cover
Contact Name
Endah Yuniarti
Contact Email
endah.yuniarti13@gmail.com
Phone
+628159460696
Journal Mail Official
jtk@unsurya.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknologi Kedirgantaraan R.215 Kampus A Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma Jl. Halim Perdanakusuma Jakarta - 13610 Telp. 021 8093475 ext 16 Fax. 021 8009246 email: jtk@unsurya.ac.id http://jurnal.ftkunsurya.com/index.php/jtk/about/submissions
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teknologi Kedirgantaraan (JTK)
ISSN : 25282778     EISSN : 26849704     DOI : https://doi.org/10.35894/jtk.v6i2
Jurnal Teknologi Kedirgantaraan (JTK) memuat artikel-artikel hasil penelitian dan kajian analitis kritis bidang teknik penerbangan yang belum pernah dipublikasikan pada media lain. Adapun lingkup bahasan meliputi: propulsi, avionik, struktur, material pesawat terbang, pemeliharaan dan operasional pesawat terbang dan topik-topik yang berkaitan. Tujuan utama dari Jurnal Teknologi Kedirgantaraan adalah mempublikasikan hasil penelitian yang dilakukan dan memotivasi produktivitas karya ilmiah dalam bidang Teknik Penerbangan/Aeronautika. Jurnal Teknologi Kedirgantaraan (JTK) terbit secara berkala dua volume dalam satu tahun. Kami selaku pengelola juga selalu melakukan pembenahan dan perbaikan agar Teknologi Kedirgantaraan ini dapat diakui secara nasional maupun internasional.
Articles 166 Documents
REVIEW KLASTER MRO DI INDONESIA DAN STRATEGI PENGEMBANGANNYA Franciscus, Freddy
JTK: JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN Vol 4, No 2 (2019): JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN
Publisher : JTK: JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.87 KB) | DOI: 10.35894/jtk.v4i2.314

Abstract

The MRO market in Indonesia is growing quite high at around 9.2% per year up to 2025, number 2 (two) after India which has an MRO market growth rate of around 10.0% per year and above China with a growth rate of around 8 .7% per year. In 2018 the Indonesian MRO market is around 1 Million US $ and only absorbed by Indonesian MRO around 30%. Most of the 70% portion of the markets that are not absorbed are the engine maintenance and component maintenance. Meanwhile, most existing MRO Indonesia is a cluster of engines and component maintenance. There is an absorption anomaly in Indonesia MRO market. The cause of the anomaly are lack of capability and capacity of Indonesia's MRO, the quality of MROs are not international standard, lack of the quantity and quality of technicians and the value chain of aircraft spare parts procurement is inefficient. The short-medium term strategies are to develop the capability and capacity of existing MROs, especially engine and component maintenance B737-800 / 900, A320-200 and ATR 42/72. Improve the quality of MRO. Improve the quality & quantity of technicians. Increasing the value chain efficiency in the procurement of aircraft spare parts. The long term strategy is to build Aerospace Park in West, Central and East Indonesia.
ANALISIS TABRAK BURUNG PADA VERTICAL STABILIZER DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Sitompul, Sahril Afandi; Herwanta, Prastyo Ardi
JTK: JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN Vol 2, No 2 (2017): JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN
Publisher : JTK: JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (850.834 KB) | DOI: 10.35894/jtk.v2i2.15

Abstract

Kasus tabrak burung sering terjadi pada operasi penerbangan. Tabrak burung dapat menyebabkan kegagalan struktur serta mengancam keselamatan penerbangan. Pengetahuan mengenai fenomena tabrak burung perlu dikembangkan lebih lanjut terutama jenis kegagalan yang mungkin terjadi pada komponen struktur pesawat. Penelitian ini mempelajari tabrak burung pada vertical stabilizer dengan metode numerik berbasis metode elemen hingga. Struktur vertical stabilizer diasumsikan hanya terbuat dari skin dengan mengalami tabrak burung variasi kecepatan awal 75 m/s, 100 m/s, 125 m/s dan 150 m/s serta variasi sudut impak sebesar 00 dan 450. Sifat material burung diasumsikan elastis-plastis. Hasil simulasi menunjukkan deformasi vertical stabilizer berupa perpindahan meningkat dengan bertambahnya kecepatan, serta dapat disimpulkan tabrak burung pada sudut 450 menunjukkan gaya impak dan deformasi lebih tinggi dibanding 00 untuk tiap kecepatan yang sama. Gaya impak maksimum yang terjadi pada tiap kecepatan untuk arah tumbukan 00 dan 450 pada rentang 15 – 45 kN dan 40 – 78 kN. Sementara, hasil perpindahan maksimum pada tiap kecepatan untuk arah tumbukan 00 dan 450 pada rentang 73 – 161 mm dan 99 - 219 mm.
ANALISIS PERBANDINGAN DAN MODEL IDEAL CARGO COMPARTMENT PADA DELAPAN PESAWAT PENUMPANG WIDE BODY DAN PROSPEK MUATAN KARGONYA Franciscus, Freddy
JTK: JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN Vol 2, No 2 (2017): JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN
Publisher : JTK: JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.387 KB) | DOI: 10.35894/jtk.v2i2.10

Abstract

Pengangkutan  dan  pengiriman  kargo  dengan  pesawat  udara,  didasarkan  pada kemampuan  daya  angkut  pesawat  (payload),  ruang  kargo  di  dalam  pesawat,  ukuran  pintu pesawat dan maximum floor load. Maka, penerimaan kargo harus memperhatikan isi di dalam kargo  yang  akan  dikirim  (content),  berat  kargo  (weight),  ukuran  (dimension)  dan  pembungkus (packing). Terdapat beberapa tipe pesawat pengangkut kargo, salah satunya pallet kargo yang mengangkut  penumpang  dan  kargo,  dimana  pallet  kargo  memanfaatkan  space  dari  pesawat untuk  mengangkut  kargo.  Jurnal  ini  dibuat  untuk  mempelajari  dan  membandingkan  cargo compartment  (ruang  kargo)  pada  pesawat  wide  body  sehingga  diketahui  pemanfaatan maksimum berdasarkan volume dan berat kargo yang dapat diangkut. Metode yang digunakan adalah perbandingan data spesifikasi dari dimensi,  kapasitas ruang kargo dan perhitungan load factor.  Load  factor  adalah  besaran  yang  menyatakan  tingkat  kepadatan  jumlah  penumpang pesawat  pada  sekali  perjalanan.  Hasil  dari  analisa  perbandingan  diperoleh  kesimpulan  bahwa pesawat yang ideal untuk mengoptimalkan pengangkutan kargo adalah pesawat B777-300 dan B787-800.  Pesawat  B777-300  memiliki  cargo  weight  sebesar  76,656  kg  dan  cargo  volume sebesar  265  m3,  sedangkan  B787-800  pesawat  yang paling  ideal  untuk  substitusi  pax  kosong menjadi muatan kargo karena memiliki selisih harga substitusi paling kecil yaitu sebesar 2,881 USD. Kata kunci: Pallet kargo, kargo pesawat, pesawat wide body, load factor,  volume dan berat pesawat.
ANALISIS STRATEGI DAN FEASIBILITY PENGEMBANGAN MRO PEMELIHARAAN ENGINE DI INDONESIA Franciscus, Freddy; Utama, Ericko Chandra
JTK: JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Teknologi Kedirgantaraan
Publisher : JTK: JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (838.257 KB) | DOI: 10.35894/jtk.v5i1.425

Abstract

Bisnis pemeliharaan pesawat terbang di Indonesia masih sangat menarik sejalan dengan pertumbuhan jumlah pesawat terbang yang dimiliki maskapai domestik. Sekitar 65% porsi biaya pemeliharaan pesawat terbang milik maskapai domestik belum terserap MRO Indonesia. Sebagian besar porsi yang belum terserap tersebut adalah klaster pemeliharaan engine dan komponen pesawat terbang, dimana hanya terserap sekitar 10% (USD 100 Juta) dari 75% (USD 750 Juta Th 2017) biaya pemeliharaan engine (35%) dan komponen (45%) pesawat terbang yang dikeluarkan oleh maskapai Indonesia. Dari serapan 10% biaya pemeliharaan engine dan komponen tersebut porsi serapan biaya pemeliharaan engine saja hanya 5% (USD 50 Juta) dari 35% (USD 350 Juta) biaya pemeliharaan engine. Masih ada sekitar 30% (USD 300 Juta) yang merupakan peluang MRO Indonesia untuk mengembangkan capability pemeliharaan engine milik maskapai Indonesia. Dari beberapa tipe engine yang ada di maskapai Indonesia, CFM56-7B yang dipakai pesawat B737-800/900 mempunyai populasi terbanyak yaitu sekitar 450 engine. Hasil analisa feasibility terhadap pengembangan capability MRO engine untuk pemeliharaan CFM56-7B diperoleh hitungan ROI dan Pay Back Periodprogram pengembangan capability engine tersebut masing-masing adalah 24,57% dan 4.4 tahun dan nilai tersebut menunjukkan bahwa strategi pengembangan MRO engine CFM56-7B tersebut feasible.
RANCANG BANGUN SISTEM PEMANTAUAN GETARAN KERETA REL LISTRIK COMMUTER LINE SECARA ONLINE Wati, Erna Kusuma; Anangga, Fraska
JTK: JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Teknologi Kedirgantaraan
Publisher : JTK: JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.666 KB) | DOI: 10.35894/jtk.v5i1.420

Abstract

Pemukiman padat yang berada disekitar jalur kereta api perlu adanya alat pemantau getaran yang dapat memantau percepatan getaran. Tingkat resiko terhadap paparan getaran dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Diperlukan alat pengukur getaran yang dapat mengetahui nilai percepatan getaran KRL yang melintas, agar dapaat dijadikan referensi dalam mendirikan pemukiman. Penelitian ini telah berhasil merancang sistem pengukuran getaran KRL dan dapat menampilkan secara online, dengan menggunakan sensor accelerometer ADXL345, board Arduino Uno, dan Modul ESP8266. Pada penelitian ini, dilakukan pengambilan data di pinggir rel kereta api dengan jarak masing-masing sensor sebesar 4 meter. Sensor akan mendeteksi perubahan getaran di sekitar rel kereta api saat dilalui oleh kereta api yang sedang melintas. Selanjutnya data tersebut dikirimkan ke webserver menggunakan modul ESP8266. Dampak getaran yang di hasilkan oleh kereta api yang melintas dapat mengakibatkan gangguan kesehatan dalam jangka panjang dengan jarak ±5 meter dari rel kereta api. Getaran yang di hasilkan dengan nilai terbesar pada jarak 1 meter dari rel kereta api sebesar 0,983507 m/s², pada jarak 5 meter dari rel kereta api sebesar 0,491333 m/s², Pada jarak 9 meter dari rel kereta api sebesar 0,12 m/s² , dan pada jarak 13 meter dari rel kereta api sebesar 0,026 m/s.
FRONT PAGES JTK VOL. 4 NO.2 JULI 2019 Jurnal, Redaksi
JTK: JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN Vol 4, No 2 (2019): JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN
Publisher : JTK: JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1034.374 KB) | DOI: 10.35894/jtk.v4i2.347

Abstract

Front Pages JTK Vol. 4 No.2 Juli 2019
ANALISIS NUMERIK PENGARUH GEOMETRI BURUNG TERHADAP TEKANAN IMPAK PADA KASUS BIRD STRIKE DENGAN SMOOTHED PARTICLE HYDRODYNAMICS (SPH) MODEL Yuniarti, Endah; Sitompul, Sahril Afandi; Warsiyanto, Budi Aji
JTK: JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Teknologi Kedirgantaraan
Publisher : JTK: JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.075 KB) | DOI: 10.35894/jtk.v5i1.426

Abstract

Penelitian ini mempelajari pengaruh geometri burung terhadap tekanan impak pada kasus tabrak burung, yaitu tekanan hugoniot dan stagnasi. Geometri burung berbentuk capsule atau silinder dengan kedua ujung setengah bola. Geometri disimulasikan dengan rasio L/D yang berbeda yaitu 1,5; 1,7; dan 1,9. Model material burung elastis, plastis, hidrodinamik digunakan pada simulasi. Simulasi model burung dilakukan dengan metode Smooth Particle Hydrodynamics (SPH) pada variasi kecepatan 100 m/s, 200 m/s, dan 300 m/s. Hasil simulasi menunjukkan dengan variasi rasio L/D diperoleh nilai tekanan Hugoniot jauh lebih tinggi sekitar 14-25 kali lipat tekanan stagnasi pada L/D = 1.5, 12-25 kali pada L/D = 1.7, dan 11-34 kali pada L/D = 1.9. Tekanan Hugoniot menunjukkan nilai yang meningkat dari L/D 1.5 sampai 1.9 pada kecepatan 100 m/s. Namun, untuk tekanan Hugoniot pada kecepatan 200 m/s menunjukkan nilai yang menurun dari L/D 1.5 sampai 1.9. Tekanan stagnasi rasio L/D 1.9 lebih rendah dibandingkan L/D 1.5 dan 1.7 pada kecepatan impak 100 dan 200 m/s.
DEVELOPMENT OF RETURN TO BASE FLIGHT TRAJECTORY GENERATOR BASED ON DUBINS PATH - VECTOR FIELD METHOD Ruseno, Neno; Royyan, Muhammad; Tanaya, Priangga I
JTK: JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Teknologi Kedirgantaraan
Publisher : JTK: JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1328.311 KB) | DOI: 10.35894/jtk.v5i1.421

Abstract

In a Return to Base (RTB) situation, aircraft needs to immediately fly back to its origin airport. Since there is no published flight procedure for an RTB, an Air Traffic Controller (ATC) will assist the pilot for the flight procedure to fly. The objective of this work is to generate a flight trajectory in RTB situation based on the available airport flight procedures (departure and arrival) in Kertajati airport. The Dubins Path was used as a method to generate the flight trajectory and supported by the Vector-Field Methodology. The Python programming simulation was used to simulate the flight trajectory generation in the normal condition, second closest waypoint condition, and different parameters value condition. The trajectory was simulated based on flight characteristic of a single engine aircraft (Cesna 172) and multi-engine aircrafts (Boeing 737-800NG). The simulation results show that the Dubins Path and Vector-Field methodology success to generate the flight trajectory in different types of condition and parameters. The increase in aircraft velocity and the decrease in aircraft bank angle caused an increase in the aircraft turning radius. While, the decrease in aircraft flight path angle caused increase in the length of Dubins Path line.
ANALISIS PENERAPAN BATAS USIA PESAWAT CESSNA 402B UNTUK TRANSPORT CATEGORY Ardianto, Raden Yunus; Utami, Wahyuni Tri; Franciscus, Freddy
JTK: JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Teknologi Kedirgantaraan
Publisher : JTK: JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.771 KB) | DOI: 10.35894/jtk.v5i1.429

Abstract

Banyak penyebab terjadinya kecelakaan pesawat salah satunya adalah kegagalan pesawat dalam beroperasi dengan normal yang dikarenakan usia pesawat yang sudah tua. Penetapan peraturan pembatasan usia pesawat terbang diberlakukan untuk menekan jumlah kecelakaan pesawat terbang. Pesawat yang dimiliki Whitesky Aviation yaitu pesawat Cessna 402B adalah pesawat yang dipergunakan untuk misi kegiatan foto udara. Pembatasan usia pesawat yang dilarang untuk beroperasi adalah 45 tahun. Perhitungan jam terbang pesawat Cessna 402B menurut rekaman data saat ini jika dilakukan perkiraan disaat mencapai usia 45, kondisi pesawat masih dalam kondisi yang baik. Sehingga peraturan pembatasan usia menjadi hal yang kurang sesuai untuk diterapkan jika diberlakukan pada pesawat yang hanya memiliki jam terbang yang rendah. Pada penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk menentukan pengaruh usia Cessna 420B terhadap operasional dan maintenance serta batas usia yang sesuai dengan perbandingan shedule maintenance menurut Flight Hours dan Flight Cycle. Dan pada Operasi low utilization tidak terdapat perbedaan pengoperasian pesawat berdasarkan umur pesawat, utilisasi pesawat tidak mempengaruhi jumlah maintenance menurut calender time serta batasan umur pesawat tersebut belum tercapai sehingga masih memiliki banyak sisa umur. Pesawat PK-WLW memiliki sisa umur 29882.4FH dan pesawat PK-WLY memiliki sisa umur 31405.2FH.
ANALISIS KEKUATAN TALI BAJA PADA LIFT SCHINDLER KAPASITAS 1600 KG Zayadi, Ahmad; HP, Cahyono
JTK: JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Teknologi Kedirgantaraan
Publisher : JTK: JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.973 KB) | DOI: 10.35894/jtk.v5i1.428

Abstract

Tali baja adalah salah satu bagian terpenting dari sistem pesawat pengangkat. Kekuatan tali baja berbeda-beda, tergantung dari segi pemakaian dan kebutuhan suatu gedung. Konstruksi tali baja yang khas untuk lift terdiri dari 8 pintalan yang dililitkan bersama, arah ke kiri ataupun ke kanan dengan inti ditengah. Tiap-tiap pintalan tali baja terdiri dari 19 kawat yaitu 9.9.1, artinya 9 kawat diluar, 9 di dalam dan 1 di pusat. Luas penampang tali baja (F152) berdasarkan dari tegangan tarik untuk satu tali baja (S) adalah 1,9 cm. Tegangan tarik yang terjadi pada tali baja adalah sebesar  (S) = 1894 kg. Sedangkan tegangan tarik yang diizinkan adalah (Smax) = 2800 kg. Kekuatan putus tali baja sebenarnya (P) berdasarkan faktor keamanan dengan jenis mekanisme dan kondisi operasi (K) adalah (P) = 10417 kg. Umur tali baja yang diperoleh dari hasil analisa ini adalah 120 bulan atau 10 tahun dalam pemakaian normal 8 jam per hari. Tali baja yang digunakan tipe: 8 x 19 = 152 + 1 Fiber Core dengan spesifikasi: diameter tali baja (d) : 10 mm, berat tali (W) : 1,15 kg/m, beban patah tali baja (Pb) : 15.400 kg, tegangan patah tali (?b) : 140-159 kg/mm². Dikarenakan tegangan tarik (S) = 1894 kg lebih kecil dari tegangan tarik yang diizinkan (Smax) = 2800 kg, maka dapat disimpulkan bahwa tali baja tersebut aman terhadap beban tarik yang terjadi.

Page 2 of 17 | Total Record : 166