cover
Contact Name
Sunu Bagaskara
Contact Email
sunu.bagaskara@yarsi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
melok.roro@yarsi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Journal Psikogenesis
  • Jurnal-Online-Psikogenesis
  • Website
Published by Universitas Yarsi
ISSN : 23033177     EISSN : 25977547     DOI : -
Jurnal Psikogenesis is a semiannualy publication produced by Fakultas Psikologi Universitas YARSI since 2012 (e-ISSN: 2597-7547, p-ISSN: 2303-3177). The journal reflects the wide application of all aspects of psychology related to health. It also addresses the social contexts in which psychological and health processes are embedded. The main emphasis of the journal is on original research, theoretical review papers, meta-analyses, and applied studies.
Arjuna Subject : -
Articles 192 Documents
Efikasi Diri dalam Keputusan Karier: Mediator antara Parental Career- Related Behavior dan Vocational Exploration Commitment pada Pilihan Karir Remaja Puji Lestari Suharso
Jurnal Online Psikogenesis Vol 7, No 1 (2019): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v7i1.1011

Abstract

Penelitianini bertujuanuntukmelihatperan efikasidiridalamkeputusankarier sebagai mediator antara parental career-related behavior danvocational exploration commitment pada pilihan karier remaja. Penelitian inimerupakan penelitiankuantitatifyang melibatkan siswaSMA diJakarta Selatan sebanyak N=315 partisipan. Vocational exploration commitment diukur dengan Commitment to Career Choice Scale (CCCS), untuk dimensivocational, efikasidiri dalam keputusan karierdiukurdengan Career Decision Self-Efficacy Short Form(CDSE-SF),sertauntuk persepsi anak terhadap perilaku orang tua terkait karier diukurdengan Parental Career-Related Behaviors (PCB). Untuk analisis regresi bergandadigunakanprogramSPSSdanPROCESSHAYES,untukmengujihipotesispenelitian.Hasilpenelitianmenunjukkanbahwaparental career-related behaviors yang mendukung, ikut campur, dan kurangterlibatberpengaruhsignifikanpadakomitmenterhadapvocational exploration and commitment melalui efikasi diri dalam pengambilan keputusan karier (p0,05). Hasil penelitianini menunjukkanpentingnyadukunganorangtuaterhadappersiapankarierremajasehinggamerekalebihyakinakankemampuannyadalamkeputusankariernya,sehingga dapatlebihberkomitmen terhadappilihankariermereka.Penelitianini memilikiketerbatasankarenatidakmembedakanantara peran ayah dan ibu pada pengukuran parental career-related behaviors, oleh karena itu dalam penelitian selanjutnya diharapkan dapat membedakan kedua peran tersebut.
Pengaruh Kepribadian Tangguh terhadap Perilaku Kerja Inovatif pada Karyawan PT X Arum Etikariena
Jurnal Online Psikogenesis Vol 7, No 2 (2019): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v7i2.1127

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh kepribadian tangguh terhadap perilaku kerja inovatif pada karyawan perusahaan BUMN yang bergerak pada bidang manufaktur kapal. Sebagai BUMN, perusahaan X memiliki peranan penting untuk mendukung program kerja pemerintah, inovasi diperlukan agar dapat memproduksi barang secara efisien dengan kualitas terbaik. Terdapat 121 responden dalam penelitian ini. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan Skala Perilaku Kerja inovatif (2000) dan Dispositional Resilience Scale-15 (2007). Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah korelasi Pearson Product Moment dan simple regression. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kepribadian tangguh secara signifikan berhubungan dengan perilaku kerja inovatif (r = 0.40; p 0.01). Dengan hasil ini, analisis lanjutan menunjukkan bahwa kepribadian tangguh memiliki pengaruh sebesar 16.6% pada munculnya perilaku kerja inovatif (R2=0.16, F(1,120)=26.44, p0.01). Hasil tersebut memiliki arti bahwa 16.6% perilaku kerja inovatif dipengaruhi oleh kepribadian tangguh, dan 83.4% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain.
Hubungan Antara Self-Esteem dengan Smartphone Addiction pada Remaja SMA di Kota Banda Aceh Sri Mulyana; Afriani Afriani
Jurnal Online Psikogenesis Vol 5, No 2 (2017): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v5i2.499

Abstract

Smartphone addiction merupakan fenomena yang rentan terjadi pada remaja, dan memberikan dampak buruk terhadap perkembangan fisik dan psikologis mereka. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya smartphone addiction pada remaja adalah harga diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara harga diri dengan smartphone addiction pada remaja Sekolah Menengah Atas di Kota Banda Aceh. Sebanyak 336 remaja dari 4 sekolah di kota Banda Aceh dipilih sebagai subjek dalam penelitian ini menggunakan teknik multistage cluster dan disproportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Rosenberg Self Esteem Scale dan Smartphone Addiction Scale Short Version. Analisis data menggunakan teknik korelasi pearson menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan negatif antara harga diri dengan smartphone addiction (r = -0,145, p0,05). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi skor harga diri maka semakin rendah skor pada smartphone addiction pada remaja SMA di Banda Aceh, demikian pula sebaliknya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa remaja dengan harga diri tinggi memiliki kemungkinan yang lebih rendah untuk  mengalami smartphone addiction.
Peran Moderasi Adaptasi Akademik pada Hubungan antara Performa Akademik dan Kecurangan Akademik Mahasiswa Universitas Indonesia Saat PJJ Muhammad Imam Shiddiq; Eva Septiana
Jurnal Online Psikogenesis Vol 9, No 2 (2021): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v9i2.1801

Abstract

Fenomena kecurangan akademik di jenjang pendidikan tinggi seperti Universitas Indonesia kenyataannya masih terjadi dengan adanya data yang menunjukkan bahwa Mahasiswa Universitas Indonesia melakukan kecurangan akademik karena berbagai faktor seperti nilai/performa akademik dan beradaptasi dengan sistem akademik perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efek moderasi adaptasi akademik pada hubungan antara performa akademik dengan kecurangan akademik pada 350 mahasiswa program sarjana pada 14 fakultas di Universitas Indonesia selama menjalani masa pembelajaran jarak jauh (PJJ). Penelitian ini dilaksanakan secara daring dengan menggunakan Kuesioner Kecurangan Akademik, Indeks Prestasi Semester saat diberlakukannya PJJ (Genap TA. 2019/2020), dan Academic Adjustment Questionnaire. Hasil analisis Pearson Correlation dan regresi PROCESS Model 1 Hayes menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara variable performa akademik dan variable kecurangan akademik, serta variable adaptasi akademik memiliki efek yang signifikan dalam menguatkan hubungan kedua variabel sebelumnya. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan masyarakat umum mengenai kecurangan akademik di Universitas Indonesia dan pengembangan penelitian terkait topik pendidikan tinggi di Indonesia. 
Identitas Moral sebagai Moderator Pengaruh antara Moral Disengagement dengan Kecurangan Eva Septiana; Ishaq Mahmudil Hakim
Jurnal Online Psikogenesis Vol 9, No 2 (2021): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v9i2.1417

Abstract

Kecurangan merupakan fenomena negatif yang terjadi di berbagai konteks. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan apakah kecurangan dapat dipengaruhi oleh moral disengagement dan pengaruh tersebut dapat dimoderasi oleh identitas moral. Sebanyak 213 orang mahasiswa dari 7 universitas di Indonesia mengikuti penelitian ini. Peneliti mengukur kecurangan dengan Tugas Matriks Angka yang pernah digunakan oleh Bloodgood, Turnley, dan Mudrack (2008); Gino, Ayal, dan Ariely (2009). Moral disengagement diukur menggunakan adaptasi dari Moral Disengagement Scale yang dirancang oleh Detert, Treviño, dan Sweitzer (2008). Identitas moral diukur dengan adaptasi dari Moral Identity Questionnaire yang dikembangkan Black dan Reynolds (2016). Penelitian ini menemukan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan moral disengagement terhadap kecurangan (odds ratio = 1,111; n = 213; p 0,05; two-tailed). Peneliti menduga salah satu penyebab hasil tidak terdapat pengaruh signifikan moral disengagement terhadap kecurangan karena variabel moral disengagement sangat bergantung pada variabel lain. Lebih lanjut, identitas moral tidak memoderasi pengaruh moral disengagement terhadap kecurangan (odds ratio = -1,140; p 0,05; two-tailed). Hasil ini diduga karena adanya dampak dari peran yang dijalani oleh partisipan. Pada penelitian ini, ada kemungkinan partisipan menganggap dirinya menjalani peran sebagai mahasiswa sehingga mereka tidak melakukan kecurangan. Kesimpulannya tinggi rendahnya tingkat moral disengagement seseorang tidak berdampak pada tingkat kecurangan yang terjadi. Sementara itu, hasil analisis interaksi antara moral disengagement dan identitas moral tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Dengan kata lain, identitas moral tidak memoderasi pengaruh moral disengagement terhadap kecurangan. Perlu dilakukannya konstruksi alat ukur moral disengagement dan identitas moral pada situasi dan konteks yang diinginkan untuk meningkatkan ketepatan data.
Hubungan Antara Human Animal Bond dengan Tingkat Stres Pada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang Memiliki Hewan Peliharaan Injilitha Priscilia Ezra Wilar; Krismi Diah Ambarwati
Jurnal Online Psikogenesis Vol 9, No 2 (2021): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v9i2.1881

Abstract

Hubungan Antara Self Control Dengan Nomophobia pada Mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana Citra Wira Sapulete; Krismi Diah Ambarwati
Jurnal Online Psikogenesis Vol 9, No 2 (2021): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v9i2.1883

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Tujuan dari penelitian adalah untuk melihat hubungan antara self control dengan nomophobia pada mahasisiwi Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana. Adapun hipotesis penelitian yang diajukan dalam penelitian ini, yakni ada hubungan yang negatif dan signifikan antara self control dengan nomophobia pada mahasiswi Universitas Kristen Satya Wacana. Total partisipan dalam penelitian ini sebanyak 213 mahasisiwi dengan menggunakan teknik sampling purposive. Pengumpulan data dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner secara online melalui google form. Terdapat dua alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Self Control Scale (SCS) yang dibuat oleh  Tangney,  Baumeister Boone (2004) dengan skor reliabilitas sebesar 0,839. Selain itu ada Nomophobia Questionnaire (NMP-Q) yang dibuat oleh Yildirim (2014) dengan skor reliabilitas sebesar 0,924. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah terdapat hubungan negatif dan signifikan antara self control dan nomophobia (rxy= -0,372; 0,00 p0,05). Dengan demikian, bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima.. 
Bagaimana Menerapkan Acceptance and Commitment Therapy (ACT) dalam Masa Pandemi Covid-19: Sebuah Tinjauan Sistematis Irene Angela; Marselius Sampe Tondok
Jurnal Online Psikogenesis Vol 9, No 2 (2021): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v9i2.1938

Abstract

Acceptance and commitment therapy (ACT) merupakan intervensi yang dapat diterapkan secara individual maupun kelompok; secara langsung atau online. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi informasi perlu dilakukan kajian tentang ACT jika diterapkan secara online, terutama pada konteks Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas penerapan ACT baik yang dilakukan secara individual atau kelompok; langsung atau melalui program online. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review pada artikel jurnal yang memenuhi kriteria baik kriteria inklusi maupun kriteria eksklusi. Hasil review terhadap 11 artikel jurnal yang terpilih menunjukkan bahwa ACT dapat diterapkan melalui pertemuan tatap muka (offline) maupun online dengan kelebihan dan keterbatasan masing-masing. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, dengan mempertimbangkan kelebihan dan keterbatasan pendekatan individual dan kelompok atau metode offline dan online, terapis dapat memodifikasi ACT menjadi metode campuran (blended methods) antara metode individual – kelompok serta metode offline – online, dengan memperhatikan faktor lain seperti jumlah sesi/durasi terapi, dan ketaatan klien dalam menjalani program.
Psychology of Breastfeeding: From Self Narration to Digital Technology Ade Iva Murty; Safira Binar Anjani
Jurnal Online Psikogenesis Vol 9, No 2 (2021): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v9i2.2077

Abstract

Background: Breastfeeding has been a very precious source for the development of infants and children. Generally, most of the studies about breastfeeding come from a medical knowledge point of view. However, the process of sustaining exclusive breastfeeding is not an easy task for a mother. As breastfeeding involves a mother's decision-making process, the study explores how mothers live in a megapolitan area, preserving exclusive breastfeeding until baby 6 months old and partially continued up to 2 years old. Psychology emphasizes individual (psychological) and macro factors which have a significant role in enabling exclusive breastfeeding.   Methodology: The study methodology was qualitative with case study type. Methods of data collection were an in-depth interview and on-the-spot interview observation. We have interviewed 4  participants. All of them are urban mothers (women live in megapolitan areas of Jakarta Greater Area or JABODETABEK). Age ranges from 20 to 40 years old, with at least an experience of exclusive breastfeeding and the child’s age currently not more than 12 years old. 2 out of 4 participants are working mothers, who have to strive every day between domestic and work domain.Result: All 4 research subjects are typically kind of “pejuang ASI” (breastfeeding warrior), a term used for representing a maternal woman who fights hard to breastfeed, as the best nutrition for a baby. It was shown that psychological processes of preserving exclusive breastfeeding of an urban mother significantly reflect the role of self-narration around the perception of breastfeeding as part of “natural mother” schema and how digital technology helps a mother to get more support and solve breastfeeding and baby’s problems.Conclusion:  First Mother’s schema about breastfeeding and attachment to the baby are important to motivate her to maintain exclusive breastfeeding. we need to know how her schema about breastfeeding and her attachment to the baby.  Second, it is important to identify her skills and knowledge on using digital technology diligently, for a more productive and comfortable process of delivering the best nutrition for the baby. 
Hubungan Self-compassion dengan Infertility-related stress pada dewasa awal yang mengalami infertilitas Assrid Assrid; Diah Widiawati Retnoningtias; I Rai Hardika
Jurnal Online Psikogenesis Vol 9, No 2 (2021): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v9i2.2135

Abstract

Keluarga bahagia berkaitan erat dengan masalah keturunan, namun tidak semua pasangan suami istri dapat memiliki keturunan dengan mudah karena kondisi infertilitas. Infertilitas bukan hanya berpengaruh pada pernikahan tetapi juga dapat menyebabkan psychological crisis berupa stres yang disebut infertility-related stress. Oleh karena ini perlu suatu tindakan dari diri sendiri untuk mengatasi stresor infertilitas. Self-compassion merupakan bentuk kemampuan individu dalam mengatasi stres dengan cara lebih adaptif. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan self-compassion dengan infertility-related stress pada dewasa awal yang mengalami infertilitas di Bali.  Metode penelitian adalah metode kuantitatif dengan tipe korelasional. Jumlah partisipan penelitian ini sebanyak 119 orang yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran infertility-related stress dengan alat ukur yang diadaptasi dari Copenhagen Multi-Centre Psychosocial Infertility-Fertility Problem Stress Scale (COMPI-FPSS). Pengukuran self-compassion dengan Self Compassion Scale (SCS) yang sebelumnya sudah diadaptasi. Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara self-compassion dengan infertility-related stress pada dewasa awal yang mengalami infertilitas di Bali. Pada penelitian ini didapatkan bahwa self-judgment, isolation, dan over-identification memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan infertility-related stress