cover
Contact Name
Sahri Nova Yoga
Contact Email
sahri.n.y@fkip.uisu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sahri.n.y@fkip.uisu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Bahastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 25500848     EISSN : 26142988     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal yang fokus menerbitkan Penelitian Bahasa; Penelitian Sastra; Penelitian Tindakan Kelas Bahasa; Kajian Pustaka; Pengembangan Bahan Ajar Bahasa; Media Ajar Bahasa; dan Penilaian Pembelajaran Bahasa.
Arjuna Subject : -
Articles 660 Documents
PELAKSANAAN GERAKAN LITERASI DI SMP SE-KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN Victor Hutasoit; Ilda Hutahaean; Ayu Novita Sari Turnip; Sadieli Telaumbanua
Jurnal Bahastra Vol 2, No 1 (2017): Edisi September 2017
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.628 KB) | DOI: 10.30743/bahastra.v2i1.1725

Abstract

Abstrak.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan profil pelaksanaan literasi siswa SMP se-Kabupaten Humbang Hasundutan (5 alokasi sekolah) tahun ajaran 2019/2020.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif.Penelitian ini dilakukan di SMP Kabupaten Humbang Hasundutan.Subjek penelitian adalah siswa SMP Kabupaten Humbang Hasundutan (5 alokasi sekolah) SMP N 1 Doloksanggul, SMP N 2 Doloksanggul (pusat kota), SMP N 1 Pollung, SMP N 4 Pollung (pemukiman), SMP N 3 Doloksanggul (penengah antarkota),  kepala sekolah, guru, siswa.Teknik pengumpulan data menggunakan angket, wawancara, observasi, dokumentasi.Uji keabsahan data menggunakan triangulasi. Data yang terkumpul kemudian dideskripsikan dan dianalisis berdasarkan hasil pengamatan peneliti dan lima aspek yang terdapat pada butir soal angket yang telah berlangsung yakni: aspek pemanfaatan waktu, aspek ketaatan siswa berliterasi, aspek peran guru, aspek penggunaan perpustakaan, aspek untukKata Kunci: LiterasiAbstract.The purpose of this study is to describe the profile of literacy implementation of Humbang Hasundutan Middle School students (5 school allocations) for the academic year 2019/2020. This type of research is qualitative research with a descriptive approach. This research was conducted at Humbang Hasundutan District Middle School. Subjects were Humbang Hasundutan Middle School students (5 school allocations) Doloksanggul N 1 Middle School, Doloksanggul N 2 Middle School (city center), SMP N 1 Pollung, Middle N 4 Pollung (settlement), Middle N 3 Doloksanggul (intercity mediator), head school, teacher, students’. Data collection techniques using questionnaires, interviews, observation, documentation. Test the validity of the data using triangulation. The collected data is then described and analyzed based on the researchers' observations and the five aspects contained in the questionnaire items that have taken place namely: aspects of time utilization, aspects of student literacy obedience, aspects of the teacher's role, aspects of library use, aspects of student or student literacy Humbang Hasundutan Middle School.Keywords: Literacy
THE CODE MIXING IN THE CLASSROOM CONVERSATION OF FIRST SEMESTER STUDENTS OF UNIVERSITY OF HKBP NOMMENSEN PEMATANG SIANTAR Leonita Maria E Manihuruk
Jurnal Bahastra Vol 2, No 2 (2018): Edisi Maret 2018
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.659 KB) | DOI: 10.30743/bahastra.v2i2.1999

Abstract

Abstrak. Tesis ini adalah analisis tentang pencampuran kode dari percakapan siswa di kelas. Pencampuran kode terjadi ketika sebuah kata atau ucapan dari bahasa elemen A dicampur ke dalam konteks bahasa bahasa B. Disebabkan oleh globalisasi teknologi saat ini, banyak orang cenderung untuk mencampur bahasa mereka, terutama bahasa Indonesia ke bahasa Inggris dalam percakapan mereka. Jadi masalah yang dirumuskan dalam tesis ini adalah “apa jenis pencampuran kode yang digunakan oleh mahasiswa semester pertama Universitas HKBP NommensenPematangsiantar dalam percakapan mereka di kelas, dan apa pencampuran kode dominan yang digunakan oleh mahasiswa semester pertama Universitas HKBP NommensenPematangsiantar dalam percakapan mereka di ruang kelas? Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif karena data yang terkumpul dan hasil analisis data berupa kalimat. Instrumen dalam mengumpulkan data adalah teknik rekaman dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan dalam tesis ini adalah rekaman pencampuran kode dalam percakapan siswa. Data dianalisis berdasarkan teori Hoffman. Hasil penelitian ini bahwa ada tiga jenis pencampuran kode yang ditemukan dalam percakapan siswa di kelas. Mereka adalah: pencampuran kode intra-sentensial, intra-leksikal pencampuran kode, dan melibatkan perubahan pengucapan. Secara total, ada 25 campur kode dan 10 percakapan yang mewakili campur kode. Persentase pencampuran kode intra-sentensial adalah 24%, pencampuran kode intra-leksikal adalah 68%, dan melibatkan perubahan pengucapan adalah 8%. Dari persentase di atas, dapat disimpulkan bahwa pencampuran kode intra-leksikal adalah pencampuran kode yang paling dominan digunakan oleh mahasiswa semester pertama Universitas HKBP NommensenPematangsiantarin percakapan mereka di kelas. Temuan ini menyiratkan bahwa pencampuran kode diterima oleh siswa sebagai aspek penting variasi bahasa dalam masyarakat.Kata kunci: Pencampuran Kode, Sosiolinguistik Abstract. This thesis is an analysis on the code mixing of students’conversation in the classroom. Code mixing occurs when a word or an utterances from element language A is mixed into the language context of language B. Caused by the globalization of technology nowadays, many people tend to mix their language, especially Indonesian to English language in their conversations. So the problems formulated in this thesis are “what are the types of code mixing used by the first semester students of University of HKBP NommensenPematangsiantar in their conversation in the classroom, and what is the dominant code mixing used by the first semester students of University of HKBP NommensenPematangsiantar in their conversation in the classroom?”  This research is a descriptive qualitative research because the collected data and the result of data analysis are in the form of sentences. The instrument in collecting the data is record and documentative technique. The data collected in this thesis is the recording of code mixing in the students’conversations. The data were analyzed based on Hoffman’s theory. The result of this research that there are three types of code mixing found in students’conversation in the classroom. They are : intra-sentential code mixing, intra-lexical of code mixing, and involving a change of pronunciation. Totally, there are 25 code mixing and 10 conversations representing code mixing. The percentage of intra-sentential code mixing is 24%, intra-lexical code mixing is 68%, and involving a change of pronunciation is 8%. From the percentage above, it can be concluded that intra-lexical code mixing is the most dominant code mixing used by first semester students of University of HKBP NommensenPematangsiantarin their conversation in the classroom. The findings implies that the code mixing is being accepted by the students as an important aspect variety of language in society.Keywords : Code Mixing, Sociolinguistics
PENGARUH METODE TTS TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS DESKRIPSI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS VIII TINGKAT MATHAYOM SANAWI DI ATTAWFIKIAH ISLAMIAH SCHOOL NARATHIWAT THAILAND SELATAN Neng Desti Siti Nurhidayah; Hera Wahdah Humaira; Deden Ahmad Supendi
Jurnal Bahastra Vol 4, No 1 (2019): Edisi September 2019
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.97 KB) | DOI: 10.30743/bahastra.v4i1.1704

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh metode TTS terhadap kemampuan menulis teks deskripsi dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas 8 tingkat Mathayom Sanawi di Attawfikiah Islamiah School Narathiwat Thailand Selatan . Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa pembelajar asing kelas 8.2 sejumlah 23 siswa. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan menggunakan teknik random sampling. Penelitian ini menggunakan desain “One Group Pretest-Posttest Desain” dengan pola sebelum dan sesudah diberikan suatu treatment/perlakuan yang menggunakan metode TTS. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan tes, setelah data terkumpul, lalu dilakukan analisis kuantitatif melalui uji hipotesis. Berdasarkan perhitungan hasil prates dan pascates, setelah diberikan suatu perlakuan dalam proses belajar untuk peserta didik penutur asing mengalami perubahan dengan nilai rata-rata prates 60,86 dan nilai rata-rata pascates 79,82. Diketahui harga thitung yaitu 1,185. Harga thitung tersebut dikonsultasikan dengan ttabel dengan derajat kebebasan (dk) N-1 atau 23 – 1 = 22 dengan taraf signifikansi 0,05 maka harga ttabel 1,717. Hasil tersebut menunjukan bahwa harga thitung lebih kecil daripada ttabel karena thitung berjumlah 1,185 dan ttabel berjumlah 1,717. Bila thitung lebih kecil daripada ttabel maka hasilnya dinyatakan tidak signifikan. Sehingga dapat disimpulkan dalam menggunakan metode TTS tidak berpengaruh dalam kemampuan menulis teks deskripsi dalam pembelajaran bahasa Indonesia untuk peserta didik penutur asing kelas 8.2 tingkat Mathayom Sanawi di Attawfikian Islamiah School Narathiwat Thailand Selatan.Kata kunci : Metode Teka-teki Silang (TTS), Kemampuan Menulis Teks                         Deskripsi.Abstract. This study aims to examine the effect of the TTS method on the ability to write description text in 8th grade Indonesian language learning at Mathayom Sanawi level at Attawfikiah Islamiah School Narathiwat, Southern Thailand, 2018/2019 Academic Year. This research is quantitative research. The subjects in this study were students of foreign learning class 8.2 of 23 students. The sampling technique is by using random sampling techniques. This study uses the design of "One Group Pretest-Posttest Design" with a pattern before and after being given a treatment / treatment using the TTS method. In data collection researchers used a test, after the data was collected, then carried out quantitative analysis through hypothesis testing. Based on the calculation of pre-test and post-test results, after being given a treatment in the learning process for foreign speakers students experienced changes with an average score of 60.86 and the average score post-test 79.82. It is known that the price of tcount is 1.185. The price of the tcount is consulted with a table with degrees of freedom (dk) N-1 or 23-1 = 22 with a significance level of 0.05 then the price of ttable 1.717. These results indicate that the price of tcount is smaller than t table because tcount is 1.185 and t table is 1.717. If tcount is smaller than ttable, the result is not significant. So that it can be concluded that using the TTS method has no effect on the ability to write description text for students of the 8.2-level class of Mathayom Sanawi in Attawfikian Islamiah School Narathiwat, Southern Thailand.Keywords: Crossword Method (TTS), Ability to Write Text Description
ANALISIS PROSES DAN NILAI HATA- HATA MAMBERE PODAH DALAM PERKAWINAN ADAT SIMALUNGUN Diana Pramita Sumbayak; Siti Fatimah Sipayung; Pahala Manik; Ermina Waruwu
Jurnal Bahastra Vol 2, No 1 (2017): Edisi September 2017
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.822 KB) | DOI: 10.30743/bahastra.v2i1.1720

Abstract

Abstrak. Suku Simalungun memiliki tradisi pelaksanaan upacara perkawinan.Salah satu tradisi yang dilakukan ialah hata-hata mambere podah.Permasalahan penelitian ini ialah bagaimana proses perkawinan adat Simalungun, bagaimana hata-hata mambere podah, dan bagaimana nilai yang terkandung dalam hata-hata mambere podah pada upacara perkawinan adat Simalungun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan proses perkawinan adat Simalungun, hata-hata mambere podah dan nilai-nilai yang terkandung dalam hata-hata mambere podah dalam proses perkawinan adat Simalungun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deksriptif dan data dikumpulkan menggunakan metode wawancara dengan teknik rekam.Instrumen penelitian ialah pedoman wawancara yang digunakan untuk mewawancarai informan yang terdiri atas tokoh adat, warga, pengantin dan warga yang sudah menerima hata-hata mambere podah.Data yang sudah dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif dengan metode content Analysis.   Kata Kunci: Proses, Nilai, Hata-hata Mambere Podah, Perkawinan Adat                     SimalungunAbstract.The Simalungun tribe has a tradition of carrying out wedding ceremonies. One of the traditions carried out is the hata-hata mambere podah. The problem of this research is how the marriage process of the Simalungun custom, how the hata-hata mambere podah, and how the value contained in the hata-hata mambere podah at the Simalungun traditional wedding ceremony. This study aims to analyze and describe the traditional marriage process of Simalungun, hata-hata mambere podah and the values contained in the hata-hata mambere podah in the process of the marriage of the traditional Simalungun. This study used a descriptive qualitative approach and data was collected using interview methods with recording techniques. The research instrument is the interview guide that is used to interview informants consisting of traditional leaders, residents, brides and residents who have received hata-mambere podah. Data that has been collected was analyzed using qualitative analysis with the content Analysis method. Keywords: Process, Values, Hata-hata mambere podah, The marriage of                    Simalungun custom.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS BERITA OLEH SISWA KELAS X SMA KAMPUS FKIP PEMATANGSIANTAR Junifer Siregar
Jurnal Bahastra Vol 2, No 2 (2018): Edisi Maret 2018
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.893 KB) | DOI: 10.30743/bahastra.v2i2.1853

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mendeskripsikan rendahnya kemampuan menulis teks berita siswa kelas X SMA Kampus FKIP Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar sebelum menggunakan model pembelajaran learning cycle; (2) untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan menulis teks berita dengan menggunakan model pembelajaran learning cycle. Sampel penelitian ini berjumlah 30 orang siswa, dan menggunakan desain penelitian one group pre-test-post-test, dan menggunakan metode pra-eksperimen dengan uji statistik uji perbedaan mean sampel berhubungan. Dari analisis data diperoleh nilai thitung = -17,16 ttabel =2,045 pada taraf signifikan 0,05. Dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran learning cycle baik untuk meningkatkan kemampuan menulis berita siswa kelas X SMA Kampus FKIP Pematangsiantar.Kata Kunci: Learning Cycle, Menulis, Berita Abstract. This research was conducted at the FKIP Campus High School HKBP University Nommensen Pematangsiantar for four months namely September-December . This study aims: (1) to describe the low ability of writing news texts for class X students of FKIP Campus HKBP University Nommensen Pematangsiantar before using the learning cycle learning model; (2) to describe the improvement in the ability to write news texts using the learning cycle learning model. The sample of this study was 30 students, and used a one-group pre-test-post-test research design, and used a pre-experimental method with a statistical test to test the difference in sample mean. From the data analysis, the value of tcount = -17.16 ttable = 2.045 at the significant level of 0.05. Thus Ho is rejected and Ha is accepted. Then it can be concluded that the application of the learning cycle learning model is good for improving the ability to write news for class X students of SMA Pematangsiantar FKIP. Keywords: Learning Cycle, Writing, News
NILAI-NILAI BUDAYA DALAM CERITA RAKYAT PANJALU Yang Yang Merdiyatna
Jurnal Bahastra Vol 4, No 1 (2019): Edisi September 2019
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.964 KB) | DOI: 10.30743/bahastra.v4i1.1715

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi keingintahuan peneliti terhadap kandungan nilai dalam Khazanah Sastra Nusantara. Sastra Nusantara dalam penelitian ini adalah jenis cerita prosa rakyat. Seperti prosa yang lainnya, cerita rakyat pun memiliki struktur. Peneliti mengkaji struktur cerita rakyat. Setelah itu, peneliti mengkaji nilai-nilai budaya yang terkandung dalam Cerita Rakyat Panjalu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis. Teori yang digunakan adalah teori struktur atau fakta cerita dan teori budaya dan kebudayaan. Kajian struktur menunjukkan fakta cerita tentang tokoh yang pantas untuk menjadi teladan. Kajian nilai budaya menunjukkan nilai-nilai budaya yang sangat baik. Nilai-nilai budaya dalam cerita pun menunjukkan nilai luhur budaya bangsa. Hal itu pun menunjukkan budaya leluhur bangsa yang sarat kearifan dan kebijaksanaan. Dengan demikian, penulis berkesimpulan bahwa kajian terhadap Cerita Rakyat Panjalu menunjukkan adanya karakter tokoh pemimpin yang teladan dan nilai-nilai budaya yang pantas untuk dijadikan pelajaran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.Kata kunci: Cerita Rakyat, Nilai Budaya, dan Struktur Cerita.Abstract. This study is inspired by researcher curiosity toward Nusantara literature values. The Nusantara literature in this study is people story. Like other prose, people stories have a structure as well. Researcher studies the structure of people story. After that, researcher studies of culture values at Panjalu people story. This study used descriptive analysis method. Theory used is structure and theory culture. The studies of structure show fact story about actor story that good for example. The studies of values culture show a good values culture. The values of culture in this story show the high values culture of nation. That is show nation culture that full with local wisdom. Thus, researcher have conclusion this Panjalu people story studies show character leader has a good foe example and culture values that good for learning in nation daily activity.Keywords: people story, value of culture, and story structure.
PENGARUH MODEL LEARNING TOGETHER (BELAJAR BERSAMA ) DALAM MEMAHAMI WACANA TULIS DI KELAS XI SMA RK DELIMURNI DELITUA Hera Chairunnisa
Jurnal Bahastra Vol 2, No 2 (2018): Edisi Maret 2018
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.858 KB) | DOI: 10.30743/bahastra.v2i2.1732

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan memahami wacana tulis siswa dengan menggunakan dua variabel, untuk mengetahui apakah ada pengaruh signifikan  terhadap kemampuan memahami wacana tulis dengan menggunakan Learning Together di  kelas XI SMA RK Delimurni  Delitua. Instrumen berbentuk pilihan berganda dengan 4 pilihan jawaban yaitu a,b,c,dan d masing-masing sebanyak 20 soal. Teknik analisis data yang digunakan untuk melihat hubungan antara variabel bebas (model pembelajaran Learning Together) dengan variabel terikat (memahami wacana tulis) digunakan analisis korelasi product moment  dan untuk menguji hipotesis digunakan rumus uji t. Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh peningkatan kemampuan memahami wacana tulis  yang diberi perlakuan Model pembelajaran Learning Together  memiliki rata-rata 75,97 dan yang diberi perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran NHT memiliki rata-rata  64,44 . Uji normalitas kelas  ekperiment sebesar  Lhitung =0,1278 (Lhitung= 0,1278 Ltabel = 0,1476, sedangkan kelas kontrol Lhitung =0,1340 (Lhitung = 0,1340 Ltabel= 0,1476. Sedangkan uji hipotesis menunjukan bahwa  (Ha) diterima sehingga terdapat adanya pengaruh menggunakan model pembelajaran Learning Together  dalam memahami wacana tulis di kelas SMA RK Delimurni Delitua.Kata kunci : Model pembelajaran Learning Together (belajar bersama ) dalam memahami wacana tulis ..Abstract. This study aims to describe the ability to understand student discourse using two variables, to find out whether there is a significant influence on the ability to understand written discourse using Learning Together in class XI SMA RK Delimurni Delitua. The instrument is in the form of multiple choices with 4 answer choices namely a, b, c, and d each of 20 questions. The data analysis technique used to see the relationship between the independent variables (Learning Together learning model) and the dependent variable (understanding written discourse) is used product moment correlation analysis and to test the hypothesis the t test formula is used. From the research that has been done, it is obtained an increase in the ability to understand written discourse that is treated. Learning Together learning models have an average of 75.97 and those treated using the NHT learning model have an average of 64.44. The normality of the experimental class test was Lhitung = 0.1278 (Lhitung = 0.1278 Ltable = 0.1476, while the control class Lhitung = 0.1340 (Lhitung = 0.1340 Ltable = 0.1476. While the hypothesis test showed that ( Ha) accepted so that there is an influence using the Learning Together learning model in understanding written discourse in the RK Delimurni Delitua high school class.Keywords: Learning Together Learning Model (learning together) in understanding written discourse.
ANALISIS KESALAHAN EJAAN DAN KALIMAT DALAM SKRIPSI MAHASISWA UNIVERSITAS BRAWIJAYA SEBAGAI DASAR PENENTUAN STRATEGI, TUJUAN, DAN BAHAN AJAR MATA KULIAH BAHASA INDONESIA DI UNIVERSITAS BRAWIJAYA Nanang Bustanul Fauzi; Maulfi Syaiful Rizal; Muhammad Fatoni Rohman
Jurnal Bahastra Vol 3, No 2 (2019): Edisi Maret 2019
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.329 KB) | DOI: 10.30743/bahastra.v3i2.1699

Abstract

Abstrak. Menulis merupakan keterampilan yang harus dikuasai oleh mahasiswa. Keterampilan berbahasa ini berguna untuk menulis skripsi sebagai tugas akhir mahasiswa dalam meraih gelar sarjana (magister dan atau doktor). Dalam penulisan skripsi, ejaan, dan kalimat yang digunakan merupakan kalimat yang baku dan efektif agar pembaca mudah memahami maksud penulis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan menulis ejaan, peristilahan, dan kesalahan menulis kalimat pada skripsi mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brwijaya.Penelitian ini menggunakan penelitian kualiatif dengan rancangan studi kasus untuk memperoleh deskripsi data. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa  kesalahan berbahasa yang paling banyak ditemukan, yaitu kesalahan ejaan yang digunakan oleh mahasiswa dalam skripsi. Kesalahan ejaan tersebut berupa pemakaian tanda baca sebanyak 52,03%, penulisan kata 39,53%, dan penulisan huruf 0,08%. Sedangkan kesalahan penulisan kalimat ditemukan pada aspek ketidaksepadanan struktur, ketidakhematan, ketidakcermatan, ketidakpaduan, ketidakparalelan, dan ketidaklogisan dalam kalimat.Kata kunci: Kesalahan kalimat, kesalahan ejaan, kalimat bakuAbstract. Writing is a skill that must be mastered by students. This language skill is useful for writing a thesis as a student's final project in obtaining a bachelor's degree (master and / or doctoral degree). In writing thesis, spelling, and sentences used are standard and effective sentences so that readers easily understand the intent of the author. This study aims to describe errors in spelling, terminology, and error writing sentences in the thesis of students of the Faculty of Cultural Sciences, University of Brwijaya. This study uses qualitative research with a case study design to obtain data descriptions. The results of this study revealed that the most common language errors were found, namely the spelling errors used by students in the thesis. The spelling errors were in the form of using punctuation as many as 52.03%, word writing 39.53%, and letter writing 0.08%. While writing errors found in aspects of structural incompatibility, imprecision, disobedience, non-alignment, incongruity, and irrationality in sentences.Keywords: Sentence errors, spelling errors, standard sentences
ANALISIS TINDAK TUTUR DALAM AKUN-AKUN TWITTER GARIS LUCUSEBUAH TINJAUAN PRAGMATIK Winaria Lubis
Jurnal Bahastra Vol 4, No 1 (2019): Edisi September 2019
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (862.195 KB) | DOI: 10.30743/bahastra.v4i1.1710

Abstract

Abstrak. Penelitian ini memberikan gambaran tentang fenomena munculnya akun twitter yang memberikan alternatif pilihan untuk melihat sesuatu dari sudut yang menghibur. Penelitian difokuskan kepada cuitan/tweet utamanya yang menyangkut peristiwa sosial, politik, keagaamaan dan kebangsaan Indonesia, data diambil secara acak (random) terhadap beberapa akun garis lucu kemudian di teliti dengan menggunakan kajian pragmatik, berupa kajian tindak tutur lokusi, ilokusi, perlokusi dan implikaturnyaKata Kunci: Analisis, tindak tutur, akun twitter garis lucuAbstract. This study provides an overview of the phenomenon of the emergence of a Twitter account that provides an alternative choice to see things from an entertaining angle. The research is focused on the tweet/main tweet that concerns social events, politics, religion and nationality of Indonesia, the data is taken randomly (random) to some funny accounts and then examined using pragmatic studies, in the form of locus, illocution, perlocution and implicature studies.Keywords: analysis, speech act, twitter funny account
EKSPERIMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN THE POWER OF TWO PADA MATERI MENULIS DONGENG DARI HASIL BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA UMSU Mrs. Winarti; Mutia Febriyana
Jurnal Bahastra Vol 2, No 1 (2017): Edisi September 2017
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.671 KB) | DOI: 10.30743/bahastra.v2i1.1727

Abstract

Abstrak. Berdasarkan pengalaman peneliti dalam proses belajar mengajar di kelas, pembelajaran menulis dongeng masih cenderung kurang menggembirakan, padahal dongeng merupakan salah satu kekayaan sastra di Indonesia yang patut untuk dijaga dan dilestarikan dari generasi ke generasi. Hasil yang kurang menggembirakan dari menulis dongeng ini dapat dilihat dari ketika dilakukan uji tugas menulis dongeng secara perorangan di kelas ketika mata kuliah Kajian Sastra Anak Indonesia sedang berproses.Satu mahasiswa menulis satu judul dongeng.Hasilnya mengejutkan, ternyata mahasiswa masih belum mampu menulis dongeng sesuai nilai yang diharapkan.  Dalam penelitian ini, peneliti menawarkan satustrategi pembelajaran yang dapat diterapkan oleh timteaching untuk menghasilkan tulisan sastra anak berupa dongeng yang bersifat berkemajuan dan menggembirakan sesuai dengan harapan perguruan tinggi Muhammadiyah se-Indonesia. Strategi pembelajaran itu bernamathe power of two. Strategi ini dipilih karena dinilai dapat membantu menciptakan keaktifan mahasiswa dalam menulis dongeng karena sifat dari strategi ini menulis dongeng tidak secara sendiri, namun berdua dengan teman, sehingga ide-ide dapat bersatu membentuk dongeng yang lebih baik. Berpikir berdua akan menghasilkan karya yang lebih baik daripada berpikir sendiri atau dengan istilah dua kepala lebih baik daripada satu kepala.Kata Kunci: Eksperimental, The Power Of Two, Menulis DongengAbstract.Based on the experience of researchers in the teaching and learning process in the classroom, fairytale learning still tends to be less encouraging, even though fairy tales are one of the riches of literature in Indonesia that deserve to be preserved and preserved for generations. The less encouraging results of writing this fairy tale can be seen from when testing the task of writing fairy tales individually in the classroom when the Indonesian Child Literature Study courses are proceeding. One student wrote a fairy tale title. The result was surprising, it turned out that students were still not able to write fairy tales according to the expected value.In this study, researchers offered a learning strategy that could be applied by the teaching team to produce children's literary writings in the form of tales that were progressive and encouraging in accordance with the expectations of Muhammadiyah universities throughout Indonesia. The learning strategy was named the power of two. This strategy was chosen because it was considered to be able to help create students' activeness in writing fairy tales because the nature of this strategy was to write not fairy tales themselves, but both with friends, so ideas could unite to form a better tale. Thinking together will produce works that are better than thinking alone or in terms of two heads better than one head.Keywords: Experimental. The power of two, writing a fairy tale