cover
Contact Name
Nafiah Solikhah
Contact Email
nafiahs@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmstkik@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
ISSN : 25796402     EISSN : 25796410     DOI : -
Jurnal ini memuat artikel ilmiah dalam bidang Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Setiap artikel yang dimuat telah melalui proses review. Jurnal Muara diterbitkan dalam rangka mendukung upaya pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah di tingkat Nasional. Jurnal Muara ini juga dapat menjadi wadah publikasi bagi para mahasiswa (S1, S2 maupun S3) dan dosen di lingkungan perguruan tinggi. Jurnal ini dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (DPPM - UNTAR).
Arjuna Subject : -
Articles 373 Documents
ANALISIS RISIKO DAN PENCEGAHANNYA PADA PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT TINGGI DARI SISI KONTRAKTOR Calvin, Bernardus; Johan, Johny
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v4i1.6719

Abstract

The increasing number of population is increasing every year in the capital city of Jakarta, but is not proportional to the limitations of existing land at this time. Therefore, vertical construction or high rise building is one of the right solutions to overcome these problems. This study aims to identify the dominant risks involved in implementing high-rise building construction projects, obtain problem solving and provide recommendations or appropriate control over these risk variables. The research method was carried out by obtaining literature data from various journals and previous research, validating variables together with experts, distributing questionnaires to the respondents, then the data was processed with the help of the AHP (Analytical Hierarchy Process) method to determine the priority interests of the performance attributes and gives the weight of the rating of the parameter scale used. There are 9 risk categories in this study including safety, health & environment, critical material & supply management, contractor quality, subcontractor & vendor, engineering, project management, financial, human resources and external, which consists of 64 risk variables. The results of the data analysis found 21 variables included in the high risk category. Of the 21 variables, the most dominant risk variable is the design change variable from the owner. Preventive action or appropriate control of this risk variable can be done by the contractor by notifying the owner that the work of the change affects the cost and time of the project, then the process must follow the rules of the contract used, the purpose of the process is that the owner gives SI (site instruction) to the contractor for design changes until it is approved as a VO (variation order) by the owner. ABSTRAKPertambahan jumlah penduduk setiap tahun semakin meningkat di daerah ibukota Jakarta tetapi tidak sebanding dengan keterbatasan lahan yang ada pada saat ini. Oleh karena itu, pembangunan secara vertikal atau gedung bertingkat merupakan salah satu solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko-risiko dominan yang terdapat dalam pelaksanaan proyek pembangunan gedung bertingkat tinggi, mendapatkan pemecahan masalah dan memberikan rekomendasi atau kontrol yang tepat terhadap variabel risiko tersebut. Metode penelitian dilakukan dengan mendapatkan data-data literatur dari berbagai jurnal dan penelitian terdahulu, melakukan validasi variabel bersama dengan para pakar, menyebarkan kuesioner kepada para responden, selanjutnya data diolah dengan bantuan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) untuk menentukan kepentingan prioritas dari atribut kinerja dan memberikan bobot penilaian terhadap skala parameter yang digunakan. Terdapat 9 kategori risiko dalam penelitian ini antara lain safety, health & environment, critical material & supply management, contractor quality, subcontractor & vendor, engineering, project management, financial, human resource dan external yang di dalamnya terdiri dari 64 variabel risiko. Hasil dari analisis data didapatkan 21 variabel yang temasuk ke dalam kategori risiko tinggi. Dari 21 variabel tersebut, variabel risiko yang paling dominan adalah variabel perubahan desain dari owner. Tindakan pencegahan atau kontrol yang tepat terhadap variabel risiko ini dapat dilakukan oleh kontraktor dengan memberikan notifikasi kepada owner bahwa pekerjaan atas perubahan tersebut berpengaruh pada nilai biaya dan waktu proyek, kemudian prosesnya harus mengikuti kaidah-kaidah kontrak yang digunakan, maksud prosesnya adalah dari owner memberikan SI (site instruction) kepada kontraktor atas perubahan desain sampai disetujui sebagai VO (variation order) oleh owner.
PERBAIKAN KADAR HIDRASI KULIT DENGAN INTERVENSI MINYAK KLENTIQ PADA LANSIA STW CIBUBUR PERIODE SEPTEMBER 2019 Tan, Sukmawati Tansil; Firmansyah, Yohanes; Sylvana, Yana; Tadjudin, Noer Saelan
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v4i1.6042

Abstract

The Population Reference Bureau (PRB) estimates that Indonesia will experience a population surge to 365.3 million by 2030, which will further affect the surge in the elderly population and increase health problems occurring in the elderly. One of the elderly health problems that often occur on the skin is skin hydration. The purpose of this study is to look for an increase in the hydration level of elderly skin after intervention studies in the form of Klentiq oil. This research is a quasi-experimental study, with a total sampling method in the form of sampling. The study was conducted at the STW RIA Pembangunan Cibubur in September 2019, using the statistical test Repeated Measurement results a significant increase in hydration (p-value <0.001) between measurements after giving intervention in the form of Klentiq Oil. The highest increase of  hydration level is between the measurement of week zero and week three which is 2,637 (0,300)%. It is advisable to continuously (routinely) use Klentiq oil for at least 3 weeks in order to improve the hydration level and skin hydration status, and doesn’t have to worry about being used in the long term usage.ABSTRAK Population Reference Bureau (PRB) memperkirakan bahwa Indonesia akan mengalami lonjakan populasi menjadi 365,3 juta jiwa pada tahun 2030 yang selanjutnya akan berdampak terhadap lonjakan populasi lanjut usia serta peningkatan permasalahan kesehatan yang terjadi pada lansia. Salah satu permasalahan kesehatan lansia yang sering terjadi pada kulit adalah masalah hidrasi kulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari peningkatan kadar hidrasi kulit lansia setelah penelitian intervensi berupa minyak Klentiq. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental, dengan metode pengambilan sampel berupa total sampling. Penelitian dilakukan di Panti STW RIA Pembangunan Cibubur pada periode September 2019. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penggunaan Minyak Klentiq selama 21 hari dan variabel tergantung dalam penelitian ini adalah perubahan kadar hidrasi kulit lengan kanan bawah. Hubungan antar variabel di uji dengan Repeated Measurement. Terdapat 51 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan mengikuti penelitian hingga akhir. Uji statistik Repeated Measurement didapatkan hasil kenaikan hidrasi kulit pada lengan kanan bawah yang bermakna (p-value < 0,001) antar pengukuran setelah pemberian intervensi berupa Minyak Klentiq. Peningkatan kadar hidrasi lengan kanan bawah paling tinggi adalah antara pengukuran minggu ke nol dengan minggu ke tiga yaitu sebesar 2,637 (0,300)%. Sebagai kesimpulan, Minyak Klentiq terbukti meningkatkan kadar hidrasi kulit pada lansia (p-value < 0,001) dengan pemakaian selama 21 hari.
PENGARUH KONSELING TERHADAP BEBAN KELUARGA DALAM MERAWAT ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA Sari, Ilma Widiya
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v4i1.7800

Abstract

Mental disorders become a serious problem. The prevalence of mental disorders has increased every year. The family as the closest unit to people with mental disorders and be the main care giver for sufferers. Families as a big role in determining the care needed by sufferers at home. When one family member experiences a mental disorder, all family members also feel the negative effects. The additional role of the family in caring for family members with mental disorders causes the emergence of pressure or burden in the family that can affect physical, psychological, social and economic conditions. Family counseling is needed for media to help families overcome various problems in life as a whole. The role of counseling is the family can answer all questions that disturb the mind and behavior so that the family is able to solve the problem. This research aims to determine the effect of counseling on family burdens in caring for people with mental disorders. This study uses a quasi-experimental method with a post-test and pre-test one group design. The sample taken in this study is a family that has 76 people with mental disorders. Sampling technique using simple random sampling. Bivariate analysis using paired t-test. Bivariate test showed yhe differences in the average value of the family burden before and after the intervention, where the p value is smaller than the alpha (0.00<0.05). It can be concluded that there is an effect of counseling on family burdens in caring for people with mental disorders. Keywords: counseling; family burdens; mental disorders ABSTRAKGangguan jiwa menjadi permasalahan serius dan terus mengkhawatirkan. Prevalensi kasus gangguan jiwa mengalami peningkatan setiap tahunnya. Keluarga sebagai unit paling dekat dengan orang dengan gangguan jiwa dan menjadi penyedia perawatan utama bagi penderita. Keluarga beperan besar dalam menentukan cara atau perawatan yang diperlukan penderita di rumah. Ketika satu anggota keluarga mengalami gangguan jiwa, maka seluruh anggota keluarga turut merasakan dampak negatif. Adanya tambahan peran keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa menyebabkan munculnya tekanan atau beban dalam keluarga yang dapat mempengaruhi kondisi fisik, psikologis, sosial dan ekonomi. Konseling untuk keluarga dibutuhkan sebagai media perantara guna membantu keluarga mengatasi berbagai permasalahan dalam kehidupan. Konseling bagi keluarga dapat menjawab berbagai pertanyaan yang menganggu pikiran serta tingkah lakunya. Penelitian bertujuan menguji pengaruh konseling terhadap beban keluarga dalam merawat orang dengan gangguan jiwa. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan rancangan post-test and pre-test one group design. Sampel penelitian ini adalah 52 responden dari keluarga yang mempunyai orang dengan gangguan jiwa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Analisis data bivariat untuk menguji pengaruh secara statistik menggunakan paired t-test. Hasil uji bivariat secara statistik menunjukkan perbedaan nilai rata-rata beban keluarga sebelum dan setelah intervensi, nilai p lebih kecil daripada nilai alpha (0,00<0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh konseling terhadap beban keluarga dalam merawat orang dengan gangguan jiwa.
PENGARUH SIMULASI TARIAN DANGDUT KREATIF DAN ROLE PLAY TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG DAMPAK NEGATIF PENGGUNAAN GADGET DI DESA TINGGI RAJA KABUPATEN ASAHAN TAHUN 2019 Usman, Rachmatina Amelia; Tarigan, Frida Lina; Hidayat, Wisnu
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v4i1.5912

Abstract

Gadgets have a very important role in communication technology because they make human life easier, more comfortable and change one's mindset and even change attitudes and human character. The purpose of this study was to analyze the influence of creative dangdut dance simulation and role play on the knowledge and attitudes of mothers about the negative impact of using Gadgets in Tinggi Raja Village Asahan District in 2019. This study was a quasi experimental study. The population in this study were mothers who had toddlers in Desa Tinggi Raja Asahan District as many as 153 people. The sample size uses the Lemeshow formula and from the calculation the number of samples is 44 so that the research sample is divided into two namely the creative dangdut dance group of 22 respondents and for the role play group of 22 respondents. Data analysis methods used in this study consisted of univariate, bivariate analysis. The results obtained: there is an influence of creative dangdut dance simulation on knowledge (p = 0.001) and attitude (p = 0,000) about the negative impact of using Gadgets, there is an influence of role play on knowledge (p = 0,000) and attitude (p = 0,000) about the impact negative use of Gadgets, the role play method is more effective in influencing knowledge (p = 0.001) and attitudes (p = 0.035) about the negative impact of Gadget use. Based on the research results obtained, it is suggested that mothers can provide Gadgets to their children for learning activities with supervision and restrictions on the duration of use so that children are not addicted and do not experience health problems. ABSTRAKGadget memiliki peranan teknologi komunikasi yang sangat penting karena  membuat hidup manusia menjadi semakin mudah, nyaman dan perubahan pola pikir seseorang bahkan perubahan sikap dan karakter manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh simulasi tarian dangdut kreatif dan role play terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang dampak negatif penggunaan Gadget di Desa Tinggi Raja Kabupaten Asahan tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen quasi. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang memiliki balita di Desa Tinggi Raja Kabupaten Asahan sebanyak 153 orang. Besar sampel menggunakan rumus Lemeshow dan dari perhitungan diperoleh jumlah sampel sebanyak 44 sehingga sampel penelitian dibagi ke dalam dua yaitu kelompok tarian dangdut kreatif sebanyak 22 responden dan untuk kelompok role play sebanyak 22 responden. Metode analisa data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari analisa univariat, bivariat. Hasil penelitian diperoleh: ada pengaruh simulasi tarian dangdut kreatif terhadap pengetahuan (p = 0,001) dan sikap (p = 0,000) tentang dampak negatif penggunaan Gadget, ada pengaruh role play terhadap pengetahuan (p = 0,000) dan sikap (p = 0,000) tentang dampak negatif penggunaan Gadget, metode role play lebih efektif berpengaruh terhadap pengetahuan (p=0,001) dan sikap (p=0,035) tentang dampak negatif penggunaan Gadget. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh disarankan ibu-ibu dapat memberikan Gadget kepada anaknya untuk aktivitas pembelajaran dengan pengawasan dan pembatasan lamanya pemakaian agar anak-anak tidak kecanduan dan tidak mengalami gangguan kesehatan.
ANALISIS BIAYA PERBAIKAN DAN PERAWATAN GEDUNG SEKOLAH SWASTA X Stefanus, Stefanus
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v4i1.6953

Abstract

Planning for building maintenance and repairs is necessary to maintain the building so that it can be used properly for a long period of time. Building maintenance and repairs are generally carried out by building management. In the school building also needed the role of building management in carrying out maintenance and building facilities. With the facilities and infrastructure of a good and well-maintained school building, it will make the value of the school high. This research was conducted by collecting secondary data from all costs of repair and maintenance of buildings in five X private school locations from 2016 - 2018, as well as the initial value of the building construction and data processed using Microsoft Excel. From the data obtained for total repair and maintenance value from five locations of private schools x for 3 years amounting to Rp. 12,107,423,758. The total value of the costs obtained maintenance and repair of Mechanical Electrical Plumbing (MEP) and architecture, to repair and maintain the foundation and structure of private schools X does not incur costs. For MEP maintenance and repair costs of Rp. 5,048,736,655 and architecture Rp. 7,058,687,103. One of the high value of maintenance and repair costs is due to the absence of procedures for repairing facilities and infrastructure. Maintenance and repair costs are only carried out if the facilities and infrastructure are damaged and cannot be used, and there is no routine maintenance schedule. One of the things that must be done by private school X is to improve the maintenance system carried out by building management so that it can reduce the cost of repairing facilities and keep the facilities and infrastructure in good condition.ABSTRAK Perencanaan perawatan dan perbaikan gedung sangat diperlukan untuk menjaga gedung tersebut agar dapat digunakan dengan baik untuk jangka waktu yang panjang. Perawatan dan perbaikan gedung pada umumnya dilakukan oleh manajemen gedung. Pada bangunan sekolah juga diperlukan peran manajemen gedung dalam melakukan perawatan saranan dan sarana bangunan gedung. Dengan sarana dan prasarana gedung sekolah yang baik dan terawat, akan membuat nilai dari sekolah itu tinggi. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data sekunder dari seluruh biaya perbaikan dan perawatan bangunan gedung di lima lokasi sekolah swasta X dari tahun 2016 - 2018, serta nilai awal pembangunan gedung tersebut dan data diolah menggunakan Microsoft Excell. Dari data di dapat untuk nilai perbaikan dan perawatan total dari lima lokasi sekolah swasta x selama 3 tahun sebesar Rp. 12.107.423.758,-. Total nilai biaya tersebut didapat perawatan dan perbaikan Mechanical Electrical Plumbing (MEP) dan arsitektur, untuk perbaikan dan perawatan pondasi dan struktur sekolah swasta X tidak mengeluarkan biaya. Untuk biaya perawatan dan perbaikan MEP sebesar Rp. 5.048.736.655,- dan arsitektur sebesar Rp. 7.058.687.103,-. Besarnya nilai biaya perawatan dan perbaikan salah satunya dsebabkan karena tidak adanya prosedur untuk perbaikan sarana dan prasarana. Biaya perawatan dan perbaikan hanya dilakukan bila sarana dan prasarana sudah rusak dan tidak bisa dipakai, serta tidak adanya jadwal rutin perawatan. Salah satu yang harus dilakukan sekolah swasta X adalah dengan memperbaiki sistem perawatan yang dilakukan oleh manajemen gedung agar dapat mengurangi biaya perbaikan sarana dan tetap menjaga sarana dan prasarana dalam kondisi baik.
Penataan Desa Bawomataluo Sebagai Desa Wisata Budaya Dengan Pendekatan Konservasi Loi, Juntrisnawati
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v4i1.6006

Abstract

Bawomataluo Village is a tourist village located in Fanayama sub-district, South Nias Regency, North Sumatra Province. The existence of this Bawomataluwo Village as an heir and preservation that actively run the local wisdom very potential in maintaining cultural identity and become a tourist attraction visited by many tourists. Bawomataluwo Village has many traditional houses and megaliths. There are many traditional house buildings and megalith stones that function as markers of the village experiencing damage caused by various factors. One of them traditional house have lost  its authenticity and lead to modern buildings using materials of concrete materials and roof of the house in the form of zinc. This condition makes the traditional building can no longer fulfill its function under reasonable conditions and the inactivity of the community and local government in maintaining existing cultural heritage and village life systems based on cultural values to be forgotten. One of the efforts in preserving Bawomataluo Village is by development  village with conservation approach. This conservation objective is to revive and maintain the cultural activities of local communities, both physical and non-physical, such as repairing traditional buildings, and adding to the completeness of village supporting facilities as a village tourism. The determination of conservation measures against each traditional building and megalith stone is seen based on the existing condition, its integrity and its authenticity, as well as changes occurring both physically and in the function of traditional house building. This study result are conservation action to traditional buildings, megaliths and masterplan that can be developed into a culture tourism area. This masterplan is divided into three zones like core zone (conservation), buffer zone and development zone for social economy development and community culture. ABSTRAK Desa Bawomataluo merupakan desa wisata yang berada di Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Keberadaan Desa Bawomataluo sebagai pewaris dan pelestari yang aktif menjalankan kearifan-kearifan lokal sangat berpotensi dalam mempertahankan identitas budaya serta menjadi objek wisata yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan. Terdapat banyak bangunan rumah tradisional dan batu megalit yang berfungsi sebagai penanda desa mengalami kerusakan disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satunya yaitu mulai banyaknya bangunan rumah tradisional yang kehilangan keasliannya dan mengarah kepada bangunan modern dengan menggunakan bahan-bahan material beton dan atap rumah berupa seng. Kondisi ini menyebabkan bangunan tradisional tidak lagi dapat memenuhi fungsinya dalam kondisi yang wajar. Serta kurang aktifnya keterlibatan masyarakat dan pemerintah lokal dalam memelihara serta mempertahankan warisan budaya dan sistem kehidupan desa yang berlandaskan nilai-nilai budaya dan adat istiadat yang mulai terlupakan. Salah satu upaya pelestarian Desa Bawomataluo adalah dengan melakukan penataan desa adat dengan pendekatan konservasi, dilakukan untuk menghidupkan kembali dan mempertahankan aktivitas budaya masyarakat setempat baik fisik maupun non-fisik, seperti membangun atau memperbaiki bangunan tradisional, serta menambah kelengkapan fasilitas penunjang desa sebagai desa wisata. Penentuan tindakan konservasi terhadap setiap bangunan rumah tradisional dan batu megalit dilihat berdasarkan pada kondisi eksisiting, keutuhan dan keasliaannya, serta perubahan yang terjadi baik secara fisik maupun fungsi. Hasil studi ini berupa hasil bentuk –bentuk tindakan konservasi terhadap bangunan adat dan batu megalit, serta berupa Masterplan yang dapat dikembangkan menjadi kawasan wisata budaya. Masterplan kawasan wisata terbagi dalam tiga zona, yaitu zona inti (konservasi), zona penyangga, zona pengembangan untuk pengembangan sosial ekonomi dan budaya masyarakat.
KAJIAN PROSES RANTAI PASOK PENYEDIAAN RUMAH SUSUN YANG TERJANGKAU OLEH PENGEMBANG BUMN DAN SWASTA DI DKI JAKARTA (STUDI KASUS: SAMESTA SENTRALAND CENGKARENG DAN GREEN PRAMUKA CITY) Heng, Jeckhi; Tresani, Nurahma; Mahmud, Nasiruddin
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v5i1.9905

Abstract

The provision of affordable housing is still a big issue in every major city in Indonesia. The increasing number of urbanizations hasn’t made the provision of housing in the city of Jakarta also increase. Residents who take part in the urbanization program were from the Middle Class and Low-Income Communities Class. The provision of land for Affordable Flats was still a bit. Based on the presentation of the Director of Housing Financing Planning at the Directorate General of Housing Financing, classic problems have happened since 1992 by the PUPR Settlement Area Development were still related to the housing supply chain process. This research will re-examine the supply chain process that has been carried out by developers and stakeholders in DKI Jakarta as well as solutions to the efforts that will be made to overcome obstacles in the provision of Affordable Flats. The research locations are in Samesta Sentraland Cengkareng and Green Pramuka City. The approach used in this research is a qualitative approach. The analytical method for researching is chronological analysis and comparison of each Affordable Flats where developed by the developer. The results of the study show that the provision of affordable flats is still very influential on the regulations that have been carried out by the government on the land, and the selection of materials for the establishment of Affordable Flats is still very influential. In the case of Samesta Sentraland Cengkareng, the existing regulations at the project site must provide 20% of their development for MBR, and the selection of materials is based on discussions with the construction manager. Even though the license in the Green Pramuka City case was rusunami, there was only anami due to the request of the prospective buyer to use good material specifications. Keywords: flats, affordability; supply chain; low-income communities; developers; stakeholders; government AbstrakPenyediaan hunian yang terjangkau masih menjadi isu besar pada setiap kota-kota besar di Indonesia. Angka urbanisasi yang semakin bertambah tidak membuat penyediaan hunian di kota Jakarta juga ikut bertambah. Penduduk yang ikut program urbanisasi dari Masyarakat Kelas Menengah dan Kelas Masyarakat Berpenghasilan Rendah atau MBR. Penyediaan tanah untuk Rumah Susun yang Terjangkau masih sedikit. Berdasarkan presentasi Direktur Perencanaan Pembiayaan Perumahan Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan, permasalahan klasik sejak tahun 1992 oleh Pengembangan Kawasan Permukiman PUPR masih berkaitan dengan proses rantai pasok hunian. Pada penelitian ini akan meneliti kembali proses rantai pasok yang sudah dijalankan oleh pengembang-pengembang dan stakeholders yang ada di DKI Jakarta maupun solusi upaya yang akan dilakukan untuk mengatasi hambatan pada penyediaan Rumah Susun yang Terjangkau. Lokasi penelitian berada di Samesta Sentraland Cengkareng dan Green Pramuka City. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Metode analisis yang dilakukan adalah analisis kronologi dan perbandingan pada masing-masing rumah susun yang dikembangkan oleh pengembang. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyediaan rumah susun yang terjangkau masih sangat berpengaruh terhadap peraturan yang telah dilakukan oleh pemerintah pada lahan tersebut, serta pemilihan material pada berdirinya rumah susun yang terjangkau masih sangat berpengaruh. Pada kasus Samesta Sentraland Cengkareng, peraturan yang ada pada lokasi proyek mesti menyediakan 20% dari pengembangan mereka untuk MBR, dan pemilihan material berdasarkan hasil diskusi dengan manager konstruksi. Walaupun perizinan pada kasus Green Pramuka City merupakan rusunami, yang ada hanya anami akibat permintaan  calon pembeli untuk menggunakan spesifikasi bahan yang baik.
PEMANFAATAN SISTEM REGISTRASI ALAT BERAT DI DUNIA KONSTRUKSI Arifin, Arisal Riadhi; Rostiyanti, Susy Fatena
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v5i1.5959

Abstract

The Construction Heavy Equipment Registration System (Alat Berat Konstruksi, ABK) is a system for managing everything related to heavy equipment used in work. In its implementation, the heavy equipment that is registered is far from expectations so that it is necessary to develop the registration system itself so that the construction service community can use it. The research method used in this study uses some literature, previous research, literature studies, and makes comparisons on systems in other countries and looks at the existing regulations to form questionnaire questions and then disseminates them. Data obtained from respondents were entered into the statistical data analysis application and then tested the validity, reliability test, and correlation test. The results of the analysis are then discussed and validated by experts. The results obtained from this study found several variables that need to be developed in the dimensional system, as well as rules and policies in the ABK Registration System to improve the supply chain of construction heavy equipment. The development variable is the development of 36 initial variables. Based on the results of the assessment of the initial variables found 20 variables that are not necessary, while 12 other variables need to be included in the study. Analysis of 12 variables developed by 22 new variables from the system, as well as rules and policies to complete the initial 20 variables. Variables that need to be developed and used in the Construction Heavy Equipment Registration System. Keywords: Construction Heavy Equipment Registration System (Alat Berat Konstruksi, ABK); Construction Equipment Supply Chain; Construction Services Society AbstrakSistem Registrasi Alat Berat Konstruksi (ABK) adalah sistem untuk mengatur segala hal terkait alat berat yang digunakan dalam pekerjaan. Pada pelaksanaannya, alat berat yang teregistrasi jauh dari harapan sehingga perlu dilakukan pengembangan pada sistem registrasi itu sendiri agar bisa dimanfaatkan masyarakat jasa konstruksi. Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan beberapa literatur, penelitian terdahulu, studi pustaka, dan melakukan perbandingan pada sistem di negara lain serta melihat dari peraturan yang ada untuk membentuk pertanyaan kuesioner kemudian menyebarkannya. Data yang diperoleh dari responden dimasukkan ke dalam aplikasi analisis data statistik lalu dilakukan uji validitas, uji reliabilitas, dan uji korelasi. Hasil analisis kemudian dilakukan pembahasan dan divalidasi oleh pakar. Hasil yang didapat dari penelitian ini ditemukan beberapa variabel yang perlu dikembangkan pada dimensi sistem, serta aturan dan kebijakan dalam Sistem Registrasi ABK untuk memperbaiki rantai pasok alat berat konstruksi. Variabel pengembangan tersebut mengacu dari 36 variabel awal. Berdasarkan hasil identifikasi terhadap variabel awal ditemukan 20 variabel yang tidak perlu diteliti, sedangkan 12 variabel lainnya perlu dimasukkan dalam penelitian. Analisis dari 12 variabel tersebut dikembangkan 22 variabel baru dari dimensi sistem, serta aturan dan kebijakan untuk melengkapi 20 variabel awal. Variabel-variabel inilah yang perlu dikembangkan dan dimanfaatkan di dalam Sistem Registrasi Alat Berat Konstruksi.
PERHITUNGAN CHANGE ORDER PROYEK JALAN DI BANTEN Waty, Mega; Sulistio, Hendrik
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v4i2.6342

Abstract

ABSTRACTChange orders include a number of variants in the scope of work namely the amount of material, design errors, and price changes. This paper discusses change orders in a road construction project in Banten by investigating the causes, studying their effects on the project, and identifying the beneficiaries. The study used five road projects as actual case studies and the questionnaire used a six-point Likert Scale. To determine the ranking of factors that influence the causes of change orders, the effect of change orders and the factors that benefit from change orders are used the Relative Importance Index (RII) calculation. The most important effects of change orders on projects are found to be schedule delays, cost overruns and disputes. The contractor as the party that benefits the most from the change order is followed by the consultant and then the owner. Keywords: change order; road project; Relative Importance Index (RII) ABSTRAK Change order mencakup sejumlah varian dalam ruang lingkup pekerjaan yakni jumlah material, kesalahan desain, dan perubahan harga. Makalah ini membahas change order dalam proyek konstruksi jalan di Banten dengan menyelidiki penyebab, mempelajari efeknya pada proyek, dan mengidentifikasi pihak-pihak yang diuntungkan. Penelitian menggunakan lima proyek jalan sebagai studi kasus aktual dan Kuisoner menggunakan Skala Likert Enam poin. Untuk mengetahui peringkat faktor yang mempengaruhi penyebab change order, efek change order dan faktor yang diuntungkan dari change order digunakan perhitungan Relative Importance Index (RII). Efek terpenting dari change order pada proyek ditemukan adalah penundaan jadwal, pembengkakan biaya dan perselisihan. Kontraktor selaku pihak yang paling diuntungkan dari change order diikuti oleh konsultan dan kemudian owner.
Penggunaan Dinding Silang Pada Galian Dalam Di Tanah Sangat Lunak: Studi Kasus Proyek Apartemen DI Jalan Kebun Sirih Jakarta Widjaja, Oktaffian; Makarim, Chaidir Anwar
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v4i2.7090

Abstract

Deep excavation in areas with very soft clay deposits need a good soil retaining system and excavation method. Using a diapraghm wall as a soil retaining system for deep excavation is a good choice can be done. Diapraghm wall is expected to limit the movement that occurs in the retaining walls and avoid leaks that occur in walls, this is needed to minimize damage to adjacent buildings. The top down excavation method by utilizing the basement floor as lateral resistance can be carried out to reduce the movement that occurs on the ground. In very soft soil areas with excavation distances to neighbors very close, the movement on the ground must be limited to minimize damage to adjacent buildings. Cross walls can be used to reduce the movement that occurs on the ground. Analysis of finite element with using the Plaxis program was carried out to investigate the performance of the retaining wall. From the results of the analysis conducted shows that using a cross wall at a location below the raft pile can be reduced the movement that occurs in the retaining wall and the excavation stages can be reduced. Keywords: cross wall; deep excavation; diapraghm wall; very soft soil ABSTRAKGalian dalam pada daerah dengan endapan tanah liat sangat lunak yang cukup dalam diperlukan sistem penahan tanah dan metode galian yang direncanakan dengan baik. Menggunakan dinding dipraghm sebagai sistem penahan tanah untuk galian dalam merupakan pilihan yang dapat dilakukan. Penggunaan dinding diapraghm diharapkan dapat membatasi pergerakan yang terjadi pada dinding dan menghindari kebocoran yang yang terjadi pada dinding penahan tanah karena sistem pengecoran yang saling mengunci dan pertemuan antara panel dinding dapat dipasang waterstop, hal ini diperlukan untuk menghindari kerusakan pada bangunan yang berdekatan dengan daerah galian. Metode galian top down yaitu galian bertahap dengan memanfaatkan lantai besmen sebagai tahanan lateral dapat dilakukan untuk mengurangi pergerakan yang terjadi pada tanah. Pada daerah tanah sangat lunak dengan jarak galian dengan tetangga sangat berdekatan pergerakan pada tanah harus dibatasi untuk meminimalkan kerusakan pada bangunan yang berdekatan. Dinding silang merupakan sistem tahanan lateral yang dapat dipergunakan untuk mengurangi pergerakan yang terjadi pada tanah. Analisis elemen hingga menggunakan program Plaxis 2D dilakukan untuk mengetahui kinerja dinding penahan tanah dan pergerakan yang terjadi. Dari hasil analisis yang dilakukan diperoleh hasil bahwa dengan menggunakan dinding silang yang terletak pada di bawah raft pile dapat menurunkan pergerakan yang terjadi pada dinding penahan tanah dan tahapan galian dapat dikurangi.