cover
Contact Name
Cicilia Widiyaningsih
Contact Email
sisilwindi@gmail.com
Phone
+6281213873428
Journal Mail Official
marsi@urindo.ac.id
Editorial Address
Grand Regency Blok B4/5, RT 006/RW 022, Padurenan, Mustika Jaya
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
ISSN : 26856298     EISSN : 26856328     DOI : https://doi.org/10.52643/marsi.v5i2
MARSI (Indonesian Hospital Administration and Management Journal) focuses on research and review of research related to hospital management that is relevant for the development of hospital management theories and practices in Indonesia and Southeast Asia. MARSI covers a variety of research approaches, namely: quantitative, qualitative and mixed methods . MARSI focus is related to various themes, topics and aspects of accounting and investment, including (but not limited to) the following topics: Hospital management Hospital Accounting Health Service Management Health Insurance Health policy Management of Puskesmas Drug Care Pharmacy Medico-Legal, and Ethics
Articles 421 Documents
Pengaruh Disiplin dan Kompetensi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan pada Perawat Najma Farisa Agustina
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i3.8868

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja dan kompetensi kerja terhadap kinerja karyawan pada perawat. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya memahami faktor-faktor yang dapat meningkatkan kinerja perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) versi 32 sebagai alat analisis. Sampel sebanyak 110 responden yang diperoleh melalui teknik random sampling. Data dikumpulkan dari perawat sebagai responden penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada perawat. Selain itu, kompetensi kerja juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada perawat. Secara simultan, disiplin kerja dan kompetensi kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan pada perawat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa peningkatan kinerja perawat dapat dicapai melalui penguatan disiplin kerja dan peningkatan kompetensi kerja secara berkelanjutan. Kedua variabel tersebut merupakan faktor penting yang secara langsung memengaruhi kualitas kinerja perawat dalam menjalankan tugasnya. Implikasi praktis dari penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen rumah sakit perlu mengembangkan kebijakan yang berfokus pada peningkatan disiplin kerja melalui pengawasan yang konsisten dan penerapan aturan yang jelas. Selain itu, peningkatan kompetensi perawat dapat dilakukan melalui pelatihan, pengembangan profesional, serta pembelajaran berkelanjutan guna mendukung peningkatan kinerja.
Peran Pemasaran Media Sosial Dalam Membentuk Minat Kunjungan Pasien Pada Layanan Kesehatan: Tinjauan Literatur Sistematis Rinda Rentia Angreani; Dumilah Ayuningtyas
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i3.8772

Abstract

Abstrak Latar belakang: Transformasi digital mengubah cara pasien mencari informasi, membandingkan reputasi, dan memilih layanan kesehatan. Dalam situasi tersebut, media sosial tidak lagi hanya dipakai sebagai ruang promosi, tetapi juga sebagai tempat pasien memperoleh edukasi, membaca pengalaman orang lain, dan menilai kredibilitas fasilitas kesehatan. Tujuan: Kajian ini menganalisis peran pemasaran media sosial dalam membentuk minat kunjungan pasien pada layanan kesehatan. Metode: Penelitian menggunakan systematic literature review dengan pelaporan mengacu pada PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada Mei 2026 melalui Google Scholar atau sumber terindeks Google Scholar, PubMed, ScienceDirect/Emerald/JMIR, Garuda, jurnal OJS Indonesia, dan backward snowballing. Artikel yang dianalisis diterbitkan pada 2019-2026, berbahasa Indonesia atau Inggris, membahas pemasaran media sosial pada layanan kesehatan, dan berkaitan dengan visit intention, revisit intention, patient trust, brand awareness, brand image, brand equity, atau perceived value. Hasil: Dari 60 rekaman awal, 12 artikel memenuhi kriteria inklusi. Sintesis naratif-tematik menunjukkan bahwa pemasaran media sosial bekerja melalui empat jalur utama: kualitas konten, interaksi dan responsivitas digital, e-WOM serta testimoni pasien, dan pembentukan brand awareness, trust, brand image, brand equity, serta perceived value. Sebagian studi menemukan pengaruh langsung terhadap minat kunjungan, sedangkan studi lain menunjukkan jalur tidak langsung melalui kepercayaan, awareness, brand equity, dan perceived value. Kesimpulan: Pemasaran media sosial dalam layanan kesehatan sebaiknya dipahami sebagai strategi komunikasi, reputasi, dan pengelolaan pengalaman pasien. Media sosial yang informatif, etis, responsif, dan selaras dengan mutu layanan aktual dapat membantu membentuk persepsi awal, memperkuat kepercayaan, dan meningkatkan kecenderungan pasien untuk memilih atau kembali menggunakan layanan kesehatan. Kata kunci: pemasaran media sosial; minat kunjungan pasien; layanan kesehatan; rumah sakit; tinjauan literatur sistematis
Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Dokter Terhadap Formularium Rumah Sakit Di RSPPN Soedirman Diah Riva Astuty; Lili Indrawati; Supardjo Supardjo
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i3.8672

Abstract

Kepatuhan dokter terhadap formularium rumah sakit merupakan indikator penting dalam menjamin penggunaan obat rasional, meningkatkan keselamatan pasien, dan mengendalikan biaya pelayanan kesehatan. Namun dalam praktiknya masih ditemukan penggunaan obat di luar formularium. Penelitian ini bertujuan menganalisis kepatuhan dokter terhadap formularium serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan dokter di RSPPN Soedirman. Metode penelitian adalah pendekatan kuantitatif dan kualitatif dimana pendekatan kuantitatif menggunakan desain cross sectional melalui kuesioner kepada 92 dokter yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat. Pendekatan kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam kepada Wakil Kepala Pelayanan Medik, Ketua Komite Mutu, Kepala Instalasi Farmasi, dan Kepala Urusan Keuangan. Hasil penelitian: menunjukkan tingkat kepatuhan dokter berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata Skor Variabel 3,18 (Skala Likert 1-4). Faktor kelengkapan dan ketersediaan obat (sig. 0,000), kesesuaian dengan standar nasional (sig. 0,029), dan pemutakhiran revisi formularium (sig. 0,004) masing-masing berhubungan secara parsial dengan kepatuhan dokter. Faktor sosialisasi dan implementasi (sig. 0,083) secara parsial tidak berhubungan signifikan, tetapi secara simultan keempat faktor tersebut bersama-sama berhubungan dengan kepatuhan dokter. Hasil wawancara mendalam mengungkapkan bahwa ketidakpatuhan terhadap formularium dapat berdampak negatif pada penurunan efektivitas terapi pasien, peningkatan risiko keselamatan pasien, serta peningkatan biaya pelayanan kesehatan rumah sakit. Kesimpulan penelitian: kepatuhan dokter terhadap formularium rumah sakit sudah optimal, yang dipengaruhi oleh faktor kelengkapan dan ketersediaan obat, kesesuaian dengan standar nasional, serta pemutakhiran formularium. Namun demikian, masih diperlukan penguatan sistem pengadaan dan pengendalian persediaan obat, proses pemutakhiran formularium secara berkala, serta peningkatan sosialisasi, penguatan kebijakan, dan pengawasan penggunaan obat untuk lebih meningkatkan kepatuhan dokter dan mutu pelayanan kesehatan. Kata Kunci: Kepatuhan dokter, formularium, ketersediaan obat, kesesuaian standar, pemutakhiran, sosialisasi.
Pengaruh Google Review, Experience Dan Mobile Health Application Terhadap Switching Intention Yang Dimediasi Oleh Image (Studi Pada Pasien Asuransi Swasta Di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading) Mery Silalahi; Tri Suratmi; Achda Ferdians
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i3.8459

Abstract

Transformasi digital mengubah perilaku pasien dalam memilih fasilitas kesehatan, dimana Google Review, experience, dan mobile health application menjadi faktor penentu. Di tengah persaingan rumah sakit swasta yang ketat, ketidakpuasan terhadap faktor tersebut pada pasien asuransi swasta berpotensi meningkatkan switching intention. Penelitian ini menganalisis pengaruh Google Review, experience, dan mobile health application terhadap switching intention pasien asuransi swasta di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui image rumah sakit. Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif untuk menguji pengaruh variabel independen yaitu Google Review, experience, dan mobile health application terhadap variabel dependen switching intention dengan variabel mediasi image. Populasi penelitian adalah pasien asuransi swasta dengan sampel sebesar 270 responden diambil menggunakan rumus rule of thumb SEM-PLS (10 times rule). Teknik sampling menggunakan random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala Likert 4 poin yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan SEM-PLS. Experience (p = 0,000), mobile health application (p = 0,007), dan Google Review (p = 0,008) memiliki pengaruh signifikan terhadap switching intention pasien asuransi swasta. Experience menunjukkan pengaruh paling kuat dalam menurunkan switching intention (β = -0,197), diikuti mobile health application (β = -0,146) dan Google Review (β = -0,130). Namun, image tidak berpengaruh signifikan terhadap switching intention (p = 0,230) dan tidak berperan sebagai variabel mediasi. Google Review, experience, dan mobile health application secara langsung menekan switching intention, sementara experience dan mobile health application membentuk image positif. Kata kunci: Switching Intention, Patient Experience, Mobile Health Application, Google Review, Image Rumah Sakit.
Hubungan Mega Marketing Mix (10p) Terhadap Loyalitas Pasien Rawat Jalan Di Rs Pku Muhammadiyah Surabaya Ihda Nuril Qomariah; Afif Kurniawan; Rukmini Rukmini
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i3.8957

Abstract

Abstrak Penelitian kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dimensi Mega Marketing Mix (10P) dengan loyalitas pasien rawat jalan di Poliklinik Saraf dan Poliklinik Penyakit Dalam RS PKU Muhammadiyah Surabaya. Menggunakan metode simple random sampling terhadap 43 responden dan uji statistik Spearman, hasil penelitian menyimpulkan bahwa mayoritas responden sangat loyal dan implementasi 10P berpengaruh besar terhadap loyalitas tersebut. Sembilan dari sepuluh dimensi terbukti berkorelasi positif secara signifikan, kecuali dimensi biaya (price), yang menunjukkan bahwa faktor harga bukan pertimbangan utama pasien untuk tetap loyal. Oleh karena itu, rumah sakit disarankan untuk tidak fokus pada strategi perang tarif, melainkan memprioritaskan efisiensi alur pelayanan, kenyamanan ruang tunggu, penguatan kemitraan jaminan kesehatan (BPJS), serta peningkatan mutu pelayanan SDM. Kata kunci: Mega Marketing Mix, Loyalitas Pasien, Bauran Pemasaran
Optimalisasi Kualitas Layanan Terhadap Peningkatan Kepuasan Pasien Medical Check-Up (MCU) Di Rumah Sakit Bhayangkara Tk I Pusdokkes Polri Tahun 2024 Callista Gladys Fiona Detalicia; Cicilia Windiyaningsih; Yaya Aria Santosa
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i3.8516

Abstract

Kualitas layanan berperan penting dalam meningkatkan kepuasan pasien Medical Check-Up (MCU). Penelitian ini menganalisis pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasan pasien di Rumah Sakit Bhayangkara TK I Pusdokkes Polri menggunakan metode kuantitatif deskriptif analitik dengan kuesioner pada 80 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infrastruktur dan fasilitas MCU dinilai baik, tetapi fasilitas parkir masih perlu ditingkatkan. Tenaga medis profesional dan ramah, namun koordinasi staf masih bisa diperbaiki. Standar operasional prosedur (SOP) diterapkan dengan baik, tetapi efisiensi waktu pemeriksaan masih menjadi tantangan. Analisis statistik menunjukkan bahwa SOP (X3) memiliki korelasi tertinggi dengan kepuasan pasien (r = 0.957, p < 0.001) dan pengaruh paling signifikan dalam regresi (β = 0.560, p = 0.008). Sumber daya manusia (X2) juga signifikan (β = 0.242, p = 0.029), sementara infrastruktur dan kenyamanan tidak signifikan. Model penelitian signifikan secara statistik (F = 244.974, p < 0.001) dengan R² = 0.922.Untuk meningkatkan kepuasan pasien, disarankan optimalisasi sistem penjadwalan, peningkatan koordinasi staf, serta perbaikan fasilitas parkir dan ruang tunggu. Dengan perbaikan ini, layanan MCU diharapkan lebih efisien dan kompetitif. Kata Kunci: Kepuasan Pasien, Kualitas Layanan, Medical Check-Up, Rumah Sakit Bhayangkara TK I Pusdokkes Polri.
Strategi Marketing Mix 7P Dalam Pengembangan Women’s Health Center Berbasis Femtech Di RS Islam Yatofa: Studi Kualitatif Deskriptif Yuri Amelia; Wachyu Sulistiadi
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i3.8794

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi marketing mix 7P dalam pengembangan Women’s Health Center berbasis FemTech di RS Islam Yatofa. Kebutuhan layanan kesehatan perempuan berkembang dari pendekatan kuratif menuju layanan preventif, personal, privat dan didukung teknologi digital. Rumah Sakit Islam Yatofa memiliki layanan dasar kesehatan perempuan, namun memerlukan strategi pengembangan Women’s Health Center berbasis FemTech yang bertahap dan sesuai konteks rumah sakit tipe D. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif melalui telaah literatur, analisis data sekunder Profil RS Islam Yatofa Tahun 2025 dan wawancara semi terstruktur kepada lima informan kunci yang dipilih secara purposive. Data dianalisis secara tematik dan dipetakan ke dalam kerangka product, price, place, promotion, people, process, physical evidence, serta isu FemTech dan keamanan data. Rumah Sakit Islam Yatofa memiliki modal awal berupa layanan kandungan, persalinan, PONEK, ruang obgyn, perinatalogi, NICU, laboratorium, radiologi/USG, farmasi, rekam medis, dan kanal digital dasar. Informan menilai pengembangan Women’s Health Center berpeluang, terutama melalui paket kehamilan, persalinan, skrining kanker serviks/payudara, kesehatan reproduksi remaja, infertilitas, edukasi perempuan, serta layanan digital sederhana. Hambatan utama meliputi integrasi layanan yang belum seragam, waktu tunggu, kebutuhan ruang khusus, fluktuasi biaya BMHP, kompetensi SDM, literasi digital, dan risiko keamanan data. Kesimpulan dari penelitian ini adalah strategi pengembangan bertahap melalui penguatan layanan inti, paket harga transparan, promosi edukatif, pelatihan SDM, perbaikan alur, ruang ramah perempuan, dan FemTech sederhana seperti WhatsApp reminder, edukasi digital, serta konsultasi online awal. Kata kunci: femtech; marketing mix 7p; pemasaran rumah sakit; women’s health center; digital health.
Analisis Kesiapan Implementasi Tanda Tangan Digital untuk Autentikasi Dokumen Rekam Medis Elektronik di Rawat Inap RSUD Samin Surosentiko Randublatung Mona Meidya Mustika; Dwi Iskandar
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i3.8747

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapan implementasi tanda tangan digital sebagai sarana autentikasi dokumen rekam medis elektronik di Instalasi Rawat Inap RSUD Samin Surosentiko Randublatung. Penerapan tanda tangan digital menjadi penting dalam menjamin keaslian identitas penandatangan, keutuhan dokumen, serta kekuatan hukum dalam sistem rekam medis elektronik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi terhadap tenaga medis, petugas rekam medis, staf teknologi informasi, serta manajemen rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan implementasi tanda tangan digital berada pada kategori cukup siap. Dari aspek organisasi, terdapat dukungan manajemen namun belum didukung kebijakan khusus yang komprehensif. Dari aspek sumber daya manusia, pemahaman terhadap tanda tangan digital masih terbatas sehingga diperlukan pelatihan. Dari aspek infrastruktur teknologi informasi, sistem rekam medis elektronik telah tersedia, namun integrasi tanda tangan digital dan keamanan sistem masih perlu ditingkatkan. Faktor yang mempengaruhi kesiapan implementasi meliputi kebijakan organisasi, kompetensi sumber daya manusia, dan kesiapan infrastruktur teknologi. Penelitian ini merekomendasikan penyusunan kebijakan, peningkatan kompetensi SDM, serta penguatan infrastruktur teknologi informasi guna mendukung implementasi tanda tangan digital secara optimal. Kata kunci: tanda tangan digital, rekam medis elektronik, kesiapan implementasi, rumah sakit, sistem informasi kesehatan.
Pengaruh Pengetahuan, Sikap, dan Ketersediaan Sarana terhadap Pembuangan Limbah Medis Padat dengan Kepatuhan sebagai Variabel Perantara di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu Dian Juli Astuti; Imronudin Imronudin; Muzakar Isa
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i3.8610

Abstract

Pengelolaan limbah medis padat merupakan aspek penting dalam menjaga keamanan lingkungan rumah sakit dan mencegah penyebaran penyakit menular. Namun, praktik pembuangan limbah yang tidak tepat masih sering terjadi akibat perbedaan tingkat pengetahuan, sikap, dan dukungan fasilitas di kalangan tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan, sikap, dan ketersediaan fasilitas terhadap pembuangan limbah medis padat, dengan kepatuhan sebagai variabel perantara di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan metode Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada 80 tenaga kesehatan yang dipilih menggunakan teknik sampling purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap, dan ketersediaan fasilitas memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan, dan kepatuhan secara signifikan mempengaruhi praktik pembuangan limbah medis padat. Selain itu, kepatuhan ditemukan sebagai variabel perantara yang kuat menghubungkan ketiga variabel independen tersebut dengan perilaku pengelolaan limbah. Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku pengelolaan limbah medis yang tepat tidak hanya bergantung pada faktor individu, tetapi juga pada dukungan sistem dan fasilitas yang memadai. Studi ini menyimpulkan bahwa meningkatkan pengetahuan, menumbuhkan sikap positif, dan menyediakan fasilitas yang memadai dapat meningkatkan kepatuhan serta efektivitas pengelolaan limbah medis padat di rumah sakit. Kata kunci: pengetahuan, sikap, ketersediaan fasilitas, kepatuhan, limbah medis padat
Optimalisasi Sistem Pelayanan Sebagai Strategi Mengurangi Ketergantungan Pada SDM Kunci Di Klinik Pratama Rawat Jalan Polres Gunungkidul Widyarti Widyarti; Buyung Naziel
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i3.8748

Abstract

Primary healthcare services require effective, efficient, and sustainable systems to ensure service continuity. A major challenge is the high dependence on key human resources (HR) who perform strategic functions. This study aims to analyze the level of dependence on key personnel and identify service system optimization efforts at the Gunungkidul Police Outpatient Primary Clinic. A descriptive study with a mixed qualitative and simple quantitative approach was conducted. Data were collected through observations, document reviews, and questionnaires involving 14 healthcare and support staff. The results showed that the service system was categorized as moderate, with an average score of 3.02. The highest-rated aspect was the smooth delivery of patient services (3.4), while the lowest was the utilization of non-medical personnel (2.6). The findings indicate dependence on certain key personnel, uneven workload distribution, suboptimal SOP implementation, and the lack of an adequate service backup system. Strengthening SOPs, clarifying task allocation, implementing cross-training, and optimizing non-medical personnel can reduce dependency on key HR while enhancing organizational efficiency and resilience

Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 3 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 8, No 4 (2024): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 8, No 3 (2024): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 4 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 3 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit (MARSI) Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) More Issue