cover
Contact Name
Fransisca Iriani Rosmaladewi
Contact Email
fransiscar@fpsi.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmishs@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
ISSN : 25796348     EISSN : 25796356     DOI : -
Core Subject : Art, Social,
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni (P-ISSN 2579-6348 dan E-ISSN 2579-6356) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu Sosial (seperti Ilmu Psikologi dan Ilmu Komunikasi), Humaniora (seperti Ilmu Hukum, Ilmu Budaya, Ilmu Bahasa), dan Seni (seperti Seni Rupa dan Design). Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 723 Documents
Perbedaan Prestasi Belajar Matematika Ditinjau dari Self-Efficacy dan Mathematic Anxiety Siswa SMP di Depok Mia Anggraeni; Riana Sahrani; Rahmah Hastuti
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v1i1.350

Abstract

Untuk menguasai dan menciptakan teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat. Penelitian yang dilakukan oleh TIMSS dan PISA menunjukkan bahwa prestasi belajar matematika siswa Indonesia usia 15 tahun tergolong masih rendah jika dibandingkan dengan prestasi belajar matematika siswa lain di dunia. Beberapa faktor yang memengaruhi prestasi belajar matematika ini diantaranya adalah self-efficacy dan mathematic anxiety. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji perbedaan prestasi belajar matematika ditinjau dari self-efficacy dan mathematic anxiety. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif non-experimental dengan menggunakan teknik dan analisis Mann-Whitney. Partisipan penelitian ini adalah siswa SMP dari tiga sekolah yang ada di Depok sebanyak 385 orang. Teknik pengambilan sampel dengan purpossive sampling. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Oktober 2016. Instrumen penelitian berupa kuesioner self-efficacy dan mathematic anxiety dengan skala Likert serta data sekunder prestasi belajar matematika siswa berupa nilai rapor terakhir. Hasil penelitian pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan (Z = -2,791 dan p = 0.005 < 0,05)  bahwa ada perbedaan prestasi belajar matematikaditinjau dari self-efficacy (self-efficacy rendah dan tinggi). Hasil penelitian juga menunjukkan (Z = -2,695 dan p sebesar 0.007 < 0,05) bahwa ada perbedaan prestasi belajar matematikaditinjau dari mathematic anxiety (mathematic anxiety rendah dan tinggi). Hasil penelitian ini dapat memprediksikan prestasi belajar matematikasiswaberdasarkan self-efficacy dan mathematic anxiety yang dimiliki oleh siswa tersebut.Kata kunci: self-efficacy, mathematic anxiety, prestasi belajar matematika, matematika
PERANCANGAN HURUF DISPLAY TYPEFACE DENGAN BERBASIS AKSARA LONTARA Asrullah Ahmad
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i2.3864

Abstract

The Bugis tribe is one of many tribes who invented their own letters, namely Aksara Lontara, but Bugis people who have mainly lived in urban areas have rarely used these letters in their daily lives. This was further complicated when the Regional Language subjects were removed from the local content curriculum in junior high schools (SMP) which caused most of the teenagers in Bugis tribe who live in urban areas unable to recognize and use Aksara Lontara for their daily needs or other certain needs. This then became a major sign for the possibility of the extinction of Aksara Lontara. In this research, a preventive step was taken using the ATUMICS method to transform the Aksara Lontara into Latin script which allows the younger generation of Bugis tribe to feel the impression of visual forms and feel of the characters of the Aksara Lontara in a more modern way and in accordance with their daily lives. In this study three types of Latin characters have been produced in display typeface, which were then considered successful in conveying the impression of the form and character of the Aksara Lontara itself based on the objective testing performed. Suku Bugis merupakan salah satu yang mempunyai aksara sendiri yaitu Aksara Lontara, namun orang-orang Bugis utamanya yang ada di perkotaan sudah jarang untuk menggunakan Aksara ini dalam keseharian. Hal tersebut kemudian semakin rumit ketika mata pelajaran Bahasa Daerah dihapus dari kurikulum muatan lokal di sekolah menengah pertama (SMP) yang menyebabkan kebanyakan dari remaja di suku Bugis yang bermukim di perkotaan tidak mengenali dan tidak lagi bisa menggunakan Aksara Lontara baik itu untuk kebutuhan sehari-hari maupun kebutuhan tertentu lainnya. Hal tersebut kemudian menjadi satu penanda besar untuk kemungkinan punahnya Aksara Lontara. Dalam penelitian ini kemudian dilakukan langkah preventif menggunakan metode ATUMICS untuk mentransformasikan Aksara Lontara ke dalam Aksara Latin yang bertujuan agar generasi muda suku Bugis tetap bisa merasakan impresi bentuk visual dan kesan dari karakter  Aksara Lontara dengan cara yang lebih modern dan sesuai dengan keseharian mereka. Pada penelitian ini telah dihasilkan tiga jenis aksara latin yang berjenis display, yang kemudian dinilai berhasil dalam menyampaikan kesan bentuk dan karakter dari Aksara Lontara itu sendiri berdasarkan pengujian objektif yang dilakukan.
BERUBAH, SIAPA TAKUT? PENGARUH EFIKASI DIRI TERHADAP KESIAPAN UNTUK BERUBAH PADA KARYAWAN DI PT TP TANGERANG Angkawijaya, Yulius Fransisco; Arista, Puspita Dian; Dewi, Dania Asri
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v1i2.1471

Abstract

Perubahan organisasi dilakukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi perusahaan, namun seringkali menghadapi penolakan. PT TP yang akan mengimplementasikan program perubahan organisasi berupa reengineering, restruksturisasi, dan downsizing menghadapi tantangan yang penolakan perubahan. Sikap yang ditampilkan karyawan terhadap perubahan terkait erat dengan kesiapan karyawan tersebut untuk berubah. Semakin tinggi kesiapan untuk berubah maka semakin tinggi penerimaan dan partisipasi dalam perubahan. Secara teoritis, kesiapan untuk berubah adalah sejauh mana individu secara mental, psikologis, atau fisik siap untuk berpartisipasi dalam kegiatan pengembangan organisasi. Kesiapan untuk berubah dipengaruhi oleh berbagai hal, salah satunya adalah efikasi diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar sumbangan efikasi diri terhadap kesiapan untuk berubah pada karyawan PT TP. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan instrument berupa Skala Efikasi Diri dan Skala Kesiapan untuk Berubah. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 68 responden yang berasal dari karyawan level jabatan manajerial dan level staff. Hasil analisis regresi linier menunjukkan bahwa efikasi diri memberikan sumbangan sebesar 14.4% terhadap kesiapan untuk berubah. Analisis tambahan yang dilakukan menunjukkan bahwa karyawan dengan level jabatan manajerial memiliki kesiapan untuk berubah yang lebih tinggi daripada karyawan level staff. Di sisi lain, karyawan dari departemen gudang memiliki efikasi diri paling tinggi dibandingkan karyawan dari departemen lain.
HUBUNGAN ORGANIZATIONAL COMMITMENT DAN TURNOVER INTENTION PADA PERAWAT Triatno Yudho Prabowo
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v1i2.974

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara organizational commitment dengan turnover intention. Teori organizational commitment dikemukakan oleh Meyer dan Allen. Teori turnover intention dikemukakan oleh Tett dan Meyer. Organizational commitment merupakan usaha mendefinisikan dan melibatkan diri dalam organsasi dan tidak ada keinginan meninggalkannya. Turnover intention dapat dipahami sebagai niat secara sadar dan disengaja untuk meninggalkan organisasi. Penelitian ini melibatkan 64 responden. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan negatif antara dimensi organizational commitment (continuance commitment, normative commitment, affective commitment) dengan turnover intention meliputi : continuance commitment dengan turnover intention (r = -0,362), normative commitment dengan turnover intention (r = -0,714), dan affective commitment dengan turnover intention (r = - 0,720).
MEDIA MASSA DALAM DIPLOMASI INTERNASIONAL (KEBIJAKAN REDAKSI SURAT KABAR BERBAHASA INGGRIS JP DALAM MEMBERITAKAN HUBUNGAN INDONESIA – SINGAPURA) Yoedtadi, Muhammad Gafar
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i1.1710

Abstract

Hubungan Indonesia - Singapura telah memasuki usia 50 tahun. Hubungan kedua negara tersebut telah terbina dengan baik, namun masih terdapat beberapa masalah. Persoalan kedua negara yang masih menjadi isu sensitif itu, sering kali memancing sentimen negatif masyarakat Indonesia akibat pemberitaan media massa. Sentimen negatif berupa opini publik dapat mendorong kepada keretakan hubungan kedua negara. Mengacu pada teori multi-track diplomacy, peran media massa cukup berpengaruh dalam menjaga harmonisasi hubungan antar negara. Masyarakat umumnya mendapatkan gambaran positif atau negatif mengenai negara tetangga dari pemberitaan media massa. Dalam komunikasi politik internasional, media massa sangat efektif menjadi mediator antar negara. Dalam menanggapi isu tertentu, media massa dapat digunakan sebagai alat diplomasi antar negara. Salah satu media massa yang dinilai penting oleh pemerintah Indonesia dan Singapura adalah surat kabar berbahasa Inggris JP. Penelitian ini berupaya mengetahui kebijakan redaksi surat kabar berbahasa Inggris JP dalam memberitakan hubungan Indonesia – Singapura. Penelitian ini menggunakan perspektif kualitatif bersifat deskriptif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan redaksi JP menjalankan peran diplomasi dalam pemberitaan hubungan Indonesia dan Singapura. Menggunakan teori hirarki pengaruh terhadap media, terlihat kebijakan redaksi JP dalam memberitakan hubungan Indonesia dan Singapura terpengaruh oleh sikap pendirinya Jusuf Wanandi untuk menjaga hubungan baik antar negara ASEAN, dan ideologi JP yang menjunjung nilai-nilai kemanusiaan, perdamaian, demokrasi dan pluralisme.
Daftar Redaksi JMISHS Jurnal Muara Editor
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daftar Redaksi Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Daftar Isi Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2 No 2 DPPM UNTAR
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i2.4286

Abstract

Daftar Isi Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2 No 2
POLA ASUH AYAH TERHADAP ANAK PEREMPUAN DAN ANAK LAKI-LAKI KELUARGA PATRILINEAL Katherine Paramitha Tjandra; Debora Basaria
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i1.1749

Abstract

In Indonesia, there are 1128 ethnic groups that can be divided into 2 according to lineage system, that is matrilineal and patrilineal. In patrilineal families, family name, property and others are passed down through sons. The characteristics of patrilineal families showed bias and favor towards sons. The goal of this research is to provide a description of father’s parenting style towards daughters and sons in patrilineal families. This research used a descriptive research method with Baumrind’s parenting style as the grand theory. The data collection process starts from April till May to 201 fathers using a parenting style questionnaire from Tarumanagara University’s Department of Psychology. The result of this research shows that 84.6% of the total fathers applied the same kind of parenting style towards their sons and daughters. These fathers no longer differentiate between daughters and sons. 92.9% of these fathers applied authoritative parenting styles to both daughters and sons. A small portion of the participant, 15.4% of 201 participants applied different parenting style towards their daughters and sons. These fathers applied authoritative parenting style towards their daughters and permissive parenting style towards their sons.
Penerapan Art Therapy untuk Menurunkan Depresi pada Lansia di Panti Werdha X Ayu Eka Permatasari; Samsunuwiyati Marat; Meiske Y. Suparman
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v1i1.341

Abstract

Aging process on elderly can be challenging. Elderly who lives with their family can enjoy happiness and independent live. But, it is different with elderly who lives in a nursing home. Elderly who live in a nursing home often feel lonely, lack of activity, and experience stress to depression. They tend to show symptoms of depression which are sense of helplessness, avoidance of social interaction, experience physical complaints such as headaches, back pain, digestive disorders, and indisgestion. This research is aimed to know whether the application of art therapy can reduce depression on the elderly who lives in a nursing homes. Art therapy intervention with with drawing and coloring methods were chosen because it can be applied to individual of all ages. This intervention is aimed to express feelings, changing negative thoughts, and to be able to more recognize them selves. Participants of this research were 3 elderly who live in nursing homes. The intervention was conducted for 12 sessions. The results were being measured by comparing the pretest-posttest score of Geriatric Depression Scale (GDS). After the intervention was conducted, all participants showed reducing score of depression on GDS on posttest score. During the intervention, all participant also showed process of increasing expressions on their artwork. The results also indicated changes of their behaviors such as increasing social interaction.Keywords: Art therapy, Elderly, Depression, Gerontology, Nursing homes.
MAKNA RAGAM HIAS PADA FASAD BANGUNAN (STUDI KASUS : KELENTENG BAN HING KIONG, MANADO) Wulanningrum, Sintia Dewi
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i2.1654

Abstract

Ban Hing Kiong Temple was founded in 1819 and is the oldest temple in North Sulawesi. The advantages of Ban Hing Kiong Temple are; strategically located at the center of the city that is reachable by public transportation and is the center of China Town where temples, houses, shrines and markets belonging to the Chinese ethnic can be found, as well as two cannons belonging to VOC, therefore, it is a religious center as much as it is a historical tourist destination. In addition, this temple possesses a unique design with Classical Chinese architectural style decorated with a variety of motifs. Motifs found in this Temple is one of many attractions for visitors. Motif is a basic form of decoration that will usually become a repeated pattern in a craft or art work (Purnomo, 2013). Every motif in Ban Hing Kiong Temple has different type and meaning. This research aims to identify the types and meanings of motifs on the exterior of Ban Hing Kiong Temple. The method used is descriptive qualitative by identifying the types of motifs and the meanings of motifs through literature studies and field survey. This study found that there are three types of motifs on the building exterior, including; flora motif, fauna motif, geometric and motif about legends. The most common motif found on the exterior is fauna motif in the form of dragon and tiger ornaments found in the building column, on building roofs, walls, and incense burners. Kelenteng Ban Hing Kiong berdiri sejak tahun 1819 dan merupakan Kelenteng tertua di Sulawesi Utara.. Kelebihan Kelenteng Ban Hing Kiong  antara lain; letaknya strategis berada di tengah kota yang dapat ditempuh dengan transportasi umum dan  merupakan  pusat China Town yang terdapat terdapat kuil, rumah-rumah, tempat suci dan pasar milik etnis Cina, terdapat dua buah meriam peninggalan VOC, sehingga selain sebagai pusat religi juga sebagai tujuan wisata sejarah. Selain itu, Klenteng ini memiliki desain yang unik dengan gaya arsitektur Cina Klasik yang  dihiasi dengan ragam ragam hias. Ragam hias yang ada di Kelenteng merupakan salah satu daya tarik bagi pengunjung. Ragam hias adalah bentuk dasar hiasan yang biasanya akan menjadi pola yang diulang-ulang dalam suatu karya kerajinan atau seni (Purnomo, 2013). Setiap ragam hias di Kelenteng Ban Hing Kiong memiliki tipe dan makna yang berbeda-beda. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan makna ragam hias pada fasad Kelenteng Ban Hing Kiong. Metode Penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan mengidentifikasi jenis ragam hias serta makna ragam hias melalui studi pustaka dan survey lapangan. Hasil penelitian yaitu terdapat tiga jenis ragam hias pada fasad bangunan antara lain; ragam hias flora, ragam hias fauna, geometris dan ragam hias legenda. Ragam hias yang paling banyak ditemukan pada fasad yaitu ragam hias fauna berupa ornamen naga dan macan yang berada pada kolom bangunan, atap bangunan, dinding  serta tempat pembakaran hio. 

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora , dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni More Issue