cover
Contact Name
Cut Ita Erliana
Contact Email
cutitha@unimal.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
cutitha@unimal.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Industrial Engineering Journal (IEJ)
ISSN : 2302934X     EISSN : -     DOI : -
Industrial Engineering Journal established to provide space publish, place for share of the new findings from research results of researchers, academics, scientists, and practitioners who related with the scope of Economics, management, business, global economics, global business, industrial, organization, finance Investment, marketing, and managerial.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 2 (2023)" : 9 Documents clear
ANALISIS TINGKAT KUALITAS PELAYANAN PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS MUARA SATU MENGGUNAKAN METODE FUZZY-SERVQUAL (SERVICE QUALITY) Akmal, Syarifah; A. Gani, Subhan; Miraza, Filza Adila
Industrial Engineering Journal Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v12i2.1115

Abstract

Jasa adalah setiap tindakan atau perbuatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya bersifat intangible (tidak berwujud), serta tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu. Namun pada saat ini di Puskesmas masih banyak pelayanan yang kurang diatasi dengan baik sehingga pengguna jasa juga kurang merasa puas terhadap jasa tersebut, berdasarkan wawancara dengan pasien dan didukung oleh pernyataan dari manajemen, didapatkan hasil bahwa pasien banyak mengeluh terhadap waktu tunggu yang lama. Berikut ini merupakan variabel-variabel yang di teliti pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, Emphaty. Dari hasil perhitungan nilai servqual (gap) per dimensi, yang menepati rank pertama adalah dimensi assurance dengan nilai -12,7, untuk urutan kedua yaitu dimensi emphaty dengan nilai -11,3, untuk urutan ketiga yaitu pada dimensi reliability dengan nilai -11,02, urutan keempat yaitu dimensi responsiveness dengan nilai -9,62, dan urutan terakhir atau kelima yaitu pada dimensi tangible dengan nilai -2,54. Dari hasil analisis perhitungan gap secara keseluruhan pada semua dimensi memiliki nilai negatif, seperti terdapat pada dimensi assurance 2 yang memiliki nilai terendah yaitu perawat melayani dengan sopan, ramah dan terampil dalam melaksanakan tugasnya, nilai yang rendah menunjukkan bahwa apa yang diharapkan pasien belum sepenuhnya sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pasien.
PEMILIHAN SUPPLIER KEDELAI DENGAN MENGGUNAKAN METODE AHP (ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS) DI UD. PQRS Munawarah, Zahira; Zakaria, Muhammad; Bakhtiar, Bakhtiar
Industrial Engineering Journal Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v12i2.1118

Abstract

UD. PQRS merupakan usaha yang bergerak dibidang produksi tempe. Bahan baku utama yang digunakan yaitu kedelai. Persaingan di dunia industri semakin sengit seiring berjalannya waktu, hal ini membuat para pelaku usaha memiliki target untuk memenuhi keinginan konsumen agar semakin banyak peminatnya, sehingga proses produksi dari suatu usaha dapat semakin berkembang. Pada persaingan antar pelaku usaha, tentu hal terpenting dan sangat berpengaruh dalam suatu kegiatan proses produksi adalah adanya ketersediaan bahan baku.Dalam proses pemesanan kedelai dari supplier yang ada, usaha pernah mengalami keterlambatan pengiriman bahan baku hingga 2 hari, harga yang kompetitif, kualitas kedelai yang dikirim tidak sesuai harapan dan jumlah bahan baku yang dikirim tidak sesuai pesanan. Permasalahan-permasalahan tersebut dapat mengakibatkan terhambatnya kegiatan proses produksi dan tidak berjalan secara optimal, dengan demikian perusahaan diharapkan lebih selektif dalam menentukan supplier sebagai mitra dalam berbisnis. Pemilihan Supplier merupakan permasalahan bersifat kompleks dengan multi-kriteria yang meliputi faktor-faktor kuantitatif dan kualitatif. Metode yang dapat digunakan untuk pemilihan Supplier yaitu AHP (Analytical Hierarchy Process). Faktor-faktor yang dipertimbangkan oleh perusahaan ini yaitu harga, kualitas, pengiriman dan feedback. AHP digunakan untuk memberikan usulan prioritas supplier yang tepat untuk memenuhi kebutuhan baku baku utama di UD. PQRS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prioritas Supplier kedelai utama yaitu PT. A dengan nilai bobot 0,30, kemudian prioritas kedua yaitu PT. D dengan nilai bobot 0,28, kemudian PT. C dengan nilai bobot 0,24 dan yang terakhir yaitu PT. B dengan nilai bobot 0,18. Berdasarkan hasil perhitungan pemilihan Supplier kedelai didapat hasil bahwa bobot memiliki nilai CR tidak >10%, sehingga perhitungan yang dihasilkan telah konsisten dan valid.
ANALISIS PENJADWALAN PERSEDIAN BAHAN KIMIA BOILER COMPOUND; KALGEN-121 MENGGUNAKAN METODE MATERIAL REQUIREMEN PLANNING DI PT PUPUK ISKANDAR MUDA Bakhtiar, Bakhtiar; Aini, Aini
Industrial Engineering Journal Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v12i2.1119

Abstract

PT Pupuk Iskandar Muda atau biasa disebut PT PIM adalah anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang industri kimia khususnya memproduksi pupuk urea , amoniak , NPK dan Polivit. Dalam menjalankan produksinya, PT Pupuk Iskandar Muda sering mengalami kekurangan atau pun kelebihan bahan baku terutama pada material Boiler Compound;Kalgen-121. Hal ini terjadi karena masih dilakukan berdasarkan perkiraan dan tidak berdasarkan perhitungan pasti kebutuhan bahan baku yang akan digunakan di lapangan. MRP (Material Requirement Planning) adalah suatu konsep yang membahas cara yang tepat dalam perencanaan kebutuhan barang dalam proses produksi, sehingga barang yang dibutuhkan dapat tersedia sesuai dengan yang direncanakan. penggunaan metode material requirement planning untuk mendapatkan biaya optimum dalam persediaan bahan baku. Dalam suatu proses MRP, terdapat berbagai macam penentuan teknik lot sizing yang diterapkan, sebab proses lotting ini merupakan salah satu fundamen yang penting dalam suatu sistem rencana kebutuhan bahan. Adapun teknik lot sizing yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik economic order quantity. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa jumlah pembelian untuk bahan baku material Boiler Compound;Kalgen-121 menggunakan economic order quantity biaya set up yang dikeluarkan adalah Rp. 273.600,83 sedangkan biaya penyimpanan yang dikeluarkan adalah Rp. 274.196,475 sehingga total biaya yang dihasilkan adalah Rp. 547.797.308.
Analisia Supply Chain Operations Reference dan Keputusan Pemilihan Pemasok Pertambangan Material Dengan Metode AHP Di PT. XYZ Alda, Syahnaz; Zakaria, Muhammad; Syukriah, Syukriah; Fadilla, Meutia
Industrial Engineering Journal Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v12i2.1121

Abstract

Pemilihan pemasok sangat penting dalam aktivitas pembelian bagi perusahaan, dimana aktivitas pembelian merupakan aktivitas yang memiliki nilai penting bagi perusahaan karena pembelian komponen, bahan baku, dan persediaan mepresentasikan porsi yang cukup besar pada produk jadinya. perusahaan masih sering menghadapi masalah keterlambatan pasokan bahan baku atau sering kehabisan bahan baku. Akibatnya perusahaan sering tidak mampu memenuhi target produksi yang diharapkan. Kurangnya transportasi untuk mengangkut material, tenaga terampil dan pelengkapan menjadi penyebab keterlambatan juga. Supply Chain adalah jaringan perusahaan termasuk supplier, pabrik, distributor, toko atau ritel yang bekerja untuk menciptakan dan menghantarkan produk ke tangan pemakai akhir. serta perusahaan-perusahaan pendukung seperti perusahaan jasa logistik. Dari banyaknya pemasok atau supplier yang memasok barang ke PT.XYZ yang dapat mengakibatkan masalah dalam pengambilan keputusan pemilihan supplier mana yang paling banyak diminati oleh konsumen. Maka alternatif paling tinggi dan jenis terbanyak peminatnya yaitu Toko DD dengan nilai bobot 0,3027, peringgkat kedua PT.AA dengan nilai bobot 0,2979, ketiga PT.BB dengan nilai bobot 0,2958 dan ke empat CV. CC dengan nilai bobot 0,2945. Dapat disimpulkan bahwa pengukuran kinerja pemasok atau Supplier dengan metode AHP memperoleh hasil yaitu PT.AA dengan nilai bobot 0,2979, PT.Pembangunan Perumahan dengan nilai bobot 0,2958, CV. CC dengan nilai bobot 0,2945, Toko DD dengan nilai bobot 0,3027. Sesuai dengan kriteria QCDS maka pemasok yang layak dipilih adalah pemasok dengan bobot tertinggi yaitu Toko DD dengan nilai 0,3027.
PENINGKATAN EFEKTIVITAS MESIN MENGGUNAKAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DAN FAULT TREE ANALYSIS (FTA) (STUDI KASUS: MESIN ROLL FORMING DI MEGA BAJA, SURABAYA) Nugraha, Bayu Setia
Industrial Engineering Journal Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v12i2.1125

Abstract

Mesin roll forming merupakan mesin yang di pakai untuk pembengkokan roll dari bahan baja di Mega Baja, Surabaya yang memiliki frekuensi kendala yang tinggi sehingga mengakibatkan adanya downtime pada proses produksi sehingga menjadi tidak efektif karena adanya penurunan produktivitas. Berdasarkan masalah yang ada, maka perlu adanya pengukuran efektivitas mesin untuk mengetahui penyebab dan kemudian dirumuskan menjadi usulan perbaikan. Pengukuran yang digunakan ialah dengan metode Overall Equipment Effectiveness OEE dan Fault Tree Analysis FTA serta mencari tahu nilai dari six big losses. Dalam hasil penelitian ini diperoleh nilai rata-rata OEE sebesar 61,77% yang masih di bawah standar global yaitu 85%. Losses yang paling berpengaruh terdapat pada reduced speed losses dengan presentase rata-rata 33,20% dan total nilai presentase 199,19%, total time losses 19.460,88 menit dengan rata-rata 3.243,48 menit. Idling and minor stoppage losses nilai presentase rata-rata 4,88% dengan total presentase 29,26%, total time losses 2.820,38 menit dengan rata-rata 470,06 menit. Process defect losses nilai presentase rata-rata 2,03% dengan total presentase 12,16%, total time losses 1.180,70 menit dengan rata-rata 196,78 menit. Penyebab kurangnya nilai efektivitas dipengaruhi oleh faktor mesin, manusia, dan material.
ANALISIS KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DENGAN MENGGUNAKAN METODE TEORIYA RESHENIYA IZOBTATELSKIKH ZADACT (TRIZ) DI RUMAH SAKIT UMUM PQR Putri, Adelia; Zakaria, Muhammad; Sayuti, Muhammad
Industrial Engineering Journal Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v12i2.1131

Abstract

Kualitas pelayanan berpusat pada upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan pelanggan serta ketepatan penyampaiannya untuk menyeimbangi harapan pelanggan. Rumah sakit sebagai institusi yang bergerak di bidang pelayanan kasehatan mengalami perubahan pada awal perkembangannya dan lembaga yang berfungsi sosial. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis tingkat kepuasan pasien rawat inap pada rumah sakit. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan 96 kuisioner kepada pasien rawat inap dan dilakukan perhitungan dengan metode Teoriya Resheniya Izobstatelskikh Zadact (TRIZ) yang bertujuan untuk mengetahui GAP analisis yang terjadi antara kepuasan atau harapan Konsumen dengan kinerja yang telah diberikan oleh pihak rumah sakit. Dengan metode Teoriya Resheniya Izobstatelskikh Zadact (TRIZ) yang bertujuan untuk mengidentifikasi usulan perbaikan yang menjadi prioritas pada pelayanan rumah sakit untuk menjaga kualitas pelayanan pada penggunaanya kedalam diagram Kontradiksi. Dari hasil metode Teoriya Resheniya Izobstatelskikh Zadact (TRIZ) mendapatkan tingkat kesesuaian pada 5 yaitu atribut T2, T4, E1, T1, RP1 dan menunjukan ada 5 atribut pelayanan dalam kategori RB2, RB1, A2, A1 dan T3 butuh perbaikan. Serta pada diagram Kontradiksi dari 10 atribut pelayanan terdapat 5 atribut yang menjadi priotitas utama dalam usulan perbaikan untuk dapat mempertahankan tingkat kepuasan pasien rawat inap pada Rumah Sakit Umum PQR.
KUALITAS PELAYANAN TERHADAP PELANGGAN PADA PT. POS INDONESIA (PERSERO) KOTA LHOKSEUMAWE Hariani, Leni; Sayuti, M; Amri, A
Industrial Engineering Journal Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v12i2.1134

Abstract

PT. Pos Indonesia (Persero) Kota Lhokseumawe merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang pelayanan jasa yang melayani pelayanan pos, penerimaan barang, pengiriman barang, penerimaan aplikasi paspor, wasel dan melaukan berbagai macam pembayaran dan menjual benda pos seperti perangko, materai dan masih banyak lainnya. dari hasil observasi awal yang dilakukan PT. Pos Lhokseumawe banyak pengaduandari pengguna atas pelayanan jasa yang diberikan oleh pihak Pos. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui layanan serta bagaimana tingkat kepuasan atas layanan yang diberikan PT. Pos Kota Lhokseumawe apakah sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan. Dari hasil penyebaran kuesioner dan perhitungan indeks PGCV bahwa 16 item yang digunakan sebagai alat ukur menunjukan bahwa 7 item sudah memenuhi standar pelayanan, sementara 9 lainnya belum memenuhi standar seperti pada atribut X12, X15, X17, X16, X11, X6, X9 dan X8. Dilihat dari  lima dimensi kualitas pelayanan terdapat perbedaan antara kepuasan dan kepentingan yang bernilai negatif dan kurang dari satu. Hal ini menunjukan bahwa tingkat kualitas yang diberikan masih rendah.Kata kunci: Kualitas, Pelayanan, Potential Gain in Customer Value (PGCV), PT. Pos Indonesia
ANALISIS PENGENDALIAN KEHILANGAN MINYAK (OIL LOSSES) PADA CRUDE PALM OIL (CPO) MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA Prima Ranika, Angela; Meutia, Sri; Irwansyah, Defi
Industrial Engineering Journal Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v12i2.1137

Abstract

PT. Blang Ketumba merupakan Industri yang bergerak pada bidang pertanian dan pengolahan kelapa sawit dimana perusahaan tersebut menghasilkan CPO/Crude palm oil dan kernel. Pihak perusahaan memiliki target maksimum oil lossespada proses produksi yaitu pada stasiun sterilizer 1%, stasiun bantingan 3%, stasiun ampas kempa 5% dan stasiun pemurnian 1%. Dari beberapa stasiun tersebut berdasarkan data, diperoleh oil lossesmelebihi batas yang telah ditetapkan yang mengakibatkan berkurangnya perolehan rendemen minyak. Tujuan dari penelitian ini untuk menekan kehilangan minyak sebagai usulan perbaikan serta melihat kerugian secara finansial akibat kehilangan minyak. Dalam penelitian ini menggunakan metode six sigma dengan menggunakan konsep defene, measure, analyse, dan improve  untuk mengendalikan kehilangan minyak dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk melihat faktor penyebab masalah yang menjadi prioritas perbaikan berdasarkan nilai RPN tertinggi dengan menggunakan variabel FMEA yaitu severity, occurrence dan detection. Hasil penelitian menunjukkan nilai DPMO diperoleh sebesar 24800,96 dan untuk nilai sigma sebesar 3,46 dimana nilai sigma tersebut menunjukkan bahwa perusahaan berada dalam rata-rata industri indonesia serta kapabilitas proses (Cp) pada setiap stasiun menunjukkan nilai sebesar 1,00 yang berarti kapabilitas proses berjalan dengan baik, namun masih perlu pengendalian yang ketat, sehingga perlu ditingkatkan performansinya melalui perbaikan pada proses tersebut. Pada metode FMEA diperoleh tiga nilai RPN tertinggi penyebab masalah yang menjadi prioritas perbaikan yaitu pada stasiun pemurnian minyak sebesar 105 dan sterilizer yaitu tekanan yang tinggi dan lama waktu perebusan berturut-turut sebesar 98 dan 84. Untuk kuantitas losses minyak pada periode November 2022 dimana minyak yang seharusnya diperoleh ikut terbawa pada proses menimbulkan kehilangan sebesar Rp. 61.280.276.
Identifikasi Pengaruh Marketing Mix Terhadap Peningkatan Pelanggan Pada PT. Pos Indonesia Meutia, Sri; Anshar, Khairul; Nufus, Ukhwatul
Industrial Engineering Journal Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v12i2.1142

Abstract

PT. Pos Indonesia ialah perusahaan yang beropersional pada bagian jasa. Pos Indonesia membagi operasionalnya menjadi dua bagian: Usaha Bisnis Surat Paket (BPS) dan Jasa Keuangan (Jaskug). Usaha logistik surat dan parsel dibagi menjadi tiga bagian, yaitu surat domestik, surat internasional, dan logistik. Usaha jasa keuangan meliputi Pospay, Weselpos, Pos Giro, Saluran Penyaluran Dana dan Perbankan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak bauran pemasaran (penetapan harga, produk/jasa, situs, dan promosi) terhadap PT. Perluasan basis pelanggan Pos Indonesia dan identifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap perluasan tersebut. Penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif dengan menganalisis data primer yang dikumpulkan dari survei yang dilakukan kepada klien PT. Pengambilan sampel secara sengaja menghasilkan 100 tanggapan untuk divisi Bisnis Paket Surat Pos Indonesia. Uji instrumental, uji hipotesis klasik, uji linier multivariat, dan uji statistik digunakan untuk mengolah dan menganalisis data pada SPSS versi 16. Penelitian ini menemukan bahwa pengaruh variabel independen (harga, produk, situs, dan promosi) terhadap variabel dependen variabel penjelas (Y) sama besarnya dengan variabel penjelas lainnya (26,4%). Uji F menunjukkan bahwa faktor independen (Harga, Produk, Lokasi, Promosi) semuanya mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan jumlah konsumen, dengan Fhitung > Ftabel = 69,175 > 2,46. Harga, produk/jasa, lokasi, dan promosi semuanya memiliki nilai thitung lebih besar dari ttabel yang ditunjukkan dengan uji t. Oleh karena itu, variabel Produk (X2) merupakan variabel yang paling penting dengan tingkat signifikansi 0,000<0,05.

Page 1 of 1 | Total Record : 9