cover
Contact Name
Sahri Nova Yoga
Contact Email
sahri.n.y@fkip.uisu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sahri.n.y@fkip.uisu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Bahastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 25500848     EISSN : 26142988     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal yang fokus menerbitkan Penelitian Bahasa; Penelitian Sastra; Penelitian Tindakan Kelas Bahasa; Kajian Pustaka; Pengembangan Bahan Ajar Bahasa; Media Ajar Bahasa; dan Penilaian Pembelajaran Bahasa.
Arjuna Subject : -
Articles 660 Documents
ANALISIS KESULITAN GURU DALAM MELAKSANAKAN PROSES PENILAIAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SESUAI KURIKULUM 2013 DI SMA RK SERDANG MURNI LUBUK PAKAM Novi Sijabat; Liana,S.Pd., M.Hum
Jurnal Bahastra Vol 3, No 2 (2019): Edisi Maret 2019
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v3i2.3513

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan guru mata pelajaran bahasa Indonesia dalam melaksanakan proses penilaian hasil belajar Bahasa Indonesia sesuai Kurikulum 2013 (K13) di SMA RK Serdang Murni Lubuk Pakam. Dalam penelitian ini diuraikan jenis kesulitan yang dialami guru dan solusi alternatif untuk penyelesaian masalahnya mulai dari proses penilaian dan pelaksanaan penilaian. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif. Penelitian kualitatif deskriptif ini dilakukan terhadap 3 informan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan beberapa kesulitan sebagian guru dalam hal: memahami sebagian dokumen, silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), dan beberapa model pembelajaran K13; pengintegrasian PPK, C4, HOTS, dan literasi dalam RPP; menerapkan penetapan kriteria KKM; pengolahan nilai karena banyaknya kriteria dan indikator; pelaksanaan penilaian sikap dan keterampilan; pelaporan nilai, terutama dalam pelaporan dengan sistem/aplikasi; serta penerapan pemanfaatan dan tindak lanjut hasil penilaian. Solusinya diberi pelatihan dan langsung diterapkan secara konsisten dan kontiniu. Berdasarkan simpulan hasil penelitian, implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat dijadikan alternatif dalam mengembangkan pengetahuan, sumbangan pemikiran, dan masukan positif bagi dunia pendidikan khususnya dalam melaksanakan peran sebagai seorang guru dalam mengatasi kesulitan dalam proses penilaian dan pelaporan nilai sesuai K13 pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Dalam melaksanakan penelitian ini, peneliti masih memiliki keterbatasan karena pembelajaran dilakukan dengan daring sehingga sulit dilakukan observasi berdampak sebagian data masih kurang akurat, keterbatasan jumlah informan, dan beberapa informan yang kurang serius.                                                                                                                                                                                                                                              Kata kunci: Kesulitan Guru, Penilaian Hasil Belajar, Kurikulum 2013 (K-13) 
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA PKN DI SMP BEKASI Desi Karolina Saragih
Jurnal Bahastra Vol 4, No 1 (2019): Edisi September 2019
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v4i1.3200

Abstract

Abstrak. Tingkat keefektifan pembelajaran disekolah salah satunya ditentukan dan dipengaruhi oleh kemampuan guru menerapkan dan mengelola proses pembelajaran. Guru harus mampu menyajikan apa yang diajarkan secara nyata agar mudah dipahami oleh siswanya. Dengan tingkat perkembangan usia siswa yang selalu bertambah dan tumbuhberkembang maka dibutuhkan media pembelajaran yang tepat.Terutama pada mata pelajaran PKn yang sangat membutuhkan media dalam pengajarannya. Dengan materi yang berhubungan dengan makhluk hidup seperti manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan, proses pembelajarannya tidak akan berjalan dengan maksimal apabila materinya hanya dihadapkan dengan apa yang ada dalam buku ajar saja. Dalam pengajaran guru membutuhkan media yang tepat guna mempermudah siswa untuk memahami materi-materi yang ada dalam tiap mata pelajaran tersebut. Untuk itu media gambar merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat membantu kesulitan dan permasalahan pada mata pelajaran PKn ini. Sehingga diharapkan dengan adanya penggunaan media gambar pada mata pelajaran PKn diharapkan dapat membantu, memudahkan serta menarik minat siswa pada mata pelajaran ini. Dikaitkan dengan media gambar solusi atas permasalahan yang dihadapi. Peningkatan kualitas hasil belajar siswa ini terbukti dari peningkatan rata-rata skor pratindakan sebesar 52,50 berkategori kurang, pada siklus I sebesar 66,25 berkategori cukup, dan pada siklus II sebesar 72,50 berkategori cukup, dan pembelajaran dengan media gambar yang dikembangkan ternyata dapat mengubah hasil belajar siswa dari negatif menjadi positif.Kata Kunci: Media,siswa, hasil,pembelajaran Abstract. The level of effectiveness of learning in schools is one of which is determined and influenced by the ability of teachers to implement and manage the learning process. The teacher must be able to present what is taught in real so that it is easily understood by students. With the level of development of the age of students who are always growing and developing, it is needed an appropriate learning media. Especially in Civics subjects that really need media in teaching. With material related to living things such as humans, animals and plants, the learning process will not run optimally if the material is only faced with what is in the textbooks. In teaching the teacher needs the right media to make it easier for students to understand the materials in each of these subjects. For that picture media is one of the learning media that can help difficulties and problems in this Civics subject. So that it is expected that the use of image media in Civics subjects is expected to help, facilitate and attract students' interest in this subject. Attributed to the media image solution to the problems faced. Improving the quality of student learning outcomes is evident from the increase in the average pre-action scores of 52.50 categorized as less, in the first cycle of 66.25 categorized as sufficient, and in the second cycle of 72.50 categorized as sufficient, and learning with the image media developed was can change student learning outcomes from negative to positive. Keywords: Media, students, results, learning
ANALISIS TINDAK TUTUR DALAM NOVEL KEMBARA RINDU KARYA HABIBURRAHMAN EL-SHIRAZY Raihan Nurfadhila; Mr. Ramli; Siti Sarah Fitriani
Jurnal Bahastra Vol 6, No 1 (2021): Edisi September 2021
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v6i1.4645

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui jenis tindak tutur lokusi yang terdapat dalam novel Kembara Rindu Karya Habiburrahman El Shirazy, (2) mengetahui jenis tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam novel Kembara Rindu karya Habiburrahman El Shirazy, (3) mengetahui jenis tindak tutur perlokusi yang terdapat dalam novel Kembara Rindu karya Habiburrahman El Shirazy. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskripstif dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian ini berupa tuturan antar tokoh dalam novel, dan sumber data yaitu novel Kembara Rindu Karya Habiburrahman El Shirazy. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi dan teknik pencatatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat  tiga bentuk tindak tutur lokusi dalam novel Kembara Rindu karya Habiburrahman El Shirazy. Tindak tutur tersebut adalah: (1) lokusi bentuk pernyataan, (2) lokusi bentuk pertanyaan, dan (3) lokusi bentuk perintah. Terdapat lima macam tindak tutur ilokusi dalam novel Kembara Rindu yaitu ilokusi asertif dengan maksud menyatakan, menyarankan, dan melaporkan, (2) ilokusi direktif dengan maksud  memerintah, memohon, memesan, (3) ilokusi ekspresif dengan maksud berterima kasih, memohon maaf, menyalahkan, memuji, (4) ilokusi komisif dengan maksud menjanjikan, menawarkan, (5) ilokusi deklarasi dengan maksud menjatuhkan hukuman. Dalam novel ini ditemukan tiga tindak tutur perlokusi yaitu (1) tindak tutur perlokusi verbal, (2) tindak tutur perlokusi nonverbal, dan (3) tindak tutur perlokusi verbal nonverbal.Kata Kunci: tindak tutur, lokusi, ilokusi, perlokusi, novel 
ANALISIS PENGGUNAAN BAHASA LAVENDER PADA MASYARAKAT SUKABUMI Risma Ari Septiani
Jurnal Bahastra Vol 5, No 1 (2020): Edisi September 2020
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v5i1.2994

Abstract

Abstrak. Bahasa lavender ialah studi tentang cara pria gay berbicara, pertama kali muncul pada awal abad ke-20. Sejumlah faktor menjelaskan bahasa lavender bukan rahasia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yang hanya menggambarkan suatu situasi pada saat penelitian. Dalam penelitian ini terdapat empat informan, perempuan dan laki-laki berkisaran umur 25-26 tahun yang aktif menggunakan bahasa lavender. Penggunaan bahasa lavender tidak sepenuhnya di gunakan oleh para informan, karena tidak semua kata memilki istilah dalam bahasa lavender. Para infroman juga menggunakan bahasa lavender saat berkomunikasi melalu Whatsapp, FacebookKata kunci: analisis, bahasa, lavender Abstract, lavender is the study of how gay speaking, first appearing in the early 20th century. The first time it appeared in the early 20th century. After all, the substitution of lavender language was not the secret to suspension. The method used in this study is a descriptive qualitative method just creates a situation during research. In the study four informers 25-26 years of active use lavender language. Informers not at all use language lavender because not every word had a lavender exspression. Informers also use lavender language when they comunacation in Whatsapp, Facebook.Keywords: analysis, language, lavender
EKSISTENSI PEREMPUAN DALAM NOVEL CERPEN “KETIKA MALAM MERAYAP LEBIH DALAM” KARYA WAHYU WIJI ASTUTI Muharrina Harahap; Ita Khairani; hera Chairunisa
Jurnal Bahastra Vol 5, No 2 (2021): Edisi Maret 2021
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v5i2.3889

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran perempuan di dalam kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi. Hal ini didasari oleh masalah bahwa perempuan selalu dijadikan sebagai objek untuk pemuas nafsu laki-laki. Perempuan dikonstruksi untuk menjadi apa yang diinginkan oleh masyarakat. Padahal, perempuan memiliki hak atas dirinya untuk melakukan apa yang diinginkannya. Perempuan ‘ada’ karena kemauan dirinya sendiri. Akan tetapi, perempuan dipaksa untuk mengikuti tradisi yang telah dikonstruksi untuk dirinya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang merujuk kepada analisis isi, yaitu menggunakan kajian eksistensialisme Sartre. Cerpen “Ketika Malam Merayap Lebih Dalam” karya Wahyu Wiji Astuti menunjukkan bahwa tokoh “aku” melakukan sesuatu atas kemauan dirinya, yaitu menjadi pelacur, walaupun hal ini didasari oleh kebutuhan ekonomi. Keputusannya untuk menjadi pelacur menunjukkan bahwa ia tidak peduli dengan konstruksi dan budaya yang dibentuk oleh masyarakat bahwa pelacur adalah pekerjaan yang hina.Kata Kunci: Eksistensialisme Sartre, Perempuan, Konstruksi                      Budaya MasyarakatAbstract. This study aims to determine the role of women in social, cultural, political, and economic life. This is based on the problem that women are always used as objects to satisfy male lust. Women are constructed to be what society wants them to be. In fact, women have the right to do what they want. Women 'exist' of their own accord. However, women are forced to follow the traditions that have been constructed for themselves. This study uses a descriptive qualitative research method that refers to content analysis, which uses the study of Sartre's existentialism. The short story “Ketika Malam Merayap Lebih Dalam” by Wahyu Wiji Astuti shows that the character “I” does something of his own volition, namely becoming a prostitute, even though this is based on economic needs. Her decision to become a prostitute shows that she does not care about the construction and culture formed by society that prostitution is a despicable job.Keywords: Sartre's existentialism, Women, Cultural                    Construction of Society
ANALISIS NILAI MORAL NOVEL DAUN YANG JATUH TAK PERNAH MEMBENCI ANGIN KARYA TERE LIYE DINDA NURUL QOYYIMAH
Jurnal Bahastra Vol 1, No 2 (2017): Edisi Maret 2017
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v1i2.2778

Abstract

Abstract. In literary works, one of which is a novel, often the author or writer presents values that can be applied by readers in life, one of which is moral values. Moral value is a measure to judge the good and bad of an act that can be used as a guide for human life. This study aims to describe the analysis of the moral values of Tere Liye's novel Daun Yang Jatuh Tak Henci Angin. This type of research is descriptive qualitative, which means that the author studies and analyzes novels using descriptive methods. The results of this study resulted in several conclusions on the moral values of the novel covering four aspects, namely: (a) human relations with oneself, including admitting mistakes, having a firm stand, sadness, hatred, keeping promises, and being wise; (2) human relations with other humans, including affection, respect for parents, care, love to help, and kindness; (3) human relations with the natural environment, including complying with regulations; and (4) man's relationship with God, which includes being grateful for the blessings of God Almighty and praying.Keywords: literary works, novels, moral values.
MENULIS HIKAYAT DENGAN MENGGUNAKAN METODE KEARIFAN LOKAL DAERAH BALARAJA Ade Siti Haryanti; Astuti Samosir
Jurnal Bahastra Vol 5, No 1 (2020): Edisi September 2020
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v5i1.3147

Abstract

Abstrak. Kekayaan Indonesia tidak hanya berupa sumber daya alam.Indonesia memiliki kekayaan berupa karya sastra yaitu naskah kuno.Metode pelaksanaan yang dilakukan dengan berbagai metode sebagai berikut.Pertama, metode ceramah dan tanya jawab. Tim abdimas memberikan materi tentang hikayat dan memperkenalkan beberapa hikayat yang ada.Kedua, praktek. Dalam kegiatan abdimas ini akan dilaksanakan ptraktek menulis hikayat. Ketiga, Publikasi. Kegiatan abdimas ini akan mempublikasikan berupa buku hikayat yang ada. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan kepada Ikatan Mahasiswa Kabupaten Tangerang (IMKT) di Kabupaten Tangerang. Beberapa tujuan yang mendasar yang diharapkan oleh tim abdimas terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Pertama, menjelaskan bahwa kekayaan kabupaten Tangerang dapat dilihat dari cerita rakyat yang dimiliki.Kedua, mendiskusikan secara bersama mengenai cerita dari orang tua terdahulu, beberapa cerita yang ada dikumpulkan dan didiskusikan secara bersama.Ketiga, menulis salah satu cerita tersebut menjadi sebuah hikayat bergambar, cerita ini disepakati secara bersama-sama yaitu hikayat Nyimas.Kata Kunci: Pelatihan, Menulis Hikayat, Kearifan Lokal Abstract. Indonesia’s wealth is not only in the form natural resource. Indonesia has a wealth of literary work, namely ancient manuscripts. The method of implementation is carried out by various methods as follows. First, the lecture and question and answer method. The Abdimas activity, a Saga writing practice will be carried out. Third, second, practice. In this Abdimas activity, a Hikayat writing pactice will be carried out. Third, publication. This community service activity will publish existing Hikayat books. This community service is carried out to the Tangerang Regency Student Association (IMKT) ini Tangerang Regency. Some of the basic goals expected by the Community teams for the implementation of this a activity. First, it explains that the wealth of Tangerang district can be seen from the folklore it has. Second, discussing stories from previous parents together, some of the stories are collected and discusses together. Third, writing one of these stories into a pictorial hikayat, this story is mutually agree, namely the hikayat Nyimas.Keywords: Training, Story Writing, Local Wisdom
PENERAPAN PENDEKATAN BERBASIS GENRE DALAM PENGAJARAN MENULIS TEKS PADA SISWA KELAS X SMA SWASTA MULIA Nurvita, Masitowarni, Silvy P, dan Afanin
Jurnal Bahastra Vol 3, No 1 (2018): Edisi September 2018
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v3i1.3299

Abstract

Abstrak. Keterampilan mengajar menulis menggunakan pendekatan berbasis genre melibatkan lima tahap, yaitu: 1) Membangun konteks, 2) Membuat model dan mendekonstruksi teks, 3) Konstruksi bersama dari teks, 4) Konstruksi teks independen, dan 5) Menghubungkan teks terkait. Adapun masalah yang dihadapi guru, yaitu waktu mengajar yang kurang memadai, guru tidak bisa memantau semua siswa, siswa tidak memiliki banyak kosakata dan siswa kurang dalam pengucapan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan penerapan Pendekatan Berbasis Genre dalam keterampilan mengajar menulis di Swasta Mulia Medan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan keterampilan pengajaran menulis di Swasta Mulia Medan dengan menggunakan Pendekatan Berbasis Genre.Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif sebagai desain penelitian. Tujuan penelitian deskriptif adalah untuk membuat deskripsi tentang fenomena faktual dalam pengajaran untuk mendapatkan informasi. Peneliti menjelaskan implementasi Pendekatan Berbasis Genre dalam mengajar keterampilan membaca. Metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis dengan reduksi data, menampilkan data, menarik kesimpulan. Penelitian ini peneliti menggunakan metode triangulasi yaitu observasi, dokumentasi, dan wawancara.Kata Kunci: Pendekatan Berbasis Genre, Menulis, Teks Deskripsi 
ANALISIS PROSES DAN NILAI HATA- HATA MAMBERE PODAH DALAM PERKAWINAN ADAT SIMALUNGUN Diana Pramita Sumbayak; Siti Fatimah Sipayung; Pahala Manik; Ermina Waruwu
Jurnal Bahastra Vol 4, No 1 (2019): Edisi September 2019
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v4i1.3191

Abstract

Abstrak. Suku Simalungun memiliki tradisi pelaksanaan upacara perkawinan.Salah satu tradisi yang dilakukan ialah hata-hata mambere podah.Permasalahan penelitian ini ialah bagaimana proses perkawinan adat Simalungun, bagaimana hata-hata mambere podah, dan bagaimana nilai yang terkandung dalam hata-hata mambere podah pada upacara perkawinan adat Simalungun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan proses perkawinan adat Simalungun, hata-hata mambere podah dan nilai-nilai yang terkandung dalam hata-hata mambere podah dalam proses perkawinan adat Simalungun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deksriptif dan data dikumpulkan menggunakan metode wawancara dengan teknik rekam.Instrumen penelitian ialah pedoman wawancara yang digunakan untuk mewawancarai informan yang terdiri atas tokoh adat, warga, pengantin dan warga yang sudah menerima hata-hata mambere podah.Data yang sudah dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif dengan metode content Analysis.   Kata Kunci: Proses, Nilai, Hata-hata Mambere Podah, Perkawinan Adat                     Simalungun Abstract.The Simalungun tribe has a tradition of carrying out wedding ceremonies. One of the traditions carried out is the hata-hata mambere podah. The problem of this research is how the marriage process of the Simalungun custom, how the hata-hata mambere podah, and how the value contained in the hata-hata mambere podah at the Simalungun traditional wedding ceremony. This study aims to analyze and describe the traditional marriage process of Simalungun, hata-hata mambere podah and the values contained in the hata-hata mambere podah in the process of the marriage of the traditional Simalungun. This study used a descriptive qualitative approach and data was collected using interview methods with recording techniques. The research instrument is the interview guide that is used to interview informants consisting of traditional leaders, residents, brides and residents who have received hata-mambere podah. Data that has been collected was analyzed using qualitative analysis with the content Analysis method. Keywords: Process, Values, Hata-hata mambere podah, The marriage of                    Simalungun custom.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY TERHADAP KEMAMPUAN MENGAPRESIASI UNSUR INTRINSIK DAN EKSTRINSIK CERPEN OLEH SISWA KELAS XI SMA SWASTA METHODIST 8 MEDAN Kalpin Gulo
Jurnal Bahastra Vol 6, No 1 (2021): Edisi September 2021
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v6i1.4085

Abstract

Penelitian   ini   bertujuan   untuk   mengetahui   pengaruh   model   pembelajaran discovery learning terhadap kemampuan mengapresiasi unsur intrinsik dan ekstrinsik oleh siswa kelas XI SMA Swasta Methodist 8 Medan T.P. 2019/2020. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI sebanyak 90 orang.  Sampel diambil secara acak sebanyak 30 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Adapun nilai rata-rata di kelas eksperimen adalah 80 dan di kelas kontrol adalah  70. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa nilai rata-rata kemampuan mengapresiasi unsur intrinsik dan ekstrinsik oleh siswa kelas XI SMA Swasta Methodist 8 Medan lebih tinggi dari kelas kontrol. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji “t”. Dari perhitungan uji hipotesis diperoleh thitung = 2,002, selanjutnya dikonsultasikan dengan tabel pada taraf signifikan 5% dan taraf signifikan 1% dengan df = (N1+N2)-2 = 58. Pada tabel t dengan df = 58 diperoleh ttabel pada taraf signifikan 5% = 2,663 dan taraf signifikansi 1% = 2,002. Kriteria pengujian adalah Ho  ditolak jika t0   t yangberarti bahwa baik pada ????   = 0,05 maupun pada ????   = 0,01 H0 ditolak. Ini berarti Ha diterima jika ttabel   thitung   ttabel  (2,002 7,4 2,663) maka hipotesis alternatifditerima. Hal ini berarti hasil kemampuan mengapresiasi unsur intrinsik dan ekstrinsik cerpen oleh siswa kelas XI berpengaruh siginfikan dengan model pembelajaran discovery learning. Kata Kunci: Discovery learning, unsur intrinsik dan ekstrinsik, cerpen  ABSTRACT This study aims to determine the effect of the discovery learning model on the ability to appreciate intrinsic and extrinsic elements by class XI students of SMA Swasta Methodist 8 Medan TP 2019/2020. The population of this study were all students of class XI as many as 90 people. Samples were taken randomly as many as 30 people. The method used in this research is the experimental method. The average value in the experimental class is 80 and 70 in the control class. Thus, it can be said that the average value of the ability to appreciate intrinsic and extrinsic elements by class XI students of SMA Swasta Methodist 8 Medan is higher than the control class. Hypothesis testing is done by using the "t" test. From the calculation of the hypothesis test obtained tcountg= 2.002, then consulted with the table at a significant level of 5% and a significant level of 1% with df = (N1+N2)-2 = 58. In table t with df = 58, t is obtainedtabelat a significant level of 5% = 2.663 and a significance level of 1% = 2.002. The test criteria are Ho rejected if t0 t thatmeans that both at = 0.05 and at = 0.01 H0rejected. This means Haaccepted if ttabel tcountg ttabel(2.002 7.4 2.663) then the alternative hypothesisbe accepted. This means that the results of the ability to appreciate the intrinsic and extrinsic elements of short stories by class XI students have a significant effect on the discovery learning learning model. Keywords: Discovery learning, intrinsic and extrinsic elements, short stories