasien elektif pertama. Metode: Penelusuran artikel dilakukan melalui database PubMed dan Sciencedirect, menggunakan kata kunci  (delay) AND (first case on time start) AND (elective surgery OR surgical OR case) AND (Factor associated OR reason OR cause).  Total temuan artikel sebanyak 265, tetapi hanya 13 artikel dan 2 buku yang sesuai untuk dimasukkan dalam ulasan ini. Hasil: Ada berbagai faktor yang menyebabkan keterlambatan mulai operasi pertama pasien elektif. Literatur review ini menunjukkan adanya faktor terkait penyedia layanan kesehatan (misalnya kurangnya disiplin dokter bedah dan anestesi) merupakan alasan utama penundaan operasi, diikuti oleh faktor sistem rumah sakit (misalnya tidak tersedia ruang operasi, penjadwalan yang tidak baik, dan kurangnya tempat tidur), lalu ada faktor terkait pasien (misalnya masalah finansial dan penolakan pasien). Simpulan: Keterlambatan mulai operasi pertama pasien elektif dipengaruhi oleh 3 faktor penting yaitu faktor terkait penyedia layanan kesehatan,, faktor sistem rumah sakit, dan faktor pasien.Kata kunci: keterlambatan, operasi elektif, waktu mulai
THE EFFECT OF USING TYPES OF ATTRACTANTS TOWARD THE NUMBER OF AEGYPT EGGS CATCHED mila sari
HUMAN CARE JOURNAL Vol 8, No 1 (2023): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v8i1.2338

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue. Berdasarkan dari data tiga tahun terakhir Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi ditemukan penderita Demam Berdarah Dengue sebanyak 380, tahun 2017 dengan kasus sebanyak 99 kasus, tahun 2018 sebanyak 106 kasus, tahun 2019 sebanyak 69 kasus. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektifitas berbagai jenis atraktan sebagai perangkap telur nyamuk Aedes Aegypti.Penelitian bersifat eksperimental dengan variabel independen ekstrak rendaman jerami, ekstrak rendaman cabai merah segar, ekstrak fermentasi gula aren dan ragi, eksrak rendaman air gula dan variabel dependen nyamuk Aedes Aegypti sebanyak 500 ekor. penelitian ini menggunakan 4 atraktan dan 5 pengulangan selama 5 minggu pengamatan.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai p=0,000 (p<α) yang memiliki arti bahwa terdapat perbedaan yang bermakna dari jumlah telur nyamuk aedes aegpti yang terperangkap antar jenis atraktan. Dari 4 atraktan yang paling efektif adalah ekstrak rendaman jerami dengan nilai rata-rata 84.20.Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, ekstrak rendaman jerami lebih efektif dibandingkan ekstrak gula aren dan ragi, ekstrak cabai merah, ekstrak rendaman air gula. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi masyarakat sebagai salah satu pengendalian vektor khususnya untuk memerangi nyamuk Aedes Aegypti.Kata Kunci     : Aedes Aegypti, Atraktan, Telur Nyamuk  ABSTRACT               Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue. Berdasarkan data tiga tahun terakhir di Dinas Kesehatan Bukittinggi, ditemukan 380 penderita Demam Berdarah Dengue. Tahun 2017 ditemukan 99 kasus, tahun 2018 sebanyak 106 kasus, tahun 2019 sebanyak 69 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektivitas Penggunaan Berbagai Jenis Atraktan terhadap Jumlah Telur Nyamuk Aedes Aegypti yang Terjebak.               Penelitian ini bersifat eksperimental dengan variabel bebas ekstrak rendaman jerami, ekstrak rendaman cabai merah segar, ekstrak gula aren dan ragi fermentasi, ekstrak rendaman air gula dan variabel terikat nyamuk Aedes Aegypti sebanyak 500. Penelitian ini menggunakan 4 atraktan dan 5 kali pengulangan selama 5 minggu. pengamatan.Hasil penelitian menunjukkan p = 0,000 (p < α). Artinya terdapat perbedaan yang signifikan jumlah telur nyamuk Aedes aeges yang terperangkap antar jenis atraktan. Atraktan yang paling efektif adalah ekstrak rendaman jerami dengan nilai rata-rata 84,20.               Kesimpulannya, ekstrak rendaman jerami lebih efektif daripada yang lain. Diharapkan penelitian ini dapat bermanfaat bagi masyarakat sebagai salah satu pengendalian vektor khususnya untuk memberantas nyamuk Aedes Aegypti. Kata Kunci : Aedes Aegypti, Pemikat, Telur Nyamuk
EFEKTIVITAS PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL BAWANG MERAH (Allium cepa L) TERHADAP PENURUNAN JUMLAH MIKROORGANISME UDARA Hary Ade Saputra; Fidri Fahmi Febriani; Oryza Sativa Fitriani; Shantrya Dhelly Susanty; Yulia Yesti; Rido Farnandi
HUMAN CARE JOURNAL Vol 8, No 1 (2023): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v8i1.2353

Abstract

Udara yang kotor banyak mengandung mikroorganisme seperti bakteri, jamur, virus dan lainnya yang dapat menimbulkan penyakit menular salah satunya infeksi nosokomial. bahan alam yang memiliki senyawa yang bersifat sebagai desinfektan adalah bawang merah. Tujuan penelitian ini adalah untuk  mengetahui efektivitas pemberian ekstrak etanol bawang merah (Allium cepa L) terhadap penurunan jumlah mikroorganisme udara. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan post test only design. Pengujian  dilakukan dengan mendispersikan ekstrak menggunakan diffuser selama 15 menit dalam ruang terbatas dengan konsentrasi  0,4%, 0,8% dan 1,2%. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode settle plate. Rata–rata jumlah koloni bakteri setelah didispersikan ekstrak bawang merah konsentrasi 0,4%, 0,8% dan 1,2% berturut-turut yaitu 49,3CFU/15 menit, 35,6CFU/15 menit dan 24,6CFU/15 menit. Rata–rata jumlah koloni jamur setelah didispersikan ekstrak bawang merah dengan konsentrasi 0,4%, 0,8% dan 1,2% berturut-turut yaitu 28CFU/15 menit, 21CFU/15 menit dan 5,3CFU/15 menit. Hasil uji statistic menggunakan uji one way ANOVA, didapatkan  adanya perbedaan jumlah mikroorganisme udara setelah diberikan perlakuan, dimana nilai p-value ˂ 0,05. Dimana  p-value koloni bakteri 0,006 dan p-value koloni jamur 0,002. Kesimpulan adanya perbedaan jumlah mikroorganisme udara setelah didispersikan ekstrak bawang merah dengan konsentrasi 0,4%, 0,8% dan 1,2%. Perlunya pengujian lebih lanjut menggunakan ruang dan konsentrasi yang lebih besar.
HUBUNGAN SARAPAN PAGI DENGAN INDEX PRESTASI (IP) MAHASISWA KEBIDANAN FAKULTAS KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA BARAT Chyka Febria
HUMAN CARE JOURNAL Vol 8, No 1 (2023): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v8i1.2316

Abstract

Sarapan pagi adalah waktu makan yang sering diabaikan. Bagi orang dewasa sarapan dapat memelihara ketahanan fisik, mempertahankan daya tahan saat bekerja dan meningkatkan produktivitas kerja. Sarapan juga dapat meningkatkan konsentrasi belajar, lebih memahami pelajaran sehingga prestasi belajar menjadi lebih baik.Di negara maju seperti Amerika Serikat, menurut Amerika Dietetic Association, lebih dari 40% anak perempuan dan 32% anak laki-laki melewatkan sarapan setiap harinya ( Gunawan, 2008). Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2006 di Kabupaten Majalengka, hanya 15,2% anak sekolah dasar yang mempunyai kebiasaan sarapan pagi. Penelitian Sibuea tahun 2002 menemukan 57,5% anak sekolah di Medan tidak pernah sarapan pagi. Tujuan penelitian ini untuk melihat Hubungan antara sarapan pagi dengan indexs prestasi mahasiswa kesehatan fakultas kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Desain penelitian yang di gunakan adalah cross sectional study, penelitian dilakukan pada tanggal 6-7 September  2022 dengan populasi adalah mahasiswa Prodi DIII Kebidanan Semester 1, 3, dan 5, besar sampel sebanyak 49 orang mahasiswa, Teknik pengambilan sampel total sampling. Dari hasil uji statistik didapatkan hubungan antara kebiasaan sarapan pagi dan prestasi belajar siswa dengan nilai p=0,045. Sebagai saran dalam penelitian ini adalah perlunya perhatian lebih dari mahasiswa tersebut dalam menyiapkan sarapan pagi bagi dirinya sendiri.
PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TERHADAP NARKOBA DAN HIV/AIDS DI DISTRIK MUARA TAMI JAYAPURA Oktliana Pasangka; Elisabet Bre Boli; Dwi Astuti
HUMAN CARE JOURNAL Vol 8, No 1 (2023): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v8i1.2357

Abstract

Adolescent’s hight curiosity can lead into negative impact on the growth of adolescents, such as drug abuse and free sex which can be at risk of contracting diseases such as the Human Immunodeficiency Virus (HIV). Drug users in Jayapura are mostly 12-18 years old, of the total drug users being treated at BNN Papua, and HIV/AIDS cases in Papua in 2022, about 50.011 cases.. The aim of this study is to determine the relationship between knowledge and attitudes of adolescents towards drugs and HIV/AIDS in Muara Tami Jayapura District. Quantitative research with a cross sectional design was conductedwith the number of sample is 212 respondents who live in the Holtekamp area, Muara Tami District. Data was collected through interviews with a questionnaire. Chi-Square test found that there was a relationship between the level of education and the level of knowledge of adolescents about HIV/AIDS (p-value 0.006). There is also a relationship between the level of knowledge and attitudes of adolescents towards drugs (p-value 0.000). The better the level of knowledge of adolescents about drugs, the better attitudes in dealing with drugs. It is necessary to increase the knowledge of adolescents related to drugs to prevent drug abuse
PENGETAHUAN, SIKAP, DAN STATUS GIZI ANAK SEKOLAH DI DISTRIK MUARA TAMI JAYAPURA Dwi Astuti; Elisabet Bre Boli; Oktliana Pasangka
HUMAN CARE JOURNAL Vol 8, No 1 (2023): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v8i1.2356

Abstract

Schoolchildren need enough nutrition to grow and develop according to their age. Schoolchildren in Indonesia still experience nutritional problems, such as macronutrient deficiencies, macronutrient excess, and micronutrient deficiencies. Good knowledge and attitudes are factors that support the realization of good nutrition practices. This study aims to look at the relationship between nutritional knowledge, attitudes, and nutritional status in schoolchildren. This is a cross-sectional research with 48 schoolchildren living in the Muara Tami District as research subjects. Data collected using a questionnaire and anthropometric measurements with a microtoise and digital scales. Data is processed with the SPSS 24 application using the Chi Square test. The test results showed that there was a relationship between the level of nutritional knowledge and attitudes towards nutrition with the nutritional status of school children, p-value 0.040 and 0.003 respectively. Knowledge of good nutrition will manifest good nutritional attitudes and practices, so that it can also help in improving good nutritional status as well. The need for proper nutrition education to increase school children's understanding of good nutrition.
GAMBARAN STANDAR MUTU PELAYANAN RAWAT INAP DI RSUD MAYJEN H.A THALIB KOTA SUNGAI PENUH Juliandi Jeri; Evi Hasnita; Nurhayati Nurhayati
HUMAN CARE JOURNAL Vol 8, No 1 (2023): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v8i1.2056

Abstract

Latar Belakang: Pada tahun 2019-2021 RSUD Mayjen HA Thalib mengalami penurunan kunjungan pasien setiap tahun nya, ini mengindikasikan bahwa pihak manajemen rumah sakit belum optimal  dalam memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan keinginan pasien, untuk menciptakan rumah sakit yang baik harus mampu memberikan pelayanan yang terbaik terhadap pelanggannya. Penelitian : Untuk mengetahui Standar Mutu Pelayanan Rawat Inap RSUD Mayjen H.A Thalib Kota Sungai Penuh. Metode Penelitian : Mixed methods yaitu kuantitatif dan kualitatif. yang mana total Sampel penelitian  adalah  95 responden. Istrumen yang digunakan adalah kuesioner dan pedoman wawancara. Penelitian ini mengembangkan instrumen berdasarkan modifikasi 'SERVQUAL' menggunakan lima dimensi kualitas layanan, yaitu: Responsiveness, Reliability, Assurance, Empathy, dan Tangibles. Dilakukan analisis bivariat uji chi-quare dan Uji Regresi Logistik Berganda. Analisis data kualitatif menggunakan metode solvin. Hasil : Penelitian Kuantitatif dengan menggunakan uji chi-square diperoleh ada hubungan yang bermakna yang mana Responsiveness (0,000) Reliability (keandalan) (0,000), Assurance (0,003), Empathy  (0,003), Tangibles (0,000), terhadap pasien rawat Inap. Sementara Penelitian Kualitatif menunjukan aspek Tangibles (bukti fisik) yang paling dominan, terhadap kualitas pelayanan khususnya bukti fisik berhubungan dengan mutu pelayanan. Kesimpulan: Standar Mutu Pelayanan rawat inap sudah sesuai dengan SPM dan SOP rawat inap di  RSUD Mayjen H.A Thalib Kota Sungai Penuh namun diharapkan agar meningkatkan kinerja petugas Kesehatan, Sarana Prasarana sebagai cara untuk meningkatkan mutu dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien di rumah sakit secara maksimal.
FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI DI KOTA BUKITTINGGI TAHUN 2020 Fadhilatun Nisa
HUMAN CARE JOURNAL Vol 8, No 1 (2023): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v8i1.941

Abstract

Kejadian anemia merupakan masalah kesehatan secara global, pada remaja putri angka prevalensi anemia sebesar 25%. Salah satu programnya adalah suplementasi tablet tambah darah (TTD) pada siswi di sekolah.  Cakupan TTD yang diterima remaja putri disekolah sebesar 80.9% dan yang mengkonsumsi TTD ≥52 butir hanya 1,4% dari yang menerima. Tujuan penelitian untuk mengetahui  distribusi, frekuensi, dan interprestasi konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di kota Bukittinggi.Penelitian menggunakan rancangan analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Dilakukan pada bulan Maret - Juli 2020, sampel 93 orang siswi SMA/SMK di Bukittinggi Analisis data dengan uji Chi Square  dan uji regresi logisticHasil penelitian menunjukkan faktor yang berpengaruh terhadap konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri adalah sikap (p=0.001), ketersediaan TTD (p=0.000), media (p= 0.036), peran tenaga kesehatan (p=0,042), peran guru (p=0.007), peran UKS (p=0.004), peran teman sebaya (p=0.000). Sedangkan pengetahuan (p=0.094), motivasi (p=0.083), keluarga (p=0.313), pendapatan orang tua (p=0.564), pendidikan orang tua (p=0.773), pekerjaan orang tua (p=0.692) tidak memiliki pengaruh terhadap konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri. Hasil Multivariat adalah peran tenaga kesehatan (p=0.004).Kesimpulan penelitian ini variabel yang paling dominan adalah peran tenaga kesehatan. Diharapkan dinas kesehatan dan pendidikan dapat bekerja sama membentuk suatu kebijakan baru terhadap program ini.
DETERMINATION OF STUNTING INCIDENTS IN BABIES THROUGH E-PPGBM DATA APPLICATION IN PADANG PARIAMAN Afrita Sefen
HUMAN CARE JOURNAL Vol 8, No 1 (2023): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v8i1.1450

Abstract

Menurut data Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan tahun 2018, menunjukkan masih tingginya prevalensi kekurangan gizi pada balita di Indonesia, antara lain sebanyak 17,7% kurang gizi di Indonesia (B/U), sebanyak 30,8% balita mengalami stunting (PB/U atau TB/U) dan 10,2% balita dalam kondisi kurus (BB/PB), angka stunting dan kurang gizi di kabupaten Padang Pariaman masih dalam kategori tinggi yaitu 16,93 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis determinan yang mempengaruhi status gizi balita di Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2021.Penelitian ini penelitian gabungan/kombinasi (mixed methods), dengan desain sequential explanatory design. Populasi dalam penelitian ini 461 orang semua dijadikan sampel. Teknik pengambilan sampel total sampling. Teknik pengumpulan data kuantitatif observasi, kuantitatif melalui wawancara dengan 15 orang informan. Data dianalisis dengan univariat, bivariate dan multivariate. Data kualitatif dengan teknik triangulasi data.Hasil penelitian didapatakan 69% tidak ada BPJS, 8% tidak ada air bersih, 88,3% tidak kecacingan, 20,6% tidak ada jamban sehat, 34,9% tidak IDL, 16,3% tidak ada keluarga merokok, 98,7% tidak ada penyakit penyerta, 31,5% tidak stunting, 58,6% tidak ada wasting dan 86,1% tidak ada underweight. Variabel yang berhubungan dengan kejadian stunting dan wasting (kepemilikan BPJS, air bersih, kecacingan, IDL, merokok) dimana nilai p value<0,05.Faktor yang paling berpengaruh dengan kejadian stunting dan wasting adalah IDL. Dalam pelaksanaannya belum maksimal. Untuk memaksimalkan pelaksaan perbaikan gizi perlu motivasi kuat bagi tenaga kesehatan melakukan Swiping imunisasi pada balita.Kata Kunci        : Faktor determinan, Stunting, Wasting, Underwight dan Status gizi
Analisis Pemberdayaan Masyarakat dalam Pelaksaanan Program Posyndu Lansia di Kota Sungai Penuh tahun 2020 Sunya Suherman
HUMAN CARE JOURNAL Vol 8, No 1 (2023): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v8i1.973

Abstract

ABSTRAK Kota Sungai Penuh memiliki  Cakupan pelayanan kesehatan usia lanjut menurut jenis kelamin, kecamatan, dan puskesmas yaitu sebanyak 53,11 % tahun 2018. Jumlah lansia dari umur 45-70 tahun ke atas di Kota Sungai Penuh Sebanyak 26.458 jiwa dengan jumlah lansia yang mendapatkan pelayanan sebanyak 22.248 (84,08%). Tujuan penelitian untuk menganalisis Pemberdayaan Masyarakat dalam Pelaksanaan Program Posyandu Lansia di Kota Sungai Penuh Tahun 2020.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan wawacara mendalam. Informan dalam penelitian ini adalah sebanyak 13 orang yang di ambil secara Purposive Sampling.Hasil penelitian wawancara mendalam, didapatkan dari input bahwa kebijakan sudah ada dan terlaksana, SDM Sudah cukup memadai, sarana dan prasarana untuk tempat sudah memadai, tetapi sebagian puskesmas mengeluhkan keterbatasan alat-alat kesehatan, dan untuk pendanaan disediakan dari APBD dan BOK. Pada proses pelaksanaan sudah berjalan dengan bagus, monitoring untuk kerjasama lintas sektoral sebagian masih belum tampak, dan evaluasi tidak ada hambatan hanya saja dari lansia kurang dukungan keluarga. Pada output sudah terlaksananya program posyandu lansia hanya belum maksimal.Berdasarkan hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa pelaksanaan pemberdayaan masyarakat dalam program posyandu lansia cukup baik tetapi belum maksimal. Saran untuk lintas sektoral harus ikut sertaan agar dapat membuat masyarakat berdaya terutama untuk lansia agar lebih hidup sehat dan sejahtera. Kata Kunci : Pemberdayaan Masyarakat, Posyandu Lansia, Lintas SektoralDaftar Bacaan : 11 (2013-2019)