cover
Contact Name
Siska Lis Sulistiani
Contact Email
ummufathir26@gmail.com
Phone
+6281321839549
Journal Mail Official
ummufathir26@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Syariah, Universitas Islam Bandung Gedung Dekanat lantai 1, Jalan Taman sari No. 24-26 Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Tahkim (Jurnal Peradaban dan Hukum Islam)
ISSN : 25981129     EISSN : 25977962     DOI : https://doi.org/10.29313/tahkim.v4i1.6844
Core Subject : Economy, Social,
hukum keluarga islam, Sejarah, hukum perdata Islam, hukum pidana islam, hukum ekonomi Islam, fiqh-ushul fiqh, kaedah fiqhiyah, masail fiqhiyah, tafsir hadis ahkam ataupun hasil penelitian yang relevan.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2024)" : 7 Documents clear
TINJAUAN MAQASHID AL-SYARI’AH TERHADAP PERILAKU SODOMI SEBAGAI ALASAN PERCERAIAN (Studi Putusan Nomor 222/Pdt.G/2019/PA.Bgr) Alfin, Aidi; Bahar, Muchlis; Azwar, Zainal; Fathurohman, Muhammad Faozan
Tahkim (Jurnal Peradaban dan Hukum Islam) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Prodi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Asy-Syakhsiyyah) Fakultas Syariah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tahkim.v7i1.13274

Abstract

Islam has taught married couples to get along well (mu'asyarah bil al-ma'ruf) including sexual relations. However, there are several cases of sexual deviation, including cases of sodomy. In the Bogor religious court, there was a case of sodomy as a reason for divorce. This research aims to analyze Maqashid al-Shariah's review of sodomy behavior as a reason for divorce. This type of research is normative qualitative using the statue appoarch or statutory approach and library study data collection techniques. The results of this research show that the judge's decision in decision number 222/Pdt.G/2019/PA.Bgr which granted the petition for divorce was in accordance with the concept of maqashid al-syari'ah because it had saved the wife from harm due to deviant behavior committed by her husband and the judge. assess that domestic happiness will not be realized if the marital relationship is maintained. In addition, sodomy behavior is contrary to the concept of maqashid al-syari'ah because it threatens the existence of religion (Hifzh al-Din), soul (Hifzh an-Nafs), and offspring (Hifzh an-Nasl).
PENYIMPANGAN ORIENTASI SEKSUAL YANG BERPOTENSI MENJADI ALASAN HUKUM PERCERAIAN (STUDI KASUS PENGADILAN AGAMA BOGOR KELAS 1A) Munir, Ramadhana Adrieansyah; Yumarni, Ani; Ilyanawati, R. Yuniar Anisa
Tahkim (Jurnal Peradaban dan Hukum Islam) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Prodi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Asy-Syakhsiyyah) Fakultas Syariah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tahkim.v7i1.13339

Abstract

Perkembangan zaman peradaban manusia mendorong percepatan propaganda Lesbian, Gay, Bisex, and Transgender atau yang sering dikenal dengan singkatan LGBT. Sebuah kampanye yang dimaksudkan untuk memaklumi segala bentuk penyimpangan orientasi seksual dengan dalih hasrat biologis manusia dilindungi oleh HAM. Hal ini telah merambak masuk ke dalam aspek-aspek sosial masyarakat Indonesia bahkan yang terkecil sekalipun yaitu rumah tangga. Permasalahan ini telah menjadi pemicu terjadinya perceraian dalam sebuah rumah tangga yang akhirnya mengakibatkan perpisahan antara suami-isteri yang telah disatukan oleh ikatan janji suci perkawinan. Dari permasalahan tersebut, peneliti tertarik untuk mengangkatnya dalam skripsi yang berjudul “Penyimpangan Orientasi Seksual Yang Berpotensi Menjadi Alasan Hukum Perceraian (Studi Kasus Pengadilan Agama Bogor Kelas I A)”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab penyebaran LGBT yang akhirnya menyebabkan perceraian, juga untuk mengetahui bagaimana penyelesaian perkara terkait yang dilakukan oleh Pengadilan Agama Bogor Kelas I A. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis Normatif dengan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di Pengadilan Agama Bogor Kelas I A. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum ada aturan tertulis yang bersifat tetap yang mengatur tentang penyimpangan orientasi seks sebagai alasan perceraian. Sehingga hakim hanya dapat mengembalikan fakta-fakta dari konflik perselingkuhan sesama jenis kepada alasan-alasan perceraian yang telah ada.ABSTRACTThe development of human civilisation has accelerated the propaganda of Lesbian, Gay, Bisex, and Transgender (LGBT). A campaign intended to condone all forms of sexual orientation deviation under the pretext of human biological desires protected by human rights. This has penetrated into the social aspects of Indonesian society, even the smallest of households. This problem has become a trigger for divorce in a household which ultimately results in separation between husband and wife who have been united by the bond of the sacred promise of marriage. From these problems, the researcher is interested in raising it in a thesis entitled "Sexual Orientation Deviation Potentially Becoming a Legal Reason for Divorce (Case Study of Bogor Religious Court Class I A)". The formulation of the problem in this study is to find out the factors that cause the spread of LGBT which eventually leads to divorce, as well as to find out how the settlement of related cases conducted by the Bogor Religious Court Class I A. This research is a Normative juridical research with a qualitative approach. The research location was at the Bogor Religious Court Class I A. The results showed that there is no permanent written rule governing sexual orientation deviation as a reason for divorce. So that the judge can only return the facts of the same-sex infidelity conflict to the existing reasons for divorce.
ANALISIS FATWA YUSUF AL QARDHAWI TENTANG NIKAH MISYĀR DAN RELEVANSINYA DENGAN HAK ASASI MANUSIA afiqah, siti salma; Rahmawati, Rahmawati; Putri, Weldra Ayu; Azwar, Zainal
Tahkim (Jurnal Peradaban dan Hukum Islam) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Prodi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Asy-Syakhsiyyah) Fakultas Syariah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tahkim.v7i1.13278

Abstract

Perkawinan Misyār adalah perkawinan dimana pihak perempuan merelakan beberapa haknya dan tidak tinggal bersama pasangannya. Para ulama mempunyai pandangan berbeda mengenai perkawinan Misyār. Sebagian ulama yang melarang dan sebagian lagi menghalalkannya, Yusuf Qardhawi adalah satu diantara yang menghalalkan. Tujuan artikel ini adalah menganalisis metode istinbath Yusuf Qardhawi dalam fatwanya tersebut dan relevansinya dengan hak asasi manusia (HAM). Jenis penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Data yang digunakan dalam tulisan ini yaitu merujuk kepada buku, jurnal, maupun hasil dari penelitian-penelitian terdahulu. hasil dari kajian ini adalah Yusuf Qardhawi membolehkan kawin Misyār dengan ketentuan syarat dan rukunnya telah terlaksana seperti perkawinan pada umumnya. Begitu juga ditinjau dari Hak Asasi Manusia di Indonesia juga memperbolehkan dengan tetap memerhatikan peraturan yang berlaku di Indonesia. Adapun metode istinbath hukum yang digunakan Yusuf Qardhawi dalam hal ini adalah merujuk pada Al-Qur`an dan Sunnah sebagai sumber hukum utama, qiyas, dan maslahah mursalah.
ANALISIS WAKAF TUNAI DAN PRAKTIKNYA DI INDONESIA Hadiyanto, Redi
Tahkim (Jurnal Peradaban dan Hukum Islam) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Prodi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Asy-Syakhsiyyah) Fakultas Syariah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tahkim.v7i1.13431

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang wakaf tunai sebagai bentuk pengembangan konsep wakaf tradisional dalam konteks keuangan modern. Wakaf tunai adalah suatu model wakaf yang mengarah pada penyaluran dana secara langsung tanpa melibatkan aset fisik. Penelitian ini tidak hanya memetakan konsep wakaf tunai yang semakin berkembang, tetapi juga mengeksplorasi praktik implementasinya di Indonesia. Metodologi penelitian ini mencakup studi literatur dan analisis peraturan perundang-undangan terkait. Data yang terkumpul akan dianalisis untuk mengidentifikasi peran wakaf tunai dalam mendukung pembangunan sosial dan ekonomi, serta mengukur dampaknya terhadap keberlanjutan dan inklusivitas keuangan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang komprehensif tentang implementasi wakaf tunai di Indonesia, mencakup praktik, kendala, potensi, dan manfaatnya, serta peran lembaga keuangan dalam mengembangkan wakaf tunai di Indonesia. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menyumbangkan wawasan bagi pemangku kebijakan, perbankan syariah, dan masyarakat umum tentang konsep inovatif ini sebagai instrumen keuangan yang dapat meningkatkan inklusivitas keuangan dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
TRADISI RITUAL ABIDI DANG PASCA PERNIKAHAN PADA MASYARAKAT LEWALU KABUPATEN ALOR DITINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM M. Sali, Jakariah; Iskandar, Iskandar; Rohman, Abdul
Tahkim (Jurnal Peradaban dan Hukum Islam) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Prodi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Asy-Syakhsiyyah) Fakultas Syariah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tahkim.v7i1.13514

Abstract

Islam di Indonesia kaya dengan berbagai ritus keagamaan yang merupakan harmonisasi antara ajaran agama dan warisan budaya lokal. Pendakwah Islam di Indonesia umumnya menunjukkan sikap bijaksana dalam menghadapi tradisi lokal di suatu masyarakat, yang kemudian diselaraskan dengan ajaran Islam agar agama dapat meresap dalam kehidupan sehari-hari. Prinsipnya adalah mempertahankan nilai-nilai lama yang baik dan menerima nilai-nilai baru yang lebih baik. Salah satu contohnya adalah tradisi ritual abibi dang yang ditemukan di Desa Lewalu, Kabupaten Alor. Tujuan tulisan ini untuk membahas mengenai ritual abibi dang dan hukumnya perspektif ajaran Islam. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang langsung merujuk pada para pelaku ritual abibi dang. Hasil yang didapatkan mengungkapkan bahwa tradisi ritual abibi dang merupakan suatu ritual adat yang dilakukan oleh masyarakat desa Lewalu, kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor pasca pernikahan sebagai simbol pemutusan seorang mempelai perempuan yang telah menikah dari suku atau klannya dan untuk masuk menjadi bagian dari suku atau klan suaminya. Dalam perspektif Islam ritual tersebut dianggap baik karena di dalamnya memuat nilai-nilai keislaman dan bisa menumbuhkan sikap solidaritas yang tinggi di tengah-tengah masyarakat Islam.
DINAMIKA KEWARISAN ALTERNATIF: ANALISIS KONSEP HIBAH DALAM KONTEKS PENGGANTIAN WARISAN Ritonga, Raja; Nasution, Martua
Tahkim (Jurnal Peradaban dan Hukum Islam) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Prodi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Asy-Syakhsiyyah) Fakultas Syariah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tahkim.v7i1.13485

Abstract

Peralihan harta warisan alternatif menjadi isu penting dalam konteks perubahan sosial dan norma-norma hukum. Salah satu alternatif yang menarik perhatian adalah konsep hibah sebagai pengganti dalam praktik pembagian warisan. Penerapan hibah harta dilakukan ketika pewaris masih hidup. Tentu hal ini dilaksanakan untuk meminimalisir konflik internal keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika pewarisan alternatif, khususnya melalui analisis konsep hibah sebagai pengganti warisan. Selain itu, penelitian ini juga menggambarkan secara mendalam terhadap aspek hukum, etika, dan dampak sosial dari penerapan konsep hibah. Metode penelitian menggunakan bentuk kualitatif jenis library research dengan pendekatan kerangka hukum normatif. Data penelitian dikumpulkan melalui studi literatur, selanjutnya dianalisis dengan mennggunakan analisis konten. Temuan penelitian menjelaskan bahwa munculnya konsep perubahan paradigma dalam konteks pewarisan, implikasi hukum yang muncul, serta respons sosial terhadap alternatif pewarisan menjadi sebuah kajian menarik. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan baru dan pemahaman yang lebih mendalam tentang peran potensial hibah dalam konteks dinamika pewarisan alternatif.The transition of alternative inheritance has become a significant issue in the context of social change and legal norms. One intriguing alternative that has drawn attention is the concept of "hibah" (gift) as a substitute in the practice of inheritance distribution. The implementation of wealth "hibah" occurs while the benefactor is still alive, intending to minimize internal family conflicts. This research aims to describe the dynamics of alternative inheritance, specifically through an analysis of the "hibah" concept as a substitute for inheritance. Furthermore, the study provides an in-depth depiction of the legal, ethical, and social aspects of implementing the "hibah" concept. The research methodology employs qualitative library research with a normative legal framework approach. Data collection involves literature reviews and content analysis. Research findings elucidate the emergence of a paradigm shift in the context of inheritance, the legal implications that arise, and societal responses to alternative inheritance practices. Thus, this study offers new insights and a deeper understanding of the potential role of "hibah" in the dynamics of alternative inheritance.
DISPARITAS PUTUSAN ISBAT NIKAH POLIGAMI SIRI PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH (Analisis Putusan No. 469/Pdt.G/2019/PA.Pbr dengan Putusan No. 67/Pdt.G/2019/PTA.Pbr) Mahdolita, Shintia; Kamarusdiana, Kamarusdiana; Yasardin, Yasardin
Tahkim (Jurnal Peradaban dan Hukum Islam) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Prodi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Asy-Syakhsiyyah) Fakultas Syariah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tahkim.v7i1.13417

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa disparitas putusan isbat nikah poligami siri di PA Pekanbaru dan PTA Pekanbaru. Penelitian ini merupakan penelitian normative dengan pendekatan kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Majelis Hakim PA Pekanbaru mengabulkan permohonan para Pemohon dan menetapkan sah pernikahan Pemohon I dengan Alm.XXXXXXX, dengan pertimbangan bahwa mengabulkan isbat nikah ini akan lebih bermanfaat dan lebih maslahat bagi para Pemohon dan Termohon. Sedangkan PTA Pekanbaru membatalkan putusan PA Pekanbaru dengan pertimbangan apabila poligami siri ini dibenarkan, maka akan menimbulkan kemudharatan di masyarakat dan juga masyarakat akan malakukan poligami sesuka hatinya tanpa terkendali. Jika ditinjau dari sisi maqashid syariah, baik putusan PA Pekanbaru maupun putusan PTA Pekanbaru sama-sama ingin mewujudkan kemaslahatan dan menolak kemudharatan. Putusan PA Pekanbaru berupaya untuk mewujudkan kemaslahatan al-khassah sedangkan putusan PTA Pekanbaru berupaya mewujudkan kemaslahatan umum. Serta Putusan PA Pekanbaru bertujuan untuk kemaslahatan dalam hifzh al-nasl, hifzh al-mal, serta memberikan perlindungan kepada istri siri. Sedangkan Putusan PTA Pekanbaru bertujuan untuk mewujudkan kemaslahatan dalam hifzh al-nasl, tapi tidak memberikan perlindungan terhadap istri siri.Kata Kunci: Disparitas Putusan, Isbat Nikah, Poligami Siri, Maqashid syariah

Page 1 of 1 | Total Record : 7