cover
Contact Name
Bahar
Contact Email
bahararahman@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
puslit.stmikbjb@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jutisi: Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi
ISSN : 20893787     EISSN : 26850893     DOI : -
Core Subject : Science,
Jutisi: Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi adalah Jurnal Ilmiah bidang Teknik Informatika dan Sistem Informasi yang diterbitkan secara periodik tiga nomor dalam satu tahun, yaitu pada bulan April, Agustus dan Desember. Redaksi Jutisi: Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi menerima sumbangan tulisan hasil penelitian atau atau artikel konseptual bidang Teknik Informatika dan Sistem Informasi.
Arjuna Subject : -
Articles 951 Documents
Model Aplikasi Peminjaman Ruangan Berbasis Web Pada Tingkat Fakultas di Perguruan Tinggi Kadek Dika Sukmana; Ketut Queena Fredlina; Putu Trisna Hady Permana
Jutisi : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 11, No 2: Agustus 2022
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.322 KB) | DOI: 10.35889/jutisi.v11i2.930

Abstract

The procedure for borrowing a room which is still done manually at the faculty level in Higher Education causes the borrowing process to be inefficient, because all matters must go to the service officer directly. The research aims to develop a Web-based application model that can be used in the process of borrowing rooms at faculty level managers in universities, without having to go to service officers, so that the borrowing process becomes more effective and efficient. Application development uses the SDLC (Software Development Life Cycle) method. The case study was conducted at the Faculty of Economics and Business, Udayana University. The system modeling uses structured modeling tools, while the system construction uses the PHP programming language, JavaScript, and MySQL database. The main functional features identified at the requirements analysis stage are the system's ability to provide an online room loan interface, room loan statistics, and room loan reports for faculty management. The results of the functional test using Blackbox Testing show that all functional features available in the application have functioned validly.Keywords: Software; Software Development Life Cycle; Functional testing; Black box testing Abstrak. Prosedur peminjaman ruangan yang masih dilakukan secara manual pada tingkat fakultas di perguruan tinggi menyebabkan proses peminjaman menjadi tidak efisien, karena segala urusan harus mendatangi petugas pelayanan secara langsung. Penelitian bertujuan mengembangkan model aplikasi berbasis web yang dapat digunakan dalam proses peminjaman ruangan pada pengelola tingkat fakultas di Perguruan Tinggi, tanpa harus mendatangi petugas pelayanan, sehingga proses peminjaman menjadi lebih efektif dan efisien. Pengembangan aplikasi menggunakan metode SDLC (Software Development Life Cycle). Studi kasus dilakukan pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana. Pemodelan sistem menggunakan tools pemodelan terstruktur, sedangkan konstruksi sistem menggunakan bahasa pemrograman PHP, JavaScript, dan basis data MySQL. Fitur fungsional utama yang diidentifikasi pada tahap analisis kebutuhan berupa kemampuan sistem menyediakan antarmuka peminjaman ruangan secara online, data statistik peminjaman ruangan, serta laporan peminjaman ruangan bagi manajemen Fakultas. Hasil uji fungsional menggunakan Black box testing menunjukkan seluruh fitur fungsional yang tersedia pada aplikasi telah berfungsi secara valid.Kata kunci: Perangkat lunak; Software Development Life Cycle; Uji fungsional; Black box testing  
Analisis Tingkat Kepuasan Pengguna E-Learning Di Perguruan Tinggi Menggunakan Metode Servqual Wedi Kurniawan; Muhammad Affandes; Nazruddin Safaat H; Teddie Darmizal
Jutisi : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 11, No 2: Agustus 2022
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.136 KB) | DOI: 10.35889/jutisi.v11i2.890

Abstract

E-Learning as an online learning media must provide good quality services, in order to support the teaching and learning process to be carried out properly. It is deemed necessary to know how far the current level of user satisfaction is, so that improvements can be made in the future. This study aims to analyze how good the quality of E-Learning services at UIN Suska Riau is currently. The information obtained becomes a reference in improving E-Learning at UIN Suska Riau in the future, so that the level of user satisfaction becomes higher. The analysis uses the SERVQUAL method to measure the level of user satisfaction, using the dimensions of Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, and Empathy measurements. The analysis focuses on gap 5 by finding the gap between the user's Perception and Expectation. User perceptions and expectations were obtained through distributing questionnaires using the G-Form to student and lecturer respondents. Data processing using SPSS tools. The results of the analysis show that the quality of e-learning services that are currently operating has not met user expectations, marked by all measurement dimensions showing user expectations are greater than user perceptions.Keywords: Learning Media; Service Quality; Perception; Expectation Abstrak. E-Learning sebagai media pembelajaran online harus menyediakan kualitas layanan yang baik, agar dapat mendukung proses belajar mengajar terlaksana dengan baik. Dipandang perlu mengetahui sejauh mana tingkat kepuasan penggunanya saat ini, agar dapat dilakukan penyempurnaan di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan menganalisis seberapa baik kualitas layanan e-learning UIN Suska Riau saat ini. Informasi yang diperoleh menjadi acuan dalam perbaikan e-learning UIN Suska Riau di masa mendatang, sehingga tingkat kepuasan pengguna menjadi lebih tinggi. Analisis menggunakan metode SERVQUAL untuk mengukur tingkat kepuasan pengguna, menggunakan dimensi pengukuran Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy. Analisis berfokus pada gap 5 dengan menemukan ketimpangan antara Persepsi dan Ekspektasi pengguna. Persepsi dan Ekspektasi pengguna diperoleh melalui penyebaran kuesioner menggunakan G-Form kepada responden Mahasiswa dan Dosen. Pengolahan data menggunakan tools SPSS. Hasil analisis menunjukkan kualitas layanan e-learning yang beroperasi saat ini belum sesuai harapan pengguna, ditandai dengan seluruh dimensi pengukuran menunjukkan ekspektasi pengguna lebih besar dari persepsi pengguna.Kata kunci:  Media Pembelajaran; Kualitas Layanan; Persepsi; Ekspektasi
Kajian Enterprise Resource Planning pada Industri Manufaktur Pengolahan Bambu menggunakan Arsitektur Enterprise Felix Fernando Oroh; Richardus Eko Indrajit; Erick Dazki; Djarot Hindarto
Jutisi : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 11, No 2: Agustus 2022
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.95 KB) | DOI: 10.35889/jutisi.v11i2.833

Abstract

Companies do not just build information technology carelessly and buy information technology equipment without considering aspects of company needs. In planning information technology and systems, it is necessary to conduct a survey and analysis of user needs. So that the results of the survey and analysis become a guide in planning user needs so that the development of technology and information systems can support the company's operations, making it more efficient in running the company. The core of the problem of implementing Enterprise Architecture is to build corporate IT by implementing an Enterprise Architecture based on TOGAF ADM. The purpose of this research is to implement Enterprise Architecture aimed at making IT Planning on the Enterprise Resource Planning application system, in order to be more effective in implementing the application. The roadmap becomes clearer with the Enterprise Architecture. After doing Enterprise Architecture there is a Migration Planning stage, which is used for application to the Enterprise Resource Planning (ERP) application system. The implementation of the ERP system implementation will be carried out in stages using a timeline.Keywords: Enterprise Resource Planning; Enterprise Architecture; TOGAF-ADM; Bamboo processing manufacturing; Information Technology Abstrak. Perusahaan tidak hanya membangun teknologi informasi secara sembarangan dan membeli peralatan informasi teknologi tanpa mempertimbangkan aspek kebutuhan perusahaan. Dalam merencanakan teknologi dan sistem informasi perlu dilakukan survey dan analisa tentang kebutuhan user. Sehingga hasil survey dan analisa menjadi panduan dalam merencanakan kebutuhan user sehingga pembangunan teknologi dan sistem informasi dapat mendukung operasional perusahaan, sehingga lebih efisien dalam menjalankan perusahaan. Inti dari masalah penerapan Enterprise Architecture, membangun IT Perusahaan dengan menerapkan Enterprise Architecture berbasis TOGAF ADM. Tujuan penelitian ini adalah melakukan penerapan Enterprise Architecture bertujuan untuk pembuatan IT Planning pada sistem aplikasi Enterprise Resource Planning, supaya menjadi lebih efektif dalam melaksanakan penerapan. Roadmap menjadi lebih jelas dengan adanya Enterprise Architecture. Setelah melakukan Enterprise Architecture ada tahapan Migration Planning, yang digunakan untuk penerapan pada sistem aplikasi Enterprise Resource Planning (ERP). Pelaksanaan dari penerapan sistem ERP akan dilakukan secara bertahap menggunakan timeline.Kata kunci: Enterprise Resource Planning; Enterprise Architecture; TOGAF ADM; Manufaktur pengolahan bambu; Teknologi Informasi;
Framework ITIL V3: Analisis Tingkat Kematangan Manajemen Insiden pada Perusahaan Ekspedisi Mochammad Fandy Pradana; Rani Raharjanti; Sri Murtini; Muhammad Noor Ardiansah
Jutisi : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 11, No 2: Agustus 2022
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.485 KB) | DOI: 10.35889/jutisi.v11i2.916

Abstract

Expedition company “PT. VWX Semarang” has implemented an information system in its service activities. However, there may be incidents or disruptions during service activities that can reduce business performance and quality. The purpose of this study was to determine the incident management procedures that have been implemented and measure the maturity level of incident management based on the ITIL V3 framework and provide recommendations for improvement. Data was obtained using observation, interview, and questionnaire. Respondents in this study were users of the service system at expedition company The results of this study indicate that the maturity level of incident management is at level 3 (defined); it means the activity or business process has existed and has become a habit, but the improvement process has not been comprehensively structured. Recommendations for improvement based on the ITIL V3 framework are given to reach the maximum maturity level.Keywords: ITIL V3; information technology; incident management; maturity level Abstrak. Perusahaan ekspedisi PT. VWX Semarang telah telah menerapkan sistem informasi dalam kegiatan pelayanannya, meskipun begitu masih terjadi insiden atau gangguan yang dapat menurunkan performa dan kualitas layanan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis manajemen insiden pada Perusahaan ekspedisi untuk menentukan tingkat kematangan layanan teknologi informasi berdasarkan kerangka kerja ITIL V3. Data diperoleh dengan observasi, wawancara dan angket kepada pengguna layanan manajemen insiden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kematangan manajemen insiden berada pada level 3 (defined) yaitu aktivitas atau proses bisnis telah ada dan menjadi kebiasaan namun terstruktur proses perbaikan secara menyeluruh. Perbaikan atas layanan teknologi informasi diarahkan agar proses manajemen insiden terstruktur menjadi terinstitusi pada tingkat kematangan yang meningkat.Kata Kunci: ITIL V3; teknologi informasi; manajemen insiden; tingkat kematangan
Analisis Kepuasan Pengguna E-Learning Di Perguruan Tinggi Menggunakan Model Kano Rakhmat Safri Agung Pratama; Asif Faroqi; Anita Wulansari
Jutisi : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 11, No 2: Agustus 2022
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.04 KB) | DOI: 10.35889/jutisi.v11i2.869

Abstract

UPN Veteran East Java has implemented e-learning as an online learning medium, but no analysis has been carried out to determine the level of user satisfaction in its operation. It is considered necessary to review user satisfaction, so that academic management understands things that need attention to be improved. This study aims to analyze the satisfaction of UPN Veteran e-learning users using the Kano method. The study involved 272 student respondents using e-learning obtained by the Simple Random Sampling method. A total of 29 instrument items, representing 6 analysis variables (Pedagogy, Characteristics, User Interface, Infrastructure, Iteractivity, and Content). Each attribute of the questionnaire is translated into canoe dimensions which have positive statements and negative statements. Furthermore, the classification into the Kano category is carried out by calculating the number of frequencies for each dimension in each attribute, then selecting the dimension with the most frequency. Based on 29 attribute questions, 7 attributes are classified as satisfaction and 14 attributes are classified as dissatisfaction. Attributes that are classified as dissatisfaction (are suggested to get serious attention in improvement, while the attributes of the high satisfaction category are maintained.Keywords: Online learning media; Canoe Dimensions; positive statement; Negative statement Abstrak. UPN Veteran Jawa Timur telah menerapkan e-learning sebagai media pembelajaran online, namun belum dilakukan analisis untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna dalam pengoperasiannya. Dipandang perlu mengkaji kepuasan pengguna, agar manajemen akademik memahami hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian untuk ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan pengguna e-learning UPN Veteran menggunakan metode Kano. Penelitian melibatkan 272 responden mahasiswa pengguna e-learning yang diperoleh dengan metode Simple Random Sampling. Sebanyak 29 butir instrumen, mewakili 6 variabel analisis (Pedagogy, Karakteristik, User Interface, Infrastruktur, Iteraktivitas, dan Konten). Setiap atribut kuisioner diterjemahkan ke dalam dimensi kano yang memiliki pernyataan positif dan pernyataan negatif. Selanjutnya dilakukan penggolongan ke dalam kategori Kano dengan cara menghitung jumlah frekuensi tiap dimensi pada setiap atribut, lalu dipilih dimensi dengan frekuensi terbanyak. Berdasarkan 29 atribut pertanyaan, 7 atribut tergolong kepuasan dan 14 atribut yang tergolong ketidakpuasan. Atribut yang tergolong ketidakpuasan disarankan mendapatkan perhatian serius dalam perbaikan, sedangkan atribut kategori kepuasan yang tinggi tetap dipertahankan.Kata kunci:  Media pembelajaran online; Dimensi Kano; Pernyataan positif; Pernyataan negatif
Evaluasi Sistem Informasi Pariwisata menggunakan Framework COBIT 5 (Studi Kasus: Jati Lian Tourism) Yakob Jati Yulianto; Richardus Eko Indrajit; Handri Santoso; Erick Dazki
Jutisi : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 11, No 2: Agustus 2022
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.506 KB) | DOI: 10.35889/jutisi.v11i2.927

Abstract

PT. Jati Lian Tourism is a company engaged in tourism. The company has been operating for a long time and already has a customer service information system. One of the main systems is a tourism information system. The company also operates other information systems besides the tourism information system, so that one of the problems that arise is how to ensure synchronization between systems to support business operations. To determine the extent of the maturity level of the operating system, this study measures and evaluates the maturity level of the system, organization, management and all governance. The measurement of the ability of the tourism information system is carried out using the COBIT 5 Framework. The measurement results show that the current goal of the company is targeted to have a maturity level at level 3, where currently the company still has maturity at level 2. Greater efforts are needed for the company management to improve maturity to a higher level.Keywords: Maturity Level; Governance; Tourism; Cobit Abstrak. PT. Jati Lian Tourism adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pariwisata. Perusahaan telah beroperasi sejak lama dan telah memiliki sistem informasi pelayanan pelanggan. Salah satu sistem utamanya adalah sistem informasi pariwisata. Perusahaan juga mengoperasikan sistem informasi lain selain sistem informasi pariwisata, sehingga salah satu permasalahan yang muncul adalah bagaimana memastikan terjalinnya sinkronisasi antar sistem dalam mendukung operasi bisnis. Untuk mengetahui sejauh mana tingkat kematangan sistem yang sedang beroperasi, penelitian ini melakukan pengukuran dan evaluasi tingkat kematangan sistem, organisasi, manajemen dan semua tata kelola. Pengukuran kemampuan sistem informasi pariwisata dilakukan menggunakan Framework COBIT 5. Hasil pengukuran menunjukkan goal dari perusahaan saat ini ditargetkan memiliki tingkat kematangan pada level 3, dimana saat ini perusahaan masih mempunyai kematangan pada level 2. Diperlukan upaya pembenahan yang lebih besar bagi pihak manajemen perusahaan untuk meningkatkan kematangan menuju ke level yang lebih tinggi.Kata Kunci: Level Kematangan; Tata Kelola; Pariwisata; Cobit
Model Aplikasi Sistem Penunjang Keputusan Penetapan Penerima Bantuan Bedah Rumah Berbasis SAW Retna Anggraeni Dwi Rahmana; Rina Candra Noor Santi
Jutisi : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 11, No 2: Agustus 2022
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.205 KB) | DOI: 10.35889/jutisi.v11i2.882

Abstract

The Uninhabitable Houses assistance program is an effort of the Indonesian government to assist the underprivileged in having decent housing. The process of analyzing data and criteria that are still carried out directly by the appraiser causes the decision results to be inconsistent. Processes that have not used computational tools also cause the process to be slow. This study aims to build a decision support application in determining the candidate for home surgery assistance by applying the Simple Additive Weighting (SAW) method as the reasoning basis for the application. SAW works by analyzing the parameters of the work of the head of the family, the income of the head of the family, the number of dependents of the family, the condition of the house, the type of roof of the house, the type of floor of the house, the status of the house, and the status of the land. Validation of the accuracy of the SAW algorithm performance in the application is done by comparing the results of manual SAW calculations with Application-based SAW calculations. The validation results show that the SAW process in the application has worked correctly. Functional testing of the application is carried out using the Blackbox Testing method. The test results show the functional features have been functioning validly.Keywords: Priority Determination; Functional Test; Blackbox Testing Abstrak. Program bantuan Rumah Tidak Layak Huni merupakan upaya bantuan pemerintah Indonesia kepada masyarakat kurang mampu dalam memiliki rumah hunian yang layak. Proses analisis data dan kriteria yang masih dilakukan secara langsung oleh penilai menyebabkan hasil keputusan menjadi tidak konsisten. Proses yang belum menggunakan alat bantu komputasi juga menyebabkan proses menjadi lambat. Penelitian ini bertujuan membangun aplikasi pendukung keputusan dalam penentuan calon penerima bantuan bedah rumah dengan menerapkan metode Simple Additive Weighting (SAW) sebagai basis penalaran aplikasi. SAW bekerja dengan menganalisis parameter pekerjaan kepala keluarga, penghasilan kepala keluarga, jumlah tanggungan keluarga, kondisi rumah, jenis atap rumah, jenis lantai rumah, status rumah, dan status tanah. Validasi ketepatan kinerja algoritma SAW dalam aplikasi dilakukan dengan membandingkan hasil perhitungan SAW secara manual dengan Perhitungan SAW berbasis Aplikasi. Hasil validasi menunjukkan Proses SAW dalam aplikasi telah bekerja secara benar. Pengujian fungsional aplikasi dilakukan dengan metode Blackbox Testing. Hasil pengujian menunjukkan fitur-fitur fungsional telah berfungsi secara valid.Kata kunci: Penentuan Prioritas; Uji Fungsional; Blackbox Testing
Model Aplikasi Pengolahan Data Nilai Siswa Pada Sekolah Dasar Nidia Rosmawanti; Muslihuddin Muslihuddin; Irma Irma
Jutisi : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 11, No 2: Agustus 2022
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.543 KB) | DOI: 10.35889/jutisi.v11i2.826

Abstract

Processing of data on the assessment of elementary school student learning activities is still done manually, resulting in late publishing of students' final grades in report cards and in the school information system. This study aims to develop applications that can be used to process assessment data on student learning activities. System development uses a prototyping model, involving system users in all aspects of design from the initial stage to the final stage. This system design uses UML (Unified Modeling Language) design tools, PH programming language and MySQL database, as well as testing based on the Blackbox Testing method. Application Model Data processing for the assessment of student learning activities developed can help speed up the process of presenting the final grade by the homeroom teacher, so that students and the student's family environment can quickly obtain information on the final grades of learning.Keywords: Software, Web-Based, Unified Modeling Language, Blackbox Testing. Abstrak. Pengolahan data penilaian aktivitas belajar siswa Sekolah Dasar yang masih dilakukan secara manual, mengakibatkan penerbitan nilai akhir siswa pada buku raport maupun pada sistem informasi sekolah menjadi terlambat. Penelitian ini bertujuan Untuk mengembangkan aplikasi yang dapat digunakan untuk mengolah data penilaian aktivitas belajar siswa. Pengembangan sistem menggunakan model prototyping, dengan melibatkan pengguna sistem dalam segala aspek perancangan mulai dari tahap awal hingga tahap akhir. Desain sistem ini menggunakan tools desain UML (Unified Modelling Language), bahasa pemrograman PH dan basis data MySQL, serta pengujian berbasis metode Blackbox Testing. Model Aplikasi Pengolahan data penilaian aktivitas belajar siswa yang dikembangkan dapat membantu mempercepat proses penyajian nilai akhir oleh wali kelas, sehingga siswa dan lingkungan keluarga siswa dapat memperoleh informasi nilai hasil akhir belajar dengan cepat.Kata kunci: Perangkat Lunak, Berbasis Web, Unified Modelling Language, Blackbox Testing.
Evaluasi User Experience Sistem E-Learning Menerapkan User Experience Questionaire Wahyudi Ariannor; Siti Abidah
Jutisi : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 11, No 2: Agustus 2022
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.608 KB) | DOI: 10.35889/jutisi.v11i2.902

Abstract

The class implementation at the STMIK Banjarbaru college has been supported by the e-Learning application as a learning medium, but since the beginning of its use there has been no evaluation to ascertain whether the e-Learning system used has been running well or not, and the extent of user experience (UX) is not known  to the e-Learning application. This study aims to measure the UX of e-Learning applications quantitatively using the User Experience Questionnaire (UEQ) technique, involving 313 respondents. UX measurement uses 26 elements categorized on 6 scales. Based on the test results of the benchmark data set in the New User category, the Novelty scale is below the average, while in the Old User category, 2 scales are obtained below the average, namely Attractiveness and Novelty. The Novelty scale affects the Attractiveness scale, so the Novelty scale is very important to pay attention to, so that users still feel comfortable using e-Learning applications even in a long period of use.Keywords: Analysis; Benchmark datasets; Novelty; AttractivenessAbstrak. Penyelenggaraan perkuliahan di kampus STMIK Banjarbaru telah didukung aplikasi e-Learning sebagai media pembelajaran, namun sejak awal penggunaannya belum dilakukan evaluasi untuk memastikan apakah sistem e-Learning yang digunakan telah berjalan dengan baik atau belum, serta belum diketahui sejauh mana pengalaman pengguna (User Experience/UX) terhadap aplikasi e-Learning tersebut. Penelitian ini bertujuan melakukan pengukuran UX terhadap aplikasi e-Learning secara kuantitatif menggunakan teknik User Experience Questionnaire (UEQ), melibatkan 313 responden. Pengukuran UX menggunakan 26 elemen yang dikategorikan dalam 6 skala. Berdasarkan hasil uji set data benchmark pada kategori Pengguna Baru diperoleh skala Kebaruan (novelty) berada di bawah rata-rata, sedangkan pada kategori Pengguna Lama diperoleh 2 skala di bawah rata-rata, yaitu Daya Tarik (attractiveness) dan Kebaruan. Skala Kebaruan berpengaruh terhadap skala Daya Tarik, sehingga skala Kebaruan sangat penting untuk menjadi perhatian, agar pengguna tetap merasa nyaman menggunakan  aplikasi e-Learning walau dalam jangka waktu penggunaan yang lama.Kata Kunci: Analisis; Set data benchmark; Kebaruan; Daya tarik
Kajian Enterprise Resource Planning Menggunakan COBIT 5 Pada Industri Manufaktur Pengolahan Bambu Felix Fernando Oroh; Richardus Eko Indrajit; Eka Waras Kristianto; Djarot Hindarto
Jutisi : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 11, No 2: Agustus 2022
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.495 KB) | DOI: 10.35889/jutisi.v11i2.843

Abstract

To support the bamboo processing manufacturing operations, this company uses the Enterprise Resource Planning Application System. Starting from sales operations, production, inventory to financial application systems, everything is controlled with Enterprise Resource Planning (ERP). The ERP system has actually been implemented for more than 1 year. The company wants to measure the performance of the system. Then measurements were made using the COBIT 5 Framework, with the aim of knowing between real conditions and targets (expectations). Of course there will be a gap or gap. The GAP is used as a measuring tool to improve ERP system services. Before analyzing the maturity level measurement using COBIT 5, first conduct a survey to obtain data. After getting the data, then assessing and determining the maturity level for Enterprise Resource Planning in bamboo processing manufacturing companies.Keywords: Enterprise Resource Planning; COBIT 5; GAP; Bamboo Processing Manufacturing; Maturity levelAbstrak. Untuk memberikan dukungan terhadap operasional manufaktur pengolahan bambu, perusahaan ini menggunakan sistem aplikasi Enterprise Resource Planning. Mulai dari operasional penjualan, produksi, inventory sampai sistem aplikasi keuangan, semua dilakukan kontrol dengan Enterprise Resource Planning (ERP). Sistem ERP sebenarnya sudah diterapkan lebih dari 1 tahun. Perusahaan ingin melakukan pengukuran performansi dari sistem tersebut. Maka dilakukan pengukuran menggunakan Framework COBIT 5, dengan tujuan untuk mengetahui antara kondisi riil dengan target (harapan). Tentunya akan terjadi GAP atau kesenjangan. GAP tersebut dijadikan alat ukur untuk meningkatkan pelayanan sistem ERP. Sebelum melakukan analisa pengukuran tingkat kematangan menggunakan COBIT 5, terlebih dari dahulu melakukan survey untuk mendapatkan data. Setelah mendapatkan data kemudian melakukan penilaian dan penetapan tingkat kematangan (maturity level) untuk Enterprise Resource Planning pada perusahaan manufaktur pengolahan bambu.Kata kunci: Enterprise Resource Planning; COBIT 5; GAP; Manufaktur Pengolahan Bambu; Tingkat kematangan.