cover
Contact Name
Annik Megawati
Contact Email
annikmegawati33@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.farmasi.cendekiautama@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Cendekia Journal of Pharmacy
ISSN : 25992163     EISSN : 25992155     DOI : -
Core Subject : Health,
Cendekia Journal of Pharmacy published by the Program Studi Farmasi STIKES Cendekia Utama Kudus with registered number ISSN 2599-2163 (Print) and for ISSN (Online) is 2599-2155. This journal is published twice a year, in November and May.
Arjuna Subject : -
Articles 212 Documents
ANALISIS PERBEDAAN KADAR KAFEIN PADA KOPI BUBUK HITAM DAN KOPI BUBUK PUTIH INSTAN SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis. Nur Patria Tjahjani; Afra Chairunnisa; Hana Handayani
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 5, No 1 (2021): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v5i1.90

Abstract

Coffee is famous for its high caffeine content, with the main role of caffeine in the body is to improve psychomotor work so that the body stays awake and provides a physiological effect in the form of increased energy with a limit on coffee consumption of no more than 3-4 cups of coffee a day. Caffeine is a type of xanthine alkaloid that has two carbon rings with four nitrogen atoms and has a bitter taste. This study aims to determine the caffeine levels in black ground coffee and white ground coffee, analyze the differences and to find out the theoretical caffeine levels in one cup of coffee. The method used for qualitative analysis using UV- Vis Spectrophotometer at wavelength of 273 nm, the experiment was carried out three times the replication. The results of the study of caffeine content in black coffee powder samples and instant white coffee powder in a row were : H1 4,8mg: H2 3,65 mg; H3 4,85 mg; H4 3,95 mg; H5 3,85 mg; P1 9,85 mg; P2 8,8 mg; P3 9,6 mg; P4 7,4 mg; P5 6,45 mg. T tests results showed significant differences in caffeine levels of black ground coffee and white ground coffee with a value of p=0,00. According to the Indonesian Pharmacopoeia (1995), if it is theoretically reviewed in one consumption / sachet of black powdered coffee and instant white powdered coffee is still within reasonable limits or does not exceed the usual dose, which is 300 -600 mg.
LEVEL OF KNOWLEDGE ABOUT STORAGE AND DISPOSAL OF MEDICINE AT HOME IN THE COMMUNITY OF BANJARBARU CITY, SOUTH KALIMANTAN Okta Muthia Sari; Khoerul Anwar; Indah Pebriani Putri
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 5, No 2 (2021): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v5i2.141

Abstract

In Indonesia, the percentage of household-scale drug storage is quite large. People keep drugs for self-medication. Drugs should not be stored carelessly because it will affect the stability of the drug. In addition, the improper disposal of drugs still occurs in the community. Improper disposal of drugs can harm the environment. It is important for the public to have the correct knowledge regarding drugs in order to avoid the adverse health effects of themselves and the environment. The purpose of this study was to describe the level of knowledge of the people of Banjarbaru City about the storage and disposal of drugs at home. This research is descriptive analytic cross sectional approach with sampling technique using quota sampling. The population of this research is the entire community of Banjarbaru City, South Kalimantan. The sample size used in this study based on the Lemeshow sample calculation formula was 247 respondents. The data was taken with a validated questionnaire. The data obtained were analyzed using percentages. A total of 247 respondents met the inclusion criteria. The results showed that the majority of them were 38-47 years old, had high school and college education and worked as housewives. The level of knowledge of the people of Banjarbaru City about storing medicines at home is 39.2% less knowledge, 44.5% sufficient knowledge and 16.1% good knowledge. The level of knowledge of the people of Banjarbaru City about disposing of drugs at home is 52.6% with poor knowledge, 40.5% sufficient knowledge and 6.8% good knowledge. The knowledge of the people of Banjarbaru City about storing drugs at home is included in the sufficient level (44.5%). While the knowledge of the people of Banjarbaru City about the disposal of drugs at home is included in the level of less (52.6%).
Hubungan Edukasi terhadap Peningkatan Pengetahuan Masyarakat pada Penggunaan Antibiotik di Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus Yulia Pratiwi; Febriana Anggiani
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 4, No 2 (2020): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v4i2.108

Abstract

Penggunaan antibiotik saat ini sangat tinggi karena penyakit infeksi sangat mendomisili. Pemakaian antibiotik yang tidak tepat terjadi karena minimalnya informasi dari tenaga kesehatan dan penyalahgunaan antibiotika terjadi karena mudah didapat tanpa resep dokter. Pemberian antibiotik harus disertai dengan upaya menemukan penyebab infeksi. Perlunya edukasi untuk meminimalisir terjadinya antibiotik yang kurang tepat. Kegiatan edukasi mampu meningkatkan pengetahuan tentang penggunaan antibiotik. Tujuan penelitian ini : (1) Untuk mengetahui adanya hubungan antara karakteristik dengan pengetahuan tentang penggunaan antibiotik (2). Untuk mengetahui hubungan edukasi terhadap pengetahuan tentang penggunaan antibiotik sebelum dan sesudah edukasi. Desain penelitian ini menggunakan cross sectional  yang menggunakan alat bantu kuisioner dengan teknik observasi . Data diolah menggunakan uji Frequency dan uji korelasi Rank Spearman. Pengetahuan tentang antibiotik di Kecamatan Jekulo Kabupaten sebelum dilakukan edukasi masuk pada kategori cukup 95 responden (96,94%), sedangkan setelah  dilakukannya edukasi masuk dalam kategori baik 60 responden (61,23%). Hasil dari uji Korelasi rank Spearman yaitu (1). Tidak terdapat hubungan antara karakteristik dengan pengetahuan tentang penggunaan antibiotik  (p value 0,05), Sedangkan pada (2)edukasi dengan pengetahuan tentang penggunaan antibiotik dihasilkannilai p value 0,00 0,05 dengan korelasi 0,623 yang artinya terdapat hubungan antara edukasi dengan pengetahuan tentang penggunaan antibiotik dengan tingkat keeratan hubungan yang kuat dan searah.
Back Matter Cendekia Journal of Pharmacy Vol. 5 No.1 Tahun 2021 Susan Primadevi
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 5, No 1 (2021): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v5i1.140

Abstract

Aktivitas Antibakteri Fraksi N-Heksan, Etil Asetat dan Air Ekstrak Etanol Daun Parijoto (Medinilla Speciosa Blume) Terhadap Propionibacterium Acnes dan Staphylococcus Epidermidis Lilis Sugiarti; Dieta Maudy Andriyani; Mera Putri Pratitis; Ratna Setyani
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 4, No 2 (2020): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v4i2.105

Abstract

Prevalensi jerawat pada usia remaja (15-18 tahun) mencapai 80-85%. Jerawat merupakan salah satu penyakit kulit autoinflamasi yang terkait dengan autoimmun. Kebutuhan akan pengembangan obat herbal menjadi salah satu solusi untuk mengatasi jerawat. Tanaman herbal di Indonesia telah menarik banyak perhatian karena telah banyak memecahkan permasalahan terkait dengan beberapa penyakit kulit yang disebabkan oleh autoimun. Salah satu tanaman herbal yang dipercaya berkhasiat obat oleh masyarakat di lereng Gunung Muria adalah tanaman parijoto (Medinilla speciosa Blume). Tujuan penelitian adalah mengetahui aktivitas antibakteri dari beberapa fraksi ekstrak etanol daun parijoto terhadap bakteri penyebab jerawat (P. acnes dan S. epidermidis). Metode penelitian dilakukan dengan menguji aktivitas antibakteri dari berbagai tingkat kepolaran fraksi ekstrak etanol daun parijoto terhadap bakteri P. acnes dan S. epidermidis. Ekstrak etanol daun parijoto difraksinasi bertingkat dengan menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat, dan air. Masing-masing fraksi yang diperoleh diidentifikasi fitokimia secara kualitatif, selanjutnya dibuat seri konsentrasi 100; 75; 50; 25; 12,5; 6,25 mg/mL dengan kontrol negatif (aquadest steril dan DMSO) dan kontrol positif (klindamisin 2 µg/1 mL) dan dilakukan pengujian terhadap bakteri P. acnes dan S. epidermidis dengan metode difusi cakram. Hasil yang didapatkan dianalisis dengan menggunakan uji One Way Anova, korelasi da regresi. Fraksi n-heksan dan etil asetat dapat menghambat aktivitas bakteri P. acnes dan S. epidermidis mulai konsentrasi 50 mg/mL dan semakin membesar seiring dengan bertambahnya konsentrasi. Pada fraksi air dapat menghambat aktivitas bakteri P. acnes mulai konsentrasi 25 mg/mL sedangkan pada S. epidermidis dimulai pada konsentrasi 12, 5 mg/mL. Hasil uji korelasi menunjukkan hubungan yang yang sangat kuat dengan nilai Asymp Sig (2- tailed) > 0,05 dengan pengaruh konsentrasi ekstrak terhadap diameter zona hambat sebesar 80,5 sampai 97,3%. Fraksi n-heksan, etil asetat, dan air dari ekstrak etanol daun parijoto memiliki aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis dengan aktivitas antibakteri tergolong lemah sampai sedang. Nilai KHM pada fraksi n-heksan dan etil asetat adalah pada konsentrasi 50 mg/mL, sedangkan pada fraksi air pada konsenstarasi 12,5 sampai 25 mg/mL. Pada fraksi n-heksan dan etil asetat aktivitas antibakterinya lebih sensitif terhadap Staphylococcus epidermidis dibandingkan terhadap Propionibacterium acnes, sedangkan pada fraksi air sebaliknya.
Pengaruh Health Literacy melalui Media Brosur tentang Pengobatan Gastritis terhadap Pengetahuan Warga di Desa Muktiharjo Kabupaten Pati Yulia Pratiwi; Ivan Esmu Aji
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 5, No 1 (2021): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v5i1.138

Abstract

Gastritis merupakan penyakit peradangan pada mukosa lambung. Di indonesia pada tahun 2010 gastritis masuk dalam kategori penyakit terbesar ke 9 dari 50 peringkat jenis penyakit pada pasien Rawat Jalan di seluruh Puskesmas di Indonesia. Survey yang dilakukan di Jakarta menunjukkan dari 1.645 responden yang terkena Gastritis mencapai 60%. Faktor resiko terjadinya penyakit gastritis diantaranya adalah setres, pola makan yang tidak teratur dan makan makanan yang mengiritasi lambung. Pengetahuan tentang penyakit ini sangatlah penting terutama bagi penderita Gastritis, sehingga diharapkan dengan adanya  Health Literacy dapat membantu masyarakat dalam mendapatkan informasi tentang gastritis. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan cross Sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu Simple Random sampling pada masyarakat Desa Muktiharjo Kabupaten Pati. Pengumpulan data dilakukan dengan cara penyebaran kuisioner yang diberikan sebagai pre-test  kemudian responden diberikan Health Literracy dalam bentuk brosur, lalu setelah itu diberikan kuisioner kedua sebagai post-test. Data dianalisis dengan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan p value 0,000 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan bermakna pada pengetahuan antara sebelum dan sesudah  pemberian  Health Literacy (Brosur). Perbedaan tersebut juga terlihat pada peningkatan pengetahuan masyarakat di Desa Muktiharjo Kabupaten Pati setelah diberikaln brosur.
Front Matter Cendekia Journal of Pharmacy Vol. 5 No. 2 Tahun 2021 Susan Primadevi
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 5, No 2 (2021): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v5i2.171

Abstract

Uji Efek Antidiare Kombinasi Ekstrak Etanol Biji Pepaya (Carica papaya L.) dan Rumput Teki (Cyperus rotundus L.) pada Mencit Jantan Rifda Naufa Lina; Annis Rahmawaty
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 5, No 1 (2021): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v5i1.130

Abstract

Diare merupakan penyakit infeksi usus yang menjadi masalah kesehatan di negara berkembang termasuk Indonesia. Pengobatan menggunakan obat kimia dapat menimbulkan efek samping yang ditakutkan masyarakat, sehingga perlu dilakukan pengobatan alternatif dengan tanaman yang berpotensi sebagai obat tradisional. Biji pepaya dan rumput teki mengandung metabolit sekunder diantaranya tanin dan flavonoid yang dapat digunakan sebagai anti diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan dosis efektif kombinasi ekstrak etanol biji pepaya dan rumput teki sebagai antidiare pada mencit. Jenis penelitian ini  bersifat true eksperimental. Sampel menggunakan mencit jantan putih (Mus muscullus) berjumlah 25 mencit dan dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol positif, kelompok kontrol negatif, dan tiga kelompok uji yang diberikan kombinasi ekstrak dengan tiga perbandingan dosis (1:1, 1:2, 2:1) yang diberikan secara oral. Data diperoleh setelah mencit dipuasakan kemudian diberi perlakuan sampai 4 jam. Hasil penelitian dianalisis dengan SPSS (Statistical Product and Service Solutions) menggunakan one way anova. Hasil menunjukkan pada lama terjadinya diare, frekuensi diare dan diameter serapan air yaitu pada perbandingan 1:1, 1:2 dan 2:1 tidak ada perbedaan signifikan dengan p0,05. Sehingga dosis yang efektif sebagai antidiare dari kombinasi ekstrak etanol biji pepaya dan rumput teki yaitu perbandingan 1:1.
Analisis Penggunaan Antibiotik pada Pasien Bedah di RSUD dr Slamet Martodirjo Pamekasan dengan Metode ATC/DDD Ratri Rokhani; Maria Ulfa; Lisa Narulita; Muhammad Akram; Sumarno Sumarno
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 5, No 2 (2021): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v5i2.162

Abstract

Meluasnya penggunaan antibiotik yang tidak tepat merupakan isu besar dalam kesehatan masyarakat dan keamanan pasien. Penelitian Antimicrobial Resistance in Indonesia (AMRIN) menunjukkan sebanyak 42% penggunaan antibiotik terindikasi tidak tepat pada pasien bedah. Penggunaan antibiotik secara bijak merupakan solusi atas masalah resistensi antibiotik. World Health Organization (WHO) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merekomendasikan penggunaan metode Anatomical Therapeutic Chemical/Defined Daily Dose (ATC/DDD) untuk menilai kuantitas penggunaan antibiotik.. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-analitik (crosssectional) dengan pengambilan data secara retrospektif pada pasien bedah RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan selama periode Januari-Maret 2020. Kriteria inklusi yaitu pasien rawat inap bedah yang menggunakan antibiotik. Kriteria eksklusi yaitu pasien yang menggunakan antibiotik sediaan topikal, pasien yang meninggal selama penelitian, dan pasien anak-anak (
FORMULASI HAND AND BODY LOTION EKSTRAK DAUN SAMBILOTO DENGAN SETIL ALKOHOL SEBAGAI STIFFENING AGENT Ayu Regita Vinaeni; Metha Anung Anindhita; Nur Ermawati
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 6, No 1 (2022): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v6i1.147

Abstract

Lotion merupakan sediaan emulsi yang kandungan airnya lebih banyak dibandingkan minyak. Setil alkohol digunakan dalam sediaan hand and body lotion sebagai stiffening agent yang mampu meningkatkan sifat dan stabilitas fisik dari sediaan. Ekstrak etanol daun sambiloto mengadung flavonoid yang dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk menentukan konsentrasi setil alkohol yang menghasilkan formula terbaik serta mengetahui pengaruh perbendaan konsentrasi setil alkohol terhadap sifat dan stabilitas fisik sediaan. Penelitian mengunakan metode eksperimental. Konsentrasi setil alkohol yang dalam formula yaitu, FI (2%), FII (3%), dan FIII (4%). Ekstrak daun sambiloto yang digunakan dalam formula sebesar 0,5%. Sediaan diuji sifat fisik meliputi organoleptis, homogenitas, iritasi, dan stabilitasnya. Hasil pengujian berupa viskositas, daya lekat, daya sebar, dan pH dianalisis dengan SPSS 23. Formulasi terbaik dipilih berdasarkan kriteria sifat dan stabilitas fisik sediaan. Formula dengan kandungan setil alkohol sebesar 2% (FI) menunjukkan hasil yang terbaik, karena hasil pengujian menunjukkan hasil yang sesuai dengan kriteria sifat fisik. FI juga menunjukkan nilai stabilitas yang paling lama dibandingkan 3% (FII) dan 4% (FIII). Analisis data dengan One Way Annova menunjukkan adanya pengaruh penggunaan yang berbeda dari setil alkohol terhadap viskositas, daya lekat, daya sebar, dan pH sediaan. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai signifikansi < 0,05.

Page 10 of 22 | Total Record : 212