cover
Contact Name
Annik Megawati
Contact Email
annikmegawati33@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.farmasi.cendekiautama@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Cendekia Journal of Pharmacy
ISSN : 25992163     EISSN : 25992155     DOI : -
Core Subject : Health,
Cendekia Journal of Pharmacy published by the Program Studi Farmasi STIKES Cendekia Utama Kudus with registered number ISSN 2599-2163 (Print) and for ISSN (Online) is 2599-2155. This journal is published twice a year, in November and May.
Arjuna Subject : -
Articles 212 Documents
Back Matter Cendekia Journal of Pharmacy Vol. 9 No. 1 Tahun 2025 Fitrianingsih, Sri
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 9, No 1 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v9i1.348

Abstract

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN JENGKOL (Pithecellobium lobatum Benth) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus novergicus) Firmansyah, Gunawan; Wijaya, Hasty Martha; Palupi, Dian Arsanti; Karima, Nur Aini; Riyanto, Bagus
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 9, No 1 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v9i1.331

Abstract

Diabetes mellitus is a type of chronic disease with specific characteristics with blood glucose levels above normal. Jengkol leaves are one part of the plant that contains flavonoids, saponins and tannins that can be used as a treatment for DM. This study aims to understand the impact of administering ethanol extract of jengkol leaves (Phitecellobium lobatum Benth) on blood glucose levels in male white rats (Rattus novergicus). This study is an experimental study applying a pretest and posttest control group design. After checking glucose levels on H0, the rats were induced using alloxan monohydrate intraperitoneally. The rats were separated into 5 groups including the positive control group given metformin, the negative control group given Na-CMC, control groups 1, 2, 3 were given ethanol extract of jengkol leaves with a continuous dose of 500, 1000, 1500 mg, given orally for 14 days. The checks were carried out on H7 and H14 after being given alloxan induction. The results of the study were analyzed using the Shapiro Wilk normality test and data homogeneity test. Then continued One Way ANOVA analysis and Tukey Post Hoc test on H7 and H14 treatments. The results showed no significant difference in the positive control with the 1000 mg and 1500 mg dose groups, this indicates that both doses of jengkol leaf ethanol extract have a balanced ability with the positive control group. Ethanol extract of jengkol leaves has an effect on reducing blood glucose levels in male Wistar strain rats and the effective dose of jengkol leaf ethanol extract on blood glucose levels in male white Wistar strain rats given alloxan monohydrate is 1000 mg/KgBW.
FORMULASI SPRAY GEL EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (PSIDIUM GUAJAVA L ) DENGAN VARIASI KONSENTRASI CARBOMER 940 DAN PROPILENGLIKOL Hidayati, Rakhmi; Nafisah, Durotun; Handayani, Yanulia
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 9, No 1 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v9i1.343

Abstract

Penuaan kulit adalah suatu problem bagi wanita yang disebabkan oleh faktor eksternal yaitu paparan radikal bebas seperti sinar matahari, polutan. Radikal bebas merupakan senyawa yang memiliki elektron yang tidak berpasangan akibatnya, proses penuaan dini pun akan terasa cepat. Daun jambu biji mengandung flavonoid, tannin, fenolat, polifenol, karoten dan minyak atsiri. Salah satu pengembangan sedian gel dibuat dalam spray gel yang digunakan untuk mempercepat sistem penghantaran sediaan spray gel. Teknik spray memiliki keuntungan, dimana teknik spray memungkinkan sediaan yang dihantarkan ke kulit lebih cepat dan dapat mencakup area kulit yang besar.Berdasarkan paparan latar belakang diatas penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L) sebagai sediaan spray gel.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BIJI DURIAN MONTONG (Durio zibethinus Murr) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus PADA FORMULASI SABUN CAIR Sugiarti, Lilis; Palupi, Dian Arsanti; Wijaya, Hasty Martha; Susiloningrum, Dwi; Mujoko, Bagas
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 9, No 1 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v9i1.338

Abstract

Penyakit infeksi masih banyak diderita oleh penduduk negara berkembang, termasuk Indonesia yang disebabkan karena adanya bakteri yang tumbuh seperti bakteri Staphylococcus aureus. Salah satu alternatif untuk mengatasi penyakit infeksi dilakukan dengan bahan alam yang memiliki aktivitas antibakteri. Biji buah durian montong merupakan tanaman yang memiliki kandungan senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak biji durian montong terhadap bakteri Staphylococcus aureus pada sediaan sabun cair. Metode: Ekstrak biji durian montong diformulasikan dalam bentuk sediaan sabun cair dengan variasi perbedaan konsentrasi ekstrak biji durian montong (Durio zibethinus Murr) F0 (basis), F1 (3,1%), F2 (7,1%) dan F3 (11,1%). Sediaan sabun cair diuji sifat fisik seperti uji organoleptic, uji homogenitas, uji pH, uji tinggi busa dan uji iritasi, selanjutnya dilakukan uji antibakteri untuk mengetahui diameter zona hambat pada bakteri Staphylococcus aureus dengan menggunakan metode sumuran. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi ekstrak biji durian montong pada sabun cair mempengaruhi uji organoleptik dan pH. Tetapi tidak mempengaruhi uji homogenitas, tinggi busa dan iritasi. Kesimpulan: semakin besar konsentrasi ekstrak biji durian montong yang diberikan pada formulasi sabun cair maka semakin besar pula diameter zona hambat yang akan dihasilkan
EFEKTIFITAS SISTEM INFORMASI FITOFARMAKA (SIFITA) DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN APOTEKER DI KOTA SEMARANG DENGAN METODE HOT FIT Suwarni, Sri; Dasperi, Sazzalina Binti; Toyo, Eleonora Maryeta; Rahmawaty, Annis; Caesar, David Laksamana; Atmodjo, Timmy Gondo
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 9, No 1 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v9i1.342

Abstract

Peningkatan derajat kesehatan dan Sistem informasi menjadi kesehatan yang memudahkan dalam pelayanan kefarmasian merupakan langkah strategis untuk mendukung layanan kesehatan yang lebih efektif dan efisien. Efektifitas pelayanan yang didukung oleh sistem informasi dapat dianalisis dengan metode HOT Fit (Human Organization Technology Benefit). Terdapat SIFITA Sistem Informasi Fitofarmaka https://fitofarmaka.sijahe.com/ yang berisi informasi tentang fitofarmaka dan sediaan-sediaan fitofarmaka. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui efektifitas sistem informasi fitofarmaka (SIFITA) dalam meningkatkan pengetahuan apoteker di Kota Semarang dengan metode HOT Fit. Penelitian survei data kuantitatif menggunakan kuesioner sebagai instrumen untuk mengumpulkan data pada responden apoteker yang praktik pelayanan kefarmasian di Kota Semarang. Sampel sejumlah 381 apoteker dari Kota Semarang yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis secara statistik Chi square dan dilanjutkan dengan mengetahui kekuatan hubungan. Hasil penelitian bahwa SIFITA (Sistem Informasi Fitofarmaka) disurvei dengan metode HOT Fit (Human Organization Technology Benefit) dinilai efektif sebagai sistem informasi yaitu 92,13% menilai positif efektif dari aspek human, aspek organization 98,95% kemudian aspek technology 96,14% dan mempunyai persentase benefit 99,29%. Terdapat perbedaan signifikan pada peningkatan pengetahuan fitofarmaka dan sediaan fitofarmaka dengan p=0,000 namun kekuatannya moderat. Sistem tidak mampu memberikan kepercayaan diri untuk merekomendasi sediaan fitofarmaka secara signifikan p=0,582 artinya tidak ada perbedaan signfikan antara kepercayaan diri apoteker dalam merekomendasikan sediaan fitofarmaka sebelum dan sesudah di dukung dengan SIFITA dan hubungan yang sangat lemah dalam memberikan perbedaan kemampuan merekomendasi ke pasien.
ANALISIS FAILURE MODE AND EFFECT (FMEA) PADA PENGADAAN OBAT UNTUK MENEMUKAN FAKTOR DOMINAN YANG MENYEBABKAN TERJADINYA KEKOSONGAN OBAT DI RSUD KABUPATEN MAPPI Datu, Novita; Hartayu, Titien Siwi
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 9, No 3 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v9i3.340

Abstract

Ketersediaan obat berpengaruh pada kualitas pelayanan di rumah sakit, salah satu kendala yaitu kekosongan obat. Kekosongan obat dapat mengganggu rencana pengobatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor dominan terjadinya kekosongan obat pada tahap pengadaan.Penelitian deskriptif analitic dengan rancangan cross-sectional, menggunakan sampel dari seluruh item obat yang memenuhi  kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi meliputi obat yang tersedia tahun 2023 dengan kriteria eksklusi yaitu obat yang diadakan tahun 2023. Variabel dalam penelitian ini meliputi penganggaran, perencanaan dan pembelian obat. Analisis data menggunakan metode triangulasi. Identifikasi kegagalan dan dampak menggunakan langkah-langkah FMEA.Hasil penelitian menunjukkan terdapat sembilan potensi kegagalan yaitu anggaran, pemilihan jenis obat, kompilasi penggunaan, metode perhitungan, supplier, jaringan LKPP, surat pesanan, pelaksanaan kontrak dan SOP pengadaan. sembilan potensi kegagalan didapatkan tiga prioritas kegagalan berdasarkan perhitungan RPN yaitu anggaran, pemilihan jenis obat dan pelaksanaan kontrak. Dari tiga prioritas didapatkan delapan kegagalan yaitu 105 obat tidak dapat dibelanjakan, dua jenis kesamaan obat, 45 obat kombinasi, pemilihan obat sesuai prevalensi penyakit tinggi, 20 obat diluar formularium, tiga kontrak tidak ditagihkan 100 %, tujuh kontrak pengiriman di akhir masa pesanan dan semua penyedia tidak memberikan informasi stok obat.Berdasarkan Perhitungan RPN didapatkan tiga faktor dominan kekosongan obat. Faktor pertama anggaran nilai RPN 384. Anggaran yang diberikan yaitu 5,48 % dari total anggaran rumah sakit, perencanaan anggaran dengan dana yang tersedia 71.68%. Usulan rekomendasi, direktur dan manajemen dapat meningkatkan anggaran sesuai standar. Faktor kedua obat dikirim pada akhir masa pesanan nilai RPN 150. Strategi yang dapat dilakukan dengan melakukan peminjaman obat ke dinas kesehatan, apotek swasta atau rumah sakit jejaring. Faktor ketiga yaitu tidak adanya informasi stok obat nilai RPN 150, Strategi yang dapat dilakukan dengan membuat sistem informasi obat. Anggaran, pengiriman pada akhir masa pesanan dan tidak adanya informasi stok obat oleh penyedia merupakan faktor dominan kekosongan obat di RSUD Kabupaten Mappi. 
STABILITAS PIGMEN WARNA ALAMI DARI EKSTRAK DAUN JATI MUDA (Tectona grandis L., f.) DAN BUNGA MAWAR (Rosa hybrida Hort) PADA SEDIAAN LIP BALM Sari, Dessy Erliani Mugita; Rizqia, Nisfi Aulia; Fitrianingsih, Sri
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 9, No 2 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v9i2.370

Abstract

Kulit sering mengalami kekeringan akibat paparan sinar matahari. Salah satu bagian yang sering mengalami kekeringan adalah bibir. Oleh sebab itu, diperlukan sediaan yang dapat menjaga kelembapan bibir. Lip balm dengan bahan alami mengutamakan kesehatan kulit bibir tanpa efek samping dimana bahan alam yang bisa berfungsi sebagai antioksidan maupun pemberi warna (pigmen). Mawar merupakan tanaman yang mempunyai senyawa glikosida, antosianin, dan senyawa fenolik. Senyawa fenolik ini memiliki antioksidan dan di dalam flavonoid mawar terdapat zat pewarna antosianin. Tanaman jati memiliki kandungan beberapa zat pewarna alami seperti antosianin, pheophitin, karotenoid dan klorofil. Pigmen warna dari alam bisa dipertahankan dengan penambahan senyawa kopigmen, dimana senyawa tersebut akan meningkatkan stabilitas warna antosianin dengan reaksi kopimentasi. Kopigmen yang dapat digunakan untuk penstabil ikatan antar pigmen antosianin daun jati muda dan bunga mawar adalah Rosmarinic acid. Penelitian ini bertujuan menstabilkan zat warna alami dari ekstrak daun jati muda dan bunga mawar dengan penambahan kopigmen (Rosmarinic acid). Metode : Pengeringan dilakukan dengan oven suhu 40°C. Ekstraksi menggunakan metode maserasi. Daun jati muda yang dikombinasikan dengan bunga mawar diformulasikan dalam bentuk sediaan lipbalm dengan variasi perbedaan konsentrasi rosmarinic acid dalam berbagai perbandingan. Sediaan lip balm dievaluasi sifat fisik uji organoleptis, uji pH, uji homogenitas, uji daya sebar, uji titik lebur, dan uji stabilitas. Uji kuantitatif antosianin menggunakan metode pH differensial. Hasil : Peningkatan konsentrasi rosmarinic acid  hanya mempengaruhi sifat fisik menurunkan nilai pH. Rosmarinic acid  tidak juga dapat menstabilkan warna dalam jangka waktu yang lama dikarenakan reaksi kopigmentasi dipengaruhi oleh suhu.
EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) NON PNEUMONIA PADA PASIEN BALITA DI UPT. PUSKESMAS X KUDUS Setyoningsih, Heni; Ningsih, Dian Wahyu; Fitrianingsih, Sri
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 9, No 3 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v9i3.403

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) non pneumonia merupakan peradangan yang tidak menunjukkan gejala peningkatan frekuensi nafas dan tidak menunjukkan adanya tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam. Penyakit ISPA merupakan penyakit yang sering menyerang anak – anak khususnya usia balita umur 1 – 5 tahun. Pengobatan ISPA non pneumonia yang rasional apabila penggunaan obat telah tepat dan sesuai dengan pedoman yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rasionalitas penggunaan Obat Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) non pneumonia pada pada pasien balita di UPT. Puskesmas X Kudus Periode Januari – Desember 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian non-eksperimental dengan metode observasional yang dilakukan dengan pengumpulan data secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria inklusi rekam medik pasien yang jelas dan lengkap dengan diagnosa ISPA non pneumonia yang berusia 1 – 5 tahun di UPT. Puskesmas X Kudus periode Januari – Desember 2023. Hasil penelitian didapatkan sampel 160 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa evaluasi rasionalitas penggunaan obat ISPA non pneumonia yang dilihat berdasarkan tepat pasien didapatkan 100%, tepat indikasi didapatkan 100%, tepat obat didapatkan 100%, dan tepat dosis didapatkan 88,1% dari 160 pasien. Hasil analisis bivariat dengan uji kendall’s tau-b menunjukkan bahwa ada korelasi antara jumlah obat per lembar resep dengan rasionalitas penggunaan obat ISPA non pneumonia dengan nilai p-significancy 0,012 (0,05).
KONTROL GLIKEMIK PASIEN PROGRAM RUJUK BALIK DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KOTAGEDE DAN UMBULHARJO YOGYAKARTA Ardhiani, Menit; Ningrum, Vitarani Dwi Ananda
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 9, No 3 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v9i3.344

Abstract

Diabetes melitus (DM) semakin menjadi ancaman bagi kesehatan di dunia karena menjadi salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan mengadakan program rujuk balik untuk pasien diabetes melitus yang dinyatakan kondisinya stabil oleh dokter spesialis untuk selanjutnya dikelola di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontrol glikemik dan faktor-faktor yang memengaruhinya pada pasien program rujuk balik DM tipe 2 di wilayah kecamatan Kotagede dan Umbulharjo Yogyakarta. Studi ini menggunakan rancangan potong-lintang secara retrospektif berdasarkan data sekunder berupa catatan pengobatan pasien program rujuk balik DM tipe 2 yang dimiliki Apotek Ramadhan. Data dianalisis   menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil uji  dinyatakan signifikan bila nilai p?0,05 dan nilai Prevalence Ratio (PR) untuk menginterpretasi derajat hubungan antar variabel. Penelitian ini melibatkan sebanyak 250 pasien dengan mayoritas berusia lanjut (65,6%), berjenis kelamin perempuan (53,6%), kategori IMT normal (50,4%), dan berpendidikan rendah (55,7%). Selain itu, sebagian besar pasien telah didiagnosis DM lebih dari lima tahun (56,9%), dengan jenis terapi insulin (44,0%), dan memiliki komorbid sebesar 68,4%. Sebanyak 56,4% pasien menunjukkan glukosa darah puasa yang tidak terkontrol. Faktor-faktor yang berkorelasi dengan pengendalian glikemik adalah jenis kelamin     (p 0,022, PR 1,314, 95% CI 1,046-1,651) dan jenis terapi obat  (p 0,001, PR 1,876, 95% CI  1,497-2,350). Penelitian ini menyimpulkan lebih dari 50% pasien memiliki kontrol glikemik yang belum mencapai target terapi. Studi ini merekomendasikan adanya penelitian lanjutan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kurang optimalnya terapi DM tipe 2  dalam mengontrol gula darah dan mencegah penyakit komplikasi di komunitas.
PENGARUH WAKTU DAN TEKNIK PENGGERUSAN TERHADAP SIFAT FISIKA SERBUK PUYER CAMPURAN AMBROXOL HCl, PSEUDOEFEDRIN HCl, DAN TRIPROLIDIN HCl Tahesa, Idola Zulfi; Yuliani, Sri Hartati
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 9, No 2 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v9i2.368

Abstract

Penggunaan obat racikan dalam bentuk puyer semakin meluas di kalangan praktisi kesehatan, terutama dalam penanganan pasien pediatrik yang mengalami kesulitan dalam mengonsumsi sediaan padat. Fenomena ini muncul sebagai solusi atas kendala keterbatasan dosis pediatrik yang beredar di pasaran. Kombinasi bahan aktif Ambroxol HCl dan Trifed (Pseudoefedrin HCl dan Triprolidin HCl) merupakan salah satu resep yang umum diresepkan untuk mengatasi gangguan saluran pernapasan pada anak-anak. Penelitian ini mengkaji perbandingan metode penggerusan menggunakan dua alat yang berbeda, yaitu mortir-stamper konvensional dan blender, dengan variasi waktu penggerusan 1 menit, 3 menit, dan 5 menit. Evaluasi dilakukan melalui serangkaian pengujian komprehensif meliputi uji organoleptis, uji kelembaban, dan analisis karakteristik partikel menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) untuk menilai kualitas sediaan yang dihasilkan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua metode penggerusan menghasilkan serbuk dengan karakteristik organoleptis yang serupa, yakni berwarna putih, tidak berbau tengik, dan memiliki tekstur yang halus. Namun, terdapat perbedaan signifikan dalam ukuran partikel yang dihasilkan. Penggerusan menggunakan blender menghasilkan ukuran partikel yang lebih kecil, pada durasi 1 menit, 3 menit dan 5 menit secara berurutan mendapati ukuran partikel terkecil 48,7 µm, 45,8 µm, dan 35,6 µm. Sedangkan, penggerusan dengan mortir-stamper selama 1 menit, 3 menit, dan 5 menit adalah 67 µm, 56,8 µm, dan 38 µm. Penelitian ini mengungkapkan bahwa durasi penggerusan berbanding terbalik dengan ukuran partikel yang dihasilkan. Semakin lama waktu penggerusan, semakin kecil ukuran partikel yang terbentuk. Namun, perlu diperhatikan bahwa pengurangan ukuran partikel mengakibatkan peningkatan luas permukaan spesifik, yang berkorelasi dengan peningkatan nilai kelembaban sediaan. Temuan ini memiliki implikasi penting dalam formulasi dan penyimpanan sediaan puyer, mengingat kelembaban dapat mempengaruhi stabilitas dan masa simpan produk.