cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal (BNJ)
ISSN : 26548453     EISSN : 26855054     DOI : -
Core Subject : Health,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 57 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2025)" : 57 Documents clear
Edukasi Pentingnya Puasa Pada Pasien Yang Akan Menjalani Pra Operasi Di RSUD Cilacap M. Alfarizi; Made Suandika; Siti Haniyah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.105

Abstract

Menghindari aspirasi, Anda perlu berpuasa sebelum operasi. Waktu untuk tidak minum cairan apa pun sebelum operasi disebut puasa sebelum operasi. Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya aspirasi paru - suatu keadaan darurat medis yang dapat terjadi selama atau setelah prosedur anestesi - dianjurkan untuk berpuasa. Sasaran Pasien yang menjalani operasi di RSUD Cilacap akan menjadi fokus dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, yang bertujuan untuk menyebarluaskan informasi tentang manfaat puasa kepada mereka yang belum pernah mendengarnya melalui pembagian pamflet. Hasil dari Kegiatan Sukarelawan Sepuluh peserta (66,7% dari total peserta) adalah laki-laki dan berusia 25-35 tahun yang merupakan sebagian besar dari karakteristik peserta. Terdapat 9 peserta (60,0%) memiliki pengetahuan yang cukup sebelum menerima edukasi mengenai pentingnya berpuasa, dan 1 peserta (6,7%) memiliki pengetahuan yang baik. Setelah menerima edukasi, terdapat peningkatan sebanyak 8 peserta (53,3%) dengan pengetahuan baik, dan kurang sebanyak 0 peserta (0%). Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan untuk mengedukasi pasien mengenai pentingnya berpuasa sebelum operasi dan bagaimana mencegah aspirasi selama dan setelah prosedur adalah dengan membagikan pamflet edukasi.
Hubungan Status Fisik Asa (American Socety Of Anesthesiologist) Dengan Waktu Pencapaian Bromage Score 2 Pada Pasien Pasca Anestesi Spinal Di RS Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto Rahmat Danus; Wilis Sukmaningtyas; Adiratna Sekar Siwi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.106

Abstract

Spinal Anestesi Spinal anestesi merupakan blok regional dengan menyuntikkan obat anestesi ke dalam ruang subarachnoid. Anestesi dapat berdampak pada sistem syaraf pusat. Efek pada sistem syaraf pusat lainnya termasuk mengantuk, kepala terasa ringan, gangguan visual dan pendengaran, dan kecemasan. Faktor- faktor yang mempengaruhi pemulihan motorik ekstermitas inferior pasien pasca anestesi spinal, adalah jenis dan dosis obat anestesi, penyebaran obat, efek vasokontriksi, lengkung tulang belakang, umur, jenis kelamin, obesitas, posisi operasi serta status fisik America Society of Anesthesiologist (ASA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status fisik America Society of Anesthesiologist (ASA) dengan waktu pencapaian bromage score 2 pada pasien spinal anestesi di ruang pemulihan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode observasional analitik. Jenis penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasi analitik dengan pendekatan crossectional. Sampel yang digunakan sebanyak 56 sampel. Analisa data menggunakan uji korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok data tersebut memiliki hubungan karena nilai signifikansi p-value= 0,000 yaitu kurang dari 0,05, artinya hubungan antara status fisik (ASA) dan waktu pencapaian bromage score 2 signifikan secara statistik. Kesimpulannya adalah terdapat hubungan status fisik (ASA) dengan waktu pencapaian bromage score 2 dan semakin tinggi ASA maka semakin lama waktu pencapaian bromage score 2
Edukasi Dan Implementasi Terapi Murotal Al – Qur’an Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi Sectio Caesarea Di RSUD dr. Soedirman Kebumen Sulisiani; Dwi Novitasari; Arlyana Hikmanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.107

Abstract

Kecemasan pada pasien pre operasi sectio caesarea merupakan masalah psikologis yang sering dialami dan dapat mempengaruhi proses pemulihan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan mengimplementasikan terapi murotal Al-Qur’an sebagai metode non-farmakologis untuk mengurangi tingkat kecemasan pada pasien pre operasi bedah caesar di RSUD dr. Soedirman Kebumen. Metode penelitian yang dipergunakan ialah pre dan post test. Intervensi terapi murotal Al-Qur’an diberikan setelah edukasi mengenai manfaat terapi ini kepada pasien. Pengukuran tingkat kecemasan dilakukan menggunakan kuesioner APAIS sebelum serta sesudah intervensi. Temuan penelitian mengindikasikan karakteristik peserta didominasi oleh usia 28-34 tahun sebanyak 16 peserta (59.3%), tingkat pendidikan yang paling banyak yaitu SMA dengan 13 peserta (48.1%) serta pasien dengan riwayat sc yang paling banyak yaitu pernah mencapai 17 orang (63,0%). Kesimpulan terdapat penurunan signifikan tingkat kecemasan pada pasien setelah diberikan terapi murotal Al-Qur’an. Terapi ini terbukti efektif sebagai metode komplementer dalam mengurangi kecemasan pada pasien pre operasi, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan ketenangan pasien. Kesimpulannya, edukasi dan implementasi terapi murotal Al-Qur’an dapat dijadikan alternatif dukungan psikologis bagi pasien sectio caesarea di RSUD dr. Soedirman Kebumen.
Faktor Risiko Komplikasi Preeklampsia Berat Pada Ibu Bersalin Di RSUD dr. Adjidarmo Kartikasari, Rina; Fitriani, Ayu; Anggraeni, Ayu Kurnia
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.108

Abstract

Preeclampsia is a major cause of increased maternal and neonatal morbidity and mortality. The prevalence of preeclampsia cases in developing countries is seven times higher than in developed countries. which is around 1.8%-18%. Preeclampsia tends to increase and become a medical complication in pregnancy and childbirth. The purpose of this study was to determine the relationship between risk factors for complications of severe preeclampsia in terms of maternal age, parity, gestational age and comorbidities. The method used in this research is quantitative with a case control design. The study sample size was 366 respondents using the total sampling technique. The results showed that there was a relationship between gestational age and complications of severe preeclampsia (α <0.05). However, there was no relationship between maternal age, parity, and comorbidities with complications of severe preeclampsia (α > 0.05). It is recommended for every health service in Lebak Regency, especially RSUD dr. Adjidarmo to be able to hold annual evaluations with type 1 health service partners in treating emergency patients.  
Analisis Hubungan Tipe Kepribadian, Tingkat Pengetahuan, Dan Pengalaman Dengan Intensi Memberikan BHD Pada Mahasiswa Keperawatan Astuti, Zulmah; Muflihatin, Siti Khoiroh; Manthiq Tansih Lil Hawaditsy; Husein Rajeshti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.109

Abstract

Latar Belakang: Kasus henti jantung di Indonesia semakin meningkat setiap tahun, yang menekankan pentingnya intervensi segera. Faktor-faktor seperti kurangnya pengetahuan, rasa takut, dan persepsi masyarakat dapat menghambat individu untuk memberikan bantuan hidup dasar (BHD) Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tipe kepribadian, tingkat pengetahuan, dan pengalaman dengan kasus henti jantung terhadap intensi mahasiswa keperawatan dalam memberikan Bantuan Hidup Dasar (BHD).Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, melibatkan 269 mahasiswa keperawatan dari sebuah Universitas swasta di Samarinda. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang menilai karakteristik demografis, niat, pengetahuan, dan tipe kepribadian. Analisis statistik dilakukan menggunakan Spearman's rank correlation. Hasil: Temuan menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tipe kepribadian dan niat untuk memberikan BHD (p = 0,003), di mana mahasiswa yang introvert menunjukkan niat yang lebih lemah. Pengalaman menghadapi kasus henti jantung juga berkorelasi positif dengan intensi menolong (p = 0,007). Namun, tingkat pengetahuan tidak secara signifikan mempengaruhi Intensi menolong (p = 0,301), menunjukkan bahwa Sebagian besar mahasiswa, meskipun memiliki pengetahuan rendah, tetap menyatakan kemauan yang kuat untuk memberikan BHD. Kesimpulan: Studi ini menyoroti bahwa tipe kepribadian dan pengalaman secara signifikan memengaruhi intensi mahasiswa keperawatan untuk melakukan BHD, sementara pengetahuan saja tidak cukup kuat. Pelatihan rutin dan pengalaman praktis direkomendasikan untuk meningkatkan keterampilan dan kepercayaan diri mahasiswa dalam situasi darurat.  
Penerapan Teknik Motivational Interviewing Terhadap Tingkat Self-Efficacy Penyalahgunaan Napza: Case Report Syarifah, Rofiqotus; Fahrizal, Yanuar; Triyana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.110

Abstract

Latar belakang: Penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Bahan Adiktif) adalah masalah kesehatan masyarakat yang semakin penting di seluruh dunia. Lebih dari 292 juta orang menyalahgunakan NAPZA pada tahun 2022; penyalahgunaan ini paling umum di Indonesia, di mana sekitar 1,73% dari populasi terpengaruh. Sebagian besar pengguna berusia produktif antara lima belas dan tiga puluh tahun, dan fenomena ini berdampak besar pada kesehatan fisik dan mental serta lingkungan sosial dan ekonomi. Tujuan: penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif metode wawancara motivasi (MI) dalam meningkatkan tingkat self-efficacy pasien rehabilitasi NAPZA yang menyalahgunakan narkoba. Metode: Penelitian ini menggunakan laporan kasus Pre-Post eksperimental dengan responden laki-laki berusia 46 tahun yang baru saja menjalani rehabilitasi. Intervensi MI berlangsung selama sepuluh hari dan terdiri dari empat tahap: Engaging (melibatkan), Focusing (memfokuskan), Evoking (membangkitkan), dan Planning. Tujuan dari proses ini adalah untuk meningkatkan motivasi internal pasien, membantu mereka mengatasi keraguan, dan menumbuhkan kepercayaan diri yang diperlukan untuk pemulihan mereka. Hasil: Setelah melakukan evaluasi dengan General Self-Efficacy Scale (GSE-S), pasien memperoleh skor yang lebih tinggi dari 25 pada hari pertama menjadi 37 pada hari kesepuluh. Ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam self-efficacy pasien. Peningkatan ini menunjukkan bahwa pasien mulai memiliki keyakinan yang lebih besar dalam kemampuan mereka untuk mengatasi kecanduan dan menghadapi tantangan yang mereka hadapi saat ini. Kesimpulan: Penelitian ini menemukan bahwa penerapan MI meningkatkan self-efficacy pasien penyalahgunaan NAPZA, yang berpotensi mengurangi risiko relaps dan mendukung proses pemulihan jangka panjang.  
Penerapan Strength-Based Therapy Terhadap Peningkatan Self-Efficacy Pada Pasien Penyalahgunaan Napza: Case Report Cintya Maharani; Yanuar Fahrizal; Triyana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.111

Abstract

Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lain (NAPZA) muncul sebagai masalah kesehatan masyarakat global. Apabila NAPZA digunakan secara terus menerus dan berlebihan dapat mengakibatkan kecanduan. Kecanduan NAPZA baik jangka pendek maupun jangka panjang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan fisik dan mental penggunanya. Ketika pecandu NAPZA tidak memiliki keyakinan untuk menghadapi masalah, maka akan berpeluang untuk relapse. Dalam mengurangi risiko relapse, self-efficacy memiliki peran penting membantu individu melawan keinginan untuk menggunakan NAPZA serta menjaga kesehatan mental dan fisik. Pendekatan psikologis seperti strength-based therapy dapat diterapkan untuk meningkatkan self-efficacy pasien pengguna NAPZA. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan self-efficacy pasien pengguna NAPZA melalui strength-based therapy. Metode penelitian ini menggunakan laporan kasus (case report) dengan pre-post experimental yang diterapkan kepada seorang responden laki-laki pecandu NAPZA yang sedang menjalani rehabilitasi di Soerojo Hospital, Magelang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu General Self-Efficacy Scale (GSES) yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Terdapat peningkatan self-efficacy dalam 3 kali evaluasi menggunakan kuesioner GSES. Sebelum dilakukan intervensi, pasien diberikan pre-test dan skor GSES menunjukkan angka 25 yang berarti rendah. Setelah pasien diberikan intervensi selama 5 hari, pasien diberikan post-test pertama dan didapatkan skor GSES 30. Hal ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan self-efficacy sebanyak 5 skor. Kemudian dilanjutkan intervensi hingga hari ke-10 dan dilakukan post-test kedua. Pada post-test kedua didapatkan skor 37 yang mana menunjukkan bahwa adanya peningkatan self-efficacy sebanyak 7 skor dari post-test pertama. Penerapan strength-based therapy dapat meningkatkan self-efficacy pasien pengguna NAPZA. Penerapan strength-based therapy memberikan manfaat untuk menggali dan memahami kekuatan diri sehingga dapat diterapkan untuk meningkatkan self-efficacy supaya tidak relapse setelah selesai menjalani masa rehabilitasi.
Hubungan Usia Dan Paritas Dengan Kejadian Perdarahan Postpartum Pada Ibu Bersalin Di RS PKU Muhammadiyah Gamping Izza Syifa Wahyu Salfaira; Luluk Rosidah; Intan Mutiara Putri; Sri Ratnaningsih
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.112

Abstract

Postpartum hemorrhage is the leading cause of maternal death worldwide with the incidence of 5%-10% of all deliveries. Bleeding is still a major problem in obstetrics today. Bleeding is the third leading cause of maternal death in both developed and developing countries, namely obstetric hemorrhage (27.03%). Approximately 14 million women worldwide suffer from postpartum hemorrhage each year, causing more than 70,000 maternal deaths. This study aims to determine the relationship between maternal age and parity and the incidence of postpartum hemorrhage in mothers giving birth at PKU Muhammadiyah Gamping Hospital. This study is a quantitative study with a cross-sectional approach. The sample of this study were 41 mothers giving birth at PKU Muhammadiyah Gamping Hospital which were selected by the quota technique sampling. The data source used was secondary data, namely medical records. Data analysis of the results the relationship between age and the incidence of postpartum hemorrhage shows that the results of the chi square test obtained a p-value = 0.02 or p < 0.05 with the results of OR = 14,625. Thus, Ha is accepted and Ho is rejected; which means there is a significant relationship between maternal age and the incidence of postpartum hemorrhage at PKU Muhammadiyah Gamping Hospital. The results of the chi square test obtained a p value = 0.08 or p < 0.05 with the results of OR = 7,464. Therefore, Ha is accepted and Ho is rejected; which means there is a significant relationship between maternal parity and the incidence of postpartum hemorrhage at PKU Muhammadiyah Gamping Hospital. So that the results obtained reveals that there is a relationship between age and parity and the incidence of postpartum hemorrhage. For postpartum mothers, it is expected that they have to consider the age and number of children in planning pregnancy at the right time. In addition, routine pregnancy check-ups with health workers should be carried out by the mother to detect the symptoms, so as to reduce the risk factors for bleeding and as a form of preventive efforts.
Pengaruh Edukasi Tentang Buku KIA Kepada Ibu Baduta Terhadap Pemanfaatan Buku KIA Di Wilayah Kerja Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta Lia Agusmarlina; Khofiyah, Nidatul
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.113

Abstract

Buku KIA merupakan suatu alat yang dapat digunakan untuk mendeteksi secara dini apabila terjadi gangguan atau permasalahan kesehatan pada ibu dan anak. Kurangnya pemanfaatan buku KIA didalam masyarakat akan mengakibatkan ibu baduta tidak bisa mendeteksi secara mandiri tentang permasalahan kesehatan pada anaknya dan mengakibatkan keterlambatan penanganan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan, maka dari itu pentingnya pemanfaatan buku KIA yang benar oleh ibu baduta untuk pemantauan kesehatan pada anaknya dan pemberian edukasi tentang buku KIA agar menambah informasi kepada ibu baduta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi tentang buku KIA kepada ibu baduta terhadap pemanfaatan buku KIA Di Wilayah Kerja Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan Pre-Eksperimental Design dengan rancangan One Group Pre Test dan Post test. Sampel berjumlah 48 ibu baduta dengan pengambilan sampel secara Proportional Random Sampling dan Cluster Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan Uji Wilcoxon dan didapatkan hasil p value = 0,0001< 0,05 yang menunjukkan bahwa ada pengaruh edukasi tentang buku KIA kepada ibu baduta terhadap pemanfaatan buku KIA Di Wilayah Kerja Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta. Penelitian ini diharapkan bisa menumbuhkan kesadaran bagi ini baduta tentang pentingnya pemanfaatan buku KIA yang bisa dilakukan secara mandiri dirumah untuk mendeteksi dini permasalahan kesehatan pada baduta.
Pengaruh Penyuluhan Dengan Media Audiovisual Terhadap Peningkatan Pengetahuan Sadari Pada Siswi MAN 1 Sleman Yogyakarta Bisyarotul Walidah; Anjarwati; Intan Mutiara Putri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.116

Abstract

Data Globocan tahun 2020 menyebutkan jumlah kasus kanker payudara sebesar 11,5% dari seluruh penderita kanker di dunia dengan angka kematian sebesar 6,9%. Tingginya angka kejadian kanker payudara disebabkan kurangnya informasi dan edukasi tentang kanker payudara untuk melakukan deteksi dini dengan SADARI sejak remaja. Penggunaan media penyuluhan memiliki pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan salah satunya adalah media audio visual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan melalui media audio visual terhadap peningkatan pengetahuan SADARI pada remaja. Penelitian ini menggunakan Pre-Eksperimental Design dengan rancangan One Group Pre test dan Post test Design. Sampel berjumlah 56 remaja putri dengan pengambilan sampel secara teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian diperoleh sebagian besar pengetahuan siswi sebelum diberikan intervensi dalam kategori cukup yakni 76,8% dan sesudah diberikan intervensi dalam kategori baik yakni 51,8%. Hasil Uji Wilcoxon diperoleh p value = 0,00 < 0,05 yang menunjukkan ada pengaruh penyuluhan melalui media audio visual terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri di MAN 1 Sleman Yogyakarta mengenai pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan pada siswi di MAN 1 Sleman hendaknya lebih kritis khususnya pada indikator pengetahuan dan faktor resiko kanker payudara, bisa dengan sering melihat audio visual yang ditampilkan saat penyuluhan agar mendapatkan pengetahuan yang lebih baik dan berkualitas.