cover
Contact Name
Agusri Fauzan
Contact Email
agusri.fauzan@iainbengkulu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
elafkar@iainbengkulu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
EL-AFKAR : Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis
ISSN : 25025384     EISSN : 26852918     DOI : -
Core Subject : Religion,
El-Afkar adalah jurnal Ilmiah yang diterbitkan untuk mengakomodir ide, gagasan serta pemikiran Keislaman bagi seluruh Dosen di Lingkungan IAIN Bengkulu secara umum. Meskipun demikian, nuasa dan trade mark yang akan diciptakan nantinya serta menjadi core identitynya adalah kajian ilmu ke-Ushuluddin-an khususya yang berkaitan dengan pemikiran, filsafat Islam, dan Tafsir Hadis.
Arjuna Subject : -
Articles 151 Documents
SISTEM POLITIK ISLAM DAN SEKULER (Maududi Dan Ali Abd Al-Rizq) Maryam Maryam
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 5, No 1 (2016): Juni
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.765 KB) | DOI: 10.29300/jpkth.v5i1.1126

Abstract

Memahami perbandingan sistem politik Islam yang dimiliki oleh para politisi muslim pada masa modern dengan sistem politik sekuler yang dilakukan oleh barat, maka kita sulit untuk menemukan keduanya pada suatu titik yang sama, dikarenakan keduanya merupakan pikiran-pikiran tentang politik dengan berangkat dari sebuah pemahaman yang berbeda atau dari sudut pandang yang sangat berbeda. Tulisan ini berusaha mengetengahkan pemikiran politik Islam yang dimulai dari Maududi, Ali Abdul Raziq politisi Islam yang dekat dengan sistem politik, sekuler itu sendiri kedua tokoh tersebut juga merupakan tokoh fundamentalis diwakili oleh Maududi dan Raziq bercorak sekuler. 
IBNU RUSYD (AVERROISME) DAN PENGARUHNYA DIBARAT Rossi Delta Fitrianah
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 7, No 1 (2018): Juni
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.685 KB) | DOI: 10.29300/jpkth.v7i1.1584

Abstract

Pengaruh Ibnu Rusyd tidak secara langsung tetapi melalui murid-muridnya dari Eropa yang belajar di Spanyol dan mereka ini dikenal dengan Averoissme. Averoissme memiliki pandangan tertentu tentang hubungan Bahasa Falsafat dan Bahasa Agama dan pandangan ini berakar pada pemikiran Ibnu Rusyd. pemikiran Ibn Rusyd berkembang menjadi suatu gerakan Averroisme yang pengaruhnya ke Barat lebih besar dibandingkan filosof-filosof musim lainnya. Ibn Rusyd-lah merupakan tokoh yang paling populer dan dianggap paling berjasa dalam membuka mata peradaban Barat. Oleh karena itu mengkaji dan mempelajari perjalanan hidup dan pemikiran filosof Ibnu Rusydi sangat menarik.
HEDONISME DAN PENGARUHNYA TERHADAP KHALIFAH BANI UMAYYAH Bobbi Aidi Rahman
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 4, No 2 (2015): Desember
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.778 KB) | DOI: 10.29300/jpkth.v4i2.1241

Abstract

Sejarah Dinasti Bani Umayyah tidak bisa dilepaskan dari peristiwa sebelumnya, yakni peritiwa tahkim. Peritiwa tersebut menyebabkan peralihan kekuasan dari Ali Ibn Abi Talib kepada Mu’awiyyah Ibn Abi Sufyan. Perpindahan kekuasaan juga berakibat pada sistem pergantian khalifah, dari sistem (syura) musyawarah kepada sistem monarki. Dan juga perubahan-perubahan kebijakan lainnya yang dilakukan oleh para khalifah Bani Umayyah yang pada masa sebelumnya belum ada. Tulisan ini bertujuan untuk melihat gaya hidup hedonis dan pengaruhnya terhadap para khalifah Umayyah, dimana gaya hidup hedonis akan mempengaruhi kemampuan dan kinerja para khalifah dalam menjalankan roda pemerintahannya. Dan juga watak dan pola serta moral khalifah akan mempengaruhi kebijakan-kebijakan yang dibuatnya. Karena maju dan mundurnya pemerintahan tergantung kepada khalifah.
KRITIK IBNU RUSYD TERHADAP TIGA KERANCUAN BERFIKIR AL- GHAZALI Armin Tedy
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 5, No 1 (2016): Juni
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.354 KB) | DOI: 10.29300/jpkth.v5i1.1117

Abstract

Dalam tulisan ini, penulis mengupas tentang kritik  Ibnu Rusyd terhadap tiga kerancuan filsafat Al-Ghazali, Kritikan terhadap  filsafat  Al-Ghazali tentang  alam adalah qadim (ada tanpa permulaan). Pertama Jawaban Ibnu Rusyd alam qadim yaitu  Tuhan menciptakan alam sudah ada sesuatu disamping Tuhan. Dari sesuatu yang telah ada dan diciptakan Tuhan, itulah Tuhan menciptakan alam. Untuk memperkuat bantahannya Ibn Rusyd mengemukakan beberapa ayat dalam al-Qur’an.  Kedua  Allah tidak mengetahui segi-segi juz’iyyat .  Ketiga tentang kebangkitan jasmani (dari kubur) serta kehidupannya sesudah mati hal tersebut dianggap menyesatkan umat. Dalam rangka menjawab semua kritikan Al-ghazali tersebut Inu Rusyd mengarang Tahaafut al-Tahaafut untuk menentang pemikiran-pemikiran Al-Ghazali dan membela pendapat-pendapat para filosof yang dikritik hujjat al-Islam itu tujuan agar filsafat dapat diterima oleh orang muslim maupun non muslim.
ASBAB NUZUL (Urgensi dan Fungsinya Dalam Penafsiran Ayat Al-Qur`An) Syukraini Ahmad
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 7, No 2 (2018): Desember
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.971 KB) | DOI: 10.29300/jpkth.v7i2.1604

Abstract

Al-Quran sebagai pedoman dan petunjuk bagi manusia terutama bagi orang yang bertaqwa maka perlu dipahami dan ditafsirkan dengan benar dan tepat. Dalam memahami dan menafsirkannya pengetahuan tentang asbab nuzul ayat dinilai sangat penting, terutama ayat-ayat al-Qur`an yang memiliki sabab nuzul. Ini karena seorang mufassir tidak mungkin mengetahui penafsiran suatu ayat Al-Quran tanpa bersandarkan kepada kisah dan penjelasan sebab turunnya. Sedangkan penjelasan sabab nuzul Al-Quran merupakan cara yang kuat dalam memahami dan menafsirkan makna-makna ayat Al-Quran. Di samping itu, sabab nuzul memiliki banyak fungsi yang utama, diantaranya: Mengetahui hikmah pensyariatan hukum, Mengkhususkan hukum, Memastikan makna ayat Al-Qur`an dan menghilangkan kerancuan maknanya, Memahami dan memantapkan wahyu dalam benak setiap orang yang mendengarnya.
TAREKAT MU’TABAROH DI INDONESIA (Studi Tarekat Shiddiqiyyah dan Ajarannya) Armin Tedy
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 6, No 1 (2017): Juni
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.703 KB) | DOI: 10.29300/jpkth.v1i6.1224

Abstract

Sufisme dan Tarekat merupakan wacana dan praktik keagamaan yang cukup popular di Indonesia. Bahkan akhir-akhir ini kecenderungan sufistik telah menjangkau kehidupan masyarakat kelas menengah sampai masyarakat kelas atas (elite) dengan angka pertumbuhan yang cukup signifikan terutama di daerah perkotaan. Tampaknya gejala gaya hidup ala sufistik mulai digandrungi sebagian orang yang selama ini dianggap bertentangan dengan kondisi dan gaya hidup mereka (perkotaan). Gejala ini bisa jadi sebagai bentuk pemenuhan unsur spiritual yang belum juga terpenuhi oleh ibadah rutin.Memang seluk-beluk tarekat tidak bisa dijabarkan dengan mudah karena setiap tarekat-tarekat tersebut memiliki filsafat dan cara pelaksanaan amal ibadah masing-masing. Oleh karena itu, penulis mencoba menguraikan serta menjelaskan tentang tarekat secara umum dan mencoba masuk pada tarekat Shiddiqiyyah.
ASAL USUL ILMU QIRA’AT Iwan Romadhan Sitorus
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 7, No 1 (2018): Juni
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.899 KB) | DOI: 10.29300/jpkth.v7i1.1589

Abstract

Ilmu qiraat termasuk salah satu disiplin ilmu yang sangat penting untuk dipelajari dan salah satu elemen penting dalam memahami Al-Quran, sebab  diskursus ini berpengaruh dalam beberapa disiplin ilmu seperti linguistik, Tauhid (teologi), fikih, tafsir, , Nahu – Shorof (siktaksis-morfologi) dan disiplin disiplin ilmu lainnya. Ketika berbagai disiplin ilmu mulai dikodifikasikan , tidak terkecuali dengan ilmu qiraat , Abu Ubaid Al- Qosim Ibn Salam (w :244 H) mempelopori kodifikasi ilmu ini sebagai satu disiplin ilmu tersendiri. Setelah itu Ulama berlomba-lomba menuangkan karya monumental mereka dalam bidang qiraat baik itu dalam bentuk prosa (natsr) atau syair (nadzm).
PEMIKIRAN POLITIK ISLAM MOHAMMAD NATSIR Armin Tedy
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 5, No 2 (2016): Desember
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.065 KB) | DOI: 10.29300/jpkth.v5i2.1131

Abstract

Mohammad Natsir merupakan tokoh yang mempunyai reputasi Nasional maupun Internasiona, memiliki wawasan yang luas tentang ajaran Islam. Partai politik Islam menurut M. Natsir merupakan sarana menyampaikan aspirasi dalam pemerintahan. Tujuan dari partai politik Islam menurut Natsir adalah untuk ibadah dan menjadi hamba Allah yang beriman, bertaqwa dan berakhlak mulia, yang ber-asas-kan al-Qur’an dan sunnah. Tiga alasan yang dijadikan M. Natsir mengusung agar Islam dijadikan sebagai dasar negara (ideologi): watak holistik (kesempunaan) Islam, keunggulan Islam atas semua ideologi dunia dan kenyataan bahwa Islam anutan mayoritas warga negara Indonesia. Adapun Kontribusi Muhammad Natsir terhadap perkembangan politik Islam di Indonesia : pertama menanamkan tauhid dalam diri manusia yang ada dalam Partai Islam yang marak bermunculan saat ini, kedua memerdekakan para politikus dari berbagai macam intervensi penguasa dan hanya takut kepada Allah SWT. Ketiga  tidak terlalu berambisi untuk memiliki jabatan dalam pemerintahan.
WAWASAN AL QUR’AN TENTANG DAKWAH Zurifah Nurdin
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 5, No 1 (2016): Juni
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.576 KB) | DOI: 10.29300/jpkth.v5i1.1122

Abstract

Dakwah dan eksistensinya bagi Islam agar dapat berjalan secara efektif dan efisien, maka perlu rujukan sebagai pedoman dan pegangan yang tepat. Rujukan dan pedoman itu adalah al-Qur’an yang harus dikaji dengan mendalam, mengingat al Qur’an memiliki ruh pembangkit, dan berfungsi sebagai penguat serta berperan sebagai penjaga, penerang, dan penjelas yang universal bagi umat manusia.Memberikan tuntunan dan pedoman serta jalan hidup yang harus dilalui dan dihindari oleh manusia agar  mendapat petunjuk dan terhindar dari kesesatan. Mengubah dan memperbaiki keadaan orang atau masyarakat dari yang tidak baik kepada yang baik. Memberi pengaharapan akan sesuatu nilai agama yang didakwakan itu sehingga dirasakan oleh seseorang atau masyarakat, sebagai suatu kebutuhan yang vital dalam kehidupannya
FILSAFAT DI DUNIA TIMUR: PEMIKIRAN AL-KINDI DAN AL-FARABI Azizah Aryati
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 4, No 1 (2015): Juni
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.133 KB) | DOI: 10.29300/jpkth.v4i1.1548

Abstract

Hassan Hanafi menggambarkan argumentasi historisnya dengan  menyatakan bahwa filsafat itu lahir dari Dunia Timur. Pengaruh Timur ini juga terjadi pada filsafat Yunani. Phitagoras, misalnya, mengenal matematika Timur dan tasawufnya. Plato pernah belajar di Memphis selama kurang lebih 15 tahun. Bahkan, barangkali teorinya yang terkenal tentang idea juga diambil dari teori kesenian Mesir kuno. Hanya saja teori kesenian Mesir kuno diterapkan dalam lukisan yang kasat mata, sedang teori Plato berupa pemikiran yang abstrak. Para seniman Mesir kuno dulu hanya melukis idea-idea di mana mereka menyatu di dalamnya, bukan melukis bentuk-bentuk species, genus, dan benda. Seluruh aspek iluminis tasawuf dalam filsafat Yunani, termasuk esoterisme Socrates, kontemplasi Thales dan pakar fisika awal tentang kejadian alam dan kehidupan, merupakan kelanjutan peradaban Timur. Astronomi, ilmu sihir, dan dunia para normal di Yunani juga diboyong dari Babilonia. Di India juga ditemukan ilmu hitung, meskipun seolah-olah ada kesan Phitagoras dan Thales tidak pernah berinteraksi dengan sekte-sekte Timur. Dan Nyaya dengan logika Budhanya telah menciptakan logika formal”. Dengan demikia, awal mula pemikiran filsafat secara historis lahir dan berkembang di Dunia Timur dan kemudian berkembang di Yunani. Diantara para filosof muslim yang lahir dari dunia Timur adalah al-Kindi dan  Al-Farabi filosof muslim yang telah memberikan andil besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan di dunia Islam.

Page 3 of 16 | Total Record : 151