cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ijocs@unissula.ac.id
Editorial Address
Gang Mlati 8 Ds. Mlaten Mijen Demak 59583
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Community Services
ISSN : -     EISSN : 26848619     DOI : 10.30659/ijocs
Core Subject : Humanities, Social,
Indonesian Journal of Community Services (e-ISSN: 2684-8619) is a biannual scientific multidisciplinary journal published by UNISSULA Press, Department of Research and Community Services Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Indonesia. It is in the national level that covers a lot of common problems or issues related to community services. The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2019): May 2019" : 10 Documents clear
Pelatihan Budaya Internet Islami (Buneti): Internet sehat berbasis nilai-nilai islami pada kelompok PKK desa Sriwulan, Sayung Demak Muna Yastuti Madrah; Ahmad Muflihin; Muhammad Noviani Ardi; Toha Makhshun
Indonesian Journal of Community Services Vol 1, No 1 (2019): May 2019
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.1.1.16-31

Abstract

AbstrakDampak dari temuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah menyebar ke seluruh dunia dengan cepat dan memengaruhi kehidupan kita. Meskipun teknologi ini diciptakan untuk kemajuan peradaban manusia, banyak orang menggunakannya untuk tujuan jahat demi keuntungan pribadi semata. Pornografi, sadisme, dan aneka tipu daya dengan mudah diekspos dan kemudian menyebar secara viral, serta sangat mudah diakses oleh anak-anak. Dalam Islam, internet dipahami sebagai wasilah (cara) bukan ghayah (tujuan). Layaknya sebuah pisau, baik atau buruknya internet bergantung pada bagaimana orang yang menggunakannya. Program Pelatihan Budaya Internet Islami (BUNETI) ini dirancang menggunakan pendekatan partisipatif di mana mitra akan terlibat langsung dalam mengidentifikasi masalah dan menemukan solusi generik yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Kelompok perempuan (PKK) desa Sriwulan, kecamatan Sayung kabupaten Demak menjadi sasaran kegiatan. Keluarga merupakan unit terkecil di masyarakat. Orang tua, memiliki peran yang sangat penting bagi tumbuh kembang anak-anak mereka. Orang tua khususnya seorang ibu perlu membekali diri mereka dengan pengetahuan internet, sehingga mereka dapat menjadi mitra dan pendamping bagi anak-anaknya. Pelatihan ini diikuti oleh 40 peserta yang sangat antusias. Dalam evaluasi bersama pelatihan dalam penggunaan internet secara sehat yang sesuai dengan nilai-nilai Islam telah memberikan pengetahuan dan meningkatkan kesadaran bagi seorang ibu tanpa harus anti terhadap perkembangan teknologi.Kata kunci: internet sehat, keluarga, nilai-nilai IslamAbstractThe impact of Information and Communication Technology (ICT) findings has spread throughout the world quickly and affects our lives. Although technology created for the advancement of human civilization, many people use it for evil purposes for personal gain. Pornography, sadism, and various tricks are quickly exposed and then spread viral, and are very accessible to children. In Islam, the internet understood as wasilah (way) not ghayah (purpose). Like a knife, the good or bad of the internet depends on how people use it. The Islamic Internet Culture Training Program (BUNETI) is designed using a participatory approach where partners will be directly involved in identifying problems and finding generic solutions that are in line with Islamic values. The women's group (PKK) in Sriwula village, Sayung District, Kab. Demak was the target of the activity.  A family is the smallest unit in society. Parents have a significant role in their children's growth and development. Parents, especially a mother, need to equip themselves with internet knowledge so that they can become partners and assistants for their children. Forty enthusiastic participants attended the training. In a joint evaluation of training in good internet use that is by Islamic values has provided knowledge and increased awareness for a mother without having to be anti-tech development.Keywords: healthy internet; Islamic value; family
Meningkatkan kemandirian pasien pasca stroke melalui in-house training kader pendukung lansia pasca stroke Nurul Aktifah; Wahyu Ersila; Lia Dwi Prafitri; Rifqi Sabita
Indonesian Journal of Community Services Vol 1, No 1 (2019): May 2019
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.1.1.95-104

Abstract

AbstrakInsiden stroke mengenai populasi usia lanjut yang berusia 75-84 tahun sekitar 10 kali dari populasi 55-64 tahun. Berdasarkan Rencana Strategis Kementerian Kesehatan 2015-2019, maka perlu adanya upaya peningkatan promosi kesehatan dan pengabdian masyarakat, serta kegiatan promotif dan preventif, yang dapat dilakukan melalui peningkatkan peran aktif kader dalam upaya promotif dan preventif melalui praktik pendidikan kesehatan dengan tujuan untuk memandirikan klien dalam melakukan Activity Daily Living (ADL). Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah menghasilkan kader yang terlatih melakukan pendidikan kesehatan dan praktik lapangan serta memberikan pencegahan pada lansia yang beresiko terhadap stroke di wilayah Puskesmas Buaran. Metode yang dilakukan dimulai dengan pembentukan kader pendukung lansia pasca stroke pada bulan September 2018, diikuti dengan pelatihan kader dan berakhir dengan monitoring dan evaluasi keterampilan kader secara mandiri di bulan Februari 2019. Hasil yang diperoleh yaitu terbentuknya 20 kader yang memiliki pengetahuan tentang konsep stroke dan cara melatih Activity Daily Living (ADL) sebelum dan setelah pelatihan (xˉ= 86) , praktik keterampilan (xˉ = 79.30), dan praktik lapangan (xˉ= 86,75). Kesimpulan dari pengabdian masyarakat ini adalah melalui pelatihan terstruktur dengan penyediaan keterampilan promosi kesehatan menejemen lansia pasca stroke akan mampu membentuk kader pendukung lansia pasca stroke yang terlatih. Kata kunci: Kader; lansia; stroke AbstractStroke incidence in the 75-84-year-old population is about 10 times that of the 55-64-year population. Based on the Ministry of Health's 2015-2019 Strategic Plan, it is necessary to improve health and community service promotion, as well as promotive and preventive activities, which can be done through increasing the active role of cadres in the field of health education and field practice on Activity Daily Living (ADL). The purpose of community service is to produce cadres who improve education and field practice and provide a budget for the elderly who are at risk of stroke in the Buaran health district. The method was begun with the formation of post-stroke supporting cadres in September 2018, followed by cadres training and ended by monitoring and evaluating cadre skills independently in February 2019. The results obtained were the formation of 20 cadres who were knowledgeable about the concept of stroke and methods training Activity Daily Living (ADL) before and after training (xˉ = 86), skill practice (xˉ = 79.30), and field practice (xˉ = 86.75). The conclusion of this community service is through structured training with the provision of health promotion skills for post-stroke elderly management will be able to form  supporting cadres for trained post-stroke elderly. Keywords: Cadre; elderly; stroke
Pendampingan kelompok guru SD di kecamatan Genuk tentang pemahaman metodologi penelitian pendidikan (action research & experiment) dan penyusunan artikel jurnal Nuhyal Ulia; Rida Fironika KD; Yulina Ismiyanti; Sari Yustiana; Jupriyanto Jupriyanto; Andarini Permata Cahyaningtyas
Indonesian Journal of Community Services Vol 1, No 1 (2019): May 2019
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.1.1.32-47

Abstract

AbstrakKenaikan pangkat dan golongan bagi Guru PNS menjadi hal yang penting, namun yang harus dilakukan diantaranya adanya publikasi kegiatan ilmiah sebagaimana Permen PAN dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009. Bentuk publikasi ilmiah dapat berasal dari penelitian action research dan eksperimen. Pengetahuan Guru SD tentang metodologi penelitian action research dan penelitian eksperimen serta penulisan artikel ilmiah pada jurnal yang masih minim menjadi masalah tersendiri bagi guru tersebut. Pengabdian Masyarakat tersebut bekerja sama dengan kelompok guru di kecamatan Genuk kota Semarang Provinsi Jawa Tengah. Pelaksanaan pengabdian masayarakat, dalam bentuk kegiatan pelatihan, workshop, pendampingan penelitian dan menyusun artikel jurnal. Artikel jurnal dari peserta pengabdian yang sudah memenuhi syarat maka akan berkesempatan untuk di-publish pada jurnal pendidikan dasar PGSD UNISSULA. Pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan mitra kelompok guru di kecamatan Genuk, namun pada pelaksanaannya tim pengabdian disarankan langsung terjun ke SD di lingkungan UPTD Genuk, sehingga tim pengabdian memilih 2 SD di lingkungan UPTD Genuk yaitu SDN Gebangsari 03 dan SDN Genuksari 02. Peserta terdiri dari guru-guru di SD tersebut sejumlah 50 peserta. Tingkat antusiasme dalam mengikuti kegiatan pengabdian sangatlah tinggi. Adapun materi yang diberikan saat pelatihan meliputi Penelitian Tindakan Kelas (PTK), penelitian eksperimen, teknik submit artikel jurnal melalui OJS. Kegiatan pengabdian berlangsung selama 2 bulan di tiap SD yakni pelaksanaan di SDN Gebangsari 03 pada bulan Juli sampai Agustus 2018 sedangkan di SDN Genuksari 02 dilaksanakan dalam Bulan September sampai Oktober 2018 dimulai dari observasi ke lokasi pengabdian, identifikasi masalah sampai dengan pelatihan dan pendampingan pembuatan penelitian dan artikel jurnal. Dari kegiatan pengabdian yang sudah dilaksanakan ada harapan dari pihak mitra untuk menindaklanjuti kegiatan ini dengan kegiatan pelatihan PTS atau penelitian tindakan sekolah bagi kalangan kepala sekolah.Kata kunci: Action research; artikel jurnal; kelompok guru SD; pendampingan metodologi penelitian.AbstractThe promotion and class for PNS teachers is important, but what must be done is the publication of scientific activities such as the Permen PAN and Bureaucratic Reform Number 16 of 2009. Forms of scientific publications can come from action research and experiments. The knowledge of elementary teachers about the methodology of action research and experimental research and the writing of scientific articles in journals that are still minimal is a problem for the teacher. Community Service is working with teacher groups in the sub-district of Genuk, Semarang, Central Java Province. Implementation of community service, in the form of training activities, workshops, research assistance and compiling journal articles. Journal articles from service participants who have fulfilled the requirements will have the opportunity to be published in the PGSD UNISSULA basic education journal. The implementation of service is done with teacher group partners in Genuk sub-district, but in the implementation the service team is advised to directly go to elementary school in Genuk UPTD, so the team the service chose 2 elementary schools in the Genuk UPTD namely SD Gebangsari 03 and SD Genuksari 02. Participants consisted of 50 elementary school teachers. The level of enthusiasm in participating in service activities is very high. The material provided during the training included classroom action research (CAR), experimental research, techniques for submitting journal articles through OJS. The service activities lasted for 2 months in each elementary school, namely the implementation of SD Gebangsari 03 in July to August 2018 while at SD Genuksari 02 held in September to October 2018 starting from observation to the service location, identifying problems up to training and mentoring making research and journal article. From the service activities that have been carried out there is hope from the partners to follow up this activity with PTS training activities or school action research for school principals.Keywords: Action research; journal articles; SD teacher groups; mentoring research methodology
Upaya pemberian penyuluhan kesehatan tentang diabetes mellitus dan senam kaki diabetik terhadap pengetahuan dan keterampilan masyarakat desa Kedungringin, Wonogiri Nita Yunianti Ratnasari
Indonesian Journal of Community Services Vol 1, No 1 (2019): May 2019
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.1.1.105-115

Abstract

AbstrakDiabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronik yang membutuhkan pengelolaan seumur hidup. Adapun maksud dan tujuan kami melakukan kegiatan penyuluhan kesehatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit DM serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melakukan senam kaki diabetik secara rutin untuk menurunkan kadar gula darah. Dalam kegiatan kali ini kami berperan sebagai penyuluh atau narasumber selama prosedur pelaksanaan senam kaki diabetik didemonstrasikan. Untuk memperlancar jalannya acara, kami juga dibantu oleh 10 mahasiswa semester VI. Rangkaian kegiatan dimulai dengan perkenalan, penjelasan maksud dan tujuan, penyampaian materi DM. Setelah semua materi tersampaikan dilanjutkan penataan lokasi untuk demonstrasi senam kaki diabetik. Peserta duduk diatas kursi yang telah disediakan. Semua terlihat cukup antusias mengikuti setiap instruksi dan contoh gerakan dari penyuluh. Setelah semua materi tersampaikan dilanjutkan evaluasi. Adapun evaluasi subyektif yaitu dengan menanyakan perasaan peserta setelah kegiatan; sedangkan evaluasi obyektif adalah dengan menanyakan kembali urutan gerakan senam kaki yang baru saja dipelajari. Hasil dari kegiatan penyuluhan kesehatan ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang penyakit DM dan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya  senam kaki diabetik. Kata kunci: Penyuluhan kesehatan; diabetes mellitus; pengetahuan; keterampilan; senam kaki diabetik.  AbstractDiabetes Mellitus (DM) is a chronic disease that requires continuous management. Related to the purpose and purpose of conducting this health education activity is to increase public knowledge about DM disease and increase public awareness about doing diabetic foot exercises regularly to increase blood sugar levels. In this activity, we invited as an instructor or resource person during the procedure to demonstrate diabetic foot exercises. To facilitate the running of the event, we were also invited by 10 VI semester students. The series of activities begins with an introduction, an explanation of the intent and purpose, the delivery of DM material. After all the material has been delivered, set diabetic foot exercises. Participants who sit on the seats provided. All seemed enthusiastic enough to follow each instruction and example of the movement of the instructor. After all, the material is delivered. As a subjective evaluation, namely by asking participants' feelings after the activity; While objective evaluation is to re-ask for the sequence of foot exercises that have just been studied. The results of this health education activity were an increase in public knowledge about DM disease and an increase in public awareness of the importance of diabetic foot exercises. Keywords: Health extension; diabetes mellitus; knowledge; skills; diabetic foot gymnastics.
Pemberdayaan ibu-ibu PKK pengolahan limbah minyak goreng bekas menjadi sabun cair di desa Sidorejo kabupaten Semarang Maria Mita Susanti; Margareta Retno Priamsari
Indonesian Journal of Community Services Vol 1, No 1 (2019): May 2019
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.1.1.48-61

Abstract

AbstrakMinyak goreng bekas merupakan limbah rumah tangga yang seringkali dibuang tanpa adanya pengolahan karena dianggap sudah tidak mempunyai nilai ekonomis lagi. Pelaksanaan program pengabdian ini bertujuan untuk membantu meningkatkan nilai ekonomis limbah minyak goreng bekas dengan menciptakan wirausaha baru (home industry) melalui peningkatan keterampilan dalam mengolah limbah. Program pengabdian dilaksanakan pada kelompok PKK RT 01 RW 09 desa Sidorejo, kecamatan Bergas kabupaten Semarang selama 6 bulan. Keaktifan kegiatan PKK desa Sidorejo dalam lingkup tersebut sangat baik, hal ini terlihat dari peran serta dan prestasi yang telah diraih sebagai juara 2 dalam lomba POSDAYA tingkat kabupaten Semarang. Dari pengamatan tim pengusul permasalahan yang dihadapi adalah belum maksimalnya pemanfaatan limbah minyak goreng bekas untuk didaur ulang menjadi produk yang mempunyai nilai guna dan nilai ekonomis. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini meliputi: 1) Sosialisasi dampak penggunaan minyak goreng bekas; 2) Pengenalan tentang pemanfaatan minyak goreng bekas; 3) Workshop pembuatan produk sabun cair dari bahan minyak goreng bekas. Hasil dari kegiatan ini memberikan kontribusi besar bagi ibu-ibu dan terbentuk suatu keterampilan baru dalam mengolah minyak goreng bekas sehingga terbentuk jiwa wirausaha. Keywords: Minyak goreng bekas; sabun cair; wirausaha.  Abstract Used cooking oil is household waste which is often disposed of without processing because it is considered to have no economic value anymore. The implementation of this service aims to help increase the economic value of used cooking oil waste by creating new industries (home industries) through increasing skills in processing waste. The service program was held in PKK RT 01 RW 09 Sidorejo Village, Bergas District, Semarang Regency for 6 months. The activeness of the Sidorejo village PKK activities in that scope is very good, this can be seen from the participation and achievements that have been achieved as runners-up in the POSDAYA competition at the Semarang district level. From the observation of the proposing team the problem faced was that the utilization of used cooking oil waste was not maximized to be recycled into products that have use value and economic value. The methods carried out in this activity include: 1) Dissemination of the effects of using used cooking oil; 2) Introduction to the use of used cooking oil; 3) Workshop on making liquid soap products from used cooking oil. The results of this activity make a major contribution to mothers and new skills are formed in processing used cooking oil so that an entrepreneurial spirit is formed.  Keywords: Used cooking oil; liquid soap; entrepreneurship
Pengenalan printing 3D dan software Autodesk Fusion untuk guru dan siswa SMK di eks karisidenan Surakarta Onery Andy Saputra; Sudiro Sudiro
Indonesian Journal of Community Services Vol 1, No 1 (2019): May 2019
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.1.1.83-94

Abstract

AbstrakSalah satu teknologi yang saat ini mulai dimanfaatkan masyarakat untuk memproduksi komponen yaitu printing tiga dimensi. Printing tiga dimensi merupakan alat bantu membuat komponen otomotif dari desain tiga dimensi menjadi komponen nyata. Kebermanfaatan alat printing 3 dimensi ini ke depan sangat besar, pada saat membutuhkan komponen kita hanya perlu mendesain komponen tersebut didalam aplikasi dan selanjutnya dicetak menggunakan printing tiga dimensi. Permasalahan guru dan siswa SMK otomotif yang membutuhkan komponen otomotif yang langka dapat diantisipasi dengan penggunaan printing tiga dimensi. Alat printing tiga dimensi mampu membuat komponen sesuai dengan kebutuhan dari guru dan siswa. Sehingga guru dan siswa otomotif memerlukan pengetahuan dan pelatihan mengenai printing tiga dimensi beserta cara pembuatan komponen dengan alat printing tiga dimensi. Sehingga pelatihan printing tiga dimensi sangat bermanfaat bagi siswa dan guru. Tempat pelaksanaan pelatihan dilakukan di Laboratorium Politeknik Indonusa Surakarta. Waktu pelaksanaan pelatihan adalah tanggal 3 November 2018. Peserta pelatihan yaitu guru dan siswa SMK se-karisidenan Surakarta, dengan jumlah guru 12 dan siswa sebanyak 10 siswa dari SMK-SMK di wilayah Surakarta. Pelatihan dilakukan dengan metode penyampaian materi serta pelatihan dan diskusi. Hasil pelaksanaan pelatihan ini yaitu peserta pelatihan mendapatkan pengetahuan dan wawasan mengenai software untuk desain 3 Dimensi yang gratis untuk dunia pendidikan. Peserta juga mendapatkan keterampilan membuat desain 3 Dimensi dalam aplikasi Autodesk Fusion 360. Serta keterampilan yang diperoleh oleh peserta yaitu keterampilan pembuatan desain 3 dimensi sekaligus melakukan cetak desain yang dibuat menjadi benda yang nyata dalam bentuk 3 dimensi. Kata kunci: 3D; printing; pelatihan; guru. AbstractOne technology that is currently being used by the community to produce components is to print three dimensions. Printing three dimensions into a tool makes automotive components from three-dimensional design a real component. The usefulness of this 3-dimensional printing tool is very large, when a component is needed we only need to design the component in the application and then need to use three-dimensional printing. The problem of automotive vocational teachers and students who need automotive components that can be anticipated by using three-dimensional printing. Three-dimensional printing tools are able to make components according to the needs of the teacher and students. Related to automotive teachers and students, knowledge and training about three-dimensional printing is needed in how to make components with three-dimensional printing. Printing three-dimensional training is very beneficial for students and teachers. The place for conducting the training was conducted at the Indonusa Surakarta Polytechnic Laboratory. The time for the training is November 3, 2018. The trainees are vocational teachers and students from Surakarta residency, with 12 teachers and 10 students from Vocational Schools in the Surakarta region. The training was conducted with the method of delivering material and training and discussion. The results of the training are that trainees gain knowledge and insights about software for 3-dimensional design that is free for the world of education. Participants also obtained 3-dimensional design skills in the Autodesk Fusion 360 application. As well as the skills gained by participants, they were three-dimensional design skills to create designs that were made into real objects in 3-dimensional form. Keywords: 3D; printing; training; teacher
Pelatihan penulisan karya tulis ilmiah bagi guru-guru SD di desa Geneng kabupaten Jepara Oktarina Puspita Wardani; Turahmat Turahmat; Evi Chamalah; Aida Azizah; Leli Nisfi Setiana; Meilan Arsanti; Hevy Riski Maharani; M. Abdul Basir; Dyana Wijayanti
Indonesian Journal of Community Services Vol 1, No 1 (2019): May 2019
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.1.1.116-125

Abstract

AbstrakPendidikan dasar merupakan sekolah yang memiliki peran yang strategis dan fundamental bagi pembangunan bangsa. Sehingga penyelenggaraan pendidikan di sekolah dasar harus diarahkan dan menunjang secara optimal demi mencapai tuuan pendidikan nasional. Peraturan baru yang mengharuskan syarat pernah melakukan Penelitian Tindakan Kelas bagi guru sebagai syarat naik golongan menjadi sebuah kendala yang cukup berat. Hal tersebut dikarenakan guru SD tidak terbiasa menulis atau melakukan Penelitian Tindakan Kelas. Guru harus membuat dalam memenuhi kewajibannya jika ingin naik golongan dan pangkat khususnya dari IV a ke IV b atau dari pangkat Pembina ke Pembina tingkat 1 ke atas. Tujuan dari kegiatan ini ialah menjadikan guru mampu membuat karya tulis ilmiah antara lain PTK agar mampu dimanfaatkan untuk pengembangan profesi. Permasalahan yang dihadapi oleh guru ialah bagaimana mengoptimalkan pembuatan penelitian tindakan kelas guru-guru SD di desa Geneng. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan menggunakan pendekatan workshop. Kegiatan menggunakan metode ceramah, diskusi dan latihan. Hasil dari kegiatan ini mencapai target. Capaian tersebut ialah guru mampu menghasilkan penelitian tindakan kelas yang baik. Pelaksanaan pengabdian masyarakat diikuti oleh 25 guru. Ketercapaian target pelaksanaan pengabdian masyarakat diikuti oleh 25 guru dari target 30 guru. Sehingga, ketercapaian peserta 83% atau dapat dinilai baik. Simpulan dalam kegiatan ini ialah ketercapaian target materi yang telah direncanakan pada kegiatan pengabdian ini dapat dinilai baik. Kata kunci: PTK; guru SD; karya tulis ilmiah. AbstractBasic education is a school that has a strategic and fundamental role for nation building. Related to the implementation of education in elementary schools must be aimed at optimally supporting and achieving national education. The new regulation which requires the requirement to carry out Classroom Action Research for teachers as a condition for boarding a class is a considerable obstacle. This is because elementary school teachers are not used to writing or conducting Classroom Action Research. The teacher must make it in fulfilling his obligations if he wants to rise in class and rank especially from IV a to IV b or from the rank of coach to coach level 1 and above. The purpose of this activity is to make teachers able to make scientific papers including PTK so that they can be utilized for professional development. The problem faced by the teacher is how to optimize the making of classroom action research for elementary school teachers in Geneng Village. Service activities are carried out using a Workshop approach. The activity uses lecture, discussion and practice methods. The results of this activity reach the target. The achievement is that the teacher is able to produce good classroom action research. The implementation of community service was followed by 25 teachers. The achievement of the target of implementing community service was followed by 25 teachers from the target of 30 teachers. So, the participants' achievement is 83% or can be considered good. The conclusions in this activity are the achievement of material targets planned for this service activity can be considered good. Keywords: PTK; elementary school teacher; scientific writing
Sosialisasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) obat dengan benar pada guru dan karyawan SMA Theresiana I Semarang Anasthasia Pujiastuti; Monica Kristiani
Indonesian Journal of Community Services Vol 1, No 1 (2019): May 2019
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.1.1.62-72

Abstract

AbstrakBerbagai masalah kesehatan, khususnya terkait obat masih ditemui di masyarakat. Berbagai permasalahan terkait obat dapat dikarenakan masyarakat kurang paham tentang penggunaan dan penanganan obat dengan benar. Salah satu cara pengelolaan obat yang baik dan benar adalah dengan menerapkan program DAGUSIBU (DApatkan, GUnakan, SImpan, BUang). Berdasarkan informasi yang diperoleh, guru dan karyawan SMA Theresiana I Semarang belum pernah mendapatkan informasi tentang DAGUSIBU sehingga perlu dilakukan sosialisasi tentang DAGUSIBU. Adanya kegiatan ini diharapkan para guru dan karyawan SMA Theresiana I Semarang dapat membagikan informasi tentang penggunaan dan penanganan obat yang benar kepada anggota keluarganya serta siswa siswi SMA Theresiana I Semarang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pengenalan masalah, pelaksanaan sosialisasi DAGUSIBU dengan cara penyuluhan, diskusi interaktif, dan pambagian buku saku DAGUSIBU. Kegiatan sosialisasi tentang DAGUSIBU berjalan dengan lancar. Tingkat kehadiran peserta sebanyak 89,3%. Para peserta yang hadir sangat antusias dalam mendengarkan penjelasan dan aktif bertanya terkait penggunaan obat dan penanganannya. Hal ini dapat menunjang terwujudnya program pemerintah dalam peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Sosialisasi ini meningkatkan pemahaman peserta tentang pengelolaan obat dengan benar, diharapkan peserta dapat menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Kata Kunci: DAGUSIBU; obat; sosialisasi. AbstractSome parts of our society are having problems with handling drugs properly. One of the causes is not all people understand how to heal their sickness with many kinds of drugs. Various drugs-society related problems can be caused by people's lack of understanding about the use and handling of drugs correctly. One way to inform society how to manage drugs properly is to implement the DAGUSIBU (DApatkan, GUnakan, SImpan, BUang). Based on the information obtained, the teachers and employees of SMA Theresiana I Semarang have never received information about DAGUSIBU. That’s why it is necessary to socialize DAGUSIBU in their community. The purpose of this activity is to make them understand and share information about the correct way to receive, apply, install and waste the medicines among their family members and students. The method used in this dissemination is ellucidation by socializing problems of handling drugs improperly as introduction and then the implementation of DAGUSIBU by means of counseling, interactive discussions, and the distribution of DAGUSIBU pocket books. The dissemination about DAGUSIBU went smoothly. The attendance rate was 89.3%. The participants were very enthusiastic in listening to the explanation and actively asked about drugs-society related problems. This can support the realization of government programs in improving health services for the community. This socialization increases participants' understanding of drug management correctly, it is expected that participants can apply the knowledge gained in the family and community environment. Keywords: DAGUSIBU; drug; socialization.
Global Halal Center - Unissula mengabdi untuk menyelamatkan umat melalui penyusunan istrumen Muslim Friendly Suryono Suryono; Yani Istadi; Rahmawati S. Praptiningsih; Hudan Taufiq; Sukijan Athoillah; Widiyanto Widiyanto
Indonesian Journal of Community Services Vol 1, No 1 (2019): May 2019
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.1.1.1-15

Abstract

AbstrakIndonesia adalah negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, dengan jumlah lebih dari 87 % total penduduknya. Jumlah yang tidak kecil ini merupakan sasaran yang harus diselamatkan dari fasilitas pelayanan barang dan jasa yang merugikan dari sisi peribadatan mereka. Memberikan jaminan aman dari sisi penyedia jasa adalah langkah yang akan ditempuh oleh pusat studi Global Halal Center-UNISSULA(PS GHCU), melalui upaya penciptaan instrumen Muslim Friendly berbagai sektor jasa. Tujuan dari aktifitas yang dilakukan oleh GHCU adalah membuat instrumen yang bisa digunakan untuk mengkualifikasikan tingkat keamanan menurut nilai-nilai Islam (Muslim Friendly) dari suatu unit/lembaga yang memberikan pelayanan jasa pada konsumen/pelanggan muslim, dalam kategori pratama, utama dan paripurna. Proses penyusunan dilakukan melalui kegiatan seminar dan workshop yang mengikutkan peserta masyarakat umum, akademisi dan mahasiswa dengan narasumber dari Majelis Ulama Indonesia, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, Institute Pengkajian Halal Malaysia, dan Majelis Upaya Kesehatan Syariah Indonesia. Hasil dari aktivitas kegiatan ini adalah lima instrumen pokok dalam sektor jasa yang meliputi Muslim Friendly for Dental Clinic Rating System, Muslim Friendly for Pharmacy Rating System, Muslim Friendly for Aesthetic Clinic Rating System, Muslim Friendly for Microfinance Rating System, dan Muslim Friendly for Slaughterhouse Rating System.Kata kunci: Apotek; keuangan mikro; klinik; Muslim Friendly; pemotongan hewanAbstractIndonesia is a country with a majority of the population of Islam, with more than 87% of the total population. This population must be saved from the service facilities of goods and services that harm their worship. Providing safe guarantees from the service provider side is a step that will be taken by the Global Halal Center-UNISSULA (PS GHCU) study center, through efforts to create a "Muslim Friendly " instrument in various service sectors. The purpose of the activities carried out by GHCU is to create instruments that can be used to qualify the level of security according to Muslim Friendly values of a unit / institution that provides services to Muslim consumers / customers, in the pre-primary, primary and plenary categories. The drafting process was carried out through seminars and Workshops that included general public participants, academics and students with speakers from the Indonesian Ulema Council, Halal Product Guarantee Organizing Agency, Malaysian Halal Assessment Institute, and Indonesian Sharia Health Effort Assembly. The results of these activities are the five main instruments in the service sector which include Muslim Friendly for Dental Clinic Rating System, Muslim Friendly Pharmacy Rating System, Muslim Friendly for Aesthetic Clinic Rating System, Muslim Friendly for Microfinance Rating System, and Muslim Friendly for Slaughterhouse Rating System.Keywords: Pharmacy; microfinance; clinics; Muslim Friendly; animal slaughter
Empowerment of Kader Kesehatan Jiwa (KKJ) through RW Siaga Sehat Jiwa (RW SSJ) in Bandarharjo Semarang Dwi Heppy Rochmawati
Indonesian Journal of Community Services Vol 1, No 1 (2019): May 2019
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.1.1.73-82

Abstract

Health is an investment to improve the quality of human resources. Both physically and psychologically healthy. The mental nursing area includes giving care to healthy mental, client and mental disorders clients. Mental health services are no longer focused on healing clients of mental disorders, but also on efforts to promote mental health or prevention efforts. This effort can be carried out by health workers and community participation through community empowerment. Community empowerment of mental health can be achieved with a health service management especially community-based mental health services. This form of health care management approach is known as Community Mental Health Nursing (CMHN). The purpose of this community service is to realize the formation of RW Siaga Sehat Jiwa (RW SSJ) with the participation of the Mental Health Cadre (KKJ). RW SSJ is a forum for the KKJ to carry out activities and apply the abilities obtained through training. With the increasing ability of the KKJ in overcoming health problems, it is hoped that the community can play an active role in realizing health status in their environment. The method used is the nursing process approach. It is expected that the KKJ has the ability to carry out early detection, determine family status and care for family risks and disorders, refer cases to health centers and or hospitals.

Page 1 of 1 | Total Record : 10