cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 24433918     EISSN : 25804766     DOI : -
Jurnal Membaca memuat hasil penelitian yang berkaitan dengan pengembangan bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 207 Documents
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM TINDAK TUTUR YANG BERORIENTASI PADA KEARIFAN LOKAL ANTARA BANTEN DAN MINANGKABAU SEBAGAI PENDIDIKAN KARAKTER Ediwarman Ediwarman
Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.279 KB) | DOI: 10.30870/jmbsi.v1i1.1656

Abstract

The importance of culture and character education for rationale, attitudes, and behaviors of learners leaving from education values, morals, manners, and character given by teachers who notabennya as educators. An educator said to be in character if he has values and beliefs are based on the nature and purpose of education, as well as used as a moral force in their duties as educators. Politeness speech acts of teachers in character education has values that are very important to understand how the ethics or morality of a teacher interact in the learning process. Polite language is the most appropriate tool used in communication. The students need to be nurtured and directed to speak politely, because students are the future generation that will live up to its time. If a protege left no mannered speaking it is not impossible that already while the polite language can be lost and the next generation is born arrogant, rough, dry on the values of ethics, religion and character. The key values that characterize the teacher in the act says that manners are tolerance, exemplary, maximum services, emotional and intellectual as well as the importance of the transformation of the value of local cultural traditions or local knowledge through education is perceived important by author and teacher Indonesian particularly in politeness.
LOGIKA BERBAHASA SEBAGAI PENDETEKSI POLA PEMBERITAAN ‘NONFAKTIF’ PADA PENULISAN HEADLINE SURAT KABAR Dinari Oktaria; Budhi Setiawan; Sumarwati Sumarwati
Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.877 KB) | DOI: 10.30870/jmbsi.v3i1.3740

Abstract

This research is motivated by the interest to know the use of language logic in printed mass media and in Solo. The selection of print media in this research is based on the rampant cases of errors that cause mistakes in the delivery of meaning or ambiguity. This research uses critical discourse analysis method. The study used data with the technique of noting. The findings indicate negative analytic opinions already exist that are being synthesized which lead to the impression of bad news. This certainly raises people’s anxiety about events that occur. The use of diction that does not match the hyperbolic size regardless of fact. The principle principle of attention to arousing may be used originally with wise use. Can be able to good communication relationship between society and government.
KOMODIFIKASI GENG MOTOR DAN GERAKAN LITERASI DI BANTEN Firman Hadiansyah
Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.373 KB) | DOI: 10.30870/jmbsi.v2i1.1553

Abstract

Sekitar 10 tahun belakangan ini, di Indonesia, istilah literasi mulai mewabah; Mulai dari literasi finansial, literasi lalulintas bahkan literasi kopi. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Gerakan Literasi Nasional, mulai memunculkan enam literasi dasar yaitu literasi bahasa, literasi berhitung/ numerik, literasi sains, literasi teknologi informasi dan media, literasi keuangan serta literasi kebudayaan dan kewarganegaraan. Pertanyaannya, apakah literasi itu? Secara etimologis, literasi diambil dari bahasa latin “literatus” yang berarti orang yang belajar. Menurut Unesco, pemahaman seseorang mengenai makna literasi sangat dipengarungi oleh penelitian akademik, institusi, konteks nasional, nilai-nilai budaya, dan pengalaman. Kutipan tersebut menjelaskan bahwa entitas literasi tidak bisa berdiri sendiri. Ia hadir atas pengaruh dari pelbagai institusi sosial yang melingkupinya. 
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MEMBACA PUISI SISWA KELAS V SDN BOJONG KONENG Muhammad Nurjamaludin; Eko Fajar Suryaningrat; Eneng Renie Marlina
Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1904.175 KB) | DOI: 10.30870/jmbsi.v4i1.6235

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui apakah model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada pelajaran Bahasa Indonesia di kelas V SDN Bojong Koneng. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah apakah model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas V SDN Bojong Koneng. Adapaun kegunaan dari penelitian ini adalah (1) Secara teoritis untuk menambah dan mengembangkan wawasan ilmu pengetahuan tentang motivasi dan hasil belajar dengan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). (2) Secara praktis Siswa lebih mudah memahami pembelajaran Bahasa Indonesia dengan adanya penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). (3) Dapat meningkatkan kualitas mengajar pelajaran Bahasa Indonesia melalui inovasi pembelajaran menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Bojong Koneng Soreang yang berjumlah 20 siswa. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kelas. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Motivasi dan hasil belajar siswa dalam pelajaran Bahasa Indonesia kelas V SDN Bojong Koneng Soreang Kabupaten Bandung sebelum menggunakan model Contextual Teaching and Learning (CTL) mempunyai nilai rata-rata kelas 3,45. Pada saat pembelajaran diubah menggunakan penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) rata-rata motivasi dan hasil belajar siswa meningkat menjadi 4,53 pada siklus I dan 6,75 pada siklus 2 dan pada siklus II 7,95. Penggunaan model Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat menjadi variasi pembelajaran yang membuat siswa tidak bosan dan jenuh sehingga motivasi dan hasil belajar mereka meningkat. Sehinga dapat disimpulkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas V SDN Bojong Koneng.
PENGUASAAN KOSAKATA DAN KECERDASAN INTERPERSONAL SISWA DENGAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI SISWA Tatu Hilaliyah
Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.541 KB) | DOI: 10.30870/jmbsi.v2i2.2711

Abstract

This study aims to determine (1) whether there is a relationship vocabulary with narrative essay writing skills; 2) the relationship of interpersonal intelligence students with narrative essay writing skills; (3) the relationship vocabulary and interpersonal intelligences of students together with the ability to write a narrative essay. The method used is the correlation method. Samples were students of class VII IT Raudhatul Jannah totaling 50 students memorandum. Data was collected using tests and questionnaires. Variable narrative essay writing skills used in the form of test instruments fabricate, interpersonal intelligence variable instruments that are used in the form of a closed questionnaire, variable vocabulary of data obtained by multiple-choice test. The data were analyzed using inferential analysis F test and t test with SPSS 22 for windows. The results show that (1) there is a significant relationship between vocabulary with the ability to write narrative essays rhitung (0,687)> rtable (0.443), the correlation coefficient was tested by t test, the results tcount (4,010)> Table (1,734); (2) there is a significant relationship between students' interpersonal intelligence with the ability to write a narrative essay rhitung price (0.778)> rtable (0.443), the correlation coefficient was tested by t test, the results tcount (5.256)> Table (1,734); (3) there is a significant correlation between vocabulary and interpersonal intelligences of students together with the ability to write a narrative essay Ry (1,2) amounted to 0,829, the coefficient korelasi signifikansi with F-test obtained F count = 18.701, the real level α = 0, 05, with 19 df obtained Ftable = 3.52 then Fhitung> Ftable. Thus, it can be concluded that the mastery of vocabulary and interpersonal student has a significant relationship with students' ability to write narrative essays.
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM PEMBELAJARAN MENULIS SURAT DINAS PADA SISWA KELAS VII G DI SMP NEGERI 17 KOTA SERANG Nani Nani
Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1820.751 KB) | DOI: 10.30870/jmbsi.v3i2.5227

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan wujud kesalahan yang dilakukan siswa kelas VII di SMP Negeri 17 Kota Serang dalam pembelajaran menulis surat dinas. Aspek ejaan, pemilihan kata (diksi) dan struktur kalimat agar padu merupakan wujud kesalahan yang dilakukan oleh siswa. Faktor-faktor seperti pengaruh bahasa ibu (B1) dan lingkungan siswa menjadi kendala siswa dalam proses pembelajaran menulis surat dinas. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif yang menitik beratkan pada jenis penelitian studi kasus. Data yang digunakan adalah hasil kerja berupa surat dinas yang ditulis siswa. Data dikumpulkan dengan cara menganalisis, mengklasifikasi, dan mengevaluasi/menilai dokumen yang berupa surat resmi yang telah ditulis oleh siswa. Hasil temuan dalam penilitian ini berupa kesalahan dalam wujud; kesalahan ejaan (penggunaan huruf kapital, kata hubung, kata depan, dan tanda baca); pemilihan kata (diksi); dan kefektifan penggunaan kalimat.
IDEOLOGI MASKULINITAS DALAM IKLAN MEN’S BIORE DOUBLE SCRUB: SEBUAH KAJIAN KRITIS Lela Nurfarida
Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.687 KB) | DOI: 10.30870/jmbsi.v1i1.1660

Abstract

Language present as a form of cultural development in a community. Language is able to demonstrate an existence or identity of a community. One that shows the development is a remarkable phenomenon in the language of commercial advertising at the moment. Advertisement becomes a complex and potential text. Behind its visual appearance and language, the advertisement carries a certain culture that need recognition. The cultural change that appears in the face cleanser advertisement is a product of mass culture that no longer choose absolute gender. This study aimed to describe the masculine representations and ideologies are implied in the ad Men's Biore Double Scrub based linguistic construction, discourse, and semiotics. This study  focus on dimensions of language as a carrier of a message and the attribute in the context of society. Variations languages supported visual appearance of the man in face cleanser ads Men’s Double Scrub Biore wants to put the identity of a real man who accepted  in society of postmodern era. Critical analysis of this advertisement will expose a new masculinity culture featured in a cleaners advertisment and bring changes in the current thinking of gender in the present era.
PENGARUH PENGUASAAN KOSAKATA DAN METODE KARYAWISATA TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS Rohilah Rohilah; Rachmat Hardiyana
Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.332 KB) | DOI: 10.30870/jmbsi.v3i1.3745

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan Pengaruh Penguasaan Kosakata dan Metode Karyawisata Terhadap Keterampilan Menulis Laporan Pengamatan Pada Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 14 Kota Serang Tahun Pembelajaran 2015-2016. Sampel penelitian diperoleh dengan dua cara, pertama dengan random sampling diundi untuk menentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Selanjutnya dilakukan dengan purposif sampling. Dari kelas eksperimen diperoleh 10 sampel memiliki kemampuan penguasaan kosakata tingggi, dan 10 sampel memiliki kemampuan penguasaan kosakata rendah. Begitu juga dari kelas kontrol, 10 sampel memiliki kemampuan penguasaan kosakata tinggi dan 10 sampel memiliki kemampuan penguasaan kosakata rendah. Dari 20 orang peserta didik kelas eksperimen memiliki nilai rata-rata 87,4, median 86,5; modus 85, standar defiasi 4,31; dan nilai tertinggi 95. Hasil hitung statistis,Thitung sebesar 5,86 dan Ttabel sebesar 2,10. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penguasaan kosakata dan metode karyawisata terhadap keterampilan menulis laporan pengamatan peserta didik kelas VIII SMP Negeri 14 Kota Serang tahun pembelajaran 2015-2016. Artinya, secara keseluruhan, baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol, peserta didik yang belajar dengan menggunakan metode karyawisata lebih baik dari pada menggunakan metode ceramah. Secara khusus, peserta didik yang memiliki kemampuan kosakata tinggi lebih baik menggunakan metode karyawista dan peserta didik yang memiliki penguasaan kosakata rendah lebih baik belajar menggunakan metode ceramah. Dengan demikian, belajar menulis laporan pengamatan pada peserta didik kelas VIII SMP Negeri 14 Kota Serang tahun pembelajaran 2015-2016 dapat dilaksakan dengan mempertimbangkan penggunaan metode pembelajaran yang cocok untuk peserta didik yang memiliki kemampuan kosakata tinggi dan kosakata rendah.
PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR BERSERI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENGUASAAN MENULIS KARANGAN PADA SISWA KELAS IV SDLB TUNAGRAHITA RINGAN DI SEKOLAH KHUSUS NEGERI 01 PEMBINA PANDEGLANG Mulyadi Mulyadi
Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.919 KB) | DOI: 10.30870/jmbsi.v2i1.1557

Abstract

Pendidikan  memegang peranan penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan setiap individu yang terlibat dalam pendidikan itu dituntut berperan secara maksimal dan penuh tanggung jawab untuk meningkatkan mutu pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan penguasaan menulis karangan pada siswa kelas IV SDLB Tunagrahita Ringan di Sekolah Khusus Negeri 01 Pembina Pandeglang Banten. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa penerapan media gambar berseri dapat meningkatkan kemampuan penguasaan siswa dalam menulis karangan pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Hal ini terlihat dari  enam indikator terjadinya peningkatan kemampuan siswa dalam menulis karangan berbantukan media gambar sebagai dasar pengembangan karangan mengalami peningkatan pada siklus I, II sampai siklus III. Rata-rata kemampuan menulis siswa pun mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yaitu pada siklus I adalah 50,83%, pada siklus II memiliki rata-rata 71,66%, dan meningkat siklus III rata-ratanya sebesar 79,17%.
KEMAMPUAN MEMBACA ANAK USIA DINI Tatu Hilaliyah
Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.117 KB) | DOI: 10.30870/jmbsi.v1i2.2734

Abstract

In the era of globalization has been a very rapid progress in the field of information technology. Progress is demanding support a culture of reading and writing, which is the embodiment of behaviors that includes the ability, habits, interests, and needs to read and write. But until now the culture of reading and writing are not fully developed in the Indonesian society. Therefore, if the Indonesian people to be successful in future development, cultural development is absolutely necessary to read and write. one of the aspects that should be developed in early childhood is the ability to read and write. So the development of the ability to read and write in kindergarten can be implemented as long as the limits of the rules praskolastik and in accordance with the characteristics of the child, ie, to learn while playing and play while learning. Through love reading expected children can read well so as to have a high sense of language, insightful wider diversity and able to develop patterns of creative thinking in him. Providing learning to read in kindergarten age children remain through play for children aged kindergarten play is learning and learning is play.

Page 3 of 21 | Total Record : 207