cover
Contact Name
Sunu Bagaskara
Contact Email
sunu.bagaskara@yarsi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
melok.roro@yarsi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Journal Psikogenesis
  • Jurnal-Online-Psikogenesis
  • Website
Published by Universitas Yarsi
ISSN : 23033177     EISSN : 25977547     DOI : -
Jurnal Psikogenesis is a semiannualy publication produced by Fakultas Psikologi Universitas YARSI since 2012 (e-ISSN: 2597-7547, p-ISSN: 2303-3177). The journal reflects the wide application of all aspects of psychology related to health. It also addresses the social contexts in which psychological and health processes are embedded. The main emphasis of the journal is on original research, theoretical review papers, meta-analyses, and applied studies.
Arjuna Subject : -
Articles 192 Documents
Hubungan antara Body Image dengan Self Esteem pada Wanita Dewasa Muda Pasca Melahirkan di Jakarta Serta Tinjauannya dalam Islam Khalida Ridwan; Zulfa Febriani; Siti Marhamah
Jurnal Online Psikogenesis Vol 5, No 1 (2017): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v5i1.492

Abstract

Periode pasca melahirkan (post partum) adalah periode setelah kelahiran bayi dimana sang ibu menyesuaikan diri baik fisik maupun psikis. Selama periode itu, sebagian besar wanita memandang bentuk tubuh dan ukuran tubuhnya sebagai perubahan yang negatif. Hal ini mempengaruhi bagaimana para wanita dewasa muda pasca melahirkan mempersepsikan bentuk dan ukuran tubuhnya atau yang biasa disebut sebagai body image. Sementara itu, penerimaan dan penilaian body imagepositif atau negatif pada wanita dewasa muda pasca melahirkan berkaitan dengan self esteem, depresi pasca melahirkan, emosi yang negatif, dan juga perubahan interaksi sosial serta menimbulkan perilaku diet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara body image dengan self esteem pada wanita pasca melahirkan. Sampel dipilih dengan teknik accidental sampling sebanyak 129 orang di Jakarta. Hasil korelasi dengan Pearson Product Moment  menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara body image dengan self esteem pada wanita dewasa muda pasca melahirkankan dengan r = 0,485 dan nilai signifikansi p = 0,000 (p 0,05). Penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan membandingkan berbagai latar belakang wanita paska melahirkan seperti pendidikan, status sosial ekonomi, kondisi kesehatan selama kehamilan, dan sebagainya.
Peran Family Sense of Coherence terhadap Resiliensi Keluarga yang Memiliki Anak Tunanetra Ditinjau dari Perspektif Ibu Alabanyo Brebahama; Aisyah Uswatun Nisa; Melok Roro Kinanthi
Jurnal Online Psikogenesis Vol 7, No 2 (2019): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v7i2.1132

Abstract

Tunanetra menempati urutan pertama penyandang disabilitas di Indonesia. Anak yang mengalami ketunanetraan seringkali mengalami hambatan-hambatan dalam perkembangan maupun pendidikannya. Keluarga juga dapat mengalami dampak seperti pekerjaan ekstra dalam mengasuh anak yang mengalami tunanetra terutama orangtua. Kondisi ini dapat menjadi masa krisis bagi keluarga. Namun, ada keluarga yang tetap resilien dan bangkit setelah mengalami masa krisis. Keluarga yang dapat resilien erat kaitannya dengan family sense of coherence. Family sense of coherence membuat keluarga dapat memandang sebuah masalah sebagai tantangan dan bukan sebagai hambatan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana peran family sense of coherence terhadap resiliensi keluarga yang memiliki anak tunanetra ditinjau dari perspektif ibu. Sampel dalam penelitian ini adalah 37 ibu yang berdomisili di DKI Jakarta dan daerah penyangga ibu kota (Tangerang, Bekasi, dan Depok) yang memiliki anak tunanetra dengan usia anak 0-20 tahun. Penelitian ini menggunakan alat ukur Family Sense of Coherence Scale dan Walsh Family Resilience Questionnaire yang telah diadaptasi. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa family sense of coherence memiliki peran yang signifikan terhadap resiliensi keluarga dari perspektif ibu sebesar 52.3%. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pembuatan program untuk keluarga yang memiliki anak tunanetra dan anak yang mengalami ketunanetraan.
Hubungan Antara Persepsi Siswa Terhadap Keterlibatan Orangtua Dan Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar Matematika Pada Siswa Sekolah Dasar Shella Shella; Agoes Dariyo
Jurnal Online Psikogenesis Vol 4, No 1 (2016): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v4i1.518

Abstract

Di kota Pangkalpinang khususnya ibu memiliki keterlibatan yang baik untuk membimbing anak dalam belajar. Dengan keterlibatan orang tua yang baik seharusnya prestasi belajar anak-anak juga baik namun kenyataannya tidak semua anak memiliki prestasi belajar yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara keterlibatan orang tua dengan prestasi belajar matematika, hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar matematika, dan hubungan antara keterlibatan orang tua dengan motivasi belajar. Penelitian ini menyertakan 233 siswa kelas V Sekolah Dasar Yayasan X di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung dengan menggunakan teknik judgement sampling. Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner keterlibatan orang tua dan motivasi belajar serta catatan nilai rapor siswa,  khususnya prestasi belajar matematika. Teknik analisis dengan menggunakan korelasi produk moment (multiple correlation). Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara keterlibatan orang tua dengan prestasi belajar matematika (r = 0,076 dan p = 0,246 0,01), terdapat hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar matematika (r = 0,284 dan p = 0,000 0,01), dan terdapat hubungan antara keterlibatan orang tua dengan motivasi belajar (r = 0,565 dan p = 0,000 0,01). Kata kunci: keterlibatan orang tua, motivasi belajar, prestasi belajar matematika
Hubungan Self Efficacy Dengan Burnout Pada Guru Di Sekolah Dasar Inklusi Shalia Septianisa; Riselligia Caninsti
Jurnal Online Psikogenesis Vol 4, No 1 (2016): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v4i1.523

Abstract

Meningkatnya jumlah Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang belum bersekolah mendorong berdirinya sekolah inklusi sebagai salah satu inovasi pendidikan bagi penyandang cacat (disabilitas). Sekolah inklusi menerima ABK dan menyediakan layanan pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan Anak Tanpa Kebutuhan Khusus (ATBK) dan ABK, seperti penyesuaian kurikulum, pembelajaran, penilaian, dan sarana prasarananya. Adanya tugas tambahan terhadap guru sekolah inklusi dapat menyebabkan guru mengalami stres yang tinggi dan merasa tertekan saat meghadapi keanekaragaman karakter siswa, hal ini dapat menimbulkan burnout pada guru. Kondisi burnout yang dialami guru diasumsikan berhubungan dengan kondisi self efficacy. Self efficacy seseorang dapat mempengaruhi aktifitas, besarnya usaha yang dikeluarkan dan daya tahan dalam menghadapi rintangan. Penelitian ini  bertujuan untuk melihat hubungan antara self efficacy dengan burnout pada guru di sekolah dasar inklusi. Diharapkan dengan diketahuinya burnout dan self efficacy, guru dapat menangani permasalahannya dan lebih profesional dalam menangani siswa berkebutuhan khusus. Penelitian dilakukan dengan penyebaran skala self efficacy dan skala burnout kepada 80 orang guru pada 12 sekolah inklusi di Jakarta Pusat dengan karateristik yang sudah ditentukan sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan nilai r yaitu -0,112 dan angka signifikansi 0,324 (p 0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan burnout pada guru di sekolah dasar inklusi.Kata kunci: Sekolah Inklusi, Self- efficacy, Burnout, Anak Berkebutuhan Khusus
Hubungan Adversity Quotient Dengan Kecemasan Menghadapi Dunia Kerja Pada Freshgraduate Universitas Syiah Kuala T.M. Noor Rachmady; Eka Dian Aprilia
Jurnal Online Psikogenesis Vol 6, No 1 (2018): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v6i1.632

Abstract

Competition in the world of work in the modern era is now more difficult, the phenomenon has an impact on unemployment is increasing every year. This causes anxiety on fresh graduate who just entered the world of work. Known one of the factors that can minimize anxiety in fresh graduate is adversity quotient. This allows fresh graduate to overcome difficulties related to the competition of the work world. The purpose of this research is to find out the relationship between adversity quotients with anxiety to face work world at fresh graduate of Syiah Kuala University. The sampling technique used is incidental sampling. The sample of the study amounted to 257 fresh graduates (120 men and 137 women). Data collection using the Adversity quotient scale compiled by Khairiyah (2016) and the scale of anxiety against the world of work compiled by Nugroho (2010). Data analysis using Pearson correlation technique showed correlation coefficient (r) = -0,598 (p 0,05) so it can be interpreted that there is negative and significant relationship between adversity quotient with anxiety to face work world at fresh graduate of Syiah Kuala University and the hypothesis in this research is accepted.
Efektivitas Gratitude Training Untuk Meningkatkan Subjective Well-Being Pada Remaja di Panti Asuhan Irma Rosalinda Lubis; Linda J. Agustini
Jurnal Online Psikogenesis Vol 6, No 2 (2018): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v6i2.703

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan apakah pelatihan bersyukur dapat meningkatkan subjective well-being pada remaja di panti asuhan. Penelitian diadakan dari Februari hingga Juli 2017 yang diadakan di Panti Asuhan Ar-Riyadhul Jannah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pra-eksperimen dengan One-Group Pretest-Posttest Design. Subjek berjumlah 7 peserta yang ditentukan dengan cara Accidental Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara serta instrumen Kesejahteraan Subyektif yang terdiri dari SWLS dan SPANE. Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon. Berdasarkan hasil analisis data, nilai diperoleh dari z SWLS = -2,375; z SPANE = -2.214; p SWLS = 0,018 0,05; p SPANE = 0,027; p 0,05 (signifikan), yang artinya bahwa pelatihan rasa syukur efektif untuk meningkatkan kesejahteraan subjektif pada remaja di panti asuhan. Hasil ini dapat ditindak lanjuti oleh pihak panti asuhan Ar-Riyaadhul Jannah maupun lembaga-lembaga lainnya di masyarakat yang melibatkan remaja untuk dapat melakukan program pelatihan bersyukur yang dapat meningkatkan subjective well-being.
Gambaran Perundungan pada Siswa Tingkat SMA di Indonesia Grista N. A. Damanik; Ratna Djuwita
Jurnal Online Psikogenesis Vol 7, No 1 (2019): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v7i1.875

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk memetakan kejadian dan perilaku perundungan pada siswa tingkat SMA di Indonesia. Partisipan dalam penelitian ini adalah 138 mahasiswa tingkat pertama yang bersasal dari SMA di Indonesia, yang diminta mengingat dan menceritakan kembali pengalamannya terkait perundungan semasa SMA. Hasil analisis deskriptif menunjukkan perundungan terjadi pada 75,8% sekolah dari partisipan. Sebagian besar perundungan berbentuk verbal (35,1%), terjadi di dalam kelas (63,1%), dan pada jam istirahat (64,5%). Partisipan yang pernah menjadi pelaku (18,8%) menyalahkan perilaku aneh korban sebagai penyebab utama perundungan. Dari 34,1% partisipan yang pernah menjadi korban, sebagian besar memilih untuk mengabaikan kejadian. Sementara dari 69,6% partisipan yang pernah menjadi saksi perundungan, sebagian besar memilih untuk tidak melakukan apa-apa karena tidak ingin terlibat. Meskipun perundungan terbukti terjadi di sekolah, keseluruhan partisipan memiliki persepsi positif terhadap sekolah. Meski demikian, hasil uji t-test menunjukkan persepsi yang lebih baik mengenai sekolah pada partisipan yang belum pernah menjadi korban, saksi, maupun pelaku dibandingkan partisipan yang pernah.   
PERAN KONSEP DIRI TERHADAP RESILIENSI PADA PENSIUNAN Dwiaprinda Rachmawati; Ratih Arruum Listiyandini
Jurnal Online Psikogenesis Vol 3, No 1 (2014): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v3i1.52

Abstract

Abstract. Someone who works in agency would have retirement. As elderly,retired person would have some changes in the aspect of physical, social,and emotional. The changes would have an impact on their view aboutthemselves, named self-concept. In the other side, to have goodpsychological well being, they should have ability to bounce back and adaptin their retirement life. Based on the theoretical perspective, self concept isone of the factors that affect resilience, a person's ability to be able tobounce back from hard times. The study was conducted to look at the role ofself-concept on the resilience of pensioners. The design of this study isassociative. The sampling technique used in this study is incidentalsampling with a sample size of 80 people. Self-concept and resiliencemeasurement is using questionnaire. The results of the study showed thevalue of F = 81.53 and p = 0.000 (p 0.01), which means self-conceptpredicts resilience significantly. Magnitude of the role of self-concept to theresilience is 51.1% and the remaining 48.9% is influenced by other factors.It can be concluded that self-concept contribute significantly to thepensioners resilience.Keywords: Self Concept, Resilience, RetirementAbstrak. Seseorang yang bekerja dalam suatu instasi tentunya akanpensiun. Saat memasuki usia pensiun, yang merupakan masa dewasa akhir,seseorang akan mengalami berbagai perubahan seperti fisik, sosial, danemosional. Perubahan-perubahan tersebut mempengaruhi pandanganmengenai diri sendiri, atau dengan kata lain, konsep diri para pensiunantersebut. Di sisi lain, agar lebih sejahtera secara psikologis, para pensiunanjuga harus mampu beradaptasi dan bangkit dari kesulitan yang dialamipada masa pensiun. Berdasarkan teori, ditemukan bahwa konsep dirimerupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan seseoranguntuk dapat bangkit kembali dari masa sulit atau disebut dengan resiliensi.Penelitian dilakukan untuk melihat adakah peran konsep diri terhadapresiliensi pada pensiunan. Desain yang digunakan dalam penelitian iniadalah asosiatif. Teknik pemilihan sampel menggunakan incidentalsampling dengan jumlah sampel sebanyak 80 orang. Pengukuranmenggunakan kuesioner konsep diri yang dibuat sendiri oleh peneliti dankuesioner resiliensi yang diadaptasi dari Wagnild dan Young. Hasil darianalisis regresi diperoleh nilai F= 83,51dengan p= 0,000 (p 0,01), yangartinya konsep diri dapat memprediksi resiliensi secara signifikan.Besarnya peran konsep diri terhadap resiliensi yaitu 51,1% dan sisanya48,9% dipengaruhi oleh faktor lainnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa konsep diri berperan secara signifikan terhadapresiliensi pensiunan.Kata Kunci: Konsep Diri, Resiliensi, Pensiunan
Health Locus Of Control pada Perawat yang Merokok dan yang Tidak Merokok Putri Mandasari Dwi Jayanti; Rina Rahmatika
Jurnal Online Psikogenesis Vol 7, No 1 (2019): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v7i1.887

Abstract

Perawat sebagai tenaga kesehatan diharapkan memiliki perilaku yang sehat, namun masih terdapat pula perawat yang merokok. Merokok atau tidak merokok pada perawat terkait dengan bagaimana keyakinan akan pihak yang  mengontrol kesehatan diri mereka, atau biasa disebut sebagai health locus of control. Tujuan dari penelitian ini adalah peneliti ingin melihat perbedaan health locus of control antara perawat yang merokok dengan yang tidak merokok. Subjek penelitian adalah 92 perawat di Jakarta dengan rentang usia 21-30 tahun, diperoleh dengan metode incidental sampling. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur health locus of control adalah Multidimentional Health Locus of Control Form A. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pada dimensi chance dalam health locus of control pada perawat yang merokok dan tidak merokok dengan nilai t = 2,691 (p=0,0090,05), artinya perawat yang merokok lebih memiliki keyakinan bahwa kesehatannya dipengaruhi oleh keberuntungan atau takdir dibandingkan dengan perawat non perokok, sedangkan pada dimensi internal dan powerful others tidak terdapat perbedaan pada perawat yang merokok dan tidak merokok.
Asertivitas dan Penyesuaian Perkawinan pada Dewasa Awal di Aceh Tengah Gemilang Silemi Retiara
Jurnal Online Psikogenesis Vol 4, No 2 (2016): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v4i2.347

Abstract

Penyesuaian perkawinan merupakan proses membiasakan diri (adaptasi) dengan situasi baru sebagai suami istri dalam membentuk keluarga untuk memenuhi harapan dan tujuan perkawinan, serta menyelesaikan masalah yang muncul dalam perkawinan. Salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi penyesuaian perkawinan adalah berkomunikasi secara asertif. Ciri individu yang memiliki asertivitas adalah mampu menyatakan perasaan, keinginan, dan hak-haknya secara terbuka. Individu yang mampu berperilaku asertif akan mudah dalam menyesuaikan diri terutama dalam perkawinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asertivitas dengan penyesuaian perkawinan pada dewasa awal di Aceh Tengah. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah menggunakan teknik acak sederhana. Sampel penelitian adalah dewasa awal dengan kriteria usia 20 tahun hingga 39 tahun, usia pernikahan 4 bulan hingga 2 tahun, dan berdomisili di Aceh Tengah. Pengumpulan data dilakukan dengan mengunakan skala asertivitas sebanyak 16 pernyataan dan skala penyesuaian perkawinan sebanyak 20 pernyataan. Hasil analisis data menggunakan teknik korelasi pearson menunjukkan koefisien korelasi (r) sebesar 0,649 dengan nilai p = 0,000 (p0,01). Hal ini dapat diartikan bahwa terdapat hubungan positif antara asertivitas dengan penyesuaian perkawinan. Artinya semakin tinggi asertivitas maka semakin baik penyesuaian perkawinan atau sebaliknya.

Page 11 of 20 | Total Record : 192