cover
Contact Name
Annik Megawati
Contact Email
annikmegawati33@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.farmasi.cendekiautama@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Cendekia Journal of Pharmacy
ISSN : 25992163     EISSN : 25992155     DOI : -
Core Subject : Health,
Cendekia Journal of Pharmacy published by the Program Studi Farmasi STIKES Cendekia Utama Kudus with registered number ISSN 2599-2163 (Print) and for ISSN (Online) is 2599-2155. This journal is published twice a year, in November and May.
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
Front Matter Cendekia Journal of Pharmacy Vol. 10 No. 1 Tahun 2026 Fitrianingsih, Sri
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 10, No 1 (2026): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v10i1.416

Abstract

FORMULASI DAN UJI PARAMETER FISIK KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN KUBIS ALTERNATIF KRIM HERBAL ANTI INFLAMASI PADA IBU MENYUSUI Kasanah, Uswatun; Sari, Dessy Erliani Mugita
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 10, No 1 (2026): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v10i1.413

Abstract

Daun Kubis (Brassica oleracea L. Var. Capitata F. Rubra) dikenal mempunyai aktivitas antiinflamasi, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai obat inflamasi terutama pada ibu menyusui. Salah satu kandungan di dalam kol ungu adalah antosianin (cyanidin-3-diglucoside-5-glucoside). Senyawa ini mempunyai efek sebagai antiinflamasi untuk tubuh. Tujuan dari penelitian ini untuk membuat sediaan  krim dan mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak daun kubis terhadap stabilitas sifat fisik sediaan. Krim dibuat menggunakan dengan variasi konsentrasi ekstrak 10%, 15% dan 20%. Krim diuji sifat fisiknya meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar dan daya lekat. Metode analisis yang digunakan adalah ANOVA dengan taraf kepercayaan 95%. Ekstrak etanol daun kubis menggandung senyawa flavonoid, saponin dan tanin yang diamati melalui skrining fitokimia. ekstrak kubis putih dosis 500 mg/kgbb memiliki kemampuan menghambat udem yang lebih baik dibandingkan dengan ekstrak etanol kubis dosis 250 mg/kgbb dengan dosis 750 mg/kgbb. Hasil sediaan Krim menggunakan variasi konsentrasi ekstrak menunjukkan uji sifat fisik bahwa semua formula memenuhi syarat sediaan fisik yaitu homogen, pH yang sesuai yaitu kurang dari 6, daya sebar yang sejalan dengan nilai daya lekat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semua formula menunjukkan hasil yang sesuai dengan persyaratan sediaan krim. 
EFEK NEFROPROTEKTIF MADU HUTAN TERHADAP GINJAL Rattus norvegicus YANG DIINDUKSI ASPARTAM BERDASARKAN GAMBARAN HISTOPATOLOGI Putri, Cahaya Anindya; Sayekti, Fitria Diniah Janah
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 10, No 1 (2026): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v10i1.285

Abstract

Aspartam merupakan pemanis sintetis yang sering digunakan pada produk makanan dan minuman seperti minuman bersoda, minuman berenergi, kopi instan, dan pada minuman berperisa. Aspartam yang dikonsumsi secara berlebihan dapat menimbbulkan perubahan  pada gambaran mikroskopis organ ginjal. Salah satu bahan alam yang memiliki efek nefroprotektif adalah madu yang mengandung flavonoid, yang berperan sebagai antioksidan. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental dengan tujuan untuk mengetahui efek nefroprotektof pada histopatologis organ ginjal tikus putih galur wistar yang telah diberikan madu hutan dengan konsentrasi 25%, 50%, dan 75% setelah diinduksi aspartam. Perlakuan dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol normal (K1), kelompok kontrol negatif (K2), kelompok pemberian aspartam dan madu hutan dengan konsentrasi 25% (K3), kelompok pemberian aspartam dan madu hutan dengan konsentrasi 50% (K4), kelompok pemberian aspartam dan madu hutan dengan konsentrasi 75% (K5). Pengamatan secara makroskopis didapatkan hasil bahwa tidak terdapat perbedaan warna ginjal, dimana pada kelompok perlakuan K1, K2, K3, K4, K5 berwarna coklat kemerahan, tekstur kenyal, dan ukuran yang berbeda-beda. Pada hasil pengamatan mikroskopis yang dianalisis menggunakan uji statistik One Way Anova dengan nilai sig. ? 0,05 yang berarti terdapat perbedaan bermakna rerata pada semua perlakuan. Berdasarkan uji lanjut Post Hoc Tukey didapatkan hasil konsentrasi madu hutan 75% paling efektif dalam memberikan efek nefroprotektif yaitu pada kelompok (K5).
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera L) TERHADAP BAKTERI Propinebacterium acnes PENYEBAB INFEKSI PADA JERAWAT Rokhana, Rokhana; Wahyu, Dian
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 10, No 1 (2026): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v10i1.391

Abstract

Propinebacterium acnes dikenal sebagai bakteri yang turut memicu proses peradangan pada kelenjar sabaseus, sehingga kondisi tersebut dapat berkembang menjadi munculnya jerawat. Upaya penelusuran senyawa antibakteri dari berbagai ekstrak tumbuhan terus dikembangkan untuk memperoleh komponen bioaktif yang mampu menekan mikroorganisme patogen. Lidah buaya (Aloe vera L) termasuk tanaman obat yang diketahui memiliki beragam molekul aktif dengan potensi sebagai antibakteri. Tujun penelitian ini diarahkan untuk menelaah sejauh mana ekstrak etanol dari lidah buaya mampu menurunkan laju perkembangan bakteri Propinebacterium acnes. Metode penelitian ini dilaksanakan melalui rancangan uji eksperimental di laboratorium yang menerapkan pola post test control group design only sebagai kerangka utama pengamatan. Uji kemampuan antibakteri dilakukan dengan memanfaatkan teknik difusi cakram Kirby Bauer. Pada tahap awal, suspensi Propinebacterium acnes disebarkan secara merata di atas permukaan medium Muller Hinton Agar (MHA) memakai kapas steril agar pertumbuhan bakteri berlangsung homogen. Setiap disk cakram diberi perlakuan berupa ekstrak lidah buaya pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%. Larutan garam fisiologis ditempatkan sebagai kontrol negatif, sedangkan klindamicin digunakan sebagai kontrol positif. Seluruh cawan uji diinkubasi dalam suasana anaerob pada suhu 37°C dalam waktu 24 jam. Diameter zona hambat yang muncul di bagian sekitar cakram kemudian diukur. Hasil pengamatan selanjutnya diolah secara statistik melalui uji Mann Whitney. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa pemberian ekstrak gel lidah buaya mampu membentuk area hambatan dengan diameter 7 mm pada konsentrasi 40%, 7,75 mm pada konsentrasi 60%, 8,75 mm pada konsentrasi 80%, dan 9 mm ketika konsentrasi mencapai 100%. Kontrol positif menghasilkan zona hambat berukuran 33 mm, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan pembentukan area jernih. Peningkatan kadar ekstrak berhubungan langsung dengan bertambah lebarnya zona hambat yang muncul di sekitar cakram uji. Ekstrak lidah buaya pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100% terbukti memiliki aktivitas antibakteri terhadap Propinebacterium acnes
KARAKTERISASI NANOPARTIKEL EKSTRAK DAUN SUKUN (Artocarpus altilis (park) fosberg) DENGAN MENGGUNAKAN METODE GELASI IONIK DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN M. Henityo Agung As'adi; Indri Meirista; Avisa Amelia

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v10i2.428

Abstract

Penghantaran nanopartikel dideskripsikan sebagai formulasi suatu partikel yang terdispersi pada ukuran nanometer atau skala per seribu mikron. Daun sukun mengandung senyawa flavonoid yang tinggi, jenis flavonoid yang terkandung yaitu artocarpin dan kuersetin yang berfungsi sebagai antioksidan. Salah satu polimer yang dapat diaplikasikan dalam formulasi nanopartikel adalah kitosan dengan agen silang karagenan. Penelitian ini untuk mengetahui karakteristik nanopartikel ekstrak daun sukun dengan metode gelasi ionik dan aktivitas antioksidan nanopartikel ekstrak daun sukun. Pada penelitian ini meliputi pengambilan sampel, pembuatan simplisia, ekstraksi, analisis UPLC-MS/MS, uji aktivitas antioksidan, formulasi larutan nanopartikel, uji % transmitan, uji Particle Size Analyzer (PSA), pengukuran zeta potensial dan distribusi ukuran partikel. Penelitian uji aktivitas antioksidan ekstrak dan nanopartikel ekstrak didapatkan nilai IC50 19,8 ?g/mL dan 12,3 ?g/mL dengan intensitas sangat kuat. Hasil karakterisasi nanopartikel ekstrak daun sukun dengan perbandingan ekstrak daun sukun: karagenan: kitosan F1 (0,2%:0,1%:0,2%); F2 (0,2%:0,2%:0,2%); F3 (0,2%:0,1%:0,4%); dan F4 (0,2%:0,2%:0,4%) menunjukkan % transmitan berurutan 93,616%; 94,569%: 95,853%; dan 95,910%. Hasil uji PSA berurutan adalah 768 nm; 565 nm; 278 nm; dan 75 nm. Hasil zeta potensial berurutan -12 mV; -0,2 mV; -0,2 mV; dan -19,7 mV. Dapat disimpulkan bahwa dengan adanya variasi konsentrasi karagenan dan kitosan pada masing-masing formula dapat mempengaruhi uji transmitan, ukuran partikel, distribusi ukuran partikel dan nilai zeta potensial.
COST EFFECTIVENESS ANALYSIS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK INJEKSI PADA PASIEN BRONKOPNEUMONIA DI KLINIK PRATAMA RAWAT INAP GRAHA MEDIKA PATI Yulia Pratiwi; Ahmad Izul Khilmi; Wildayanti Wildayanti; Mera Putri Pratitis; Aprillia Puspitasari Tunggadewi

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v10i2.427

Abstract

Bronchopneumonia is an infectious lung disease affecting one or more lobes of the lung, characterized by patches of infiltrate caused by bacteria, viruses, fungi, and foreign objects. The primary treatment for bronchopneumonia is antibiotic therapy. Inappropriate antibiotic use can have adverse effects, including the emergence of bacterial resistance to antibiotics, resulting in longer patient care times and higher treatment costs. Therefore, a cost-effectiveness analysis of antibiotic injection treatment for bronchopneumonia patients is necessary. The purpose of this study was to determine the cost-effectiveness of the use of antibiotic injections in bronchopneumonia patients at the Graha Medika Pati Inpatient Clinic. This study was non-experimental or observational. The sampling technique used was a total sampling that met the inclusion and exclusion criteria. Data collection was conducted retrospectively. Data taken from medical records and patient financial information includes patient characteristics data (medical record number, age, patient name, gender, length of treatment, comorbidities), patient clinical data (diagnosis, radiology, and laboratory results), drug use data (antibiotic drug class), and total treatment cost data (laboratory, radiology, antibiotic drug costs, and treatment costs). The prevalence of bronchopneumonia patients at the Graha Media Pati Inpatient Primary Clinic in 2023 was male (52%) and female (48%). The prevalence of the most elderly and very elderly years is every 20 patients (32%), the most common comorbidities are typhoid fever, as many as 29 (47%). The ACER value of Ceftriaxone Inj. is higher, which is Rp. 30,938, compared to the ACER value of Levofloxacin Inj. of Rp. 26,012, ICER value Rp. 459,652.
Front Matter Cendekia Journal of Pharmacy Vol. 10 No. 2 Tahun 2026 Sri Fitrianingsih

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v10i1.437

Abstract

VARIASI KONSENTRASI TRIETANOLAMIN DAN ASAM STEARAT PADA STABILITAS FISIK LOTION NANOEMULSI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN MANGGA KASTURI (Mangifera casturi Kosterm.) Rakhmi Hidayati; Putri Laila Nuris Sa’adah; Dessy Erliani Mugita Sari; Sri Fitrianingsih; Gendis Purno Yudanti; Luvita Gabriel Zulkarya; Sukarno Sukarno

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v10i2.424

Abstract

Daun mangga kasturi mengandung senyawa flavonoid, polifenol, tanin, triterpenoid dan kuinon. Flavonoid yang terdapat dalam daun mangga kasturi berfungsi sebagai penangkal radikal bebas sehingga dapat dimanfaatkan sebagai zat lotion nanoemulsi. Formulasi lotion dibuat dengan memvariasikan konsentrasi trietanolaim dan asam stearat sebagai emulgator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik dan pengaruh variasi yang baik sebagai emulsifying agent pada sediaan lotion nanoemulsi ekstrak etanol 96% daun mangga kasturi dengan variasi konsentrasi trietanolamin dan asam stearat sebagai emulgator. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif yang dilakukan secara eksperimental dengan membuat nanoemulsi terlebih dahulu dan melakukan uji ukuran partikel, zeta potensial dan persen transmitan. Kemudian dibuat sediaan lotion nanoemulsi ekstrak etanol 96% daun mangga kasturi (Mangifera casturi Kosterm.) dengan variasi konsentrasi trietanolamin dan asam stearat sebagai emulgator dan melakukan uji sifat fisik meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas dan uji cycling test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sediaan nanoemulsi memiliki ukuran partikel sebesar 64,712 nm. Zeta potensial diperoleh nilai -2,549. Persen transmitan diperoleh nilai 99,5. Parameter sifat fisik variasi trietanolamin dan asam stearat formulasi lotion nanoemulsi ekstrak etanol 96% daun mangga kasturi semua memenuhi syarat sediaan lotion yang baik kecuali pada uji daya lekat. Penyimpanan sediaan lotion nanoemulsi terhadap suhu yang berbeda mempengaruhi hasil yang diperoleh pada sifat fisik dan kimia. Tween 80, PEG 400 dan VCO pada nanoemulsi ekstrak etanol 96% daun mangga kasturi (Mangifera casturi Kosterm.) mempengaruhi karakteristik fisik nanoemulsi yang baik. Penambahan trietanolamin dan asam stearat berpengaruh terhadap kualitas fisik lotion nanoemulsi ekstrak etanol 96% daun mangga kasturi yang dihasilkan. Terdapat konsentrasi trietanolamin dan asam stearat yang memiliki kualitas fisik yang baik, yakni pada perbandingan trietanolamin : asam stearat 3% : 6%.
IMPLEMENTASI STANDAR PELAYANAN FARMASI KLINIK DAN KEBUTUHAN APOTEKER BERDASARKAN PERMENKES NO 72 TAHUN 2016 DI RUMAH SAKIT Dea Maulidi Saputri; Titien Siwi Hartayu; Nunung Priyatni

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v10i2.358

Abstract

Dalam rangka memaksimalkan pelayanan kesehatan di Indonesia, pemerintah merumuskan Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) No 72 Tahun 2016 tentang standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit, dan salah satu poin yang dibahas ialah implementasi pelayanan farmasi klinik dan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di rumah sakit. Tujuan dalam penelitian ialah menggambarkan implementasi Peraturan Menteri Kesehatan No 72 Tahun 2016 terkait pelayanan farmasi klinik dan kebutuhan apoteker di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Kartini Rangkasbitung tahun 2024. Merupakan penelitian deskriptif analitik menggunakan teknik observasi, dokumen dan wawancara untuk memaparkan keadaan atau kejadian di rumah sakit secara faktual, sistematis, dan akurat. Adapun hasil yang didapatkan terkait Implementasi pelayanan farmasi klinik di Rumah Sakit Kartini Rangkasbitung terdiri dari 8 pelayanan yaitu, pengkajian dan pelayanan resep, penelusuran riwayat penggunaan obat, rekonsiliasi, pelayanan informasi obat, konseling, visite, pemantauan terapi obat, dan monitoring efek samping obat. Adapun hasil yang didapatkan terkait kegiatan evaluasi penggunaan obat, dispensing sediaan steril, dan pemantauan kadar obat dalam darah belum terimplementasikan karena kurangnya sumber daya manusia dan sarana yang memadai. Adapun perhitungan kebutuhan sumber daya manusia berdasarkan rasio kebutuhan apoteker, apabila dilihat berdasarkan data kunjungan resep rawat jalan sebanyak 200 resep/hari, dengan rasio 1 apoteker 50 resep maka idealnya dibutuhkan 4 apoteker. Sedangkan rawat inap terdiri dari 223 resep/hari, apabila rasio 1 apoteker 30 resep, maka idealnya dibutuhkan 7 apoteker. Maka dapat disimpulkan bahwa Implementasi Peraturan Menteri Kesehatan No 72 Tahun 2016 terkait pelayanan farmasi klinis dan kebutuhan apoteker belum dapat terealisasikan secara maksimal karena adanya beberapa kegiatan yang belum berjalan karena kurangnya apoteker yang bertanggung jawab dalam pelayanan farmasi klinis. Diharapkan adanya penelitian lebih lanjut mengenai sistem manajemen dan pelayanan kefarmasian di rumah sakit.
Back Matter Cendekia Journal of Pharmacy Vol. 10 No. 2 Tahun 2026 Sri Fitrianingsih

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v10i2.438

Abstract