cover
Contact Name
Cicilia Widiyaningsih
Contact Email
sisilwindi@gmail.com
Phone
+6281213873428
Journal Mail Official
marsi@urindo.ac.id
Editorial Address
Grand Regency Blok B4/5, RT 006/RW 022, Padurenan, Mustika Jaya
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
ISSN : 26856298     EISSN : 26856328     DOI : https://doi.org/10.52643/marsi.v5i2
MARSI (Indonesian Hospital Administration and Management Journal) focuses on research and review of research related to hospital management that is relevant for the development of hospital management theories and practices in Indonesia and Southeast Asia. MARSI covers a variety of research approaches, namely: quantitative, qualitative and mixed methods . MARSI focus is related to various themes, topics and aspects of accounting and investment, including (but not limited to) the following topics: Hospital management Hospital Accounting Health Service Management Health Insurance Health policy Management of Puskesmas Drug Care Pharmacy Medico-Legal, and Ethics
Articles 421 Documents
Analisis Perencanaan Dan Pengendalian Logistik Farmasi Dengan Metode Pareto Dan Balanced Scorecard Di RSUD Kabupaten Bekasi R Yuliyana Kusaeri; Eka Yoshida Syofian Syukri; Yanuar Yak
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i3.8167

Abstract

Metode perencanaan logistik farmasi konvensional sering menciptakan disparitas antara indikator finansial dan kualitas layanan. Penelitian ini menerapkan metode ABC-Pareto dengan Balanced Scorecard. Dengan rancangan penelitian deskriptif-analitik melalui pendekatan metode campuran, riset ini mencakup analisis menyeluruh terhadap 1.127 produk farmasi (periode Januari hingga Desember 2024) disertai wawancara ekstensif dengan 20 narasumber strategis. Temuan utama memperlihatkan bahwa kategorisasi ABC mengungkapkan 41 produk (3,64%) masuk Kategori A yang menyumbang 80% dari total nilai (Rp 12,8 miliar), sementara 1.003 item (89%) memiliki saldo akhir kosong—mengindikasikan ekspansi formularium yang substansial. Asesmen BSC mengungkapkan kontradiksi mendasar: dimensi Finansial mencatatkan 76,67% (mengindikasikan kecukupan) berbanding terbalik dengan dimensi Konsumen pada 59,38% (menunjukkan ketidakcukupan)—dengan kesenjangan 17 poin persentase. Investigasi mengidentifikasi tiga faktor kausal yang saling berkaitan: ekspansi formularium yang menggerus alokasi modal kerja, variabilitas waktu tunggu pengadaan yang memerlukan akumulasi stok pengaman berlebihan, dan stratifikasi ABC yang telah dilaksanakan namun tanpa implementasi operasional. Beban biaya yang tidak tercatat dikalkulasikan mencapai Rp 4-6,7 miliar per tahun (mewakili 3-5% dari anggaran), meliputi biaya tambahan pengadaan mendesak, perbedaan biaya substitusi obat, serta beban biaya peluang yang hilang. Kajian ini menetapkan bahwa pendekatan pengukuran tradisional menciptakan 'ilusi kecukupan' yang menutupi disfungsi sistem yang mendasar. Lima rekomendasi berbasis empiris mencakup: optimasi formularium, operasionalisasi kerangka ABC yang memungkinkan kontrol inventori terdiferensiasi, pelacakan kinerja waktu tunggu secara sistematis, perluasan parameter pengukuran finansial, dan arsitektur tata kelola yang terpadu. Kata kunci: Analisis ABC, Balanced Scorecard, Logistik Farmasi, Biaya Tersembunyi, Efisiensi Rumah Sakit, Dead Stock, Inventory Turnover Ratio (ITOR), Stockout
Analisis Waste Pada Pelayanan Rawat Jalan Menggunakan Pendekatan Lean Management Di Rs Rahman Rahim Sidoarjo Belya Indriana Putri; Afif Kurniawan; Yura Witsqa Firmansyah
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i3.8920

Abstract

Background: Outpatient care is one of the services with a high number of visits in hospitals, requiring an effective and efficient service process. Increasing the number of patient visits has the potential to lead to long waiting times, decrease patient satisfaction, and impact the quality of hospital services. One approach that can be used to identify the causes of service inefficiencies is Lean Management through mapping the service process flow using Value Stream Mapping (VSM). Objectives: This study aims to analyze the waiting time for outpatient services, map the service flow using Value Stream Mapping, and identify the types of waste that affect the waiting time for outpatient services at Rahman Rahim Hospital, Sidoarjo. Methods: This study employed a descriptive method with a qualitative approach. Six informants participated in the study: the head of the registration unit, the head of the outpatient clinic, an internal medicine nurse, a psychiatric nurse, the head of the pharmacy, and an outpatient cashier. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation. Data analysis was conducted by identifying value-added, non-value-added, and necessary non-value-added activities based on the Lean Management concept. Results: The study results showed that waste in waiting was the most dominant source of waste, primarily caused by late doctor arrivals, service queues, and technical issues with the Electronic Medical Records (EMR) system. Furthermore, waste in transportation, motion, inventory, overprocessing, defects, and underutilized personnel were found, all impacting service efficiency at various stages of the outpatient care process. Conclusions: The conclusion of this study indicates that various wastes persist, leading to suboptimal outpatient waiting times. Implementing Lean Management through waste identification and elimination can be a strategy to improve the efficiency of the service process and the quality of outpatient services at Rahman Rahim Hospital, Sidoarjo.
Analisis Kelengkapan Pengisian Kode Diagnosis Icd-10 Pada Rekam Medis Elektronik Pasien Rawat Jalan Di RSUD H.Hanafie Bungo Edha Paramitha Sari; Sinta Novratilova
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i3.8780

Abstract

Abstrak ICD-10 merupakan bagian penting dalam sistem rekam medis yang berfungsi menghasilkan data morbiditas dan mortalitas yang akurat serta mendukung proses klaim pembiayaan kesehatan. Pengisian Rekam Medis Elektronik (RME) wajib dilaksanakan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan ketidaklengkapan pengisian kode diagnosis yang dapat memengaruhi mutu pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelengkapan pengisian kode diagnosis ICD-10 di RSUD H. Hanafie Bungo serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 6 orang petugas rekam medis rawat jalan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, serta triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 385 dokumen rekam medis, sebanyak 189 dokumen (49,1%) terisi lengkap dan 196 dokumen (50,9%) tidak lengkap. Faktor yang memengaruhi kelengkapan pengisian meliputi faktor manusia (pengetahuan, pelatihan, dan kedisiplinan), metode (SOP, monitoring, dan evaluasi), serta sarana dan anggaran (keterbatasan perangkat, jaringan, dan fasilitas IT). Selain itu, pelatihan RME yang masih terbatas juga menjadi kendala dalam peningkatan kompetensi petugas. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa kelengkapan pengisian kode diagnosis belum optimal dan dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Diperlukan upaya perbaikan melalui penyusunan SOP, peningkatan pelatihan, penguatan monitoring, serta peningkatan sarana dan prasarana teknologi informasi agar kualitas rekam medis dapat meningkat. Kata kunci: ICD-10, Rekam Medis Elektronik, Kelengkapan, Kode Diagnosis, Mutu Pelayanan
Pendekatan Konsep Lean Hospital untuk Menganalisa Waste pada Pelayanan Resep Rawat Jalan di Instalasi Farmasi RS Fadhilah Prabumulih Afiya Nabila Shavira; Sonya Dewi Wulandari; Yaya Aria Santosa
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i3.8675

Abstract

Pelayanan farmasi yang bermutu merupakan salah satu indikator yang biasanya digunakan untuk menilai kinerja dalam hal kendali mutu, namun nyatanya seringkali ditemukan permasalahan seperti waktu tunggu yang lama dikarenakan adanya suatu aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah terutama pada peak hour. Penelitian ini menggunakan pendekatan lean hospital untuk menganalisa waste pada pelayanan resep rawat jalan di Instalasi Farmasi RS Fadhilah Prabumulih. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran yang menggabungkan analisa kuantitatif dari waktu penyelesaian 30 resep dan kualitatif dari wawancara bersama dokter, petugas farmasi, dan juga pasien yang dilakukan selama 1 bulan. Data kuantitatif dianalisis dengan statistik deskriptif, sedangkan data kualitatif menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan alur pelayabab sudah terdigitalisasi, dengan rerata penyelesaian obat jadi yaitu 38.3 menit dan obat racikan 61.2 menit. Teridentifikasi terdapat 6 waste, yaitu waiting, defect, overprocessing, overproducing, motion, dan human potential, dengan waste dominan yaitu waiting. Hambatan yang paling sering ditemukan dilapangan ialah gap tunggu antrian online yang tidak sesuai dan resep yang tidak lengkap sehingga perlu dilakukan konfirmasi ulang. Usulan perbaikan yang diberikan ialah perbaikan alur resep rawat jalan dengan memisahkan jalur penyiapan obat menjadi 3 dan menggunakan sistem antrean berdasarkan kesiapan obat, menambah petugas ”floating” saat jam sibuk, memindahkan fast moving drugs dekat dispensing, menggunakan dashboard monitoring, dan digitalisasi terintegrasi end-to-end.
Penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) terhadap Alur Pelayanan Rumah Sakit Nitya Nijyoti; Nyoman Tri Maryanthi; Ni Putu Indah Rosita; I Wayan Septa Wijaya; I Nyoman Gede Bayu Wiratama Suwedia
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i3.8083

Abstract

Perkembangan teknologi informasi mendorong rumah sakit untuk mengadopsi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) sebagai upaya meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan mutu pelayanan. SIMRS berperan penting dalam mengintegrasikan alur pelayanan rumah sakit, mulai dari pendaftaran pasien hingga pelaporan akhir. Namun, implementasi SIMRS belum selalu berjalan optimal dan masih menghadapi berbagai kendala teknis maupun organisasi. Literature review ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan SIMRS terhadap alur pelayanan rumah sakit serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya. Penelitian menggunakan metode literature review naratif dengan pendekatan sistematis mengacu pada prinsip PRISMA. Pencarian literatur dilakukan melalui Google Scholar, Garuda, PubMed, dan ScienceDirect pada periode publikasi 2019–2024. Dari 78 artikel yang teridentifikasi, 10 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara deskriptif dan komparatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan SIMRS memberikan dampak positif terhadap efisiensi alur pelayanan rumah sakit, terutama pada proses pendaftaran pasien, pelayanan klinis, pengelolaan farmasi, rekam medis elektronik, dan koordinasi antarunit. SIMRS terbukti mampu mengurangi waktu tunggu, meminimalkan duplikasi data, dan meningkatkan akurasi informasi. Namun, berbagai kendala masih ditemukan, seperti keterbatasan kompetensi SDM, gangguan sistem dan jaringan, resistensi pengguna, serta lemahnya dukungan kebijakan dan manajemen. SIMRS merupakan elemen strategis dalam transformasi digital rumah sakit, namun keberhasilan implementasinya sangat bergantung pada kesiapan SDM, infrastruktur teknologi, serta komitmen manajemen. Penguatan manajemen proyek, pelatihan berkelanjutan, dan perbaikan infrastruktur diperlukan untuk mengoptimalkan peran SIMRS dalam mendukung alur pelayanan rumah sakit.
Analisis Pelaksanaan Koding Diagnosis Dan Tindakan Cdl Dan Av-Shunt Pada Rme Dalam Proses Klaim Bpjs Di Rs Lavalette Malang Yayuk Intan Agustina; Sinta Novratilova
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i3.8958

Abstract

Abstrak Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) di fasyankes dituntut mampu menghasilkan kodifikasi klinis yang valid demi kelancaran klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan koding diagnosis serta prosedur Catheter Double Lumen (CDL) dan Arteriovenous Shunt (AV-Shunt) pada RME, sekaligus mengidentifikasi akar masalah pengalihan berkas rawat inap menjadi rawat jalan di RS Lavalette Malang. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, analisis dilakukan melalui kerangka manajemen 3M (Man, Method, Machine). Data dikumpulkan melalui observasi dokumen RME sejumlah 264 dokumen periode November 2025-Maret 2026, serta wawancara dengan 5 informan (3 laki-laki dan 2 perempuan). Hasil studi menunjukkan bahwa alur kerja koding bermula dari dokumentasi rekam medis yang diisi oleh dokter dan PPA lewat sistem RME Sinusa dengan fitur free text untuk pengisian diagnosis pada resume medis, laporan operasi, asesmen awal medis, dan pengantar rawat inap, yang kemudian diolah dan diurutkan berkas rawat inap pasien berdasarkan tanggal layanan (assembling) kemudian dilakukan pengkodean oleh koder ke kode ICD-10 dan ICD-9-CM (kode 39.27 untuk AV-Shunt) sebelum dikirim via bridging E-Claim. Faktor penyebab perubahan klaim mencakup aspek Man (koder tunggal yang mengalami overload ±1.200 berkas/bulan, ketiadaan pelatihan formal, dan keterlambatan submit oleh dokter, ketidaksesuaian pengisian dan pendokumentasian pelayanan pasien); aspek Method (belum tersedianya SOP koding tertulis, ketidaksesuaian penginputan antar-PPA, dan peraturan dari BPJS Malang); serta aspek Machine (error mapping tarif SIMRS dan ketiadaan sistem pengingat otomatis). Hasil pengujian menyarankan adanya penambahan staf koder, peresmian SOP vaskular, dan tata ulang konfigurasi tarif RME bersama manajemen dan tim IT Dev. Kata kunci: BPJS, Koding Klinis, Rekam Medis Elektronik, AV-Shunt, CDL.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Emergency Department Length Of Stay Di Rumah Sakit Umum Adhyaksa Agustiane Mawarni Aly; Dedy Nugroho; Laila Ulfa
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i3.9159

Abstract

Abstrak Waktu tunggu pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan indikator penting dalam menilai kinerja layanan kegawatdaruratan. Lamanya waktu tunggu, atau Emergency Department Length of Stay (EDLOS), dipengaruhi oleh sejumlah faktor seperti volume pasien, ketersediaan tempat tidur, dan efektivitas alur pelayanan di IGD. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa di RSU Adhyaksa, waktu tunggu pasien melebihi standar pelayanan minimal yang ditetapkan, dengan rata-rata waktu tunggu melebihi 8 jam.  Metode Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional.Dari 152 pasien, ditemukan bahwa standar pelayanan minimal tidak tercapai sepenuhnya, dengan pelayanan kegawatdaruratan bersertifikat pada 85,4% dan lama tinggal pasien di IGD kurang dari 8 jam pada 90,2%. Analisis bivariat mengidentifikasi jumlah pemeriksaan penunjang (p=0,001) dan jumlah konsultasi dokter spesialis (p=0,000) sebagai faktor signifikan yang mempengaruhi durasi tinggal pasien. Regresi logistic menunjukkan bahwa Jumlah Pemeriksaan (OR = 3.924, p = 0.010) dan Jumlah Konsultasi (OR = 5.717, p = 0.001) secara signifikan meningkatkan peluang pasien untuk tinggal lebih dari 8 jam di IGD. Sarannya dengan   menetapkan kriteria konsultasi emergensi dan non-emergensi.  Pada kasus emergensi dilakukan konsultasi cito, yang memerlukan penanganan segera, harus dilakukan di IGD oleh dokter spesialis yang mendapatkan jadwal standby, sementara konsultasi non-emergensi dapat dilakukan konsultasi di ruang rawat inap.Kata kunci : Length of Stay, Instalasi Gawat Darurat
Peran Dan Analisis Pemilihan Metode Depresiasi Aktiva Tetap Dalam Peningkatan Kualitas Pelaporan Keuangan Dan Pencapaian Ebitda Rumah Sakit: Studi Literatur Siti Robiah Mubarokah; Niniek Wiendayanthi; Febrina Anggriani Putri; Budi Hartono
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i3.8797

Abstract

Abstrak Depresiasi aktiva tetap merupakan salah satu aspek penting dalam pengelolaan keuangan rumah sakit karena memengaruhi penyajian nilai aset, pengakuan biaya, dan kualitas informasi keuangan yang digunakan dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran serta pemilihan metode depresiasi aktiva tetap dalam peningkatan kualitas pelaporan keuangan dan pencapaian EBITDA rumah sakit. Penelitian menggunakan pendekatan literature review dengan menelaah 30 referensi yang membahas depresiasi aset tetap, perlakuan akuntansi aset tetap, metode depresiasi, pengelolaan aset rumah sakit, kualitas pelaporan keuangan, dan EBITDA sebagai indikator kinerja keuangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode garis lurus masih menjadi metode depresiasi yang paling banyak digunakan karena sederhana, mudah diterapkan, dan menghasilkan pembebanan biaya yang relatif stabil. Keunggulan tersebut mendukung konsistensi pelaporan keuangan dan memudahkan evaluasi kinerja antarperiode. Namun, metode ini memiliki keterbatasan karena belum selalu mampu menggambarkan pola pemanfaatan aset yang berbeda-beda, khususnya pada aset dengan tingkat penggunaan yang tinggi atau berfluktuasi. Kajian ini juga menunjukkan bahwa kualitas penerapan depresiasi dipengaruhi oleh tata kelola aset, kualitas data inventaris, kompetensi sumber daya manusia, dan dukungan sistem informasi yang memadai. Meskipun EBITDA dihitung sebelum memperhitungkan beban depresiasi, kualitas pengelolaan aset tetap tetap berkontribusi terhadap tersedianya informasi keuangan yang andal untuk mendukung pengendalian biaya, perencanaan investasi, dan peningkatan efisiensi operasional rumah sakit. Oleh karena itu, pemilihan metode depresiasi yang sesuai dan pengelolaan aset yang terintegrasi dapat mendukung peningkatan kualitas pelaporan keuangan serta keberlanjutan kinerja keuangan rumah sakit. Kata Kunci: depresiasi aktiva tetap; metode depresiasi; pelaporan keuangan; EBITDA; rumah sakit; pengelolaan aset.
Analisis Kesiapan SIMRS dalam Mendukung Pelaporan SIRS Revisi 6.3 di RSUD H.Hanafie Muara Bungo Yunita Mustika; Dwi Iskandar
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i3.8742

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi informasi mendorong transformasi pelayanan rumah sakit menjadi berbasis data. RSUD H. Hanafie Muara Bungo telah menerapkan Rekam Medis Elektronik (RME) berbasis Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Khanza, namun capaian pelaporan SIRS Online Revisi 6.3 periode Januari - Maret 2026 masih rendah (6,9%) dan ditemukan data laporan pelayanan yang tidak valid. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kesiapan penerapan SIMRS dalam mendukung pelaporan SIRS Online Revisi 6.3. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei dan model Human-Organization-Technology Fit (HOT-Fit) yang mencakup dimensi human, organization, technology, dan net benefit. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada pengguna SIMRS dan dianalisis secara deskriptif menggunakan nilai rata-rata dan standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesiapan penerapan SIMRS secara keseluruhan berada pada kategori “Siap” dengan nilai grand mean 3,31 (SD=0,63). Dimensi Organization memperoleh skor tertinggi (3,45), diikuti Human (3,41) dan Net Benefit (3,22), sedangkan Technology memiliki skor terendah (3,15). Temuan ini menunjukkan bahwa kesiapan organisasi dan sumber daya manusia belum sepenuhnya didukung oleh aspek teknologi. Disimpulkan bahwa SIMRS telah siap mendukung pelaporan SIRS Online Revisi 6.3, namun diperlukan peningkatan infrastruktur teknologi dan optimalisasi fitur otomatisasi pelaporan untuk meningkatkan kualitas pelaporan nasional. Kata Kunci: HOT-Fit, Kesiapan Sistem, SIMRS Khanza, SIRS Online 6.3.
Pengaruh Diskon dan Online Customer Review terhadap keputusan pembelian Di Tik Tok Shop pada Mahasiswa Aktif Universitas Singaperbangsa Karawang Furqon Alfarizki; Alimatun Nasyifa; Davia Zamanda; Ajat Sudrajat
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i3.8661

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh diskon dan online customer review terhadap keputusan pembelian di TikTok Shop pada mahasiswa aktif Universitas Singaperbangsa Karawang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survei melalui penyebaran kuesioner kepada 110 responden mahasiswa aktif Universitas Singaperbangsa Karawang yang pernah melakukan pembelian di TikTok Shop. Teknik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling. Data dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linear berganda dengan bantuan aplikasi SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh instrumen penelitian dinyatakan valid dan reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,909. Secara parsial, variabel diskon berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, begitu pula variabel online customer review yang juga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Secara simultan, diskon dan online customer review terbukti berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian mahasiswa di TikTok Shop. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa strategi promosi berupa diskon mampu meningkatkan minat beli konsumen, sementara online customer review berperan dalam membangun kepercayaan dan mengurangi risiko ketidakpastian produk. Dengan demikian, kombinasi antara diskon dan ulasan pelanggan online menjadi faktor penting dalam mendorong keputusan pembelian konsumen pada platform social commerce seperti TikTok Shop. Kata Kunci: Diskon, Online Customer Review, Keputusan Pembelian, TikTok Shop, Mahasiswa, Social Commerce.

Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 3 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 8, No 4 (2024): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 8, No 3 (2024): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 4 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 3 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit (MARSI) Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) More Issue