cover
Contact Name
Fatrica Syafri
Contact Email
alfitrah@iainbengkulu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alfitrah@iainbengkulu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education
ISSN : 25992287     EISSN : 2622335X     DOI : -
Core Subject : Education,
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Institut Agama Islam Negeri (IAIN) BengkuluJurnal ini berisi tentang pendidikan anak usia dini prespektif pendidikan islam. Jurnal ini telah memiliki ISSN : 2599-2287 (Print) dan ISSN : 2622-335X (Online). Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun pada bulan Januari dan Juli. Jurnal ini berisi tentang pendidikan anak usia dini prespektif pendidikan islam.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2020)" : 9 Documents clear
KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PAUD HARAPAN BUNDA KOTA BENGKULU Sarjono Sarjono
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/alfitrah.v3i2.3788

Abstract

AbstrakIndikator kompetensi pedagogik guru PAUD yang dikembangakan oleh Kemendiknas meliputi: pertama,  menguasi karaktristik peserta didik, Kedua, menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik, Ketiga, pengembangan kurikulum, Keempat, kegiatan pembelajaran yang mendidik, Kelima, pengembangan potensi peserta didik, Keenam, komunikasi dengan peserta didik, Ketujuh, Penilaian dan evaluasi. Maka dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi pedagogik guru PAUD Harapan Bunda Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini merupakan penelitian field research (lapangan), dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru PAUD bidang penguasaan karaktristik peserta didik yaitu sebagai berikut: 0% tidak baik, 10% kurang baik, 48% baik, dan 42% sangat baik. Ternyata guru yang menguasi teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik  yaitu sebagai berikut: 0% tidak baik, 5% kurang baik, 46,7% baik, dan 48,3% sangat baik. maka kompetensi  guru PAUD pada pengembangan kurikulum dengan nilai rata-rata sebagai berikut: 0% tidak baik, 5% kurang baik, 40% baik, dan 55% sangat baik. Rata-rata kompetensi pedagogik guru dalam kegiatan pembelajaran yang mendidik yaitu sebagai berikut : 0% tidak baik, 6% kurang baik, 43% baik, dan 51% sangat baik. Rata-rata kompetensi pedagogik guru bidang pengembangan potensi peserta didik yaitu: : 0% tidak baik, 5% kurang baik, 50% baik, dan 45% sangat baik. bidang komunikasi dengan peserta didik dengan rata-rata nilai dan kategori sebagai berikut : 0% tidak baik; 2% kurang baik; 45% baik; dan 53% sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa guru PAUD sudah melakukan komunikasi dengan peserta didik secara baik. nilai rata-rata  bagian penilaian dan evaluasi menunjukkan sebagai berikut:  0% tidak baik, 8% kurang baik, 43% baik, dan 49% sangat baik. Kata Kunci: Kompetensi, Pedagogik, Guru PAUD
MEMAKSIMALKAN PERKEMBANGAN DAN POTENSI OTAK ANAK SEJAK DINI Elly Agustina
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/alfitrah.v3i2.3793

Abstract

Otak merupakan potensi luar biasa yang dianugerahkan oleh Allah SWT untuk manusia. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal maka seyogyanya sedari awal proses pembentukannya otak mendapat perlakuan istimewa. Orangtua dan guru harusnya dapat memaksimalkan perkembangan otak anak yang pesat pada masa The Golden Age. Merancang stimulus yang tepat untuk perkembangannnya, sehingga potensi otak anak dapat dimaksimalkan sebaik mungkin.  Kata Kunci : Perkembangan dan Potensi Otak
MEDIA PEMBELAJARAN KOSENTAQ DAN KECERDASAN SPIRITUAL ANAK USIA DINI Mira Arianti; Husnul Bahri; Fatrima Santri Syafri
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/alfitrah.v3i2.3789

Abstract

Anak usia dini adalah anak yang di sebut masa keemasan karena di usia mereka daya pikir atau daya ingatnya masih sangat  tangkas. golden age atau masa kemasan,  dimana pada ini hampir seluruh potensi anak mengalami masa tumbuh kembang yang cepat.pada masa perkembangan disetiap anak berbeda-beda karena setiap individu memiliki potensi perkembangannya masing-masing. Dari hasil, pengamatan peneliti memperoleh data informasi bahwa media pembelajaran yang digunakan guru masih kurang dimaksimalkan dengan baik. Guru cenderung mengajak bermain pada permainan yang itu-itu saja misalnya menyusun balok, sehingga membuat anak merasa cepat bosan. Selanjutnya kemampuan spiritual anak masih kurang, ini dibuktikan dengan hapalan huruf hijayiah dan doa sehari-hari.Tujuan penelitian ini, Mengetahui proses pembuatan Media Pembelajaran Kosentaq Untuk Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Anak Usia 5 – 6 ’’dalam Belajar Ibadah kemudian mengetahui validitas produk  media pembelajaran kosentaq (kotak sentra imtaq) pada anak untuk pembelajaran sehari-hari,  Media pembelajaran kosentaq ini sudah valid dengan nilai rata-rata kevalidan berdasarkan tiga orang ahli 87% Artinya hal itu juga menunjukan bahwa media kosentaq dikatakan valid dan membuat pembelajaran menjadi menyenangkan dan menarik bagi siswa Kata Kunci : Media, Kosentaq.  AbstractEarly childhood is what is called the golden age because at their age their thinking or memory is still very agile. golden age or packaging period, where at this time almost all potential children experience a period of rapid growth and development. During the development period, each child is different because each individual has their own development potential. From the results, the researchers' observations obtained information data that the learning media used by the teacher were not maximized properly. The teacher tends to ask him to play the same game, for example arranging blocks, so that it makes children feel bored quickly. Furthermore, the spiritual abilities of children are still lacking, this is evidenced by memorizing hijayiah letters and daily prayers. The purpose of this research is to know the process of making Kosentaq Learning Media to Improve Spiritual Intelligence of Children aged 5 - 6 'in Learning Worship then knowing the validity of the kosentaq learning media product. (IMTAQ center box) in children for daily learning, this KOSENTAQ learning media is valid with an average value of validity based on three experts 87% This means that it also shows that the kosentaq media is said to be falid and makes learning fun and interesting for students. Keywords: Media, Kosentaq.
SENI TARI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI USIA 5-6 TAHUN Eva Dwi Lestari; Asiyah Asiyah
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/alfitrah.v3i2.3794

Abstract

Kecerdasan Motorik adalah segala sesuatu yang ada hubungannya dengan gerakan-gerakan tubuh yang didalamnya terdapat tiga unsur yang menentukannya yaitu otot, syaraf dan otak. Motorik kasar anak adalah gerakan tubuh yang menggunakan otototot besar dan seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri. Motorik kasar ini merupakan bagian dari aktivitas atau keterlampilan dari otot-otot besar. Sehingga dengan bertambahnya usia anak, maka kematangan syaraf dan otot anak berkembang pula. Salah satu cara dalam mengembangkan kecerdasan motorik kasar adalah melalui seni tari. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengembangan seni tari untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia 5-6 tahun, apakah pengembangan seni tari dapat meningkatkan motorik kasar anak usia 5-6 tahun, bagaimana hasil penerapan seni tari untuk meningkatkan motorik kasar pada anak usia 5-6 tahun. Tujuan penelitian yaitu mengetahui bagaimana pengembangan seni tari untuk meningkatkan motorik kasar anak usia 5-6 tahun, mengetahui apakah pengembangan seni tari dapat meningkatkan motorik kasar anak usia 5-6 tahun, mengetahui bagaimana hasil penerapan seni tari untuk meningkatkan motorik kasar pada anak usia 5-6 tahun. Jenis penelitian dalam skripsi ini yaitu penelitian pengembangan atau research and development. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu instrument tahap pra pengembangan (observasi, angket, dokumentasi) dan instrument tahap pengembangan (lembar observasi kemampuan motorik kasar anak usia 5-6 tahun, format validasi produk, dokumentasi). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan persentase nilai motorik kasar anak usia 5-6 tahun yang awalnya 41, 94% meningkat menjadi 66, 94%. Dalam hal ini berarti terjadi peningkatan sebesar 25% dari pengembangan seni tari yang sudah di uji cobakan. Peningkatan yang terjadi juga menunjukkan bahwa seni tari efektif dilakukan untuk meningkatkan motorik kasar anak usia dini pada usia 5-6 tahun di PAUD Machita Kota Bengkulu.Kata kunci: Seni tari, Motorik kasar  AbstractMotor Intelligence is everything that has to do with body movements in which there are three elements that determine it, namely muscles, nerves and brain. The gross motor child is a body movement that uses large muscles and all members of the body that are affected by the child's own maturity. These gross motor skills are part of the activity or skills of large muscles. So as a child ages, the child's nerve and muscle maturity develops as well. One way to develop gross motor intelligence is through dance. The formulation of the problem in this study is how the development of dance to improve the gross motor skills of children aged 5-6 years, whether the development of dance can improve the gross motor skills of children aged 5-6 years, how the results of the application of dance to improve gross motor skills in children aged 5 -6 years. The research objective is to find out how the development of dance to improve gross motor skills of children aged 5-6 years, find out whether the development of dance can improve gross motor skills of children aged 5-6 years, know how the results of the application of dance to improve gross motor skills in children aged 5- 6 years. The type of research in this thesis is research development or research and development. Data collection techniques used were the pre-development stage instrument (observation, questionnaire, documentation) and the instrument development stage (observation sheet of gross motor skills of children aged 5-6 years, product validation format, documentation). Based on the results of the study it can be concluded that an increase in the percentage of gross motor grades of children aged 5-6 years which initially 41, 94% increased to 66, 94%. In this case it means an increase of 25% from the development of dance that has been tested. The increase also shows that effective dance is done to improve the gross motor skills of young children at the age of 5-6 years in PAUD Machita, Bengkulu City. Keywords: Dance, gross motoric
KECERDASAN MAJEMUK (MULTIPLE INTELLIGENCES) ANAK USIA DINI MENURUT HOWARD GARDNER DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Fitria Fitria; Leny Marlina
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/alfitrah.v3i2.3790

Abstract

Selama ini pendidikan hanya menilai kecerdasan pada satu dimensi kecerdasan. Anak dapat dikatakan cerdas apabila ia memiliki prestasi akademik yang tinggi berdasarkan penggunaan tes IQ (intelligence qoutient). Pandangan ini hanya menekankan pada satu atau dua kecerdasan saja yakni kecerdasan linguistik dan logika-matematis. Kecerdasan tidaklah dapat diukur hanya berdasarkan pada tes kecerdasan akademik atau IQ saja, melainkan dengan melihat kemampuan seseorang dalam menyelesaikan setiap permasalahan (problem solving) dan kemampuan dalam menciptakan produk baru yang memiliki nilai budaya (creativity). Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan bentuk deskriptif analisis yaitu dengan mendeskripsikan dan menganalisa teori dari berbagai sumber referensi untuk mengetahui bagaimana kecerdasan majemuk (multiple intelligences)anak usia dini menurut Howard Gardner dalam perspektif pendidikan Islam dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa: (1) Setiap anak memiliki potensi kecerdasan yang beragam. Potensi ini dibawa anak sejak lahir yakni meliputi kecerdasan linguistik, logika-matematis, visual spasial, musikal, kinestetik, interpersonal, intrapersonal, naturalis, dan eksistensial. (2) Dalam pandangan pendidikan Islam prinsip utama dalam pendidikan ialah  pendidikan holistik dengan mengembangakan keseluruhan potensi anak. Dalam pendidikan Islam  Allah SWT ternyata telah mengisyaratkan bahwa kecerdasan majemuk (multiple intelligence) ini sudah tertera dalam berbagai ayat Al-Qur’an dan hadist yang didalamnya memotivasi agar manusia memiliki kecerdasan.Kata Kunci : Kecerdasan Majemuk Howard Gardner, Pendidikan Islam
INTERAKSI TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU SOSIAL Ahasty Putri Pratiwi; Nurlaili Nurlaili; Ahmad Syarifin
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/alfitrah.v3i2.3786

Abstract

Intensitas interaksi teman sebaya merupakan suatu keadaan tingkatan atau ukuran intensnya, hubungan antara individu satu dengan yang lain, individu satu dapat mempengaruhi individu yang lain atau sebaliknya, jadi terdapat adanya hubungan timbal balik. Dalam interaksi sosial kemungkinan individu dapat menyesuaikan dengan yang lain atau sebaliknya. Di Desa Giri Kencana RT 03 RW 04, masih terdapat anak yang memiliki perilaku sosial yang kurang baik. Adapun yang permasalahan dalam penelitian ini yaitu adakah hubungan Intensitas interaksi teman sebaya dengan perilaku sosial pada anak usia 5-8 tahun Di Desa Giri Kencana RT 03 RW 04 Kecamatan Ketahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas interaksi teman sebaya dengan perilaku sosial pada anak usia 5-8 tahun Di Desa Giri Kencana RT 03 RW 04 Kecamatan Ketahun. Penelitian yang digunakan yakni penelitian kuantitatif korelasi dengan menggunakan rumus product moment. Adapun anak usia dini yang menjadi populasi pada penelitian ini yaitu 20 anak dan yang menjadi sampel pada penelitian ini sebanyak 16 anak  yang memiliki usia 5-8 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan anatara intensitas teman sebaya dengan perilaku sosial anak 5-8 tahun, berdasarkan hasil yang diperoleh r sebesar 0,759, sedangkan dalam taraf signifikasi 5% sebesar 0,497. Hal ini menunjukkan bahwa   ˃ . Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Ho ditolak, dan Ha diterima. Kontribusi variabel intensitas intearksi teman sebaya X terhadap perilaku sosial anak Y adalah 57,608% Kata Kunci : Intensitas interaksi teman sebaya, perilaku sosial 
MODEL PENGEMBANGAN PEMBINAAN PROFESI GUNA PENINGKATAN KOMPETENSI PENILIK Siti Hasana
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/alfitrah.v3i2.3791

Abstract

Penilik adalah jabatan fungsional keahlian termasuk dalam rumpun tenagakependidikan lainnya yang diberi tugas, tanggungjawab, wewenang, dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang (Bupati/Walikota). Dalam perkembangan kariernya penilik ditentukan oleh angka kredit yang dapat di peroleh melalui berbagai pengembangan profesi, salah satunya mendampingi satuan pendidikan dalam mengembangkan lembaga. Penelitian ini dilakukan merupakan model pengembangan profesi penilik berupa pembinaan kepada satuan pendidikan di Pendidikan Nonformal yaitu guru PAUD. Model pengembangan tersebut dapat meningkatkan kompetensi penilik dalam menjalankan tugas dan wewenang.  Kata Kunci : Penilik, Kompetensi, Pembinaan
PENGENALAN COVID-19 PADA ANAK USIA DINI DITINJAU DARI PENDIDIKAN HADITS Mawaddah Ulya; Muhammad Alfatih Suryadilaga
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/alfitrah.v3i2.3787

Abstract

Perkembangan implementasi Hadis sangat dirasakan kebermanfaatannya disemua kalangan khususnya pemelik agama Islam. Semua aktivitas dalam kehidupan sehari-hari diatur didalamnya dan apabila hadsit tersebut diterapkan maka akan mendapat keuntungan baik yang bersifat nyata yaitu memudahkan urusannya maupun keuntungan moril yang bersifat tidak nyata yaitu mendekatkan diri kepada sang pencipta dan pahala bagi yang melaksanakan. Sebagaimana pandemik yang terjadi di dunia saat ini khususnya Indonesia, penyebaran COVID-19 yang menjadi permasalahan diseluruh sektor yang terdapat disuatu negara, termasuk pada sektor pendidikan yang, mengahruskan pola pendidikan yang biasanya dilakukan di sekolah atau kampus dengan seluruh aktivitasnya   sekarang berganti fungsi ke rumah. Dalam pandemik ini akan tidak mudah bagi kita untuk menjalankan semua aktivitas dengan pola baru, akan tetapi hal ini akan menjadi mudah jika peran orang tua siap untuk mengisi keresahan yang jika tidak diatasi maka akan menghentikan seluruh aktivitas peserta didik. Terkhusus pengajaran pada anak usia ini yang harus dengan intens melakukan pembelajaran kepada anak dirumah. Pembelajaran untuk anak usia dini selama masa pandemik tidak dikhususkan pada materi-materi yang biasa diberikan disekolah akan tetapi cukup dengan pemberian pemahaman mengenai wabah yang sedang terjadi sekarang dan cara penanganannya. Hadis yang diajarkan oleh Rasululllah SAW yaitu Hadis jagalah kebersihan menjadi salah satu pembelajaran yang bisa diterapkan kepada anak usia dini, dengan menjelaskan Hadis tersebut dan implementasi kebersihan tersebut dalam menjawab problematika yang dihadapi anak pada masa pandemik ini.Kata Kunci: COVID-19, Anak usia Dini, Pendidikan Hadits
PERMAINAN PAPINKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG ANAK USIA 5-6 TAHUN Virda Mirantika; Fatrica Syafri; Buyung Surahman
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/alfitrah.v3i2.3792

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi kemampuan berhitung permulaan pada anak di PAUD Nadilah masih rendah. Hal ini disebabkan oleh peran guru dalam menerapkan strategi dan metode mangajar guru yang masih konvensional saat pembelajaran. Oleh karenanya diperlukan strategi atau metode permainan yang tepat untuk bisa mengajak anak menjadi fokus dalam memperhatikan guru dalam kegiatan belajar.  Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengembangan R&D. Metode penelitian pengembangan yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat penulis simpulkan bahwa   Proses penelitian dan pengembangan media pembelajaran Papan Pintar Angka (Papinka) terhadap kemampuan berhitung anak usia 5-6 tahun anak usia dini di Desa Padang Guci Hilir telah menghasilkan sebuah produk yang telah divalidasikan dan sudah dinilai oleh para ahli dan sudah memperoleh kategori sangat baik oleh ahli guru praktik. Dan sehingga dapat disimpulkan produk yang dikembangkan dalam penelitian ini sudah layak untuk digunakan. Pengembangan media ini sangat baik sesudah anak melakukan atau diberikan kegiatan bermain Papan Pintar Angka (Papinka)  ini oleh peneliti anak-anak diberikan sebuah media pembelajaran ini anak-anak dapat bersosial, berinteraksi dan dapat melatih kemampuan berhitung anak usia 5-6 tahun anak dan disana dapat kita lihat bahwasanya anak sudah terlihat baik dalam melakukan permainan Papan Pintar Angka (Papinka)  terhadap kemampuan berhitung anak usia 5-6 tahunnya dan disana didalam pre-test anak mendapatkan pengembangan dengan nilai 32,28 % dalam kategori Mulai Berkembang sedangkan hasil dari post-testnya anak mendapatkan pengembangan dengan nilai 82,85 % dapat kita simpulkan bahwasanya permainan ini sudah layak sekali digunakan dengan anak usia dini dalam pengembangan terhadap kemampuan berhitung anak usia 5-6 tahun. Kata Kunci : Kemampuan Berhitung, Media Pembelajaran, Papan Pintar Angka,

Page 1 of 1 | Total Record : 9