cover
Contact Name
Idhoofiyatul Fatin
Contact Email
idhofatin.pbsi@fkip.um-surabaya.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
stilistika@um-surabaya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : 19788800     EISSN : 26141327     DOI : -
Core Subject : Education,
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Prodi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Surabaya. Jurnal ini menfokuskan pada publikasi hasil penelitian berupa artikel ilmiah tentang bahasa, sastra dan pengajaran Bahasa Indonesia. Jurnal ini terbit setiap Januari dan Juli dengan nomor P-ISSN 1978-8800 dan E-ISSN 2614-3127.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 13 No 2 (2020)" : 12 Documents clear
Pemerolehan Bahasa Anak Usia 2,5 Tahun: Aspek Fonologis Aprilia, Melati
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v13i2.4010

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini akan membahas mengenai pemeroleh bahasa anak pada usia 2,5 tahun. Peneliti bertujuan untuk mengetahui proses pemerolehan bahasa seorang anak. Anak yang diteliti dalam penelitian memiliki tingkat pemerolehan bahasa yang cukup baik, namun jika ditinjau dari aspek fonologis masih banyak kesalahan dalam pengucapan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, yang mana menjabarkan tentang pemerolehan bahasa anak yang ditinjau pada aspek fonologisnya. Teknik pengambilan datanya dengan metode rekam, simak, dan catat. Kefasihan anak dalam pengucapan ialah unsur vokal (a, i, u, e, dan o), sedangkan unsur konsonannya masih banyak ketidak tepatan dalam pengucapan.Kata kunci: Pemerolehan bahasa, fonologis, vokal, konsonanABSTRACTThis study will discuss about the acquisition of 2,5 years old children’s language. Researchers aim to determine the process of language acquisition of a child. The children who observe in the study had a fairly good level of language acquisition, but when viewed from the phonological aspect there were still many errors in pronounciation. The method used in this research is descriptive qualitative method, which describes the acquisition of children’s language in terms of phonological aspects. The technique of collecting data using the recording method, observe, and note. Children’s fluency in pronounciation is the vocal element (a, i, u, e, and o), while the consonant elements are still many inaccuracies in pronounciation.Keyword: Language acquisition, phonology, vocal, consonants
Nilai Budaya dan Moral dalam Tradisi (Lisan) Muayak pada Acara Sunatan Masyarakat Banding Agung OKU Selatan (Sumatera Selatan) Erwanto, Erwanto; Contessa, Emilia
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v13i2.4252

Abstract

ABSTRAKSastra daerah  merupakan bagian dari suatu tradisi dan budaya  warisan nenek moyang yang harus kita lestarikan. Salah satu budaya lokal yang harus dilestarikan oleh generasi penerusnya adalah tradisi lisan muayak yang berasal dari Banding Agung OKU Selatan. Budaya lokal tersebut diciptakan oleh masyarakat ranau dengan daya kreativitas yang   dituntut untuk melahirkan pengalaman batin. Bahkan dijadikan sebagai pengalaman hidup masyarakat ranau yang pada hakikatnya merupakan bagian dari seni yang berusaha menampilkan nilai-nilai keindahan yang bersifat aktual dan imajinatif yang berhubungan dengan renungan terhadap berbagai macam problema yang berhubungan dengan manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nilai-nilai budaya dan moral yang disampaikan dalam tradisi (lisan)  muayak pada acara sunatan masyarakat Banding Agung OKU Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.   Sumber data adalah  rekaman tradisi (lisan) muayak. Teknik pengumpulan data adalah teknik dokumentasi. Untuk menganalisis data, penulis menggunakan teknik analisis karya. Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa nilai budaya  terdiri dari nilai budaya dalam hubungan manusia dengan Tuhan, nilai budaya dalam hubungan manusia dengan manusia lain,  nilai budaya dalam hubungan manusia dengan masyarakat, nilai budaya dalam hubungan manusia dengan alam, dan nilai budaya dalam hubungan manusia dengan dirinya sendiri. Selanjutnya, nilai moral terdiri atas nilai moral religius, nilai moral pribadi, dan nilai moral sosial.Kata kunci: Nilai budaya, nilai moral, tradisi, MuayakABSTRACTLocal literature is part of a tradition and cultural heritage that we must preserve, one of the local cultures that must be preserved by the next generation is the oral tradition of Muayak originating from Banding Agung OKU Selatan The local culture was created by the Ranau community with the creativity which is required to create the inner experiences, but more than that as the life experience of the Ranau community which is essentially part of art that eager to display the values of beauty that are actual and imaginative that are associated with reflections on various kinds of problems related to humans. The purpose of this study is to describe the cultural and moral values conveyed in the oral (oral) tradition at the circumcision of the Banding Agung OKU Selatan. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. The data source is a recording of the oral tradition. The data collection technique is a documentation technique. To analyze the data, the writer used the work technique analysis. Based on the results of the analysis concluded that cultural values consist of cultural values in human relations with God, cultural values in human relations with other humans, cultural values in human relations with society, cultural values in human relations with nature, and cultural values in human relations with him itself. Furthermore, the moral values which consist of religious moral values, personal moral values, and social moral values.Keyword: cultural values, moral values, traditions, Muayak
Nilai Humanisme dan Upaya Penyelesaian Konflik dalam Novel How to Love Indonesia Karya Duma M. Sembiring Nazihah, Wafiqotin; Anggraini, Purwati
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v13i2.4256

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan nilai-nilai humanisme yang terdapat dalam novel How to Love Indonesia, (2) mendeskripsikan relevansi nilai-nilai humanisme dalam novel How to Love Indonesia dengan kehidupan modern saat ini, (3) mendeskripsikan upaya penyelesaian konflik yang berhubungan dengan nilai humanisme dari tokoh yang terlibat dalam novel How to Love Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik analisis isi (content analysis). Pendekatan yang digunakan adalah sosiologi sastra. Sumber data diperoleh dari novel berjudul How to Love Indonesia karya Duma M. Sembiring (Juara 3 Seberapa Indonesiakah Dirimu?). Hasil penelitian ini adalah tokoh-tokoh yang ada dalam novel How to Love Indonesia mengajarkan nilai-nilai humanisme yakni menghargai pendapat orang lain, kerjasama, rela berkorban, peduli terhadap orang lain, tolong menolong dan solidaritas yang patut diteladani oleh pembaca. Nilai humanisme yang dihasilkan akan dikaitkan dengan kehidupan modernisasi yang terjadi saat ini. Upaya penyelesaian konflik menggunakan konteks sosial yang dihubungkan pada pemahaman mengenai  pendidikan tertinggi adalah dengan menghargai dan mencintai Negara seperti seorang anak yang mencintai ibunya.Kata kunci: Nilai humanisme, upaya, dan relevansi ABSTRACTThe purpose of this research is (1) to describe the humanism values contained in the novel How to Love Indonesia, (2) to describe the relevance of humanism values in the novel How to Love Indonesia with the current modernization life, (3) to describe conflict resolution the humanism values efforts from figures involved in the novel How to Love Indonesia. This research is a qualitative research with content technique analysis. The approach used is literary sociology. Data sources were obtained from a novel titled How to Love Indonesia by Duma M.Sembiring (Champion 3: Seberapa Indonesiakah Dirimu?). The results of this study are the characters in the novel How to Love Indonesia teach the humanism values, namely respecting the opinions of others, cooperation, willing to sacrifice, caring for others, helping and solidarity that sould be emulated by readers. the humanism values that is produced will be linked to the life of modernization that is happening now. Efforts to resolve conflicts using social contexts which related to understanding the highest education are to respect and love the country as we love mothers.   Keyword: Humanism Values, Effort and relevance
Hubungan Penggunaan Media Sosial dan Berpikir Kritis terhadap Keterampilan Membaca Intensif Siswa Kelas X SMA Budi Mulia Gultom, Tiomas Redia; Rasyid, Yumna; Rafli, Zainal
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v13i2.4518

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunanaan media sosial dan berpikir kritis terhadap keterampilan membaca intensif. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan desain penelitian adalah korelasi. Populasi penelitian ini adalah anak milenial atau yang lebih dikenal dengan istilah Generasi Z, dalam lingkup khusus yaitu  Siswa  Kelas X SMA Budi Mulia di Jakarta dan Bogor. Instrumen penelitian ini dengan menyebarkan kuesioner kepada 139 orang siswa. Penulis telah membangun hipotesis melalui data yang terkumpul, lalu dianaliss dengan menggunakan fakto analisis korelasi, regresi dan load of factor. Hasil penelitian menunjukkan setidaknya terdapat lima dimensi keterampilan membaca para siswa: media sosial sebagai fokus bacaan dan sumber  informasi, media sosial sebagai way of life, critical reading skill, self-dialogue saat membuka-membaca media sosial, dan fokus berpikir kritis dalam menyampaikan gagasan dan juga selektif dan bijak dalam penggunaan media sosial. Penelitian ini memberikan penegasan akan adanya kebutuhan penggunaan media sosial untuk meningkatkan semangat membaca intensif di kalangan para siswa.Kata kunci: Media sosial, berpikir kritis, keterampilan membaca intensifABSTRACTThis study aims to determine the relationship between the use of social media and critical thinking on intensive reading skills. This type of research is quantitative research and research design is correlation. The population of this research is millennial children or better known as Generation Z, in a special scope, namely Class X Students of Budi Mulia High School in Jakarta and Bogor. The instrument of this study was by distributing questionnaires to 139 students. The author has built hypotheses through collected data, then analyzed using facto correlation analysis, regression and load of factors. The results showed at least five dimensions of students' reading skills: social media as the focus of reading and information sources, social media as a way of life, critical reading skills, self-dialogue when opening and reading social media, and focus on critical thinking in conveying ideas and also selective and wise in the use of social media. This study provides an affirmation of the need for the use of social media to increase the enthusiasm of intensive reading among students.Keyword: Social media, critical thinking, intensive reading skills
Pribumi Subaltern dalam Novel Lampuki Karya Arafat Nur (Kajian Poskolonial Gayatri C. Spivak) Sulistianawati, Sulistianawati
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v13i2.4533

Abstract

ABSTRAKPribumi subaltern menjadi subjek nyata adanya gejolak penindasan oleh serdadu pemerintah dan gerakan bawah tanah dalam situasi Aceh yang telah beralih menjadi Daerah Operasi Mililiter. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan penyalahgunaan tahta tertinggi, adanya pemberontakan gerakan bawah tanah sebagai bentuk perlawanan, dampaknya bagi kaum subaltern seperti pelecehan seksual, mentalitas down, dan dimiskinkan. Data diperoleh dengan teknik pustaka dari sumber tertulis berupa kata dan kalimat dalam novel kemudian dianalisis dengan metode analisa deskriptif. Hasil penelitian menunjukan dominasi kekuasaan penguasa superior yang menduduki tahta tertinggi, dua bentuk perlawanan berupa caci maki serta aksi pemberontakan, dan dampaknya bagi subaltern begitu signifikan memunculkan keterpurukan, semakin merajalela pelecehan seksual, mentalitas down akhirnya termiskinkan. Pada akhirnya subaltern semakin lemah, ketakutan dan tak berdaya. Adanya persekutuan pemberontak sebagai akibat mentalitas era kolonial yang masih menjarah pemikiran masyarakat. Pada dasarnya penjajahlah yang menjadi cikal bakal adanya teroris dan pemberontakan. Penelitian ini diharapkan memberikan sumbangsih untuk mendukung kebijakan pemerintah mendisiplinkan politik agar tidak mengalami carut-marut. Serta menjadi pengingat bagi masyarakat akan masih adanya gerakan bawah tanah dalam bentuk apapun yang mengancam keberlangsungan hidup masyarakat lain, dalam menghadapi kolonialisme yang masih berkembang hingga saat ini.Kata kunci: subaltern, poskolonial, perlawanan, pemberontakABSTRACTSubaltern natives are the real subject of the turmoil of oppression by government troops and underground movements in the Aceh situation which has turned into the Military Operations Area. The purpose of this study is to describe the abuse of the highest throne, the existence of an underground movement rebellion as a form of resistance, the impact on the subalterns such as sexual harassment, down mentality, and impoverished. Data obtained by library techniques from written sources in the form of words and sentences in the novel and then analyzed by descriptive analysis method. The results showed the dominance of the power of superior rulers who occupied the highest throne, two forms of resistance there are in the form of insults and acts of rebellion, and the impact on subalterns was so significant that it leds to adversity, increasingly rampant sexual harassment, the down mentality finally impoverished. In the end the subaltern is getting weaker, frightened and helpless. The existence of the rebel alliance is as a result of the mentality of the colonial era which still plundered the minds of the people. Basically, invaders are the embryo of terrorists and rebellion. This research is expected to contribute to support government policy to discipline politics. Therefore, it does not experience chaos. As well as a reminder to the public of the existence of underground movements in any form that threatens the survival of other communities, in the face of colonialism that is still developing today.Keyword: subaltern, postcolonial, resistance, rebel
Kecakapan Hidup Abad Ke-21 dalam Tokoh Utama Dongeng Jawa Timur Kajian Antropologi Sastra Damariswara, Rian
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v13i2.4633

Abstract

ABSTRAKTokoh utama dalam dongeng Jawa Timur memiliki sisi lain yang perlu diungkap. Sisi lain tersebut, yakni kecakapan hidup yang dimiliki tokoh utama dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Kecakapan hidup tersebut, memiliki relevansi dengan kecakapan hidup di abad ke-21. Jadi, dengan menganalisis kecakapan hidup tokoh utama secara otomatis peneliti dan pembaca dapat mengetahui bahwa tokoh-tokoh dongeng yang terdapat di Jawa Timur memiliki budaya hidup yang baik untuk dijadikan contoh dan motivasi.Untuk mengungkap kecakapan hidup abad ke-21 pada tokoh utama dongeng Jawa Timur menggunakan kajian antropologi sastra.Penelitian ini termasuk deskriptif kualitatif. Sumber data adalah teks dongeng Jawa Timur. Teknik yang digunakan adalah studi dokumenter. Kecakapan hidup abad ke-21 yang ditemukan pada dongeng Jawa Timur sebagai berikut. Pertama, berpikir kritis dan pemecahan masalah. Semua tokoh utama dalam dongeng memiliki pemikiran kritis sehingga dapat memecahkan masalah. Kedua, kreativitas dan inovasi yang ditemukan yakni jenis pengembangan dan sintesis. Inovasi pengembangan yang ditemukan adalah adanya alat bajak sawah dari batu menjadi kayu dan ditarik sapi serta dapat dipergunakan sebagai sarana hiburan. Alat tersebut diberi nama karapan sapi.  Inovasi sintesis adalah menggabungkan segala sesuatu yang dimiliki untuk dijadikan sesuatu yang baru. Seperti pada dongeng Asal Mula Reog Ponorogo,yakni menggabungkan kepala tokoh Singabarong dengan burung merak sehingga dinamakan reog ponorogo. Ketiga, kolaborasi antaranggota dan pemimpin dengan bawahan. Keempat, komunikasi yakni berupa diskusi, pengarahan, berkeluh kesah, dan perintah.Kata kunci: Kecakapan hidup abad ke-21, Tokoh utama, DongengABSTRACTThe main character in the East Java fable has another side that needs to be revealed. The other side, namely the life skills possessed by the main character in solving the problems they face. Life skills, have relevance to 21st century life skills. Therefore, by analyzing the life skills of the main characters automatically the researcher and reader can find out that the fairy tale figures in East Java which have a good life culture to be used as an example and motivation. To uncover 21st century life skills in the main characters of the East Javanese fable, the study of literary anthropology is used. This research is descriptive qualitative. The data source is the text of a fairy tale in East Java. The technique used is documentary study. The 21st century life skills found in the East Java fable are as follows. First, critical thinking and problem solving. All the main characters in fairy tales have critical thinking so they can solve problems. Second, the creativity and innovation found are types of development and synthesis. Development innovation that was found was the existence of a rice plow from stone to wood and pulled by cows and could be used as a means of entertainment. The tool is named Karapan Sapi. Synthesis of innovation is to combine everything that is owned to be something new. As in the fable of Reog Ponorogo, which combines the head of the Singabarong character with a peacock so it is called Reog Ponorogo. Third, collaboration between members and leaders with subordinates. Fourth, communication in the form of discussion, direction, complaints, and orders.Keyword: 21st century life skills, The main character, Fairy tale
Peningkatan Hasil Belajar Menulis Puisi Melalui Media Gambar Berseri Siswa Kelas VIII-1 SMP Negeri 17 Ambon Solissa, Everhard Markiano; Wattimury, Lesly Chriselya
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v13i2.4779

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa kelas VIII-1 SMP Negeri 17 Ambon. Data penelitian ini berupa hasil tes menulis puisi yang diambil dari setiap siklus. Sampel berjumlah 25 siswa. Data    tes dianalisis menggunakan rumus, yakni nilai siswa diperoleh dari hasil bagi jumlah skor yang diperoleh siswa dengan skor ideal. Hasil tes siswa kemudian dikualifikasi sesuai kriteria yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar menulis puisi siswa kelas VIII-1 SMP Negeri 17 Ambon dengan menggunakan media gambar berseri. Hal itu terlihat dari jumlah siswa yang mencapai KKM  pada siklus pertama yakni  3 orang dengan nilai rata-rata semua siswa 51,70 menjadi 19 orang pada siklus kedua dengan nilai rata-rata semua siswa 75.Kata kunci: Media Gambar Berseri, Peningkatan Hasil Belajar, Menulis Puisi, Penelitian Tindakan KelasABSTRACTThe aims of this research is to improve the ability to write poetry for VIII-1 grade students at SMP Negeri 17 Ambon. The data of this research are in the form of poetry writing test results taken from each cycle. The sample consisted of 25 students. Test data were analyzed using a formula that is the student scores obtained from the results for the total score obtained by students with an ideal score. Student test results are then qualified according to predetermined criteria. The results showed that there was an increase in the learning outcomes of writing poetry for VIII-1 grade students of SMP Negeri 17 Ambon by using serial media. This can be seen from the number of students who reached the KKM in the first cycle namely 3 people with an average value of all students 51.70. It becomes 19 people in the second cycle with an average value of all students 75.Keyword: Serial Image Media, Learning Outcomes Improvement, Writing Poetry, Classroom Action Research
Fungsi Tradisi Lisan Aurodan dari Tarekat Asy-Syahadatain Cirebon dalam Kehidupan Komunitas Pemiliknya Subaweh, Ahmad Maskur; Sumiyadi, Sumiyadi; Iskandarwassid, Iskandarwassid; Permadi, T.
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v13i2.4797

Abstract

ABSTRAKTradisi Aurodan Jamaah Tarekat Asy-Syahadatain di Cirebon adalah bagian dari tradisi lisan dalam bentuk ritual pertunjukan, yang merupakan zikir berbunyi nyaring bersama dengan nyanyian puisi nadhoman Cirebon. Aurodan mencerminkan budaya Islam Cirebon yang lembut, terbuka, dan toleran sebagai produk akulturasi dari beberapa budaya, yaitu Jawa, Sunda, Arab, dan bahkan budaya lain di Cirebon. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi tradisi lisan Aurodan komunitas Jamaah Asy-Syahadatain di Cirebon. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang meneliti objek dalam kondisi alam, untuk menemukan makna dan generalisasi, di mana peneliti sebagai instrumen utama dalam metode penelitian. Penelitian ini dirancang untuk menggambarkan, menganalisis, mengungkap, dan menjelaskan fungsi tradisi Aurodan Asy-Syahadatain Cirebon. Penelitian ini menggunakan data dasar yaitu fungsi tradisi lisan Aurodan Asy-Syahadatain Cirebon. Pengumpulan data tenik dilakukan dengan observasi, wawancara, studi dokumen. Hasil penelitian ini menemukan beberapa penjelasan tentang fungsi tradisi Aurodan cirebon yang sangat penting dalam kehidupan sosial dan dapat diangkat sebagai salah satu warisan budaya Cirebon yang memiliki ciri khas sebagai budaya khas pesantren yang menjaga kelestarian budaya dan kearifan lokalnya.Kata kunci: Tradisi lisan, Aurodan, fungsi, Asy-Syahadatain CirebonABSTRACTThe Aurodan tradition which is held by Jamaah Tarekat Asy-Syahadatain in Cirebon is part of an oral tradition in the form of a ritual performance, which is a dhikr that sounds loud along with the singing of the Cirebon nadhoman poetry. Aurodan reflects the soft, open and tolerant culture of Cirebonese Islam as an acculturation product of several cultures, namely Javanese, Sundanese, Arabic, and even other cultures in Cirebon. This study aims to describe the function of the Aurodan oral tradition of the Jamaah Asy-Syahadatain community in Cirebon. This research is a qualitative study that examines objects in natural conditions, to find meaning and generalization, where the researcher as the main instrument in research methods. This study was designed to describe, analyze, uncover, and explain the function of the Aurodan Asy-Syahadatain Cirebon tradition. This study uses basic data that is the function of Aurodan Asy-Syahadatain Cirebon oral tradition. data collection technique is conducted by observation, interview, document study. The results of this study found several explanations about the function of the Aurodan cirebon tradition which are very important in social life and can be appointed as one of Cirebon's cultural heritages that has a characteristic as a typical pesantren culture that preserves its cultural preservation and local wisdom.Keyword: Oral Tradition, Aurodan, function, Asy-Syahadatain Cirebon
Distribusi, Pelepasan, dan Perubahan Fonem [R] dalam Komunikasi Anak Usia 3 Tahun Sakrim, Sakrim
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v13i2.4857

Abstract

ABSTRAKAlat ucap sangat mendominasi terhadap ketepatan dalam mendistribusikan dan pelepasan fonem. Ketika alat ucap tidak sempurna maka akan memberi efek bagi lingual. Distribusi dan pelepasan fonem tidak akan semestinya tepat dan benar jika alat ucap sebagai elemen pendukung tidak sempurna. Alat ucap yang terdepan membantu untuk merealisasikan keluarnya bunyi fonem yang diharapkan khususnya fonem [R], hal ini sering terjadi pada anak usia dini. Anak usia 3 tahun bisa mendistribusikan fonem-fonem yang ringan untuk dikomunikasikan. Anak usia 3 tahun alat ucapnya tidak sempurna seperti orang dewasa. Ketidaksempurnaan alat bicara sangat mempengaruhi terhadap bicara anak khususnya untuk mendistribusikan fonem-fonem yang sulit seperti fonem [R], [S], dan [F]. Problem seperti itu terjadi bukan hanya di pedesaan, di daerah kota masih banyak temuan dalam berkomunikasi anak tidak bisa menggunakan fonem [R]. Pengumpulan data dalam penelitian ini  yaitu, metode simak, rekam, dan catat. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan ditemukan beberapa data kesalahan pelepasan bunyi fonem [R] di awal kata, kesalahan pelepasan bunyi fonem [R] di tengah kata, dan kesalahan pelepasan bunyi fonem [R] di akhir kata. Kata kunci: Pemerolehan Bahasa, anak usia 3 tahun,distribusi ABSTRACTThe speech instrument dominates the accuracy in distributing and releasing phonemes. When the utterance is not perfect, it will have an effect on the lingual. The distribution and releasing phonemes will not be appropriate and correc,t if the speech device, as supporting element, is not perfect. The the front speech device helps to realize the expected phoneme sounds, especially phonemes [R], this often occurs in early childhood. 3 years old children can distribute light phonemes to be communicated. A 3-year-old child speech is not as perfect as an adult. Speech device imperfections are very influential on children's speech, especially to distribute difficult phonemes such as [R], [S], and [F] phonemes. This problem does not occur only in rural areas, in urban areas there are still many findings in children cannot communicate using phonemes [R]. Data collection in this research is analytic method, recording, and taking note. Based on the results of  conducting research found that some data errors in the release of phonemes [R] at the beginning of words, errors in releasing phonemes [R] in the middle of words, and errors in releasing phonemes [R] at the end of words.Keyword: Language acquisition, 3-year-old child, distribution
Konflik Sosial dalam Hikayat Patani: Kajian Sosiologi Sastra Islahuddin, Islahuddin; Tawandorloh, Ku-Ares; Chema, Adareena
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v13i2.5026

Abstract

ABSTRAKHikayat Patani merupakan hikayat yang menceritakan kerajaan Patani dan konflik yang terjadi dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teks-teks yang membicarakan tentang konflik sosial dalam Hikayat Patani dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Penelitian ini merupakan penelitian kualititif. Sumber data penelitian adalah Hikayat Patani. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pembacaan dan pencatatan. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan referensi keilmuwan teori sosiologi sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik sosial yang terdapat dalam Hikayat Patani, yaitu: 1) konflik internal, di antaranya: a) pembunuhan Sultan Patik Siam; b) pembunuhan Sultan Bahadur; c) pemberontakan sang bendahara; d) pendurhakaan Raja Kali; dan e) pengkhiatan Yang Dipertuan Muda Johor; 2) konflik eksternal, di antaranya; a) penyerangan ke Siam; b) peperangan dengan Palembang; dan c) peperangan dengan Pattalung dan Siam. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik sosial yang terdapat dalam Hikayat Patani sesuai dengan kondisi masyarakat pada waktu teks tersebut diciptakan dan masih diyakini dalam sebagian besar masyarakat hingga saat ini.Kata kunci: konflik sosial, internal, eksternal, Hikayat Patani, sosiologi sastraABSTRACTHikayat Patani is a saga that tells the kingdom of Patani and the conflicts that occur in there. This study is aimed to describe the texts that discussing about social conflicts in the Hikayat Patani by using the literature sociology approach. This research is a qualitative research. The data of the study are texts of the Hikayat Patani. The research instrument is the researcher himself. The data are collected through reading and noting. They are analyzed by using the qualitative descriptive technique with a reference to theory of the literature sociology. The results of the research shows that social conflict in Hikayat Patani, namely; 1) internal conflicts, including: a) the assassination of Sultan Patik Siam; b) the assassination of Sultan Bahadur; c) the rebellion of sang bendahara; d) the rebellion of Raja Kali; and e) the betrayal of Yang Dipertuan Muda Johor; 2) external conflicts, including; 1) attack on Siam; 2) war with Palembang; and 3) wars with Pattalung and Siam. In addition, the result of the research shown that the social conflicts in Hikayat Patani are in accordance with the conditions of society at the time the text was created and are still believed in most societies until this day.Keyword: social conflict, internal, external, Hikayat Patani, sociology literature

Page 1 of 2 | Total Record : 12