cover
Contact Name
Sahri Nova Yoga
Contact Email
sahri.n.y@fkip.uisu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sahri.n.y@fkip.uisu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Bahastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 25500848     EISSN : 26142988     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal yang fokus menerbitkan Penelitian Bahasa; Penelitian Sastra; Penelitian Tindakan Kelas Bahasa; Kajian Pustaka; Pengembangan Bahan Ajar Bahasa; Media Ajar Bahasa; dan Penilaian Pembelajaran Bahasa.
Arjuna Subject : -
Articles 660 Documents
PENGGUNAAN BLENDED LEARNING PADA PEMBELAJARAN ERA INDUSTRI 4.0 Yuniarti Maya
Jurnal Bahastra Vol 4, No 2 (2020): Edisi Maret 2020
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v4i2.2416

Abstract

Abstrak. Era revolusi industri 4.0. yang dikenal dengan istilah era digital melalui teknik penulisan dan penyimpanan data, dimana data yang biasa disimpan secara fisik dan manual bermigrasi ke data digital. Data diprogram dengan Bahasa pemrograman komputer sehingga efektif, efisien dan manageable. Dampak dari digitalisasi terhadap perubahan prilaku sosial pada bidang pekerjaan sangat berpengaruh, maka bisa disebut era disruptif. Era ini menunjukan bahwa ada banyak “kekacauan” dan anti mainstream dari semua sistem kehidupan yang dianggap mapan masa lalu. Perubahan dari beragai variasi pekerjaan yang muncul di era disruptif, maka era ini disebut revolusi industri 4.0. Era dimana revolusi industri saat perang dunia satu dan dua telah berakhir dan berujung pada penjajahan. Dengan tulisan ini guru sebagai ujung tombak pendidikan dapat mendidik peserta didik agar mengelaborasi bagaimana dunia pendidikan menangkap ide gila revolusi industri yang tak bisa ditolak ini, sekaligus mencarikan solusinya. Dalam hal yang lebih spesifik, tulisan ini akan menunjukan bagaimana pembelajaran “Blended Learning” yang direkomendasikan oleh seluruh dunia agar bisa dioperasionalisasikan dalam konteks sekolah dasar sampai tingkat pendidikan tertinggi di Indonesia.Kata Kunci : Blended Learning, Pembelajaran, Era Industry                       4.0, Pendidikan TinggiAbstract: The era of the industrial revolution 4.0. known as the digital era through data writing and storage techniques, where data that is normally stored physically and manually migrates to digital data. Data is programmed with a computer programming language so that it is effective, efficient and manageable. The impact of digitalization on changes in social behavior in the field of work is very influential, so it can be called the disruptive era. This era shows that there is a lot of "chaos" and anti-mainstream of all living systems that are considered well-established in the past. Changes from a variety of jobs that emerged in the disruptive era, then this era is called the industrial revolution 4.0. The era in which the industrial revolution during world wars one and two had ended and ended in colonialism. With this writing the teacher as the spearhead of education can educate students to elaborate on how the education world catches this crazy idea of an irresistible industrial revolution, as well as finding a solution. In more specific terms, this paper will show how "Blended Learning" learning is recommended by the whole world to be operationalized in the context of elementary schools to the highest level of education in Indonesia.Keywords: Blended Learning, Learning, Industry 4.0 Era,                   Higher Education
ANALISIS PENGGUNAAN KELAS KATA BAHASA INDONESIA, BAHASA ARAB, DAN BAHASA INGGRIS PADA BAHAN AJAR KELAS VIII MTS AL-MA’TUQ Annisa Delis; Deden Ahmad Supendi; Nanang Chaerul Anwar
Jurnal Bahastra Vol 4, No 1 (2019): Edisi September 2019
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v4i1.1695

Abstract

Abstrak. Penelitian ini mengenai penggunaan kelas kata bahasa Indonesia, bahasa Arab, dan bahasa Inggris pada bahan ajar di kelas VIII MTs Al-Ma‟tuq. Bertujuan untuk mengetahui penggunaan kelas kata bahasa Indonesia, bahasa Arab, dan bahasa Inggris pada bahan ajar untuk pembelajaran di ranah pondok pesantren yang berbasis bilingual. Untuk mengetahui pembelajaran mengenai kelas kata dan penggunaannya di pesantren yang berkomunikasi menggunakan bahasa Arab dan bahasa Inggris sesuai data hasil penelitian. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kualitatif dan menggunakan metode triangulasi data, dan subjek penelitian yaitu guru pengampu setiap mata pelajaran tersebut. Hasil penelitian yang didapatkan pada kaidah kebahasaan bahan ajar cetak terdapat lima kelas kata bahasa Indonesia beserta jenis-jenis setiap kelas katanya yaitu: Pronomina terdapat pronomina persona, pronomina penunjuk, pronomina penanya, preposisi tunggal, verba dari segi prilaku semantis dan prilaku sintaksis yang meliputi verba transitif, verba eka transitif, verba taktransitif, adjektiva yang meliputi adjektiva turunan, adjektiva yang tergolong idiom, adjektiva majemuk, dan konjungsi koordinatif. Lalu terdapat dua kelas kata pada bahan ajar bahasa Arab yaitu verba/fi‟il dan partikel/harf. Kemudian terdapat satu kelas kata pada bahan ajar bahasa Inggris verba/verb yang digunakan untuk menyatakan kalimat sederhana yang lampau simple past tense dan pada kalimat yang sedang dilakukan Present continuous tense.Kata Kunci : Kelas Kata Bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris, Bahan                        Ajar Cetak                Abstract. This study is about the use of Indonesian, Arabic, and English word classes in teaching materials in class VIII of MTs Al-Ma‟tuq. Aim to find out the use of Indonesian, Arabic, and English word classes in teaching materials for learning in the realm of bilingual-based Islamic boarding schools. To find out learning about word classes and their use in Islamic boarding schools that communicate using Arabic and English according to research data. The method used in this study is qualitative and uses the data triangulation method, and the research subject is the teacher of each subject. The results of the study obtained in the language rules of printed teaching materials are five Indonesian word classes along with the types of each class, namely: there are personal pronouns, pointer pronouns, questioners pronouns, single prepositions, verbs in terms of semantic behavior and syntactic behavior which includes transitive verbs , ekatransitive verbs, transitive verbs, adjectives which include derivative adjectives, idioms classified as adjectives, compound adjectives, and coordinative conjunctions. Then there are two classes of words in Arabic teaching materials namely verb / fi'il and particles / harf. Then there is one class of words in English language verb teaching material which is used to express past simple sentences simple past tense and in the sentence being carried out Present continuous tense.Keywords: Indonesian, Arabic and English Word Classes, Print Learning Materials
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN BERBASIS STRATEGI THINK-TALK-WRITE Agnes Apryliana; Hany Uswatun Nisa
Jurnal Bahastra Vol 4, No 1 (2019): Edisi September 2019
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v4i1.1711

Abstract

Abstrak. Pada kurikulum 13 khusus untuk siswa SMA kelas X salah satu materi yang diajarkan adalah menulis karangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan modul yang dapat digunakan dalam pembelajaran menulis karangan berbasis strategi Think-Talk-Write(TTW) dan perbedaan keefektifan pembelajaran menulis karangan menggunakan modul menulis karangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan RD.Berdasarkan hasil analisis kebutuhan siswa dan guru dapat disimpulkan bahwa siswa membutuhkan bahan ajar khusus dalam pembelajaran menulis karangan. Oleh karena itu, strategi TTW dipilih sebagai strategi yang digunakan untuk mengembangkan bahan ajar.Hasil uji keefektifan dihasilkan skor t sebesar 28,273 dan 27,288. Hal tersebut membuktikan adanya keefektifan dalam penggunaan modul berbasis strategi TTW.Kata Kunci: Modul, Strategi TTW, Modul MenulisAbstract. The curriculum 13 for high school students in class X of the material taught is writing essays. The study aims to determine the development of moduls that can be used in writing essay learning based on think-talk-write strategies and the differences in the effectiveness of learning writing essays using the module. The research use the RD approach. Based on the results of the analysis of the needs students and teachers it can be concluded the students need special teaching materials in learning to write essays. Therefore the TTW strategy was chosen as a strategy used to develop teaching materials. The result of the effectiveness test a t score of 28, 273 and 27, 288. This proves the existence of effectiveness in using TTW astrategy based moduls.Keywords: Modul, TTW, Writing
PENGEMBANGAN MODUL MENULIS CERPEN BERBASIS PROJECT BASED LEARNING (PJBL)UNTUK SISWA MA AR-RISALAH Winda Noprina
Jurnal Bahastra Vol 2, No 1 (2017): Edisi September 2017
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v2i1.1728

Abstract

Abstrak.Penelitian  ini  bertujuan  untuk  menghasilkan  modul  menulis cerpen berbasis Project Based Learning (PjBL) yang valid, praktis, dan efektif untuk digunakan oleh siswa kelas X MA Ar-Risalah Padang. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MA Ar-Risalah Padang yang berjumlah tiga  puluh orang.  Pemilihan  subjek  penelitian  berdasarkan  pertimbangan-pertimbangan tertentu. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model  pengembangan  4D.  Pengembangan  diawali  dengan  tahap pendefinisian, perancangan, dan diakhiri dengan pengembangan. Penelitian  dimulai pada bulan Desember 2015 sampai dengan Maret 2015. Selama penelitian, peneliti berkolaborasi  dengan guru  bahasa  Indonesia. Data  penelitian  yang berbentuk kuantitatif  diperoleh  dari  penilaian  validator  ahli,  guru  dan siswa, dan hasil belajar siswa. Berdasarkan analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, validitas modul menulis cerpen berbasis PjBL yang dikembangkan tergolong sangat valid dengan presentase 95,83%. Kedua, praktikalitas yang dikembangkan tergolong sangat praktis dengan presentase 91,83% dan 81,43%. Ketiga, efektivitas modul menulis cerpen berbasis PjBL yang dikembangkan tergolong sangat efektif dengan persentase penilaian pada aktivitas siswa yakni 90,33%. Sebanyak 83,3% dari 30 siswa telah mendapatkan nilai menulis cerpen melebihi KKM. Jadi, modul yang telah dikembangkan dapat digunakan sebagai bahan ajar di dalam pembelajaran bahasa Indonesia khususnya untuk materi menulis cerpen.Kata Kunci: modul, project based learning, cerpenAbstract.This research is purposed to create a valid, practical, and effective modul of short story writing based on Project Based Learning (PjBL) for students of X class MA Ar-Risalah Padang. The subject of this research was students of X class MA Ar-Risalah Padang that amounted to 30 students. Research subject was selected with certain considerations. This research was development research by 4D development model. The development was began with definition and planning stages, and ended by development stage. This research was conducted from December 2014 to March 2015. During research, writer was collaborated with Indonesian language teacher. Research data was qualitative data which obtained from validation assessment of expert, teacher and student, and also student’s learning outcomes. Based on data analysis and discussion, it can be drawn some conclusions. First, validation of short story modul construction based on PjBL is valid with percentage of 95.83%. Second, practicality of short story modul that being developed is highly practical with percentage of 91.83% and 81.43%. Third, effectiveness of short story modul construction based on PjBL is very effective with assessment percentage in student activities is 90.33%. There is 83.3% of student have learning scores beyond KKM score. Therefore, modul that being developed in this research is applicable as learning material in Indonesian language learning especially for short story writing subject.Keywords: module, project based learning, short strory
PEMEROLEHAN BAHASA PERTAMA PADA ANAK USIA 0-3 TAHUN (TINJAUAN PSIKOLINGUISTIK) Rerin Maulinda
Jurnal Bahastra Vol 2, No 2 (2018): Edisi Maret 2018
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v2i2.2121

Abstract

Abstrak. Setiap individu dianugrahi kemampuan berbahasa. Bahasa tersebut diperoleh, diwarisi dan ditumbuhkembangkan dari waktu ke waktu. Setiap manusia menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi dan alat untuk berinteraksi antara sesamanya. Pemerolehan bahasa pertama adalah proses penguasaan bahasa pertama oleh si anak. Selama penguasaan bahasa pertama ini, terdapat dua proses yang terlibat, yaitu proses kompetensi dan proses performansi. Kedua proses ini tentu saja diperoleh oleh anak secara tidak sadar. Pada tahap awal perkembangannya manusia mulai masuk dalam tahap pemerolehan bahasa Ibu atau bahasa pertama yaitu proses pemerolehan bahasa yang pertama kali dikenal manusia, biasanya terjadi anata ibu dan anak, bisa diikuti anggota keluarga yang lainya dan dilakukan secara lisan di lingkungan keluarga secara tidak formal. Pemerolehan bahasa Ibu atau bahasa pertama ini terjadi secara sadar dan alamiah pada tataran keterampilan menyimak dan berbicara. Setelah seseorang memperoleh bahasa pertama dan telah mampu berinteraksi dengan lingkungan sosial di luar keluarga dan kelompoknya. Kebutuhan pemerolehan bahasa muncul karena seseorang memerlukan bahasa baru untuk dapat berkomunikasi dan menyesuaikan diri di lingkungan sosial yang lebih besar, selain itu juga terdapat alasan imigrasi, kebutuhan perdagangan,ilmu pengetahuan dan pendidikan. Istilah bahasa kedua juga digunakan untuk mengambarkan bahasa-bahasa apa saja yang pemerolehanya atau pengusaannya dimulai setelah masa anak-anak awal, termasuk bahasa kedua atau bahasa asing lainnya. Pada umur sekitar 6 minggu, bayi mulai mengeluarkan bunyi-bunyi dalam bentuk teriakan, rengekan, dekur. Bunyi yang dikeluarkan oleh bayi mirip dengan bunyi konsonan atau vokal. Pada tahap celoteh ini, anak sudah menghasilkan vokal dan konsonan yang berbeda seperti frikatif dan nasal. Mereka juga mulai mencampur konsonan dengan vokal. Celotehan dimulai dengan konsonan dan diikuti dengan vokal.Kata kunci: Pemerolehan Bahasa, Interaksi, Balita, PsikolingusitikAbstract. Every individual is given language skills. The language is acquired, inherited and developed over time. Every human being uses language as a communication tool and a tool to interact with each other. Obtaining first language is the process of mastering the first language by the child. During the mastery of this first language, there are two processes involved, namely the competency process and the performance process. Both of these processes are of course acquired by the child unconsciously. In the early stages of development, humans begin to enter the stage of acquiring Mother language or the first language, namely the process of language acquisition which was first known to humans, usually occurs between mothers and children, can be followed by other family members and is done verbally in a family environment informally. Obtaining this mother language or first language occurs consciously and naturally at the level of listening and speaking skills. After a person has obtained the first language and has been able to interact with the social environment outside the family and group. The need for language acquisition arises because a person needs a new language to be able to communicate and adjust to a larger social environment, besides that there are also reasons for immigration, trade needs, science and education. The term second language is also used to describe any language whose acquisition or mastery begins after early childhood, including a second language or other foreign language. At around the age of 6 weeks, babies begin to make sounds in the form of screaming, whining, sagging. The sound issued by the baby is similar to the sound of consonants or vowels. At this stage of babble, the child has produced different vowels and consonants such as fricative and nasal. They also began to mix consonants with vowels. Chatter starts with a consonant and is followed by a vowel.Keywords: Language Acquisition, Interaction, Toddler, Psycholingusitic
BAHASA INDONESIA SEBAGAI MEDIA PRIMERKOMUNIKASI PEMBELAJARAN Tepu Sitepu; Dra. Rita, M.Pd.
Jurnal Bahastra Vol 2, No 1 (2017): Edisi September 2017
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v2i1.748

Abstract

Abstrak. Pembelajaran pada intinya merupakan proses komunikasi yaitu proses penyampaian pesan dari pesan sumber (guru) ke penerima pesan (siswa) melalui saluran media tertentu. Proses komunikasi harus diciptakan dan diwujudkan melalui penyampaian pesan, bertukar pesan/informasi dari masing-masing guru ke peserta didik atau sebaliknya. Dalam pembelajaran komunikasi, pesan/informasi bisa dalam bentuk sains, ketrampilan, ide dan pengalaman. Agar pesan diterima, diserap, hidup dan tidak ada kesalahan dalam proses komunikasi, maka perlu menggunakan media yang dapat membantu komunikasi di kelas belajar untuk memudahkan pembelajaran komunikasi. Media utama yang digunakan adalah bahasa Indonesia.Kata Kunci: bahasa, media primer, komunikasiAbstract. Learning is essentially a process of communication it is process of delivering messages from the source message (teacher) to the recipient of the message (student) through certain media channels. The process of communication must be created and manifested through the delivery of messages, exchanging messages/information from each teacher to the learner or vice versa. In learning communication, messages/information can be in the form of science, skills, ideas and experience. In order for messages to be accepted, absorbed, lived and no errors in the communication process, it is necessary to use media that can help communication in the classroom learning to facilitate communication learning. Primary media used is the Indonesian language. Keywords: language, primary media, communication.
ANALISIS UNSUR INRINSIK DAN EKSTRINSIK DALAM CERITA HIKAYAT KARYA YULITA FITRIANA DAN APLIKASINYA SEBAGAI BAHAN AJAR KELAS X SMK PRIORITY Della Maretha R
Jurnal Bahastra Vol 4, No 1 (2019): Edisi September 2019
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v4i1.1706

Abstract

Abstrak. Karya sastra tidak hanya rangkaian kata demi kata, tetapi berbicara tentang kehidupan, baik dalam realitas ada ataupun dalam imajinasi manusia. Dan menggunakan Bahasa sebagai media penyampaiannya.Seperti contoh karya sastra prosa, dalam karya sastra lama, prosa dapat berbentuk cerita hikayat, yaitu  salah satu bentuk sastra prosa, terutama dalam Bahasa Melayu yang berisikan tentang kisah, cerita, dan dongeng. Umumnya mengisahkan tentang kehebatan maupun kepahlawanan seseorang lengkap dengan keanehan, kesaktian serta mukjizat tokoh utama, namun karya sastra lama seperti hikayat nampaknya masih memiliki peminat baca yang sedikit di lingkungan siswa SMA. Pada dasarnya dalam sebuah karya sastra termasuk hikayat terdapat dua unsur pembangun yaitu Unsur Intrinsik yaitu  merupakan unsur-unsur yang membangun dari dalam cerpen itu sendiri yang meliputi, tema dan amanat, latar dan pelataran, tokoh dan penokohan, alur danpengaluran, dan puat pengisahan. Sedangkan Unsur Ekstrinsik merupakan unsur-unsur yang membangun cerpen dari luar cerpen itu sendiri meliputi nilai sosial, politik, biografi pengarang, dan sebagainya.Kata kunci : unsur intrinsik, unsur ekstrinsik, hikayat. Abstack. Literary work not only the word for word, speak, but of the in reality is good or imagination of human.And using language as a medium delivery.As an example literary work prose, in a literary work long, prose can shaped story hikayat, the one form of literary prose, especially in the malay language with concerning, story, and fabled.Generally tells the story of greatness and heroism someone complete with strangeness ,and sign the main figure , but literary work long as hikayat it seems it is still having read a people interested in the neighborhood high school students. Basically in a literary work including saga there are two elements builders that is intrinsic element which is is the element who built of short stories in which includes, itself the theme and the message of, and the court of, background tokoh and penokohan, alur and pengaluran, and pusat pengisahan.While the extrinsic is the elements who built short stories from the outside short stories itself includes, social values , political a biography of author, and so on.Keywords : exstrinsic elements, intrinsic elements, hikayat
ANALISIS PROSES, FUNGSI DAN NILAI DIDONGDOAH BIBI SI REMBAH KU LAU DALAM UPACARA PERKAWINAN ADAT KARO Cindi Klaudia br. Girsang; Sri Wulan D. br. Sembiring; Yopita Nia Sari br. Ginting; Astri Wina Chrisna Sihombing; Ermina Waruwu
Jurnal Bahastra Vol 2, No 1 (2017): Edisi September 2017
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v2i1.1722

Abstract

Abstrak.Suku Karo memiliki tradisi pelaksanaan upacara perkawinan.Salah satu tradisi yang dilakukan ialah syair Didongdoah Bibi Si Rembah Kulau yang didendangkan pada upacara perkawinan adat Karo.Permasalahan penelitian ini ialah bagaimana proses perkawinan adat Karo, bagaimana fungsi dan nilai Didongdoah Bibi Si Rembah Kulaupada upacara perkawinan adat Karo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan proses perkawinan adat Karo, untuk menganalisis dan mendeskripsikan fungsi dan nilai Didongdoah Bibi Si Rembah Kulau yang terdapat dalam perkawinan adat Karo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deksriptif dan data dikumpulkan menggunakan metode wawancara dengan teknik rekam dan juga observasi. Instrumen penelitian ialah pedoman wawancara yang digunakan untuk mewawancarai informan yang berjumlah 8 (delapan) orang, terdiri atas tokoh adat, warga, pengantin dan warga yang sudah menerima Didongdoah Bibi Si Rembah Kulau. Data yang sudah dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif dengan metode analisis sastra lisan. Berdasarkan langkah kerja metodologi tersebut diperoleh hasil penelitian Pertama; proses perkawinan adat Karo terdiri atas 1) Ngembah belo selambar (nungkuni kata) yaitu musyawarah untuk menentukan tanggal pesta.2) Pasu-pasu adalah proses pemberkatan perkawinan yang dilakukan oleh tokoh agama sebelum memulai kerja adat. 3) Nganting manuk, ialah musyawarah untuk mempersiapkan semua kebutuhan pesta. 4) Kerja tumbuk erdemu bayu, ini adalah hari H pernikahan pada suku Karo setelah melewati acara-acara sebelumnya. Kedua;  Isi Didongdoah yang disampaikan oleh bibi si rembah kulau ialah pesan, ajaran/perintah, doa dan harapan, peneguhan perkawinan dan harapan akan keturunan. Ketiga; Didongdoah  berfungsi sebagai  alat pengusaha pranata-pranata sosial dan alat pengawas norma-norma masyarakat. Selain itu, Didongdoah mempunyai nilai seperti nilai agama, nilai moral, nilai sosial dan nilai budaya. Syair Didongdoah Bibi Si Rembah Kulau dalam upacara perkawinan adat Karo semestinya tetap dilakukan karena dapat dijadikan sebagai kekayaan budaya daerah dan dapat berfungsi untuk pemertahanan integrasi sosial masyarakat.Kata Kunci: Didongdoah Bibi Si Rembah Kulau, Fungsi dan Nilai, Proses Perkawinan Suku Karo.Abstract.The Karo tribe has a tradition of carrying out wedding ceremonies. One of the traditions carried out was the poem Didongdoah Bibi Si Rembah Kulau which was sung at the Karo traditional wedding ceremony. The problem of this research is how the marriage process of Karo culture, how the function and value of Didongdoah Bibi Si Rembah Kulaupada is the Karo traditional wedding ceremony. This study aims to analyze and describe the Karo traditional marriage process, to analyze and describe the functions and values of Didongdoah Bibi Si Rembah Kulau contained in Karo traditional marriage. This study used a descriptive qualitative approach and data was collected using interview methods with recording techniques and observations. The research instrument is the interview guide used to interview informants, amounting to 8 (eight) people, consisting of traditional leaders, residents, brides and residents who have received Didongdoah Bibi Si Rembah Kulau. Data that has been collected was analyzed using qualitative analysis with the method of oral literature analysis. Based on the work steps of the methodology, the results of the first study were obtained; the Karo customary marriage process consists of 1) worshiping belo selambar (nungkuni kata), namely deliberation to determine the date of the party.2) Pasu-pasu is the process of blessing the marriage carried out by religious leaders before starting customary work. 3) Nganting manuk, is deliberation to prepare all party needs. 4) Erdemu bayu mash work, this is the wedding day of the Karo tribe after going through previous events. Second; The contents of Didongdoah delivered by the aunt of the elephant are messages, teachings / commands, prayers and hopes, confirmation of marriage and hope for descent. Third; Didongdoah functions as a tool for entrepreneurs of social institutions and tools for monitoring community norms. In addition, Didongdoah has values such as religious values, moral values, social values and cultural values. The poem Didongdoah Bibi Si Rembah Kulau during the Karo custom marriage ceremony should still be carried out because it can be used as a regional cultural richness and can function to sustain social integration of the community.Keywords: Didong Pray Bibi Si Rembah Kulau, Functions and Values, Karo Process Marriage.
PENGARUH KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN TERHADAP KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA (SURVEI PADA SISWA SMK AL IHSAN DEPOK) Adi Permana
Jurnal Bahastra Vol 2, No 2 (2018): Edisi Maret 2018
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v2i2.1936

Abstract

Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh membaca pemahaman terhadap keterampilan pemecahan masalah matematika.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan analisis korelasional.Penelitian dilaksanakan selama 2 bulan, tepatnya pada bulan Januari Feruari 2019.Populasi sebanyak 120 siswa dengan Sampel sebanyak 40 siswa yang diambil dengan teknik random sampling.Pengumpulan data dilaksanakan dengan tes tulis dan tes pilihan ganda.Hasil penelitian menunjukan terdapat pengaruh kemampuan membaca pemahaman terhadap keterampilan pemecahan masalah matematika siswa di SMK Al Ihsan Depok. Hal ini dibuktikan dengan nilai Fhitung 10,16 dan sig 0,003 0,05. Besarnya hubungan kedua variable sebesar 0,459 yang artinya hubungan cukup kuat dengan kontibusi variable X terhadap Y sebesar 21,1% dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain.Kata Kunci : Kemampuan Membaca Pemahaman, Keterampilan                       Pemecahan Masalah, Pengaruh.Abstract. The purpose of this research is to study reading comprehension of mathematical problem solving skills. The method used in this study is a survey method with correlational analysis. The study was conducted for 2 months, approved in January 2019 in February. The population was 120 students with a sample of 40 students taken by random sampling technique. Data collection is done by written tests and multiple choice tests. The results showed the ability to solve reading problems to students' problem solving skills at SMK Al Ihsan Depok. This is evidenced by the value of Fcount 10.16 and sig 0.003 0.05. The magnitude of the relationship between the two variables is 0.459 which means that the relationship is quite strong with the X variable between Y by 21.1% and the rest by other variablesKeywords: Reading Comprehension Ability, Problem Solving Skills                     Influence.
THE EFFECT OF JIGSAW TECHNIQUE TO THE ENGLISH STUDENTS’ READING IN READING ABILITY AT SECOND SEMESTER OF TEACHER TRAINING AND EDUCATION FACULTY OF UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN PEMATANGSIANTAR Asima Rohana Sinaga
Jurnal Bahastra Vol 4, No 2 (2020): Edisi Maret 2020
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v4i2.2440

Abstract

Abstrak: Pembelajaran kooperatif bukanlah fenomena baru dalam proses belajar mengajar. Pembelajaran kooperatif memiliki banyak jenis teknik; salah satu tekniknya adalah jigsaw. Teknik jigsaw adalah model pembelajaran kooperatif yang terdiri dari beberapa anggota dalam satu kelompok yang bertanggung jawab atas materi pelajaran dan dapat mengajarkan topik tersebut kepada anggota kelompok lain, dengan kegiatan diskusi yang dapat membantu siswa untuk aktif di kelas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik Jigsaw pada pemahaman membaca pada semester kedua dari Sekolah Pelatihan Guru di Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar. Peneliti menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif yang dirancang dengan menerapkan desain Quasi-Eksperimental. Dalam melakukan desain ini, subjek penelitian dibagi menjadi dua kelompok: kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Perawatan ini hanya diperkenalkan pada subjek eksperimen. Kelompok eksperimen diperlakukan dengan menggunakan teknik Jigsaw sedangkan kelompok kontrol diperlakukan tanpa teknik Jigsaw. Subjek penelitian ini adalah kemampuan membaca siswa Bahasa Inggris pada semester kedua Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar. Peneliti menggunakan ponsel sebagai instrumen yang merekam video kegiatan dosen dan siswa selama proses belajar mengajar di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada taraf signifikansi 5%, nilai t-observ t-table yaitu (5,55 1,669). Dapat dikatakan bahwa t-mengamati lebih tinggi dari t-tabel. Jadi, hipotesis nol ditolak sementara hipotesis alternatif diterima. Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa penerapan teknik mengajar Jigsaw secara signifikan mempengaruhi kemampuan siswa dalam membaca pemahaman teks recount di Semester Kedua Pelatihan Guru dan Pendidikan Universitas HKBP Nommensen PematangsiantarKata kunci: Efek, Teknik Jigsaw, Kemampuan Membaca Abstract : Cooperative learning is not a new phenomenon in teaching learning process. Cooperative learning has many kinds of technique; one of the technique is jigsaw. Jigsaw technique is a cooperative learning model that consists of several members in one group that responsible for the lesson materials and be able to teach the topic to other member of group, by discussion activities which can help the students to be active in the class. The objective of this research is to find out the effect of Jigsaw technique on reading comprehension at second semester of Teacher Training College in Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar. The researcher used descriptive quantitative research designed by applying Quasi-Experimental design. In conducting this design, the subjects of the research were divided into two groups: experimental group and control group. The treatment is introduced only to the experimental subject. The experimental group is treated by using Jigsaw technique while the control group is treated without Jigsaw technique. The subject of this research was The English students’ reading in reading ability at second semester of Teacher Training and Education Faculty of Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar. The researcher used mobile phone as instrument which recorded video Lecturer and students activity during teaching and learning process in the class. The result of the research showed that in significance degree of 5%, the value of t-observe t-table that was (5.55 1.669). It could be said that t-observe was higher than t-table. So, the null hypothesis is rejected while the alternative hypothesis is accepted. In other words it can be concluded that the application of Jigsaw teaching technique significantly affects the students’ ability in reading comprehension of recount text at  Second Semester of Teacher Training  and Education Faculty  of Universitas HKBP Nommensen PematangsiantarKeywords : Effect, Jigsaw Technique, Reading Ability