cover
Contact Name
Sunu Bagaskara
Contact Email
sunu.bagaskara@yarsi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
melok.roro@yarsi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Journal Psikogenesis
  • Jurnal-Online-Psikogenesis
  • Website
Published by Universitas Yarsi
ISSN : 23033177     EISSN : 25977547     DOI : -
Jurnal Psikogenesis is a semiannualy publication produced by Fakultas Psikologi Universitas YARSI since 2012 (e-ISSN: 2597-7547, p-ISSN: 2303-3177). The journal reflects the wide application of all aspects of psychology related to health. It also addresses the social contexts in which psychological and health processes are embedded. The main emphasis of the journal is on original research, theoretical review papers, meta-analyses, and applied studies.
Arjuna Subject : -
Articles 192 Documents
Pengaruh Knowledge Sharing Behavior terhadap Perilaku Inovatif di Tempat Kerja pada Karyawan PT X dan PT Y Arum Etikariena
Jurnal Online Psikogenesis Vol 7, No 2 (2019): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v7i2.1126

Abstract

Inovasi dibutuhkan perusahaan guna tetap bertahan menghadapi persaingan di dunia usaha. Inovasi di perusahaan sendiri dilakukan oleh karyawan, sehingga penting bagi perusahaan untuk mengetahui hal-hal yang berpengaruh terhadap pengembangan inovasi individu. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan kapasitas inovasi adalah knowledge sharing behavior. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh knowledge sharing behavior terhadap perilaku inovatif di tempat kerja. Respondennya adalah karyawan PT X dan Y sejumlah 214 orang. Pengukuran knowledge sharing behavior menggunakan knowledge sharing behavior scale yang berjumlah 17 item. Perilaku inovatif di tempat kerja diukur menggunakan innovative work behavior scale berjumlah 9 item. Hasil utama penelitian menunjukkan bahwa knowledge sharing behavior berpengaruh secara siginifikan terhadap perilaku inovatif di tempat kerja (b = .69, t(214) = 13.99, p .01). Knowledge sharing behavior juga dapat secara signifikan menjelaskan proporsi varians skor perilaku inovatif di tempat kerja (R2 = .48, F = 195.61). Hal ini berarti bahwa 48% variasi skor perilaku inovatif dapat dijelaskan oleh skor knowledge sharing behavior. 
Hubungan antara Pembelajaran Observasional dengan Intensi Berwirausaha pada Mahasiswa Universitas Indonesia Dewi Kumalasari; Wustari Mangundjaya; Gagan Hartana
Jurnal Online Psikogenesis Vol 5, No 1 (2017): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v5i1.491

Abstract

Paparan model peran wirausahawan yang sukses merupakan salah satu faktor kunci dalam pembelajaran kewirausahaan dan perkembangan karir (Boyd Vozidis dalam Laviolette Radu, 2008). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pembelajaran observasional melalui model peran wirausaha dengan intensi berwirausaha pada mahasiswa Universitas Indonesia. Desain penelitian ini adalah studi lapangan dengan menggunakan accidental sampling sebagai metode pengambilan data. Partisipan penelitian ini terdiri dari 101 mahasiswa Universitas Indonesia dari 10 fakultas yang berada di kampus UI Depok. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pembelajaran observasional dengan intensi berwirausaha. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa dimensi motivasi merupakan dimensi yang paling besar memberikan kontribusi terhadap intensi berwirausaha diantara dimensi lain dari pembelajaran observasional.
Motif Bekerja dan Pengelolaan Pendapatan pada Perempuan Menikah yang Bekerja di Dalam Rumah Tangga Dual Earner: Studi Awal pada Perempuan Berprofesi sebagai Dosen Entin Nurhayati
Jurnal Online Psikogenesis Vol 7, No 2 (2019): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v7i2.1190

Abstract

Perempuan menikah dan bekerja, dengan sejumlah penghasilan yang diperolehnya, sedikit banyak berpengaruh terhadap bagaimana ia memporisiskan diri di dalam keluarga. Akses terhadap keputusan-keputusan keluarga, perasaan turut memberi andil pada setiap capaian keluarga, merupakan sedikit hal yang berubah ketika perempuan memiliki kontribusi ekonomi pada keluarga. Tulisan ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai motif yang mendasari perempuan bekerja dan bagaimana sebuah keluarga dual earner mengelola penghasilan yang digunakan untuk keluarga. Dua tema yang menurut penulis penting dalam memaknai penghasilan perempuan, sehingga memahaminya dapat bermanfaat dalam menjelaskan dinamika pengaruh penghasilan terhadap akses membuat keputusan atau power sharing di dalam keluarga. Studi ini dilakukan dengan metode fenomenologis, dan pengambilan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur. Wawancara dilakukan terhadap 5 orang perempuan bekerja sebagai dosen tetap perguruan tinggi swasta di Jakarta. Responden telah menikah, berpendidikan tinggi (S2), mempunyai anak dan tinggal serumah dengan suami. Hasil wawancara dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah dari Miles dan Huberman (1994). Hasil wawancara menunjukkan empat macam motif bekerja yaitu (1) sudah menjadi cita-cita, (2) rasa aman, (3) aktualisasi diri, dan (4) hasil proses sosialisasi. Sedangkan untuk pengelolaan keuangan diperoleh tiga macam pola yaitu (1) terdapat pembagian pos-pos pengeluaran antara suami dan istri, (2) pendapatan suami sebagai sumber utama pembiayaan kebutuhan keluarga, dan (3) pendapatan istri sebagai sumber utama pembiayaan kebutuhan keluarga. Dari ketiga macam pengelolaan motif keuangan tersebut, tampak responden merasa nyaman dan tidak menjadikan kontribusi finansial ini sebagai sarana bargaining dengan pasangan di dalam keluarga. Barangkali hal ini berasal dari motif bekerja yang bersifat intriksik, namun demikian hal ini masih perlu penggalian lebih lanjut.
Hubungan Antara Kepribadian Proaktif dan Perilaku Kerja Inovatif di BUMN X Retno Windiarsih; Arum Etikariena
Jurnal Online Psikogenesis Vol 5, No 2 (2017): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v5i2.501

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur hubungan antara kepribadian proaktif dan perilaku kerja inovatif. Penelitian dilakukan terhadap 135 karyawan BUMN X yang terdiri dari empat divisi kerja yang sedang mengembangkan inovasi pada aktivitas pekerjaannya. Pengukuran perilaku kerja inovatif mengacu pada alat ukur Skala Perilaku Kerja Inovatif dan terbukti reliabel (α= 0,97), sedangkan pengukuran kepribadian proaktif menggunakan alat ukur Skala Kepribadian Proaktif yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia dan terbukti reliabel (α=0,73). Hasil analisis Pearson’s Product Moment Correlation menunjukkan adanya hubungan antara kepribadian proaktif dan perilaku kerja inovatif (r=0,49, p 0,05). Dengan demikian, semakin tinggi kepribadian proaktif yang dimiliki karyawan, maka semakin tinggi intensitasnya dalam menampilkan perilaku kerja inovatif. Penelitian ini juga menemukan adanya hubungan yang signifikan antara faktor demografi berupa jenis kelamin dan masa kerja terhadap perilaku kerja inovatif.
Peran Dukungan Sosial Keluarga terhadap Motivasi Menjaga Kesehatan Melalui Aktivitas Fisik pada Lansia Rizka Ahadiningtyas Juliana Atmaja; Rina Rahmatika
Jurnal Online Psikogenesis Vol 5, No 2 (2017): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v5i2.506

Abstract

Individu yang telah lanjut usia (lansia) mengalami penurunan fungsi fisik seiring bertambahnya usia, oleh karena itu diperlukan dorongan untuk melakukan aktivitas fisik dalam menjaga kesehatan. Salah satu hal yang diperlukan adalah dukungan dari berbagai pihak seperti misalnya dukungan sosial keluarga. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui peran dari dukungan sosial keluarga terhadap motivasi menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik pada lansia. Partisipan penelitian ini berjumlah 101 orang lansia dengan kisaran usia 60-84 tahun (M=65,64; SD=5,973) di Jakarta. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah incidental sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Social Provisions Scale yang telah diadaptasi ke dalam  bahasa Indonesia, untuk mengukur dukungan sosial keluarga dan Health Motivation in Physical Activity sebagai alat ukur motivasi menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan sosial keluarga berperan signifikan terhadap motivasi menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik pada lansia (R²=0,072; p= 0,05). Hasil tersebut memiliki arti bahwa dukungan sosial keluarga memiliki peran sebesar 7,2% terhadap motivasi menjaga kesehatan terhadap lansia yang melakukan aktivitas fisik.
PENYUSUNAN SKALA KEPUTUSASAAN UNTUK PASIEN PENYAKIT KRONIS (Studi Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Terapi Hemodialisis) Riselligia Caninsti
Jurnal Online Psikogenesis Vol 1, No 1 (2012): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v1i1.5

Abstract

Abstract: The influence of hopelessness in one's life is seen when he facing a difficult situation, such as when he was diagnosed with a critical illness. This hopelessness scale was conducted for patients with chronic disease in order to help doctors, psychologists, nurses and other health practitioners to explore the psychological condition of patients associated with hopelessness. There for, they can provide appropriate treatment to maintain the emotional stability of the patient and enhance their potentials and capabilities. This hopelessness scale is based on the theory of Farran, Herth, Popovich who sees hopelessness in three components: 1) Affective component or how you feel, 2) Cognitive component or way of thinking, 3) Behavioral component or how to act. This study used quantitative approach. The participants in this research were patients with chronic renal failure undergoing hemodialysis therapy. They were selected by non probability sampling method: the purposive sampling. The reliability of hopelessness scale tested by used Cronbach Alpha through SPSS 17.0, with a reliability coefficient 0.973 for the entire test. It showed that 97.3% of the measuring instrument is derived from the true variance of hopelessness, while 2.7% is error variance (error that occur in the measurement).Keyword: hopelessness scale, chronic renal failure, hemodialysis therapy, reliability. Abstrak: Pengaruh keputusasaan dalam kehidupan seseorang terlihat ketika orang tersebut menghadapi situasi sulit, salah satunya ketika ia didiagnosa menderita penyakit kritis. Penyusunan skala keputusasaan yang ditujukan bagi pasien penyakit kronis bertujuan untuk membantu para dokter, psikolog, perawat dan praktisi kesehatan lainnya dalam menggali kondisi psikologis pasien yang terkait dengan keputusasaan. Dengan demikian, diharapkan para praktisi kesehatan mampu memberikan penanganan yang tepat untuk menjaga stabilitas emosi pasien, sekaligus mendorong potensi dan kemampuan pasien. Skala keputusasaan ini, disusun berdasarkan teori Farran, Herth, Popovich yang memandang keputusasaan dalam tiga komponen: 1) Affective component, yaitu cara merasakan sesuatu, 2) Cognitive component atau cara berpikir, 3) Behavioral component atau cara bertindak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan skala keputusasaan yang disusun pada penelitian ini. Subjek penelitian adalah pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisis. Subjek diambil berdasarkan metode non probability sampling, yaitu purposive sampling. Uji reliabilitas skala keputusasaan menggunakan Alpha Cronbach melalui program SPSS 17.0, dengan hasil koefisien reliabilitas sebesar 0.973 untuk keseluruhan tes, hal ini menunjukkan 97,3 % dari alat ukur ini berasal dari true variance keputusasan, sedangkan 2,7 % lainnya merupakan error variance (kesalahan yang terjadi dalam pengukuran).Kata Kunci: skala keputusasaan, gagal ginjal kronis, hemodialisis, reliabilitas.
Pengaruh Penggunaan Media Belajar Quipper School Terhadap Minat Belajar Matematika Pada Siswa Dwi Hurriyati; Desy Arisandy
Jurnal Online Psikogenesis Vol 6, No 2 (2018): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v6i2.702

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan media belajar quipper school terhadap minat belajar matematika pada siswa SMAN 15 Palembang. Hipotesa  dalam penelitian  adalah terdapat pengaruh penggunaan media belajar quipper school terhadap minat belajar matematika siswa. Subjek dari penelitian ini adalah siswa SMAN 15 Palembang sebanyak 90 orang. Sampel diambil dengan teknik purposive dimana peneliti hanya mengambil siswa yang memiliki skor matematika 65-70 pada ulangan hariam Matematika. Penelitian ini menggunakan teknik uji beda 2 kelompok independent untuk melakukan uji hipotesis. Hasil analisis data penelitian pada kelompok 1 menunjukkan ada perubahan minat yang signifikan setelah diberlakukan metode belajar Quipper School di SMAN 15 Palembang (t= -8.669, p 0.05). Hasil uji beda juga menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai Matematika siswa antara sebelum dan setelah mengikuti metode belajar Quipper School (t = -13.803, p 0.05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penggunaan media belajar Quipper School yang signifikan terhadap minat belajar matematika pada siswa SMAN 15 Palembang.
PENGARUH BODY DISSATISFACTION DAN SELF-ESTEEM DENGAN PERILAKU DIET MAHASISWI UNIVERSITAS “X” SERTA TINJAUAN DALAM ISLAM Rahmania Hanum; Entin Nurhayati; Siti Nur Riani
Jurnal Online Psikogenesis Vol 2, No 2 (2014): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v2i2.51

Abstract

Abstract. Diet is an effort to reduce or control the consumption of foods which aims to reduce or maintain body weight (Hawks, 2008). The initial survey showed 17 of the 30 students of the Faculty of Psychology YARSI on a diet and reduce the frequency of eating to get the more ideal body. This study aims to look at the effect of body dissatisfaction and self-esteem with dietary behaviors among girls. This research is expected to be useful and help young women to seek information on a healthy diet behavior and its relation to body dissatisfaction, and self-esteem. This study used 100 participants (students of “X” University) were determined by simple random sampling method. Measurements using 28 items of dietary behavior attitude scale, 34 items of BSQ scale and self-esteem scale adaptation of Heatherthon Polivy consists of 20 items. The results of this study using multiple regression analysis showed that: that body dissatisfaction and self-esteem affect dietary behavior University student "X" in Jakarta.Key Words: Body Dissatisfaction, Self-esteem, Dietary BehaviorAbstrak.Diet merupakan sebuah usaha untuk mengurangi atau mengontrol asupan makanan yang bertujuan untuk mengurangi atau mempertahankan berat badan sesuai dengan keinginan individu (Hawks, 2008). Survei awal yang dilakukan oleh peneliti terhadap 30 orang mahasiswa tingkat satu dan dua Fakultas Psikologi Universitas YARSI pada tahun 2011 menunjukkan prevalensi 17 orang melakukan diet dan mengurangi frekuensi makan dalam satu hari untuk mendapatkan tubuh yang lebih ideal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh antara body dissatisfaction dan self-esteem dengan perilaku diet pada remaja perempuan. Penelitian ini diharapkan bermanfaat dan membantu remaja perempuan dalam mencari informasi mengenai perilaku diet sehat dan kaitannya dengan body dissatisfaction, dan self-esteem. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswi Universitas “X” sebanyak 100 orang. Teknik pemilihan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu simple random sampling. Pengukuran menggunakan skala sikap perilaku diet terdiri dari 28 item, skala BSQ terdiri dari 34 item dan skala self-esteem adaptasi dari Heatherthon Polivy terdiri dari 20 item. Hasil dari penelitian ini dengan menggunakan analisis regresi berganda menunjukan bahwa: bahwa body dissatisfaction dan self-esteem mempengaruhi perilaku diet mahasiswi Universitas “X” di Jakarta.Kata Kunci: Body Dissatisfaction, Self-esteem, Perilaku Diet
Hubungan Antara Kepuasan Pernikahan Dengan Spiritualitas Pada Istri Bekerja Yang Berada Dalam Tahap Pernikahan Families With School Children Syafiyah Az Zahra; Riselligia Caninsti
Jurnal Online Psikogenesis Vol 4, No 2 (2016): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v4i2.351

Abstract

Istri bekerja yang berada pada tahap pernikahan families with school children (Oldest child 6-13 years) memiliki tugas-tugas dalam kehidupan rumah tangga dan tugas di pekerjaanya. Apabila tugas-tugas tersebut tidak mampu dilakukan secara seimbang, maka akan menyebabkan adanya konflik antara mengerjakan tugas di kantor dan tugas rumah tangga. Pada perempuan, intensitas terjadinya konflik tersebut lebih besar dibandingkan laki-laki. Konflik yang dialami istri, serta kurangnya dukungan dari suami menyebabkan istri bekerja mengalami kesulitan dalam membagi perannya. Kondisi tersebut dapat menyebabkan ketidakpuasan istri dalam pernikahan dan berujung pada perceraian. Pada kondisi ini, aspek agama atau spiritualitas dipandang sebagai hal yang penting dalam membantu seseorang melalui permasalahan dalam kehidupannya, khususnya kehidupan pernikahan. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepuasan pernikahan dengan spiritualitas pada istri bekerja yang berada pada tahap pernikahan Families with School Children. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner kepuasan pernikahan dan kuisioner spiritualitas. Subjek penelitian adalah 103 orang istri bekerja yang berdomisili di wilayah Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kepuasan pernikahan dengan spiritualitas (p = 0,563 0,05), baik untuk subjek yang memiliki kepuasan pernikahan tinggi dan subjek yang memiliki kepuasan pernikahan rendah. Hal ini bisa disebabkan adanya faktor-faktor lain yang berpengaruh dalam kepuasan pernikahan, seperti adanya subjektifitas dalam memandang spiritualitas.
Penerapan Token Economy dan Teknik Prompting untuk Meningkatkan Keterampilan Berpakaian pada Remaja dengan Disabilitas Intelektual Taraf Sedang Amanda Anggriani Kinasih; Ike Anggraika
Jurnal Online Psikogenesis Vol 7, No 2 (2019): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v7i2.761

Abstract

Anak dengan disabilitas intelektual memiliki masalah dengan fungsi adaptif, salah satunya ialah kemampuan bina diri. Salah satu kemampuan bina diri yang penting untuk dikuasai oleh anak adalah berpakaian secara mandiri, terutama bila anak sudah menginjak usia remaja, agar anak tidak lagi bergantung pada orang dewasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan berpakaian pada anak dengan disabilitas intelektual melalui program modifikasi perilaku. Keterampilan berpakaian diukur dengan durasi yang dibutuhkan anak untuk selesai mengenakan pakaian dengan tepat. Desain penelitian ini menggunakan single case experimental A-B design. Partisipan dari penelitian ini ialah seorang anak perempuan berusia 14 tahun 11 bulan dengan disabilitas intelektual level moderate. Teknik yang digunakan dalam program modifikasi perilaku ini ialah token economy serta prompting. Intervensi mencakup 3 sesi baseline, 15 sesi intervensi, serta 3 sesi follow-up. Data  dianalisis dengan membandingkan durasi yang dibutuhkan anak untuk berpakaian secara tepat sebelum dan setelah intervensi dilakukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat penurunan durasi berpakaian yang signifikan, yakni hampir 6 kali lebih cepat yaitu dari total 65 menit (tahap baseline) hingga total 11 menit (tahap follow-up) untuk 5 jenis pakaian. Hal tersebut menandakan bahwa anak lebih terampil dalam mengenakan pakaian tanpa bantuan dari orangtua.

Page 10 of 20 | Total Record : 192