cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 24433918     EISSN : 25804766     DOI : -
Jurnal Membaca memuat hasil penelitian yang berkaitan dengan pengembangan bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 207 Documents
ANALISIS KONTRASTIF PRONOMINA DEMONSTRATIF BAHASA KOREA DAN BAHASA INDONESIA SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP PENGAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) Lela Fadilah; Dase Erwin Juansah; Sundawati Tisnasari
Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.428 KB) | DOI: 10.30870/jmbsi.v2i1.1558

Abstract

Fokus penelitian ini adalah mencari persamaan dan perbedaan bentuk pronomina demonstratif bahasa Korea dan bahasa Indonesia serta implikasi terhadap pengajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing. Metode yang digunakan pada penelitian ini merupakan metode deskripstif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis, bentuk pronomina demonstratif bahasa Korea berupa bentuk dasar, gabungan, dan pemendekan. Sedangkan, bentuk pronomina demonstratif bahasa Indonesia berupa bentuk dasar, gabungan, dan turunan. Hasil penelitian ini dapat diimplikasikan sebagai bahan ajar materi pembelajaran tata bahasa untuk pengajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing yang berasal dari Korea.
REPOSISI DAN REAKTUALISASI PENDIDIKAN MADRASAH DALAM PEMBELAJARAN DI ERA DIGITAL Tubagus Rahmat
Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.576 KB) | DOI: 10.30870/jmbsi.v1i2.2735

Abstract

There are two aspects to the development of education. First, education is based on the teachings of the religion because religious teachings considered to be civilized and human menadikan second, education based on information technology because it follows the development of the age in the digital age. Islamic education envisioned the Dharma human and productive because as has been expressed above that humans must Excel in idonesia SCIENCE and TECHNOLOGY based on IMTAQ. Humans are said to be productive when can follow science technology for an increased standard of living. With this Islamic education is considered as the alternative education in the face of the digital age. Islamic education certainly has a striking characteristic, namely education actualized by agam Islamic values. However, as the diselenggaran education by the State or other party necessarily secular in nature or worldliness. Therefore, Islamic education can serve as an innovation to respond to the demands of the present time. There are two things that menadi challenge Islamic education namely oprasional and managerial. Oprasional sure there is in the process of learning should reflect Islamic values by following the development of the times and a good managerial system of national education. Learning Islamic education tend to be considered less conventional pembelaaran will be adequate infrastructure because of the many education held madrasah originating from NGOs. In the challenge, education in madrasah apparently needs to improve the quality, especially in learning that should turn to non-conventional learning views that consider equivalent education in level.
TES KETERAMPILAN BERBICARA SISWA DALAM PEMBELAJARAN Tatu Hilaliyah
Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (914.375 KB) | DOI: 10.30870/jmbsi.v2i1.1559

Abstract

Berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan serta menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan. Seorang pembicara harus memilih ragam bahasa yang sesuai dengan ekologi bahasa. Tujuan utama dari berbicara adalah untuk berkomunikasi. Agar kegiatan berbicara yang bertujuan informatif dapat diterima pendengar, pembicaraan secara keseluruhan harus jelas, logis, dan sistematis. Tes berbicara adalah pengukuran untuk mengumpulkan informasi mengenai kemampuan seseorang dalam keterampilan berbicara. Tes berbicara dapat dilakukan dengan tes terpadu atau integratif. Aspek-aspek yang dinilai dalam tes keterampilan berbicara meliputi lafal, tata bahasa, kosakata, kefasihan, isi pembicaraan, dan pemahaman. Tes berbicara secara umum dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yakni tes berbicara langsung dan tes berbicara tidak langsung. Tes berbicara itu bervariasi jika dilihat dari berbagai sudut pandang, seperti jenis berbicara yang digunakan, kontak pembicara-pendengar, teknik dan penampilan, kesiapan pembaca, serta jenis bahasa yang digunakan.
KEBIJAKAN BAHASA DAN PENDIDIKAN: MENYOAL PERDA PROVINSI BENGKULU TENTANG BUDAYA, BAHASA, PENGAJARAN BAHASA, DAN POLITIK BAHASA Arono Arono
Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (969.02 KB) | DOI: 10.30870/jmbsi.v1i2.2726

Abstract

Law is expected to overcome the various problems associated with the establishment of practices and procedures for the use of language, as well as regulates various matters related to the establishment and procedures for the use of language, including the set of criminal provisions. In fact, of the nine districts and one municipality, only one Rejang Lebong memunyai local regulations in terms of culture, language, language teaching and language politics. Very different from the actual conditions in Bengkulu multicultural society the majority of the other group less thinking about the continuity of language and culture in society. This paper describes the language and education policies on the basis of Rejang Lebong Regional Regulation No. 2 of 2009 on the System of Education in Rejang Lebong realitations not ignore the other conditions in the province of Bengkulu. This paper uses a descriptive qualitative methods literature / documentation, interviews, and observations. Education as theorganizer of the policy is still responding in one setup educators still focus on one language regardless of the language the other so that the effect on the preparation of educators, the school is still very limited apply learning regional languages? are still in local content selection, and the community is still limited on the use of language and cultural traditions without oriented towards sustainability and the preservation of language and culture developed. In addition, the government less responsive and sensitive to the phenomenon of language and culture of minority communities, as well as geography. Grain to issue teaching, politics national language of wider scope than the policy national language, not only covering the curriculum, teaching materials, staff, linguistic, and means, but also to the study of teaching, determination of didactic and methodical appropriate, as well as the development literature. Several attempts to do planning of language in education, namely (1) Language and education work together to establish, maintain and elevate human dignity. (2) The relationship and a close affinity between the development of language and education development takes place in the family, formal education institutions, and communities. (3) There should be an emphasis and review again in terms of both content and use of language teaching methods contained in the curriculum (4) In daily life in the community seems necessary their appetite similarity in the use of language or terms.
ANALISIS TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM NOVEL TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK KARYA BUYA HAMKA DAN PEMANFAATANNYA BAGI PEMBELAJARAN APRESIASI SASTRA DI SMP Ediwarman Ediwarman
Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1793.835 KB) | DOI: 10.30870/jmbsi.v4i1.6232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena tindak tutur pada jenis ilokusi dalam novel karangan Buya Hamka bertajuk Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck tahun 2013 terbitan Balai Pustaka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-analitis dengan mengklasifikasikan dialog-dialog dalam novel yang berkait dengan fungsi dan kategori tindak tutur ilokusi. Adapun berdasarkan analisis tersebut diperoleh bahwa; (1) ditinjau dari fungsi, ditemukan jenis ilokusi meminta, menyenangkan, menawarkan, mengajak/mengundang, bekerjasama; (2) ditinjau dari kategori, ditemukan jenis asertif, direktif, ekspresif dan deklarasi; (3) ditinjau dari intensitas penggunaan ilokusi, ditemukan jenis ilokusi bekerja sama sebanyak 17 ujaran; bertentangan (memarahi) sebanyak 12 ujaran; asertif sebanyak 15 ujaran. Penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan pemelajaran bahasa Indonesia pada materi apresiasi sastra [naratif] bagi siswa SMP.
DESKRIPSI WACANA HUMOR DALAM UPACARA ADAT PERNIKAHAN SEBAGAI WUJUD PELESTARIAN TRADISI LISAN DI MASYARAKAT Lela Nurfarida; Diana Tustiantina
Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.122 KB) | DOI: 10.30870/jmbsi.v2i2.2707

Abstract

In communicating, a strategy is needed to maintain the continuity of communication. One strategy that can be done to maintain communication is to reduce the risk of threatening the face of the speaker. In the event of humor, politeness is usually violated by speakers so that it potentially threatens the face of a person. Speech delivery strategy is concerned with how the speaker chooses to achieve the desired goal. The use of politeness as a balancing act of humor is one of the speakers' strategies for the purpose of maintaining the continuity of communication, as is done by the host in the marriage ceremony. In general, the expression of humor can be seen when the phrase has the potential to stimulate the opponent said smile or laugh. The phrase humor can be formed when any or all of the principles of cooperation (PKS) of Grice (1975) are violated. The offense was committed with the intention to convey the implied intent of mocking or insinuating causing humor. The method used in this research is descriptive qualitative. Sources of research data is a speech event of traditional wedding ceremony sunda. The research data is a cutting-edge utterance. In this study, the data is processed by step transcribing the source data research, analyze, and interpret data in the form of speech that contains humor. This research is expected to show the expression of humor can be done by violating the principle of cooperation Grice and speech defense that occurs in the wedding ceremony.
KAJIAN SOSIOLINGUISTIK PEMAKAIAN VARIASI BAHASA KEN (CANT) OLEH PARA PENGEMIS DI LINGKUNGAN LAMPU MERAH KOTA SERANG, PROVINSI BANTEN Arip Senjaya; Ilmi Solihat; Erwin Salpa Riansi
Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1868.441 KB) | DOI: 10.30870/jmbsi.v3i2.5224

Abstract

Dalam kehidupan masyarakat yang semakin berkembang, bahasa digunakan untuk pelbagai kebutuhan dan kepentingan. Hal itu terjadi karena adanya perbedaan status sosial dalam masyarakat dan situasi berbahasa. Oleh karena itu, diperlukan adanya perhatian khusus terhadap dimensi kemasyarakatan bahasa. Dalam  ilmu  sosiolinguistik, keanekaragaman pemakaian bahasa disebut sebagai variasi bahasa. salah satu faktor yang menyebabkan timbulnya variasi bahasa adalah pemilihan terhadap salah satu ragam bahasa yang dipengaruhi oleh faktor kebutuhan penutur atau penulis akan alat komunikasi yang sesuai dengan situasi. Sekait  dengan  uraian  tersebut,  ken  (chant)  merupakan  salah  satu  variasi bahasa yang memiliki kekhasan tersendiri. Kekhasan tersebut terlihat pada tuturan yang  diungkapkan   dalam   situasi   tertentu   dan   hanya   dipakai   oleh   kelompok masyarakat sosial-ekonomi rendah. ken (chant) adalah wujud ragam bahasa yang digunakan oleh kelompok sosial tertentu dengan lagu yang dibuat-buat supaya lebih menimbulkan kesan “memelas” atau supaya “dikasihani”.penelitian ini akan mengkaji penggunaan bahasa ken oleh pengemis di lingkungan Lampu Merah Kota Serang. Para pengemis memiliki tuturan dan gaya yang khas ketika meminta- minta. Hasil penelitian ini; tuturan pengemis di lingkungan Lampu Merah Kota Serang Provinsi Banten ditemukan kosakata yang dapat dikategorikan sebagai ciri variasi ken, yaitu sebanyak 15 buah. Dalam tuturan pengemis di lingkungan Lampu Merah Kota Serang, Provinsi Banten  ditemukan pula kalimat yang dapat dikategorikan sebagai kalimat fitur ken.
TINDAK TUTUR ILOKUSI TUTURAN SISWA TUNAWICARA DI SEKOLAH KHUSUS NEGERI 1 KOTA SERANG Hildawati Ilham; Odin Rosidin; Sundawati Tisnasari
Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.25 KB) | DOI: 10.30870/jmbsi.v3i1.3742

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya tuturan siswa tunawicara dengan tujuan (1) mendeskripsikan bentuk tindak tutur ilokusi dalam tuturan informansi siswa tunawicara Sekolah Khusus Negeri 1 Kota Serang di ranah kelas, dan (2) menjelaskan jenis tindak tutur ilokusi dalam tuturan informan siswa tunawicara di ranah kelas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik studi pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan bahasa siswa tunawicara kelas VII B di Sekolah Khusus Negeri 1 Kota Serang. Data dalam penelitian ini, tuturan yang termasuk tuturan ilokusi yang berwujud asertif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklarasi yang ditemukan dalam tuturan siswa tunawicara. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh 149 data tindak tutur ilokusi. Berdasarkan hasil analisis data, dikemukakan simpulan sebagai berikut; (1) asertif sebanyak 64 tuturan, (2) direktif sebanyak 41 tuturan, (3) ekspresif sebanyak 36 tuturan, (4) komisif berjumlah 7 tuturan. Hasil temuan ini dimanfaatkan untuk memberikan sumbangan dalam memperkaya kajian pragmatik dan psikolinguistik, khususnya berkenaan dengan produksi ujar penutur tunawicara.
UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X DALAM KETERAMPILAN MENULIS DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR BERSERI Bambang Sasmita Edi
Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2547.359 KB) | DOI: 10.30870/jmbsi.v2i1.1497

Abstract

Sebagian besar siswa beranggapan bahwa keterampilan menulis merupakan materi yang paling sulit dalam belajar bahasa Jerman. Berdasarkan hasil pengamatan  guru dalam proses belajar mengajar teridentifikasi adanya kelemahan guru dalam proses penyampaian materi dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran keterampilan menulis dengan media gambar berseri dan motivasi  belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung di kelas X SMAN 16 Pandeglang. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil dari penelitian ini menunjukkan, bahwa penggunaan media gambar berseri dalam pembelajaran keterampilan menulis pada siswa kelas X SMAN 16 Pandeglang terbukti menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya peningkatan hasil nilai pembelajaran dari pra siklus ke siklus berikutnya. Pada pra siklus hanya  terdapat tiga siswa yang berhasil mampu menyelesaikan materi dengan tuntas. Namun, setelah diadakan perbaikan pembelajaran dengan media gambar berseri diperoleh peningkatan menjadi 26 siswa berhasil menuntaskan materi menulis ini.
PENGUKURAN TEORI PSIKOLOGI SASTRA ANAK TERHADAP KESESUAIAN ANTARA KARYA SASTRA ANAK DENGAN TINGKAT PSIKOLOGI PERKEMBANGAN ANAK DI SEKOLAH DASAR Herwan FR
Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.138 KB) | DOI: 10.30870/jmbsi.v1i2.2731

Abstract

Literature can develop children's imagination and help them consider and think about nature, experience, ideas, in various ways. Literature can also develop insights into the behavior of a human child, it can also introduce the universality of experience to children. Literature helps children toward a broader understanding of the ties, relations of mankind or humanity are common and natural. The relationship can be attributed to psikosastra as a concept study of children's literature ever developed Donna E. Norton in the book Through the Eyes of a Child: An Introduction to Children's Literature.Sebuah study long enough, it took nearly a year about the author , with the object of fifth grade elementary school students, in two different schools. Elementary school Labuan in Banten coastal areas of the South, and an elementary school in Panancangan, which is located in the center of the city of Serang, Banten. Based on the analysis of 11 literary discourse contained herein Indonesian Class V, published by the National Center of Books, akhirnyta found in an analysis, that there are six children who have a literary discourse suitability intrinsic value and extrinsic to the various theories of child development.

Page 5 of 21 | Total Record : 207