cover
Contact Name
Sunu Bagaskara
Contact Email
sunu.bagaskara@yarsi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
melok.roro@yarsi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Journal Psikogenesis
  • Jurnal-Online-Psikogenesis
  • Website
Published by Universitas Yarsi
ISSN : 23033177     EISSN : 25977547     DOI : -
Jurnal Psikogenesis is a semiannualy publication produced by Fakultas Psikologi Universitas YARSI since 2012 (e-ISSN: 2597-7547, p-ISSN: 2303-3177). The journal reflects the wide application of all aspects of psychology related to health. It also addresses the social contexts in which psychological and health processes are embedded. The main emphasis of the journal is on original research, theoretical review papers, meta-analyses, and applied studies.
Arjuna Subject : -
Articles 192 Documents
Hubungan Antara Citra Tubuh Dengan Perilaku Konsumtif Pada Remaja Di Kota Banda Aceh Rahmi Rizky; Risana Rachmatan
Jurnal Online Psikogenesis Vol 4, No 2 (2016): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v4i2.349

Abstract

Berbagai perubahan yang dialami pada masa remaja menyebabkan remaja menjadi sangat memperhatikan citra tubuh mereka dan melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan penampilannya. Salah satu upaya remaja dalam meningkatkan penampilan adalah dengan melakukan perilaku konsumtif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh dengan perilaku konsumtif pada remaja di Kota Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah kuota sampling dengan jumlah sampel sebanyak 300 remaja yang diambil sesuai dengan ciri-ciri tertentu hingga mencapai jumlah yang dibutuhkan. Terdapat dua alat ukur yang digunakan, yaitu Kuesioner Multidimensional Body Self Relations Questionnaire - Appearance Scale (MBSRQ-AS) yang mengacu pada teori Cash (2002) terdiri dari 34 aitem dan Skala Perilaku Konsumtif disusun oleh peneliti mengacu pada teori Lina dan Rosyid (dalam Petova, 2012) terdiri dari 17 aitem. Hasil analisis data menggunakan teknik korelasi Pearson menunjukkan koefisien korelasi (r) sebesar 0,032 dengan nilai p = 0,002 (p 0,05). Berdasarkan hasil tersebut maka hipotesis yang diajukan diterima. Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara citra tubuh dengan perilaku konsumtif pada remaja di Kota Banda Aceh, hasil ini berbeda dengan beberapa hasil penelitian sebelumnya yang menunjukkan hubungan negatif.
Hubungan antara Pengendalian Diri, Harga Diri, dan Adiksi Game Online pada Pemain Game Online di Indonesia Defryansyah Amin
Jurnal Online Psikogenesis Vol 7, No 2 (2019): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v7i2.1133

Abstract

Objektif. Studi ini bertujuan untuk melihat gambaran hubungan antara harga diri, pengendalian diri, dan adiksi game online pada pemain game online di Indonesia.Metode. Total dari 230 pengguna game online Total partisipan sebanyak 230 partisipan termasuk 147 laki-laki (63,91%) dan 83 perempuan (36,08%), dengan rata-rata umur 20-24 tahun berpartisipasi dalam penelitian dan diminta untuk mengisi self report menggunakan kuesioner online. Kuesioner yang digunakan terkait data demografi dan karakteristik sampel, alat ukur adiksi game online (dimodifikasi dari alat ukur Internet Addiction dari Young, 1998), alat ukur harga diri (Rosenberg Self Esteem Scale), dan Alat ukur self control (Brief Self Control Scale). Hasil. Penelitian bertujuan untuk melihat gambaran hubungan antara ketiga variabel, yaitu harga diri, pengendalian diri, dan adiksi game online. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, ditemukan bahwa variabel Self control memiliki hubungan negatif yang signifikan terhadap adiksi game online (r= -.508, p= .00**) Variabel self esteem memiliki hubungan positif yang signifikan terhadap self control (r= 0,488, p= 0,00**). Sedangkan untuk variabel self esteem tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap adiksi game online (r= .320, p=.102*). Jika ditinjau dari persentase pengaruh tiap variabel self esteem dan self control terhadap variabel adiksi game online, didapatkan nilai korelasi kedua variabel self esteem dan self control sebesar R2=0,267, p0,05**. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa bahwa 26,7% varians dari adiksi game online dapat dijelaskan oleh variabel self esteem dan self control dan 73.3% varians dari adiksi game online dijelaskan oleh faktor lain.
Efektivitas Self Monitoring untuk Meningkatkan Perilaku On-Task pada Anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder Ezra Dessabela Isnannisa; Rini Hildayani
Jurnal Online Psikogenesis Vol 7, No 2 (2019): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v7i2.757

Abstract

Salah satu fitur utama anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah kesulitan dalam mempertahankan perhatian. Hal itu berdampak pada kemampuan anak untuk mempertahankan perilaku on-task pada situasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas penerapan teknik self monitoring dalam meningkatkan perilaku on-task pada anak dengan ADHD. Penelitian ini menggunakan single subject design dengan desain penelitian A-B. Partisipan dalam penilitian ini merupakan anak laki-laki berusia 9 tahun dengan ADHD predominantly inattentive. Penerapan self monitoring disertai pula dengan pembuatan self graph dan pemberian reinforcement. Evaluasi hasil penelitian dilakukan dengan membandingkan data saat sebelum dan setelah pemberian intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mempertahankan perilaku on-task yang signifikan, yaitu 25-35% sebelum pemberian intervensi menjadi 75-90% dari total durasi belajar selama 60 menit setelah pemberian intervensi.
Hubungan Antara Kecerdasan Emosi Dengan Stres Kerja Pada Perawat Devy Yurista; Abu Bakar; Mirza Mirza
Jurnal Online Psikogenesis Vol 5, No 1 (2017): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v5i1.495

Abstract

Perawat merupakan tenaga kesehatan paling lama yang berhubungan dengan pasien, berhadapan dengan pasien yang penyakitnya beragam dan tuntutan pekerjaan dapat menjadi salah satu sumber stres yang kuat pada perawat dalam bekerja sehingga dibutuhkan kecerdasan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosi dengan stres kerja pada perawat di Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan dan evaluasi bagi pihak Rumah Sakit Jiwa dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan menerapkan kecerdasan emosi dalam menurunkan stres kerja pada perawat. Subjek penelitian adalah 100 perawat yang terlibat langsung dalam memberikan asuhan keperawatan jiwa pada pasien. Metode pengumpulan data menggunakan skala kecerdasan emosi sebanyak 29 aitem dan skala stres kerja 33 aitem yang disusun sendiri oleh peneliti. Analisa data menggunakan teknik korelasi Pearson dari statistik parametrik dengan koefisien korelasi r = −0. 584 dan p = 0.00, (p 0.01). Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi negatif signifikan antara kecerdasan emosi dengan stres kerja pada perawat yang berarti semakin tinggi kecerdasan emosi maka semakin rendah stres kerja, begitu pula sebaliknya semakin rendah kecerdasan emosi maka semakin tinggi stres kerja yang dialami oleh perawat tersebut.
Hubungan Antara Persahabatan dan Kecerdasan Emosi dengan Kepuasan Hidup Remaja Agoes Dariyo
Jurnal Online Psikogenesis Vol 5, No 2 (2017): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v5i2.505

Abstract

Kepuasan hidup sebagai konsep yang sangat menarik perhatian dari para ahli psikologi untuk diteliti dalam konteks remaja Indonesia (Diponegoro, 2004; Afiatin, 2013). Kepuasan hidup merupakan konsep kebahagiaan yang ditandai dengan pemenuhan kebutuhan berbagai aspek hidup (Diener, at al,  1999; Oishi, Schimmack Diener, 2001; Afiatin, 2013). Penelitian ini hendak mengetahui mengenai hubungan antara persahabatan dan kecerdasan emosi dengan kepuasan hidup remaja. Penelitian ini melibatkan 235 orang remaja (M = 19, 5; SD = 2.15883). Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner yaitu persahabatan, kecerdasan emosi dan kepuasan hidup. Teknik analisis data dengan menggunakan uji korelasi Kendal’s tau dan ditemukan ada hubungan signifikan antara persahabatan dengan kepuasan hidup remaja,  ada hubungan signifikan antara kecerdasan emosi dengan kepuasan hidup remaja, dan ada hubungan signifikan antara persahabatan dengan kecerdasan emosi remaja. Selanjutnya, hasil penelitian didiskusikan dalam tulisan ini.
Hubungan Psychological Capital Dan Perilaku Kerja Inovatif Di Industri Kreatif: Studi Pada Karyawan Perusahaan Xyz Dila Fitriza Rulevy; Endang Parahyanti
Jurnal Online Psikogenesis Vol 4, No 1 (2016): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v4i1.521

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui gambaran mengenai hubungan antara psychological capital dan perilaku kerja inovatif di industri kreatif perusahaan XYZ. Hal ini didasari oleh perkembangan industri kreatif yang mengalami peningkatan pada beberapa tahun belakangan, sehingga dibutuhkannya inovasi. Pendekatan psychological capital dapat dilakukan untuk unggul dalam kompetisi berkelanjutan yang didasarkan pada fakta bahwa kebanyakan organisasi saat ini tidak menyadari potensi penuh dari sumber daya manusianya. Psychological capital  dapat menjadi salah satu faktor internal yang berperan terhadap perilaku kerja inovatif yang merupakan inovasi pada tingkat individu. Pengukuran psychological capital menggunakan alat ukur Psychological Capital Questionaire (PCQ-12) yang disusun oleh Luthans, Youssef, dan Avolio (2007). Pengukuran perilaku kerja inovatif menggunakan alat ukur Innovative Work Behavior Scale (IWB Scale) yang disusun oleh Janssen (2000) dan telah diadaptasi oleh Damayanti (2013). Partisipan penelitian berjumlah 398 karyawan perusahaan XYZ. Melalui teknik statistik Pearson Correlation, diketahui bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara psychological capital dan perilaku kerja inovatif (r = 0.448, n = 398, p 0.01, two tailed).Kata kunci: perilaku positif organisasi, psychological capital, perilaku kerja inovatif, industri kreatif
EFEKTIVITAS PROGRAM PELATIHAN ORANG TUA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI MENULIS PADA SISWA LAMBAT BELAJAR (SUATU STUDI KASUS) Sari Zakiah Akmal; Tjut Rifameutia Ali-Nafis; Patricia Adam
Jurnal Online Psikogenesis Vol 2, No 1 (2013): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v2i1.39

Abstract

Abstract:Slow learner has limited intellectual abilities, they need more time to learn. They tend to lack of academic motivation because of their academic failure experiences (Kaznowski, 2004; Shaw, 2008). Their capability can be more optimal if they supported by good motivation (Reddy, Ramar Kusuma, 2006). There are some ways to improve students motivation, one of them is involving parent through parent training program. Effective parent training programs change not only parent’s behavior, but also children’s behavior (Matthews Hudson, 2001). This study aims to test the effectiveness of parent training program to improve student motivation (throught motivation contract, reinforcement: tokens, praise and positive feedback). This is single cas study using A-B-A research design. An intervention was design for I, a slow learner who had low motivation in handwriting. Qualitative analysis applied to measure change of behavior before (pre-test) and after intervention (post-test). It shows that parent training program effective in changing parent’s behavior, but less effective in changing children’s behavior.Key words: parent training progmam, motivation, slow learner, handwriting.Abstrak:Siswa lambat belajar memiliki keterbatasan kemampuan intelektual, sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk belajar. Mereka mengalami masalah motivasi karena sering mengalami kegagalan (Kaznowski, 2004). Jika didukung dengan motivasi yang baik, kemampuan anak lambat belajar bisa lebih optimal (Reddy, Ramar Kusuma, 2006). Intervensi guna meningkatkan motivasi anak lambat belajar perlu dilakukan, salah satunya dengan melibatkan orang tua. Program pelatihan orang tua yang efektif, dapat mengubah perilaku orang tua dan anak (Matthews Hudson, 2001). Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas program pelatihan orang tua untuk meningkatkan motivasi anak (melalui kontrak belajar, penguatan perilaku: token, pujian dan umpan balik positif). Penelitian dilakukan pada seorang anak lambat belajar yang memiliki motivasi rendah dalam menulis dengan menggunakan disain penelitan A-B-A. Setelah dilakukan analisis perbandingan hasil pre-test dan post-test, diketahui bahwa program yang diberikan efektif mengubah perilaku orang tua, namun belum efektif mengubah perilaku anak.Kata kunci: program pelatihan orang tua, motivasi, lambat belajar, menulis.
Resiliensi Trauma dan Gejala Posttraumatic Stress Disorder (PTSD) pada Dewasa Muda yang Pernah Terpapar Kekerasan Renada Gita Paramitha; Chandradewi Kusristanti
Jurnal Online Psikogenesis Vol 6, No 2 (2018): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v6i2.701

Abstract

Individu dewasa awal yang pernah terpapar kekerasan berisiko mengulangi kembali peristiwa kekerasan yang pernah  mereka alami atau saksikan, mereka juga berisiko mengalami trauma yang berkembang menjadi PTSD (Posttraumatic Stress Disorder). Di sisi lain, individu yang resilien mampu menjaga fungsi fisik dan psikologisnya serta mampu beradaptasi secara positif setelah terpapar peristiwa traumatis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gejala PTSD dengan resiliensi terhadap trauma pada individu dewasa awal yang pernah terpapar kekerasan. Karakteristik penelitian ini adalah individu dewasa awal yang pernah terpapar kekerasan dan terindikasi mengalami gejala PTSD. Dalam penelitian ini, alat ukur PTSD Checklist – Civilian Version (α = 0.969) digunakan untuk mengukur gejala PTSD dan alat ukur Trauma Resilience Scale  (α = 0.974) digunakan untuk mengukur resiliensi terhadap trauma. Pengujian menggunakan Pearson Product Moment menemukan adanya korelasi signifikan antara gejala PTSD dengan resiliensi terhadap trauma (p0.01, r=-.564) pada partisipan (n = 131). Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya bagi institusi ataupun praktisi yang berminat dalam pemulihan trauma untuk mulai mengembangkan program intervensi yang berfokus pada peningkatan resiliensi trauma bagi penyintas kekerasan.
Peran Dukungan Suami Terhadap Kecenderungan Depresi Paska Melahirkan Adinda Amalia; M. Ramadhana; Andi Tenri Faradiba
Jurnal Online Psikogenesis Vol 7, No 1 (2019): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v7i1.872

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dukungan suami terhadap kecenderungan depresi paska melahirkan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan alat ukur yang digunakan adalah Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) untuk mengukur depresi paska melahirkan dan Postpartum Social Support Questionnaire (PSSQ) untuk mengukur dukungan suami. Partisipan dalam penelitian ini adalah wanita yang sudah pernah melahirkan dan memiliki anak usia maksimal 1 tahun di wilayah Bogor dan Depok. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear sederhana. Hasilnya menunjukkan dukungan suami berkontribusi signifikan (R2=0,044; p0,05) terhadap kecenderungan depresi paska melahirkan.
Hubungan Psychological Well-Being dengan Loneliness pada Mahasiswa yang Merantau Cindy Frencya Halim; Agoes Dariyo
Jurnal Online Psikogenesis Vol 4, No 2 (2016): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v4i2.344

Abstract

Pada zaman sekarang, banyak mahasiswa merantau demi menempuh pendidikan yang lebih baik. Hal tersebut terjadi karena penyebaran pendidikan yang belum merata di Indonesia, pendidikan yang baik banyak terdapat di Pulau Jawa. Perpindahan ke lingkungan baru dapat menyebabkan mahasiswa tersebut mengalami perasaan loneliness. Pada beberapa penelitian sebelumnya, terlihat adanya hubungan pada psychological well-being dengan loneliness. Jadi penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara psychological well-being dengan loneliness pada subyek yang berbeda yaitu mahasiswa rantau. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan teknik pengambilan data accidental sampling. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa rantau berusia 18-21 tahun di Jakarta. Alat ukur penelitian ini adalah dengan menggunakan kuisioner psychological well-being berdasarkan skala Ryff dan alat ukur loneliness. Kuisioner dibagikan kepada 405 orang responden dengan laki-laki sebanyak 108 orang dan perempuan 297 orang yang mewakili mahasiswa yang merantau di Jakarta. Berdasarkan hasil olah data dengan menggunakan SPSS 22.00 ditemukan bahwa korelasi antara psychological well-being dengan loneliness (r= -0.659; p=0.0000.005) yang berarti terdapat hubungan negatif yang signifikan antara psychological well-being dengan loneliness. Setiap dimensi psychological well-being juga memiliki hubungan yang negatif dan signifikan terhadap loneliness.

Page 9 of 20 | Total Record : 192