cover
Contact Name
Annik Megawati
Contact Email
annikmegawati33@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.farmasi.cendekiautama@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Cendekia Journal of Pharmacy
ISSN : 25992163     EISSN : 25992155     DOI : -
Core Subject : Health,
Cendekia Journal of Pharmacy published by the Program Studi Farmasi STIKES Cendekia Utama Kudus with registered number ISSN 2599-2163 (Print) and for ISSN (Online) is 2599-2155. This journal is published twice a year, in November and May.
Arjuna Subject : -
Articles 212 Documents
KORELASI TINGKAT KEPATUHAN IBU HAMIL DALAM MENGKONSUMSI TABLET FE DENGAN KADAR HEMOGLOBIN SEBAGAI UPAYA MENCEGAH TERJADINYA ANEMIA Rahmawaty, Annis; Nugrahani, Amelia Dian
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 2 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i2.290

Abstract

Konsumsi tablet Fe atau zat besi sangat diperlukan ibu hamil untuk mencegah anemia, dan dapat meningkatkan kadar hemoglobin. Anemia yang timbul pada masa kehamilan dapat menimbukan dampak seperti prematuritas, berat badan lahir rendah pada bayi, pendarahan postpartum, kematian ibu, persalinan caesar dan perkembangan mental anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi tingkat kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet fe dengan kadar hemoglobin sebagai upaya mencegah terjadinya anemia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif, Data diambil secara prospektif sebanyak 54 sampel ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi pada bulan februari hingga maret 2023. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling. Instrument dalam penelitian ini menggunakan kuesioner MARS-5 dengan cara wawancara langsung serta melihat data buku KIA ibu hamil. Hasil uji korelasi menggunakan rank spearman didapatkan hasil total skor kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet fe dengan kadar hemoglobin P-value 0,003 dengan tingkat keeratan 0,339. Artinya terdapat hubungan signifikan dengan keeratan cukup. Kadar hemoglobin ibu hamil yang normal sejumlah 41 pasien (75,93%) dan pasien ibu hamil dengan kadar hemoglobin kurang terdapat sejumlah 13 pasien (24,07%). Kepatuhan ibu hamil yang tinggi sejumlah 31 pasien (57,41%) dan kepatuhan sedang sejumlah 23 pasien (42,59%). Simpulan terdapat korelasi tingkat kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet fe yang tinggi dengan P-value 0,003 dengan kadar hemoglobin dengan tingkat keeratan 0,399. 
HUBUNGAN ANTARA PARITAS, USIA KEHAMILAN, DAN KADAR HEMOGLOBIN DENGAN BERAT BADAN LAHIR DI KLINIK BERSALIN KABUPATEN KUDUS Saputro, Arief Adi; Rahmawaty, Annis
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 3 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i3.312

Abstract

Background: Birth weight is an indicator of newborn health, where a baby is born healthy and full term. In general, they have a birth weight of around 3000 grams. In general, normal birth weight for a baby is between 3000 grams and 4000 grams, and if it is below or less than 2500 grams it is said to be low birth weight.Objective: To determine the relationship between parity, gestational age, and hemoglobin levels with birth weight at the Kudus Regency Maternity Clinic.Method: This research is analytical observational with a cross sectional approach using total sampling techniques.Results: There is a relationship between parity and birth weight as proven using the Spearman Rank test with a p value of 0.034 (p0.05). There is a relationship between gestational age and birth weight as proven using the Spearman Rank test with a p value of 0.000 (p0.05). There is a relationship between hemoglobin levels and birth weight as proven using the Spearman Rank test with a p value of 0.000 (p0.05)Conclusion: There is a relationship between parity, gestational age, and hemoglobin levels with birth weight.
POLA PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI TERHADAP PASIEN RAWAT JALAN DI UPTD PUSKESMAS PALIMANAN CIREBON TAHUN 2022 Aripin, Zezep Zaenal; Hikmah, Siti Nur; Rahmawati, Ristia Aprisida
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 1 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i1.253

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang banyak di derita oleh masyarakat dunia termasuk masyarakat Indonesia. Menurut Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menyatakan bahwa prevalensi hipertensi berdasarkan hasil pengukuran pada penduduk usia 18 tahun mencapai 34.1 %, tertinggi di Kalimantan Selatan (44,1 %), sedangkan angka terendah di Papua sebesar (22,2%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat antihipertensi dan mengetahui golongan obat yang digunakan. Penelitian ini bertempat di Puskesmas Palimanan kabupaten Cirebon. Populasi pada penelitian ini yaitu pasien rawat jalan dengan diagnosa hipertensi di puskesmas palimanan pada tahun 2022. Sampel yang digunakan yaitu data rekam medis pasien rawat jalan hipertensi pada tahun 2022 yang telah memenuhi kriteria Inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Metode penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif yang mana data dikumpulkan secara retrospektif, yang bersumber dari data rekam medis pasien rawat jalan dengan diagnosa hipertensi pada tahun 2022 di Puskesmas Palimanan kabupaten Cirebon. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa prevalensi pasien hipertensi di Puskesmas Palimanan di dominasi oleh perempuan dengan rata – rata usia 45 – 59 tahun. Pola penggunaan obat yang diterapkan yaitu monoterapi dan golongan obat yang banyak digunakam yaitu golongan obat CCB dengan jenis obat Amlodipin.
UJI AKTIVITAS ANTI AGING DARI FRAKSI N-HEKSAN, ETIL ASETAT, BUTANOL DAN AIR DARI RUMPUT LAUT COKLAT (Sargassum polycystum) YANG TUMBUH DI LAUT JEPARA Handayani, Yanulia; Susiloningrum, Dwi
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 9, No 1 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v9i1.337

Abstract

Anti Aging atau  penuaan kulit yang lebih cepat dari waktunya, bisa terjadi pada siapa saja. Proses penuaan dini ini banyak terjadi pada manusia yang berada di daerah beriklim tropis dengan intensitas matahari paparan sinar matahari yang tinggi. Proses Anti Aging ini banyak terjadi dialami Ketika usia dewasa sekitar usia 30-an. Di Indonesia hampir 57% wanita sudah menyadari tanda penuaan dini diusia 25 tahun. Proses penuaan dini biasanya ditandai dengan munculnya garis halus atau keriput wajah. Faktor terjadi anti Aging ini terjadi meliputi faktor keturunan, kejiwaan, dan daya tahan tubuh dan paparan sinar ultraviolet (UV). Karena hal inilah diperlukan pencarian senyawa “Anti Aging” dari bahan alam. Dipesisir laut Jepara terdapat rumput laut yaitu rumput laut coklat (Sargassum polycystum) yang kandungan flavonoid. Dimana  senyawa yang yang bertanggung jawab sebagai “Anti Aging”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas anti aging dari fraksi n-heksan, etil asetat, butanol, air dari ekstrak etanol 60 % rumput laut coklat. Aktivitas anti aging dilihat dari kemampuan antioksidan dan tabir surya. Semakin besar aktivitas antioksidan maka semakin besar nilai SPF nya. Rumput laut coklat di ekstraksi dengan metode ultasonic assisted extraction  (UAE) kemudian dilakukan fraksinasi cair-cair dengan tingkat kepolaran pelarut yang berbeda yaitu n-heksan, etil asetat, butanol dan air. Selanjutnya dilakukan uji bioaktivitas antioksidan dan tabir surya pada fraksi. Hasil penelitian menunjukkan fraksi yang terbaik dan poten aktivitas anti aging adalah fraksi etil asetat dengan aktivitas antioksidan IC50 8.59, Aktivitas Tabir Surya dilihat nilai SPF 18.60; % eritema 0.541 dan % pigmentasi 4.567 termasuk kategori Proteksi Ultra-Sunblock
GAMBARAN MAKROSKOPIS EFEK FRAKSI ETIL ASETAT BUAH PARIJOTO (Medinilla speciosa Blume) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA TIKUS WISTAR YANG TERINFEKSI Staphylococcus aureus SECARA IN VIVO Megawati, Annik; Fitrianingsih, Sri; Farchati, Leavi
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 9, No 1 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v9i1.334

Abstract

Resistensi antibiotik terhadap S.aureus telah menjadi masalah kesehatan yang semakin meningkat diberbagai belahan dunia. Berbagai infeksi yang terjadi disebabkan oleh S.aureus. Ekstrak etanol buah parijoto memiliki potensi antiinflamasi dan daya hambat terhadap S.aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuigambaran makroskopis fraksi etilasetat buah parijoto terhadap luka terifeksi S.aureus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian The Postest Only Control Group Design. Sampel penelitian ini adalah tikus wistar sebanyak 30 ekor dan terdiri dari 5 kelompok perlakuan yang masing-masing kelompok disayat sepanjang 1,5 cm dengan kedalaman 0,3 cm dan diinfeksi dengan S.aureus. Kelompok perlakuan tersebut adalah kontrol negatif, kontrol positif, fraksi etil asetat buah parijoto konsentrasi 5%, konsentrasi 10% dan konsentrasi 25%. Hasil pengamatan menunjukkan pada kelompok konsentrasi 5%, 10% dan 25% fraksi uji etil asetat buah parijoto mampu mempercepat perjalanan fase inflamasi bahkan lebih baik dari kontrol positif dan kontrol negatif, karena dalam fraksi etil asetat buah parijoto mengandung flavonoid. Flavonoid bersifat sebagai anti peradangan, anti alergi, mencegah terjadinya oksidasi serta sebagai anti oksidan, sehingga mampu mempercepat penyembuhan luka sayat terinfeksi S.aureus.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TERHADAP KEPATUHAN PASIEN BPJS DIABETES MELLITUS TIPE 2 DALAM PENGGUNAAN INSULIN DI RSUD DR. LOEKMONO HADI KUDUS Tunggadewi, Aprillia Puspitasari; Pratiwi, Yulia; Wildayanti, Wildayanti; Pratitis, Mera Putri; Maisyaroh, Kopipah Ari Nur
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 9, No 1 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v9i1.339

Abstract

Diabetes Melitus (DM) atau yang biasa disebut dengan kencing manis merupakan penyakit penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah dan disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin. Selain itu DM juga memiliki risiko komplikasi ke penyakit lain seperti jantung, gagal ginjal, kecacatan luka gangren yang diamputasi, kebutaan, serta gangguan organ lainnya. Pengetahuan berkaitan dengan penatalaksanaan DM meliputi keterlibatan dalam kegiatan penyuluhan, melakukan latihan fisik atau olahraga, dan pengobatan. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari bagi penderita DM sehingga penderita DM dapat mengatasi bila ada gejala dan keluhan, mempertahankan rasa nyaman, pengendalian gula darah dan mencegah komplikasi. Kepatuhan sangat penting dalam melakukan pengobatan karena berpengaruh terhadap hasil terapi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan terhadap kepatuhan penggunaan insulin pada pasien diabetes mellitus Tipe 2 di RSUD  dr Loekmono Hadi Kudus. Metode penelitian kuantitatif yang termasuk dalam penelitian prospektif dengan rancangan penelitian non eksperimental dengan metode crossectional. Hasil Jumlah responden pada penelitian ini berjumlah 79 responden. Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji chi square untuk mengetahui hubungan dua variabel. Hasil Tingkat Pengetahuan penggunaan insulin pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 yang menjalani rawat jalan di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus masuk dalam kategori baik yaitu sebanyak 68 responden (86,3%), sedangkan tingkat Kepatuhan penggunaan insulin pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 yang menjalani rawat jalan di RSUD dr Lokemono Hadi Kudus masuk dalam kategori rendah sebanyak 67 pasien (84.8%). Pada uji chi square mendapat nilai sig 0.354 0.05 yang artinya pengetahuan tidak memiliki hubungan terhadap kepatuhan pasien BPJS diabetes mellitus tipe 2 dalam penggunaan insulin di RSUD dr Loekmono hadi kudus.
FORMULASI FACIAL WASH GEL DENGAN SCRUB DAN UJI STABILITAS FISIK EKSTRAK ETANOL 96% WORTEL (Daucus carota L.) Fitrianingsih, Sri; Sari, Dessy Erliani Mugita; Febryan, Fajar; Yudanti, Gendis Purno; Zulkarya, Luvita Gabriel; Sukarno, Sukarno
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 9, No 1 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v9i1.309

Abstract

Facial wash merupakan sediaan kosmetik pembersih kulit wajah yang rutin digunakan setiap hari untuk membantu mengatasi masalah kulit wajah seperti mengangkat sel kulit mati, meremajakan kulit, menghilangkan kotoran, minyak dan memberikan kelembapan. Kelebihan dari facial wash dinilai lebih higienis mempermudah penggunaan, praktis mudah disimpan dan dibawa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif yang dilakukan secara eksperimental dengan membuat tiga formulasi facial wash gel ekstrak etanol 96% wortel (Daucus carota L.) dengan konsentrasi formulasi 1 (F1) 2,5%, formulasi 2 (F2) 3,5%, dan formulasi 3 (F3) 5%, selanjutnya dilakukan uji sifat fisik dan uji sifat kimia meliputi uji organoleptis, uji pH, uji daya busa, uji viskositas, dan uji stabilitas. Penelitian ini menunjukkan bahwa sediaan facial wash gel ekstrak etanol 96% wortel (Daucus Carota L) memenuhi uji sifat fisik dengan perolehan hasil dari ketiga formulasi memiliki aroma khas wortel, uji pH dengan diperoleh hasil dari ketiga formulasi yaitu secara berturut-turut sebesar 5,7 ± 0,2, 4,86 ± 0,11, dan 4,73 ± 0,05, uji viskositas secara berturut-turut yaitu 4210 ± 12.288, 2752 ± 13.228, dan 2053 ± 14.29452, serta uji tinggi busa yaitu pada F1 dari 8 cm menjadi 8,5 cm, F2 tetap dikisaran 8 cm, dan F3 dari 8 cm menjadi 8,9 cm. Hasil penelitian formulasi facial wash gel ekstrak etanol 96% wortel (Daucus carota L) ekstrak etanol 96% wortel (Daucus carota L) mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu alkoloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Karakterisitik fisik sediaan facial wash gel ekstrak etanol 96% wortel memenuhi semua parameter fisik. Konsentrasi terbaik ekstrak etanol 96% wortel untuk sediaan facial wash gel terdapat pada formula 1 dengan konsentrasi 2,5%.
Front Matter Cendekia Journal of Pharmacy Vol. 9 No. 1 Tahun 2025 Fitrianingsih, Sri
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 9, No 1 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v9i1.347

Abstract

PENGARUH TRANSCUTOL P DAN PEG 400 DALAM PEMBUATAN TABLET LIQUISOLID NIFEDIPIN TERHADAP MUTU FISIK DAN DISOLUSI Kuncahyo, Ilham; Hutami, Shabrina Nindya; Wulandari, RR Sri
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 9, No 1 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v9i1.330

Abstract

Nifedipine as a hypertension drug has the problem of low solubility (BCS class II), leading to decreased dissolution and bioavailability. Formulation of nifedipine liquisolid using non-volatile solvents can overcome this problem. This study aimed to evaluate the effect of Transcutol P and PEG 400 as non-volatile liquisolid ingredients on the physical quality and dissolution of nifedipine liquisolid tablets. This study used seven nifedipine liquisolid formulations, each with varying concentrations of Transcutol P or PEG 400 as non-volatile solvents and lactose as carrier material. Formula 1 (20% Transcutol: 80% lactose), Formula 2 (25% Transcutol: 75% lactose), Formula 3 (30% Transcutol: 70% lactose), Formula 4 (20% PEG 400: 80% lactose), Formula 5 (25% PEG 400: 75% lactose), Formula 6 (30% PEG 400: 70% lactose), and one control formula. The nifedipine liquid produced from each formula was forged into tablets using the direct felting method with a weight of approximately 200 mg. The tablets were tested for physical quality and dissolution, and the results were statistically analyzed using SPSS version 12.0. The results showed that Transcutol P and PEG 400 as liquisolid ingredients for nifedipine tablets provided good physical quality and improved the quantity and rate of drug release. The effect of PEG 400 as a liquisolid material for nifedipine tablets slowed down the disintegration time and accelerated the dissolution rate compared with Transcutol P. The dissolution profile showed that the release of nifedipine tablets with PEG 400 liquisolid material reached 30% at the fifth minute, meeting the requirements according to Indonesian Pharmacopoeia VI, which stipulates that more than 75% should be released at the sixtieth minute
IMPLEMENTASI EDUKASI TERHADAP PERILAKU MEROKOK SISWA-SISWI DI SMK YPKK 1 SLEMAN Setyono, Deddy; Hartayu, Titien Siwi
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 9, No 1 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v9i1.303

Abstract

 Sekolah merupakan salah satu tempat yang ditetapkan sebagai Kawasan Tanpa Rokok (KTR), sesuai Peraturan Bupati Sleman No. 42/2012. Oleh sebab itu penelitian ini ditujukan untuk menurunkan jumlah perokok di kalangan siswa-siswi SMK YPKK 1 Sleman melalui penyuluhan mengenai bahaya merokok. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan kualitatif yaitu melalui pengawasan dan wawancara mendalam (in depth interview), kepada siswa-siswi SMK YPKK 1 Sleman. Instrumen penelitian yang digunakan adalah materi penyuluhan dan panduan wawancara mendalam yang dibuat berdasarkan kerangka teori COM-B (Capability, Opportunity, Motivation, Behavior) dan divalidasi oleh 3 Orang experts di bidang kesehatan dan pendidikan. Hasil wawancara dianalisis menggunakan metode enumerative untuk mendapatkan kesimpulan dari alasan/motivasi merokok pada para siswa, yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar perbaikan edukasi/upaya penurunan perokok di kalangan siswa pada khususnya dan remaja pada umumnya. Jumlah siswa-siswi SMK YPKK 1 Sleman yang merokok sebelum edukasi sejumlah 53 siswa-siswi dan sesudah dilakukan edukasi menjadi 36 siswa-siswi atau sebesar 32%. Setelah dilakukan uji McNemar menggunakan SPSS ver 23 di peroleh p-value 0.000. Hasil menunjukkan perbedaan yang signifikan jika p-value0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada penurunan yang signifikan dalam jumlah perokok setelah dilakukan edukasi. Alasan/motivasi siswa-siswi untuk berhenti merokok karena menjaga kesehatan sebanyak 70%, harga rokok mahal 20% dan karena mendapatkan peringatan orang tua sebanyak 10%. Kendala yang di hadapi siswa-siswi untuk berhenti merokok karena pengaruh lingkungan/teman sebanyak 66,67% dan karena stres/masalah keluarga sebanyak 33,33%. Berdasarkan hasil penelitian yang didapat, disimpulkan bahwa edukasi yang diberikan memiliki efek positif yang signifikan dalam mengurangi jumlah perokok di kalangan siswa-siswi SMK YPKK 1 Sleman sehingga perlu adanya edukasi bahaya merokok secara berkelanjutan dan adanya program pendampingan yang nyata terhadap siswa/siswi dari guru, bekerjasama dengan orangtua murid agar bisa berhenti merokok.