cover
Contact Name
Nafiah Solikhah
Contact Email
nafiahs@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmstkik@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
ISSN : 25796402     EISSN : 25796410     DOI : -
Jurnal ini memuat artikel ilmiah dalam bidang Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Setiap artikel yang dimuat telah melalui proses review. Jurnal Muara diterbitkan dalam rangka mendukung upaya pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah di tingkat Nasional. Jurnal Muara ini juga dapat menjadi wadah publikasi bagi para mahasiswa (S1, S2 maupun S3) dan dosen di lingkungan perguruan tinggi. Jurnal ini dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (DPPM - UNTAR).
Arjuna Subject : -
Articles 373 Documents
RENCANA SABUK HIJAU TIMUR KOTABARU KEBAYORAN: KEBIJAKAN SETENGAH HATI? STUDI TENTANG TRANSFORMASI KAWASAN Claudio, Glen; Fahmi, Erwin
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v4i2.7892

Abstract

Kebayoran new city was the first satellite city planned on the outskirts of post-world war II Jakarta. By applying the garden city concept, Kebayoran new city was planned to have green belt elements in the west and east to limit its growth. Along with the rapid development of the main axis of the City of Jakarta (Jl. Thamrin - Jl. Sudirman) after the transfer of sovereignty (1949) and the expansion of the administrative boundaries of the City of Jakarta, the newcity of Kebayoran has undergone a transformation and changes / adjustments to plans. One of the consequences, Kebayoran new city is no longer a satellite city as originally planned. The idea of a green belt in the eastern part also did not materialize as it should. This study aims to identify the enforcing and enabling factors for not realizing the idea of the eastern green belt of Kebayoran new city. The method used is a qualitative method with a case study approach. The research findings indicate that the enforcing factor for this failure is mainly government (central and regional) development policies after the transfer of sovereignty. Enabling factors are the fact that some parts of the area have not been acquired, and local government policies that allow or develop parts of the area for other functions. By knowing the enforcing and enabling factors above, this research is expected to be a lesson for planners and policy makers for the development of new cities in the future. Keywords: government policies; green belt; Kebayoran Baru; urban transformation ABSTRAKKota baru Kebayoran merupakan kota satelit pertama yang direncanakan di pinggiran Jakarta pasca kemerdekaan. Dengan menerapkan konsep garden city, kota baru Kebayoran direncanakan memiliki elemen sabuk hijau di bagian Barat dan Timur untuk membatasi pertumbuhannya. Seiring dengan perkembangan pesat poros utama Kota Jakarta  (Jl. Thamrin – Jl. Sudirman) pasca penyerahan kedaulatan (1949) dan meluasnya batas administratif Kota Jakarta, kota baru Kebayoran mengalami transformasi dan perubahan/penyesuaian rencana. Salah satu akibatnya, kota baru Kebayoran tidak lagi menjadi kota satelit seperti rencana awal. Gagasan sabuk hijau pada bagian Timur juga tidak terwujud sebagaimana mestinya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor pendorong dan faktor pemungkin tidak terwujudnya gagasan sabuk hijau Timur kota baru Kebayoran. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Temuan penelitian menunjukkan bahwa faktor pendorong kegagalan tersebut terutama adalah kebijakan pembangunan pemerintah (Pusat dan Daerah) pasca penyerahan kedaulatan tersebut. Faktor pemungkin adalah kenyataan bahwa beberapa bagian kawasan belum diakuisisi, dan kebijakan pemerintah daerah yang mengijinkan atau mengembangkan bagian kawasan untuk fungsi lain. Dengan mengetahui faktor pendorong dan faktor pemungkin di atas, penelitian ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi perencana dan pembuat kebijakan pembangunan kota baru di masa mendatang.
PERILAKU DINAMIK PELAT PERKERASAN KAKU JALAN RAYA AKIBAT BEBAN LEDAKAN SETEMPAT Priono, Anjas Budi; Alisjahbana, Sofia Wangsadinata
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v4i2.8283

Abstract

In structural and transportation engineering applications, the dynamic response of orthotropic plates is an essential matter. Rigid pavement plates are generally designed as orthotropic plates which have unequal stiffness in two perpendicular directions Engineers did not consider the effects of dynamic loads such as those from machine vibrations or blast load. Dynamic analysis of rigid pavement plates due to local blast loads on concrete slabs in this research is modeled as concrete slabs with boundary condition that every edges of plates have a dowel-tie bar support and The rigid concrete pavement sitting on elastics Pasternak foundation is modeled by using the Kirchhoff theory of thin plates. Pasternak foundation have elastic vertical spring support and continuous shear layer. The main system responses that are observed are the transversal deflections at midspan and the internal stresses of the plate, particularly the maximum principle stress, minimum principle stress and maximum shear stress. Three loading phases are included in the analysis, namely: the positive phase, the negative phase, and the free vibration phase. Analyses are carried out utilizing a numeric approach termed the Modified Bolotin Method with two trancedental equation. The analysis is performed when the load is above the plate (0 ≤ t ≤ t0). Deflection from various load positions on the set of slab models throughout all three phases are then compared side-by-side. Bending moment, shear forces, and stresses are calculated on all slab models with the Friedlander localized blast loading applied at midspan and the results are presented as stress contours that are then compared between each model. The results showed that the largest structural dynamic response occurred in the free vibration phase, not in the positive phase or the negative phase. Reduction of deflection and bending moment based on the most significant effect, plate thickness is the first followed by the effect of explosion position if it occurs further to edge of plate, and latest is adding supporting stiffness soil layer. Keywords: dowel and tie-bar; Localized blast load; Modified     Bolotin Method; Pasternak foundation; Rigid PavementABSTRAKDalam aplikasi rekayasa struktur dan teknik transportasi, respons dinamik pelat ortotropik adalah masalah penting. Pelat perkerasan kaku jalan raya umumnya didesain sebagai pelat ortotropik yang memiliki kekakuan yang tidak sama dalam dua arah yang saling tegak lurus. Pelat perkerasan kaku jalan raya sering kali didesain oleh para insinyur tidak memperhitungkan efek dari beban dinamik lain seperti beban yang berasal dari getaran mesin atau ledakan. Analisis dinamik pelat perkerasan kaku jalan raya akibat beban ledakan setempat di atas pelat beton dalam tesis ini dimodelkan sebagai pelat beton dengan kondisi semua tepi pelat beton memiliki tumpuan dowel – tie bar dan di atas media tanah dengan model pondasi Pasternak dari teori Kirchoff-Love mengenai pelat tipis. Pondasi Pasternak memiliki dukungan pegas vertikal elastis dan lapisan geser menerus di bawahnya. Respons sistem yang diamati adalah lendutan transversal pada tengah bentang dan tegangan dalam pada pelat, khususnya tegangan utama maksimum, tegangan utama minimum dan tegangan geser maksimum. Tiga tahap beban disertakan dalam analisis, yaitu fase positif, fase negatif dan fase getaran bebas. Analisis dikerjakan dengan pendekatan numerik yang disebut Modified Bolotin Method dengan bantuan dua persamaan transendental. Analisis dilakukan ketika beban berada di atas pelat (0 ≤ t ≤ t0). Lendutan dari beberapa posisi beban dari tiga tahap dibandingkan. Momen lentur, gaya geser, dan tegangan dihitungkan pada semua model dengan letak beban setempat Friedlander di tengah bentang. Nilai tegangan disajikan dalam bentuk grafik kontur yang dapat dibandingkan antara setiap model. Hasil penelitian menunjukkan respons dinamik struktur terbesar terjadi pada fase free vibration, bukan pada fase positif maupun fase negatif. Pengurangan lendutan dan momen lentur apabila ditinjau berdasarkan pengaruh paling singnifikan, ketebalan pelat adalah urutan pertama diikuti pengaruh posisi ledakan apabila terjadi makin ke tepi pelat, dan terakhir penambahan kekakuan lapisan tanah pendukung.
AUDIT KESELAMATAN JALAN TOL JAGORAWI Setyarini, Ni Luh Shinta Putu Eka; Lukito, Bryan Ivan
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v4i2.9056

Abstract

Jagorawi toll road is a link road needed to speed up travel time from Jakarta to Bogor and Ciawi, the condition of Jagorawi is currently very congested resulting in an increasing number of traffic accidents. To improve road traffic safety on toll roads, it's necessary to carry out Road Safety Audits (RSA). Aspects of the road that become objects to examine and direct observations included geometric aspects, traffic management, pavement, road complementary buildings and street furnitures. As a result, in geometric aspect, in general the road has been designed in accordance regulations, however, there are parts of the toll road that still require repair. This research will discuss regard the condition of Jagorawi toll road based on direct observations carried out in the field by using road safety audit form for operational roads. The aim is, accident-prone areas are obtained on Jagorawi toll road with analysis of the results of direct observations, and from traffic accident data obtained from Jasa Marga Keywords: Accident Prone Areas; Road Safety Audit; Toll RoadABSTRAK Ruas jalan tol Jagorawi merupakan jalan bebas hambatan yang dibutuhkan untuk mempercepat waktu tempuh dari Jakarta ke Bogor dan Ciawi, kondisi jalan tol Jagorawi saat ini sangat padat yang berakibat kepada meningkatnya jumlah kecelakaan lalu lintas. Dalam upaya meningkatkan keselamatan lalu lintas jalan di jalan tol, maka perlu melaksanakan Audit Keselamatan Jalan (AKJ). Aspek jalan yang menjadi objek untuk diperiksa meliputi aspek geometrik jalan, manajemen lalu lintas, bangunan pelengkap jalan dan pelengkap jalan. Hasilnya, dari segi geometrik, secara umum jalan sudah dirancang sesuai dengan ketentuan yang berlaku, namun, terdapat bagian-bagian dari jalan tol yang masih memerlukan perbaikan. Penelitian ini akan membahas mengenai kondisi eksisting jalan Tol Jagorawi berdasarkan pengamatan langsung yang dilaksanakan di lapangan dengan mempergunakan formulir audit keselamatan jalan untuk jalan yang sudah operasional. Aspek yang ditinjau adalah aspek geometrik, perkerasan, bangunan pelengkap jalan dan pelengkap jalan. Sebagai hasil akhir, didapat daerah rawan kecelakaan pada ruas Tol Jagorawi dengan analisis dari hasil pengamatan langsung, dan dari data kecelakaan lalu lintas yang diperoleh dari Jasa Marga.
ALTERNATIF UJI BEBAN PADA STRUKTUR (STUDI KASUS : JEMBATAN BAJA) Soleh, Chairul; Rastandi, Josia Irwan
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v5i1.7215

Abstract

The most common structural load test that has been widely used is the static load test. An alternative to the structural load test is dynamic load test. Dynamic testing is a test carried out to determine level of structural stiffness or structural elements stiffness in the form of natural frequencies, while the static load test is intended to obtain responses of static loading from the structure in the form of deflection. The discussion will emphasize the correlation between static load test and dynamic load test. To correlate the static load test with the vibration test, a reference or value that comes from modeling or theoretical analysis is needed. Structural modeling is carried out to obtain the theoretical natural frequency and the theoretical deflection which will then be compared with the natural frequency of the vibration test (dynamic). If the frequency of the test results and the theoretical frequency are compared to the theoretical deflection, the prediction of the test deflection will be obtained. The correlation between the predicted deflection of the test and deflection of the static load test is quite close with a difference of less than 12%. Judging from the above correlation, periodic inspections of the tested structures can be considered for vibration testing only. The types of structures reviewed are simple span steel bridge structure, simple span + link slab steel bridge structure and continuous span steel bridge structure. Keywords: modeling; natural frequencies; vibration testing; static load test  AbstrakUji beban struktur yang umum dan sudah banyak dilakukan adalah uji beban statik. Alternatif lain dari uji beban adalah dengan melakukan pengujian vibrasi (dinamik) pada struktur. Pengujian vibrasi (dinamik) dilakukan untuk mengetahui tingkat kekakuan struktur atau elemen struktur berupa frekuensi alami, sedangkan uji beban statik dimaksudkan untuk mendapatkan respons hasil pembebanan statik dari struktur berupa lendutan. Pembahasan akan menekankan kepada korelasi antara uji beban statik dan uji beban vibrasi (dinamik). Untuk mengkorelasikan pengujian beban statik terhadap pengujian vibrasi (dinamik) diperlukan suatu acuan atau nilai yang berasal dari analisa pemodelan atau teoritis. Pemodelan struktur dilakukan untuk mendapatkan frekuensi alami secara teoritis dan lendutan teoritis yang kemudian akan dibandingkan dengan frekuensi alami hasil uji vibrasi (dinamik).  Jika frekuensi hasil uji dan frekuensi teoritis dibandingkan terhadap lendutan teoritis maka akan didapatkan prediksi lendutan uji. Hasil korelasi antara prediksi lendutan uji terhadap lendutan uji beban statik cukup mendekati dengan perbedaan kurang dari 12%. Dilihat dari korelasi diatas, maka untuk pemeriksaan berkala pada struktur yang telah diuji dapat dipertimbangkan untuk dilakukan pengujian vibrasi saja. Jenis struktur yang ditinjau adalah struktur jembatan baja simple span, simple span + link slab dan continuous span.
PERBANDINGAN PROFIL GLUKOSA DARAH PASIEN STROKE ISKEMIK DAN STROKE HEMORAGIK DI RSUP FATMAWATI TAHUN 2018 Husna, Intan Rahma; Astari, Riezky Valentina; Rizkianti, Tuty
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v5i1.8217

Abstract

Stroke is the death of brain cells due to lack of blood flow and oxygen to the brain by blockage or rupture of an artery. Stress hyperglycemia in acute stroke may worsen the clinical outcome and the prognosis of stroke. The purpose of this study is to find out and compare blood glucose profile between ischemic stroke and hemorrhagic stroke. This is an observational analytic cross-sectional research using consecutive sampling. Data was obtained through medical record from January to December 2018 in RSUP Fatmawati with each group of stroke consisting of 74 samples. Data was processed using SPSS 2017. Mann-Whitney test shows a significant difference in random blood glucose levels between ischemic stroke and hemorrhagic stroke (p = 0.024), with the median value of random blood glucose level during ischemic stroke is 115.50 mg / dL and hemorrhagic stroke is 136.50 mg / dL. The results also shows a significant difference in fasting blood glucose levels between ischemic stroke and hemorrhagic stroke (p = 0.042), with the median value of fasting blood glucose level for ischemic stroke is 116.50 mg / dL and hemorrhagic stroke is 125.50 mg / dL. A significant difference is also seen in 2 hours post-prandial glucose level between ischemic stroke and hemorrhagic stroke (p = 0.028), with the median value of 2 hours post-prandial glucose level of  ischemic stroke is 130 mg / dL and hemorrhagic stroke is 147.50 mg / dL. Keywords: Ischemic Stroke; Hemorrhagic Stroke; Random Blood Glucose; Fasting Blood Glucose; 2 Hour Post-Prandial Blood Glucose AbstrakStroke adalah kematian sel-sel otak akibat hilangnya pasokan darah dan oksigen ke otak karena adanya  hambatan atau ruptur arteri yang menuju otak. Pada stroke fase akut dapat terjadi hiperglikemia reaktif yang dapat memperburuk  keluaran klinis dan prognosis stroke. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan membandingkan profil glukosa darah antara stroke iskemik dan stroke hemoragik. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan desain potong lintang dan pemilihan sampel consecutive sampling. Data didapat dari rekam medis periode Januari-Desember 2018 di RSUP Fatmawati dengan masing-masing kelompok stroke sebanyak 74 sampel. Pengolahan data dilakukan dengan program SPSS tahun 2017. Uji Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan bermakna kadar Glukosa Darah Sewaktu antara stroke iskemik dengan stroke hemoragik (p = 0,024), dengan nilai median Glukosa Darah Sewaktu stroke iskemik adalah 115,50 mg/dL dan stroke hemoragik adalah 136,50 mg/dL. Hasil juga menunjukkan adanya perbedaan bermakna kadar Glukosa Darah Puasa antara stroke iskemik dan stroke hemoragik (p = 0,042), dengan nilai median Glukosa Darah Puasa stroke iskemik adalah 116,50 mg/dL dan stroke hemoragik adalah 125,50 mg/dL, serta adanya perbedaan bermakna kadar Glukosa Darah 2 Jam Post-Prandial antara stroke iskemik dan stroke hemoragik (p = 0,028), dengan nilai median Glukosa Darah 2 Jam Post-Prandial stroke iskemik adalah 130 mg/dL dan stroke hemoragik adalah 147,50 mg/dL.
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN BEDAH KATEGORI HIGHLY RECOMMENDED DI RUMAH SAKIT “X” KOTA PRABUMULIH Harartasyahrani, Rangti Annisa; Simamora, Sarmalina
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v5i1.9039

Abstract

Based on Permenkes RI No.2406 / Menkes / per / XII / 2011 on General Guidelines for the Use of Antibiotics that prophylaxis antibiotics intended to reduce and prevent to occurrence of  Surgical Site Infection (SSI), inhibiting the emergence of resistance, reduce the morbidity and mortality of patients, as well as to  minimize the value of health care and prophylaxis antibiotics in highly recommended surgical procedures has been proven to be firm and effective.  However, from several studies there are still many discrepancies in the use of prophylaxis antibiotics and there are several cases in patients with highly recommended surgical procedures that are not given prophylaxis antibiotics, so this research aims to evaluate the use of prophylaxis antibiotics in highly recommended surgical patients. This research was observational research.  The data was obtained retrospectively by searching the medical record data of highly recommended surgical patient in Hospital”X” Prabumulih  period of January-December 2019 using the Purposive sampling method which is further analyzed descriptively using the applicable guidelines. From 77 medical records of patients collected found 1 patient (1.30%) who did not get antibiotics and from 76 medical record data that met the inclusion criteria there were 119 prophylaxis antibiotic use and overall there were 8 uses (6.72%).  Suitability based on antibiotic type as much as 110 (92.44%), antibiotic doses as many as 95 (86.36%), delivery route as much as 110 (100%), delivery time as much as 103 (93.64%), delivery interval of 8 (7.27%), and length of delivery as much as 44 (40%). Overall, the using of prophylaxis antibiotics is not fully appropriate and the most common discrepancies are found at the interval of administration. Keywords: Prophylaxis antibiotics; Surgery; Evaluation; Highly Recommended AbstrakBerdasarkan Permenkes RI No.2406/Menkes/per/XII/2011 tentang Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik bahwa pemberian antibiotik profilaksis ditujukan untuk menurunkan dan mencegah terjadinya Infeksi Luka Operasi (ILO), menghambat munculnya resistensi, menurunkan morbiditas dan mortalitas pasien, serta untuk meminimalkan biaya pelayanan kesehatan dan pemberian antibiotik profilaksis pada prosedur bedah kategori highly recommended telah terbukti tegas dan efektif. Namun, dari beberapa penelitian masih banyak dijumpai ketidaksesuaian dalam penggunaan antibiotik profilaksis serta terdapat beberapa kasus pada pasien prosedur bedah kategori highly recommended yang tidak diberikan antibiotik profilaksis maka penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien bedah kategori highly recommended. Penelitian ini merupakan penelitian observasional. Data diperoleh secara retrospektif melalui penelusuran data rekam medik pasien bedah kategori highy recommended di Rumah Sakit “X” Kota Prabumulih periode Januari-Desember 2019 dengan menggunakan metode purposive sampling yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif menggunakan pedoman yang berlaku. Dari 77 rekam medik pasien yang terkumpul ditemukan 1 pasien (1,30%) yang tidak mendapat antibiotik profilaksis dan dari 76 data rekam medik yang memenuhi kriteria inklusi terdapat 119 penggunaan antibiotik profilaksis dan secara keseluruhan didapat kesesuaian sebanyak 8 penggunaan (6,72%). Kesesuaian berdasarkan jenis antibiotik sebanyak 110 (92,44%), dosis antibiotik sebanyak 95 (86,36%), rute pemberian sebanyak 110 (100%), waktu pemberian sebanyak 103 (93,64%), interval pemberian sebanyak 8 (7,27%), dan lama pemberian sebanyak 44 (40%). Secara keseluruhan, penggunaan antibiotik profilaksis belum sepenuhnya sesuai dan ketidaksesuaian yang paling banyak ditemukan yaitu pada interval pemberian.
PENERAPAN MODEL INTEGRASI FUZZY SERVQUAL-IPA-QFD DALAM ANALISIS KUALITAS LAYANAN STASIUN GAMBIR Sukwadi, Ronald; Josua, Priskilla Putri; Tannady, Hendy
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v5i1.9628

Abstract

Public transportation has been regarded as one of the most sustainable forms of transport in Indonesia. Indonesian Railways serves as one of choice transportation mode and the biggest transportation service company. Gambir Central Station is the busiest railway platform where large number of people spend considerable amount of time, while waiting to board a train, alighting from a train, to receive/ send off a passenger, or to buy a ticket. The passengers must have a satisfactory experience of the amenities available at platforms, irrespective of their duration or purpose of stay at a railway station. This study aims to assess the satisfaction level of the passengers and to improve the existing service quality of the station. The integrated model of fuzzy SERVQUAL, IPA and QFD is applied in this study. The fuzzy SERVQUAL is used to assess the level of passengers’ satisfaction. Furthermore, the Importance Performance Analysis (IPA) method is used to find out the attributes that must be improved. The Quality Function Deployment (QFD) method is used to determine the appropriate efforts/strategies to improve those attributes. To meet the passengers’ needs, Gambir Central Station should install a hygiene signboard, conduct training of officers, and add greening areas. Keywords: Service quality, Fuzzy SERVQUAL, IPA, QFD, Railway station AbstrakAngkutan umum telah dianggap sebagai salah satu bentuk transportasi paling berkelanjutan di Indonesia. Kereta Api Indonesia menjadi salah satu moda transportasi pilihan dan perusahaan transportasi terbesar. Stasiun Gambir adalah stasiun tersibuk di mana banyak orang menghabiskan banyak waktu, menunggu untuk naik kereta, turun dari kereta, keluar/masuk penumpang, atau membeli tiket. Penumpang harus memiliki pengalaman yang memuaskan tentang fasilitas yang tersedia di stasiun, terlepas dari durasi atau tujuan mereka tinggal di stasiun kereta api. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kepuasan penumpang dan meningkatkan kualitas pelayanan stasiun yang ada. Model terintegrasi fuzzy SERVQUAL, IPA dan QFD diterapkan dalam penelitian ini. Fuzzy SERVQUAL digunakan untuk menilai tingkat kepuasan penumpang. Selanjutnya, Importance Performance Analysis (IPA) digunakan untuk mengetahui atribut-atribut yang harus ditingkatkan. Metode Quality Function Deployment (QFD) digunakan untuk menentukan upaya/strategi yang tepat untuk memperbaiki atribut tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan penumpang, Stasiun Gambir harus memasang papan tanda kebersihan, melakukan pelatihan petugas stasiun, dan melakukan penambahan area penghijauan.
ANALISIS FAKTOR KERUGIAN WASTE MATERIAL BESI BETON GEDUNG BERTINGKAT Sulistio, Hendrik; Wati, Mega
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v5i1.10120

Abstract

Material as one of the components that has a contribution of 40-60% of the project cost in the research of Intan et al., 2005. Concrete is currently being studied because it is one of the five materials that affects 80% of material costs.. The purpose of this research is to examine how much the loss of iron concrete material waste and the ranking of the factors that influence it in multi-storey building projects. The research method is by conducting a questionnaire to contractors. The data collection process is carried out by distributing questionnaires in multi-storey building projects in Jakarta. Measuring the value of the questionnaire as many as 64 respondents used the Likert measurement technique. The sequence of data processing, first done by testing the validity and reliability testing. After that, these factors are ranked using the Relative Importance Index method. The result is a loss of Concrete Iron material waste of 7.5% and ratings that affect the loss of concrete are: not planning reinforcement bestat, complicated image detailing, cutting errors due to lack of understanding of work drawings / carelessness, lack of / unclear image information, use of wrong so that it needs to be replaced, the remaining cuts due to the process of use and a design change. Keywords: multi-storey building; reinforcing steel;  waste material AbstrakMaterial sebagai salah satu komponen yang mempunyai kontribusi sebesar 40-60% dari biaya proyek di dalam penelitian Intan et al, 2005.  Besi beton saat ini mau diteliti karena merupakan salah satu dari lima material  mempengaruhi 80% biaya material.  Tujuan penelitian ini meneliti  berapa besar kerugian waste material besi beton dan peringkat faktor faktor yang mempengaruhinya pada proyek bangunan gedung bertingkat . Metode penelitian dengan melakukan kuesioner terhadap kontraktor. Proses pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan menyebar kuesioner di proyek bangunan gedung bertingkat yang berada di Jakarta.  Pengukuran nilai kuesioner sebanyak 64 responden  digunakan teknik pengukuran Likert.  Urutan pengolahan data, pertama dilakukan dengan uji validitas dan uji reliabilitas. Setelah itu faktor-faktor tersebut ditentukan  peringkat dengan metode Relative Importance Index. Hasilnya adalah kerugian  waste material Besi Beton  sebesar 7,5 % dan peringkat yang mempengaruhi kerugian besi beton  adalah:tidak merencanakan bestat penulangan, pendetailan gambar yang rumit, kesalahan pemotongan karena kurang memahami gambar kerja/kecerobohan,informasi gambar kurang/tidak jelas, penggunaan material yang salah sehingga perlu diganti, sisa pemotongan karena proses pemakaian dan adanya perubahan desain.
KESESUAIAN KOLESTEROL LDL HASIL PERHITUNGAN SEJUMLAH FORMULA DENGAN KOLESTEROL LDL DIREK METODE ENZIMATIK Liazarti, Dona; Valzon, May
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v5i2.8704

Abstract

Increased cholesterol levels are the main cause of coronary heart disease. The results of examining LDL must be precise and accurate, but direct LDL examination (LDL-Direct) is quite expensive to do in a place with limited facilities so various experiments are carried out to get LDL formula (LDL-Cal) that is appropriate than formula commonly used, Friedewald formula. The aimed of this study was to determine the correlation between LDL cholesterol from calculation a number formulas with direct LDL cholesterol in order to obtain the best formula to be applied in laboratory of Lubuk Sikaping Hospital. This research was conducted on 75 patients who did lipid profile examination in laboratory of Lubuk Sikaping Hospital, who meet the inclusion criteria. Examination of total cholesterol, HDL, LDL and triglycerides were carried out by enzymatic methods on clinical chemistry analyzer. LDL cholesterol also calculated by several formulas namely Friedelwald formula (TC- (TG/5) -HDL), Chen formula (90% nonHDLC-10% TG), Anandaraja formula (0.9 TC- (0.9 TG/5) -28), Puavilai formula (TC-HDLC-TG/6), Vujovic formula (TC-HDLC-TG/3), and Cordova formula (3/4 (TC-HDLC.) Bland & Altman plot was used to compare the calculated LDL cholesterol level of each formula with the direct LDL. The mean LDL levels were 136.41 (35.92); 116.64 (32.72); 117.03 (30.83); 121.95 (32.79); 121.83 (33.23); 96.84 (32.47); 109.97 (28.24) for Direct, Friedelwald, Chen, Anandaraja, Puavilai, Vujovic, and Cordova respectively. Based on the Bland & Altman Plot, the calculation of LDL cholesterol from the Chen formula has the best compatibility with LDL-Direk with the mean difference of 19.3867 ± 19.0489 mg / dl at triglyceride levels <400 mg / dl, so it can be applied at RSUD Lubuk Sikaping with limited facilities. Keywords: LDL Cholesterol; LDL-Direct; LDL-CalAbstrakPeningkatan kadar kolesterol merupakan penyebab utama penyakit jantung koroner. Hasil pemeriksaan kadar LDL serum harus tepat dan akurat, namun pemeriksaan kadar LDL secara langsung (LDL-Direk) cukup mahal untuk dilakukan di tempat dengan fasilitas terbatas sehingga dilakukan berbagai percobaan untuk mendapatkan formula perhitungan LDL (LDL-Cal) yang lebih tepat dibandingkan formula yang telah umum digunakan yaitu formula Friedewald. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian antara kolesterol LDL hasil perhitungan sejumlah formula dengan kolesterol LDL direk sehingga diperoleh formula perhitungan terbaik untuk dapat diterapkan di laboratorium RSUD Lubuk Sikaping. Penelitian ini dilakukan terhadap 75 orang pasien yang melakukan pemeriksaan profil lipid lengkap ke Laboratorium RSUD Lubuk Sikaping. yang memenuhi kriteria inklusi. Pemeriksaan kolesterol total, HDL, LDL dan trigliserida dilakukan dengan metode enzimatik pada alat kimia klinik otomatis. Untuk kolesterol LDL juga dihitung dengan beberapa rumus yaitu formula Friedelwald (TC-(TG/5)-HDL). formula Chen (90%nonHDLC-10%TG), formula Anandaraja (0.9 TC- (0.9 TG/5)-28), formula Puavilai (TC-HDLC-TG/6), formula Vujovic (TC-HDLC-TG/3), dan formula Cordova (3/4 (TC-HDLC). Bland & Altman plot digunakan untuk membandingkan antara kadar kolesterol LDL hasil hitung masing-masing formula dengan LDL direk. Rerata kadar LDL (mg/dl) berturut-turut adalah 136,41 (35,92); 116,64 (32,72); 117,03 (30,83); 121,95 (32,79); 121,83 (33,23); 96,84 (32,47); 109,97 (28,24) untuk LDL-Direk, Friedelwald, Chen, Anandaraja, Puavilai, Vujovic, dan Cordova. Berdasarkan Bland & Altman Plot, perhitungan kolesterol LDL Formula Chen memiliki kesesuaian paling baik dengan LDL-Direk dengan selisih rerata 19,3867 ± 19,0489 mg/dl pada kadar trigliserida < 400 mg/dl, sehingga dapat diterapkan di RSUD Lubuk Sikaping dengan fasilitas yang terbatas.
THE IMPORTANCE OF SOCIALIZATION OF POSYANDU TO IMPROVE POSYANDU VISITING, KNOWLEDGE, AND COMMUNITY ATTITUDE TO IMPROVE IMMUNIZATION ACHIEVEMENTS Chau, Welhan; Firmansyah, Yohanes
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v5i2.9304

Abstract

Data from WHO shows that every year in the world, there are 1.5 million infant deaths one week old and 1.4 million stillbirths due to not getting immunized. Infant Mortality Rate (IMR) is one of the most critical indicators that determine the degree of health and welfare of a community. This research was conducted to assess the importance of the socialization of posyandu activities and the role of cadres to invite citizens to come to Posyandu because one of the factors that encourage the completeness of immunization is the presence of mothers to Posyandu in addition to other factors that might play a role such as mothers' knowledge and attitudes towards immunization. The design of this study is a quantitative analytic cross-sectional approach carried out in Posyandu Teratai 1, in the January 2020 period. The sample of this study is all mothers who have 5-year-old babies who are in the coverage area of the Posyandu Teratai 1. The independent variable is the routine or non-routine of the respondents present during the implementation of Posyandu Teratai 1, their knowledge and attitudes towards immunization. The dependent variable in this study is the child's immunization status—the statistical analysis used Chi-square with Yates Correction or Fisher Exact alternative test. Results Statistical test results show that routine attendance at the Posyandu (p-value <0.001) plays a substantial role in completing immunization. While knowledge and attitudes do not represent a significant role, but they still have a particular influence on the completeness of immunization (p-values: 0.098 and 0.240). A factor that has a role in increasing the number of immunization outcomes in an area is to encourage the presence of mothers to come to Posyandu routinely. AbstrakData WHO menunjukkan bahwa setiap tahun di dunia terdapat 1,5 juta kematian bayi usia satu minggu dan 1,4 juta bayi lahir mati karena tidak diimunisasi. Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator terpenting yang menentukan derajat kesehatan dan kesejahteraan suatu masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk menilai pentingnya sosialisasi kegiatan posyandu dan peran kader untuk mengajak warga datang ke posyandu karena salah satu faktor yang mendorong kelengkapan imunisasi adalah kehadiran ibu ke posyandu disamping faktor lain yaitu mungkin memainkan peran seperti pengetahuan dan sikap ibu terhadap imunisasi. Desain penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan di Posyandu Teratai 1 periode Januari 2020. Sampel penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi berusia 5 tahun yang berada di wilayah cakupan Posyandu Teratai 1. Variabel bebasnya adalah rutin atau tidak rutinnya responden yang hadir selama pelaksanaan Posyandu Teratai 1, pengetahuan dan sikap mereka terhadap imunisasi. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah status imunisasi anak—analisis statistik menggunakan uji Chi-square dengan Yates Correction atau uji alternatif Fisher Exact. Hasil Hasil uji statistik menunjukkan bahwa kehadiran rutin di Posyandu (p-value <0,001) berperan penting dalam menyelesaikan imunisasi. Sedangkan pengetahuan dan sikap tidak memiliki peran yang signifikan, tetapi masih memiliki pengaruh khusus terhadap kelengkapan imunisasi (p-values: 0,098 dan 0,240). Salah satu faktor yang berperan dalam peningkatan angka luaran imunisasi di suatu daerah adalah mendorong kehadiran ibu untuk datang ke posyandu secara rutin. Kata kunci: imunisasi; posyandu; kader; pengetahuan; kehadiran