cover
Contact Name
Hakimatul Mukaromah
Contact Email
hakimatul.m@ft.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
desakota@mail.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Desa-Kota : Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Pemukiman
ISSN : -     EISSN : 26565528     DOI : -
Desa-Kota, adalah jurnal perencanaan wilayah, kota, dan permukiman, yang tujuan utamanya adalah untuk memperdalam pemahaman tentang kondisi perkotaan, perdesaan, dan kewilayahan, serta perubahan dan dinamika yang terjadi di area tersebut, baik dari perspektif empiris, teoretis, maupun kebijakan.
Arjuna Subject : -
Articles 110 Documents
Prediksi Perubahan Penggunaan Lahan pada Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan di Suburban Selatan Kota Surakarta Menggunakan Pemodelan Spasial Grafirati Mutiara Ayuningtias; Tendra Istanabi; Erma Fitria Rini
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i1.91166.175-187

Abstract

Studi ini bertujuan untuk memprediksi perubahan penggunaan lahan di kawasan suburban selatan Kota Surakarta menggunakan model Cellular Automata - Artificial Neural Network (CA-ANN). Penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perubahan penggunaan lahan, seperti kepadatan penduduk, faktor kegiatan, aksesibilitas, nilai tanah, dan topografi. Hasil penelitian menunjukkan perubahan signifikan dalam penggunaan lahan, dengan penurunan lahan pertanian dan peningkatan kawasan permukiman dan industri. Studi ini menyoroti dampak pembangunan perkotaan terhadap penggunaan lahan pertanian dan perlunya perencanaan perkotaan yang berkelanjutan untuk memastikan ketahanan pangan. Proses pemodelan spasial memprediksi perubahan penggunaan lahan di masa depan, sejalan dengan kebijakan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B). Pengendalian dan pemanfaatan penggunaan lahan penting untuk menjaga stabilitas pertanian dan mencegah konversi ke penggunaan nonpertanian.
Evaluasi Efektivitas Pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Digital di Kabupaten Malang Hurairah Haqi Ikhlasi; Amry Muhammad; Safwa Nashita Noor Shahira
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i2.96784.%p

Abstract

Dengan kekayaan alam dan budaya yang melimpah, Kabupaten Malang menjadi destinasi wisata yang populer di provinsi Jawa Timur. Selain itu, perkembangan teknologi digital dan penetrasi internet yang semakin luas di wilayah ini membuka peluang besar untuk pengembangan ekonomi digital, terutama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Potensi-potensi ini membuat Kabupaten Malang tidak hanya menjadi pusat wisata, tetapi juga berkembang sebagai salah satu hub digital yang terus bertumbuh. Pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari merupakan inisiatif pemerintah untuk memaksimalkan potensi Kabupaten Malang, terutama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital dan pariwisata. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas KEK Singhasari di Kabupaten Malang dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital dan pariwisata. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan analisis konten, penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor keberhasilan dan hambatan implementasi KEK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KEK Singhasari memiliki potensi besar dalam menciptakan ekosistem digital dan ekonomi kreatif, tetapi masih menghadapi tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur, rendahnya partisipasi masyarakat, dan kurangnya keterpaduan kebijakan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan koordinasi antar-pemangku kepentingan, pemberdayaan masyarakat lokal, serta penguatan infrastruktur digital untuk mengoptimalkan manfaat KEK Singhasari bagi ekonomi regional.
Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Program Urban Farming di Kampung Samtama, Jakarta Pusat Isna Rahmawati; Yuwanda Nila Ariyani; Aliyah Fitriani
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i2.81232.55-67

Abstract

Program urban farming dapat dilihat sebagai sebuah solusi dari keterbatasan lahan di perkotaan untuk kegiatan pertanian. Kampung Samtama adalah satu dari beberapa permukiman di Jakarta yang menyelenggarakan program urban farming yang diinisiasi oleh penggiat lingkungan setempat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai partisipasi masyarakat dalam program urban farming di Kampung Samtama. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method dengan strategi eksplanatoris sekuensial. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada 58 responden dan wawancara kepada penggiat lingkungan dan anggota program urban farming. Partisipasi masyarakat dalam penelitian ini diukur pada tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pemanfaatan hasil dan tahap evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat Kampung Samtama dalam program urban farming pada kategori tinggi (78,25). Tahap pemanfaatan hasil memiliki skor tertinggi, sedangkan tahap evaluasi menjadi variabel dengan skor terendah diantara skor ketiga tahap lainnya. Diperlukan upaya yang harus dilakukan guna meningkatkan partisipasi masyarakat Kampung Samtama dalam program urban farming agar terus berkelanjutan.
Faktor Utama yang Memengaruhi Kinerja Jalan pada Koridor Perdagangan Jalan Dr. Radjiman, Kota Surakarta Aldi Fauzan Mawardi; Lintang Suminar; Murtanti Jani Rahayu
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i1.81577.%p

Abstract

Aktivitas komersial perkotaan memicu kebutuhan terhadap sistem transportasi yang terintegrasi pada Jalan Dr. Radjiman, Kota Surakarta. Jalan Dr. Radjiman Kota Surakarta menjadi salah satu koridor perdagangan utama di Kota Surakarta dengan banyak komoditas perdagangan. Bentuk perkembangan ini menghadirkan kebutuhan  sistem kegiatan, sistem pergerakan, dan sistem jaringan yang dapat mengakomodasi kebutuhan aktivitas di dalam kawasan. Kebutuhan kinerja jalan dengan kualitas yang baik menjadi isu utama dalam sistem transportasi yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor utama yang memengaruhi kinerja jalan pada koridor perdagangan Jalan Dr. Radjiman Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif. Data penelitian berasal dari observasi dan studi dokumen instansi. Faktor utama diidentifikasi berdasarkan konteks teori sistem transportasi, yaitu intensitas aktivitas perdagangan, aksesibilitas koridor, dan angka kinerja jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang berpengaruh pada kinerja jalan di lokasi studi adalah angka volume kendaraan. Faktor utama di luar variabel kinerja jalan adalah aksesibilitas koridor dengan subvariabel ketersediaan transportasi publik. Untuk meningkatkan kualitas kinerja jalan pada kawasan,  diperlukan kebijakan yang terkait dengan pengendalian volume kendaraan yang dalam konteks koridor perdagangan berupa pengaturan dan sosialisasi penggunaan transportasi publik dalam mengatasi hambatan samping.
Faktor yang Memengaruhi Nilai Lahan KKOP Bandar Udara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang Septian Chandra Dwi Nugraha; Chrisna Trie Hadi Permana; Candraningratri Ekaputri Widodo
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i1.77670.14-28

Abstract

Pengembangan Bandar Udara Internasional Kualanamu merupakan salah satu program percepatan pembangunan di Kabupaten Deli Serdang dalam mewujudkan Metropolitan Mebidangro (Medan-Binjai-Deli Serdang-Karo) sebagai Kawasan Strategis Nasional. Dengan adanya perencanaan tersebut, daya tarik terhadap Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) meningkat, menjadikannya lahan yang sangat potensial bagi investor. Peningkatan daya tarik lahan tersebut berdampak pada peningkatan nilai lahan secara signifikan. Nilai lahan sangat dipengaruhi oleh adanya hubungan antara lokasi, aksesibilitas, fasilitas, struktur fisik, dan wilayah sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi nilai lahan dari kondisi eksisting di KKOP Bandar Udara Internasional Kualanamu. Penelitian ini bersifat deduktif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Lokus yang menjadi perhatian penelitian adalah KKOP yang berada pada Kecamatan Pantai Labu dan Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif, Sistem Informasi Geografis (SIG) serta analisis regresi linier berganda dengan metode Ordinary Least Squares (OLS). Temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat 9 faktor yang signifikan memengaruhi nilai lahan dengan tingkat signifikansi 5%. Faktor-faktor tersebut meliputi jarak ke pusat kota, jarak ke bandara, jarak ke pusat perbelanjaan, jarak ke peribadatan, jarak ke jalan utama, lebar jalan, perkerasan jalan, kepadatan penduduk, dan tingkat kebisingan bandara. Faktor yang paling dominan berkontribusi dalam memengaruhi nilai lahan adalah faktor jarak ke pusat kota, yang akan berpengaruh negatif terhadap nilai lahan sebesar 0,71% jika jaraknya meningkat 1%.
Analisis Perubahan Penggunaan Lahan di Koridor Arteri Soekarno-Hatta Kota Semarang Arista Kurniawan; Istijabatul Aliyah; Tendra Istanabi
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i2.91246.125-139

Abstract

Ketersediaan lahan yang terbatas dan kebutuhan akan lahan yang terus meningkat di kawasan perkotaan mengakibatkan fenomena perubahan penggunaan lahan terus terjadi. Perubahan penggunaan lahan umumnya terjadi di daerah yang memiliki pusat aktivitas atau dilalui oleh jaringan jalan dengan aksesibilitas yang tinggi seperti jalan arteri atau jalan kolektor. Hal ini dapat diamati di Koridor Arteri Soekarno-Hatta Kota Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan penggunaan lahan di koridor arteri Soekarno-Hatta. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan proses overlay peta fungsi penggunaan lahan yang menggunakan data penggunaan lahan didasarkan pada citra satelit tahun 2014 dan 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan yang terjadi di koridor arteri Soekarno-Hatta didominasi oleh perubahan fungsi tegalan menjadi fungsi perumahan. Analisis terhadap perubahan intensitas pemanfaatan lahan di wilayah penelitian menunjukkan bahwa Koefisien Dasar Bangunan (KDB) dan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) menunjukkan nilai peningkatan di blok–blok wilayah penelitian.
Kesesuaian Lokasi Terminal Jalan Sutra di Kabupaten Boyolali Titin Putri Dhaniati; Isti Andini; Hakimatul Mukaromah
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i2.76409.82-97

Abstract

Sistem transportasi memiliki peran dalam mengakomodasi kebutuhan mobilitas penduduk yang terus berkembang. Dalam keberhasilan pembangunan wilayah serta pertumbuhan ekonomi, sistem transportasi juga berperan sebagai katalisator penggerak pembangunan. Terminal merupakan salah satu komponen transportasi yang berfungsi sebagai sarana transportasi publik yang serbaguna untuk melayani kebutuhan dalam mengakses seluruh wilayah perkotaan. Untuk menciptakan terminal yang memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan wilayah, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 24 Tahun 2021 menetapkan karakteristik lokasi ideal dalam penetapan lokasi terminal penumpang. Pemerintah Kabupaten Boyolali melakukan relokasi terminal tipe B dari Terminal Induk Sunggingan ke Terminal Jalan Sutra. Namun, lokasi Terminal Jalan Sutra yang dianggap sebagai titik pertumbuhan ekonomi, ditengarai tidak mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi wilayah sekitar. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menilai kesesuaian lokasi terminal tipe B di Kabupaten Boyolali, yaitu Terminal Jalan Sutra tersebut. Variabel penelitian meliputi aksesibilitas, kesesuaian terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), keterhubungan dengan jaringan trayek angkutan umum, keterhubungan dengan jaringan jalan, kesesuaian kinerja lalu lintas, ketersediaan lahan, dan kelestarian lingkungan. Penelitian dilakukan dengan analisis kuantitatif dengan teknik analisis skoring dan pembobotan. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa lokasi Terminal Jalan Sutra memiliki nilai kesesuaian sebesar 2,53 dari total skor kesesuaian 3,13 yang artinya lokasi Terminal Jalan Sutra dinyatakan sesuai terhadap prasyarat lokasi terminal penumpang tipe B. Berdasarkan hasil penilaian kesesuaian, lokasi Terminal Jalan Sutra memiliki kesesuaian terhadap aksesibilitas (indikator waktu tempuh, biaya atau ongkos perjalanan, pendapatan pelaku perjalanan, dan jarak), kesesuaian dengan RTRW, keterhubungan dengan jaringan trayek angkutan umum (jaringan trayek angkutan umum Antar Kota Dalam Provinsi/AKDP, jaringan trayek angkutan perkotaan, dan jaringan trayek angkutan perdesaan), keterhubungan dengan jaringan jalan (fungsi dan kelas jalan, rencana pengembangan jalan), dan terhadap kesesuaian lalu lintas, serta kelestarian lingkungan.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perkembangan Desa Wisata Sumberbulu, Kabupaten Karanganyar Rachma Wulan Dwi Yulianti; Istijabatul Aliyah; Ratri Werdiningtyas
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v8i1.94775.90-105

Abstract

Pariwisata merupakan sektor yang dinamis dalam menangkap berbagai kecenderungan perkembangan global. Saat ini, sektor pariwisata menunjukkan kecenderungan pergeseran dari pariwisata massal menuju pariwisata alternatif. Salah satu jenis pariwisata alternatif yang muncul adalah desa wisata. Pada tahun 2020, Kabupaten Karanganyar menetapkan 23 desa sebagai desa wisata. Dalam perkembangannya, desa-desa tersebut memiliki proses dan pencapaian yang berbeda-beda. Sebagian desa berkembang menjadi semakin baik, sebagian berubah secara dinamis, sebagian kurang berkembang atau bahkan mengalami stagnasi. Desa Wisata Sumberbulu merupakan salah satu desa wisata yang memiliki perkembangan paling baik berdasarkan data perkembangan klasifikasi desa wisata dari Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karanganyar selama tahun 2021-2023. Desa Wisata Sumberbulu terus berkembang semakin baik setiap tahunnya hingga berhasil meraih nilai tertinggi pada klasifikasi desa wisata maju. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi perkembangan Desa Wisata Sumberbulu hingga menjadi desa wisata maju. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix-method dengan teknik analisis content analysis untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan desa wisata Sumberbulu, serta analisis Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menganalisis faktor yang paling mempengaruhi perkembangan desa wisata Sumberbulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan Desa Wisata Sumberbulu dipengaruhi oleh faktor internal yang terdiri dari faktor potensi sumberdaya alam dan budaya, faktor aman dari risiko bencana alam, faktor kerja sama komunitas masyarakat dalam lingkup internal, faktor ketersediaan infrastruktur pariwisata dan faktor promosi dan pemasaran, dan juga faktor eksternal yang terdiri dari faktor kerja sama pentahelix, faktor minat wisatawan dan faktor aksesibilitas eksternal. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa faktor yang paling mempengaruhi perkembangan desa wisata Sumberbulu berdasarkan analisis adalah kerja sama komunitas masyarakat dalam lingkup internal, potensi sumberdaya alam dan budaya, serta kerja sama pentahelix.
Kecenderungan Spasial Fasilitas Perkotaan terhadap Sebaran Covid-19 di Kota Surakarta Diva Primadani Putripraja; Nur Miladan; Galing Yudana
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i1.79095.200-209

Abstract

Penyebaran Covid-19 selalu dikaitkan dengan orang yang menjadi pembawa virus,sepertikasus konfirmasi tanpa gejala (asimtomatik), kasus suspek, kontak erat, dan juga yang positif Covid-19. Namun, banyak yang tidak menyadari bahwa pemerintah telah melakukan intervensi terhadap pola ruang, seperti Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) serta pembatasan akses pada aktivitas publik lain.Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada Maret tahun 2022, terdapattiga daerah yang memiliki penyebaran virus tertinggi di provinsi Jawa Tengah, salah satunya adalah Kota Surakarta yang sampai tanggal 25 Maret 2022 terdapat 36.369 kasus. Pembatasan sosial bagi masyarakat secara tidak langsung memberikan pengaruh terhadap penggunaan fasilitas perkotaan di Kota Surakarta dari perspektif kecenderungan spasial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kecenderungan spasial fasilitas perkotaan terhadap sebaran Covid-19 di Kota Surakarta. Penelitian dilakukan menggunakan teknik analisis pemetaan spasial dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa mayoritas tingkat sebaran Covid-19 berada di zona kawasan sangat tinggi dan tinggi terkonsentrasi di wilayah timur Kota Surakarta yaitu Kelurahan Mojosongo dan Kelurahan Jebres yang terletak di Kecamatan Jebres. Di sisi lain, kecenderungan spasial fasilitas perkotaan yang dikunjungi oleh penyintas Covid-19 berada di zona kawasan rendah dan sangat rendah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kecenderungan spasial fasilitas perkotaan yang dikunjungi oleh penyintas Covid-19 tidak berada di dalam kelurahan yang berada di zona kawasan sebaran Covid-19 sangat tinggi sehingga kecenderungan fasilitas perkotaan terhadap sebaran Covid-19 di Kota Surakarta tidaklah memiliki hubungan yang erat. Orientasi tujuan kunjungan yang dilakukan oleh penyintas Covid-19 ke fasilitas perkotaan di Kota Surakarta mayoritas adalah ke fasilitas jenis pasar dengan jumlah penyintas Covid-19 sebanyak 179 penyintas dan tersebar di seluruh kelurahan di Kota Surakarta.
Kajian Kapasitas Masyarakat dalam Menghadapi Dampak Perubahan Iklim Berbasis Pendekatan Penghidupan Berkelanjutan di Wilayah Pesisir Kota Semarang Dwi Rahmawati; Trida Ridho Fariz
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i2.86007.150-161

Abstract

Perubahan iklim membawa dampak yang nyata dalam kehidupan masyarakat. Bencana hidrometeorologi adalah dampak dari perubahan iklim yang terjadi di seluruh dunia termasuk Indonesia. Berdasarkan data yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dari 1 Januari hingga 31 Mei 2023 terdapat setidaknya 1.675 kejadian yang 99,1% didominasi oleh bencana hidrometeorologi. Dalam merespon bencana, masyarakat menggunakan kapasitas berupa sumber daya yang dimiliki dan dapat diakses.Kapasitas masyarakat dianalisis melalui pendekatan penghidupan berkelanjutan (sustainable livelihood approach), dengan mengidentifikasi lima sumber daya utama, yaitu alam, manusia, finansial, sosial, dan fisik. Wilayah Tugurejo RT 06 RW 1 dan RT 07 RW 5 menjadi area kunci karena memiliki potensi kebencanaan yang tinggi dan termasuk dalam permukiman kumuh menurut SK Walikota Semarang 050/275/2021. Area dipilih karena memiliki potensi kebencanaan paling tinggi di wilayah Kelurahan Tugurejo. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kedua wilayah memiliki skor yang relatif tinggi dalam hal sumber daya manusia dan sumber daya alam. Keduanya memiliki hasil homogen, yang dikarenakan terdapat kesamaan antara topografi, lingkungan fisik, dan aksesibilitas seperti fasilitas kesehatan yang menjadi aspek vital yang dapat memengaruhi aspek lain. Hasil kajian ini dapat digunakan secara efektif dalam menyusun RPPLH (Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup), membantu merumuskan kebijakan untuk memperkuat aksi lokal dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Page 10 of 11 | Total Record : 110