cover
Contact Name
Sunu Bagaskara
Contact Email
sunu.bagaskara@yarsi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
melok.roro@yarsi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Journal Psikogenesis
  • Jurnal-Online-Psikogenesis
  • Website
Published by Universitas Yarsi
ISSN : 23033177     EISSN : 25977547     DOI : -
Jurnal Psikogenesis is a semiannualy publication produced by Fakultas Psikologi Universitas YARSI since 2012 (e-ISSN: 2597-7547, p-ISSN: 2303-3177). The journal reflects the wide application of all aspects of psychology related to health. It also addresses the social contexts in which psychological and health processes are embedded. The main emphasis of the journal is on original research, theoretical review papers, meta-analyses, and applied studies.
Arjuna Subject : -
Articles 192 Documents
Antara Semangat Pengabdian dan Keterbatasan Diri: Studi Fenomenologi tentang Stress Kerja Perawat yang Bertugas di Ruang Intensif dan Isolasi COVID-19 Hidayati Hidayati; Winarini Wilman Mansoer
Jurnal Online Psikogenesis Vol 9, No 1 (2021): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v9i1.1706

Abstract

KATA KUNCI KEYWORDS ABSTRAK COVID 19, perawat, stress kerja Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dan bertujuan untuk memahami pengalaman perawat di ruang intensif yang rentan mengalami distres psikologis dan bagaimana mereka memaknai pengalamannya. Masih sedikit penelitian yang mencoba untuk menggali lebih dalam mengenai kondisi psikologis perawat dilihat dari sisi subjektif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap tiga orang perawat yang sedang atau pernah bekerja di ruang intensif. Satu perawat ditugaskan Ruang Isolasi COVID 19 yang pernah bertugas di ruang intensif. Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa tema yang sama antar partisipan terkait dengan pengalaman mereka di ruang intensif dan ruang isolasi COVID 19 seperti adanya rasa cemas, pekerjaan yang melelahkan. Tema yang muncul sebagian besar mengandung emosi negatif dan distres psikologis yang dialami selama bertugas dalam konteks yang beragam antar partisipan. Terlepas dari emosi negatif, partisipan masih terdapat sikap positif yang menjadi motivasi mereka untuk tetap mengabdi. Penelitian ini mengungkapkan secara spesifik tantangan unik yang dialami oleh partisipan dan dampaknya terhadap kesehatan mental mereka yang tidak dapat dijelaskan melalui penelitian kuantitatif. ABSTRACT This study uses a phenomenological approach and aims to perceive nurses' experiences in the intensive room which has vulnerable to have psychological distress and how they interpret their experiences. There are limited studies that reveal about psychological distress from nurse’s subjective view. Data is collected through a depth of interviews with three new nurses, who are on duty in intensive care room and a nurse in the COVID 19 Isolation Room, who has also served in the ICU. The result of this study shows some similar themes about their experiences in intensive care and COVID 19 isolation room such as anxiety and exhausting job. Majority of theme contain negative emotion and psychological distress while on duty in special context among participants. Regardless negative emotion dominated, positive attitude that encourage instrinsic motivation to serve patiens live. The study revealed specific challenge and experience among participants and how affect their mental health which not revealed from quantitative study.
Seberapa Inovatif Anda? Peran Mediasi Keterikatan Kerja pada Hubungan antara Pemberdayaan Psikologis dan Tingkah Laku Kerja Inovatif Gafriella Sa'adah; Arum Etikariena
Jurnal Online Psikogenesis Vol 8, No 2 (2020): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v8i2.1261

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana faktor individual yaitu pemberdayaan psikologis dapat memprediksi munculnya tingkah laku kerja inovatif, yang penting untuk diperhatikan oleh industri dan organisasi. Di sisi lain, terdapat inkonsistensi hasil pada kedua variabel tersebut berdasarkan hasil penelitian sebelumnya. Oleh karena itu, peneliti memiliki hipotesis bahwa keterikatan kerja dapat menjadi mediator untuk membantu pemahaman yang lebih mendalam mengenai mekanisme hubungan pemberdayaan psikologis dengan tingkah laku kerja inovatif. Menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini dilakukan pada 275 karyawan PT X yang terbukti memiliki nilai dan tujuan inovasi pada organisasinya. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini meliputi Innovative Work Behavior Scale, Psychological Empowerment Scale, dan Utrecth Work Engagement Scale versi pendek. Hasil analisis data menunjukkan perhitungan statistik direct effect ?= 0,56; SE= 0,08; LLCI= 0,40; ULCI= 0,73, sedangka indirect effect  ?= 0,09; SE= 0,07; LLCI= - 0,04; ULCI= 0,22. Artinya, keterikatan kerja tidak memediasi hubungan antara pemberdayaan psikologis dengan tingkah laku kerja inovatif. Dengan demikian, pada responden di PT. X, pemberdayaan psikologis dapat memprediksi munculnya tingkah laku kerja inovatif tanpa memerlukan adanya keterikatan kerja terlebih dahulu. Temuan penelitian ini dapat menjelaskan bahwa perusahaan perlu memerhatikan faktor internal seperti pemberdayaan psikologis untuk meningkatkan tingkah laku kerja inovatif karyawan.
Efektivitas Cognitive Behavioral Group Therapy berbasis Daring dalam Meningkatkan Self-Esteem pada Mahasiswa yang Mengalami Kecemasan dalam Upward Social Comparison Hidayati Hidayati; Fivi Nurwianti
Jurnal Online Psikogenesis Vol 8, No 2 (2020): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v8i2.1501

Abstract

Kecemasan merupakan masalah yang umum terjadi pada kelompok mahasiswa. Meskipun pada dasarnya cemas merupakan respon yang adaptif, namun jika cemas berlebihan akan mengganggu performa dari seseorang. Cemas dapat muncul di berbagai situasi yang dipersepsi mengancam dan penuh dengan ketidakpastian, salah satunya pada konteks social comparison. Individu membandingkan dirinya dan melihat orang lain lebih baik sehingga menimbulkan persepsi negatif terhadap diri. Saat orang lain dipersepsi lebih baik maka muncul rasa inferior yang menyebabkan rendahnya self-esteem. CBT kelompok dirancang untuk meningkatkan self-esteem dengan merekonstruksi pikiran negatif terhadap diri sendiri. Desain penelitian menggunakan model pre-post dan dilanjutkan dengan sesi follow-up. Intervensi dilakukan sebanyak enam kali pertemuan menggunakan modul CBT yang telah diadaptasi sesuai kebutuhan dan dilakukan secara daring. Secara kualitatif hasil menunjukkan bahwa CBT kelompok dengan metode daring cukup efektif dalam meningkatkan self-esteem pada tiga orang partisipan yang diiringi dengan menurunnya gejala kecemasan. Pada partisipan yang tidak mengalami penurunan kecemasan, kemungkinan disebabkan oleh faktor lain seperti trait maupun kondisi sulit lain yang dihadapi oleh partisipan saat ini. Meskipun demikian, secara kualitatif, semua partisipan melaporkan terdapat perubahan dalam pola pikir yang lebih positif terhadap diri sendiri. Dalam pelaksanaan secara daring terdapat beberapa hal yang diperhatikan seperti koneksi internet, interaksi antar, partisipan, dan membangun rapport dengan menggunakan aplikasi yang memfasilitasi terjadinya interaksi.
Kepuasan Kerja pada Tenaga Penunjang Akademik Ditinjau dari Dukungan Sosial Rekan Kerja di Universitas Mercu Buana Yogyakarta Reni Yuniasanti; Fachmi Budi Setyawan
Jurnal Online Psikogenesis Vol 4, No 1 (2016): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v4i1.515

Abstract

Tenaga penunjang dalam sebuah perguruan tinggi memegang peranan yang sangat penting dalam memenuhi fungsi pelayanan perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti-bukti empiris, apakah dukungan sosial rekan kerja mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja tenaga penunjang akademik di Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Data diperoleh dengan menggunakan Skala Kepuasan kerja dan Skala Dukungan Sosial Rekan Kerja. Ujicoba skala dilakukan pada karyawan di PT. Mega Andalan Kalasan  berjumlah 97 orang. Skala Kepuasan Kerja dari 60 aitem yang diujicobakan terdapat 19 aitem yang gugur dan terdapat  41 aitem yang valid dan reliabel. Koefisien validitas Skala Kepuasan Kerja bergerak dari  0.53 – 0.826 dengan koefisien reliabilitas alpha (α) sebesar 0,919. Skala Dukungan Sosial Rekan Kerja 40 aitem yang diujicobakan terdapat 22 aitem yang gugur dan terdapat  18 aitem yang valid dan reliabel.  Koefisien validitas Skala Dukungan Sosial Rekan Kerja bergerak dari  0.51 – 0.948 dengan koefisien reliabilitas alpha (α) sebesar 0.519. Subjek penelitian diambil dengan menggunakan metode random sampling. sebanyak 97 tenaga penunjang akademik di Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Berlandaskan hasil analisis Pearson Product Moment Correlation menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini terbukti dengan r_xy=0,824 dengan taraf nilai signifikansi p = 0,00 (p 0,05). Berdasarkan hasil analisis dapat ditarik kesimpulkan bahwa hipotesis penelitian terbukti, terdapat hubungan antara kepuasan kerja  dan dukungan sosial rekan kerja pada tenaga penunjang akademik di Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Sumbangan efektif dukungan sosial rekan kerja terhadap kepuasan kerja tenaga penunjang akademik sebesar 82,4%, sehingga masih terdapat 17,6% faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap kepuasan kerja tenaga penunjang akademik. Kata kunci: Kepuasan Kerja, Dukungan Sosial Rekan Kerja, Tenaga Penunjang Akademik
Hubungan Antara Identitas Organisasi Dan Perilaku Kerja Inovatif Di Industri Kreatif: Studi Pada Karyawan Perusahaan X Hanan Maria Hatta; Endang Parahyanti
Jurnal Online Psikogenesis Vol 4, No 1 (2016): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v4i1.520

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat hubungan antara identitas organisasi dan perilaku kerja inovatif pada perusahaan X. Penelitian ini didasarkan pada pesatnya perkembangan dari industri kreatif. Pendekatan yang sesuai dalam menghadapi hal tersebut adalah pendekatan inovatif yang dapat memicu diterapkannya perilaku kerja inovatif dalam organisasi. Salah satu hal yang dapat memiliki hubungan dengan perilaku kerja inovatif adalah identitas organisasi. Identitas organisasi sendiri memiliki peranan penting dalam memandu perilaku kayawan yang diharapkan muncul. Terdapat total 401 karyawan perusahaan X yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Perusahaan X merupakan perusahaan yang memiliki nilai inovatif dan bergerak dalam bidang industri kreatif dengan sub-kelompok penerbitan dan percetakan. Terdapat dua alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Innovative Work Behavior Scale (Janssen, 2000) dan Organizational Identity Scale (Etikariena, 2015). Dengan menggunakan teknik analisis pearson product moment correlation, hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara identitas organisasi dan perilaku kerja inovatif (r= .063, p .05).Kata kunci: identitas organisasi, inovatif, industri kreatif
Hubungan Tipe Kepribadian Berdasarkan Big Five Theory Personality dengan Kebimbangan Karier pada Siswa SMA Salma Aulia Utami; Novika Grasiaswaty; Sari Zakiah Akmal
Jurnal Online Psikogenesis Vol 6, No 1 (2018): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v6i1.629

Abstract

Making decision related to choosing a major in university is a complecated process for senior high school students (grade XII), particularly for those with career indecision problem. Career indecision is persons inability to choose a particular course of study. Some studies showed that personality is one of significant factor that correlate with career indecision. However, there are some incosistency related to the particular aspec of personality which is associated with career indecision. This research was conducted to find out the relationship of personality type based on big five theory personality with career indecision among high school students of class XII in Jadebotabek. The sample involved 128 high school students which obtained by using incidental sampling technique. The data were collected by using Career Decision Scale (CDS) and Big Five Inventory (BFI) measurements. The results showed that there was a positive relationship between neurotics (r = 0.175) with career indecision and negative relationship between conscientiousness (r = -0.181) with career indecision variable. While other dimensions such as: openness to experience, extraversion, and agreeableness has no significant relationship with career indecision. Thus, an intervention to help students with career indecision problem need to consider aspec of personality. 
Nilai Kerja (Work Values) dan Adaptabilitas Karier Peserta Didik Kelas IX di Depok, Jawa Barat Linda Primana; Amanda Kristanti Permadi
Jurnal Online Psikogenesis Vol 6, No 2 (2018): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v6i2.694

Abstract

Berdasarkan Kurikulum 2013, peserta didik SMA diberikan kesempatan untuk memilih peminatannya di kelas X. Dengan demikian sebelum peserta didik lulus SMP, mereka diharapkan sudah memiliki wawasan tentang nilai-nilai dari suatu pekerjaan (work values) sebagai dasar pertimbangannya dalam merencanakan karier masa depannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran work values terhadap adaptabilitas karier peserta didik kelas IX. Work values diukur dengan menggunakan The Work Values Scale (Ye, 2015) dan adaptabilitas karier diukur dengan menggunakan alat ukur Career Adapt-Abilities Scale (CAAS) (Savickas Porfeli, 2012). Partisipan penelitian ini adalah 569 peserta didik kelas IX SMP di Depok, Jawa Barat. Hasil olah data statistik Pearson Correlation menunjukkan  terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara work values dan adaptabilitas karier. Work values memberikan kontribusi sebesar 21% (R2) terhadap variasi adaptabilitas karier. Penelitian ini memberikan masukan tentang pentingnya wawasan peserta didik mengenai work values atau nilai suatu pekerjaan dimulai sejak mereka berada di SMP, agar mereka dapat dengan percaya diri menentukan pilihan peminatannya di SMA.
KOMUNIKASI KESEHATAN : SEBUAH TINJAUAN* Metta Rahmadiana
Jurnal Online Psikogenesis Vol 1, No 1 (2012): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v1i1.38

Abstract

Abstract:Communication is a stimulating process in the form of a symbol and a verbal and non-verballanguage, to influence the behavior of others. Health communication is a part of human communication with the main focus on how individuals deal with health issues and how they attempt to maintain their health. Health communication utilizes communication services to positively influence the health behavior of individuals, families and communities. Health communication includes information on disease prevention, health promotion, and health care policy and to increase individual awareness about health issues, health problems, health risks and health solutions. Media advocacy, media,entertainment and internet media are various forms of health communication with the aim to improve and maintain health.Keywords: communication, health communicationAbstrak:Komunikasi adalah proses rangsangan stimulus dalam bentuk lambang atau simbol bahasa atau gerak non verbal, untuk mempengaruhi perilaku orang lain. Komunikasi kesehatan merupakan bagian dari komunikasi antar manusia dengan fokus utama pada bagaimana individu menghadapi isu-isu kesehatan serta bagaimana upaya memelihara kesehatannya. Komunikasi kesehatan memanfaatkan jasa komunikasi untuk mempengaruhi secara positif perilaku kesehatan individu, keluarga dan komunitas masyarakat. Komunikasi kesehatan meliputi informasi tentang pencegahan penyakit, promosi kesehatan, kebijakan pemeliharaan kesehatan serta meningkatkan kesadaran individu tentang isu-isu kesehatan, masalah kesehatan, resiko kesehatan serta solusi kesehatan. Media advokasi, media massa, media entertainmen dan internet merupakan ragam bentuk komunikasi kesehatan. dengan tujuan untuk meningkatkan dan mempertahankan derajat kesehatan.Kata Kunci : komunikasi, komunikasi kesehatan
Efektivitas Teknik Prompting dan Positive Reinforcement untuk Meningkatkan Frekuensi Kontak Mata pada Anak Prasekolah dengan Autisme Anita Carolina Hendarko; Ike Anggraika
Jurnal Online Psikogenesis Vol 6, No 2 (2018): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v6i2.700

Abstract

Anak-anak dengan autisme menunjukkan defisit dalam keterampilan komunikasi dan interaksi sosial, salah satunya adalah kurangnya kontak mata. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan frekuensi kontak mata pada anak usia pra sekolah dengan autisme dengan menggunakan teknik prompting dan positive reinforcement. Penelitian ini menggunakan single case experimental A-B design. Partisipan adalah seorang anak perempuan berusia 4 tahun dengan diagnosa ASD level moderate. Teknik pengumpulan data melalui observasi frekuensi kontak mata setelah subjek dipanggil namanya. Analisis data dilihat dengan membandingkan frekuensi kontak mata sebelum dan sesudah intervensi dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan frekuensi kontak mata yang signifikan pada partisipan, dari 5% sebelum intervensi menjadi 75% setelah intervensi berakhir dan bertahan menjadi 80% saat follow-up. Untuk penelitian selanjutnya, perlu dipertimbangkan beberapa hal, yaitu pemilihan aktivitas dan reinforcement dan keterlibatan orangtua merupakan faktor pendukung program pelatihan pada anak.
HUBUNGAN ANTARA EMOTION-FOCUSED COPING DAN STRES KEHAMILAN Rina Rahmatika
Jurnal Online Psikogenesis Vol 3, No 1 (2014): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v3i1.54

Abstract

Abstract -Pregnancy is one of important events happens in women’s life.Pregnant women will experience physical changes during pregnancy andthey have to adjust to those. The adjustment process may not go well andcauses psychological problem such as stress. Stress has a negative effectfor both pregnant women and the fetus, so women have to find a way tocope with it by using coping strategy, such as emotion-focused coping.Theories suggest that emotion-focused coping is the right one to copefor inevitable stressful event like being pregnant. The aim of this study is tofind correlation between emotion-focused coping and pregnant stress onpregnant women. The instruments used in this study are pregnant women’semotion focused coping scale and pregnancy stress scale. Subjects of thisstudy are 140 pregnant women. Data analyzed with product momentcorrelation from Pearson. The result shows that there is a negativecorrelation between emotion-focused coping and pregnancy stress with rxy=-0,375 (p 0,01), which suggests that pregnant women who use emotionfocusedcoping in a high level show a low level of pregnancy stress, andvice versa.Keywords: Pregnancy, Stress, Emotion-focused copingAbstrak - Kehamilan merupakan suatu proses kehidupan yang dialami olehwanita, namun tidak semua wanita memiliki proses kehamilan yang lancar.Hal ini terjadi karena proses dan resiko saat hamil dapat menimbulkanreaksi psikologis seperti stress, dan apabila tidak dikelola dengan baikmaka akan berakibat negatif bagi wanita hamil secara fisik maupunmental. Bagaimana wanita hamil mengelola stress dapat dilihat daribagaimana wanita hamil tersebut melakukan strategi coping, dan salahsatu strategi coping yang dianggap tepat adalah emotion-focused coping.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara strategicoping jenis emotion-focused coping tersebut dan stres kehamilan padawanita. Alat ukur yang digunakan dalam adalah Skala Stres Kehamilandan Skala Emotion-Focused Coping. Subjek penelitian berjumlah 140wanita hamil dan analisa data dilakukan dengan tehnik korelasi productmoment dari Pearson. Hasil korelasi menunjukkan angka sebesar rxy = -0,375 (p 0,01), hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi emotionfocusedcoping yang digunakan maka semakin rendah tingkat stresskehamilan yang dimiliki oleh wanita hamil, dan begitu pun sebaliknya.Kata Kunci: Kehamilan, Stres, Emotion-focused coping

Page 8 of 20 | Total Record : 192