cover
Contact Name
Nafiah Solikhah
Contact Email
nafiahs@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmstkik@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
ISSN : 25796402     EISSN : 25796410     DOI : -
Jurnal ini memuat artikel ilmiah dalam bidang Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Setiap artikel yang dimuat telah melalui proses review. Jurnal Muara diterbitkan dalam rangka mendukung upaya pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah di tingkat Nasional. Jurnal Muara ini juga dapat menjadi wadah publikasi bagi para mahasiswa (S1, S2 maupun S3) dan dosen di lingkungan perguruan tinggi. Jurnal ini dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (DPPM - UNTAR).
Arjuna Subject : -
Articles 373 Documents
PENGARUH RIWAYAT MELAHIRKAN BAYI LEBIH DARI 4000 GRAM TERHADAP KEJADIAN DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA WANITA USIA SUBUR DIWILAYAH KERJA PUSKESMASPINTUPADANG KABUPATEN TAPANULI SELATAN Nasution, Lisna Khairani
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v4i2.7606

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease caused by the incapability of the body to produce insulin hormone or by the ineffective use that hormone. It is indicated by the high level of glucose in blood. It ranks the sixth as the cause of death throughout the world. The objective of the research was to find out some factors influencing the incidence of DM Type 2 in RAW (reproductive age women) in the working area of Puskesmas Pintupadang. The research used observational analytic method with  case-control design of 62 respondents. The data were analyzed by using bivariate analysis with Chi- square test. The result showed that there was noinfluence of thehistory of giving birth to babies with > 4,000 grams on the incidence of DM Type 2 in RAW(p=1,000; OR=1,193 ;95% CI= 0,37-3,82). There are suggestions for health workers at the health center so that they can improve services optimally, especially in providing various knowledge about how to control blood glucose levels so that the number of people with type 2 diabetes can be reduced and for the general public (women of fertile age) especially those who have a family history of diabetes so that it can reduce the contribution of the Infant Mortality Rate (IMR) and the Maternal Mortality Rate (MMR). Keywords: DM Type 2; history of Childbirth; reproductive age women ABSTRAKDiabetes Melitusmerupakanpenyakitkronis yang disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi hormon insulin  atau karena penggunaan yang tidak efektif dari hormon itu. Hal ini ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah. DM menduduki peringkat ke 6 sebagai penyebab kematian di dunia. Penelitianinibertujuanuntuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kejadian DM tipe 2 pada WUS di Wilayah Kerja Puskesmas Pintupadang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain kasus kontrol dimana sampel kasus dan kontrol berjumlah 62 orang. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh riwayat melahirkan bayi>4000 gram dengan kejadian DM tipe 2 pada WUS dengan nilai (p=1,000; OR=1,193; 95% CI= 0,37-3,82).  Adapun saran bagi Petugas Kesehatan di Puskesmas agar dapat meningkatkan pelayanan secara optimal  terutama dalam memberikan berbagai pengetahuan tentang cara pengendalian kadar glukosa darah sehingga jumlah penderita DM tipe 2 dapat diturunkan dan bagi Masyarakat Umum (Wanita Usia Subur) khususnya yang memiliki riwayat keluarga DM  sehingga dapat mengurangi peyumbangan Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu (AKI).
PENERAPAN HUKUM BERNOULLI PADA KONSEP PERANCANGAN GALERI PESAWAT TERBANG DAN KANTOR SEWA DI KEMAYORAN Febrianto, Willy Steven; Lianto, Fermanto
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v4i2.6113

Abstract

Along with the times, the Kemayoran area changed its function to become an office area, so that the history of Kemayoran is increasingly eroded. However, we cannot refuse the current of the times, especially the Kemayoran area, which has the potential to become a Central Business District (CBD). After searching the data by conducting interviews and surveys in the Kemayoran area and reviewing the literature, the urban acupuncture theory is used to answer the phenomenon that occurs, namely an aircraft history gallery and the additional function of the rental office will be used as an educational tourist spot where people can see various collections of aircraft from the Dutch, Japanese and Indonesian colonial times, and to fulfill Kemayoran's function as a CBD area. This building has a design concept taken from Bernoulli's law which is the movement of air as it passes through the wings of an aircraft and has a theme of aerospace. This gallery and rental office will be supported by programs such as movie showrooms, libraries, airplane exhibition rooms with a scale of 1:1, and workshops. With this building, it is hoped that the history of Kemayoran can be widely known by all circles and become a means of education, especially for the younger generation. Keywords: Airplane; Bernoulli; Gallery; Rental Office; Urban AcupunctureABSTRAKSeiring perkembangan zaman, daerah Kemayoran berubah fungsi menjadi daerah perkantoran, sehingga sejarah Kemayoran semakin lama semakin tergerus. Namun, kita tidak dapat menolak arus perkembangan zaman, terlebih daerah Kemayoran yang memiliki potensi menjadi daerah Central Business District (CBD). Setelah melakukan pencarian data dengan melakukan wawancara dan survei di kawasan Kemayoran serta mengkaji literatur, maka digunakan teori urban acupuncture untuk menjawab fenomena yang terjadi, yaitu sebuah galeri sejarah pesawat terbang dan fungsi tambahan kantor sewa akan dijadikan sebuah tempat wisata edukasi dimana orang-orang dapat melihat berbagai koleksi pesawat dari zaman penjajahan Belanda, Jepang, dan saat Indonesia merdeka, serta untuk memenuhi fungsi Kemayoran sebagai daerah CBD. Bangunan ini memiliki konsep perancangan yang diambil dari hukum Bernoulli yakni pergerakan udara saat melewati sayap pesawat dan memiliki tema kedirgantaraan. Galeri dan kantor sewa ini akan didukung dengan progam seperti ruang pertunjukan film, perpustakaan, ruang eksibisi pesawat dengan skala 1:1, dan workshop. Dengan adanya bangunan ini, diharapkan sejarah Kemayoran dapat dikenal luas oleh semua kalangan dan menjadi sarana edukasi khususnya bagi generasi muda.
UJI KESAHIHAN INTERNA DAN KEHANDALAN KUESIONER CABIN FEVER PHENOMENON (CFP) VERSI INDONESIA Firmansyah, Yohanes; Su, Ernawati; Buntara, Ivan; Hendsun, Hendsun; Sutjipto, Fiolita Indranita; Setiyati, Pinka Nurashri
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v4i2.8456

Abstract

Outbreaks and isolation due to at home due to COVID-19 outbreaks may have many psychological consequences on human life. Psychological consequences that are not detected early can cause problems in the future that can disrupt the lives of families and sufferers, therefore the need for screening tests that are accurate and reliable in detecting the appearance of psychiatric symptoms during isolation.The survey research was carried out virtually via Google Form This method was chosen because of the condition of Large Scale Social Restrictions due to the Covid-19 Pandemic, which made it impossible to conduct face-to-face interviews. The sample of this research is all of the productive age community with exclusion criteria in the form of incomplete data or unwilling to join the research. This research is a preliminary study of a series of validity and reliability test processes. Internal validity test analysis using the Pearson Product Moment method with the interpretation of the questions is said to be valid if the correlation rho (r) ≥ 0.3. Analysis of reliability testing using the Cronbach α test method with reliable interpretation if the minimum value of Cronbach α is 0.6. 281 respondents who met the inclusion criteria. The results of testing with Pearson Product Moment or Pearson Correlation obtained the value of rho (r) in all questions is above 0.3. The reliability test results using the Cronbach α test are 0.935 with the Cronbach's Alpha if Item Deleted value on each grain below the Cronbach α value. Cabin Fever Phenomenon (CFP) Indonesian Version is proven to have good validity and excellent reliability to detect the appearance of psychiatric symptoms during isolation. Further validity testing is needed such as an external validity test Keywords: Cabin Fever Phenomenon; COVID-19; psychiatry; validity and reliability ABSTRAKWabah dan isolasi akibat dirumah akibat dari wabah COVID-19 mungkin memiliki banyak konsekuensi pada kehidupan manusia dari segi psikologis. Konsekuensi psikologi yang tidak terdeteksi dini dapat menyebabkan permasalahan dikemudian hari yang dapat mengganggu kehidupan keluarga dan penderitanya, Oleh karena itu perlu adanya alat uji penapisan yang akurat serta handal dalam mendeteksi munculnya gejala psikiatri selama masa isolasi. Penelitian survei yang dilaksanakan di secara virtual melalui google form. Metode ini dipilih karena kondisi Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) akibat Pandemik Covid-19 yang tidak memungkinkan untuk melakukan wawancara secara tatap muka. Sampel penelitian ini adalah seluruh masyarakat usia produktif dengan kriteria eksklusi berupa data yang tidak lengkap atau tidak bersedia mengikuti penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan dari serangkaian proses uji kesahihan dan kehandalan. Analisa uji kesahihan internal menggunakan metode Pearson Product Moment dengan interpretasi bulir pertanyaan dikatakan sahih jika korelasi rho (r) ≥ 0,3. Analisa uji kehandalan menggunakan metode pengujian Cronbach α dengan interpretasi handal bila nilai minimum Cronbach α sebesar 0,6. 281 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil pengujian dengan Pearson Product Moment atau Pearson Correlation didapatkan nilai rho (r) pada seluruh bulir pertanyaan adalah diatas 0,3 . Hasil uji kehandalan menggunakan uji Cronbach α adalah 0,935 dengan nilai Cronbach’s Alpha if Item Deleted pada masing-masing bulir dibawah nilai Cronbach α. Cabin Fever Phenomenon (CFP) Versi Indonesia terbukti memiliki kesahihan yang baik serta kehandalan yang sangat baik untuk mendeteksi munculnya gejala psikiatri selama masa isolasi. Perlu dilakukan uji kesahihan lanjutan seperti uji kesahihan eksternal. 
PENURUNAN DERAJAT AKNE VULGARIS SETELAH PENGGUNAAN KOMBINASI KRIM ANTI AKNE DI JAKARTA BARAT Elizabeth, Jessica; Tan, Sukmawati Tansil; Angelika, Michelle; Firmansyah, Yohanes; Sylvana, Yana; Novendy, Novendy
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v5i1.6625

Abstract

Acne vulgaris is a local inflammation of the pilosebaceous glands. According to Indonesian Cosmetics Dermatology Study, there was an increase in the prevalence of acne vulgaris in 2006-2009. Female adolescents aged 14-17 years have a prevalence of 83-85%, while male adolescents aged 16-19 years have 95-100% prevalence. Acne vulgaris has a significant impact on adolescents, physically and psychologically. Accuracy in the treatment of acne vulgaris is an important step because it affects patient’s prognosis. Topical combination of anti-acne creams cointaining retinoid, antibiotics and corticosteroids is one of the best choices because all the components needed to treat acne can be combined. The purpose of this study is to determine the proportion of adolescents aged 14-19 years who suffer acne vulgaris with mild, moderate, and severe degrees before and after the intervention was given, to determine if the intervention given is related to decreasing of acne vulgaris severity, and to determine the proportion of adolescent patients with acne vulgaris which have been given intervention and experiencing a decrease in acne vulgaris severity. This is a clinical trial with an experimental research design. The study was conducted at SMKN 35 West Jakarta in September-November 2019 with non-random consecutive sampling techniques. The intervention given were a combination of anti-acne creams containing Clindamycin 3%, Tretinoin 0.05%, and Dexamethasone 0.05%. Wilcoxon statistical test is used to measure differences in severity of acne vulgaris before and after the intervention. The results obtained showed significant decrease in acne vulgaris severity (p-value <0.001) between measurements due to the intervention. It can be concluded that the combination of anti-acne creams containing Clindamycin 3%, Tretinoin 0.05%, and Dexamethasone 0.05% can significantly decrease the severity of acne vulgaris. Keywords: Acne vulgaris; Tretinoin; Clindamycin; DexamethasoneAbstrakAkne vulgaris adalah inflamasi atau peradangan setempat pada kelenjar pilosebasea. Menurut Studi Dermatologi Kosmetika Indonesia, pada tahun 2006-2009 terdapat peningkatan prevalensi akne vulgaris. Remaja wanita usia 14-17 tahun memiliki prevalensi sebesar 83-85%, sedangkan pria usia 16-19 tahun sebesar 95-100%. Akne vulgaris mempunyai dampak yang cukup besar bagi para penderita remaja secara fisik dan psikologik. Ketepatan dalam terapi akne vulgaris merupakan langkah yang penting karena berpengaruh pada kesembuhan dan prognosis pasien. Obat topikal kombinasi krim anti akne yang mengandung retinoid, antibiotik dan kortikosteroid merupakan salah satu pilihan terbaik karena semua komponen yang dibutuhkan untuk mengatasi akne dapat digabung menjadi satu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proporsi penderita akne vulgaris pada remaja usia 14-19 tahun dengan derajat akne ringan, sedang dan berat sebelum dan sesudah diberikan intervensi, mengetahui hubungan pemberian intervensi dengan penurunan derajat akne vulgaris dan mengetahui proporsi penderita akne vulgaris pada remaja yang diberikan intervensi dan mengalami penurunan derajat akne vulgaris. Metodologi penelitian adalah uji klinik dengan desain penelitian eksperimental. Penelitian dilakukan di SMKN 35 Jakarta Barat pada periode September – November 2019 dengan teknik non-random consecutive sampling. Intervensi yang diberikan adalah kombinasi krim anti akne yang mengandung Klindamisin 3%, Tretinoin 0.05%, dan Deksametason 0.05%. Analisis asosiasi statistik menggunakan uji statistik Wilcoxon untuk mengukur perbedaan derajat akne vulgaris sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian didapatkan didapatkan perbaikan derajat akne vulgaris yang bermakna (p-value < 0,001) antar pengukuran akibat pemberian intervensi. Dapat disimpulkan bahwa kombinasi krim anti akne dengan kandungan Klindamisin 3%, Tretinoin 0.05%, dan Deksametason 0.05%. dapat menurunkan derajat keparahan akne vulgaris secara bermakna.
ANALISIS INTERAKSI KERUANGAN DALAM MENDUKUNG OPTIMALISASI PENGEMBANGAN POTENSI WILAYAH KEPULAUAN Nasrul Abdullah; Nur Syam; Fadhil Surur
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v5i1.7761

Abstract

This study aims to analyze spatial interactions in supporting the development of regional potential in West Halmahera Regency, Tidore Islands City and Ternate City.  Spatial interactions are very influential in the development of regional potential.  Spatial interactions that occur through complementary processes, transferability and intervening opportunities then develop towards the establishment of cooperation systems between regions.  This paper uses a combination of quantitative approaches.  Data obtained through observation, surveys, and documentation.  The accumulation of potentials and regional problems as the basis of the linkages in regional development.  Spatial interaction development of dominant potential develops in Ternate City and the support of more adequate transportation facilities and infrastructure reconditions the position of Ternate City as a market area, Tidore Islands City and West Halmahera Regency as generating areas or potential areas.  Spatial interactions that take place physically, economically and socially are more dominant towards Ternate City, and are reciprocal, showing disparity in services between cities and between regions within a single system of regional potential development in the Province  Keywords: Interaction, Spatial, islands;  Ternate City;  West Halmahera;  Tidore City; AbstrakInteraksi keruangan sangat berpengaruh dalam pengembangan potensi wilayah. Interaksi keruangan terjadi melalui proses komplementaris, transferabilitas dan intervening opportunities kemudian berkembang kearah pembentukan sistem kerja sama antar wilayah. Potensi wilayah di Provinsi Maluku Utara dapat dimaksimalkan dengan meningkatkan hubungan antarwilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi keruangan dalam mendukung pengembangan potensi wilayah pada Kabupaten Halmahera Barat, Kota Tidore Kepulauan dan Kota Ternate. Tulisan ini menggunakan gabungan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis LQ dan analisis gravitasi. Data diperoleh melalui observasi, survai, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akumulasi potensi dan permasalahan wilayah sebagai dasar keterkaitan dalam pengembangan wilayah. Selanjutnya interaksi keruangan pengembangan potensi dominan berkembang pada Kota Ternate dan dukungan sarana dan prasarana transportasi yang lebih memadai merekondisi posisi Kota Ternate sebagai wilayah pasar, Kota Tidore Kepulauan dan Kabupaten Halmahera Barat sebagai wilayah pembangkit atau wilayah potensial. Interaksi keruangan yang berlangsung secara fisik, ekonomi dan sosial yang lebih dominan kearah Kota Ternate, dan bersifat timbal balik, menunjukkan disparitas pelayanan antarkota dan antarwilayah dalam satu kesatuan sistem pengembangan potensi wilayah di Provinsi
VALIDASI BATAS ATAS BATAS BAWAH ESTIMASI DURASI GEDUNG KONSTRUKSI BERTINGKAT BERBASIS EARNED SCHEDULE Widjaja, Catherine Michellie; Anondho, Basuki
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v5i1.8746

Abstract

Determination of estimated project completion is an activity that influenced the planning project since it can decide the success or failure of the project. However, duration is often not in accordance with prediction caused by uncertainty of the project. Calculation by probabilistic method is rated better than deterministic since probabilistic includes the uncertainty factor in its calculation. In addition, probabilistic method provides results in the form of intervals in upper to lower limit. In predicting project's final duration, the time-based Earned Schedule (ES) method is rated capable of overcoming the lack of cost-based Earned Value (EV). This research aims to determine the ongoing project’s upper and lower limit prediction duration using ES method through validation towards the completed project’s real duration. The average prediction of ongoing project duration will be calculated using ES by Microsoft Excel. The results will be validated towards the average real project duration using hypothesis tests of two independent population means. Result of average of upper limits indicates a valid value while the average of lower limits indicates a non-valid value with the upper limit value is 0.0025 week/m2 and lower limit is 0.0020 week/m2.Keywords: duration estimation; probabilistic; Earned Schedule; validation; upper limit and lower limit. AbstrakPenentuan estimasi penyelesaian proyek merupakan kegiatan yang berpengaruh dalam proses perencanaan karena dapat menentukan keberhasilan atau kegagalan proyek tersebut. Namun, durasi seringkali tidak sesuai dengan prediksi karena sifat ketidakpastian proyek. Perhitungan dengan metode probabilistik dinilai lebih baik daripada deterministik karena metode ini menyertakan unsur ketidakpastian dalam perhitungannya. Disamping itu, perhitungan probabilistik menyajikan hasil dalam bentuk interval yang dinyatakan dalam batas atas dan batas bawah. Dalam memprediksi durasi akhir proyek, metode Earned Schedule (ES) yang berbasis waktu dinilai mampu mengatasi kekurangan Earned Value (EV) yang berbasis biaya. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan nilai prediksi batas atas dan batas bawah proyek yang sedang berjalan dengan metode ES melalui validasi terhadap durasi nyata proyek yang sudah selesai. Rata-rata prediksi durasi proyek konstruksi yang sedang berjalan dihitung menggunakan metode ES dengan bantuan Microsoft Excel. Hasilnya kemudian divalidasi terhadap rata-rata durasi nyata proyek yang sudah selesai menggunakan uji hipotesis rata-rata sampel ganda. Hasil nilai batas atas proyek yang sedang berjalan dinyatakan valid dan nilai batas bawah dinyatakan tidak valid dengan nilai batas atas sebesar 0,0025 minggu/m2 dan batas bawah 0,0020 minggu/m2.
KAJIAN KENYAMANAN JALUR PEJALAN KAKI DI JALAN TAMAN MINI 1 DAN JALAN RAYA PONDOK GEDE, JAKARTA TIMUR Wulanningrum, Sintia Dewi
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v5i1.9391

Abstract

Convenient pedestrian path is an important aspect to supporting Transit Oriented Development or TOD. TOD is a city development approach that adopts mixed spatial planning and optimizes the use of mass transportation,  such as;  the Trans Jakarta, Mass Rapid Transit (MRT), Light Rapid Transit (LRT), and  equipped with a pedestrian or bicycle network. One of the pedestrian paths that is near the Trans Jakarta stop and LRT stations is the pedestrian route on Jalan Taman Mini 1 and Jalan Raya Pondok Gede, Kelurahan Pinang Ranti, East Jakarta. However, the existing pedestrian paths on Jalan Taman Mini 1 and Jalan Pondok Gede are still less comfortable, such as; the condition of the perforated pedestrian paths, no markers for disabilities, the ditch directly adjacent to the deepest and open pedestrian path, the lack of trash bins, the absence of a pedestrian bridge and a zebra crossing from the Garuda Tamini Trans Jakarta shelter to exit the shelter, making it very dangerous for pedestrians who will be crossing. The research objectives are to identify pedestrian paths on Taman Mini  and  Raya Pondok Gede Street, and  safety planning and comfortable walking paths to support TOD in the Taman Mini area. The results showed that the pedestrian path was still not comfortable, there were paving blocks with holes, lack of street furniture such as; absence of guide beams, stepping stones, park benches, less bins and signs.Keywords: convenience, pedestrian path, TODAbstrakJalur pejalan kaki yang nyaman merupakan aspek penting dalam mendukung Transit Oriented Development atau TOD. TOD merupakan salah satu pendekatan pengembangan kota yang mengadopsi tata ruang campuran dan mengoptimalkan penggunaan angkutan massal seperti Trans Jakarta, Mass Rapid Transit  (MRT), Light Rapid Transit (LRT), serta dilengkapi jaringan pejalan kaki  atau jalur sepeda. Salah satu jalur pejalan kaki yang berada di dekat halte Trans Jakarta serta stasiun LRT adalah Jalur pejalan kaki di Jalan Taman Mini 1 dan Jalan Raya Pondok Gede, Kelurahan Pinang Ranti, Jakarta Timur. Akan tetapi, eksisting  jalur pejalan kaki di Jalan Taman Mini 1 dan di Jalan Pondok Gede masih kurang nyaman, seperti; kondisi jalur pejalan kaki yang berlubang, tidak adanya penanda bagi disabilitas, selokan yang berbatasan langsung dengan jalur pejalan kaki sangat dalam dan terbuka, kurangnya tempat sampah, tidak adanya jembatan penyebrangan serta zebra cross dari shelter Trans Jakarta Garuda Tamini menuju keluar shelter, sehingga sangat berbahaya bagi pejalan kaki yang akan menyebrang. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif. Tujuan penelitian yaitu untuk mengidentifikasi  jalur pejalan kaki  di Jalan Taman Mini  dan Jalan Raya Pondok Gede, serta merencanakan konsep jalur pejalan kaki yang aman dan nyaman untuk mendukung TOD di kawasan Taman Mini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jalur pejalan kaki masih kurang nyaman, terdapat paving blok yang berlubang, kurangnya street furniture seperti; tidak adanya guiding block,stepping stone, bangku taman, kurangnya tempat sampah dan signages.
HUBUNGAN USIA IBU BERSALIN, PARITAS DAN BERAT BAYI LAHIR DENGAN KEJADIAN PARTUS TAK MAJU Kurniati, Paskalia Tri
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v5i1.9955

Abstract

About 9% of maternal deaths are due to complications during pregnancy, childbirth and after delivery. The cause of maternal death was bleeding 30.1%, hypertension 26.9%, infection 5.6%, abortion 1.6%, prolonged labor 1.8% and others 34.5%. Data obtained at the Ade Mohammad Djoen Regional Hospital for the last 3 years has seen an increase in cases of prolonged labor. In 2017 there were 37 cases, in 2018 there were 39 cases, and in 2019 there were 48 cases. The purpose of this study was to determine the relationship between maternal age, parity and birth weight with the incidence of non-progressive labor. The research method is quantitative analytic with cross sectional design, using a retropective approach. The results of this study showed a relationship between maternal age and the incidence of prolonged labor with (p value = 0.008 (p <0.05) and an OR value of 2,250, which means that the age of mothers who gave birth who was <20 years or> 35 years had a risk of developing non-progressive labor 2,250. There is a relationship between parity and the incidence of underdeveloped labor (p value = 0.026 (p <0.05) with an OR value of 1.977, which means parity with the number of deliveries 1 or> 3 has a risk of developing non-progressive labor by 1.977 times. Between the birth weight and the incidence of non-progressive labor with (p value = 0.040 (p <0.05) with an OR value of 1.953, which means that the birth weight at risk >4000 grams has a 1.953 times greater risk of developing prolonged labor. This needs to increase service innovation in dealing with emergencies of underdeveloped labor, one of which is through early screening steps with antenatal care so that cases of prolonged labor can be prevented. Keywords              : birth weight; Prolonged labor; maternal age; parity AbstrakSekitar 9% kematian maternal akibat komplikasi selama kehamilan, persalinan dan setelah persalinan. Penyebab kematian ibu perdarahan 30,1%, hipertensi 26,9%, infeksi 5,6%, abortus 1,6%, partus tak maju 1,8% dan lain-lain 34,5%. Data yang diperoleh di RSUD Ade Mohammad Djoen selama 3 tahun terakhir terjadi peningkatan kasus partus tak maju. Tahun 2017 ada 37 kasus, tahun 2018 ada 39 kasus, dan tahun 2019 menjadi 48 kasus.  Tujuan penelitian ini mengetahui Hubungan Usia Ibu Bersalin, Paritas dan Berat Bayi Lahir dengan Kejadian Partus Tak Maju. Metode Penelitian adalah analitik kuantitatif dengan desain cross sectional, menggunakan pendekatan retropektif. Hasil penelitian ini ada hubungan usia ibu bersalin dengan kejadian partus tak maju dengan (p value = 0,008 (p < 0,05) dan nilai OR 2,250 yang berarti usia ibu bersalin yang <20 Tahun atau >35 tahun mempunyai resiko terjadinya partus tak maju 2,250 kali lebih besar. Ada hubungan paritas dengan kejadian partus tak maju dengan (p value = 0,026 (p < 0,05) dengan nilai OR 1,977 yang artinya paritas dengan jumlah persalinan 1 atau >3  mempunyai resiko terjadinya partus tak maju 1,977 kali. Ada hubungan antara berat bayi lahir dengan kejadian partus tak maju dengan (p value = 0,040 (p < 0,05) dengan nilai OR 1,953 yang artinya berat bayi lahir yang beresiko >4000 gram  mempunyai resiko terjadinya partus tak maju 1,953 kali lebih besar. Saran dalam penelitian ini perlu meningkatkan inovasi pelayanan dalam menangani kegawatdaruratan partus tak maju salah satunya melalui langkah penapisan sejak awal dengan pemeriksaan kehamilan sehingga kasus partus tak maju dapat dicegah.
PERANCANGAN KURSI TANGGA MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT Sugianto, Antonius; Yuwono, Ngesti; Satriawan, Kristianus
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v4i2.7968

Abstract

Limited space in carrying out activities demanded the availability of furniture that has multifunctional. The purpose of this research is to design a multi-functional Stair Chair. The method used is Quality Function Deployment. The Quality Function Deployment method is used to obtain the product variables desired by most prospective users so that expected design results can fulfill the consumer's wishes. Existing product variables are the description of the main aspects of designing a product i.e. function, shape, construction and material. The main aspects of this design should be considered in order to produce a product design that meets the criteria in designing the correct furniture techniques. The understanding of the importance of ergonomics and anthropometry is indispensable for the main purpose of product design that is appropriate to the wishes of consumers can be fulfilled. Comfort and security become something the parameters must be met. Suitability of the size of furniture with users should be noticed for comfort in use can be fulfilled. Application method of Quality Function Deployment recommends that the development of stair seat products should be aware of the variable needs of consumers who have high weight, namely using strong raw materials, using raw materials that are durable, Using a maximum construction of 2 types, the system of fix assembly. Keywords: design; ladder chair; multi function; quality function deployment ABSTRAKKeterbatasan ruang  dalam melaksanakan aktivitas menuntut tersedianya furnitur yang memiliki multifungsi. Tujuan penelitian ini merancang Kursi Tangga yang memiliki multi fungsi. Metode yang digunakan adalah Quality Function Deployment. Metode Quality Function Deployment digunakan untuk mendapatkan variabel produk yang diinginkan oleh sebagian besar calon pemakai sehingga diharapkan hasil perancangan dapat memenuhi keinginan konsumen. Variabel produk yang ada merupakan penjabaran dari aspek utama dalam merancang sebuah produk yaitu fungsi, bentuk, konstruksi dan bahan. Aspek utama dalam perancangan ini harus diperhatikan agar menghasilkan rancangan produk yang memenuhi kriteria dalam teknik mendesain furniture yang benar. Pemahaman akan pentingnya ergonomi dan antropometri sangat diperlukan agar tujuan utama perancangan produk yang sesuai dengan keinginan konsumen dapat terpenuhi. Kenyamanan dan keamanan menjadi sesuatu parameter yang harus dipenuhi. Kesesuaian ukuran furniture dengan pengguna harus diperhatikan agar kenyamanan dalam pemakaian dapat terpenuhi. Aplikasi metode Quality Function Deployment merekomendasikan bahwa pengembangan produk Kursi Tangga harus memperhatikan variabel kebutuhan konsumen yang memiliki bobot tinggi yaitu menggunakan bahan baku yang kuat, menggunakan bahan baku yang awet, menggunakan konstruksi maksimal 2 jenis, sistem perakitan mati.
ROOT CAUSE ANALYSIS AND OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS OF PRESS MACHINE IN LINE H AND HIRAC AT PT. XYZ Gozali, Lina; Daywin, Frans Yusuf; Doaly, Carla Olyvia
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v4i2.8735

Abstract

ABSTRAKLine H pada PT. XYZ Press Production di perusahaan manufaktur otomotif menggunakan mesin press semi otomatis yang bekerja dua shift per hari. Oleh karena itu, mesin harus dijaga agar ketersediaan dan performanya tetap terjaga, serta kualitas dan kuantitas produksinya. Makalah ini bertujuan untuk menganalisis departemen perawatan mesin dengan menggunakan Root Cause Analysis (RCA), Overall Equipment Effectiveness (OEE), dan HIRAC. Dalam penelitian ini RCA digunakan sebagai alat analisis atau metode pemecahan masalah untuk mengidentifikasi akar penyebab dari kesalahan atau masalah. Dari hasil analisis, PT. XYZ menggunakan lembar catatan penghentian jalur sebagai alat untuk mengidentifikasi akar penyebab penghentian jalur yang terjadi di setiap jalur produksi. Lini produksi kritis adalah Line H. Kemudian, ditentukan ketersediaan, kinerja, dan kualitas mulai bulan Agustus 2018 hingga Januari 2019 di Line H untuk mendapatkan OEE. Bulan Oktober 2018 memiliki Overall Equipment Effectiveness (OEE) terendah di antara periode lainnya. Juga, kami menganalisis HIRAC pada PT. XYZ menggunakan WRAS (Work Risk Assessment Sheet). Hasil analisis data menunjukkan bahwa perusahaan harus melakukan pemeliharaan preventif secara konsisten untuk mengurangi penghentian jalur di Line H. Kata kunci: Analisis Akar Penyebab; Efektivitas Peralatan Keseluruhan; HIRAC; perawatan mesin.ABSTRACT Line H at PT. XYZ Press Production in automotive manufacturing company used semi-automated press machines which work for two shift per day. Therefore, the machines should be maintained to keep the availability and performance of the machines, also to keep the quality and quantity of production. The aim of this paper is to analyze the machine maintenance department that are using Root Cause Analysis (RCA), Overall Equipment Effectiveness (OEE), and HIRAC. In this research, RCA is used as an analysis tool or method of problem solving, used for identifying the root causes of faults or problems. From the analysis, PT. XYZ used line stop record sheet as the tool for identifying the root causes of line stops that happened in every production lines. The critical production line is Line H. Then, determined the availability, performance and quality start from August 2018 to January 2019 in Line H to get OEE. October 2018 has the lowest OEE (Overall Equipment Effectiveness) among the other period. Also, we analyze HIRAC. PT. XYZ used WRAS (Work Risk Assessment Sheet). The results of data analysis show that the company should do the preventive maintenance consistently to reduce line stops in Line H