cover
Contact Name
Sahri Nova Yoga
Contact Email
sahri.n.y@fkip.uisu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sahri.n.y@fkip.uisu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Bahastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 25500848     EISSN : 26142988     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal yang fokus menerbitkan Penelitian Bahasa; Penelitian Sastra; Penelitian Tindakan Kelas Bahasa; Kajian Pustaka; Pengembangan Bahan Ajar Bahasa; Media Ajar Bahasa; dan Penilaian Pembelajaran Bahasa.
Arjuna Subject : -
Articles 660 Documents
PERBEDAAN KEMAMPUAN BERCERITA MENGGUNAKAN MEDIA AUDIOVISUAL DENGAN AUDIO SISWA KELAS VII SMP BUDI MURNI 4 MEDAN citrael waruwu
Jurnal Bahastra Vol 6, No 1 (2021): Edisi September 2021
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v6i1.3987

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan bercerita menggunakan media audiovisual dengan audio. Penelitian ini dilakukan di SMP Budi Murni 4 Medan pada bulan Agustus 2019. Subjek penelitian ini berjumlah 60 siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimen static group comparison design yang dilaksanakan pada dua kelompok. Instrumen yang digunakan untuk menjaring data adalah tes essay dalam bentuk penugasan yaitu kemampuan menulis bercerita kembali. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji “t”.Berdasarkan hasil pengolahan data statistik yang menunjukkan bahwa kemampuan  menulis bercerita kembali dengan menggunakan media audio termasuk dalam kategori baik dengan nilai rata-rata . Sedangkan kemampuan  bercerita menggunakan media audiovisual termasuk dalam kategori baik dengan nilai rata-rata . Selanjutnya, pengujian hipotesis menunjukkan thitung adalah 2.08 kemudian dikonsultasikan dengan tabel t pada taraf signifikan =0.05 dengan df = 58 adalah 2.01. Oleh karena thitung yang diperoleh lebih besar dari ttabel yaitu 2.08 2.01 maka terbukti bahwa hipotesis nihil (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Maka, dapat disimpulkan bahwa media audiovisual dengan audio berpengaruh signifikan terhadap kemampuan bercerita siswa kelas VII SMP Budi Murni 4 Medan tahun pembelajaran 2019/2020. Implikasi penelitian ialah siswa lebih mudah menceritakan kembali melalui media audiovisual dengan audio berdasakan pengamatan terhadap video yang ditayangkan, yang menjelaskan tentang pengertian, ciri-ciri, struktur teks cerita fantasi, disertai dengan contoh yang videonya bisa diputar berulang-ulang. Penelitian menyarankan bahwa kemampuan bercerita perlu ditingkatkan melalui media yang sesuai.  
KONTRIBUSI MOTIVASI BELAJAR DAN PENGETAHUAN STRUKTUR BERITA TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS BERITA SISWA KELAS VIII MADRASAH TSANAWIYAH KAMANG Lisa Yuniarti
Jurnal Bahastra Vol 3, No 1 (2018): Edisi September 2018
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v3i1.2759

Abstract

 Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang terjadi pada siswa kelas VIII MTsN Kamang. Kemampuan menulis berita dipilih dalam penelitian ini disebabkan oleh rendahnya nilai rata-rata kemampuan menulis berita yang diperoleh siswa, yaitu 73 (berada dibawah KKM). Rendahnya nilai tersebut diduga berkaitan dengan motivasi belajar dan pengetahuan struktur berita yang dimiliki siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan seberapa besar kontribusi motivasi belajar dan pengetahuan struktur berita terhadap kemampuan menulis berita. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTsN Kamang yang berjumlah 120 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling yang menghasilkan sampel penelitian sebanyak 35 orang. Datapenelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan instrumen berbentuk angket, tes objektif, dan tes unjuk kerja. Selanjutnya, data diolah dengan menggunakan rumus product moment, korelasi ganda, uji F, dan uji regresi ganda untuk mengetahui besarnya kontribusi antarvariabel yang diteliti.Kata kunci: menulis teks berita, pembelajaran motivasi, pengetahuan                     struktur beritaAbstract. The background of this research is the problem that is happening in VIII year students if MTsN Kamang. The writer chooses the students ability in writing news because the students get low score, it is 73 (below the KKM). The writer predicts that there is a link between students motivation in studying and students’ knowledge about news structure. The writer does this research ti describe how big the contribution of studying motivation and structure news in writing news.The population of this is the VIII year students of MTsN Kamang, consists of 120 students. The writer uses analysis desrciptive method. The technic that is used in this research is simple random sampling with 35 students in this research. The research is using some instruments such as questionnaire, optional test which is used to measure the news structure knowledge, and the writing test is used to measure the ability in writing news. Next, the data is processed using product moment formula, double correlation, F test, double regression test to know how the contribution between the variable.Key Mords: writing news texts, studying motivation, knowledge news                       structure
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Rouplace Terhadap Kemampuan Berbicara Menyajikan Teks Prosedur Siswa Kelas ViII SMP Negeri 15 Kota Sukabumi Tahun Pelajaran 2018/2019 Arlian Li fani
Jurnal Bahastra Vol 4, No 1 (2019): Edisi September 2019
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v4i1.1255

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh faktor rendahnya kemampuan berbicara siswa khususnya dalam menyajikan teks prosedur. Penelitian ini berjudul “Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Rouplace Terhadap Kemampuan Berbicara Menyajiakan Teks prosedur Siswa Kelas VII SMP Negeri 15 Kota Sukabumi.  Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk: 1) Mengetahui kemampuan berbicara siswa kelas VII SMP Negeri 15 Kota Sukabumi dalam menyajikan teks prosedur sebelum menggunakan model pembelajaran Rouplace. 2) Mengetahui kemampuan berbicara siswa kelas VII SMP Negeri 15 Kota Sukabumi dalam menyajikan teks prosedur sesudah menggunakan model pembelajaran Rouplace. 3)Mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Rouplace  terhadap kemampuan berbicara siswa kelas VII SMP Negeri 15 Kota Sukabumi dalam menyajikan teks prosedur. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan desain “Pre Experimental Design” dengan bentuk One Group Pretest-Posttest Design dengan jumlah sampel sebanyak 30 siswa. Masing-masing siswa melakukan dua kali pelaksanaan test yaitu pada saat pretest dan posttest. Instrumen penelitian yang digunakan ialah berupa test, observasi dan dokumentasi. Hipotesis pada penelitian ini ialah model pembelajaran Rouplace berpengaruh terhadap kemampuan berbicara dalam menyajikan teks prosedur siswa kelas VII SMP Negeri 15 Kota Sukabumi tahun pelajaran 2018/2019. Hasil penelitian menunjukan nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada saat pretest sebesar 68.25. dan mengalami peningkatan pada saat posttest dengan nilai rata-rata sebesar 80.25. Hasil perhitungan masing-masing tes dilakukan menggunakan uji t terhdap pretest dan posttest sehingga diperoleh hasil thitung 9.42 ttabel. Hasil ini menunjukan adanya perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Rouplace berpengaruh terhdap kemampuan berbicara siswa dalam menyajikan teks prosedur.
PERAN PEREMPUAN DALAM NOVEL BUMI MANUSIA KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER Velayati Khairiyah Akbar
Jurnal Bahastra Vol 3, No 2 (2019): Edisi Maret 2019
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v3i2.3177

Abstract

Abstrak. Sastra adalah sebuah hasil dari pemikiran-pemikiran manusia yang kreatif.Karya kreatif tersebutlah yang mampu mengeluarkan berbagai macam gagasan, pemikiran, pengalaman, serta perasaan yang itu semua adalah penyaluran dari ekspresi manusia.Sebuah karya sastra, jika dilihat dari sudut pandang segi bentuk maupun dari segi isi, novel merupakan sebuah karya sastra yang lebih mudah dipahaminya dibandingkan dengan karya sastra puisi. Melalui sebuah novel tentu akan dapat diketahui berbagai kejadian-kejadian disekitar masyarakat. Meskipun dalam novel memiliki tokoh-tokoh berupa khayalan namun dalam novel memiliki kemiripan dalam kehidupan sebenarnya, seperti masalah perempuan. Oleh kerena itu, di dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer dapat diketahui terdapat peran perempuan yang diidentifikasikan menjadi tiga yaitu peran perempuan dibidang social, peran perempuan dibidang pendidikan, dan peran perempuan dibidang politik. Secara keseluruhan aspek-aspek tersebut terdapat di dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Anta Toer.Kata Kunci :Peran, perempuan, novelAbstract. Literature is a result of creative human thoughts. It is the creative work that is capable of issuing various kinds of ideas, thoughts, experiences, and feelings which are all channels of human expression. A literary work, when viewed from the point of view of the form and In terms of content, the novel is a literary work that is easier to understand compared to poetry literature. Through a novel, there will certainly be known various events around the community. Even though the novel has characters in the form of fantasy, the novel has similarities in real life, such as women's problems. Therefore, in Pramoedya Ananta Toer's novel Bumi Manusia, it can be seen that there are women's roles identified into three, namely the role of women in the social field, the role of women in the field of education, and the role of women in politics. Overall these aspects are contained in the novel Bumi Manusia by Pramoedya Anta Toer.  Keywords: Roles, women, novels
ENGLISH FOR LAW: SEBUAH ANALISIS KEBUTUHAN BAHASA INGGRIS PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM USN KOLAKA Rohima Nur Aziza Al Hakim
Jurnal Bahastra Vol 2, No 2 (2018): Edisi Maret 2018
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v2i2.3662

Abstract

English is a General Basic Course which is taught in all majors including Law majors. English courses are intended for the development of skills and understanding of materials that are adapted to specific fields of study. But in the teaching process is still less effective because the content or the material being taught is not relevant to student majors. Therefore, it is necessary to apply English language teaching for a particular purpose (ESP) by conducting needs analysis based on the reasons and objectives for their learning English. By doing this the learner's needs can be met. Therefore this research was carried out with the aim; 1). To find out the problems faced by Law Study Program students in learning English; (2) To identify the needs of Law Study Program students in learning English related to English for Law material; This type of research is a qualitative research method, with a survey study design. This research was conducted at the Law Study Program at USN Kolaka. The object of this research is the Law Study Program students in the sixth semester of the 2019/2020 academic year who have programed the first English course in semester one and English II in the second semester. Data collection in this study was conducted by interview. The data analysis technique used in this research is descriptive qualitative. There are a number of things that become a problem in this ESP namely students who lack motivation and this course is considered difficult because of the factor of foreign language by these students. Need analysis which is important in this aspect of ESP includes some skills to support the career or work of future students, especially speaking and listening skills and also supported by reading and writing skills.
PEMEROLEHAN BAHASA PERTAMA PADA ANAK USIA 0-3 TAHUN (TINJAUAN PSIKOLINGUISTIK) Rerin Maulinda
Jurnal Bahastra Vol 4, No 1 (2019): Edisi September 2019
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v4i1.3210

Abstract

Abstrak. Setiap individu dianugrahi kemampuan berbahasa. Bahasa tersebut diperoleh, diwarisi dan ditumbuhkembangkan dari waktu ke waktu. Setiap manusia menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi dan alat untuk berinteraksi antara sesamanya. Pemerolehan bahasa pertama adalah proses penguasaan bahasa pertama oleh si anak. Selama penguasaan bahasa pertama ini, terdapat dua proses yang terlibat, yaitu proses kompetensi dan proses performansi. Kedua proses ini tentu saja diperoleh oleh anak secara tidak sadar. Pada tahap awal perkembangannya manusia mulai masuk dalam tahap pemerolehan bahasa Ibu atau bahasa pertama yaitu proses pemerolehan bahasa yang pertama kali dikenal manusia, biasanya terjadi anata ibu dan anak, bisa diikuti anggota keluarga yang lainya dan dilakukan secara lisan di lingkungan keluarga secara tidak formal. Pemerolehan bahasa Ibu atau bahasa pertama ini terjadi secara sadar dan alamiah pada tataran keterampilan menyimak dan berbicara. Setelah seseorang memperoleh bahasa pertama dan telah mampu berinteraksi dengan lingkungan sosial di luar keluarga dan kelompoknya. Kebutuhan pemerolehan bahasa muncul karena seseorang memerlukan bahasa baru untuk dapat berkomunikasi dan menyesuaikan diri di lingkungan sosial yang lebih besar, selain itu juga terdapat alasan imigrasi, kebutuhan perdagangan,ilmu pengetahuan dan pendidikan. Istilah bahasa kedua juga digunakan untuk mengambarkan bahasa-bahasa apa saja yang pemerolehanya atau pengusaannya dimulai setelah masa anak-anak awal, termasuk bahasa kedua atau bahasa asing lainnya. Pada umur sekitar 6 minggu, bayi mulai mengeluarkan bunyi-bunyi dalam bentuk teriakan, rengekan, dekur. Bunyi yang dikeluarkan oleh bayi mirip dengan bunyi konsonan atau vokal. Pada tahap celoteh ini, anak sudah menghasilkan vokal dan konsonan yang berbeda seperti frikatif dan nasal. Mereka juga mulai mencampur konsonan dengan vokal. Celotehan dimulai dengan konsonan dan diikuti dengan vokal.Kata kunci: Pemerolehan Bahasa, Interaksi, Balita, PsikolingusitikAbstract. Every individual is given language skills. The language is acquired, inherited and developed over time. Every human being uses language as a communication tool and a tool to interact with each other. Obtaining first language is the process of mastering the first language by the child. During the mastery of this first language, there are two processes involved, namely the competency process and the performance process. Both of these processes are of course acquired by the child unconsciously. In the early stages of development, humans begin to enter the stage of acquiring Mother language or the first language, namely the process of language acquisition which was first known to humans, usually occurs between mothers and children, can be followed by other family members and is done verbally in a family environment informally. Obtaining this mother language or first language occurs consciously and naturally at the level of listening and speaking skills. After a person has obtained the first language and has been able to interact with the social environment outside the family and group. The need for language acquisition arises because a person needs a new language to be able to communicate and adjust to a larger social environment, besides that there are also reasons for immigration, trade needs, science and education. The term second language is also used to describe any language whose acquisition or mastery begins after early childhood, including a second language or other foreign language. At around the age of 6 weeks, babies begin to make sounds in the form of screaming, whining, sagging. The sound issued by the baby is similar to the sound of consonants or vowels. At this stage of babble, the child has produced different vowels and consonants such as fricative and nasal. They also began to mix consonants with vowels. Chatter starts with a consonant and is followed by a vowel.Keywords: Language Acquisition, Interaction, Toddler, Psycholingusitic
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS BERITA OLEH SISWA KELAS X SMA KAMPUS FKIP PEMATANGSIANTAR Junifer Siregar
Jurnal Bahastra Vol 2, No 1 (2017): Edisi September 2017
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v2i1.1751

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mendeskripsikan rendahnya kemampuan menulis teks berita siswa kelas X SMA Kampus FKIP Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar sebelum menggunakan model pembelajaran learning cycle; (2) untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan menulis teks berita dengan menggunakan model pembelajaran learning cycle. Sampel penelitian ini berjumlah 30 orang siswa, dan menggunakan desain penelitian one group pre-test-post-test, dan menggunakan metode pra-eksperimen dengan uji statistik uji perbedaan mean sampel berhubungan. Dari analisis data diperoleh nilai thitung = -17,16 ttabel =2,045 pada taraf signifikan 0,05. Dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran learning cycle baik untuk meningkatkan kemampuan menulis berita siswa kelas X SMA Kampus FKIP Pematangsiantar.Kata Kunci: Learning Cycle, Menulis, Berita Abstract. This research was conducted at the FKIP Campus High School HKBP University Nommensen Pematangsiantar for four months namely September-December . This study aims: (1) to describe the low ability of writing news texts for class X students of FKIP Campus HKBP University Nommensen Pematangsiantar before using the learning cycle learning model; (2) to describe the improvement in the ability to write news texts using the learning cycle learning model. The sample of this study was 30 students, and used a one-group pre-test-post-test research design, and used a pre-experimental method with a statistical test to test the difference in sample mean. From the data analysis, the value of tcount = -17.16 ttable = 2.045 at the significant level of 0.05. Thus Ho is rejected and Ha is accepted. Then it can be concluded that the application of the learning cycle learning model is good for improving the ability to write news for class X students of SMA Pematangsiantar FKIP. Keywords: Learning Cycle, Writing, News
ANALISIS DESKRIPSI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP NEGERI 03 SIMPENAN TAHUN PELAJARAN 2019/2020 Riyansyah Riyansyah
Jurnal Bahastra Vol 2, No 1 (2017): Edisi September 2017
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v2i1.2971

Abstract

AbstrakDalam kurikulum 2013, guru dituntut untuk kreatif dalam melakukan proses pembelajaran yakni dengan cara menggunakan model pembelajaran. Salah satu model pembelajaran tersebut adalah Problem Based Learning. Sejauh ini proses pembelajaran di sekolah masih bergantung pada pernyataan bahwa sebuah pengetahuan merupakan perangkan yang wajib dihafal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Perencanaan Pembelajaran Problem Based Learning oleh guru mata pelajaran Bahasa Indonesia (2) Pelaksanaan Pembelajaran Problem Based Learning oleh guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 03 Simpenan Kabupaten Sukabumi. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu dengan cara wawancara dan dokumentasi. Subjek utama dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukan bahwa guru Bahasa Indonesia di SMP Negeri 03 Simpenan selalu membuat perencanaan pembelajaran di awal semester. Proses pembelajaran berjalan dengan baik dan guru sudah memahami pelaksanaan model pembelajaran Problem Based Learning.Kata Kunci: Perencanaan, Pelaksanaan.        AbstractIn the 2013 curriculum, teachers are required to be creative in conducting the learning process by using a learning model. One such learning model is Problem Based Learning. So far the learning process in schools still requires knowledge that is a device that must be memorized. This study aims to study: (1) Planning of Problem Based Learning by Indonesian subject teachers (2) Implementation of Problem Based Learning by Indonesian subject teachers. The research method used in this study is qualitative. This research was conducted at 03 Simpenan State Junior High School, Sukabumi Regency. Data analysis techniques in this research is by interview and documentation. The main subject in this research is the Indonesian subject teacher. The results showed that Indonesian language teachers at SMP Negeri 03 Simpenan always made learning plans at the beginning of the semester. The learning process is going well and the teacher has applied the learning model of Problem Based Learning.Keywords: Planning, Implementation
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGARANG BEBAS MELALUI METODE FIELD TRIP Mr. Warsiman
Jurnal Bahastra Vol 2, No 2 (2018): Edisi Maret 2018
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v2i2.2414

Abstract

Abstrak. Keterampilan mengarang bebas bagi seorang siswa merupakan bentuk prestasi akademik yang membanggakan, sebab tidak semua orang memiliki kemampuan tersebut. Meskipun seseorang memiliki keterampilan bahasa lisan yang baik, tetapi belum tentu mereka memiliki keterampilan bahasa tulis yang baik pula. Oleh karena itu, ketrampilan mengarang bebas seharusnya sudah ditanamkan sejak dini kepada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam mengarang bebas melalui metode Field Trip. Penelitian ini dilakukan dalam kurun waktu sebulan. Metode yang digunakan adalah PTK (penelitian tindakan kelas). Data penelitian ini dianalisis secara kuantitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: Penerapan metode Field Trip dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengarang bebas. Hal ini dilihat dari peningkatan persentase pembelajaran dalam setiap siklus; (1) Pada siklus I aspek respon siswa terhadap metode pembelajaran kriteria baik, minat siswa mengikuti pembelajaran kriteria cukup, keterlibatan siswa dalam pembelajaran kriteria cukup, kemampuan siswa membuat kerangka dan mengembangkannya kriteria cukup; (2) Pada siklus II aspek respon siswa terhadap metode pembelajaran kriteria baik, minat siswa mengikuti pembelajaran kriteria baik, siswa ketika observasi kriteria baik sekali, kemampuan siswa membuat kerangka dan mengembangkannya kriteria cukup; dan (3) Hasil belajar siswa meningkat. Pada pretes ketuntasan belajar dari 35,8%, pada siklus I meningkat menjadi 52,5%, pada siklus II meningkat menjadi 77,3%. Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa melalui metode Filed Trip kemampuan siswa dalam mengarang bebas meningkat. Kata Kunci: Metode Filed Trip, Mengarang Bebas, PTK. Abstract. Free authored skills for a student are a proud form of academic achievement, because not everyone has that ability. Although someone has good oral language skills, but not necessarily they have good writing language skills anyway. Therefore, free-authored skills should have been implanted early to students. This research aims to improve students ' skills in making free writing through Field Trip methods. This research is conducted within a month. The method used was PTK (Research action Class). This research Data is analyzed quantitatively. The results derived from this study are: Application of Field Trip method can improve students ' ability in free-fabricated. It is seen from an increased percentage of learning in each cycle; (1) on the I cycle of the students ' responses to the method of learning criteria well, the students ' interest in following learning criteria is sufficient, student involvement in the learning criteria is sufficient, the ability of students to create frameworks and develop sufficient criteria; (2) in the II cycle of the students ' responses to the method of learning criteria well, the students ' interests follow the learning of good criteria, students when observing criteria well, the ability of the students to create frameworks and develop sufficient criteria; and (3) The student learning results are increased. In Pretes the learning learned from 35.8%, in the I cycle increased to 52.5%, in cycle II increased to 77.3%. From these results, it can be concluded that through the method of Filed Trip the ability of students in making freely increased.Keywords: Method Filed Trip, Free Fabricated, CAR.
KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN BAHAN AJAR INTERAKTIF YANG BERBASIS KEARIFAN LOKAL BREBES DALAM MATA KULIAH SEMANTIK Prasetyo Yuli Kurniawan
Jurnal Bahastra Vol 3, No 2 (2019): Edisi Maret 2019
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v3i2.3167

Abstract

Abstrak. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan perkuliahan semantik dengan menggunakan bahan ajar interaktif yang berbasis kearifan lokal Brebes dan menguji keefektifan bahan ajar interaktif yang berbasis kearifan lokal Brebes. Metode pada penelitian ini digunakan metode eksperimen. Bentuk eksperimen dalam penelitian ini yaitu one group pretest-postest design.  Jenis eksperimen tersebut menggunakan satu kelas dan terdapat tes awal sebelum diberi perlakuan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai awal (pretest) terdapat mahasiswa yang belum tuntas sebanyak 22 mahasiswa  dan nilai akhir (postest) pada mahasiswa sudah tuntas semua. Hasil uji keefektifan berdasarkan tabel independent samples test menyatakan adanya perbedaan signifikan hasil pretest dan posttest. Dengan demikian dapat d isimpulkan bahwa bahan ajar interaktif mata kuliah semantik yang berbasis kearifan lokal Brebes efektif digunakan dalam perkuliahan. Kata Kunci: metode eksperimen, bahan ajar interaktif, kearifan lokal Brebes,                      semantik.   Abstract. The purpose of this study is to describe and associated semantics with the use of interactive learning materials based local wisdom of Brebes and test the effectiveness of interactive learning materials based local wisdom Brebes. This research method used a method of experimentation. The form of experiments in this study i.e. one group pretest-postest design.  The type of the experiment using a single class, and there are initial tests before being given the treatment. The results of this study showed that the initial value (pretest) there are students who hadn't as much as 22 students and the final value (postest) on students already finished all. Test result table based on the effectiveness of independent samples test stating the existence of significant differences result pretest and posttest. Thus it can be d isimpulkan that interactive learning materials courses semantics based local wisdom Brebes effectively used in lectures.Keyword: experimental methods, interactive learning materials, local wisdom of                  Brebes, semantics.