cover
Contact Name
laelatus Syifa Sari Agustina
Contact Email
laelatussyifa.sa@staff.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
wacana@mail.uns.ac.id
Editorial Address
Gedung D Fakultas Kedokteran UNS Jl. Ir. Sutami no. 36A, Kota surakarta (solo), Jebres, Jawa Tengah, 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
WACANA
ISSN : 20850514     EISSN : 27161625     DOI : https://doi.org/10.13057/wacana.v12i1
Wacana adalah wadah pengembangan psikologi di indonesia khususnya dibidang indegenous yang memuat naskah-naskah ilmiah penelitian empiris. Psikologi dalam ranah indegenous mengkhususkan diri pada studi yang mengangkat seni, etnis, budaya, nilai-nilai kepercayaan, spiritualitas, agama dan kearifan lokal yang saling mempengaruhi proses sosial dan proses individual serta hubungan intra dan/atau inter kelompok dan lingkungan. Kajian dalam bidang-bidang psikologi lainnya dapat dimuat dalam Wacana sepanjang memiliki relevansi dengan psikologi khusunya bidang indegenous.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2011)" : 6 Documents clear
PERBEDAAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING DITINJAU DARI DUKUNGAN SOSIAL PADA REMAJA TUNARUNGU YANG DIBESARKAN DALAM LINGKUNGAN ASRAMA SLB-B DI KOTA WONOSOBO Ratna Widyastutik; Suci Murti Karini; Rin Widya Agustin
Wacana Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.909 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v3i1.42

Abstract

Berbagai kesulitan karena keterbatasan pendengaran maupun kesulitan-kesulitan masa remaja dihadapi remaja tunarungu mengarahkan pada kondisi ketertekanan. Dukungan sosial sangat membantu remaja tunarungu untuk menghadapi kesulitan tersebut dan membangun kondisi psychological well-being. Melihat adanya korelasi antara dukungan sosial dengan psychological well-being, maka tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui bentuk dukungan sosial yang efektif untuk membangun psychological well-being pada remaja tunarungu. Perbedaan bentuk dukungan yang paling banyak diterima oleh remaja tunarungu akan mengarahkan pada psychological well-being yang berbeda pula. Populasi penelitian ini ialah remaja tunarungu Lembaga Pendidikan Anak Tunarungu Don Bosco dan Dena Upakara, Wonosobo, masing-masing sebanyak 62 dan 58 siswa. Sampel diambil dengan kriteria Remaja dengan usia 13-18 tahun, laki-laki dan perempuan, memiliki kemampuan baca dan tulis, serta memiliki kecerdasan normal atau di atas rata-rata. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Seluruh populasi masuk ke dalam kriteria yang dibutuhkan oleh peneliti. Pengumpulan data menggunakan skala psychological well-being dan skala dukungan sosial. Teknik analisis data yang digunakan ialah analisis varians klasifikasi satu arah (One Way Anova). Hasil analisis dengan menggunakan teknik One Way Anava diperoleh F hitung (11,478 ) > F tabel (2,725) serta taraf sigifikansi 0,000 < 0,05. Dari hasil analisis tersebut, maka dapat dikemukakan ada perbedaan yang sangat signifikan psychological well-being ditinjau dari bentuk dukungan sosial pada remaja runarungu. Selain itu, hasil analisis deskriptif menunjukkan adanya perbedaan rata-rata psychological well-being ditinjau dari dukungan sosial. Rata-rata psychological well-being tertinggi berada pada bentuk dukungan emosional dan terendah berada pada bentuk dukungan instrumental.   Kata kunci: psychological well-being, dukungan sosial, remaja tunarungu
PENGARUH PEMBERIAN CERITA MELALUI MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAP RECALL MEMORY PADA ANAK-ANAK KELAS V SEKOLAH DASAR TAKMIRUL ISLAM SURAKARTA Mifta Chussurur; Thulus Hidayat; Rin Widya Agustin
Wacana Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.168 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v3i1.47

Abstract

Penjelasan  materi pelajaran yang masih konvensional dan kurang menarik bagi anak serta kurang efektifnya media pembelajaran yang digunakan oleh guru menyebabkan anak mudah bosan dan sulit untuk memahami materi yang disampaikan. Oleh karena itulah dibutuhkan metode dan media pembelajaran yang tepat dalam menunjang keberhasilan dalam proses belajar mengajar. Usia anak Sekolah Dasar yang senang akan cerita-cerita fiksi serta adanya objek bantu akan mempermudah dalam mengoptimalkan kemampuan recall memory anak. Penggunaan media audiovisual sebagai objek bantu akan meningkatkan ketertarikan pada anak sehingga anak lebih memperhatikan dengan seksama cerita yang diberikan, kemudian anak siap menceritakan kembali atau merecall cerita yang telah diikuti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian cerita melalui media audiovisual terhadap recall memory pada anak-anak kelas V Sekolah Dasar Takmirul Islam Surakarta. Penelitian ini merupakan true-experimental design dengan menggunakan desain randomized matched two groups design, posttest only. Subyek penelitian adalah 24 anak kelas V SD Takmirul Islam Surakarta berusia 10-12 tahun yang terbagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberi perlakuan pemberian cerita melalui media audiovisual, sedangkan kelompok kontrol diberi perlakuan berupa pemberian cerita melalui naskah cerita. Tes recall memory berupa tes essay yang berisi pertanyaan kepada subjek mengenai cerita yang telah diberikan. Tes ini digunakan untuk mengukur tingkat recall memory setelah perlakuan. Analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini menggunakan statistik non parametrik uji Mann Whitney U Test. Diperoleh nilai Z=-2,892 (Z<-2,326) dan  p= 0,003 (p<0,01) . Nilai rata-rata pada kelompok eksperimen adalah 25,00 lalu sedang nilai rata-rata pada kelompok kontrol adalah 43,75. Nilai rata-rata ini dapat diinterpretasi bahwa ada perbedaan atau selisih rata-rata pada kedua kelompok sebesar 21,25. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian cerita melalui media audiovisual terhadap recall memory pada anak-anak. Keberhasilan proses recall memory juga didukung oleh interaksi positif antara fasilitator dengan siswa, modul sebagai panduan fasilitator, sarana yang lengkap, serta partisipasi dari subjek.   Kata Kunci : Pemberian Cerita, Media Audiovisual, Recall memory
HUBUNGAN POLA ASUH DEMOKRATIS ORANG TUA DAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO Dwinta Astri Meirizki; Thulus Hidayat; Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.694 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v3i1.43

Abstract

Kemandirian belajar adalah kegiatan belajar yang aktif, yang didorong oleh niat atau motif untuk menguasai suatu kompetensi. Untuk mencapai kemandirian belajar, mahasiswa dihadapkan pada berbagai kesulitan, Rendahnya motivasi berprestasi dan pola asuh demokratis orang tua diduga berpengaruh terhadap kurangnya kemadirian belajar mahasiswa. Sehingga perlu dilakukan penelitian apakah motivasi berprestasi dan pola asuh demokratis orang tua berpengaruh terhadap kemadirian belajar mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara motivasi berprestasi dan pola asuh demokratis orang tua dengan kemandirian belajar. Subjek penelitian sebanyak 42 mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Teknik pengambilan sampel dengan purposive non-random sampling. Pengumpulan data menggunakan skala motivasi berprestasi, pola asuh demokratis orang tua dan kemandirian belajar. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi berganda. Hasil perhitungan menggunakan teknik analisis regresi berganda diperoleh         p-value 0,001<0,05 dan F hitung =14,845 >dari F tabel = 3,230 serta R sebesar 0,657. Hal ini berarti motivasi berprestasi dan pola asuh demokratis orang tua dapat digunakan sebagai prediktor untuk memprediksi kemandirian belajar mahasiswa. Tingkat signifikansi p-value 0,001 (p>0,05) menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan pola asuh demokratis orang tua dengan kemandirian belajar. Analisis data menunjukkan nilai R-Square sebesar 0,432. Angka tersebut mengandung pengertian bahwa dalam penelitian ini, motivasi berprestasi dan pola asuh demokratis orang tua memberikan sumbangan efektif sebesar 43,2% terhadap kemandirian belajar. Hal ini berarti masih terdapat 56,8% faktor lain yang mempengaruhi kemandirian belajar. Kata kunci: Pola asuh  demokratis orang tua, Motivasi berprestasi,  Kemandirian belajar
PERAN KEARIFAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK BERCERAI PADA ISTRI YANG MENGAJUKAN CERAI GUGAT DI PENGADILAN AGAMA Rindang Resita Rizki; Istar Yuliadi; Tri Rejeki Andayani
Wacana Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.262 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v3i1.44

Abstract

Pengambilan keputusan untuk bercerai adalah suatu hal yang tidak dapat dilakukan begitu saja, tetapi perlu adanya pertimbangan-pertimbangan tertentu terkait dengan resiko yang mungkin timbul setelah diambilnya sebuah keputusan, selanjutnya kearifan berperan mempengaruhi proses pengambilan keputusan untuk bercerai yang dilakukan oleh istri yang mengajukan cerai gugat di Pengadilan Agama. Penelitian ini penting karena apabila perceraian tidak mendapat perhatian secara khusus maka perceraian dapat mengakibatkan banyak hal negatif baik secara langsung maupun secara tak langsung, seperti tekanan psikis pada pasangan yang bercerai, kesejahteraan anak korban perceraian, anak menjadi terlantar, bahkan kenakalan remaja yang secara tidak langsung dapat diakibatkan salah satunya oleh perceraian orangtua. Sedangkan fenomena yang terjadi saat ini adalah bahwa perceraian sudah dianggap sebagai hal yang biasa, hal ini dapat dilihat dari angka perceraian yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam dan observasi. Jumlah subjek dalam penelitian ini berjumlah empat orang dengan kriteria yaitu seorang wanita yang pernah mengajukan cerai gugat kepada Pengadilan Agama. Proses penelusuran subjek dilakukan dengan mendatangi subjek dari orang ke orang berdasarkan data (alamat) yang telah didapat dari Pengadilan Agama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tahapan pengambilan keputusan untuk bercerai dapat berbeda pada setiap orang, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu nilai individu yang berupa budaya yang melatarbelakangi kehidupan masing-masing individu, dan kepribadian yang berupa kearifan. Kearifan yang dimiliki masing-masing individu akan membedakan bagaimana individu menjalani tahap pengambilan keputusan untuk bercerai, termasuk dalam memilih strategi penanggulangan dan mekanisme pertahanan yang digunakan disepanjang proses pengambilan keputusan untuk bercerai.   Kata kunci: Kearifan, Pengambilan Keputusan untuk Bercerai, Istri yang mengajukan Cerai gugat
PERILAKU SEKSUAL REMAJA DITINJAU DARI EFEKTIVITAS KOMUNIKASI DENGAN ORANG TUA DAN KONTROL DIRI DI SMA 5 SURAKARTA Supratiwi, Mahardika; Makmuroch, .; Andayani, Tri Rejeki
Wacana Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.587 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v3i1.45

Abstract

Fenomena perilaku seksual remaja seperti maraknya pergaulan bebas semakin meningkat dari tahun ke tahun. Aktifnya hormon-hormon seksual pada remaja diikuti rasa ingin tahu yang besar mendorong remaja untuk mencari informasi mengenai seksualitas melalui berbagai sumber. Informasi tentang seksualitas yang kurang tepat dapat mendorong remaja untuk melakukan perilaku seksual remaja. Pemberian informasi yang tepat mengenai permasalahan-permasalahan yang terjadi pada masa remaja dan cara mengatasinya dapat diberikan melalui pihak orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efektivitas komunikasi dengan orang tua dan kontrol diri dengan perilaku seksual remaja di SMA N 5 Surakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA N 5 Surakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster stratified random sampling. Metode pengambilan data menggunakan Kuesioner Perilaku Seksual Remaja, Skala Efektivitas Komunikasi dengan Orang Tua, dan Skala Kontrol Diri. Indeks daya beda aitem Skala Efektivitas Komunikasi dengan Orang Tua adalah 0,229 sampai dengan 0,684 dan reliabilitasnya 0,914. Indeks daya beda aitem Skala Kontrol Diri adalah 0,237 sampai dengan 0,587 dan reliabilitasnya 0,793. Indeks daya beda aitem Kuesioner Perilaku Seksual Remaja adalah 0,592 sampai dengan 0,889 dan reliabilitasnya 0,905. Pada penelitian ini, dilakukan konversi data sebanyak dua kali pada variabel tergantung, yaitu konversi data interval menjadi ordinal dan konversi data ordinal menjadi data nominal. Konversi data interval ke ordinal dilakukan karena cara skoring kurang dapat menggambarkan tingkatan perilaku seksual remaja yang ingin diukur. Data ordinal menyebabkan data tidak dapat dianalisis sesuai dengan rencana awal penelitian, yaitu menggunakan analisis Regresi Linear Ganda. Berkaitan dengan hal tersebut, selanjutnya dilakukan konversi data menjadi data nominal yang dikotomus untuk menyesuaikan dengan analisis Regresi Logistik Biner. Hasil pengolahan data diperoleh angka korelasi antara efektivitas komunikasi dengan orang tua dan kontrol diri dengan perilaku seksual remaja adalah -0,588; p=0,000 (p < 0,05) menunjukkan bahwa hipotesis diterima. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara efektivitas komunikasi dengan orang tua dan kontrol diri dengan perilaku seksual remaja di SMA N 5 Surakarta.   Kata kunci: perilaku seksual remaja, efektivitas komunikasi dengan orang tua, kontrol diri, remaja
HUBUNGAN ANTARA LOCUS OF CONTROL INTERNAL DAN KONSEP DIRI DENGAN KEMATANGAN KARIR PADA SISWA KELAS XI SMK NEGERI 2 SURAKARTA Risa Suryanti; Munawir Yusuf; Aditya Nanda Priyatama
Wacana Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.605 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v3i1.46

Abstract

Remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Salah satu tugas perkembangan remaja adalah mencapai kemandirian dan pemilihan karir. Kematangan karir merupakan keberhasilan seseorang dalam mencapai tugas perkembangan karir sesuai tahapan perkembangannya. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa siswa belum mempunyai perencanaan yang matang mengenai karirnya. Berbagai kondisi dimungkinkan berpengaruh dalam proses kematangan karir. Siswa dengan locus of control internal mempunyai kemampuan dalam evaluasi terhadap kondisi dirinya sehingga mempunyai gambaran yang realistik mengenai diri. Melalui gambaran diri yang realistik, memungkinkan siswa dapat membuat perencanaan karir yang matang. Selain itu, siswa yang mengembangkan konsep diri yang positif akan lebih melibatkan diri dalam eksplorasi karir dan mengembangkan tingkah laku yang tepat dalam menghadapi karir. Locus of control internal dan konsep diri menjadi suatu kondisi yang dapat membantu siswa dalam kematangan karirnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara locus of control internal dan konsep diri dengan kematangan karir pada siswa kelas XI SMK Negeri 2 Surakarta. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster sample. Pengambilan sampel dengan menggunakan cluster random sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan skala kematangan karir, skala locus of control internal dan skala konsep diri. Skala kematangan karir terdiri dari 44 item valid dengan koefisien reliabilitas 0,916. Skala locus of control internal terdiri dari 40 item valid dengan koefisien reliabilitas 0,905. Skala konsep diri terdiri dari 43 item valid dengan koefisien reliabilitas 0,897. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai F-test = 45,803; p  0,05, dan nilai R = 0,720. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini dapat diterima, yaitu ada hubungan yang signifikan antara locus of control internal dan konsep diri dengan kematangan karir pada siswa kelas XI SMK Negeri 2 Surakarta. Nilai R2 dalam penelitian ini sebesar 0,519 atau 51,9%, sumbangan efektif locus of control internal terhadap kematangan karir sebesar 42,5476% dan sumbangan efektif konsep diri terhadap kematangan karir sebesar 9,3212%.       Kata kunci : kematangan karir, locus of control internal, konsep diri

Page 1 of 1 | Total Record : 6