cover
Contact Name
Annik Megawati
Contact Email
annikmegawati33@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.farmasi.cendekiautama@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Cendekia Journal of Pharmacy
ISSN : 25992163     EISSN : 25992155     DOI : -
Core Subject : Health,
Cendekia Journal of Pharmacy published by the Program Studi Farmasi STIKES Cendekia Utama Kudus with registered number ISSN 2599-2163 (Print) and for ISSN (Online) is 2599-2155. This journal is published twice a year, in November and May.
Arjuna Subject : -
Articles 212 Documents
Perbandingan Uji Aktivitas Antioksidan Fraksi N-Heksan, Etil Asetat dan Air Ekstrak Etanol Kulit Buah Salak Menggunakan Metode Peredaman Radikal Bebas DPPH Ricka Islamiyati; Endra Pujiastuti
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 4, No 2 (2020): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v4i2.110

Abstract

Tanaman salak merupakan salah satu buah khas dari Indonesia yang dapat ditemukan hampir di setiap daerah. Kulit dan daging buah salak secara hasil fitokimia mengandung golongan senyawa alkaloid, flavonoid, hidrokuinon, steroid dan tanin serta beberapa jenis salak tertentu mengandung senyawa saponin. Senyawa-senyawa tersebut dapat berkhasiat dalam pengobatan, diantaranya sebagai antioksidan, antidiabetes, mencegah sembelit dan sebagainya. Setiap orang memerlukan suatu senyawa yang bersifat antioksidan untuk melindungi sel-sel tubuh dari efek negatif radikal bebas. Radikal bebas adalah suatu atom, gugus atom yang memiliki satu atau lebih elektron tidak berpasangan pada orbital paling luar sehingga sifatnya seacar kimiawi sangat reaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan fraksi N-Heksan, etil asetat dan air ekstrak etanol kulit buah salak. Hasil dari regresi linier fraksi n-heksan diperoleh IC50 388,82 ppm menunjukan bahwa fraksi n-heksan kulit buah salak memiliki sifat antioksidan lemah. Hasil dari fraksi etil asetat diperoleh IC50 229,88 ppm yang menunjukan bahwa fraksi etil asetat kulit buah salak memiliki sifat antioksidan sedang. Hasil dari fraksi air diperoleh IC50 60,19 ppm yang menunjukkan bahwa fraksi air kulit buah salak memiliki sifat antioksidan kuat. Hasil dari analisis statistika varian satu arah (ANOVA one-way) menunjukkan bahwa semua kelompok antioksidan memberikan nilai signifikan p0,05 dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara antioksidan fraksi air, etil asetat dan n heksan kulit buah salak.
SINTETIS HAND WASH ECO GREEN SEBAGAI ANTISEPTIK DARI EKSTRAK ETANOL DAUN PARIJOTO (MEDINILLA SPECIOSA, BLUME) Fian Nada Muluuchah; Aditiya Putri Suryani; Muhammad Zaenuri; Triyas Septiana Fatmawati
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 5, No 2 (2021): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v5i2.146

Abstract

Parijoto (Medinilla speciosa, Blume) merupakan tanaman yang tumbuh subur di lereng, bukit dan di dalam hutan Gunung Muria Kudus, Jawa tengah. Selain buah tanaman parijoto juga mempunyai daun yang banyak manfaat salah satunya sebagai antibakteri. Kandungan bahan aktif dari parijoto yaitu flavonoid, saponin dan tanin. Produk sabun cuci tangan antiseptik banyak beredar di Indonesia. Banyak produk sabun antiseptik yang menggunakan bahan aktif kimia sintesis tetapi memiliki beberapa efek samping. Untuk itu senyawa antibakteri yang terdapat dalam daun parijoto dapat dimanfaatkan sebagai alternatif senyawa antibakteri sabun cuci tangan antiseptik yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol daun parijoto pada sintesis Hand Wash Eco Green sebagai antiseptik sekaligus mengetahui konsentrasi optimal ekstrak etanol daun parijoto untuk menghambat pertumbuhan bakteri. Ekstrak etanol daun parijoto diperoleh dengan metode maserasi. Uji aktivitas antibakteri ekstrak dilakukan dengan metode difusi cakram. Uji stabilitas fisika kimia dilakukan dengan metode cycling test. Zona hambat ektrak etanol daun parijoto terhadap bakteri S. aureus yang optimal adalah 8,45 mm dan terhadap E. Coli adalah 6,98 mm. Ekstrak etanol daun parijoto dapat diformulasikan menjadi hand wash pada konsentrasi 3%. Uji Stabilitas menunjukkan bahwa perubahan organoletis, uji pH, uji daya busa dan Uji bobot jenis masih dalam nilai yang dipersyaratkan. Formulasi hand wash ekstrak etanol daun parijoto mempunyai aktivitas antibakteri terhadap S. aureus dan E. Coli.
Penetapan Kadar Flavonoid Total pada Juice Daun Ubi Jalar Ungu (Ipomoea Batatas L.) yang Berpotensi Sebagai Hepatoprotektor dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis Suharyanto Suharyanto; Dela Anding Nadia Prima
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 4, No 2 (2020): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v4i2.89

Abstract

Hepar merupakan organ intestinal terbesar yang berfungsi diberbagai sistem metabolik tubuh, apabila enzim yang ada di sel hepar terlepas mengalami kerusakan. Flavonoid adalah salah satu senyawa yang dapat melindungi organ dalam contohnya hati. Jenis senyawa flavonoid terbesar, yang tersebar di buah dan sayur adalah Quersetin. Juice Daun Ubi Jalar Ungu terbukti memiliki kadar flavonoid. Masyarakat kini dapat membut juice daun ubi jalar ungu lalu diaplikasikan untuk campuran roti, membuat agar-agar ataupun puding. Analisis kualitatif menggunakan Uji Shinoda, NaOH 10%, dan H2SO4pekatyang hasilnya positif. Analisis kuantitatif menggunakan Spektrofotometri UV-Vis penetapan kadar flavonoid total dilakukan dengan metode AlCl3  dengan total flavonoid dinyatakan dalam QE (Quersetin Ekuivalen) pada panjang gelombang maksimum 429,5 nm dan operating time 30 menit. Hasil rata-rata kadar flavonoid total yang didapatkan dari juice daun ubi jalar ungu 435,09 mg QE/100g dan nilai koefisien variasi yaitu 1,11094%.
AKTIFITAS ANTIASMA EKSTRAK JAHE MERAH (Zingiber officinale var rubrum) TERHADAP JUMLAH EOSINOFIL DAN SEL MAST YANG TIDAK TERDEGRANULASI Dian Arsanti Palupi; Eliana Freistanti; Vasti Eka Apriliani
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 5, No 1 (2021): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v5i1.134

Abstract

Asma merupakan penyakit inflamasi kronik pada saluran nafas yang ditandai dengan sesak nafas, batuk, nyeri dada, mengi yang terdapat peran sel-sel inflamasi seperti eosinofil, neutrofil, limfosit dan lain-lain. Jahe merah sejak lama terbukti mempunyai aktivitas farmakologis dan sudah digunakan sebagai obat tradisional. Tujuan dari penelitian ini adalah membuktikan pengaruh ekstrak jahe merah terhadap penurunan jumlah eosinofil dan sel mast pada mencit asma. Sebanyak 20 ekor mencit Balb / C yang memenuhi kriteria inklusi dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kontrol normal (K1), kontrol negatif (K2), kontrol positif / deksametason (K3), kelompok ekstrak jahe merah (K4). Pada hari ke 0 dan 7, mencit disensitisasi dengan Ovalbumin secara intraperitoneal Pada hari ke 14, 16, 18 mencit disensitisasi ulang dengan inhalasi menggunakan OVA 1% dalam NaCl 0,9% steril pada hari ke 18 sampai 25, kelompok K1 dan K2 diberi CMC. Na, kelompok K3 diberi deksametason 1,3? / hari, kelompok K4 diberi ekstrak jame merah 3,9 mg / hari, Tiap perlakuan dilakukan pada waktu yang sama. Pada hari terakhir inhalasi dimulai hari ke-18, ke-19, ke-20, ke-21, ke-22, ke-23, ke-24, ke-25. pada hari ke 25 mencit diterminasi untuk dianalisis jumlah eosinofil dan jumlah sel mast yang stabil. Ekstrak jahe merah dapat menurunkan jumlah eosinofil mencit asma dibandingkan dengan kelompok negatif nilai p 0.05 Eksrak jahe merah dapat menurunkan degranulasi sel mast mencit asma dibandingkan dengan kelompok negatif nilai p 0.05 .Kesimpulan, ekstrak jahe merah terbukti secara statistic signifikan menurunkan jumlah eosinofil dan mencegah degranulasi sel mast.
KAPASITAS ADSORPSI MEMBRAN SELULOSA BATANG ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) TERMODIFIKASI NA2-EDTA DENGAN VARIASI WAKTU DAN KONSENTRASI LOGAM Cr (VI) Rohmatun Nafi'ah; Hasan Fahmi
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 5, No 1 (2021): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v5i1.120

Abstract

Batang eceng gondok memiliki kandungan selulosa yang berpotensi sebagai bahan utama dalam pembuatan membran selulosa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi waktu dan variasi konsentrasi terhadap kapasitas adsorpsi membran selulosa batang eceng gondok termodifikasi Na2-EDTA pada logam Cr (VI). Selulosa dihasilkan dari proses ekstraksi sokletasi, tahap pemutihan dan hidrolisis. Selulosa murni dimodifikasi dengan Na2-EDTA menggunakan katalisator H2SO4. Hasil analisis penetapan kapasitas adsorpsi dengan variasi waktu kontak 25 menit nemiliki nilai 0,84 mg/g, waktu kontak 35 menit dengan nilai 0,78 mg/g dan waku kontak 45 menit dengan nilai 0,75 mg/g. Kapasitas adsorpsi dengan variasi konsentrasi 15 ppm memiliki nilai 0,5275 mg/g, konsentrasi 30 ppm dengan nilai 1,2304 mg/g dan variasi 45 ppm dengan nilai 1,9925 mg/g. Kapasitas adsorpsi membran selulosa batang eceng gondok terhadap logam Cr (VI) yang optimal berada pada waktu kontak 25 menit dengan konsentrasi logam Cr (VI) 45 ppm.
THE EFFECTIVENESS TEST OF CIPLUKAN (Physalis angulate L.) LEAF EXTRACT ON WOUND HEALING IN MALE RABBIT (Oryctolagus cuniculus) WISTAR STRAIN Baiq Mahmudah; Recta Olivia Umboro; Fitri Apriliany
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 5, No 2 (2021): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v5i2.122

Abstract

  An incision wound is a wound that occurs because of a sharp incision on the skin. This wound can occur in the dermis and epidermis of the skin with a depth 0,3cm, and length of 1,5cm. If not handle properly, the cut can develop into an infected wound. Ciplukan leaves (Physialis angulata L.) contain tannins compounds. Tanin compound can accelerate wound healing with cellular mechanism. The purpose of this study is to determine the ability of ciplukan leaves extract as an alternative medicine in healing the incisions.This study is an experimental study using a completely randomized design wich using 3 treatment groups of male rabbit (Oryctolagus cuniculus) consisted of: 1st group  negative control (vaselin flava), 2nd group positive control (povidone iodine), 3rd group ciplukan leaves extract test with 3 different concentrations (15%, 30%, 45%). Wound healing was observed for 20 days.The results of the analysis using One-way ANOVA, Kruskal Wallis obtained a value of p?0.05, showed the extract of ciplukan leaves is effective in healing incisions . The healing ability equivalent to positive control with a healing time of 13 days was shown at a concentration of 45%. 
Front Matter Cendekia Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 2 Tahun 2020 Annik Megawati
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 4, No 2 (2020): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v4i2.112

Abstract

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus epidermidis DAN Propionibacterium acnes Lilis Sugiarti; Jihaan Maila Shofa
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 5, No 2 (2021): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v5i2.159

Abstract

Jerawat atau acne vulgaris merupakan penyakit kulit yang sering timbul serta dapat mengganggu para remaja. Pengobatan jerawat yang umumnya digunakan yaitu antibiotik seperti ampicillin, klindamisin dan lain-lain. Oleh karena itu, diperlukan alternatif lain sebagai pengobatan jerawat dengan memanfaatkan bahan alam yaitu tanaman mengkudu (Morinda citrifolia L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan Konsentrasi Hambat Minimal (KHM) ekstrak etanol daun parijoto terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan Propionobacterium acnes serta untuk mengetahui adanya korelasi antara aktivitas antibakteri dan konsentrasi ekstrak etanol. Metode yang dilakukan yaitu pengolahan sampel sampai diperoleh serbuk dan diekstraksi menggunakan metode maserasi serta diujikan pada bakteri dengan metode difusi cakram. Hasil yang didapatkan di analisis dengan menggunakan uji One Way Anova, korelasi dan regresi linear, sedangkan perbedaan daya hambat antara dua bakteri menggunakan uji Independent Samples T- Test. Hasil uji One Way Anova menunjukkan perbedaan yang bermakna dengan nilai signifikasi 0,05. Uji korelasi menunjukkan hubungan yang sangat kuat dengan nilai Asymp Sig (2-tailed) 0,05 dengan pengaruh konsentrasi ekstrak terhadap diameter zona hambat Staphylococcus epidermidis sebesar 93,33% dan sebesar 98,19% pada Propionibacterium acnes. Konsentrasi ekstrak etanol daun mengkudu lebih efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis daripada Propionibacterium acnes. Ekstrak Etanol Daun Mengkudu memiliki potensi sebagai antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes. Ekstrak etanol lebih efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis daripada Propionibacterium acnes.
Formulasi Sediaan Self Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) Ekstrak Etil Asetat Buah Parijoto (Medinilla speciosa Blume) Serta Uji Stabilitas Fisik Ema Dwi Hastuti; Sukarno Sukarno
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 4, No 2 (2020): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v4i2.106

Abstract

Terapi ekstrak herbal dengan pemberian oral terkadang kurang efektif karena memiliki kelarutan yang rendah, ketersediaan hayati yang rendah dan memerlukan dosis tinggi dalam pemberiannya. Perancangan dan pengembangan sistem nanoemulsi merupakan salah satu strategi untuk mengatasi permasalahan terkait sistem penghantaran obat konvensional, antara lain kelarutan, ketersediaan hayati, dan ketidakpatuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengontrol dan meningkatkan ketersediaan hayati agen terapeutik. Pada penelitian ini dikembangkan SNEDDS dengan menggunakan ekstrak buah parijoto sebagai bahan aktifnya. Analisis karakteristik fisik meliputi waktu emulsifikasi, nilai transmitansi, ukuran dan distribusi partikel, serta zeta potensial. SNEDDS telah memenuhi persyaratan parameter fisik yaitu waktu emulsifikasi kurang dari satu menit, transmitansi mendekati 100%, dan ukuran partikel serta distribusinya 96, 3 ± 0,355 nm. Zeta potensial dari formulasi ini adalah -29,2 mV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi SNEDDS memiliki sifat fisik yang sangat baik dan stabilitas yang baik; Dapat disimpulkan bahwa formulasi SNEEDS dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan ketersediaan hayati suatu obat.
AKTIVITAS PENANGKAPAN RADIKAL BEBAS PADA KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN MANGGA (Mangifera indica L.) DAN DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) Endah Kurniawati; Fajar Setyo Wibowo; Rita Rusmeilina
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 5, No 1 (2021): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v5i1.125

Abstract

Antioksidan merupakan suatu senyawa yang bermanfaat dalam melawan kanker dan proses lain yang berpotensi mengarah pada penyakit-penyakit degeneratif seperti diabetes dan penyakit jantung. Antioksidan bekerja dengan cara menetralisasi radikal bebas menjadi bentuk non radikal. Banyak tanaman, termasuk buah dan sayur, merupakan antioksidan alami karena kandungan senyawa fenolik dan flavonoid yang berperan terhadap aktivitas tanaman sebagai antioksidan. Mangga dan sirsak merupakan salah satu tanaman yang tersebar luas di Indonesia. Daun mangga dan daun sirsak mengandung banyak zat aktif salah satunya adalah senyawa fenol yang menunjukkan aktivitas sebagai antioksidan, antiinflamasi dan antidiabetes. Kombinasi kedua tanaman tersebut berpotensi untuk dikembangkan aktivitas antioksidannya.Aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak daun mangga dan daun sirsak dapat diamati dari aktivitas penangkapan radikal bebas menggunakan metode DPPH dengan pembanding vitamin C. Nilai IC50 digunakan  sebagai parameter aktivitas penangkapan radikal bebas menggunakan metode DPPH. Kombinasi ekstrak daun mangga dan sirsak menunjukkan adanya aktivitas sebagai antioksidan. Hasil uji aktivitas penangkapan radikal bebas menunjukkan aktivitas kombinasi dua ekstrak tersebut lebih rendah dibandingkan dengan standar vitamin C yang memiliki nilai IC50 sebesar 35,50 ppm. Namun kombinasi kedua ekstrak tersebut memiliki potensi dikembangkan sebagai antioksidan. Kombinasi ekstrak etanol daun mangga dan daun sirsak dengan perbandingan 75:25 memiliki nilai IC50 paling baik yaitu sebesar 94,96 ppm, diikuti perbandingan 50:50 dengan nilai IC50 140,36 ppm, dan perbandingan 25:75 dengan nilai IC50 sebesar 207,79 ppm.

Page 8 of 22 | Total Record : 212