cover
Contact Name
Ahmad Sulaiman
Contact Email
sulaiman_ahmad@umm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
cognicia@umm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Cognicia
ISSN : 2746 8976     EISSN : 26858428     DOI : 10.22219
The scope and the focus of the journal is conceptual proposal and empirical studies in many aspects of cognitive psychology (motivation, cognition and metacognition) with the application in various field such Industrial and Organizational Psychology, Developmental Psychology, Educational Psychology, Spiritual Psychology and Social Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 354 Documents
Model Pemrosesan Informasi pada Intensitas Perilaku Hate Speech Pengguna Media Sosial Fajriyah, Nidaan; Hudaniah, Hudaniah; Prasetyaningrum, Susanti
Cognicia Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.769 KB) | DOI: 10.22219/cognicia.v7i2.9215

Abstract

The intensity of hate speech behavior is the level of one’s activities in showing negative evaluations as well as justifying and spreading hatred upon others. The rising number of cases of hate speech, bullying, racism, and so on in social media, made researchers interested in conducting research on how students’ strategies in processing information obtained on social media. This study aims to  determine the intensity of hate speech behavior  by social media users on the selection of information processing strategies or messages on social media. This research incorporates a descriptive quantitative research model. The subjects of this study amounted to 158 people age 19-25 years who were selected using the accidental sampling technique. The research instruments in the present study are the information processing scale and hate speech behavior scale. The results showed that social media users in this study tended to use heuristic processing types (61%), systematic (35%), and systematic-heuristic (3%) which demonstrate that most social media users tended to think simply about the content of any information in social media.
GAYA CINTA PADA REMAJA AKHIR Fitriani, Ria
Cognicia Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v2i1.1815

Abstract

Remaja akhir yang berusia 17-22 tahun ditandai dengan adanya kematangan atau kesiapan menuju tahap kedewasaan dan lebih fokus pada masa depan baik dalam bidang pendidikan, pekerjaan, seksual, dan individu. Kesiapan remaja akhir dalam menjalani hubungan juga mulai terlihat lebih serius dan ini berhubungan dengan gaya cinta yang digunakan dalam mencari landasan hidup di suatu hubungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kecenderungan gaya cinta yang ada pada remaja akhir. Sedangkan penelitian ini menggunakan metode survey kuantitatif deskriptif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah incidental sampling (non probability sampling). Metode pengumpulan datanya menggunakan skala LAS (Love Attitude Scale) dengan model skala Likert. Kemudian analisanya menggunakan Analisa deskriptif berupa prosentase dengan analisa Chi-Square. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa seseorang atau individu khususnya remaja, mempunyai enam gaya cinta tersebut, namun kebanyakan ada lebih dari dua atau tiga gaya cinta yang mendominasi dalam dirinya. Kata kunci: Gaya cinta, remaja akhir Late teens aged 17-22 years marked by a maturity or readiness towards the stage of maturity and focus more on the future, both in the areas of education, employment, sexual, and individuals. Readiness late teens to live a relationship also began to look more serious and is associated with love styles used in the search for life on the basis of a relationship. The purpose of this study was to determine the trend of love styles that exist in the late teens. While this study used a descriptive quantitative survey methods. The variable in this study is to use a variable that is the style of loveThe sampling technique used is incidental sampling (non-probability sampling). Methods of data collection using the LAS scale (Love Attitude Scale) with Likert scale models. Later analysis using descriptive analysis in the form of percentages by Chi-Square analysis. From these results it can be concluded that the individual or individuals, especially teenagers, have six styles of love, but mostly there are more than two or three styles that dominate the love in him. Keyword: Love style, late teens
DANGEROUS DRIVING BEHAVIOR DITINJAU DARI BIG FIVE FACTORS PERSONALITY Rahman, Noor Azizah
Cognicia Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v2i2.2087

Abstract

Dangerous driving behavior adalah perilaku mengemudikan kendaraan bermotor yang mengarah pada bahaya. Tiap individu memiliki gaya tersendiri dalam mengemudikan kendaraan. Tinggi atau rendahnya tingkat bahaya individu ketika mengemudi dapat didasari oleh perbedaan faktor kepribadian. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui apakah ada perbedaan dangerous driving behavior ditinjau dari Big Five Factors Personality pada pengemudi di Malang Raya (meliputi kota Malang, kota Batu, dan kabupaten Malang). Penelitian ini menggunakan metode non-tes yaitu skala The Dula Dangerous Driving Index (DDDI) dan skala Big Five Inventory (BFI) dengan model skala Likert. Jumlah subyek sebanyak 349 orang dengan rentang usia 17-25 tahun. Perhitungan analisis statistik yang digunakan adalah anova one way. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan dangerous driving behavior yang signifikan (F = 5,912; Sig = 0,000 < 0,01) ditinjau dari Big Five Factors Personality dengan extraversion memiliki rata-rata dangerous driving behavior paling tinggi (56,68) dan yang paling rendah adalah agreeableness (46,81). Kata kunci: Dangerous driving behavior, faktor kepribadian, big five factors personality Dangerous driving behavior is a behavior of driving vehicle which direct into danger. Every individual has their own style in driving vehicle. The high or low individual danger level when driving can be based on personality factor difference. The research purpose is finding out whether any difference of dangerous driving behavior from Big Five Factors Personality perspective in driver of Malang Raya (include Malang City, Batu City, and Malang Regency). The research uses non-test method, which is The Dula Dangerous Driving Index (DDDI) scale and Big Five Inventory (BFI) scale by Likert scale model. Research subjects consisted of 349 people with age range of 17-25 years old. Calculation of the statistical analysis used is Anova one way. The research shows there’s a significant difference in dangerous driving behavior (F = 5,912; Sig = 0,000 < 0,01) viewed from Big Five Factors Personality with extraversion has the highest dangerous driving behavior average value (56,68) and the lowest is agreeableness (46,81). Keywords: Dangerous driving behavior, personality factors, big five factors personality
PERSEPSI TERHADAP STORE ATMOSPHERE DENGAN MINAT BELI KONSUMEN DI HYPERMARKET Nugraha, Bayu Adrian
Cognicia Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1657

Abstract

Persepsi terhadap store atmosphere yang positif merupakan salah satu kualifikasi agar dapat menarik minat beli pada konsumen. Hal ini tentunya dapat mempermudah dalam penjualan produk. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah persepsi terhadap store atmosphere, sedangkan variabel terikatnya adalah minat beli. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Accidental Sampling dan menggunakan 60 orang sebagai subjek. Analisa dalam penelitian ini menggunakan analisa korelasi product moment dari Pearson's. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang positif dan sangat signifikan (r=0,597; p/sig=0,001) antara persepsi terhadap store atmosphere dengan minat beli konsumen.Kata kunci: Persepsi store atmosphere, minat beli
KEMATANGAN EMOSI DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA SISWA AKSELERASI TINGKAT SMP Susilowati, Endah
Cognicia Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i1.1447

Abstract

<!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:1; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0cm; text-align:justify; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:IN;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-ansi-language:IN; mso-fareast-language:IN;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} --> Saat ini beberapa sekolah menyelenggarakan dua program belajar yaitu program reguler dan akselerasi. Program akselerasi dikhususkan bagi siswa yang berbakat akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dengan penyesuaian sosial pada siswa akselerasi di SMPN 1 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Subjek penelitian ini diambil dari seluruh siswa akselerasi yang ada di SMPN 1 Malang yang berjumlah 46 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengambil data adalah dengan menggunakan dua skala, yaitu skala kematangan emosi dan skala penyesuaian sosial. Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi product moment. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara kematangan emosi dengan penyesuaian sosial (r =0,794, p<0,01). Artinya bahwa apabila kematangan emosi siswa akselerasi tinggi biasanya akan di ikuti dengan penyesuaian sosial yang tinggi, begitu juga ]jm’’sebaliknya. Adapun besarnya sumbangan efektif kematangan emosi dengan penyesuaian sosial sebesar 63%, sedangkan sisanya 37% disebabkan oleh faktor lain.   Kata kunci: Kematangan emosi, Penyesuaian sosial, Akselerasi Recently, some school held two learning program, whcih is regular and acceleration. Acceleration is specifically directed for students with academic talent. According to previous research, it is said that talentful students who got in acceleration program received some bad social adjustment. Bad social adjustment is influenced by some factors, one of them is emotion maturity. So, this research aimed to find out relations between emotional maturity with social adjustment in acceleration students in SMPN 1 Junior High School of Malang. The research is quantitative correlational research. Research subject is taken from all acceleration students in SMPN 1 Junior High School of Malang who consisted of 46 students. Instrument used to take data is by using two scale, which is emotional and social adjustment. Data analysis technique in this research is supported by correlation product moment test. According to the research, it is found out there’s significant positive relations between emotional maturity with social adjustment (r =0,794, p<0,01). It means when acceleration class student’s emotional maturity is high, it would be followed with high social adjustment in the contrary. Effective contribution of emotional maturity with social adjustment is about 63% while rest of 37% caused by another factors.   Keywords: Emotional maturity, Social adjustment, Acceleration
Postpurchase Dissonance pada Pengguna IPhone Ditinjau dari Kepribadian Tipe A dan Tipe B Kusrina, Risma Evie; Yuniardi, Muhamad Salis; Masturah, Alifah Nabilah
Cognicia Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.169 KB) | DOI: 10.22219/cognicia.v7i1.8149

Abstract

In consumer behavior, it followed by post-purchase evaluation. When in the evaluation, there appears a doubt about the purchase decision on a product, and then an individual must be experiencing a post-purchase dissonance. The product used in this study is the iPhone. As for the factors that can influence post-purchase dissonance, one of them is the tendency of individual anxiety, which is caused by personality type. This study aims to determine the differences in iPhone users’ student with type A and type B personalities in experiencing post-purchase dissonance. The analysis used causal comparative and determination of the subject used purposive sampling. The research subjects were iPhone users’ students of Muhammadiyah Malang University, amount 125 subjects. This study used a post-purchase dissonance scale, also type A and type B personality scale. The analysis in this study used an independent sample t-test. The results showed that there was no difference in post-purchase dissonance in terms of type A and type B personality patterns with a significance value of 0.352 and p = 0,05 (0,352 > 0,05). Keywords: Post-purchase dissonance, Type A and type B personality, iPhone users’ Student.
KOMITMEN DENGAN PEMAAFAN DALAM HUBUNGAN PERSAHABATAN Arif, Try Abriansyah
Cognicia Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1648

Abstract

Pada masa remaja, individu membentuk kelompok teman sebaya (peer group) yang di dalamnya timbul persahabatan. Salah satu unsur dalam persahabatan adalah komitmen. Dalam hubungan persahabatan, kadang individu melakukan kesalahan yang menyakiti sahabatnya. Untuk mempertahankan hubungan persahabatan, dibutuhkan pemaafan kepada individu yang melakukan kesalahan dalam persahabatan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui hubungan komitmen dengan pemaafan dalam hubungan persahabatan. Penelitian ini menggunakan metode non-tes yaitu skala pemaafan dan skala tingkat komitmen dengan model skala likert. Jumlah subyek sebanyak 296 orang dengan rentang usia 18 tahun - 22 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat komitmen dengan pemberian pemaafan dibuktikan dengan hasil perhitungan korelasi product moment. Semakin tinggi tingkat komitmen dalam sebuah hubungan persahabatan maka akan semakin tinggi pula pemaafan yang diberikan kepada sahabat yang melakukan kesalahan (r = 0,355; p = 0,000; p < 0,01).Kata kunci: Komitmen, pemaafan, persahabatan
Perilaku Agresif Remaja di Tinjau dari Kepribadian (Big Five Personality) Maryani, Setyawati Kusuma
Cognicia Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v3i1.2314

Abstract

Aksi- aksi yang biasa dilakukan di kalangan remaja adalah perkelahian, tawuran pelajar atau masal. Terdapat faktor yang mempengaruhi terjadinya aksi tersebut salah satunya adalah faktor internal. Faktor internal (dari dalam individu) sendiri seperti halnya ciri-ciri kepribadian turut berperan dalam perilaku agresif. Penelitian ini menggunakan pendekatan Big Five Personality  dimana kepribadian tersebut memiliki dimensi yang berdiri sendiri antar dimensinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perilaku agresif ditinjau dari kepribadian (Big Five Personality). Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif kausal komparatif dengan menggunakan skala Buss-Perry Aggression dan skala Big Five Inventory. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dan melibatkan 155 siswa. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik anova one way. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan perilaku agresif yang signifikan ditinjau dari Big Five Personality yang diketahui dengan membandingkan hasil uji anova (0,028) dengan taraf signifikansi (0,028< 0,05). Kata kunci: Perilaku agresif, big five personality, remaja Brawls and fights are known as the act that most frequently happen among adolescent. One of factors that influence it is internal factors. Internal factors such as personality traits plays important role in aggressive behavior. The researcher used Big Five Personality approach in which the dimension of personality stands alone among its dimensions. Through this research, the researcher tried to figure out whether there are differences in aggressive behavior in terms of personality (Big Five Personality), and the purpose of this study was to determine the differences in aggressive behavior in terms of personality (Big Five Personality). This quantitative causal comparative study employed two scales; Buss-Perry Aggression and Big Five Inventory. This study used purposive sampling and involved 155 students.  Anova one way analysis used to analyze the data of this study. The result showed that there were significant differences from Big Five Personality which was revealed by comparing the result of anova (0,028) with significance level (0,028< 0,05). Keywords: Aggressive behavior, big five personality, adolescent
INTERAKSI SOSIAL ANTARA REMAJA YANG TINGGAL BERSAMA ORANG TUA DAN REMAJA YANG TINGGAL DI PANTI ASUHAN Lusiana, Iis
Cognicia Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v2i1.1842

Abstract

Manusia merupakan makhluk sosial yang senantiasa hidup dalam suatu lingkup masyarakat baik itu lingkungan fisik maupun lingkungan psikologis yang di dalamnya saling mengadakan hubungan timbal balik antar individu satu dengan individu yang lainya, salah satu ciri bahwa kehidupan sosial itu ada yaitu dengan adanya interaksi, interaksi sosial menjadi faktor utama di dalam hubungan antar dua orang atau lebih yang saling mempengaruhi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan interaksi sosial remaja yang tinggal bersama orang tua dan remaja yang tinggal di panti asuhan. Subjek penelitian adalah remaja SMK 2 Muhammadiyah Malang yang berjumlah 100. penelitian ini menggunakan skala interaksi sosial. Teknik analisis data yang di gunakan adalah t-test dua sample. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan (t=2.293 sig 0,024<5%)  antara remaja yang tinggal bersama orang tua dan remaja yang tinggal di panti asuhan. Hal ini mununjukkan bahwa tempat tinggal atau dengan siapa remaja tersebut tinggal akan mempengaruhi interaksi sosialnya Kata kunci: interaksi sosial, remaja, panti asuhan   Human is social creature who commonly live in society whether physical or psychological environment which both inside has mutual relations between one individual with another. One character that social life existed is interaction. Social interaction becomes primary factor in relations between two people or more which influenced each other. The research aimed to find out social interaction difference in adolescents who live with parents and adolescents who live in orphan house. Research subjects are students in SMK 2 Muhammadiyah Vocational School of Malang consisted of 100 people. The research uses social interaction scale. Data analysis technique used are two samples t-test. Research result shows that there is significant difference (t=2.293 sig 0,024<5%)  between adolescents who live with parents and adolescents who live in Orphan House. It shows that living place or whom with the adolescents live will influence their social interaction. Keyword: Social interaction, adolescent, orphan house
COPING STRES PADA ANAK JALANAN Wahyuni, Endah Tri
Cognicia Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1639

Abstract

Anak jalanan merupakan anak yang dibawah umur 18 tahun yang menghabiskan sebagian atau seluruh waktunya dijalan dengan melakukan kegiatan-kegiatan untuk mendapatkan uang atau mempertahankan hidupnya. Didalam menghadapi suatu permasalahan setiap anak jalanan tentunya mempunyai bermacam-macam tindakan untuk mengatasinya salah satunya dengan cara coping. Strategi coping seseorang dapat melalui dua cara, yaitu Problem focused coping dan Emotion focused coping. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi coping stres pada anak jalanan. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimen deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian ini sebanyak 50 anak jalanan yang berada di kota Malang dari 685 populasi anak jalanan dengan menggunakan skala coping stres yang terdiri dari 45 item. Analisis penelitian menggunakan Z-Score. Berdasarkan analisis ditemukan bahwa anak jalanan yang menggunakan problem focused coping sebanyak 22 anak (44,0%) dan anak jalanan yang menggunakan emotion focused coping sebanyak 28 anak (56,0%).Katakunci: Coping stres, anak jalanan

Page 2 of 36 | Total Record : 354