cover
Contact Name
dentin
Contact Email
dentin.jtamfkg@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dentin.jtamfkg@ulm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Dentin
ISSN : 26140098     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Dentin [e-issn: 2614-0098] merupakan terbitan berkala ilmiah tugas akhir berbahasa Indonesia berisi artikel penelitian dan kajian literatur tentang kedokteran gigi. Kontributor Dentin adalah kalangan akademisi (dosen dan mahasiswa). Dikelola oleh Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat dan terbit 3 (tiga) kali setahun setiap April, Agustus dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 249 Documents
EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN KASTURI (Mangifera casturi) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Aggregatibacter actinomycetemcomitans Luthfi Ridhwana; Fransiska Uli Arta Puspitasari; Yusrinie Wasiaturrahmah
Dentin Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Prevalence of periodontitis in Indonesia is 74.1%, and periodontitis type that causes mayor periodontal damage with minimal microbiological factors is Aggressive Periodontitis. Microbiological factor in aggressive periodontitis is Aggregatibacter actinomycetemcomitans which producing toxins which stimulate the immune response and tissue damage. Many researchers today discover new antibiotic ingredients with a minimal side effect such as Kasturi plant. Kasturi leaf extract contains triterpenoids, flavonoids, tannins, and phenolic, which have the antibacterial effect. Objective: To Identifying and analyzing the effectiveness of antibacterial effect on Kasturi leaves extract against Aggregatibacter Actinomcetemcomitans growth. Methods: This study used true experimental post-test only with control group design by broth and agar dilution method to determine Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Bactericidal Concentration (MBC). The result data analyzed with Kruskal-Wallis and Mann Whitney Post hoc test. Results: MIC was found at 20 mg/ml concentration and MBC at 40 mg/ml concentration. Conclusion: Kasturi leaf extract was effective in inhibited and stopped Aggregatibacter actinomycetemcomitans growth.Keywords :  Aggregatibacter actinomycetemcomitans, Aggressive Periodontitis, Kasturi leaf extract (Mangifera casturi), MBC, MIC.ABSTRAKLatar Belakang: Prevalensi periodontitis di Indonesia sebesar 74,1% dan periodontitis yang menimbulkan kerusakan besar dengan faktor mikrobiologi yang minimal yaitu periodontitis agresif. Faktor mikrobiologi berupa bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans yang memproduksi toksin penyebab gangguan respons imun dan kerusakan jaringan. Penelitian mengenai bahan antibiotik dengan efek samping minimal telah banyak dilakukan salah satunya dengan tumbuhan Kasturi. Daun Kasturi mengandung senyawa berupa triterpenoid, flavonoid, tanin, dan fenol yang bersifat antibakteri. Tujuan: Mengetahui dan menganalisis efektivitas antibakteri ekstrak daun kasturi terhadap pertumbuhan bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans. Metode: True experimental dengan desain post test only with control group dan mempunyai 6 kelompok perlakuan dengan 6 kali pengulangan. Penelitian ini menggunakan metode dilusi cair dan padat untuk mengetahui nilai Kadar Hambat Minimum (KHM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM). Analisis data menggunakan metode Kruskal Wallis dan uji Post hoc Mann Whitney. Hasil: KHM pada ekstrak daun kasturi terdapat pada konsentrasi 20 mg/ml dan KBM pada konsentrasi 40 mg/ml. Kesimpulan: Ekstrak daun kasturi efektif dalam menghambat dan menghentikan pertumbuhan bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans.Kata kunci :  Aggregatibacter actinomycetemcomitans, Ekstak Daun Kasturi (Mangifera casturi), KBM, KHM, Periodontitis Agresif,
PELEPASAN ION KALSIUM PADA RESIN KOMPOSIT BIOAKTIF SETELAH DIRENDAM MINUMAN PROBIOTIK DAN SARI BUAH JERUK M. Ilham Ridhani; Isyana Erlita; Yuniar Elsa D
Dentin Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Bioactive composite resin has known as smart materials, because it can react to the pH cycle in oral cavity which can be caused by consumption of acidic foods and drinks. The drinks that are often consumed by people and contain acid are probiotic drink and orange juice drink. Changes in the oral cavity pH that turn into acid cause the bioactive composite resin to release calcium, fluorine, and phosphate ions as tooth remineralization factors. Purpose: to analyze the amount of calcium ion release in bioactive composite resin after soaking in probiotic drinks and orange juice. Methods: This study was divided into three groups of composite resin immersion as follows immersion in probiotic drinks, orange juice drinks, and artificial saliva (as a control group). The sample was crushed using a mortar until smooth then given some indicator solution and heated until a precipitate was formed then the weight of Ca was calculated. Results: The Kruskall Wallis test and Mann Whitney test showed that there were significant differences in all treatment groups (p <0.05). Conclusion: Exposure to probiotic drinks, orange juice, and artificial saliva showed that the amount of calcium ion release from composite resin had significant differences.Keywords: bioactive, calcium, composite resin, orange juice, probiotic.ABSTRAKLatar belakang: Resin komposit bioaktif dikenal sebagai smart materials, karena dapat bereaksi terhadap siklus pH yang ada dalam rongga mulut yang dapat disebabkan oleh konsumsi makanan dan minuman yang bersifat asam. Minuman yang sering dikonsumsi masyarakat dan mengandung asam adalah minuman probiotik dan minuman sari jeruk. Perubahan pH di dalam rongga mulut yang berubah menjadi asam menyebabkan resin komposit bioaktif melepaskan ion kalsium, ion fluor, dan ion fosfat sebagai faktor remineralisasi pada gigi.   Tujuan: untuk menganalisis jumlah pelepasan ion kalsium pada resin komposit bioaktif setelah direndam minuman probiotik dan sari jeruk. Metode: Penelitian ini terbagi menjadi tiga kelompok perendaman resin komposit yaitu direndam pada minuman probiotik, minuman sari jeruk, dan pada saliva buatan (kelompok kontrol). Sampel digerus menggunakan mortar hingga halus kemudian diberikan beberapa larutan indikator dan dipanaskan sampai terbentuk endapan kemudian dilakukan penghitungan berat Ca. Hasil: Uji Kruskall Wallis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna pada jumlah pelepasan ion kalsium pada setiap kelompok (p <0.05). Uji Mann Whitney menunjukkan terdapat perbedaan bermakna pada semua kelompok perlakuan (p <0.05). Kesimpulan: Paparan minuman probiotik, sari buah jeruk, dan saliva buatan menunjukkan jumlah pelepasan ion kalsium resin komposit yang memilili perbedaan bermakna.Kata kunci: bioaktif , kalsium, prebiotik, resin komposit, sari jeruk
PENGARUH PERENDAMAN KITOSAN SISIK IKAN HARUAN (Channa striata) TERHADAP STRUKTUR EMAIL GIGI Duhan Kanzu Balad; Deby Kania Tri Putri; Beta Widya Oktiani
Dentin Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Acidic water from South Borneo peat land is one of the causes of enamel structure damage. Haruan fish (Channa striata) have scales that can be processed into chitosan. Chitosan contains amino and hydroxyl groups react with acid ions, increasing the environment pH and interfering the demineralization process. Purpose: To determine immersion effect of haruan fish scales chitosan on tooth enamel structure. Method: The research design was true experimental post test only with control group design. The treatment consisted of 4 groups, group I was the baseline, group II was the negative control group of teeth immersed in phosphoric acid 5.2 pH, groups III and IV were groups of teeth soaked with phosphoric acid 5.2 pH and chitosan solution with a concentration 2.5% and 5%. Data results were in the form of images from the buccal enamel surface observed with Scanning Electron Microscope. Results: Group III with 2.5% concentration of chitosan solution had less damage to enamel surface than negative control, and group IV with solution 5% chitosan concentration showed no damage and had better visualization than baseline group. Conclusion: Haruan fish scales chitosan has been shown to inhibit tooth enamel demineralization and play role in tooth remineralization process. Keywords :     Chitosan, Demineralization, Enamel, Haruan Fish Scales, SEM. ABSTRAKLatar Belakang: Air dari lahan rawa gambut Kalimantan Selatan yang bersifat asam merupakan salah satu penyebab kerusakan struktur email gigi. Ikan haruan (Channa striata) memiliki sisik yang dapat diolah menjadi kitosan. Kitosan mengandung gugus amino dan hidroksil bereaksi dengan ion-ion asam, meningkatkan pH lingkungan serta menghambat proses demineralisasi. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh perendaman kitosan sisik ikan haruan terhadap struktur email gigi. Metode: Desain penelitian true experimental post test only with control group design. Perlakuan terdiri dari 4 kelompok, kelompok I sebagai baseline, kelompok II adalah kelompok gigi yang direndam dengan asam fosfat 5,2 pH sebagai kontrol negatif, kelompok III dan IV adalah kelompok gigi yang direndam dengan asam fosfat 5,2 pH dan larutan kitosan dengan konsentrasi 2,5% dan 5% dan data berupa gambar dari hasil pengamatan permukaan email pada bagian bukal dengan Scanning Electron Microscope. Hasil: Kelompok III dengan larutan kitosan konsentrasi 2,5% memiliki kerusakan permukaan email lebih minimal daripada kontrol negatif, dan kelompok IV dengan larutan kitosan konsentrasi 5% tidak menunjukkan kerusakan dan memiliki visualisasi yang lebih baik daripada kelompok baseline. Kesimpulan: Kitosan sisik ikan Haruan telah terbukti dapat menghambat demineralisasi email gigi dan berperan dalam proses remineralisasi gigi. Kata kunci :  Demineralisasi, Email, Kitosan, SEM, Sisik Ikan Haruan.
COVER DAN DAFTAR ISI_Dentin_vol.4 no.2 2020 dentin FKG ULM
Dentin Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH APLIKASI SODIUM FLUORIDE 2% TERHADAP JUMLAH KOLONI Streptococcus sp. DALAM SALIVA ANAK USIA 7-9 TAHUN Zainatun Nadhira; Nurdiana Dewi; Renie Kumala Dewi
Dentin Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Dental and oral health problems in Barito Kuala District is caused by wetland area with low acidity. The acidic of land water can support growth of acidogenic and asiduric bacteria that it can reduce pH of oral cavity. Sodium fluoride 2% is one of caries prevention agents because fluoride has antibacterial activity that works by inhibiting enolase enzyme in glycolysis process of oral bacteria. Purpose: To determine effect of 2% Sodium Fluoride on the number of Streptococcus sp. in saliva of children aged 7-9 years in  wetland area. Method: This study used true experimental with pre and post-test with control group design. Twenty subjects selected through simple random sampling and divided into two groups: study group were given  aplication of Sodium Fluoride 2% and control group were not given the application of Sodium Fluoride 2%. Results: Paired t-test results showed a significant difference in p-value (p=0,000) in number of Streptococcus sp. in study group. There was no significant difference in p-value (p=0,056) in the number of Streptococcus sp. in control group. Conclusion: There was an effect of the application of Sodium Fluoride 2% to the number of Streptococcus sp. in saliva of children aged 7-9 years in wetland area. Keywords : Saliva, Sodium Fluoride, Streptococcus sp, Wetlands ABSTRAKLatar Belakang: Masalah kesehatan gigi dan mulut di Kabupaten Barito Kuala disebabkan wilayah tersebut merupakan lahan basah yang memiliki air dengan tingkat keasaman rendah. Sifat asam yang dimiliki air lahan tersebut dapat mendukung pertumbuhan bakteri yang bersifat asidogenik dan asidurik sehingga dapat menurunkan pH rongga mulut. Sodium fluoride 2% adalah salah satu agen pencegahan karies karena fluor memiliki aktivitas antibakteri yang bekerja dengan cara menghambat enzim enolase pada proses glikolisis bakteri rongga mulut. Tujuan: Mengetahui pengaruh Sodium Fluoride 2% terhadap jumlah koloni bakteri Streptococcus sp. dalam saliva anak usia 7-9 tahun pada wilayah lahan basah. Metode: Penelitian ini merupakan eksperimental murni dengan rancangan pre and post-test with control group design. Dua puluh subyek dipilih melalui simple random samling dan dibagi menjadi dua kelompok: kelompok perlakuan yang diberikan aplikasi Sodium Fluoride 2% dan kelompok kontrol yang tidak diberikan aplikasi Sodium Fluoride 2%. Hasil: Hasil uji t-berpasangan menunjukkan ada perbedaan bermakna (p=0,000) pada jumlah koloni Streptococcus sp. pada kelompok perlakuan. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna (p=0,056) pada jumlah koloni Streptococcus sp. pada kelompok kontrol. Kesimpulan: Terdapat pengaruh aplikasi Sodium Fluoride 2% terhadap jumlah koloni Streptococcus sp. dalam saliva anak usia 7-9 tahun pada wilayah lahan basah. Kata Kunci : Lahan basah, Saliva, Sodium Fluoride, Streptococcus sp
PENGARUH PERENDAMAN WATER SETTABLE GIC DALAM AIR SUNGAI DAN AIR PDAM TERHADAP KEKUATAN IKAT GESER Nur As Alifuddin; Sherli Diana; Buyung Maglenda
Dentin Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: River water is acidic, causing caries. Dental caries can be treated by performing restorations, one of which is GIC. Increasing technology, one of the newest is water settable GIC. Water-settable GIC can be directly mixed with sterile water making it easier for dentists because of its easy application. The advantage of water settable GIC is its high resistance to abrasion so it has a high shear bond strength. Objective: Knowing the effect of water settable GIC immersion in river water and PDAM water to diametric shear bond strength. Method: This.study used a true experimental laboratory research method with a post test only design with a control group design on 27 samples which were divided into 3 groups immersion. After immersion, the value of the diametral tensile strength is measured using a universal testing machine by compressing it until the sample breaks. Result: There was a significant difference between the value of the diametric tensile strength of the sample groups of water settable GIC that immersed in river water and the sample groups of conventional GIC that immersed in aquadest. Conclusion: There is an effect due to water settable GIC immersion in river water and PDAM water to shear bond.strength. Keywords: River Water, PDAM, Shear Bond Strength, Water Settable GIC. ABSTRAKLatar Belakang: Air sungai bersifat asam, sehingga menyebabkan terjadinya karies. Karies gigi dapat dirawat dengan melakukan restorasi, salah satunya adalah GIC. Semakin meningkatnya teknologi, Salah satu yang terbaru yaitu water settable GIC. Water-settable GIC dapat langsung di campur dengan air steril sehingga mempermudah dokter gigi karena pengaplikasiannya yang mudah. Kelebihan dari water settable GIC adalah resistensi yang tinggi terhadap abrasi sehingga memiliki kekuatan ikat geser yang tinggi.. Tujuan: Mengetahui pengaruh perendaman water settable GIC dalam air sungai dan air PDAM terhadap kekuatan ikat geser. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental murni laboratoris (true experimental laboratories) dengan rancangan post test only with control group design pada 27 sampel yang dibagi menjadi 3 kelompok perendaman. Nilai kekuatan ikat geser pada sampel diukur dengan menggunakan universal testing machine. Hasil: Terdapat perbedaan bermakna antara nilai kekuatan ikat geser kelompok sampel water settable GIC yang direndam dalam air sungai dengan kelompok sampel water settable GIC yang direndam dalam akuades. Kesimpulan: Terdapat pengaruh akibat perendaman water settable GIC dalam air sungai dan air PDAM terhadap kekuatan ikat geser. Kata kunci : Air PDAM, Air sungai, Kekuatan Ikat Geser, Water settable GIC.
HUBUNGAN ANTARA pH SALIVA DENGAN INDEKS DMF-T ANAK YANG MENGKONSUMSI AIR PDAM DAN AIR SUMUR GALI Ajeng Zelline Ameriagitri; Rosihan Adhani; Muhammad Yanuar Ichrom Nahzi
Dentin Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground of study : Residents of Martapura city having  wetland area  are more vulnerable to have caries because they are continuously exposed by acid drainage. Most of them exploit dig well water and PDAM as a source of water to brush their teeth, gargle and cook the food. This condition affects the process of dental caries and pH. Objective: To analyse the correlation between salivary pH and index DMF-T of students who consume PDAM water and the dig well water in MTS Hidayatullah Martapura. Method: This research used analytic method with cross sectional. Respondent and sample is collected by random sampling. Total respondents is 68 cstudents that is divided into 2 groups, each sample consists of 34 students who consume PDAM Water and the orther ones, 34 students consume dig well water. Result: The pH average value of students who consume PDAM water is medium (6,6). The pH average value of students who consume dig well water is low (6,6). The DMF-T average value of students who consume PDAM water is medium (3,5). The DMF-T average value of students who consume dig well water is high (5,0). Conclusion: There is a significant relationship between student’s pH and index DMF-T who consume PDAM and dig well water.Keywords: Index DMF-T, Salivary pH, Wetland.ABSTRAKLatar Belakang: Penduduk Kecamatan Martapura Kota memiliki wilayah lahan basah yang lebih rentan terjadinya karies karena paparan air asam secara terus menerus. Sebagian besar penduduk memanfaatkan air sumur gali dan air PDAM sebagai sumber mata air untuk menyikat gigi, berkumur, minum, dan memasak. Kondisi air asam inilah yang dapat mempengaruhi proses terjadinya karies dan pH saliva.  Tujuan: Menganalisis hubungan antara pH saliva dengan indeks DMF-T anak yang mengkonsumsi air PDAM dan air sumur gali di MTS Hidayatullah Martapura. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross sectional. Responden dan sampel di ambil dengan teknik simple random sampling, besar responden sebanyak 68 anak yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 34 anak yang mengkonsumsi air PDAM dan 34 anak yang mengkonsumsi air sumur gali. Hasil: Nilai rata-rata pH saliva anak yang mengkonsumsi air PDAM sebesar 6,6 dengan kategori sedang. Nilai rata-rata pH saliva anak yang mengkonsumsi air sumur gali sebesar 5,8 dengan kategori rendah. Nilai rata-rata indeks DMF-T anak yang mengkonsumsi air PDAM sebesar 3,5 dengan kategori sedang dan nilai rata-rata indeks DMF-T anak yang mengkonsumsi air sumur gali sebesar 5,0 dengan kategori tinggi. Kesimpulan: terdapat hubungan yang bermakna antara pH saliva dengan indeks DMF-T anak yang menggunakan air PDAM dan air sumur gali.Kata kunci: Indeks DMF-T, Lahan basah, pH saliva.
EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN KASTURI (Mangifera casturi) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Porphyromonas gingivalis Siti Khairiah; Beta Widya Oktiani; Deby Kania Tri Putri
Dentin Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: The most often disease that occurs in the oral cavity is Periodontitis and one of that is chronic periodontitis type. The dominant bacteria in chronic periodontitis with 96,2% of prevalence is Porphyromonas gingivalis. Supporting treatment for chronic periodontitis is mouthwash administration, but in long term use may causing some side effect, so that an alternative antibacterial agent with minimal side effects is needed. One of the plants that have antibacterial compounds is the Kasturi plant typical of South Kalimantan, because contain tannins, terpenoids, flavonoids and phenolics. Purpose: Determine and analyzing the antibacterial effectiveness of Kasturi leaf extract (Mangifera casturi) against the growth of Porphyromonas gingivalis bacteria. Methods: This study was used True Experimental with posttest only control group and used the broth dilution method to determine MIC and agar dilution to determine the MBC. Results: The leaves extract of Kasturi has a Minimum Inhibitory Concentration at a concentration of 20 mg/ml and a Minimum Bacteriocidal Concentration at a concentration of 40 mg/ml. Conclusion: The leaves extract of Kasturi (Mangifera casturi) can inhibit and have antibacterial power against the growth of Porphyromonas gingivalis bacteria.Keyword : Chronic Periodontitis, Kasturi leaf extract, MIC, MBC, Porphyromonas gingivalisABSTRAKLatar Belakang: Penyakit yang sering terjadi di rongga mulut yaitu Periodontitis dan salah satu jenisnya yaitu periodontitis kronis. Bakteri dominan pada periodontitis kronis dengan prevalensi 96,2% adalah Porphyromonas gingivalis. Perawatan penunjang periodontitis kronis yaitu pemberian obat kumur, tetapi pada pemakaian jangka panjang menyebabkan efek samping sehingga diperlukan alternatif bahan antibakteri yang memiliki efek samping minimal. Salah satu tumbuhan yang bersifat antibakteri yaitu Tumbuhan Kasturi khas Kalimantan Selatan karena mengandung tanin, terpenoid, flavonoid dan fenolat Tujuan: Mengetahui dan menganalisis efektivitas antibakteri ekstrak daun kasturi (Mangifera casturi) terhadap pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis. Metode: True Experimental dengan rancangan posttest only with control group. Metode uji antibakteri yang digunakan yaitu dilusi cair untuk mengetahui KHM dan dilusi padat untuk mengetahui KBM. Hasil: Ekstrak daun kasturi memiliki Kadar Hambat Minimum pada konsentrasi 20 mg/ml dan Kadar Bunuh Minimum pada konsentrasi 40 mg/ml. Kesimpulan: Ekstrak daun Kasturi (Mangifera casturi) mampu menghambat dan memiliki daya antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis.Kata kunci: Ekstrak Daun Kasturi, KBM, KHM, Periodontitis Kronis, Porphyromonas gingivalis
COVER DAN DAFTAR ISI_Dentin Vol. 5 No. 1. April 2021 Dentin FKG ULM
Dentin Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HUBUNGAN STUNTING TERHADAP KETERLAMBATAN ERUPSI GIGI KANINUS ATAS PERMANEN PADA ANAK USIA 11-12 TAHUN Tita Amanda Yudiya; Rosihan Adhani; Riky Hamdani
Dentin Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Stunting is a linear growth disorder that is not age-appropriate due to malnutrition. The causes of stunting is zinc deficiency. Reduce synthesis and secretion of IGF-I as the effect of GH metabolites inhibition. These substances are essential nutrients in growth, canine eruption which is delayed due to lack of arch length due to growth disorders. Purpose: to analyze the relation between stunting and  the delay of permanent upper canine teeth’s eruption in children aged 11-12 years at the Elementary School in Sungai Tiung Village. Materials and methods: The research method used observational analytic with cross sectional approach. The sample was selected using simple random sampling using the correlation analytic formula and the results obtained were 32 samples. Result: Based on this study, children who had very short and short stature were 71.9% and 28.1%, 25% had normal tooth eruption and 75% had no eruption. The Spearman test analysis showed that the significance value was 0.512 (p> 0.05) which meant there was no relationship between stunting and tooth eruption delay. Conclusion: There was no relationship between the incidence of stunting to the delay of eruption of the permanent upper canine teeth in Elementary School Cempaka District, Banjarbaru.Keywords:, Canine teeth, Stunting, Tooth eruptionABSTRAKLatar Belakang: Stunting adalah gangguan pertumbuhan linear yang tidak sesuai dengan umur karena terjadinya malnutrisi. Penyebab terjadinya stunting adalah defisiensi zinc, efek metabolit GH yang dihambat sehingga sintesis dan sekresi IGF-I menjadi berkurang. Zat tersebut merupakan zat gizi essensial dalam pertumbuhan, erupsi kaninus yang mengalami keterlambatan terjadi karena kurangnya panjang lengkung rahang akibat gangguan pertumbuhan. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan stunting terhadap keterlambatan erupsi gigi kaninus atas permanen pada anak usia 11-12 tahun di SDN Sungai Tiung Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dipilih menggunakan simple random sampling menggunakan rumus analitik korelasi dan didapatkan hasil sebanyak 32 orang sampel. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian, anak yang memiliki tinggi badan sangat pendek (28,1%) dan pendek (71,9%) dan erupsi gigi normal (25%) dan tidak erupsi (75%). Analisis uji Spearman menunjukan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,512 (p > 0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan antara stunting dengan keterlambatan erupsi gigi. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara kejadian stunting terhadap keterlambatan erupsi gigi kaninus atas permanen pada anak SDN Kelurahan Sungai Tiung 1, 2, dan 3 Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru.Kata kunci :Erupsi gigi, Gigi kaninus, Stunting

Page 8 of 25 | Total Record : 249