cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ijocs@unissula.ac.id
Editorial Address
Gang Mlati 8 Ds. Mlaten Mijen Demak 59583
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Community Services
ISSN : -     EISSN : 26848619     DOI : 10.30659/ijocs
Core Subject : Humanities, Social,
Indonesian Journal of Community Services (e-ISSN: 2684-8619) is a biannual scientific multidisciplinary journal published by UNISSULA Press, Department of Research and Community Services Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Indonesia. It is in the national level that covers a lot of common problems or issues related to community services. The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services.
Articles 175 Documents
Sosialisasi Geowisata Curug Bayan-Lereng Gunung Slamet, Kabupaten Banyumas-Jawa Tengah Asmoro Widagdo; Sachrul Iswahyudi; Idra Permanajati; Gentur Waluyo
Indonesian Journal of Community Services Vol 4, No 1 (2022): May 2022
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.4.1.1-10

Abstract

Pengunjung obyek wisata Curug Bayan di lereng selatan Gunung Slamet-Kabupaten Banyumas perlu mendapatkan informasi aspek geologi pada lokasi yang dikunjunginya. Sebagian besar dari para wisatawan ini belum mengetahui jenis dan makna pada beberapa titik yang memiliki makna penting secara geologi. Pengabdian kepada masyarakat sosialisasi geowisata Curug Bayan di Kabupaten Banyumas - Jawa Tengah ini adalah melalui serangkaian langkah dari kajian pustaka, pengamatan lapangan, sosialisasi pada masyarakat dan selanjutnya penyusunan tulisan karya pengabdian ini. Sosialisasi kepada wisatawan mengenai aspek geowisata Curug Bayan telah memberikan pengetahuan dan pemahaman akan makna geologi pada lokasi wisata Curug Bayan.Visitors to the Curug Bayan tourist attraction, on the southern slope of Mount Slamet-Banyumas Regency, need to obtain information on the geological aspects of the locations they visit. Most of these tourists do not know the type and meaning at some point which has geological significance. Community service regarding the promotion of Curug Bayan geotourism in Banyumas Regency-Central Java, is through a series of steps from literature review, field observations, socialization to the community and then writing this paper. Socialization to tourists regarding the geotourism aspect of Curug Bayan has provided knowledge and understanding of the geological meaning of Curug Bayan tourist sites.
Upaya Pencegahan dan Penularan Scabies di Pondok Pesantren Ibrohimiyyah Demak melalui Edukasi Personal Hyegiene pada Santri Yuzza Alfarra; Pasid Harlisa; Hesti Wahyuningsih Karyadini
Indonesian Journal of Community Services Vol 4, No 1 (2022): May 2022
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.4.1.101-109

Abstract

Ibrohimiyyah Islamic Boarding School (“Ponpes”) is located in Brumbung RT 05 RW 04 Mranggen Demak. The density of occupancy in each room at the Ponpes causes low personal hygiene and environmental sanitation at the place. Our community service activity (Pengabdian masyrakat/PkM) was aimed to solve the problem of (1)The lack of understanding of the students (“stantri”) about the importance of personal hygiene in preventing many diseases, especially the transmission of scabies, (2) The lack of knowledge of Ponpes administrators and santri about scabies and how to prevent transmission, (3) The number of students who currently suffer from scabies and have not been handled properly who can resulting in the transmission of this disease in the cottage environment so that it affects the rest time and productivity of students. Our PkM provided health education through counseling about scabies disease, its causes, ways to prevent transmission and how to treat wounds caused by scabies to santri and Ponpes administrators. Examination of the severity of scabies was done to determine the scabies. To prevent the spreading of the disease to others, the santri with scabies was also treated by topical scabicide, namely Permethrin cream 5% or ointment 2-4, or oral Ivermectin. Education, examination and treatment of scabies in santri was useful for increasing santri' knowledge so that they are able to understand personal hygiene in preventing many diseases, especially the transmission of scabies. Santri are able to understand about scabies and how to prevent its transmission. 
Peningkatan Literasi Digital Masyarakat Desa Manggihan Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang melalui Pengenalan Jam Digital Masjid Eka Nuryanto Budisusila; Jenny Putri Hapsari; Agus Adhi Nugroho
Indonesian Journal of Community Services Vol 4, No 1 (2022): May 2022
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.4.1.57-65

Abstract

Masyarakat Desa Manggihan yang rata-rata bermatapencaharian sebagai peternak sapi dan petani kebun/sayuran, telah memiliki tingkat pengetahuan teknologi yang cukup lumayan, meskipun belum banyak yang mengenyam pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi. Ini dibuktikan telah banyak masyarakat yang memanfaatkan ponsel atau smartphone sebagai alat komunikasi sehari-hari, meskipun sebatas untuk telepon, sms, bermain games maupun berkomunikasi melalui media sosial. Terutama generasi mudanya yang sudah mulai terbiasa dengan berbagi fitur yang ada di smartphone mereka. Meskipun begitu masih banyak fitur smartphone yang belum termanfaatkan secara optimal. Terlebih fitur dan aplikasi smartphone yang dapat mengendalikan perangkat lain yang berupa non-ponsel, masyarakat masih sangat minim mengetahui tentang itu. Peningkatan literasi digital melalui pelatihan penggunaan perangkat jam digital masjid berbasis Android yang berlokasi di Masjid Al-Huda Dusun Pendem dan Masjid Al-Ikhlas Dusun Seturun Desa Manggihan Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang ini, masyarakat dapat memperoleh informasi teknologi tentang: fitur-fitur smartphone Android berikut pemanfatannya dan cara pengoperasian prangkat jam digital masjid berbasis Android. Pengenalan dan pelatihan dapat berjalan secara sangat baik karena didukung oleh berbagai faktor, antara lain: peserta pelatihan yang sudah dapat mengoperasikan Android, sinyal operator yang memadai, metode pelatihan langsung, kelengkapan modul dan video tutorial, kerjasama dan kolaborasi tim tutor dengan peserta pelatihan, serta penyerahan perangkat jam digital masjid sehingga dapat langsung dimanfaatkaan.The people of Manggihan Village, whose average livelihood is as cattle breeders and garden/vegetable farmers, already have a fairly decent level of technological knowledge, although not many have received education up to university level. It has been proven by many people who use cellphones or smartphones as a means of daily communication, even though it is limited to calling, texting, playing games or communicating through social media. Especially the younger generation who are getting used to sharing the features on their smartphones. Even so, there are still many smartphone features that have not been utilized optimally. Moreover, smartphone features and applications that can control other non-mobile devices, people still have very little knowledge about it. Increasing digital literacy through training in the use of Android-based digital clock devices of mosque located at the Al-Huda Mosque in Pendem Hamlet and Al-Ikhlas Mosque in Seturun Hamlet, Manggihan Village, Getasan District, Semarang Regency, the public can obtain technological information about Android smartphone features and their utilities, and how to operate an android-based mosque digital clock device. The introduction and training were done very well because it is supported by various factors, including trainees who can already operate Android, adequate operator signals, direct training methods, completeness of modules and video tutorials, collaboration of tutor teams with training participants, and submission of the mosque's digital clock so that it can be used immediately.
Pendampingan Asuhan Continuity of Care Berkaitan dengan Malaria dan Anemia dengan Mengaktifkan Pustu di Kelurahan Doyo Baru Kabupaten Jayapura Sri Wahyuni; Ruth Yogi; Eka Setyaning Suci; Farida Fransisca Sihotang; Roganda Simanjuntak
Indonesian Journal of Community Services Vol 4, No 1 (2022): May 2022
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.4.1.11-21

Abstract

Angka Kesakitan Malaria (Annual Paracite Insidense (API)) Provinsi Papua pada tahun 2019 adalah 43,03 % merupakan tertinggi di Indonesia. Kasus Malaria pada ibu hamil tahun 2019 sejumlah 0,5 % dari keseluruhan penderita Malaria. Sedangkan prevalensi ibu hamil dengan Anemia sebesar 43 %. Kelurahan Doyo Baru Kabupaten Jayapura Provinsi Papua memiliki 1 angka kematian pada ibu hamil karena Malaria pada tahun 2020. Asuhan Continuity of Care pada kehamilan diharapkan dapat memantau dengan baik ibu hamil dengan Malaria dan Anemia sehingga tidak terjadi kematian pada ibu karena Malaria. Pemberian penyuluhan menggunakan buku saku dan leaflet tentang pencegahan Malaria dan Anemia pada kehamilan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan. Metode pelaksanaan terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan. Kegiatan telah dilaksanakan mulai bulan Mei hingga November 2021 dengan hasil kegiatan yaitu setelah dilakukan  pelatihan Asuhan Continuity of Care pada bidan dan analis kesehatan di kelurahan  Doyo Baru Wilayah kerja Puskesmas Waibu berhasil meningkatkan pengetahuan bidan dan analis Kesehatan tersebut, Penyuluhan tentang Malaria dan Anemia dengan menggunakan buku saku dan leaflet  telah berhasil meningkatkan pengetahuan para ibu hamil dan masyarakat, Kegiatan Pemantauan ibu hamil dengan asuhan Continuity of Care di kelurahan Doyo Baru pada ibu hamil terbukti menurunkan angka kematian ibu di Kelurahan tersebut menjadi 0. Kegiatan asuhan continuity of care telah menginisiasi para Balita yang sebelumnya tidak pernah diadakan posyandu di daerah tersebut menjadi bisa terkontrol dan bisa mendapatkan imunisasi.The Malaria Disease Rate (Annual Paracite Incidence (API)) of Papua Province in 2019 was 43.03%, the highest in Indonesia. Malaria cases in pregnant women in 2019 amounted to 0.5% of all Malaria sufferers. While the prevalence of pregnant women with Anemia is 43%. Doyo Baru Village, Jayapura Regency, Papua Province has 1 mortality rate in pregnant women due to Malaria in 2020. Continuity Of Care care in pregnancy is expected to be able to monitor pregnant women with Malaria and Anemia well so that there are no maternal deaths due to Malaria. The provision of counseling using pocket books and leaflets on the prevention of Malaria and Anemia in pregnancy is expected to increase knowledge. The implementation method consists of the stages of preparation, implementation, evaluation and reporting. The activity has been carried out from May to November 2021 with the results of the activity, namely after the Continuity of Care training was carried out for midwives and health analysts in the Doyo Baru village. Pockets and leaflets have succeeded in increasing the knowledge of pregnant women and the community. Monitoring activities for pregnant women with Continuity of Care care in the Doyo Baru village for pregnant women have been proven to reduce the maternal mortality rate in the village to 0. Continuity of care care activities have initiated toddlers who previously, Posyandu had never been held in the area so that it could be controlled and could get immunizations.
Pendampingan Pengembangan Teknologi Informasi pada UMKM Rangkul Semarang Bagus Satrio Waluyo Poetro; Sam Farisa Chaerul Haviana
Indonesian Journal of Community Services Vol 4, No 1 (2022): May 2022
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.4.1.66-73

Abstract

UMKM Rangkul (Rakyat Semarang Kuliner) merupakan suatu wadah perkumpulan bagi para pelaku UMKM di bidang kuliner yang ada di Kecamatan Ngaliyan. Sasaran UMKM Rangkul adalah meningkatkan pemasaran lokal maupun global produk – produk UMKM sebesar rata-rata 5 % per tahun. Namun terbatasnya akses masyarakat di luar anggota UMKM atas informasi produk-produk yang ada pada paguyuban membuat potensi pemasaran sangatlah kecil. Oleh karena itu dibutuhkan pemanfaatan dan pengembangan teknologi informasi guna mendukung promosi pemasaran pada UMKM Rangkul ini. Salah satu solusinya adalah dengan katalog online yang dapat diakses masyarakat luas untuk lebih mudah mengetahui produk-produk apa saja yang ada pada paguyuban UMKM Rangkul semarang. Solusi dari permasalahan ini direalisasikan dalam bentuk pengembangan Katalog Online produk-produk anggota UMKM Rangkul semarang yang dapat diakses melalui internet dan handal dalam menyajikan informasi.UMKM Rangkul (Rakyat Semarang Kuliner) is an association forum for MSME actors in the culinary field in Ngaliyan District. The target of UMKM Rangkul is to increase local and global marketing of UMKM products by an average of 5% per year. However, the limited access of people outside of UMKM members to information on products in the association makes the marketing potential very small. Therefore, it is necessary to use and develop information technology to support marketing promotions in this UMKM Rangkul. One solution is to use an online catalog that can be accessed by the wider community to more easily find out what products are in the UMKM Rangkul Association, Semarang. The solution to this problem is realized in the form of developing an Online Catalog of products for members of UMKM Rangkul Semarang which can be accessed via the internet and is reliable in presenting information.
Pembuatan dan Pendampingan Pengelolaan Website Sekolah KB-TK Hj. Isriati Baiturrahman 1 Semarang Jenny Putri Hapsari; Muhammad Khosyi'in; Badie'ah Badie'ah
Indonesian Journal of Community Services Vol 4, No 1 (2022): May 2022
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.4.1.22-30

Abstract

Website sebagai media publikasi online bagi sekolah saat ini sudah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Semua informasi dapat dengan mudah tersampaikan secara lengkap dan lugas dengan media website. Kondisi masyarakat yang terdampak pandemi covid-19 menjadikan kebutuhan website menjadi sebuah keniscayaan bagi sebuah sekolah selain menggunakan media sosial. KB-TK Hj. Isriati Baiturrahman 1 Semarang sampai tahun 2020 senantiasa menyampaikan informasi seputar kegiatan sekolah dan pendaftaran peserta didik baru dengan menggunakan media sosial. Hasil observasi awal, sekolah teridentifikasi belum memiliki website mandiri, sehingga dengan diskusi terkait dengan kebutuhan sekolah dilakukan pembuatan dan pengembangan website dengan domain sekolah (.sch). Website yang dibuat menggunakan platform wordpress yang mudah dalam pengelolaannya, sehingga diharapkan admin web dapat melakukan pengelolaan website sekolah secara mandiri. Kegiatan pembuatan dan pendampingan menggunakan metode adalah 1) tahap observasi, 2) tahap pembuatan website 3) tahap pendampingan pengelolaan website 4) tahap monitoring dan evaluasi. Hasil dan manfaat dari kegiatan pengabdian masyarakat salah satunya adalah sekolah mempunyai website sekolah, memberikan pengetahuan tentang pengelolaan website sekolah bagi admin dan cara membuat artikel maupun konten untuk guru.Website as an online publication media for schools has now become a very urgent need. All information can be easily conveyed in a complete and straightforward manner with the website media. The condition of the community affected by the COVID-19 pandemic has made the need for a website a necessity for a school apart from using social media. KB-TK Hj. Isriati Baiturrahman 1 Semarang until 2020 always conveys information about school activities and registration of new students using social media. The results of initial observations, identified schools do not yet have an independent website, so with discussions related to school needs, the website is made and developed with the school domain (.sch). Websites created using the WordPress platform are easy to manage, so it is hoped that web admins can manage school websites independently. The activities of making and assisting using the method are 1) the observation stage, 2) the website creation stage, 3) the mentoring stage for website management 4) the monitoring and evaluation stage. One of the results and benefits of community service activities is that schools have a school website, provide knowledge about managing school websites for admins and how to create articles and content for teachers.
Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah Kolaborasi dengan Bank Sampah Migunani Kauman Yogyakarta Wahyu Widhiarso; Mahdiya Nayla
Indonesian Journal of Community Services Vol 4, No 1 (2022): May 2022
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.4.1.74-82

Abstract

Minyak jelantah merupakan minyak goreng yang telah dipakai untuk menggoreng berbagai olahan makanan. Penggunaan minyak goreng secara berulang kali dapat dikatakan sebagai minyak limbah yang memiliki dampak negatif pada kesehatan tubuh dan lingkungan. Limbah minyak jelantah dapat menimbulkan pencemaran lingkungan apabila dibuang ke lingkungan. Permasalahan yang menjadi prioritas Bank Sampah Migunani Kauman adalah belum memiliki pengetahuan mengenai cara penjernihan dan pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi sabun cair serta bahaya penggunaan minyak jelantah secara berulang kali. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah produk sabun cair dari limbah minyak jelantah, peningkatan keterampilan dalam mengolah limbah minyak jelantah menjadi sabun cair dan kesadaran masyarakat akan bahaya penggunaan ulang minyak jelantah. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat adalah ceramah dan diskusi, praktik membuat sabun cair dari limbah minyak jelantah, dan evaluasi. Berdasarkan hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa peserta pelatihan sangat antusias memperhatikan dan aktif bertanya setiap tahapan pembuatan sabun cair dari bahan baku limbah minyak jelantah serta meningkatkan pemahaman peserta mengenai pemanfaatan kembali limbah minyak jelantah sebagai bahan baku sabun.The waste cooking oil is a cooking oil that has used to cooking of various processed foods. The use of cooking oil repeatedly as a waste cooking oil has a negative impact on the health of the body and the environment. The waste cooking oil can cause of environmental pollutions when discharged to the environment. The problems that to be priority of the Migunani Waste Bank in Kauman is that do not have knowledge about way to purify and utilize of the waste cooking oil to be liquid soap and the dangers of use waste cooking oil repeatedly. The main objective of the community service activities is the liquid soap product from the waste cooking oil, the increase in the skill of processing waste cooking oil into liquid soap and the public awareness of the dangers of reuse waste cooking oil. Method used in the community service are talks and discussions, the practice of makes liquid soap by the waste cooking oil and evaluation. Based on results of the community service, it indicated that the training participants were very enthusiastic about paying attention and actively asking at every stage of the make liquid soap by waste cooking oil and the increase participants understanding of reuse waste cooking oil as a raw material for soap.
Upaya Peningkatan Kualitas Hidup Orang Tua yang Memiliki Anak Gangguan Tumbuh Kembang Ika Rosdiana; Pujiati Abbas
Indonesian Journal of Community Services Vol 4, No 1 (2022): May 2022
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.4.1.31-40

Abstract

Instalasi Rehabilitasi Medik merupakan salah satu dari Instalasi di RSI Sultan Agung yang memberikan pelayanan berupa stimulasi untuk anak anak dengan gangguan tumbuh kembang. Kurang lebih sebanyak 50 anak yang rutin menjalani stimulasi tumbuh kembang di Instalasi Rehabilitasi Medik. Anak anak gangguan tumbuh kembang yang datang dengan bermacam macam gangguan seperti terlambat tumbuh kembang sampai gangguan neurologi motoric berat, gangguan focus attensi dan gangguan komunikasi bicara dan Bahasa. Kegiatan dari PKM ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua yang memiliki anak dengan gangguan tumbuh kembang dalam memberikan stimulasi yang benar dengan demikian akan meningkatkan Kualitas Hidup orang tua. Data kualitas hidup orang tua diperoleh dari pengisisan kuesioner WHO QOL BREF pada orang tua yang memiliki anak dengan gangguan tumbuh kembang. Hasil dari analisis kualitas hidup pada 40 responden orang tua anak gangguan tumbuh kembang yang diperoleh adalah Domain Kesehatan Fisik kriteria “Sedang” Domain Psikologis kriteria “Baik” Domain Hubungan Sosial kriteria “Sedang” Domain Lingkungan kriteria “Baik”. Gangguan tumbuh kembang pada anak anak perlu mendapatkan stimulasi yang benar sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang mendekati grafik tumbuh kembang mendekati milestone normal, dengan demikian orang tua akan lebih tenang menghadapi tumbuh kembang anak kedepannya. Setelah mngetahui hasil Kalitas hidiup orangtua kemudian dilakukan edukasi kepada orang tua tentang bagaimana memberikan stimulasi motorik dan sensorik serta oromotor. Pada PKM berikutnya akan difokuskan bagaimana memberikan stimulasi oromotor khususnya serta mengatur tekstur makan untuk anak anak dengan gangguan agar tumbuh kembang optimal kedepan.The Medical Rehabilitation Installation is one of the installations at the Sultan Agung Hospital that provides services in the form of stimulation for children with growth and development disorders. Approximately 50 children routinely undergo growth and development stimulation at the Medical Rehabilitation Installation. Children with growth and development disorders who come with various kinds of disorders such as delayed growth and development to severe motor neurologic disorders, attention focus disorders and speech and language communication disorders. This PKM activity aims to increase the knowledge of parents who have children with growth and development disorders in providing the right stimulation, thereby improving the quality of life of parents. Quality of life data for parents was obtained from filling out the WHO QOL BREF questionnaire. The results of the analysis of the quality of life in 40 respondents of parents of children with growth and development disorders obtained are Physical Health Domain criteria "Medium" Psychological Domain criteria "Good" Social Relations domain criteria "Medium" Environmental Domain criteria "Good". Disorders of growth and development in children need to get the right stimulation so that children can grow and develop closer to the growth chart approaching normal milestones, so parents will be calmer in facing their child's growth and development in the future. The next PKM will focus on how to regulate eating patterns for children with oromotor disorders in particular.
Penerapan Aplikasi TikTok Education Holistik Integratif di TK Tarbiyatul Athfal Desa Kecapi Kecamatan Tahunan Jepara Nur Afifah; Dhabitha Laviana Filza; Aulia Putri Salsabillah; Muhammad Nofan Zulfahmi; Eka Setya Budi
Indonesian Journal of Community Services Vol 4, No 1 (2022): May 2022
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.4.1.83-92

Abstract

Keberhasilan dalam pembelajaran baik dari segi kualitas maupun kuantitas sangat didukung dari pemilihan media pembelajaran yang tepat. Oleh karena itu, pemilihan dan pengaplikasian media pembelajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kesesuaian materi. Bahan ajar bagi Taman kanak-kanak harus bersifat simple, kreatif, dan inovatif agar dengan mudah diterima oleh anak didik. Seperti model pembelajaran perkembangan motoric di TK Tarbiyatul Athfal yang masih klasikal belum menampakkan hasil yang optimal. Maka dari itu perlu menggunakan berbagai media yang kreatif dan inovatif agar mampu memberikan stimulasi yang tepat dalam program pengembangan motoric seperti Tik Tok Education Holistik Integratif. Media Tiktok Education Holistik Integratif merupakan media yang berupa audio visual, media ini sebuah media sosial yang dapat dilihat dan juga dapat didengar. Berdasarkan pelatihan pembuatan media Tik Tok Education Holistik Integratif ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan pembelajaran perkembangan motorik di TK Tarbiyatul Athfal sebagai berikut: (1) Model pembelajaran pengembangan motorik kurang kreatif dan inovatif (2) Media pembelajaran pengembangan motorik masih terbatas jumlahnya..(3) Peserta didik kurang tertarik dan termotivasi pada kegiatan pembelajaran motorik yang diajarkan oleh guru. (4) Hasil capaian perkembangan pada materi gerak motorik belum mencapai standar capaian perkembangan anak yang optimal. dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masayarakat dalam pembuatan Tiktok Education Holistik Integratif sudah berhasil dilakukan. Target yang diinginkan dalam kegiatan pelatihan ini tercapai. Peserta sudah berhasil menggunakan aplikasi Tik Tok dan membuat konten pembelajaran dengan baik.
Edukasi Partisipasi Masyarakat Kelurahan Pandean Lamper dalam Pemeliharaan Bantaran Sungai Banjir Kanal Timur Semarang Henny Pratiwi Adi; Slamet Imam Wahyudi
Indonesian Journal of Community Services Vol 4, No 1 (2022): May 2022
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.4.1.41-48

Abstract

Kelurahan Pandean Lamper merupakan salah satu daerah rawan banjir di Kota Semarang, karena terletak di DAS Sungai Banjir Kanal Timur. Penanganan terhadap banjir di wilayah tersebut telah dilakukan oleh pemerintah berupa normalisasi sungai dan saluran drainase. Banjir Kanal Timur (BKT) adalah satu sistem pengendali banjir Kota Semarang yang terletak di bagian timur Kota Semarang. Sungai ini memiliki panjang ± 14,50 km. Proyek normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur membentang dari hulu di Bendungan Pucanggading hingga berakhir Muara Sungai di Laut Jawa. Dalam tahap I, normalisasi dilakukan sepanjang 6,7 kilometer, dari muara hingga Jembatan Majapahit. Untuk menjamin keberlanjutan pengelolaan normalisasi sungai dan saluran drainase, diperlukan keterlibatan banyak pihak, termasuk partisipasi masyarakat yang bertempat tinggal di dalamnya. Oleh sebab itu warga di kawasan tersebut perlu mendapatkan edukasi bagaimana menjaga keberlanjutan normalisasi sungai dan saluran drainase. Warga Kelurahan Pandean Lamper memerlukan edukasi agar dapat ikut berpartisipasi dalam pemeliharaan sungai dan saluran drainase. Edukasi yang diberikan meliputi pemahaman tentang penyebab dan dampak banjir, penanganan banjir serta pemeliharaan bangunan infrastruktur pengendali banjir. Warga Kelurahan Pandean Lamper masih banyak yang tidak memahami bangunan pengendali banjir yang ada di sekitar lingkungan mereka. Melalui edukasi yang diberikan dalam penyuluhan, diharapkan warga Pandean Lamper bisa memahami peran yang harus dilakukan dalam menjaga keberlangsungan bangunan pengendali banjir. Pandean Lamper Village is one of the flood-prone areas in Semarang City, because it is located in the East Flood Canal River Basin. The government has taken steps to deal with flooding in the area by normalizing rivers and drainage channels. The East Flood Canal (BKT) is a flood control system for the City of Semarang which is located in the eastern part of the City of Semarang. This river has a length of ± 14.50 km. The East Flood Canal River normalization project stretches from the upper reaches of the Pucanggading Dam to the end of the River Estuary in the Java Sea. In phase I, normalization is carried out along 6.7 kilometers, from the estuary to the Majapahit Bridge. To ensure the sustainability of the normalization of river and drainage channel management, it requires the involvement of many parties, including the participation of the people who live in them. Therefore, residents in the area need to receive education on how to maintain the sustainability of normalization of rivers and drainage channels. The residents of Pandean Lamper Village need education so that they can participate in the maintenance of rivers and drainage channels. The education provided includes an understanding of the causes and impacts of floods, flood management and maintenance of flood control infrastructure buildings. There are still many residents of Pandean Lamper Village who do not understand the flood control buildings in their surroundings. Through the education provided in the counseling, it is hoped that the residents of Pandean Lamper can understand the role that must be carried out in maintaining the sustainability of flood control buildings.

Page 7 of 18 | Total Record : 175