cover
Contact Name
Hakimatul Mukaromah
Contact Email
hakimatul.m@ft.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
desakota@mail.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Desa-Kota : Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Pemukiman
ISSN : -     EISSN : 26565528     DOI : -
Desa-Kota, adalah jurnal perencanaan wilayah, kota, dan permukiman, yang tujuan utamanya adalah untuk memperdalam pemahaman tentang kondisi perkotaan, perdesaan, dan kewilayahan, serta perubahan dan dinamika yang terjadi di area tersebut, baik dari perspektif empiris, teoretis, maupun kebijakan.
Arjuna Subject : -
Articles 95 Documents
Kajian Perbandingan Daya Serap Karbon Ruang Terbuka Hijau Eksisting dan Rencana di Jalan Tol Jagorawi (STA KM 3.800–26.500) Rachmadita, Sri Oka; Ramadhani, Anindita; Sitawati, Anita; Taki, Herika
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v8i1.112117.106-118

Abstract

Salah satu strategi mitigasi perubahan iklim untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, yang merupakan penyebab perubahan iklim, adalah perencanaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) berbasis carbon capture. Perencanaan RTH berbasis carbon capture dilakukan melalui penanaman vegetasi yang berdaya serap CO2 tinggi melalui permodelan lanskap yang berwawasan ke depan untuk keberlanjutan lingkungan dan konsisten dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 13: Aksi Iklim. Berbeda dengan studi terdahulu yang umumnya menitikberatkan RTH jalan tol pada aspek estetika, penelitian ini menawarkan pendekatan baru yang berpotensi mengurangi emisi karbon di jalan tol. Integrasi penyerapan karbon ke dalam perencanaan RTH dapat memberikan manfaat mitigasi yang terukur secara karbon melalui desain lanskap. Studi ini bertujuan untuk merancang RTH Jalan Tol Jagorawi (STA KM 3.800–26.500) yang memaksimalkan kapasitas penyerapan CO₂. Metode analisis yang digunakan dalam studi ini terdiri dari tiga tahap, yaitu (1) perencanaan tata tanaman untuk memenuhi fungsi estetika dan ekologis, dengan menekankan pada daya serap CO2, (2) perhitungan kapasitas daya serap CO2 oleh tanaman eksisting dan rencana, dan (3) estimasi emisi CO2 dari kendaraan dalam area studi. Rencana yang diusulkan mencakup penanaman 20.383 pohon, dengan perkiraan kapasitas penyerapan sebesar 211.142,46 kg CO₂ per hari atau naik 2,48 kali dari kapasitas penyerapan CO2 dengan tanaman eksisting. Kesimpulan dari studi ini yaitu bahwa perencanaan RTH di wilayah studi berpotensi mengurangi emisi CO₂ yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor secara signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa pengembangan RTH dapat berfungsi estetika sekaligus ekologis, dan menjadi strategi mitigasi yang efektif untuk perubahan iklim dengan tetap memprioritaskan aspek keselamatan jalan
Kriteria Permukiman berdasarkan Aspek Keberlanjutan di Kawasan Kumuh Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu Fitriani, Marita Infia; Utoyo, Bambang; Persada, Citra
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i1.84615.%p

Abstract

Kecamatan Pringsewu merupakan kecamatan dengan luasan kumuh paling tinggi di Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Pringsewu Nomor B/361/KPTS/D.03/2022 tentang Penetapan Lokasi Permukiman Kumuh di Kabupaten Pringsewu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kriteria permukiman di kawasan kumuh Kecamatan Pringsewu berdasarkan aspek keberlanjutan, menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil pada kriteria sosial menyatakan bahwa indikator kepadatan bangunan, status kepemilikan bangunan, dan fasilitas pendidikan sudah baik, sedangkan indikator tingkat pendidikan dan partisipasi masyarakat perlu ditingkatkan agar penanganan kumuh lebih mudah dilaksanakan untuk menuju permukiman dan perumahan yang berkelanjutan. Kriteria ekonomi yang perlu diperbaiki adalah indikator tingkat pendapatan penduduk dan pemanfaatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) agar penduduk dapat lebih produktif dalam usahanya. Indikator pada kriteria lingkungan yang perlu diperbaiki lebih lanjut adalah kondisi persampahan, air minum, jalan lingkungan, dan drainase sehingga permukiman dapat terhindar dari kekumuhan dan mendorong permukiman menjadi permukiman layak huni dan berkelanjutan. Kriteria kelembagaan di Kecamatan Pringsewu sudah cukup baik, hanya indikator penerapan sanksi dan peran kelompok masyarakat perlu ditingkatkan. Perlu adanya penerapan sanksi tertulis dalam pemeliharaan lingkungan agar masyarakat tidak lagi sewenang-wenang dalam menggunakan fasilitas sosial dan fasilitas umum karena sejauh ini sanksi yang berlaku hanya verbal reprimand untuk masyarakat.
Kesesuaian Penggunaan Lahan Pesisir Kota Pangkalpinang terhadap Risiko Banjir Rob Hariyra, Salsabilita; Miladan, Nur; Yudana, Galing
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i2.90933.55-67

Abstract

Kota Pangkalpinang merupakan kota pesisir yang secara geografis berbatasan langsung dengan Selat Karimata dan Laut Cina Selatan. Letaknya yang berbatasan langsung dengan lautan membuat Kota Pangkalpinang memiliki potensi risiko banjir rob. Fakta menunjukkan adanya peningkatan kejadian banjir rob beberapa tahun terakhir akibat adanya perubahan iklim yang menyebabkan meningkatnya air laut. Kondisi tersebut menimbulkan ancaman bagi aktivitas guna lahan khususnya di pesisir Kota Pangkalpinang. Dengan adanya fenomena tersebut, perlu adanya kajian risiko bencana banjir rob untuk dilihat bagaimana kesesuaiannya dengan penggunaan lahan di Kota Pangkalpinang. Dengan menggunakan pendekatan deduktif dan teknik analisis skoring dan spatial overlay, akan dihasilkan zona risiko banjir rob dengan klasifikasi rendah hingga tinggi dan akan dilihat bagaimana kesesuaiannya dengan penggunaan lahan eksisting. Penelitian ini juga memberikan gambaran seberapa besar ketidaksesuaian penggunaan lahan di Kota Pangkalpinang dan saran bagi pihak terkait untuk melakukan pengendalian penggunaan lahan pada kawasan yang memiliki ketidaksesuaian penggunaan lahan.
Tingkat Kesesuaian Lokasi Shelter Pedagang Kaki Lima di Kawasan Perkotaan Madiun Rahmadhani, Choirun Nisa Nur; Rahayu, Murtanti Jani; Rini, Erma Fitria
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v8i1.96591.75-89

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk Pedagang Kaki Lima (PKL), memiliki peran signifikan dalam perekonomian Indonesia, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan peluang pendapatan. Namun, pandemi Covid-19 telah berdampak negatif pada sektor ini, termasuk pada penurunan pendapatan. Pemerintah Kota Madiun merespons permasalahan dengan membangun shelter bagi PKL untuk meningkatkan ekonomi lokal juga estetika kota, meskipun terdapat tantangan seperti kesesuaian lokasi dan minat pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian lokasi shelter PKL dengan karakteristik lokasi berdagang PKL di Kawasan Perkotaan Madiun. Di antara empat lokasi shelter PKL yang menjadi wilayah penelitian, Shelter Kembulsari, Shelter Rejomulyo, dan Shelter Kampir termasuk dalam kategori cukup sesuai sebagai lokasi shelter PKL, sementara Shelter Banjarejo termasuk dalam kategori kurang sesuai sebagai lokasi shelter PKL. Secara keseluruhan, penelitian ini menyoroti pentingnya kedekatan dengan aktivitas utama yang produktif dan aksesibilitas transportasi umum dalam menentukan kesesuaian lokasi shelter PKL. Fasilitas dasar yang memadai tidak cukup untuk menjamin keberhasilan jika lokasi tidak strategis dan sulit dijangkau oleh pelanggan. Oleh karena itu, perbaikan aksesibilitas dan pemilihan lokasi strategis menjadi kunci dalam meningkatkan daya tarik pengunjung, memastikan keberlanjutan usaha, serta mendorong stabilitas ekonomi PKL di Kawasan Perkotaan Madiun.
Fungsi Sosial Budaya Ruang Terbuka Hijau (RTH) Sempadan Banjir Kanal Timur (BKT) irsanti, Galuh Alya; Miladan, Nur; Utomo, Rizon Pamardhi
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i2.78965.29-38

Abstract

Banjir Kanal Timur (BKT) adalah saluran pengendalian banjir di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Utara. Sisi utara BKT dimanfaatkan sebagai jalur hijau dan jalur sepeda, sedangkan sisi selatan dimanfaatkan sebagai jalur kendaraan umum. Fungsi sosial budaya Ruang Terbuka Hijau (RTH) Sempadan BKT adalah sebagai ruang publik. Guna memenuhi fungsi sosial budayanya, RTH Sempadan BKT harus dapat memenuhi kriteria ruang publik yang baik, yaitu fleksibel, nyaman, aman, aksesibel, demokratis, dan bermakna. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas RTH Sempadan BKT dalam menjalankan fungsinya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data kondisi menggunakan observasi kondisi eksisting dan kuesioner, serta pengumpulan data persepsi pengunjung melalui kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis skoring untuk menilai kondisi eksisting dan persepsi pengunjung. Selain itu, digunakan pula teknik analisis deskriptif untuk mendeskripsikan hasil dari analisis skoring. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa RTH Sempadan BKT sudah efektif dalam menjalankan fungsi sosial-budayanya sebagai ruang publik berdasarkan penilaian terhadap kondisi eksisting maupun persepsi pengunjung. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa indikator dari variabel penelitian yang perlu dioptimalkan untuk lebih mendukung fungsi sosial-budaya RTH Sempadan BKT sebagai ruang publik, seperti fleksibilitas ruang, penurunan kebisingan, perawatan, dan aksesibilitas. Penelitian ini merekomendasikan pengoptimalan indikator-indikator sosial-budaya untuk meningkatkan efektivitas RTH Sempadan BKT sebagai ruang publik yang berkontribusi positif bagi masyarakat perkotaan.
Deliniasi Spasial Kawasan Kudus Kulon: Perspektif Sosiokultural Wulandari, Astari; Suprapti, Atik; Sardjono, Agung Budi
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i2.85100.137-149

Abstract

Kudus Kulon dikenal sebagai kawasan kota lama embrio perkembangan Kota Kudus dengan pusat kawasan berupa situs Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai kawasan strategis sosial budaya. Kawasan dengan kekayaan warisan benda (tangible heritage) dan warisan tak benda (intangible heritage) memiliki tantangan tersendiri di tengah-tengah modernisasi dan kapitalisme. Peraturan Daerah Kabupaten Kudus Nomor 1 Tahun 2022 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Kudus Tahun 2022-2042 tidak menyebutkan secara spesifik delineasi kawasan tersebut dan hanya terbatas pada Situs Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus. Delineasi spasial dapat berkontribusi pada perlindungan kawasan bersejarah dari perkembangan atau perubahan yang dapat merusak keasliannya serta mengurangi risiko hilangnya karakteristik fisik yang membedakan kawasan tersebut dari lingkungan modern. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan delineasi batas spasial kawasan Kudus Kulon sebagai kawasan bersejarah melalui perspektif sosiokultural. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan delineasi spasial kawasan Kudus Kulon tidak terbatas pada satuan wilayah administratif, akan tetapi dibatasi oleh karakteristik fisik permukiman, sebaran artefak, sebaran masjid dan punden, serta sebaran bangunan dengan fungsi pendidikan keagamaan. Data kualitatif yang berasal dari pengalaman dan memori informan pada ruang lingkup spasial tertentu menjadi suatu tahapan penting. Data tersebut dimanfaatkan sebagai langkah awal untuk melakukan penelusuran lapangan sebagai upaya verifikasi data yang memberikan gambaran kepada peneliti terhadap fenomena yang terjadi saat ini serta peluang penelitian lebih lanjut dimasa yang akan datang.
Penilaian Tingkat Walkability Jalur Pedestrian di Kawasan Wisata Pusat Kota Bogor Putri, Lucky Riana; Kusumastuti, Kusumastuti; Soedwiwahjono, Soedwiwahjono
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i1.77704.84-100

Abstract

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bogor Tahun 2019-2024, salah satu peruntukkan Kota Bogor adalah sebagai pengembangan pelayanan wisata. Kota Bogor memiliki potensi wisata unggulan seperti Kebun Raya Bogor, museum Zoologi, dan wisata kuliner di Jalan Suryakencana. Aksesibilitas merupakan salah satu komponen penting dalam pengembangan wisata, yang berkaitan dengan kemudahan seseorang dalam melakukan pergerakan menuju tujuan wisata. Jalur pedestrian merupakan salah satu prasarana yang dapat dimanfaatkan untuk menghubungkan objek wisata yang ada di pusat Kota Bogor. Akan tetapi, masih terdapat konflik dalam alihfungsi jalur pedestrian. Konflik ini terkait dengan aspek aksesibilitas dalam aktivitas wisata. Konsep walkability dalam penelitian ini digunakan untuk menilai kualitas pedestrian dalam mengakses destinasi wisata. Konsep walkability meliputi lima aspek, yaitu konektivitas, keamanan, kenyamanan, daya tarik, dan kemudahan. Masing-masing aspek tersebut memiliki indikator penilaian tertentu. Bobot yang diberikan pada setiap aspek berbeda sesuai dengan peran penting aspek yang harus dipenuhi dalam menilai tingkat walkability pada suatu kawasan wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat walkability pada jalur pedestrian di kawasan wisata pusat Kota Bogor. Metode penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deduktif. Teknik penelitian dengan cara skoring menggunakan skala Likert pada setiap aspek penilaian. Teknik pengumpulan data yaitu dengan survey data primer berupa observasi lapangan dan kuesioner serta survey data sekunder berupa studi literatur dan studi dokumen dari dinas terkait. Hasil penelitian bahwa tingkat walkability pada jalur pedestrian di kawasan wisata pusat Kota Bogor adalah cukup baik.
Pengaruh Penataan Fisik Permukiman Kumuh terhadap Kualitas Hidup Masyarakat Kelurahan Kricak, Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta Wekawati, Rokhana Tri; Suminar, Lintang; Rahayu, Murtanti Jani
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i2.81131.39-54

Abstract

Permukiman kumuh yang tidak terkendali dapat menyebabkan berbagai masalah bagi suatu kota, seperti wajah dan lingkungan perkotaan yang menjadi buruk dan kotor, susahnya penertiban bangunan, masalah keamanan, serta masalah kesehatan yang berdampak pada penurunan kualitas hidup masyarakat penghuni permukiman kumuh. Dalam hal ini, pemerintah membuat berbagai program untuk mengatasi permukiman kumuh yang ada di Indonesia. Kelurahan Kricak merupakan salah satu kelurahan prioritas program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) di Kota Yogyakarta, dimana dilakukan penataan permukiman kumuh sejak tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penataan fisik permukiman kumuh terhadap kualitas hidup masyarakat di Kelurahan Kricak menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik analisis regresi logistik ordinal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penataan fisik pada komponen permukiman kumuh memiliki pengaruh kuat terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kualitas hidup masyarakat di Kelurahan Kricak mengalami peningkatan baik dari aspek fisik dan lingkungan, keamanan, ekonomi maupun aspek sosial setelah dilakukan penataan permukiman kumuh di lingkungan tempat tinggalnya.
Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Program Urban Farming di Kampung Samtama, Jakarta Pusat Rahmawati, Isna; Ariyani, Yuwanda Nila; Fitriani, Aliyah
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i2.81232.55-67

Abstract

Program urban farming dapat dilihat sebagai sebuah solusi dari keterbatasan lahan di perkotaan untuk kegiatan pertanian. Kampung Samtama adalah satu dari beberapa permukiman di Jakarta yang menyelenggarakan program urban farming yang diinisiasi oleh penggiat lingkungan setempat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai partisipasi masyarakat dalam program urban farming di Kampung Samtama. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method dengan strategi eksplanatoris sekuensial. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada 58 responden dan wawancara kepada penggiat lingkungan dan anggota program urban farming. Partisipasi masyarakat dalam penelitian ini diukur pada tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pemanfaatan hasil dan tahap evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat Kampung Samtama dalam program urban farming pada kategori tinggi (78,25). Tahap pemanfaatan hasil memiliki skor tertinggi, sedangkan tahap evaluasi menjadi variabel dengan skor terendah diantara skor ketiga tahap lainnya. Diperlukan upaya yang harus dilakukan guna meningkatkan partisipasi masyarakat Kampung Samtama dalam program urban farming agar terus berkelanjutan.
Faktor Utama yang Memengaruhi Kinerja Jalan pada Koridor Perdagangan Jalan Dr. Radjiman, Kota Surakarta Mawardi, Aldi Fauzan; Suminar, Lintang; Rahayu, Murtanti Jani
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i1.81577.%p

Abstract

Aktivitas komersial perkotaan memicu kebutuhan terhadap sistem transportasi yang terintegrasi pada Jalan Dr. Radjiman, Kota Surakarta. Jalan Dr. Radjiman Kota Surakarta menjadi salah satu koridor perdagangan utama di Kota Surakarta dengan banyak komoditas perdagangan. Bentuk perkembangan ini menghadirkan kebutuhan  sistem kegiatan, sistem pergerakan, dan sistem jaringan yang dapat mengakomodasi kebutuhan aktivitas di dalam kawasan. Kebutuhan kinerja jalan dengan kualitas yang baik menjadi isu utama dalam sistem transportasi yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor utama yang memengaruhi kinerja jalan pada koridor perdagangan Jalan Dr. Radjiman Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif. Data penelitian berasal dari observasi dan studi dokumen instansi. Faktor utama diidentifikasi berdasarkan konteks teori sistem transportasi, yaitu intensitas aktivitas perdagangan, aksesibilitas koridor, dan angka kinerja jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang berpengaruh pada kinerja jalan di lokasi studi adalah angka volume kendaraan. Faktor utama di luar variabel kinerja jalan adalah aksesibilitas koridor dengan subvariabel ketersediaan transportasi publik. Untuk meningkatkan kualitas kinerja jalan pada kawasan,  diperlukan kebijakan yang terkait dengan pengendalian volume kendaraan yang dalam konteks koridor perdagangan berupa pengaturan dan sosialisasi penggunaan transportasi publik dalam mengatasi hambatan samping.

Page 8 of 10 | Total Record : 95