PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA
Tujuan pariwisata agama ini adalah tempat-tempat suci agama, yang terdiri dari situs alam, budaya dan buatan manusia. Karena itu, pengelolaan situs-situs tersebut juga menjadi bahasan-bahasan pada artikel pada jurnal ini. Dengan demikian, jurnal ilmiah ini memuat artikel-artikel yang berhubungan dengan pariwisata agama, pariwisata budaya, dan pengaruh-pengaruh pariwisata terhadap agama dan budaya.
Articles
20 Documents
Search results for
, issue
"Vol 6, No 1 (2021)"
:
20 Documents
clear
DAMPAK ATRAKSI, AMENITAS DAN AKSESIBILITAS PANTAI PASIR PUTIH KABUPATEN MANOKWARI TERHADAP KEPUASAAN WISATAWAN BERKUNJUNG
Saway, Winny Virginia;
Alvianna, Stella;
., Estikowati;
Lasarudin, Alwin;
Hidayatullah, Syarif
PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25078/pba.v6i1.1937
Indonesia memiliki potensi daya tarik wisata alam yang beragam, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan sektor pariwisata unggulan yang terkenal di dunia. Kabupaten Manokwari merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki beragam objek wisata alam yang indah, objek wisata unggulan di Manokwari ialah Pantai Pasir Putih. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana keterkaitan antara Atraksi, Amenitas dan Aksesibilitas yang ditawarkan oleh objek wisata mempunyai dampak terhadap Kepuasan Wisatawan di Pantai Pasir Putih, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Penelitian ini berfokus pada kajian tentang pariwisata khususnya yang berhubungan dengan Atraksi, Amenitas, Aksesibilitas dan Kepuasan Wisatawan. Penelitian ini merupakan explanatory research, Populasi dalam penelitian ini adalah semua orang atau masyarakat yang pernah berkunjung ke Pantai Pasir Putih di Manokwari. Adapun sampel menggunakan jumlah sampel minimal adalah 5-10 kali dari jumlah item pernyataan yang terdapat dikuisioner. Adapun jumlah item pertanyaan pada penelitian ini sejumlah 12, sehingga ukuran maksimal sampel penelitian ini adalah 5 x 12 = 60. Proses pengumpulan data sampel melalui open kuisioner. Teknik analisis data menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda dan Pengujian Hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukan Atraksi, Amenitas dan Aksesibilitas berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Kepuasan Wisatawan baik secara parsial maupun simultan, dimana Amenitas merupakan variabel paling berpengaruh terhadap Kepuasan Wisatawan Pantai Pasir Putih.
PARIWISATA DAN LINGKUNGAN: ANALISIS COVID-19 SECARA GLOBAL DAN PENGARUHNYA DI ASEAN
Larasati, Ajeng Ramadhita;
Suganda, Dadang;
Endyana, Cipta
PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25078/pba.v6i1.1972
COVID-19 merupakan suatu wabah virus yang menjadi keresahan warga dunia dari penghujung tahun 2019 hingga saat penelitian ini dibuat. Salah satu industri di dunia yang paling terkena hempasan dampak dari wabah COVID-19 ini adalah pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pariwisata secara internasional dan dampaknya ke negara-negara ASEAN. Pada sektor lingkungan dilihat dari sudut pandang pembatasan mobilitas wisatawan yang membuat pergerakan wisatawan secara global menurun khususnya negara-negara di ASEAN sehingga berimbas terhadap pemulihan pariwisata berbasis alam atau yang mengedepankan ekosistem. Dengan pendekatan bibliometric study, penelitian ini diharapkan untuk dapat menjawab secara ringkas hal-hal yang terjadi di industri pariwisata ASEAN. Hasil dari penelitian ini adalah terlihatnya dampak ekonomi dalam sektor pariwisata yang cukup terimbas pandemik COVID-19. Namun, dampak lingkungan dalam pariwisata yang terjadi dari pembatasan mobilitas manusia untuk berkunjung menjadi salah satu yang diuntungkan.
RESPON MASYARAKAT TERHADAP REKLAMASI LAHAN BEKAS TAMBANG SEMEN SEBAGAI EKOWISATA DI DAERAH SALE KABUPATEN REMBANG
., Sudarti;
Hindiyati, Siti Hindun
PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25078/pba.v6i1.1943
Pertambangan merupakan salah satu aktifitas yang memiliki dampak buruk bagi lingkungan dan memiliki dampak positif bagi masyarakat sekitar. Dengan adanya pertambangan, masyarakat dapat menyambung hidup dengan bekerja sebagai bagian dari perusahaan, dan disisi lain pertambangan juga memiliki dampak negative yang mana dapat menghilangkan keseimbangan ekosistem dengan adanya pengerukan lahan secara besar-besaran. Teori yang digunakan adalah teori respon, yang merupakan tanggapan, reaksi dan jawaban. Respon yang diambil adalah dari masyarakat sekitar di daerah Sale Kabupaten Rembang, dan respon perusahaan. Respon perusahaan ada beberapa yang berbanding terbalik dengan respon masyarakat mengenai adanya reklamasi. Harapan masyarakat dengan adanya pertambangan, pada akhirnya bila sudah tidak digunakan harus dilakukan pengembalian lahan atau reklamasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskiriptif kuantitatif dengan penarikan sampel menggunakan responden, yang mana 60 jiwa masyarakat Sale digunakan sebagai responden penelitian. Teknik dan pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh masyarakat bersedia mengelola lahan bekas tambang yang sudah tidak digunakan akan diserahkan kepada masyarakat dan dilakukan reklamasi skala mikro sebagai ekowisata. Dengan catatan, setidaknya perusahaan harus memberikan sedikit biaya operasional dan ganti rugi lahan masyarakat.
ANALISIS NETNOGRAFI SENTIMEN PENGGUNA TWITTER TERHADAP PEMBUKAAN KEMBALI PARIWISATA DI TENGAH PANDEMI COVID-19
Rinaldi, Aditya Rizki;
Damanik, Janianton;
Mutiarin, Dyah
PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25078/pba.v6i1.1982
Pemerintah dituntut untuk sigap selain dalam menindaklanjuti penyebaran Covid-19, di sisi lain pemerintah diminta untuk menstabilkan perekonomian masyarakat, sehingga pemerintah membuka kembali akses dan industri pariwisata. Opini publik dapat terbentuk dengan mudah melalui sentimen yang tertuang secara online (dalam jaringan), sehingga untuk mengantisipasinya dapat dilakukan melalui eksplorasi konten media sosial. Penelitian ini dilakukan dengan mengeksplorasi sentimen masyarakat khususnya warganet terkait kebijakan pembukaan kembali pariwisata di Indonesia di tengah pandemi Covid-19, untuk menelusuri opini publik di Indonesia. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan analisis netnografi untuk menganalisis postingan atau tulisan warganet di media sosial Twitter. Pengambilan data media sosial Twitter diambil menggunakan bantuan dari ektensi Google Chrome yaitu NCapture, dan data dikelola menggunakan perangkat lunak NVivo 14 sebagai alat pengelolaan penelitian kualitatif. NCapture menemukan 513 postingan dengan penyaringan kata “wisata baruâ€. Hasil penelitian terhadap 297 postingan menunjukkan sikap netral atau sikap tidak berpihak dari warganet pengguna Twitter. Berdasarkan hasil analisis tersebut, terdapat temuan yang menunjukkan sumber-sumber dari konten Twitter dengan sentimen negatif maupun positif, dimana akun pemerintah diketahui tidak menjadi sumber dalam postingan dengan sentimen negatif. Temuan sentimen warganet di Twitter dapat menjadi arahan dalam mengetahui sikap dan respon masyarakat terhadap kebijakan dalam pembukaan kembali pariwisata di tengah pandemi Covid-19.
KAJIAN KONSEP EKOWISATA BERBASIS MASYARAKAT DALAM MENUNJANG PENGEMBANGAN PARIWISATA : SEBUAH STUDI LITERATUR
Asy'ari, Rifqi;
Dienaputra, Reiza D.;
Nugraha, Awaludin;
Tahir, Rusdin;
Rakhman, Cecep Ucu;
Putra, Rifki Rahmanda
PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25078/pba.v6i1.1969
Seiring dengan perkembangan zaman, terminologi ekowisata terus berkembang tanpa menghilangkan esensial dasar yang ada dalam pengertian ekowisata itu sendiri, yaitu konservasi atau pelastarian baik untuk alam, budaya dan masyarakat itu sendiri. Konsep ekowisata berbasis masyarakat menjadi konsep yang berkembang di tahun 2000-an yang di mana terminologi dari konsep ini lebih menekan pada pelibatan masyarakat yang ada dalam perencanaan, pelaksanaan, pengelolaan usaha ekowisata dan segala keuntungan yang diperoleh. Penelitian ini mengkaji terkait sejauh mana konsep ekowisata berbasis masyarakat dalam menunjang pengembangan pariwisata dan hal apa saja yang masih menjadi hambatan dalam konsep ekowisata berbasis masyarakat tersebut untuk kemudian dapat menjadi rekomendasi bagi penelitian selanjutnya. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif berupa studi literatur dari 20 artikel yang didapat. Alat bantu pencarian yang digunakan adalah harzing’s publish or perish. Selanjutnya, data dianalisis dengan metode tinjauan pustaka dengan teknik traditional review. Konsep ekowisata berbasis masyarakat dalam konteks pengembangan pariwisata dapat diartikan sebagai wujud pengembangan dalam pemanfaatan sumberdaya dengan pelibatan masyarakat sebagai pemegang kunci. Konsep ekowisata berbasis masyarakat juga menjadi konsep yang masih baru dan membuka peluang untuk memperkaya kajian tersebut.  Indikator yang didapat dari hasil analisis bahwa indikator sumber daya, masyarakat dan wisatawan menjadi faktor dalam pengembangan pariwisata yang menggunakan konsep ekowisata berbasis masyarakat.
EKSISTENSI ADAT, TANAH ULAYAT DAN PARIWISATA DI KASEPUHAN CIPTAGELAR, JAWA BARAT
Nusanto, Tri Suyud;
Widiyanto, Nur
PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25078/pba.v6i1.2004
Paper ini bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai dinamika dari pertemuan antara Islam dengan tatali paranti karuhun sebagai dasar spiritualitas dan praktek kehidupan masyarakat adat Kasepuhan Ciptagelar yang menempati  kawasan Taman Nasional Halimun Salak, Jawa Barat. Fokus dari studi ini adalah terkait bagaimana aspek legal dari hak menjalankan kepercayaan adat dan akses atas tanah ulayat bisa secara bertahap didapatkan melalui keterlibatan dalam pengembangan pariwisata. Spiritualitas dan kehidupan sehari-hari warga kasepuhan bersumber dari kepercayaan Sunda Pra-Islam, dan dikenal sebagai bagian dari kepercayaan Sunda Wiwitan. Seperti halnya berbagai kepercayaan adat lain di Indonesia, Sunda Wiwitan tidak dikategorikan sebagai agama oleh negara. Pada sisi lain, meskipun telah menempati wilayah adat secara turun temurun, namun setelah ditetapkan sebagai bagian dari taman nasional, penduduk Ciptagelar sempat dianggap sebagai penghuni ilegal di kawasan hutan konservasi. Hal ini menjadikan adanya dua tekanan sekaligus bagi warga kasepuhan, yaitu keleluasan untuk menjalankan spiritualitas yang berakar dari ajaran nenek moyang dan terpinggirnya atas hak tanah adat dari sisi legal. Pada saat yang sama, Ciptagelar juga memiliki berbagai sumber daya  wisata budaya yang bersumber dari keaslian tradisi Sunda, serta wisata alam di kawasan pegunungan. Untuk itu, studi ini memberikan sudut pandang baru tentang bagaimana hadirnya pariwisata dapat menjadi jalan tengah bagi upaya memperkuat identitas budaya Kasepuhan Ciptagelar serta mendapatkan pengakuan bagi hak atas tanah ulayat. Riset etnografi dengan participant observation untuk pengumpulan data ini memperlihatkan bahwa pariwisata ternyata dapat memediasi berbagai kebuntuan dari dinamika antara Islam, adat dan upaya memperkuat akses untuk menempati tanah ulayat yang telah ditetapkan sebagai bagian dari hutan negara.
PERKEMBANGAN EKOWISATA DI BALI : “UPAYA PELESTARIAN ALAM DAN BUDAYA SERTA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LOKALâ€
Suryanti, Putu Emy;
Indrayasa, Kadek Bayu
PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25078/pba.v6i1.1970
Bali merupakan salah satu daerah tujuan wisata para wisatawan ke Indonesia. Bali memiliki aset pariwisata berupa keindahan alamnya yang masih alami, warisan kebudayaan yang unik, serta keramahan masyarakat lokal. Adanya objek dan daya tarik wisata di Bali diharapkan akan mendatangkan keuntungan terutama bagi masyarakat sekitar dalam menghasilkan lapangan pekerjaan baru. Dengan adanya lapangan kerja baru, diharapkan terjadi peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat. Namun ternyata, tidak hanya dampak positif yang didapatkan dengan adanya objek dan daya tarik wisata tetapi juga banyak dampak negatif yang ditimbulkan. Timbulnya dampak negatif dari aktivitas wisata, mendorong terjadinya perubahan paradigma pariwisata dari pariwisata lama yang bersifat massal (mass tourism) ke pariwisata baru yang ramah lingkungan, salah satunya adalah ekowisata. Ekowisata merupakan pariwisata bertanggung jawab yang dilakukan pada tempat-tempat alami, serta memberi kontribusi terhadap kelestarian alam dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Dengan pengembangan konsep ekowisata di Bali diharapkan mampu menjaga kelestarian alam dan budaya lokal Bali serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal melalui pemberdayaan masyarakat.
DAMPAK PAWAI OGOH-OGOH TERHADAP SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT DI DESA ADAT KUTA
Prabandari, Indah Sista;
Sonder, I Wayan
PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25078/pba.v6i1.1931
Parade of ogoh-ogoh is one of the cultural art activities of the Bali community which can be used as a tourist attraction. The parade of ogoh-ogoh is a parade which is performed on Pengerupukan Day, a day before Hari Raya Nyepi (Silent Day). One of the villages which perform such a parade every time Silent Day comes is Kuta Customary Village. This study aims at identifying the potentials, the obstructions, the social cultural effects, the perception and attitude of tourists towards the parade of ogoh-ogoh as a tourist attraction.Qualitative method was employed in this study and the data needed were collected by observation, deep interview, and documentation. The informants used in this study were purposively determined. The study is that it positively affects the interpersonal relationship among the community members, it can minimize social deviations, it contributes to the development af arts and tradition, and it can increase the number of tourist visit. The last finding is that the tourists like the parade as a tourist attraction at Kuta Village.Based on the findings above, it can be concluded that the parade of ogoh-ogoh is a potential tourist attraction and positively affects. The suggestions which are given in this study are: (1). an active coordination among the tourist components (the stakeholders) is needed in developing the parade as a tourist attraction and in overcoming the obstacles which are related to promotion, onlookers, traffic, comfortableness and security; (2). socialization of ogoh-ogoh should be made to the youth all over Bali so that the parade, as a tourist attraction, is not prohibited, still exists and is not getting extinct.
KONEKTIVITAS PENGEMBANGAN PARIWISATA MELALUI KONSEP RUTE WISATA DI CIAYUMAJAKUNING (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan)
Maharani, Mira
PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25078/pba.v6i1.1971
AbstrakSaat ini dengan adanya jalan bebas hambatan yang menghubungkan antara Cikopo-Palimanan-Kanci-Pejagan menjadi salah satu faktor yang berpengaruh besar bagi pariwisata di Ciayumajakuning ini berkembang pesat dikarenakan sekarang ini wilayah Ciayumajakuning menjadi salah satu pilihan tujuan wisata bagi wisatawan asal jakarta pada setiap akhir pekan selain Bandung. Pengembangan pariwisata di Ciayumajakuning diharapkan mampu berkontribusi terhadap peningkatan jumlah kunjungan wisatawan dan penyebaran wisatawan yang tidak hanya terpusat pada Kota Cirebon. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan pariwisata melalui rute wisata kawasan Ciayumajakuning. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang sama-sama dilakukan untuk ketersediaan data dan kondisi yang berbeda sesuai keperluan analisis. Kurang lebih terdapat 22 daya tarik wisata di Ciayumajakuning, namun hanya 13 daya tarik wisata yang terpilih menjadi prioritas daya tarik wisata yang masuk dalam rute wisata Ciayumajakuning. Dalam pemilihan daya tarik wisata strategis ini menggunakan konsep 5A. Setelah terpilih daya tarik wisata strategis maka baru akan dilakukan penyusunan rute wisata, Rute Wisata di Ciayumajakuning dibagi menjadi 3, yaitu Rute Wisata Kota; Rute Wisata Barat; dan Rute Wisata Timur, setelah tersusunnya rute wisata maka diperlukan juga analisis mengenai infrastruktur pendukung yang dibutuhkan pada daya tarik wisata yang termasuk dalam rute wisata agar daya tarik wisata semakin berkembang menjadi baik dan semakin siap dalam menerima wisatawan datang.Â
RESTORASI TAMAN BEJI SAPTA RESI SEBAGAI WISATA RELIGI DI DESA ADAT SAMUAN: PERSEPSI MASYARAKAT DAN IMPLIKASINYA
Aryana, I Made Putra
PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25078/pba.v6i1.1881
Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi masyarakat dan implikasi yang ditimbulkan dari adanya restorasi Taman Beji Sapta Resi. Artikel ini adalah hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Restorasi taman beji dilakukan karena adanya pengetahuan tentang adanya beji dan dikembalikan fungsinya sebagai beji yang memiliki panorama alam yang bernilai ekononis. Potensi dibukanya Taman Beji Sapta Resi sebagai atraksi wisata antara lain: keadaan alam yang alami di sekitar Taman Beji Sapta Resi, pengembangan fasilitas pariwisata, dan pengelolaan objek wisata. Persepsi masyarakat terhadap dibukanya Taman Beji sapta Resi sebagai tempat wisata religi adalah efisiensi dalam pekaksanaan prosesi masucian pratima, adanya tempat untuk melakukan meningkatkan kesucian diri, terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat sekitar sehingga berdampak pada kesejahteraan masyarakat dan menambah pemasukan dana desa. Sehingga dampak yang ditimbulkan berupa dampak ekonomi, sodial dan budaya serta lingkugan.