cover
Contact Name
Fransisca Iriani Rosmaladewi
Contact Email
fransiscar@fpsi.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmishs@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
ISSN : 25796348     EISSN : 25796356     DOI : -
Core Subject : Art, Social,
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni (P-ISSN 2579-6348 dan E-ISSN 2579-6356) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu Sosial (seperti Ilmu Psikologi dan Ilmu Komunikasi), Humaniora (seperti Ilmu Hukum, Ilmu Budaya, Ilmu Bahasa), dan Seni (seperti Seni Rupa dan Design). Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 723 Documents
PENERAPAN ART THERAPY DALAM MENGATASI FOBIA KUCING PADA INDIVIDU DEWASA Arief, Arief; Satiadarma, Monty P.; Suryadi, Denrich
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v1i2.912

Abstract

Fobia kucing merupakan specific phobia yang ditandai dengan kecemasan berlebihan saat dihadapkan dengan kucing. Umumnya, fobia diatasi dengan intervensi yang berpendekatan behavioristik dan kognitif. Namun, art therapy merupakan pendekatan lain yang juga dapat digunakan untuk mengatasi fobia. Art therapy bermanfaat membantu individu menghadapi tekanan melalui media seni. Individu merasa aman dengan mengekspresikan pemikiran dan perasaan melalui media seni. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seperti apakah penerapan art therapy dalam mengatasi fobia kucing pada individu dewasa. Desain dalam penelitian ini adalah kuasi-eksperimen. Pemeriksaan terkait pengalaman-pengalaman tiap partisipan didapatkan dari wawancara. Setelah itu, art therapy dilakukan lima sampai enam sesi untuk mengatasi fobia kucing. Terdapat tiga partisipan yang terlibat dalam penelitian ini. Kondisi fobia ketiga partisipan sesuai dengan kriteria DSM-IV-TR. Salah satu partisipan mengundurkan diri setelah pemeriksaan, karena kediamannya sangat jauh dan jadwal intervensi dapat berpengaruh pada jam kerjanya. Kedua partisipan lainnya dihadapkan dengan kucing di awal, tengah, dan akhir sesi untuk mengetahui penurunan tingkat fobia. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan pulse oximeter, kuesioner Severity Measure for Specific Phobia – Adult, dan Subjective Unit of Discomfort Scale (SUDS). Hasil intervensi menunjukkan partisipan pertama (UK) mengalami penurunan tingkat fobia dari kategori severe hingga mild. Setelah intervensi, UK mampu berjalan di dekat kucing. Sementara itu, partisipan kedua (CF) mengalami penurunan tingkat fobia dari kategori severe hingga moderate. Setelah diberi intervensi, CF sudah mampu mengusir kucing dengan menggunakan sapu dan lebih tenang. Hasil penurunan tingkat fobia antar kedua partisipan tidak signifikan, karena jumlah partisipan yang kurang mencukupi dan kurangnya sikap kooperatif dari salah satu partisipan.
PENERAPAN ASERTIVE BEHAVIOR THERAPY DAN POSITIVE REINFORCEMENT UNTUK MENGURANGI KECENDERUNGAN PERILAKU AGRESIVITAS VERBAL PADA ANAK USIA TENGAH Nashwa Oelfy; Debora Basaria; Samanta Nur Ananta
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i1.1619

Abstract

Dalam tahap perkembangan, tak jarang anak mengalami hambatan atau bahkan melakukan perilaku yang keliru yang dapat merugikan mereka, baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Perilaku yang sering terjadi pada anak adalah perilaku agresivitas. Perilaku agresivitas terjadi pada masa perkembangan, karena pada masa inilah seorang anak sudah mulai merasa ingin mengetahui dan ingin melakukan sesuatu yang dia inginkan walaupun tanpa dia sadari sesuatu yang dia lakukan itu dapat berdampak negatif pada dirinya sendiri ataupun pada orang lain. Oleh sebab itu, Assertive Behavior Therapy dan Positive Reinforcement diterapkan pada penelitian ini sebagai upaya untuk mengurangi kecenderungan perilaku agresivitas dari lima anak usia tengah di Panti sosial X. Penelitian ini menggunakan quantitative one group pre-test post-test design dimana alat ukur Agresivitas dianalisa untuk mengetahui perbandingan hasil sebelum dan sesudah pemberian intervensi. Terlihat kelima partisipan mengalami penurunan dari perilaku agresivitasnya. Total skor yang diperoleh kelima partisipan menunjukkan bahwa agresivitas mereka berada dalam kategori sedang. Berdasarkan hasil, dapat disimpulkan bahwa efektivitas dari Assertive Behavior Therapy dan Positive Reinforcement untuk mengurangi kecenderungan perilaku agresivitas verbal dari lima anak usia tengah di Panti sosial X tergolong cukup efektif
Membaca Makna Ornamen Pepatraan Meja dan Kursi di Ruang Pengadilan Kerthagosa Klungkung Bali An-nisaa Kurnia Widianti; Anung Bambang Studyanto
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v1i1.345

Abstract

Bali merupakan salah satu pusat seni ukir atau seni pahat yang menghasilkan suatu wujud citra visual yaitu ornamen (ragam hias). Wujud perupaan dari sebuah ornamen merupakan hasil pemikiran tradisi adat budaya (local genius) serta keagamaan yang memiliki unsur keindahan (estetika) dan makna. Ornamen yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah pepatraan. Pepatraan sendiri berasal dari kata patran yang artinya daun. Ornamen patra sendiri merupakan hasil stilasi dari bentuk tumbuh-tumbuhan yang disusun berjajar dan berulang sehingga membentuk satu kesatuan. Penulis berusaha mengkaji kembali makna pepatraan (motif tumbuh-tumbuhan) di mana saat ini pengetahuan tentang kekayaan seni tradisional sudah hampir memudar. Pendekatan-pendekatan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah ilmu tafsir (hermeunetik) atas persepsi ornamentik pepatraan pada meja dan kursi di ruang pengadilan Kertha gosa Klungkung Bali. Adanya akulturasi antara budaya China yang mempengaruhi Majapahit di Bali membawa pengaruh sampai kepada sistem pemerintahannya yang terdapat di Kerajaan Klungkung Kertha gosa Bali. Kehadiran sebuah ornamen tidak semata sebagai pengisi ruang kosong dan tanpa arti, terlebih untuk karya peninggalan masa lalu seperti meja dan kursi di Kertha gosa Bali. Kata Kunci : ornamen pepatraan, Kerthagosa, Bali
Cover Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2 No 2 DPPM UNTAR
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i2.4068

Abstract

cover Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2 No 2
GAMBARAN COUNTERPRODUCTIVE WORK BEHAVIOR (CWB) PT X (PERUSAHAAN KONSTRUKSI DI JAKARTA) Yoseanto, Baquandi Lutvi
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v1i2.971

Abstract

Data keuangan, hasil wawancara peneliti dengan karyawan dan eks karyawan, data temuan Cost Control, data absensi karyawan mengindikasikan terdapat penyimpangan keuangan di PT X yang dalam istilah psikologi termasuk perilaku Counterproductive Work Behavior (CWB). Counterproductive Work Behavior mempunyai dua dimensi yaitu Counterproductive Work Behavior Organizational (CWBo) yaitu perilaku yang langsung mengancam atau membahayakan organisasi dan Counterproductive Work Behavior interpersonal (CWBi) yaitu perilaku yang langsung mengancam atau membahayakan individu yang berada di dalam organisasi tersebut. Peneliti ingin mendapatkan gambaran CWB, CWBo, CWBi serta perbandingan antara CWBo dengan CWBi di PT X. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan metode penelitian simple random sampling. Sampel yang diambil sejumlah 31 orang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Secara deskriptif, partisipan laki-laki (93,5%) lebih banyak daripada partisipan perempuan (6,5%) dan karyawan terbanyak adalah lulusan S1 (48,4%), kemudian SMA (25,8%), S2 (16,1%) dan Diploma (9,7%). Tingkat CWB di PT X tergolong sedang (skor z = .087), tingkat CWBo termasuk kategori sedang (skor z = .097), dan tingkat CWBi tergolong dalam kategori sedang (skor z = .077). Tidak ada perbedaan antara rata-rata CWBo dan CWBi di PT X. Peneliti menyarankan agar ada penelitian yang lebih komprehensif terutama dengan melibatkan subjek yang lebih besar sehingga bisa dilakukan analisis yang lebih baik dan mendalam dan dilakukan secara anonim.
PERAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI MEDIATOR ANTARA KESEIMBANGAN KEHIDUPAN-KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI PADA KARYAWAN DI PT X Farha Farha; J.P Soebandono; Ahmad Fuady
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v1i2.925

Abstract

Di era globalisasi ini, Komitmen karyawan dalam suatu perusahaan merupakan hal yang cukup penting untuk di perhatikan. Perusahaan sudah mengeluarkan biaya untuk mencari karyawan yang sesuai dengan posisi dalam perusahaan sehingga perusahaan harus mempertahankan karyawan tersebut dalam jangka waktu yang panjang. Komitmen karyawan berhubungan dengan besarnya hasil kerja, keinginan untuk mengundurkan diri dan meningkatkannya karyawan yang mengundurkan diri. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran kepuasan kerja sebagai mediator antara keseimbangan kehidupan-kerja terhadap komitmen organisasi karyawan. Penelitian ini dilakukan pada satu perusahaan di Jakarta dengan jumlah sampel 152 orang yang seluruhnya merupakan karyawan. Hasil penelitian ini tidak mendukung penelitian-penelitian sebelumnya. Hasil penelitian ini menemukan bahwa tidak terdapat pengaruh antara variabel kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi dengan nilai R = 0.045 R² = 0.002 serta ΔR2= -0,005.Penelitian ini juga menemukan bahwa tidak terdapat pengaruh antara variabel keseimbangan kehidupan-kerja terhadap komitmen organisasi dengan nilai R = 0.039, R² = 0.002 serta ΔR2= - 0,005. Penelitian ini juga menemukan bahwa tidak terdapat pengaruh antara keseimbangan kehidupan-kerja terhadap kepuasan kerja dengan nilai R = 0.092, R² = 0.008 serta ΔR2= 0,002. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat di simpulkan bahwa kepuasan kerja tidak dapat berperan sebagai mediator antara keseimbangan kehidupan kerja terhadap komitmen organisasi pada karyawan di PT. X
PERAN KEADILAN ORGANISASI, KARAKTERISTIK PEKERJAAN DAN PEMBERDAYAAN PSIKOLOGIS TERHADAP KEINGINAN UNTUK MENETAP (INTENTION TO STAY) Pricillia, Vany Widya; Rostiana, Rostiana
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i1.1627

Abstract

Keinginan untuk menetap (intention to stay) adalah kesediaan karyawan untuk tetap bersama dengan perusahaan atau organisasi. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi keinginan untuk menetap karyawan di perusahaan. Faktor tersebut dapat berasal dari internal maupun eksternal. Penelitian ini dilakukan untuk menguji peran dari keadilan organisasi, karakteristik pekerjaan dan pemberdayaan psikologis terhadap keinginan untuk menetap karyawan. Hasil dari penelitian ini nantinya dapat digunakan oleh perusahaan untuk melakukan perubahan demi mempertahankan karyawan yang berkualitas. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner secara online terhadap 187 karyawan milenial di PT. XY. Kuesioner yang digunakan terdiri dari empat aspek yang diukur yakni keadilan organisasi, karakteristik pekerjaan, pemberdayaan psikologis dan keinginan untuk menetap. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan uji regresi linier dan regresi berganda. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa keadilan organisasi, karakteristik pekerjaan dan pemberdayaan organisasi memiliki peran yang signifikan terhadap keinginan untuk menetap karyawan milenial. Dalam uji regresi berganda diperoleh hasil bahwa variabel yang paling memiliki peran terhadap keinginan untuk menetap karyawan milenial adalah karakteristik pekerjaan
Gambaran Kepribadian Dosen-Tetap pada Universitas Swasta Terbaik di Indonesia Zamralita, Zamralita
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v1i1.376

Abstract

Dosen adalah salah satu komponen utama dalam sistem pendidikan di perguruan tinggi. Tugas utama dosen adalah melaksanakan tridharma Perguruan Tinggi yang terdiri dari pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Terdapat empat kompetensi yang mesti dimiliki dosen, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi sosial dan kompetensi kepribadian. Untuk dapat menjalankan tugas-tugasnya dengan baik, peneliti menduga dosen memiliki karakteristik kepribadian tertentu yang sesuai dengan sifat pekerjaannya, karena profesi dosen berbeda dengan profesi yang lain. Tujuan penelitian untuk memeroleh gambaran kepribadian dosen-tetap. Teori yang digunakan adalah trait kepribadian dari Costa dan McCrae (1992) yang terdiri dari 5 trait yaitu trait openness to experience, trait conscientiousness, trait extraversion, trait agreeableness, dan trait neuroticism. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode kuantitatif.  Responden penelitian adalah dosen tetap dari 5 universitas swasta terbaik di Indonesia, yang berjumlah 602 orang. Responden yang berasal dari Universitas 1 (U1) = 158 dosen, Universitas 2 (U2) =  109 dosen, Universitas 3 (U3) = 115 dosen , Universitas 4 (U4) = 82 dosen dan Universitas 5 (U5) =138 dosen.  Data penelitian diperoleh melalui kuesioner. Analisis data menggunakan anova with in subject. Hasil penelitian menunjukkan dosen-tetap  memiliki trait agreeableness yang tinggi (M = 4,29), trait conscientiousness yang tinggi (M = 3,90), trait extraversion yang tinggi (M = 3,70), trait openness to experience yang tinggi (M = 3,66) dan trait neuroticism yang rendah (M = 2,24).  Kesimpulan dari penelitian ini dosen-tetap memiliki gambaran kepribadian trait agreeableness, trait conscientiousness, trait extraversion, trait openness to experience yang tinggi dan trait neuroticism yang rendah.   Kata kunci : trait kepribadian, dosen tetap, universitas swasta
EFEKTIVITAS BIBLIOTERAPI UNTUK MENINGKATKAN KETANGGUHAN AKADEMIK SANTRI (STUDI PADA PESANTREN X, BOGOR, JAWA BARAT) Ade Ubaidah; Sri Tiatri; Heni Mularsih
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i2.2292

Abstract

Bibliotherapy is a method that uses literature to help clients to be able to express the problems they face and change their thinking perspective as an effort to help them overcome emotional problems, unstable mental conditions to overcome changes in their lives. Many bibliotherapy studies reveal that bibliotherapy is effective in dealing with problems, including reducing aggressiveness in adolescents. However, researchers have not found a study of bibliotherapy improving academic resilience in adolescent students. This study aims to examine the effectiveness of bibliotherapy in improving students’ academic resilience, a study of 7th grade students of SMPIT, X Islamic Boarding School, Bogor, West Java. The application of bibliotherapy was carried out on five experiment participants selected through purposive sampling, which was carried out in eleven meetings, which were divided into four stages based on the theory of the stages of bibliotherapy according to Pardeck (1993), namely identification, selection, presentation, and follow-up. The research method used was experiment, with randomized pretest-posttest control group design. Academic resilience measurement data of the control and experimental groups was processed with SPSS using the Independent Sample T-test method shows that bibliotherapy is ineffective in increasing the academic resilience of students of Islamic boarding school (t = -, 17, p = 0.87, p> 0.05). It is suspected that one of the causes is inadequate participant involvement in the vicarious learning process during bibliotherapy.  Biblioterapi adalah  suatu metode yang menggunakan literatur dalam membantu klien agar mampu mengungkapkan permasalahan yang dihadapinya dan merubah cara pandang berpikirnya sebagai upaya membantunya mengatasi masalah emosi, kondisi mental yang tidak stabil untuk mengatasi perubahan dalam hidupnya. Banyak penelitian biblioterapi yang mengungkapkan bahwa biblioterapi efektif dalam mengatasi masalah, diantaranya dalam menurunkan agresivitas pada remaja. Akan tetapi, peneliti belum mendapati kajian penelitian biblioterapi untuk meningkatkan ketangguhan akademik pada siswa remaja. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas biblioterapi untuk meningkatkan ketangguhan akademik santri pesantren, suatu studi pada santri kelas 7 SMPIT, Pesantren X, Bogor, Jawa Barat. Penerapan biblioterapi dilakukan pada lima partisipan eksperimen yang dipilih secara purposive sampling, yang dilaksanakan dalam sebelas kali pertemuan, yang dibagi menjadi empat tahap berdasarkan teori tahapan biblioterapi menurut Pardeck (1993) yaitu identifikasi, seleksi, presentasi, dan follow-up. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen, dengan randomized pretest-posttest control group design. Data pengukuran ketangguhan akademik pada kelompok kontrol dan eksperimen diolah dengan SPSS menggunakan metode Independent Sample T-test menunjukkan biblioterapi tidak efektif untuk meningkatkan ketangguhan akademik santri pesantren(t = -,17, p = 0,87, p > 0,05),. Hal ini dikarenakan keberhasilan biblioterapi sangat dipengaruhi oleh kesiapan partisipan untuk terlibat dalam proses vicarious learning selama mengikuti biblioterapi.
PENERAPAN TERAPI SENI DALAM MENGURANGI KECEMASAN PADA PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI JAKARTA Mario Carl Joseph; Monty P. Satiadarma; Rismiyati E. Koesma
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i1.1620

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga adalah bentuk kekerasan yang paling banyak dialami oleh perempuan berusia 25 – 40 tahun. Kecemasan merupakan salah satu bentuk reaksi emosional yang menyertai perempuan ketika mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Kecemasan pada perempuan yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga diukur dengan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dan melihat gejala kecemasan dari segi kognitif, somatis, motorik dan afektif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menggambarkan kecemasan dan metode kuantitatif untuk melihat penurunan tingkat kecemasan dengan terapi seni pada perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga. Subyek penelitian ini adalah dua perempuan yang telah bercerai dan mengalami kekerasan dalam rumah tangga dalam bentuk fisik, seksual, psikis atau verbal dan penelantaran rumah tangga. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan metode purposive sampling. Pemberian terapi seni pada masing-masing subyek dilakukan sebanyak tujuh sesi. Dalam penelitian ini, terapi seni telah terbukti dapat mengurangi kecemasan pada perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga dengan menunjukan perubahan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi. Keberhasilan terapi seni ini juga dipengaruhi oleh adanya kesadaran pada masing-masing subyek untuk konsisten menjalani terapi.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora , dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni More Issue