cover
Contact Name
Nafiah Solikhah
Contact Email
nafiahs@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmstkik@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
ISSN : 25796402     EISSN : 25796410     DOI : -
Jurnal ini memuat artikel ilmiah dalam bidang Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Setiap artikel yang dimuat telah melalui proses review. Jurnal Muara diterbitkan dalam rangka mendukung upaya pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah di tingkat Nasional. Jurnal Muara ini juga dapat menjadi wadah publikasi bagi para mahasiswa (S1, S2 maupun S3) dan dosen di lingkungan perguruan tinggi. Jurnal ini dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (DPPM - UNTAR).
Arjuna Subject : -
Articles 373 Documents
PEMANFAATAN KUIS SEBAGAI ASESMEN FORMATIF DALAM PEMBELAJARAN BLOK DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA Widjaja, Yoanita
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v1i2.966

Abstract

Saat ini di FK Untar masih ada beberapa blok dengan persentase kelulusan di bawah 80% yang belum menyelenggarakan asesmen formatif. Padahal,asesmen formatif diketahui besar manfaatnya untuk meningkatkan pembelajaran.Selain itu juga belum ditemukan rekomendasi pelaksanaan asesmen formatif yang efektif dalam pembelajaran blok pada pendidikan kedokteran tahap akademik di Indonesia.Tujuan penelitian pendahuluan ini yaitu untuk mengeksplorasi aspek manfaat dan fisibilitas dari penggunaan kuis, dengan menggunakan rancangan pelaksanaan yang diusulkan, sebagai metode asesmen formatif.Berdasarkan penelitian ini, selanjutnya dapat disusun rekomendasi rancangan pelaksanaan kuis yang efektif dalam blok pada pendidikan kedokteran tahap akademik. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap beberapa mahasiswa dan staf pengajar dan telaahdokumen laporan nilai akhir blok.Hasil penelitian menunjukkan kecenderungan peningkatan persentase kelulusan. Dari persepsi mahasiswa dan staf pengajar, metode kuis sebagai asesmen formatif yang diaplikasikan saat ini memberikan manfaat bagi mahasiswa dan staf pengajar. Manfaat bagi mahasiswa yaitu mendorong pembelajaran, menyediakan sarana untuk mengaplikasikan pengetahuan, menekankan hal-hal prinsipdalam learning issues, memberikan gambaran ujian sumatif dan sebagai bahan refleksi. Faktor internal dalam diri mahasiswa dapat membuat manfaat tersebut dirasakan berbeda oleh masing-masing individu. Kuis juga bermanfaat bagi staf pengajar sebagai sarana memonitor pembelajaran mahasiswa dan menilai kinerja diri.Sistem pelaksanaannya dinilai sudah efektif, namun fisibilitasnya masih harus ditingkatkan.Kesimpulan hasil penelitian ini, yaitu pelaksanaan kuis bermanfaat bagi mahasiswa dan staf pengajar. Rancangan kuis akan dimodifikasi dalam pelaksanaannya dengan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan fisibilitas dan penerimaannya. 
PEMBANGUNAN WEBSITE DAN REPOSITORI PADA SISTEM PENJAMIN MUTU (SPM) UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI Komarudin, Agus; P., Tacbir Hendro
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v1i1.427

Abstract

Di UNJANI terdapat satu bagian yang bertugas mengarahkan dan mengendalikan suatu organisasi/institusi dalam penetapan kebijakan, Sasaran, Rencana dan Proses/prosedur mutu serta pencapaiannya secara berkelanjutan. Bagian tersebut adalah bernama Sistem Penjamin Mutu (SPM) Unjani. Dalam mengelola data SPM masih menggunakan pengarsipan manual yakni data disimpan dalam bentuk hardcopy dan disimpan dalam lemari. Selain itu pula proses pencatatan hasil audit internal masih menggunakan form-form berbentuk hardcopy dan pelaporannya juga masih bersifat manual.Dari proses tersebut muncul beberapa kendala diantaranya karena data disimpan dalam bentuk hardcopy maka menyulitkan untuk mengakses data baik menyimpan maupun mencari, juga belum adanya media yang dapat digunakan untuk mensosialisasikan informasi-informasi berkaitan dengan data dan informasi di SPM yang diakses oleh orang-orang yang ada kaitannya dengan SPM.Untuk itu diperlukan satu sistem berupa aplikasi berbasis web  dan repository yang dapat digunakan untuk mensosialisasikan semua data dan informasi yang ada di SPM dan juga sistem yang dapat menyimpan dokumen-dokumen SPM. Kata kunci: sistem penjamin mutu, web, repositori 
PEMETAAN BUDAYA DI KAWASAN PEDESAAN: STUDI KASUS DESA GIRITENGAH, BOROBUDUR Fatimah, Titin; Solikhah, Nafiah; Jayanti, Theresia Budi; Indrawati, Klara Puspa
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v2i2.3008

Abstract

Indonesia's cultural diversity is an extraordinary potential that needs to be maintained and preserved. Cultural mapping is an effort to document the cultural potential that exists in an area both urban and rural. This research focuses on the mapping process in rural areas in the Borobudur Area, one of the 10 priority tourist destinations established by the Ministry of Tourism. The tourism trend that is developing in Borobudur now is not only focused on the temple, but also to explore the surrounding villages, thus demanding the readiness of each village for the development of sustainable rural tourism. This study aims to find a cultural mapping method that is suitable for rural conditions, by doing a case study in one of the villages in the Borobudur area, which is Giritengah Village, identifying and mapping the cultural potential of the village, so that it can be used as a basis for developing sustainable village tourism planning. This study uses qualitative method with participatory approach. Data was collected through field observations, interviews with community leaders and local residents, literature studies, and Focus Group Discussions. The result of the study shows that cultural mapping in rural areas still follows the steps of standard cultural mapping procedures, however, in the implementation it was adjusted to the conditions of the local community, especially their culture and local wisdom.Keywords: cultural mapping; rural; Giritengah; Borobudur Keanekaragaman budaya yang dimiliki Indonesia merupakan potensi luar biasa yang perlu dijaga dan dilestarikan. Pemetaan budaya merupakan salah satu upaya untuk mendokumentasikan potensi budaya yang ada di suatu tempat/kawasan baik perkotaan maupun pedesaan. Penelitian ini fokus pada proses pemetaan di kawasan pedesaan di Kawasan Borobudur, salah satu dari 10 destinasi wisata prioritas yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata. Tren wisata yang berkembang di Borobudur saat ini adalah tidak hanya fokus ke candinya, tapi mulai merambah ke desa-desa sekitarnya, sehingga menuntut kesiapan setiap desa untuk pengembangan pariwisata pedesaan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan metode pemetaan budaya yang cocok dengan kondisi pedesaan, dengan mengambil studi kasus di salah satu desa di Kawasan Borobudur yakni Desa Giritengah, mengidentifikasi dan memetakan potensi budaya yang dimiliki desa tersebut, sehingga bisa dijadikan dasar untuk penyusunan perancanaan pariwisata yang berkelanjutan (sustainable village tourism planning). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan partisipatif. Perolehan data dilakukan melalui observasi lapangan, interview terhadap tokoh masyarakat dan warga setempat, studi literatur, dan Focus Group Discussion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemetaan budaya di kawasan pedesaan tetap mengikuti langkah-langkah prosedur baku pemetaan budaya, namun dalam pelaksanaan di lapangan menyesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat, terutama budaya dan kearifan lokalnya.
PERILAKU KUAT UJI DESAK BEBAS TANAH GUNUNG SARIK (SUMBAR) YANG DIPADATKAN DAN DIRENDAM DI LABORATORIUM Sentosa, Gregorius Sandjaja
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v2i1.1709

Abstract

Tanah yang telah dipadatkan jika direndam akan memiliki perilaku kekuatan yang spesifik. Untuk memperlihatkan kekuatan yang spesifik, telah dilakukan simulasi pemadatan tanah di laboratorium dan kemudian  kekuatannya diuji pada alat uji desak bebas. Untuk mendapatkan nilai yang akurat maka dilakukan 4 kali pengujian berulang (duplo) untuk kondisi yang sama. Tanah yang diuji diambil dari daerah Sumatera Barat, wilayah Gunung Sarik, tempat biasanya tanah diambil untuk urugan fondasi jalan raya. Tanah diuji pemadatan dengan metode pemadatan standar dan modifikasi sesuai standar AASHTO T99 dan T180-11 tipe B. Kemudian tanah direndam selama 4 hari sesuai standar AASHTO T99 dan T180. Tanah yang telah direndam dicetak untuk uji desak bebas. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa jika tanah dipadatkan dengan metode pemadatan standar, hasil kuat uji desak bebas cenderung lebih kecil daripada tanah yang dipadatkan dengan metode pemadatan modifikasi. Jika tanah dipadatkan dengan metode pemadatan standar, maka terlihat kuat uji desak bebas hampir sama untuk semua contoh tanah yang diuji, ketika kondisi kadar air pada 98% dari kadar air optimum pada sisi lebih basah. Untuk tanah  yang dipadatkan dengan metode pemadatan modifikasi, terlihat hasil kuat uji desak bebas memiliki nilai paling rendah ketika kondisi kadar air pada 98% dari kadar air optimum pada sisi lebih kering.
HUBUNGAN KEGUGURAN DAN ANEMIA DENGAN PERNIKAHAN USIA MUDA DI DESA HAPESONG LAMA Suryaningsih, Melfi; Asfriyati, Asfriyati; Santosa, Heru
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v3i1.1869

Abstract

Pernikahan usia muda akan berlanjut dengan kehamilan usia muda. Akibat belum siapnya sistem reproduksi remaja untuk menerima kehamilan meningkatkan risiko untuk terjadinya komplikasi yang berpotensi meningkatkan angka kematian ibu dan bayi. Remaja dalam proses pertumbuhan dan perkembangan harus berbagi nutrisi dengan janin yang dikandungnya. Anemia kehamilan merupakan salah satu risiko yang akan dihadapi ibu hamil muda jika kebutuhan tubuh dan janinnya tidak tercukupi, selain itu keadaan psikologi remaja yang masih belum stabil dan siap dengan perubahan peran baru akan memicu terjadinya keguguran akibat stres. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh informasi hubungan pernikahan usia muda dengan keguguran dan anemia. Metode yang digunakan adalah Desain potong lintang, sampel 78 orang yang diambil secara simple random sampling. Pengambilan data dengan wawancara menggunakan kuesioner. Variabel terikat adalah pernikahan usia muda, variabel bebas adalah keguguran dan anemia. Analisis data dengan uji Chi Square. Hasil penelitian yaitu tidak terdapat hubungan menikah usia muda dengan keguguran tetapi terdapat hubungan yang bermakna antara pernikahan usia muda dengan anemia (p<0,05). Dapat disimpulkan bahwa ibu yang menikah muda berisiko mengalami anemia kehamilan dibandingkan dengan ibu yang menikah pada usia reproduksi sehat. Young marriages will continue with young pregnancies. As a result of not being ready for the adolescent reproductive system to accept pregnancy increases the risk for complications that could potentially increase maternal and infant mortality. Adolescents in the process of growth and development must share nutrients with the fetus they contain. Anemia of pregnancy is one of the risks faced by young pregnant women if the body and fetal needs are not fulfilled, besides the psychological state of adolescents who are still unstable and ready for a new role change will trigger a miscarriage due to stress. The purpose of this study was to obtain information on the relationship of young marriage with miscarriage and anemia. The method used is a cross-sectional design, a sample of 78 people taken by simple random sampling. Retrieval of data by interview using a questionnaire. The dependent variable is young marriage, the independent variable is miscarriage and anemia. Data analysis with Chi Square test. The results of the study are that there is no relationship between young marriage and miscarriage but there is a significant relationship between young marriage and anemia (p <0.05). It can be concluded that mothers who marry young are at risk of developing pregnancy anemia compared to mothers who marry at a healthy reproductive age.
ANALISA EVOLUSI VIRUS DENGUE YANG ENDEMIK DI INDONESIA Sidarta, Erick; Dewi, Sari Mariyati; Chris, Arlends
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v3i1.2856

Abstract

Indonesia merupakan daerah dengan hiperendemisitas tinggi untuk infeksi virus dengue dan tempat bersirkulasinya keempat varian genotype virus dengue. Saat ini salah satu cara untuk pencegahan infeksi virus dengue adalah dengan vaksin dengue yang baru tersedia tahun 2016. Vaksin dengue ini menstimulasi terbentuknya antibodi yang akan mengenali membran dan selubung dari keempat genotipe virus dengue. Efektivitas dari vaksin ini tergantung dari kesesuaian antara antibodi yang terbentuk dengan varian yang beredar di Indonesia. Mengingat virus dengue merupakan virus RNA yang umumnya memiliki laju mutasi yang tinggi, mutasi yang terjadi dapat mengakibatkan terbentuknya escape mutant yang mampu menghindari antibodi yang terbentuk oleh vaksin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evolusi dan laju mutasi dari virus dengue yang beredar di Indonesia. Sebanyak 116 data genom lengkap dari virus dengue yang telah dilaporkan di Indonesia digunakan dalam penelitian ini. Genotipe virus dengue dianalisa dengan menggunakan software MEGA-X. Evolusi dan laju mutasi dari gen penyandi selubung (E) dan membran (M) virus dengue dianalisa dengan menggunakan software BEAST versi 1.8.3. Hasil dari penelitian ini menunjukkan gen E dan M virus dengue telah berevolusi semenjak pertama kali dilaporkan pada tahun 1975 dan memiliki laju mutasi yang tinggi. Gen E mencapai  9.26 x 10-4 subsitusi/basa/tahun (95% HPD 7.81 X 10 10-4 – 1.07 X 10-3) maupun gen M yang mencapai 8.5 x 10-4 subsitusi/basa/tahun (95% HPD 6.03 X 10 10-4 – 1.09 X 10-3). Tingginya laju mutasi ini membutuhkan perhatian bagi pengembang vaksin untuk pengawasan dan evaluasi yang berkesinambungan. Indonesia is an area with high hyperendemicity for dengue virus infection and the circulation of the four variants of dengue virus genotype. Currently, one way to prevent dengue virus infection is with a new dengue vaccine available in 2016. This dengue vaccine stimulates the formation of antibodies that will recognize the membrane and envelope of the four dengue virus genotypes. The effectiveness of this vaccine depends on the suitability of the antibodies formed with variants circulating in Indonesia. Since dengue virus is an RNA virus that generally has a high mutation rate, the mutations that occur can result in the formation of escape mutants that are able to avoid the antibodies formed by the vaccine. This study aims to determine the evolution and mutation rate of dengue viruses circulating in Indonesia. A total of 116 complete genome data from dengue viruses that have been reported in Indonesia were used in this study. Dengue virus genotypes were analyzed using MEGA-X software. The evolution and mutation rate of the envelope (E) and membrane (M) gene of the dengue virus were analyzed using BEAST software version 1.8.3. The results of this study indicate that the E and M genes of the dengue virus have evolved since they were first reported in 1975 and have a high mutation rate. Gen E reaches 9.26 x 10-4 substitution / base / year (95% HPD 7.81 X 10 10-4 - 1.07 X 10-3) and M gene reaches 8.5 x 10-4 substitution / base / year (95% HPD 6.03 X 10 10-4 - 1.09 X 10-3). The high rate of this mutation requires attention for vaccine developers for ongoing monitoring and evaluation.
PENETAPAN KRITERIA PENILAIAN KERUSAKAN BETON PADA BANGUNAN GEDUNG BERDASARKAN SKALA PRIORITAS Wiyanto, Henny; Justin, Edric
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v3i1.5192

Abstract

Pembangunan bangunan gedung wajib dilaksanakan secara tertib administratif dan teknis untuk menjamin keandalan bangunan gedung tanpa menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan. Keandalan bangunan gedung adalah kondisi keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan yang memenuhi persyaratan teknis oleh kinerja bangunan gedung. Tingkat keandalan suatu bangunan dapat diketahui dengan melakukan penilaian terhadap kondisi struktur bangunan. Seiring berjalannya waktu, struktur bangunan dapat mengalami kerusakan dan menimbulkan risiko besar bagi pengguna bangunan. Untuk mengurangi risiko akibat kerusakan struktur maka perlu diketahui aspek-aspek yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan. Penilaian tingkat keandalan struktur beton dilakukan dengan menetapkan kriteria penilaian kerusakan beton pada bangunan gedung berdasarkan skala prioritas. Penilaian skala prioritas kriteria kerusakan pada struktur beton ditetapkan berdasarkan pendapat para ahli, sehingga penilaian bersifat deskriptif. Untuk mengantisipasi permasalahan tersebut maka penetapan skala prioritas dilakukan dengan pendekatan Fuzzy Logic untuk mewakili adanya ketidakpastian yang digabungkan dengan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) sebagai alat pengambilan keputusan. Dalam  Hasil penelitian menunjukan kriteria, sub kriteria 1, dan sub kriteria 2 dengan skala prioritas tertinggi. Secara keseluruhan kriteria penilaian kerusakan beton dengan skala prioritas tertinggi adalah paparan dan korosi pada tulangan, penurunan tanah, dan dinding geser. Dapat diartikan pula bahwa kriteria dengan skala prioritas tertinggi merupakan aspek yang harus diperhatikan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pemeliharaan bangunan. Building construction must be executed in an orderly, administrative, and technical way to ensure the building’s reliability without causing any significant drawback to the environment. Building reliability is safety conditions, health, comfort, and ease that fulfill the technical terms from building performance. A building’s reliability rating can be identified by assessing the building structure condition. As time goes, building structure can experience damage and cause high risk for the building’s users. To reduce risk from structure damage, the aspects that can cause damage need to be identified. Concrete structure reliability rating assessment is done by determining concrete damage assessment criteria on building based on priority scale. Priority scale assessment on concrete structure is determined based on expert opinion, so the assessment is descriptive. To anticipate that problem, priority scale determination is done by using the Fuzzy Logic approach to represent uncertainty, which is combined with the Analytic Hierarchy Process (AHP) method as a decision making tool. In the research results are shown the criteria, sub criteria 1, and sub criteria 2 with high priority scale. As a wholethe concrete damage assessment criteria with the highest priority scale is exposure and corrosion on the reinforcement, land subsidence, and sliding wall. It can also be interpreted that the criteria with the highest priority scale are the aspects that have to be watched out for in building planning, implementation, and maintenance.
Cover Volume 3, Nomor 1, April 2019 UNTAR, DPPM
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover Volume 3, Nomor 1, April 2019
PENGARUH INDEKS MASSA TUBUH (IMT) TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI WILAYAH PUSKESMAS PULO BRAYAN MEDAN TAHUN 2017 Simamora, Debora Lestari; Santosa, Heru; Sarumpaet, Sorimuda
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v3i1.1538

Abstract

Berdasarkan data Puskesmas Pulo Brayan Medan bahwa jumlah penderita hipertensi selama 3 tahun terakhir mengalami peningkatan. Tahun 2014  jumlah penderita hipertensi 378 orang, tahun 2015 sebanyak 384 orang, dan  tahun 2016 sebanyak 394 orang. Dari 394 penderita  hipertensi tersebut, sebanyak 214 orang adalah WUS Banyak faktor yang diduga menjadi penyebab hipertensi pada WUS, salah satunya indeks massa tubuh (IMT). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh indeks massa tubuh terhadap kejadian hipertensi pada WUSPenelitian ini adalah penelitian analitik dan bersifat kuantitatif dengan rancangan kasus kontrol (case control). Penelitian dilakukan di wilayah Puskesmas Pulo Brayan Medan. Populasi penelitian sebanyak 8.547 orang dan sampel diperoleh sebanyak 166 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok, masing-masing 83 orang. Analisis data menggunakan analisis univariat, analisis bivariat dengan chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% (=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks massa tubuh kelompok kasus dalam kategori obesitas (69,9%), pada kelompok kontrol, responden yang obesitas (7,2%). Variabel indeks massa tubuh (IMT) berpengaruh terhadap kejadian hipertensi pada WUS di wilayah Puskesmas Pulo Brayan Medan, p < 0,05. Disarankan kepada Kepala Puskesmas Pulo Brayan Medan untuk menginformasikan kepada WUS agar menjaga pola makan dan melakukan gaya hidup sehat serta melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin di puskesmas agar diketahui  sejak dini komplikasi lain yang dapat menyertai  peningkatan tekanan darah. Based on data from the Medan Pulo Brayan Puskesmas that the number of hypertensive sufferers over the past 3 years has increased. In 2014 there were 378 people with hypertension, in 2015 there were 384 people, and in 2016 there were 394 people. Of the 394 people with hypertension, 214 people are WUS. Many factors are thought to be the cause of hypertension in WUS, one of them is body mass index (BMI). The purpose of this study was to analyze the effect of body mass index on the incidence of hypertension in WUS. This study is an analytical and quantitative study with a case control design. The study was conducted in the area of Pulo Brayan Puskesmas Medan. The study population was 8,547 people and the sample was 166 people divided into 2 groups, 83 people each. Data analysis used univariate analysis, bivariate analysis with chi-square with a confidence level of 95% ( = 0.05). The results showed that the body mass index of the case group was in the obesity category (69.9%), in the control group, respondents were obese (7.2%). Body mass index (BMI) variable influences the incidence of hypertension in WUS in the Pulo Brayan Puskesmas area, p <0.05. It is recommended to the Head of the Pulo Brayan Medan Puskesmas to inform WUS to maintain a healthy diet and lifestyle and to carry out routine blood pressure checks at the puskesmas so that other complications can be identified early on that can accompany an increase in blood pressure.
INDENTIFIKASI FAKTOR RISIKO HUMAN ERRORS DALAM PENERAPAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DI PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI Khilbran, Muhammad; Sakti, Wahyu Indra
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v3i1.2210

Abstract

Penyebab utama kecelakaan kerja dalam proyek konstruksi adalah yang terkait dengan karakteristik proyek konstruksi yang unik, lokasi kerja yang berbeda, cuaca terbuka dan cuaca, waktu pelaksanaan yang terbatas, keamanan fisik tinggi yang dinamis dan menuntut, dan banyak penggunaan tenaga kerja tidak terampil. Ditambah dengan manajemen keselamatan yang sangat lemah, akibatnya pekerja bekerja dengan metode implementasi konstruksi berisiko tinggi. Penelitian ini merupakan faktor human error dalam proyek infrastruktur jembatan Paya Dapur - Kp. Tinggi di Kabupaten Aceh Selatan. Data dikumpulkan melalui angket survei responden dari pelaku konstruksi yang terlibat dalam proyek di jembatan Paya Dapur - Kp. Tinggi di Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 10 faktor kesalahan manusia, termasuk peran dan tanggung jawab konsultan pengawas dan konsultan perencana belum maksimal, kegagalan untuk menggunakan alat pelindung diri / keselamatan diri dengan benar, prosedur kerja yang buruk, prosedur operasi standar yang buruk (Standard Operation Procedure /SOP), penerangan yang buruk, standar kerja sering fleksibel, tidak ada pemeriksaan awal, desain peralatan pengguna yang tidak sesuai atau tidak kompatibel, tingkat kebisingan yang berlebihan dan tata letak fasilitas kerja yang buruk.The main causes of work accidents in construction projects are those related to unique construction project characteristics, different working locations, weather-exposed and weathered, limited implementation time, dynamic and demanding high physical security, and many uses unskilled labor. Coupled with a very weak safety management, consequently the workers work with high-risk construction implementation methods. This research analyzes the human error factor in the bridge infrastructure project of Paya Dapur - Kp. High in the District of South Aceh. The data was collected through a questionnaire survey of respondents from construction actors involved in the project at Paya Dapur - Kp bridge. High in Aceh Selatan District, Aceh Province. The results showed that there were 10 human error factors, including the roles and responsibilities of the supervisor consultant and the planner consultant not yet maximal, the failure to use self-protective equipment / self-safety correctly, poor working procedures, poor Standard Operation Procedure (SOP), poor lighting, work standards often flexed, no initial checks, inappropriate or incompatible user equipment designs, excessive noise levels and poor layout of work facility layouts.