cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal (BNJ)
ISSN : 26548453     EISSN : 26855054     DOI : -
Core Subject : Health,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 112 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 1 (2026)" : 112 Documents clear
Kesehatan Mental Dalam Perspektif Gender: Siapa Yang Lebih Rentan Satriyandari, Yekti; Nurul Mahmudah; Sinta Julianti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.127

Abstract

Kesehatan mental remaja menunjukkan perbedaan signifikan berdasarkan gender, di mana remaja perempuan lebih rentan terhadap gangguan internalisasi seperti depresi dan kecemasan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara penggunaan media sosial dan kesehatan mental remaja, serta perbedaannya berdasarkan jenis kelamin. Studi cross-sectional dilakukan pada 139 siswa kelas XI SMA Negeri 1 Godean menggunakan kuesioner skrining gangguan emosional. Data dianalisis dengan uji chi-square. Hasil menunjukkan prevalensi gejala gangguan mental yang tinggi, termasuk pikiran untuk mengakhiri hidup (97,1%), namun tidak terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin dan status kesehatan mental (p = 0,968). Meskipun demikian, secara praktis terlihat bahwa remaja perempuan lebih banyak mengalami gangguan emosional dibandingkan laki-laki. Studi ini menunjukkan pentingnya intervensi kesehatan mental berbasis sekolah yang mempertimbangkan faktor gender dan pengaruh ekosistem digital. Disarankan adanya peningkatan literasi digital, pelatihan guru, serta dukungan keluarga. Penelitian lanjutan direkomendasikan menggunakan desain longitudinal dan pendekatan kualitatif untuk memahami dinamika jangka panjang.
Determinan KEK Pada Ibu Hamil: Studi Karakteristik Demografi, Pengetahuan Dan Asupan Makan Azizah, Shofiyatul; Ellyda Rizki Wijhati; Ismarwati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.146

Abstract

Kurang Energi Kronik (KEK) merupakan salah satu masalah gizi penting bagi ibu hamil, ibu hamil KEK memiliki risiko komplikasi pada kehamilan dan persalinan seperti persalinan lama, persalinan premature, perdarahan postpartum, anemia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan determinan karakteristik demografi, pengetahuan dan asupan makan dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Desain penelitian deskriptif korelasi dengan menggunakan pendekatan cross-sectional study dan uji statistik chi-square. Pengambilan data dilakukan di Puskesmas Sleman Yogyakarta pada bulan Februari sampai Maret 2025. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 106 responden diambil menggunakan sistem random sampling dengan cara memilih responden nomor registrasi ganjil dengan kriteria inklusi ibu hamil yang bersedia menjadi responden dan menandatangani informed consent, ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di Puskesmas Sleman dan ibu hamil yang membawa buku KIA yang diisi lengkap. Kriteria eksklusi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang tidak menjawab semua format kuesioner dengan lengkap dan ibu hamil membawa buku KIA yang tidak diisi dengan lengkap. Pengambilan data menggunakan instrumen kuesioner, from Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) dan buku KIA dengan metode wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan (p-value = 0,000), jarak kehamilan (p-value = 0,033), pengetahuan (p-value = 0,011) dan asupan makan energi (p-value = 0,000) memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian Kurang Energi Kronik (KEK). Sedangkan usia ibu hamil (p-value = 0,562), pendidikan (p-value = 0,134) dan paritas (p-value = 0,388) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian Kurang Energi Kronik (KEK). Diharapkan ibu hamil bisa menambah asupan makanannya untuk mencukupi kebutuhan gizi selama kehamilan.
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Dismenore Pada Remaja Putri Di SMA Negeri 1 Depok Sleman Mariana Ulfa; Sri Ratna Ningsih; Elika Puspitasari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.147

Abstract

Dismenore merupakan kondisi yang paling umum terjadi dikalangan pelajar yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan mengganggu kenyamanan belajar. Dampak apabila dismenore (nyeri haid) tidak ditangani yaitu seperti gangguan aktifitas hidup sehari-hari, keterbatasan kehidupan sosial, prestasi akademik menurun, aktivitas olahraga terganggu, serta penurunan kualitas hidup. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenore pada remaja putri di SMA Negeri 1 Depok Sleman. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian ini adalah siswi kelas X SMA Negeri 1 Depok Sleman dengan tehnik sampel yaitu total sampling sehingga seluruh populasi dijadikan sampel dalam penelitian berjumlah 134 responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner dismenore dan kuesioner Global physical activity questionnaire (GPAQ). Hasil penelitian ini menunjukkan dari 134 responden ditemukan 95 responden (70,9%) mengalami dismenore. Ada hubungan usia menarche dengan dismenore p-value 0,002, ada hubungan lama menstruasi dengan dismenore p-value = 0,000, ada hubungan riwayat keluarga dengan dismenore p-value = 0,001, dan tidak ada hubungan antara aktivitas fisik dengan dismenore p-value = 0,258. Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara usia menarche, lama menstruasi dan riwayat keluarga dengan dismenore. Dan berdasarkan hasil penelitian tidak ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan dismenore. Saran bagi siswi untuk tetap beraktivitas fisik dan berolahraga serta menerapkan pola konsumsi pangan yang beragam dan bergizi seimbang.
Efektivitas Edukasi SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) Dalam Meningkatkan Pengetahuan Dan Sikap Pada Siswi Di SMP Muhammadiyah Imogiri Rhani Rosalina; Belian Anugrah Estri; Ririn Wahyu Hidayati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.148

Abstract

Kanker payudara adalah kondisi dimana sel-sel dalam jaringan payudara mengalami pertumbuhan abnormal dan berubah menjadi sel-sel ganas. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) adalah cara terbaik untuk mendeteksi kanker payudara pada tahap awal. Di sisi lain, pendidikan kesehatan berperan sebagai sarana pembelajaran untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan remaja putri dalam menjaga kesehatan diri mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif metode SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri. Penelitian ini menggunakan Pre-Eksperimental Design dengan desain One Group Pre test dan Post test Design. Metode sampling non-probability dengan total sampling dan jumlah total responden adalah 77 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian diperoleh nilai pengetahuan sebagian besar pengetahuan responden sebelum diberikan intervensi yaitu dalam kategori cukup (54.5%). Sedangkan sebagian besar pengetahuan setelah diberikan intervensi yaitu dalam kategori baik (92,2%). Nilai sikap Sebagian besar sikap responden sebelum diberikan intervensi yaitu dalam kategori negative (50,8%), sedangkan setelah diberikan intervensi sikap responden sebagian besar dalam ketegori baik yakni (75,3). Hasil Uji Wilcoxon pada variable pengetahuan diperoleh p value = 0,001 < 0,05. Sedangkan pada variabel sikap didapatkan hasil P value = 0,002 yang berarti hipotesis nol (Ho) ditolak sehingga edukasi kesehatan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap pada remaja putri. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada siswi untuk menerapkan SADARI rutin bulanan dan perlunya kolaborasi dengan puskesmas untuk edukasi kesehatan reproduksi yang komprehensif. Selain itu, bagi peneliti selanjutnya diharapkan mengkaji faktor lain pencegahan kanker payudara seperti kebiasaan hidup dan riwayat keluarga.
Hubungan Pengetahuan Asam Folat dengan Kepatuhan Mengkonsumsi Asam Folat pada Ibu Hamil TM I di Puskesmas Gamping II Sleman Yogyakarta Elivya Putri Melsany; Dhesi Ari Astuti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.149

Abstract

Asam folat (vitamin B9) merupakan vitamin yang sangat dibutuhkan pada masa kehamilan. Tingkat pengetahuan berhubungan sejalan dengan tingkat kepatuhan dalam mengonsumsi asam folat. Semakin rendah tingkat pengetahuan seseorang tentang manfaat dan pentingnya asam folat, maka tingkat kepatuhannya juga rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan asam folat dengan kepatuhan mengonsumsi asam folat pada ibu hamil TM I. Metode dalam penelitian ini berupa korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 40 responden dengan pengambilan sampel secara teknik Random Sampling dianalisis dengan Uji Chi Square. Hasil penelitian diperoleh sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan asam folat pada kategori baik sebesar 82,5%, dan sebagian besar patuh dalam mengkonsumsi asam folat selama kehamilan trimester 1 sebesar 92,5% . Hasil uji Chi Square diperoleh nilai sig (2-tailed) sebesar = 0,019 < 0,05 yang menunjukkan ada hubungan pengetahuan asam folat dengan kepatuhan mengonsumsi asam folat pada ibu hamil TM I. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada responden/ ibu hamil untuk selalu mencari ilmu pengetahuan baru terkait asam folat, responden juga disarankan untuk mengkonsumsi asam folat sesuai dengan anjuran yang diberikan.
Pengaruh Pemberian Aromaterapi Peppermint Dan Lavender Terhadap Pasien Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea Di RS Emanuel Banjarnegara Rere Ardia Cahyani; Asmat Burhan; Feti Kumala Dewi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.151

Abstract

Sectio caesarea merupakan metode persalinan melalui pembedahan yang berisiko menimbulkan komplikasi salah satunya adalah Postoperative Nausea and Vomiting (PONV). Kondisi ini dapat mengganggu kenyamanan pasien dan memperpanjang waktu pemulihan. Sebagai alternatif penanganan, intervensi non-farmakologis seperti aromaterapi peppermint dan lavender dapat menjadi pilihan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sebelum dan sesudah pemberian aroma terapi peppermint dan lavender dalam mengurangi PONV pada pasien yang menjalani operasi Sectio Caesarea. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pre-test dan post-test pada 70 pasien. Sampel dibagi menjadi dua kelompok masing-masing 35: satu kelompok menerima aromaterapi peppermint (eksperimen) dan kelompok lainnya aromaterapi lavender (kontrol). Data PONV diukur menggunakan skala numerik sebelum dan sesudah intervensi, lalu dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata sebelum dilakukan pemberian aromaterapi peppermint yaitu 4,428 dan sesudah di lakukan 3,60 nilai sedangkan rata-rata sebelum dilakukan pemberian aromaterapi lavender yaitu 5.06 dan sesudah di lakukan 4.60. Wilcoxon menunjukkan bahwa perbedaan nilai PONV setelah di lakukan antara kelompok eksperimen aromaterapi pappermint adalah 0,00 dan kontrol aromaterapi lavender 0,028 signifikan (p < 0,05), dua kelompok eksperimen ini menunjukkan bahwa terdapat penurunan tingkat PONV sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi peppermint dan lavender. Penelitian ini mendukung penggunaan aromaterapi peppermint dan lavender sebagai metode yang efektif dalam manajemen PONV dan memberikan dasar untuk penerapan klinis yang lebih luas.
Hubungan Peran Teman Sebaya Dengan Perilaku Seksual Berisiko Di SMAN 1 Mlati Sleman Shivani Nurrahmah Purnady; Yekti Satriyandari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.152

Abstract

Latar Belakang : Perilaku seksual berisiko merupakan tingkah lakuyang didorong oleh hasrat seksual yang dilakukan dengan lawanjenis maupun sesama jenis. Contoh bentuk dari tingkah laku ini bisaberupa perasaan tertarik hingga menjalin sebuah hubungan, berciuman dan bersenggama.Perilaku seksual berisiko umumnyadilakukan oleh remaja dan menimbulkan dampak negatif berupakehamilan tidak diinginkan, melahirkan di usia remaja, aborsi dan infeksi menular seksual. Tujuan : penelitian untuk mengetahui hubungan antara peran temansebaya dan karakteristik (Umur, jenis kelamin, Sikap, pacaran dan lama berpacaran, peran orang tua, lingkungan sosial, jenis media sosial, lama bermain media sosial, kelompok teman sebaya sertajumlah orang dalam kelompok teman sebaya) dengan perilakuseksual berisiko pada remaja kelas X di SMAN 1 Mlati Sleman pada tahun 2025. Metode : penelitian ini dilakukan dengan rancangan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan simple random sampling daripopulasi 143 responden menjadi 106 responden. Analisis data menggunakan analisis bivariat uji rank spearman. Hasil : uji statistic penelitian menunjukan sebagian besar umurresponden 16 tahun 70.8%, dan sebagian besar dari respondenperempuan 73,6%, Sikap yang diambil jika terpapar perilakuseksual berisiko adalah berdasarkan diri sendiri 55,7%, Sebagian dari responden tidak sedang berpacaran 57,5% namun respondenyang sedang berpacaran maupun pernah berpacaran kebanyakandari mereka berpacaran lebih dari 3 Bulan 32.1%, menarche dariresponden perempuan pada umur 12 tahun 38,7% ada komunikasidengan orang tua 97,2%, berinteraksi dengan lingkungan sosial99,1%, Jenis media sosial media audiovisual 60,4%, lama bermainmedia sosial >4 jam dalam sehari 33%, memiliki kelompok temansebaya 92,5%, dengan jumlah orang dalam kelompok lebih dari 5 orang 50,9%. Hubungan peran teman sebaya dengan perilakuseksual berisiko di SMAN 1 Mlati didapatkan hasil terdapathubungan dengan nilai p value 0,001. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara peran teman sebayadengan perilaku seksual berisiko  
Hubungan Frekuensi Penggunaan Media Sosial Dengan Pengetahuan Dan Sikap Mengenai Gangguan Kesehatan Reproduksi: Infeksi Menular Seksual Steffani Fransisca; Pramesti Dewi; Adiratna Sekar Siwi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.153

Abstract

Media sosial memiliki peran krusial dalam penyebaran informasi seputar Infeksi Menular Seksual (IMS), yang pada gilirannya memengaruhi pengetahuan dan sikap remaja. Penelitian ini berupaya menguji hubungan antara seberapa sering remaja menggunakan media sosial dengan pemahaman dan pandangan mereka tentang IMS. Studi ini menggunakan metode korelasional dengan desain cross-sectional. Teknik sampel menggunakan total sampling sebanyak136 siswa/i kelas X dan XI SMK Swagaya 2 Purwokerto. Uji Analisa menggunaka Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (64%) tergolong pengguna media sosial aktif dengan 51,5% memiliki pengetahuan yang memadai dan 89% menunjukkan sikap yang cukup terkait media sosial. Analisis lebih lanjut mengungkap adanya korelasi positif antara intensitas penggunaan media sosial dengan tingkat pengetahuan (p=0.002, koefisien kontingensi (CC) 0.261) serta sikap (p=0.004, CC 0.246) responden. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan antara seberapa sering remaja di SMK Swagaya 2 Purwokerto menggunakan media sosial dengan tingkat pengetahuan dan sikap mereka mengenai infeksi menular seksual.
Anemia Pada Ibu Hamil : Tinjauan Holistik Keterkaitan Antara Status Gizi, Karakteristik Ibu, Pola Hidup, dan Kondisi Sosioekonomi Nur Annisa Ahla; Ellyda Rizki Wijhati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.157

Abstract

Anemia pada ibu hamil adalah masalah kesehatan global serius yang berdampak signifikan pada kesehatan ibu dan janin. Prevalensinya tinggi, mencapai 40% secara global (WHO) dan 48,9% di Indonesia. Wilayah DIY, Kabupaten Sleman menunjukkan peningkatan kasus anemia. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan anemia dengan status gizi, karakteristik ibu, pola hidup, dan sosioekonomi di Puskesmas Sleman. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, data dikumpulkan dari 106 ibu hamil di Puskesmas Sleman melalui dokumentasi buku KIA dan kuesioner. Sampel dipilih dengan teknik simple random sampling menggunakan metode registrasi ganjil dari total 986 populasi. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner PSQI, kuesioner pengetahuan tentang anemia, dan kuesioner food frekuensi. Analisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian di Puskesmas Sleman Yogyakarta, ditemukan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kejadian anemia pada ibu hamil dengan beberapa variabel, yaitu status gizi (p = 0,000), pola makan (p = 0,000), usia ibu (p = 0,000), paritas (p = 0,046), tingkat pendidikan (p = 0,000), pengetahuan ibu (p = 0,000), pola tidur (p = 0,002), dan status ekonomi (p = 0,000). Sebaliknya, tidak terdapat hubungan signifikan antara kejadian anemia dengan jarak kehamilan (p = 0,607) dan riwayat penyakit infeksi (p = 0,076). Kesimpulan anemia pada ibu hamil sangat dipengaruhi oleh status gizi, pola makan, usia, paritas, tingkat pendidikan, pengetahuan, pola tidur, dan status ekonomi. Jarak kehamilan dan riwayat infeksi tidak berhubungan signifikan dengan kejadian anemia. Saran untuk meningkatkan edukasi tentang kualitas tidur, pengetahuan tentang anemia, serta pentingnya edukasi pra nikah dan melanjutkan program PMT untuk mencegah anemia pada ibu hamil.
Pengembangan Model Intervensi Bidan untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Remaja dalam Mengadvokasi Hak Kesehatan Reproduksi Fitriani, Fitriani; Yulinda Laska; Ridni Husnah; Nuraini Amalia Zakiah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.158

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan reproduksi remaja merupakan isu penting yang masih menghadapi berbagai tantangan, tingginya angka kehamilan remaja, infeksi menular seksual, dan rendahnya literasi reproduksi. Remaja kerap menghadapi keterbatasan akses informasi, dan kurangnya keterampilan dalam mengadvokasi hak kesehatan reproduksi. Bidan sebagai tenaga kesehatan primer memiliki potensi besar dalam memberikan edukasi, namun peran tersebut belum optimal secara terstruktur. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model intervensi bidan yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam mengadvokasi hak kesehatan reproduksi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 43 siswa yang diambil secara total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik biner untuk melihat hubungan antara partisipasi dalam program intervensi bidan dengan pengetahuan, sikap, dan tindakan remaja terhadap kesehatan reproduksi. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa partisipasi dalam intervensi bidan secara signifikan berhubungan dengan pengetahuan baik (88,9%), sikap positif (88,9%), dan tindakan yang baik (92,6%) terhadap kesehatan reproduksi. Uji statistik menunjukkan nilai p-value < 0,001 pada seluruh indikator dengan rasio prevalensi tinggi (RP = 90,0 untuk pengetahuan, RP = 22,0 untuk sikap, dan RP = 60,0 untuk tindakan). Analisis multivariat menunjukkan bahwa tidak mengikuti program meningkatkan risiko pengetahuan rendah (RP = 25,0) dan praktik buruk (RP = 15,5). Kesimpulan: Model intervensi bidan terbukti efektif dalam meningkatkan literasi dan keterampilan advokasi remaja terkait hak kesehatan reproduksi. Peran aktif bidan dalam edukasi berbasis sekolah dapat menjadi strategi penting dalam upaya promotif dan preventif kesehatan remaja secara berkelanjutan.

Page 1 of 12 | Total Record : 112