cover
Contact Name
Sunu Bagaskara
Contact Email
sunu.bagaskara@yarsi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
melok.roro@yarsi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Journal Psikogenesis
  • Jurnal-Online-Psikogenesis
  • Website
Published by Universitas Yarsi
ISSN : 23033177     EISSN : 25977547     DOI : -
Jurnal Psikogenesis is a semiannualy publication produced by Fakultas Psikologi Universitas YARSI since 2012 (e-ISSN: 2597-7547, p-ISSN: 2303-3177). The journal reflects the wide application of all aspects of psychology related to health. It also addresses the social contexts in which psychological and health processes are embedded. The main emphasis of the journal is on original research, theoretical review papers, meta-analyses, and applied studies.
Arjuna Subject : -
Articles 192 Documents
Penerapan Teknik Cognitive Behaviour Group Therapy dalam Meningkatkan Perilaku Asertif pada Remaja Awal Fachrun Naja Maulidia; Efriyani Djuwita
Jurnal Online Psikogenesis Vol 9, No 1 (2021): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v9i1.1810

Abstract

Asertif adalah salah satu aspek krusial yang mempengaruhi kemampuan interaksi sosial pada remaja. Kendati demikian, beberapa masalah mengenai perilaku asertif sering kali ditemui terutama di lingkungan sekolah. Guru sering kali mengeluhkan siswa cukup pasif selama pembelajaran. Sementara itu, siswa lainnya ditemukan sering berkomunikasi secara agresif hingga terlibat dalam pertengkaran. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan memberikan pelatihan asertif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektivitas Penerapan Cognitive Behaviour Group Therapy (CBGT) dalam meningkatkan perilaku asertif pada remaja awal. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimental dengan model one group pretest–posttest design. Pada penelitian ini terdapat 7 sesi pertemuan termasuk follow-up yang setiap sesinya menghabiskan waktu sekitar 45-60 menit. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 7 siswa sekolah dasar (SD) dengan kisaran usia 11-13 tahun. Pengukuran efektivitas dalam penelitian ini menggunakan alat ukur assertiveness formative questionnaire dan rating berupa penilaian partisipan dalam melakukan perilaku asertif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan Cognitive Behaviour Group Therapy (CBGT) efektif dalam meningkatkan perilaku asertif pada remaja awal terutama pada aspek kognitif yang berkaitan dengan pengetahuan dan persepsi (penialain) partisipan.
Efektivitas Pelatihan Berpikir Positif untuk Meningkatkan Optimisme pada Anak Binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Leli Nailul Muna; Fuad Nashori; Indahria Sulistyarini
Jurnal Online Psikogenesis Vol 8, No 2 (2020): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v8i2.1399

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan berpikir positif dalam meningkatkan optimisme pada anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak, Jawa Tengah. Optimisme adalah keyakinan bahwa keyakinan bahwa hal-hal baik akan lebih sering terjadi daripada hal-hal buruk, sehingga individu percaya bahwa sesuatu akan berjalan sesuai dengan harapan. Pelatihan berpikir positif mengacu pada teori ABCDE dari Seligman (2006). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan pretest dan postest yang diterapkan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (pretest postest with control group design). Pemilihan subjek penelitian ditetapkan dengan menggunakan metode matching. Subjek penelitian berjumlah 18 anak laki-laki yang berusia 14-17 tahun, dengan sembilan subjek berada di kelompok eksperimen dan sembilan subjek berada di kelompok kontrol. Metode pengumpulan data menggunakan skala optimisme LOT-R dari Scheier, Carver, dan Bridge (1994). Uji hipotesis dilakukan menggunakan analisa data statistik yang menunjukkan bahwa pelatihan berpikir positif secara signifikan meningkatkan optimisme pada kelompok eksperimen, sedangkan kelompok kontrol yang tidak diberikan pelatihan tidak mengalami perubahan skor optimisme.
Peran Moderasi Work-life Enrichment terhadap Hubungan antara Boundary Management Strategy dan Emotional Exhaustion Alvia Rahmah; Alice Salendu
Jurnal Online Psikogenesis Vol 8, No 2 (2020): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v8i2.1502

Abstract

Bekerja dari rumah selama COVID-19 memberikan tantangan baru bagi karyawan. Mereka harus memenuhi tuntutan pekerjaan tanpa melepaskan diri dari tuntutan keluarga karena fisik mereka berada di rumah. Kondisi tersebut membuat batasan antara pekerjaan dan keluarga menjadi semakin kabur dan diperlukan strategi yang tepat agar tuntutan dari pekerjaan dan keluarga dapat terpenuhi. Penelitian ini menguji peran work-life enrichment sebagai variabel yang memperkuat atau memperlemah dalam hubungan work-life enrichment dengan emotional exhaustion. Responden penelitian ini adalah 256 orang karyawan yang sudah menikah. Instrumen yang digunakan dalam penelitian yaitu Work-Life Boundary Enactment Scale, Work-Family Enrichment Scale, dan Oldenburg Burnout Inventory (OLBI). Partisipan berasal dari berbagai organisasi di Indonesia yang menerapkan pengaturan kerja dari rumah dan direkrut melalui platform media sosial. Data penelitian dianalisis menggunakan teknik regresi berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat peran moderator work-life enrichment dalam hubungan boundary management strategy dengan emotional exhaustion. Strategi yang diterapkan dalam mengelola batasan peran pekerjaan terhadap keluarga berbeda dengan strategi yang terapkan dalam mengelola peran keluarga terhadap pekerjaan. Hasil temuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan pertimbangan bagi perusahaan untuk mengelola tingkat emosional exhaustion karyawan selama pandemi Covid-19.
Pengaruh Tipe Kepribadian Big Five Personality dan Self-compasion terhadap Loneliness pada Remaja dengan Orang Tua Bercerai Irma Rosalida Lubis; Mauna Mauna; Ernita Zakiah; Deni Krisnaputra; Chandra Putri Hafidia Sukmana
Jurnal Online Psikogenesis Vol 9, No 1 (2021): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v9i1.1573

Abstract

This study aims to determine the effect of the big five personality and self-compassion towards loneliness in adolescents with devorced parents. This research uses quantitative methods.The measuring instrument used to measure loneliness is De Jong Gierveld Loneliness Scale (DJGLS). The big five personality is measured by Big Five Inventory (BFI) and the measuring instrument used to measure self-compassion is Self-Compassion scale by Neff. Data was processed using reggresion analyze with three predictor. The main result of this research there is significant effect of Big Five Personality on loneliness in adolescents with divorced parents, the percent of significant effect a following by dimension OCEAN is 5,2%, 3,1%, 18,6%, 7% and 26,1% and the is an effect of self-compassion on loneliness in adolescents with divorced parents, there is percent 5,7% that the resulting effect is negative which indicates that the higher the self-compassion, the lower the loneliness.
Adaptasi Alat Ukur Emotional Leadership untuk Mengukur Kapabilitas Kecerdasan Emosional Pimpinan Perusahaan di Indonesia Sekar Ayu Anjani; Airin Triwahyuni; Anissa Lestari Kadiyono
Jurnal Online Psikogenesis Vol 9, No 1 (2021): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v9i1.1647

Abstract

Dalam berdirinya suatu perusahaan, pasti terdapat pemimpin yang mengarahkan geraknya roda dan seluruh sumberdaya di dalamnya untuk mencapai tujuan bersama. Pemimpin yang efektif adalah pemimpin yang mampu mengelola emosinya dengan baik dalam segala kondisi yang dihadapi oleh perusahaan. Keefktifan pimpinan tersebut, lebih besar membutuhkan peranan kecerdasan emosional dirinya daripada kecerdasan secara intelektual. Maka, perlu diketahui bagaimana dinamika dan skala kapabilitas kecerdasan emosional pimpinan agar dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dan intervensi. Emotional leadership questionnaire (ELQ) pertama kali dikembangkan di Finlandia pada tahun 2011 dan belum pernah dilakukan adaptasi di Indonesia. Tujuan adaptasi alat ukur ELQ di Indonesia adalah untuk mengenalkan istilah dan mengembangkan alat ukur baru yang bermanfaat di bidang industri perusahaan. Adaptasi dilakukan kepada 171 karyawan yang memberikan penilaian atas sikap, emosi, dan perilaku atasannya. Hasil dari adaptasi didapatkan nilai reliabilitas cronbach’s alpha 0,968 dan RMSEA melalui uji CFA dengan nilai 0,078 serta reliabilitas person-item berdasarkan uji Rasch model sebesar  0,95 dan 0,93 yang menunjukkan bahwa alat ukur reliabel, valid, dan benar dapat mengukur konstruk emotional leadership dengan baik dan konsisten sehingga siap untuk digunakan dalam pengumpulan data berulang.
Komunikasi Interpersonal dan Kepuasan Pernikahan pada Partner Phubbing Ayu Purnamasari; Amalia Juniarly; Lily Paradita
Jurnal Online Psikogenesis Vol 8, No 2 (2020): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v8i2.1488

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran komunikasi interpersonal terhadap kepuasan pernikahan pada partner phubbing. Hipotesis dari penelitian ini adalah ada peran komunikasi interpersonal terhadap kepuasan pernikahan pada partner phubbing. Partisipan pada penelitian ini adalah 286 individu yang telah menikah dan memiliki pasangan pengguna smartphone, ada sebanyak 230 orang yang dipilih sebagai subjek penelitian karena berada dalam kategori partner phubbing sedang dan tinggi. Penelitian ini menggunakan satu buah kuisioner dan dua buah skala sebagai alat ukur, yakni kuisioner partner phubbing yang diadaptasi dari Roberts dan David (2016) untuk menyeleksi subjek penelitian, skala kepuasan pernikahan yang mengacu pada aspek dari Bradbury, Fincham, dan Beach (2000), dan skala komunikasi interpersonal yang mengacu pada aspek dari DeVito (2010). Hasil penelitian menunjukkan ada peran komunikasi interpersonal dan kepuasan pernikahan pada partner phubbing  dengan nilai R square = 0,434 dan p = 0,000 (p0,05). Komunikasi interpersonal memiliki peran dalam menentukan kepuasan pernikahan pada partner phubbing. Oleh sebab itu, hipotesis dalam penelitian ini dapat diterima
Harga Diri Dengan Kemalasan Sosial Pada Mahasiswa LSO (Lembaga Semi Otonom) Gita Ayuningtyas Putri; Iswinarti Iswinarti; Istiqomah Istiqomah
Jurnal Online Psikogenesis Vol 8, No 2 (2020): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v8i2.790

Abstract

Kemalasan sosial (social loafing) terjadi pada individu yang mengurangi usahanya dalam menyelesaikan beban tanggung jawab dalam kelompok dibandingkan saat individu tersebut bekerja tidak dalam kelompok. Salah satu faktor yang mempengaruhi kemalasan sosial antara lain adalah faktor harga diri. Individu yang memiliki harga diri yang tinggi, terdorong untuk berprestasi dan bersungguh-sungguh dalam pengerjaan tugas atau proyek yang tergolong sulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara harga diri dengan kemalasan sosial. Subjek penelitian merupakan mahasiswa anggota LSO (Lembaga Semi Otonom) Universitas X sejumlah 90 orang. Pengambilan data menggunakan skala kemalasan sosial yang disusun oleh peneliti sendiri dan skala harga diri dari Hidayati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan negatif antara harga diri dengan kemalasan sosial pada mahasiswa (r = -0,416; p 0,05). Harga diri berkontribusi sebesar 17,3% terhadap kemalasan sosial. Individu dengan harga diri yang tinggi memiliki kecenderungan bersikap positif dan kesadaran untuk berpartisipasi aktif dalam kelompok. Untuk mengurangi kemalasan sosial maka perlu adanya stimulasi yang diberikan agar setiap anggota kelompok merasa berharga atau memiliki harga diri yang positif.
Light Triad Personality: Suatu Pendekatan Positif Kepribadian Manusia serta Hubungannya dengan Harga Diri Arif Triman; Aurelia Tamamia Zain
Jurnal Online Psikogenesis Vol 9, No 1 (2021): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v9i1.1574

Abstract

Salah satu faktor yang berperan penting dalam perkembangan masa remaja adalah self-esteem. Self-esteem yang baik pada masa remaja tentunya akan membuat remaja dapat melihat diri dan lingkungannya dengan cara yang positif. Faktor kepribadian seperti light triad personality merupakan salah satu aspek yang juga peting dibentuk pada masa remaja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara light triad personality dengan self-esteem pada remaja. Sebanyak 203 orang menjadi partisipan dalam penelitian ini. Alat ukur yang digunakan adalah light triad trait (?=0,609-0,716) dan Rosenberg Self-Esteem Scale (?=0,750). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara semua trai pada light triad personality dengan self-esteem (rs = 0,17-0,37, p0,05). Maka dari itu, hasil penelitian ini menunjukkan pendekatan light triad personality yang melihat sisi positif dari kepribadian manusia memiliki keterkaitan dengan self-esteem pada tahapan perkembangan remaja.
Mindfulness Based Stress Reduction (MBSR) dan Psychological Capital Intervention (PCI) untuk Mengurangi Burnout pada Perawat Lansia Josephine Indah Setyawati; Yudiana Ratnasari
Jurnal Online Psikogenesis Vol 8, No 2 (2020): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v8i2.1498

Abstract

Perawat lansia yang bekerja di panti werdha sangat rentan mengalami burnout dan dapat memengaruhi penurunan performa kerja. Salah satu intervensi yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi stress, menurunkan tingkat burnout dan mengantisipasi terjadinya burnout yaitu Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR) menggunakan pendekatan mindfulness, peserta diajak untuk menyadari situasi diri sini dan kini. Untuk mengantisipasi terjadinya burnout, penting juga untuk mengembangkan psychological capital (PsyCap), karakteristik positif yang dapat melindungi diri saat menghadapi situasi sulit, terutama aspek harapan dan optimisme. Peserta yang mengikuti intervensi ini yaitu delapan perawat lansia di Panti Werdha M di Jakarta Utara yang sudah bekerja selama minimal 1 tahun. Pemilihan peserta didasari dari skor burnout yang lebih dari rata-rata populasi perawat di panti tersebut dengan menggunakan instrumen Caregiver Burnout yang didasari teori burnout dari Maslach dan Leiter (2016) dan mengalami penurunan performa kerja berdasarkan evaluasi kinerja. Intervensi yang dilakukan terdiri dari tiga sesi MBSR dan satu sesi PsyCap dengan durasi sekitar 120 menit setiap sesi. Sesi follow-up dilakukan dua minggu setelah intervensi. Data kuantitatif dan kualitatif menunjukkan adanya penurunan tingkat burnout, meski dimensi personal accomplishment tidak menunjukkan perubahan signifikan. Penelitian ini merekomendasikan MBSR dan PCI sebagai intervensi yang cukup efektif untuk menurunkan tingkat burnout bagi perawat lansia.
Peran Dukungan Sosial Teman Sebaya terhadap Regulasi Emosi Mahasiswa Perantau Tahun Pertama di Jakarta Weldina Siswandi; Riselligia Caninsti
Jurnal Online Psikogenesis Vol 8, No 2 (2020): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v8i2.1586

Abstract

Individu yang tidak dapat beradaptasi dan kesulitan dalam menghadapi permasalahan emosional dapat membawanya ke dalam masalah yang lebih kompleks. Kemampuan meregulasi emosi dapat membuat mahasiswa perantau memiliki keyakinan pada diri sendiri dan menyadari kekuatan serta keterbatasan diri. Dukungan sosial merupakan salah satu faktor yang dapat mendukung individu melakukan regulasi emosi. Pada mahasiswa perantau tahun pertama, adanya keberadaan teman sebaya merupakan sosok yang penting. Teman sebaya diharapkan memberikan dukungan kepada mahasiswa perantau tahun pertama yang tinggal berjauhan dari orangtua .Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar peran dukungan sosial teman sebaya terhadap regulasi emosi mahasiswa yang merantau di Jakarta pada tahun pertama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan skala Emotion Regulation Questionnaire (????=0,745) dan skala dukungan sosial teman sebaya (????=0,972). Penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah partisipan sebanyak 120 responden. Analisis data penelitian menggunakan metode statistik regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial teman sebaya berperan signifikan terhadap strategi cognitive reappraisal (p= .003, R2=.072) Sementara itu peran dukungan sosial teman sebaya terhadap strategi regulasi emosi expressive suppression (p=.114, R2= .021). Artinya, apabila individu mendapatkan dukungan dari teman sebaya maka ia akan lebih mempertimbangkan emosi yang dirasakan untuk diekspresikan kepada lingkungan sekitar.

Page 7 of 20 | Total Record : 192